Anda di halaman 1dari 31

Mikropipet

Sampel

: Berupa Larutan/ Cairan (plasma, serum, dll)

Prinsip

: Memipet volume cairan/ larutan dalam jumlah kecil dengan tepat dan akurat
lalu dipindahkan dari wadah satu ke wadah lainnya

Cara Kerja

: 1. Set volume
2. Pasang tip disposable
3. Tekan penyedot sampai pembatas pertama
4. Masukkan tip ke sampel
5. Ambil sampel
6. Tahan
7. Tarik tip
8. Keluarkan sampel
9. Tarik pipet
10. Lepaskan tekanan penyedot
11.Lepaskan tip

Manfaat

;Untuk mengambil atau memindahkan suatu larutan sesuai ukuran yang


dikehendaki.

Kelebihan

: Memiliki keakuratan dan ketepatan pada volume kurang dari 1 mililiter (1


ml).

Kekurangan

: Harganya mahal dan tidak dapat mengukur larutan atau cairan lebih dari 10
ml.

Perawatan

1. Memeriksa secara rutin kondisi pipet. Perhatikan apakah ada bagian yang rusak, retak,
atau komponen yang hilang.

2. Membersihkan pipet setiap sebelum dan sesudah pemakaian dengan alkohol atau
cairan khusus pembersih pipet.
3. Mensterilkan komponen-komponen pipet yang dapat disterilkan. Baik dengan
autoclave atau penyinaran UV.
4. Pastikan kehati-hatian selama menggunakan mikropipet.

Spektrofotometer Vis, UV

Prinsip : Interaksi yang terjadi antara energi yang berupa sinar monokromatis dari sumber sinar
dengan materi yang berupa molekul. Besar energi yang diserap tertentu dan
menyebabkan elektron tereksitasi dari keadaan dasar ke keadaan tereksitasi yang
memiliki energi lebih tinggi. Serapan tidak terjadi seketika pada daerah ultravioletvisible untuk semua struktur elektronik, tetapi hanya pada sistem-sistem
terkonjugasi, struktur elektronik dengan adanya ikatan dan non bonding
elektron .Prinsip kerja spektrofotometer berdasarkan hukum Lambert Beer, yaitu bila
cahaya monokromatik (Io) melalui suatu media (larutan), maka sebagian cahaya
tersebut diserap (Ia), sebagian dipantulkan (Ir), dan sebagian lagi dipancarkan (It).
Fungsi :
1. Alat yang digunakan untuk mengukur transmitansi, reflektansi dan absorbsi dari
cuplikan sebagai fungsi dari panjang gelombang.
2. Analisis kuantitatif :
Penetapan Fe(II) sebagai kompleks dengan o-fenantrolin (VIS)
Penetapan nitrat dalam makanan daging olahan
Penetapan kafein dalam berbagai kemasan minuman kaleng
3. Titrasi Fotometri :
Mendeteksi titik ekivalen titrasi, dimana analit, pereaksi, atau hasil titrasi
mengabsorbsi radiasi
Sampel : Sample yang digunakan bersifat cair seperti Air minum, Air danau, darah dll
Reagen : Reagen yang digunakan tergantung pada pemeriksaan yang dilakukan karena setiap
pemeriksaan berbeda reagennya

Cara Kerja :
1. Semua alat dihubungkan ke stabilizer, komputer dinyalakan, spektrofotometer
dinyalakan dengan menekan tombol ON, klik tombol start, pilih program Hitachi
Aplication UV solution
2. Tampilan program akan muncul dan memberitahukan bahwa proses instalisasi sedang
berlangsung, tunggu hingga proses selesai ditandai dengan munculnya warna hijau
dan tertulis status ready
3. Biarkan selama 15 menit untuk pemanasan, setelah itu spektrofotometer siap
digunakan, atur panjang gelombangnya
4. Setelah itu spektrofotometer siap digunakan untuk pengukuran serapan sampel pada
panjang gelombang tertentu.
5. Setelah selesai bekerja, kuvet dikeluarkan dan dibersihkan dari pelarutnya kemudian
dikeringkan.
6. Spektrofotometer dimatikan dengan mengklik tanda silang pada bagian kanan atas
kemudian pilih cole the lamps and cole the windows kemudian tekan tombol
ON/OFF pada main unit spektrofotometer.
Hasil : Hasil yang di berikan dalam absorban yang bisa di baca pada kurva
Kelebihan :
1. Panjang gelombang dari sinar putih dapat lebih terseleksi
2. Caranya sederhana
3. Dapat menganalisa larutan dengan konsentrasi yang sangat kecil
Kekurangan :
1. Absorbsi dipengaruhi oleh pH larutan, suhu dan adanya zat pengganggu dan
kebersihan dari kuvet
2. Hanya dapat dipakai pada daerah ultra violet yang panjang gelombang >185 nm
3. Pemakaian hanya pada gugus fungsional yang mengandung elektron valensi dengan
energy eksitasi rendah
4. Sinar yang dipakai harus monokromatis
Perawatan :
1. Sebelum digunakan, biarkan mesin warming-up selama 15-20 menit.
2. Spektrofotometer sebisa mungkin tidak terpapar sinar matahari langsung, karena
cahaya dari matahari akan dapat mengganggu pengukuran.
3. Simpan spektrofotometer di dalam ruangan yang suhunya stabil dan diatas meja yang
permanen.
4. Pastikan kompartemen sampel bersih dari bekas sampel.
5. Saat memasukkan kuvet, pastikan kuvet kering.
6. Lakukan kalibrasi panjang gelombang dan absorban secara teratur.

Fotofluorometer

Prinsip : pengukuran penyerapan sinar akibat interaksi sinar yang mempunyai panjang
gelombang tertentu dengan larutan atau zat warna yang dilewatinya
Fungsi : Untuk mengukur intensitas atau kekuatan cahaya suatu larutan. Sebagian besar
laboratorium klinik menggunakan alat ini karena alat ini dapat menentukan kadar
suatu bahan didalam cairan tubuh seperti serum atau plasma
Sampel : Serum atau Plasma
Reagen : Reagen yang digunakan tergantung pada pemeriksaan yang dilakukan karena setiap
pemeriksaan berbeda reagennya
Cara Kerja :
1. Dipastikan kuvet telah terpasang dan pompa peristaltik telah dilingkari selang
2. Kabel dihubungkan dengan arus listrik 220 V. Tombol On/Off ditekan untuk
menghidupkan alat dan diamkan 10 menit untuk warming up
3. Sampel disedot dengan menekan tombol aspirator. Metode yang digunakan dipilih
pada touch screen. Semua pengaturan yang kemudian diatur. Semua pengaturan yang
digunakan diatur.
4. Hasil analisis dicetak dan sampel yang telah diuji dibuang. Selang dari pompa
peristaltik dilepas.
5. Alat dibilas dengan aquabides sebanyak 10 kali dan desinfektan 10%. Sisa buangan
dikeluarkan dengan mengalirkan udara. Selang dilepas dari pompa, alat dibersihkan
dengan menggunakan tissue
6. Tekan tombol On/Off untuk mematikan alat. Kabel dilepas dari sumber arus. Tutup
alat agar tidak terkena debu
Hasil :

Absorbansi standar

Absorbansi sample

Perawatan :
1. Setiap sesudah digunakan dibilas dengan aquabides serta dihindari dari pelarut yang
bersifat korosif.
2. Pembersih yang digunakan dapat berupa campuran detergen, alkohol dan air atau
menggunakan sodium hipoklorit.

3. Alat disimpan di tempat yang bersih, tidak boleh terkena cahaya matahari langsung
dan hindari kontak atau berdekatan dengan alat yang mengeluarkan gelombang
magnetik seperti TV, radio dan handphone

Spektrofluorometer

Prinsip : Pengukuran intensitas cahaya fluoresensi yang dipancarkan oleh zat uji
dibandingkan dengan yang dipancarkan oleh suatu baku tertentu. Cahaya yang diemisikan
terjadi karena proses absorbs cahaya oleh atom yang mengakibatkan keadaan atom
tereksitasi. Keadaan atom yang tereksitasi akan kembali ke keadaan semula dengan
melepaskan energy yang berupa cahaya(de-eksitasi)
Fungsi :
1. Analisa kualitatif , Perbandingan spectrum fluoresensi dapat membantu pengenalan
senyawa.
2. Analisa kuantitatif, Pengukuran dapat dilakukan pada kadar yang sangat rendah
dengan ketepatan, keterulangan, dan kepekaan tinggi.
Sampel :
1. Vitamin : riboflavin, piridoksin, yang berasal dari tiamin setelah dioksidasi dengan
larutan basa ferisianida pada 365nm dan 440 nm
2. Obat yang mempunyai sifat fluoresensi alamiah contoh : quinine
Reagen : Reagen yang digunakan tergantung pada pemeriksaan yang dilakukan karena setiap
pemeriksaan berbeda reagennya
Cara Kerja :
1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pengujian.
2. Pengujian spektro dilakukan setelah prepare pada larutan yang akan diuji
3. Masukan larutan blanko pada kuvet mencapai bagian kuvet lalu usap kuvet
menggunakan tissue kering dan jangan menyentuh bagian kuvet kaca beningnya
karena apabila terdapat sidik jari akan mempengaruhi pembacaan.
4. Setelah melakukan penembakan pada blanko, maka masukan sample yang pertama ,
perlakuannya sama seperti pada larutab blanko.
5. Catat hasil spektro yang ditrampilkan pada layar computer.

Hasil :

Pengamatan Bahan Intensitas pada =450 nm


Blanko
Absorbansi Sampel
Absorbansi Standar
Panjang gelombang () eksitasi : 350 nm
Panjang gelombang() emisi : 300-400 nm
Panjang Gelombang () max : 450 nm

Kelebihan :
1. Sensitive
2. Selektif
3. Cocok untuk sampel dengan konsentrasi kecil
Kelemahan :
1. Penggunaan terbatas hanya untuk senyawa berfluoresensi
2. Intensitas fluoresensi dipengaruhi oleh intensitas sumber cahaya
3. Investasi mahal
Perawatan :
1. Setiap sesudah digunakan dibilas dengan aquabides serta dihindari dari pelarut yang
bersifat korosif.
2. Pembersih yang digunakan dapat berupa campuran detergen, alkohol dan air atau
menggunakan sodium hipoklorit.

Spektrofotometer Serapan Atom (SSA)

Prinsip Kerja : Penyerapan sinar dari sumbernya oleh atom-atom yang di bebaskan oleh nyala
dengan panjang gelombang tertentu
Fungsi:
1. Untuk menentukan kadar konsentrasi dari unsur metalik untuk kepentingan medis
dalam pemeliharaan kesehatan seperti kalsium, magnesium, tembaga, seng dan besi

2.

Untuk menentukan apakah obat-obatan terapeutik tingkat seperti lithium telah dicapai
dalam darah dan juga dapat mendeteksi kuantitatif kadar racun pada logam

Sampel : Makanan dan minuman, air termasuk air buangan, tanah, tanaman, pupuk, besi,
baja, logam campur, mineral, hasil minyak bumi, farmasi, dan kosmetik.
Reagen:
Bagian-Bagian pada AAS :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Lampu Katoda
Tabung gas
Ducting
Kompresor
Burner
Buangan pada AAS

Cara Kerja :
1. Pertama-tama gas dibuka terlebih dahulu, kemudian kompresor, lalu ducting, main
unit,dan computer secara berurutan
2. Dibuka program SSA(spectrum Analyse Specialist), kemudian muncul perintah
apakah ingin mengganti lampu katoda, jika ingin mengganti klik Yes dan jika tidak
No.
3. Dipilih Yes untuk masuk ke menu individual command, dimasukkan nomer lampu
katoda yang dipasang kedalam kotak dialog, kemudian diklik setup, kemudian soket
lampu katoda akan berputar menuju posisi paling atas supaya lampu katoda yang baru
dapat diganti atau ditambahkan dengan muda
4. Dipilih No jika tidak ingin mengganti lampu katoda yang baru.
5. Pada program SAS 3.0, dipilih menu select element and working mode.Dipilih unsur
yang akan dianalisis dengan mengklik langsung pada symbol unsur yang diinginkan
6. Jika telah selesai klik ok, kemudian muncul tampilan condition settings. Diatur
parameter yang dianalisis dengan mensetting fuel flow :1,2 ; measurement;
concentration ; number of sample: 2 ; unit concentration : ppm ; number of standard :
3 ; standard list : 1 ppm, 3 ppm, 9 ppm.
7. Diklik ok and setup, ditunggu hingga selesai warming up.
8. Diklik icon bergambar burner/ pembakar, setelah pembakar dan lampu menyala alat
siap digunakan untuk mengukur logam.
9. Pada menu measurements pilih measure sample.
10. Dimasukkan blanko, didiamkan hingga garis lurus terbentuk, kemudian dipindahkan
ke standar 1 ppm hingga data keluar.
11. Dimasukkan blanko untuk meluruskan kurva, diukur dengan tahapan yang sama
untuk standar 3 ppm dan 9 ppm
12. Jika data kurang baik akan ada perintah untuk pengukuran ulang, dilakukan
pengukuran blanko, hingga kurva yang dihasilkan turun dan lurus.
13. Dimasukkan ke sampel 1 hingga kurva naik dan belok baru dilakukan pengukuran.
14. Dimasukkan blanko kembali dan dilakukan pengukuran sampel ke 2.

15. Setelah pengukuran selesai, data dapat diperoleh dengan mengklik icon print atau
pada baris menu dengan mengklik file lalu print.
16. Apabila pengukuran telah selesai, aspirasikan air deionisasi untuk membilas burner
selama 10 menit, api dan lampu burner dimatikan, program pada komputer dimatikan,
lalu main unit AAS, kemudian kompresor,setelah itu ducting dan terakhir gas.
Hasil :
Kelebihan : Metode AAS dibandingkan dengan spektrofotometer biasa yaitu spesifik, batas
deteksi yang rendah dari larutan yang sama bisa mengukur unsur-unsur yang
berlainan.batas deteksi yang rendah dari larutan yang sama bisa mengukur unsurunsur yang berlainan, pengukurannya langsung terhadap contoh, output dapat
langsung dibaca, cukup ekonomis, dapat diaplikasikan pada banyak jenis unsur,
batas kadar penentuan luas (dari ppm sampai %).
Kelemahan : Pengaruh kimia dimana AAS tidak mampu menguraikan zat menjadi atom
misalnya pengaruh fosfat terhadap Ca, pengaruh ionisasi yaitu bila atom
tereksitasi (tidak hanya disosiasi) sehingga menimbulkan emisi pada panjang
gelombang yang sama, serta pengaruh matriks misalnya pelarut.
Perawatan :
1. Sumber arus yang digunakan dalam pemakaian AAS ialah 220 volt sehingga
arus listrik yang disediakan harus 220 volt dan jangan sampai kurang dari 220
volt.
2.

Setelah alat digunakan, cuci dengan airdeionisasi selama 10 menit.

3. Setelah digunakan, burner dibersihkan dan dikeringkan dengan lap bersih


untuk menghilangkan karbonnya.
4. Alat harus disimpan dalam ruangan yang kelembaban dan suhunya terjaga
seperti pada ruanga berAC.

Automated Chemistry Analyzer

Sampel

: Darah (berupa plasma dan serum)

Reagen

: Larutan berdasarkan pemeriksaan parameter

Prinsip

: Lampu halogen sebagai sumber cahaya merupakan cahaya Polychromatic yang


mempunyai panjang gelombang 400-800 nm memancarkan cahayanya yang
masuk ke Monochomator. Di dalam Monochomator cahaya Polychromatic
diuraikan menjadi Monochromatic. Selanjutnya dari Monochromator,
cahaya masuk ke Filter. Filter ini berfungsi memilih atau melewatkan hanya
1 spectrum cahaya saja sesuai dengan unsur yang akan di ukur. Cahaya
yang keluar dari Filter (I0) menyinari cuvette, sehingga molekul di dalam
cuvette akan mengabsorbsi sebuah eneri cahaya (foton) dengan jarak
gelombang tertentu dan menghasilkan It. Cahaya yang keluar dari cuvette
(It) ditangkap oleh detektor. yang selanjutnya dikuatkan oleh Amplifier lalu
di converter oleh ADC, dimana ADC disini berfungsi mengubah data
analog

menjadi

data

digital.

Kemudian

dari ADC

diolah

oleh

Microcontroller dan ditampilkan ke display.


Cara Kerja

1. Indentifikasi sampel ( identitas pasien dan parameter pemeriksaan yang akan


diperiksa
2. Pengambilan sampel dengan volume tertentu kedalam tabung reaksi atau kuvet
3. Penambahan reagen pada sampel, reaksi sampel, dan reagen dalam waktu tertentu dan
pengukuran hasil reaksi
4. Hasil pengukuran dihitung oleh system dan akan tampil dalam bentuk konsentrasi dari
parameter yang diperiksa
5. Hasil perhitungan ditampilkan dilayar, dicetak atau langsung masuk ke system
informasi laboratorium.

Manfaat

:Untuk pemeriksaan kimia darah ( gula darah, SGOT, SGPT, kreatinin,


ureum, dll)

Kelebihan

: 1. Parameter yang diuji lebih banyak


2. Lebih Cepat
3. Dirancang untuk dapat menguji berulang kali dengan kualitas yang sama
4. Kapasitas sampel yang lebih banyak

Kekurangan

: 1. Lebih mahal
2. Memerlukan perawatan berkala

Perawatan

: Lakukan control berkala : selalu cek reagen dan melakukan kalibrasi

ION SELECTIVE ELECTRODE (ISE)

Prinsip Kerja : Sebuah elktroda dari ISE mengukur tegangan otensial dari ion tertentu dalam
larutan. Nilai tegangan potensial diukur terhadap elektroda referensi yang
stabil dengan tegangan potensial yang konstan. Perbedaan potensial antara
dua elektroda akan tergantung pada aktivitas ion tertentu dalam larutan. Hal
ini berkaitan dengan konsentrasi spesifik ion, sehingga memungkinkan
pengguna untuk membuat analisis pengukuran ion tertentu.
Fungsi :
1. Suatu perangkat yang digunakan dalam mendeteksi jumlah ion yang terdapat dalam
suatu larutan
2. ISE juga digunakan untuk mengukur ph, dan gas darah
3. Untuk mengukur pO2,pCO2 pH, hematokrit, Na, K, Cl, glukosa, laktat, tHb, SO2, O2Hb,
HHb, COHb, MetHb, bilirubin neonatus.
Sampel : Darah, plasma,serum, cairan tubuh
Cara Kerja :
1. Hidupkan power ON ada di belakang alat
2. Proses inisialisasi alat alat dalam stand by
3. Lakukan proses CAL 2 alat dalam kondisi ready

4.
5.
6.
7.

Insert sampel serum (automatic sampeling) tarik tangkai jarum


Ada suara BIB masukan kembali tangkai jarum
Proses menginstrument
Finish

Kelebihan:
1. Tidak terpengaruh pada gangguan seperti warna dalam sampel
2. ISE membutuhkan analisis waktu yang relaif lebih singkat dalam mendapatkan hasil
yang akurat
3. Tidak bersifat merusak, lebih hemat dalam menggunakan reagen
Kekurangan :
1.
2.
3.
4.

Tingkta presisi lebih besar dari 1%


Elektroda dapat terpengaruh oleh protein atau larutan organik lainnya
Kemungkinan terinteferensi oleh ion lain
Elektroda juga merespon aktivitas ion yang tidah sempurna

Perawatan :
Lakukan berulang-ulang Trouble shooting
1. Na, Ca, K, Cl over flow solusi : bersihkan aspirasi system (terjadi sumbatan), lakukan
penggantian iner solution ion elektroda
2. Pipet tidak menghisap (no sampel) solusi : bongkar dan bersihkan system aspirasi
(terjadi sumbatan)
3. Nilai tidak sesuai (terlalu tinggi atau rendah) solusi : lakuakn kalibrasi ulang dan baca
sampel calibration solution

Urine Analyzer

Prinsip : reflectance photometry (pengukuran pantulan cahaya) di mana alat mengukur


intensitas cahaya dari pantulan sinar pada setiap urine test strips yang disinari oleh
sinar LED dengan panjang gelombang yang sudah ditentukan.
Fungsi : untuk membantu diagnosis dari suatu penyakit yang ada dalam tubuh
Sample : Urin segar(sewaktu)

Reagen : Strip Urine


Cara Kerja:
1. TekanPEGING
2. Tekan Set dua kali
3. In put nomor kode pada sampel
4. Tekan ENTER kemudian celupkan strip pada urin kemudian tiriskan dengan
melewatkan d idinding tabung.
5. Letakan pada wadah strip secara otomatis alat akan mengambil strip
6. Biarkan selama beberapa menit hingga alat memproses hasil
7. Hasil di input ke komputer dan hasil diprint
Hasil : Berat jenis, pH, Leukosit nitrit, protein, glukosa, keton, urobilinogen, bilirubin dan
eritrosit yang terkandung dalam urin.
Kelebihan : Biaya pemeriksaan lebih hemat dan cepat
Kelemahan: Kemungkinan adanya senyawa pengganggu dalam urin yang diperiksa dapat
memberikan hasil negatif palsu atau positif palsu pada urine test strip.

Hematology Analyzer

Sampel

: Darah

Reagen

: Diluent, Rinse, lyse

Prinsip

: Pengukuran [= metri] jumlah dan sifat-sifat sel [= cyto] yang dibungkus oleh
aliran cairan [= flow] melalui celah sempit. Ribuan sel dialirkan melalui
celah tersebut sedemikian rupa sehingga sel dapat lewat satu per satu,
kemudian dilakukan penghitungan jumlah sel dan ukurannya

Cara Kerja

1. Hubungkan kabel power ke stabilisator (stavo)


2.

Hidupkan alat (saklar on/off ada du sisi kanan atas alat)

3. Alat akan self check, pesan please wait akan tampil di layar
4. Alat akan secara otomatis melakukan self check kemudian background check.

5.

Dalam keadaan ready, sampel disiapkan:

Sampel darah harus dipastikan sudah homogen dengan antikoagulan

Tekan tombol Whole Blood WB pada layar

Tekan tombol ID dan masukkan no sampel, tekan enter

Tekan bagian atas dari tempat sampel yang berwarna ungu untuk membuka
dan letakkan sampel dalam adaptor

Tutup tempat sampel dan tekan RUN

Hasil akan muncul pada layar secara otomatis. Mencatat hasil pemeriksaan

Hasil :

Manfaat

:Untuk pemeriksaan Hematologi (kadar HB, jumlah leukosit, jumlah


eritrosit,jumlah trombosit, Hematokrit, Indeks eritrosit dan leukosit)

Kelebihan

1. Waktu pemeriksaan lebih cepat


2.

Berbagai parameter dapat diukur sekaligus

3.

Alat yang telah terkoneksi dengan system informasi Laboratorium akan mengurangi
kemungkinan kesalahan saat identifikasi sampel dan enteri data hasil pemeriksaan

Kekurangan :

1. Apabila ada sel yang saling menempel melewati aperture secara

bersamaan akan

dihitung sebagai satu sel


2. Gelembung udara mikro atau partikel lain juga dapat dihitung sebagai sel
Perawatan

: Lakukan control secara berkala-Selalu cek reagen : Diliuent, Rinse,


Minidil, Minilyse, dsb
Sampel jangan sampai aglutinasi, gunakan sampel darah yang sudah
ditambahkan antikoagulan. Pastikan tidak ada darah yang menggumpal
karena akan merusak hasil jika terisap.

Coagulation Analyzer

Sampel

: Darah (Berupa plasma darah)

Reagen

: Larutan berdasarkan parameter pemeriksaan

Prinsip

: Menginkubasi plasma darah dalam jumlah tertentu serta periode waktu


tertentu, lalu dicampur dengan reagen sehingga terjadi proses pembekuan,
yang dideteksi melalui terbentuknya fibrin

Cara Kerja

Menghidupkan alat
1. Hubungkan kabel power ke stabilisator
2. Hidupkan alat dengan menekan tombol on
3. Alat akan self check, pesan please wait akan tampil dilayar
4. Alat akan secara otomatis melakukan self check kemudian background check.
5. Pastikan alat dalam keadaan ready
Cara kerja pemeriksaan sampel
1. Sampel darah harus dipastikan sudah homogen dengan antikoagulan

2. Masukkan plasma control dan plasma sample yang telah dicentrifuge yang akan
ditampilkan di layar, tekan Enter
3. Pilih yes, lalu tekan Enter
4. Masukkan reagen dan kuvet sesuai dengan volume yang dibutuhkan alat
5. Tunggu hingga alat selesai melakukan pemeriksaan
6. Hasil akan muncul secara otomatis
7. Mencatat hasil pemeriksaan
Kelebihan

: 1. Efiensi Waktu
2. Ketepan Hasil

Kekurangan

: 1. Harganya mahal
2. Perawatan yang cukup sulit

Perawatan

1. Pastikan alat dalam keadaan bersih, bebas dari kontaminasi dengan darah atau
spesimen lainnya yaitu reagen dan debu
2. Periksa suhu sertiap hari
3. Jika diperlukan mengganti tabung, filter, dll
4. Tutup alat jika tidak sedang digunakan
5. Sampel yang diperiksa harus menggunakan antikoagulan berisi sitrat
6. Bersihkan tabung yang digunakan untuk menampung darah
7. Bersihkan magnet yang ada dalam tabung
8. Bersihkan lubang yang digunakan untuk menaruh tabung dengan menggunakan tisu
basah kemudian dibersihkan lagi mengunakan tisu yangkering
9. Bersihkan bagian luar dengan menggunakan kuas yang berukuran kecil
10. Periksa juga tempat untuk menaruh kertas hasil dari pengecekan

SPERMA ANALYZER

Prinsip : alat analisis sperma modern untuk aplikasi diagnostic rutin bekerja dengan metode
CASA(Computer Aided Sperm Analysis), instrument CASA perlu dihubungkan dengan
perangkat lunak pada computer yang dapat melakukan pengorganisasian data dan analisis
statistic. Alat ini harus disiapkan dengan tepat supaya dapat bekerja secara optimal.
Fungsi :digunakan untuk membantu dokter menegakkan diagnosis infertilitas pada pria..
Sample : Sperma
Cara kerja :
1. Teteskan sperma pada kamar hitung
2. Perhatikan pergerakan sperma dan amati sperma di CASA
Hasil : Parameter-parameter yang dapat dianalisis oleh alat analisa sperma antara lain :

Konsentrasi total sperma


Motilitas sperma
Perhitungan morfologi normal
Konsentrasi sperma yang motil
Konsentrasi sperma motil progresif
Konsentrasi sperma fungsional
Indeks motilitas sperma
Kecepatan rata-rata
Distribusi kecepatan sperma
Jumlah sperma total
Jumlah sperma yang motil
Jumlah sperma motil progresif
Jumlah sperma fungsional
Presentase kepadatan sperma
Fraksi survival sperma
Presentase deformitas
Derajat keenceran

Warna cairan semen


pH cairan semen

Kelebihan
1. Dapat menganalisis berbagai sediaan sperma, baik itu sperma segar, sperma yang
telah dibekukan
2. Sediaan sperma dapat langsung ditampilkan pada layar computer
3. Hasil analisis tercetak secara otomatis
Kelemahan
1. Penyiapan sample harus teliti
2. Harga alat ini masih relative mahal

Mikrotome & Automated Tissue To Slides

Sampel
Reagen

: Berupa Jaringan ; Tumor, Kanker (Kanker Payudara)


: 1. Buffer Neutral Formalin (BNF) 10%
2. Alkohol
3. Xylol
4. Parafin
5. Ewit (albumin)
6. Hematoksilin
7. Lithium carbonat
8. Eosin
9. DPX

Prinsip

: Mengolah sample jaringan hingga menjadi preparat pada kaca objek (slide)
yang siap dianalisis.

Instrumen

: 1. Mesin Pengolah Jaringan (automated tissue processing)


2. Mesin Pemotong (automated microtome)
3. Mesin Pewarna (automated staining)
4. Mesin bloking
5. Water bath
6. Tissue casset
7. Basket
8. Objek Glass
9. Deks Glass
10. Stainles steel
11. Oven

Cara Kerja

Tahap kerja pada Automated Tissue Processing

Jaringan yang telah disiapkan harus segera di Fiksasi

Botol 1: Dalam larutan Buffer Neutral Formalin (BNF) 10% selama 2 hari

Kemudian Jaringan di Dehidrasi


1. Botol 2. Alkohol 70% 1,5 jam
2. Botol 3. Alkohol 80% 1,5 jam
3. Botol 4. Alkohol 95% 1,5 jam
4. Botol 5. Alkoho absolute I 1,5 jam
5. Botol 6. Alkoho absolute II 1,5 jam
6. Botol 7. Alkoho absolute III 1,5 jam

Setelah itu di Clearing


1. Botol 8. Xylol I 1 Jam
2. Botol 9. Xylol II 1,5 Jam

3. Botol 10. Xylol III 1,5 Jam

Dan terakkhir di Infiltrasi Parafin

Botol 11. Paraffin cair I 1,5 jam

Botol 12. Paraffin cair II 2 jam

Mencetak Blok Parafin


3. Hangatkan paraffin cair, pinset, dan penutup cetakan
4. Parafin cair dituangkan kedalam cetakan
5. Jaringan dari prosessing dimasukan kedalam cetakan yang telah disi paraffin cair,
tekan jaringan agar semakin menempel di dasar cetakan.
6. Tutup cetakan diambil, letakkan diatas cetakan dan di tekan.Pasang etiket di
pinggir.
7. Biarkan sampai membeku
8. Setelah beku, keluarkan dari cetakan. Rapikan sisi-sisi blog. Ganti etiket dengan
yang permanen
Pemotongan menggunakan Automated Mikrotome

Sebelum pemotongan Masukan kedalam plastik yang diisi air dan letakkan di
freezer 15 menit atau diberi batu es.

Blok dijepit pada mikrotom kemudian dipotong dengan pisau mikroto. Dengan
kemiringan : 300 , Tebal blok paraffin 2-5mikron.

Hasil pemotongan (berupa pita/irisan tipis yang saling bersambung) dimasukkan


kedalam waterbath yang diisi air yang sudah dihangatkan 50

C, kemudian

diambil dengan kaca objek (Meletakkan potongan di waterbath tidak boleh


terbalik)

Inkubasi

Inkubasi preparat di dalam oven yang hangat dengan temperature 40-45C


(dibawah titik cair paraffin) sekitar 15 menit untuk membantu jaringan menempel
ke slide.

Pewarnaan Hematoksilin dan Eosin


Preparat yang akan diwarnai diletakkan pada rak khusus dan dicelupkan secara
berurutan ke dalam larutan dengan waktu sebagai berikut :

Xylol 3 menit

Xylol 3 menit

Alkohol 3 menit

Alkohol 3 menit

Ethanol 90% 3 menit

Ethanol 80% 3 menit

Bilas dengan air keran 1 menit

Larutan hematoksilin 6-7 menit

Bilas dengan air keran 1 menit

Larutan pembiru 1 menit

Air keran 1 menit

Larutan eosin 1 - 5 menit

Bilas dengan air keran 1 menit

Ethanol 80 % 10 celupan

Ethanol 90 % 10 celupan

Ethanol absolute 10 celupan

Ethanol absolute 1 menit

Xylol 3 menit

Xylol 3 menit

Xylol 3 menit

Preparat diangkat satu persatu dari larutan xylol dalam keadaan basah, diberi
satu tetes cairan perekat ( DPX ) dan selanjutnya ditutup dengan kaca penutup. Hasil
pewarnaan dapat dilihat di bawah mikroskop.
Hasil

: Berupa preparat pada objek glass yang siap untuk diamati

Manfaat

: Untuk pemeriksaan Histopatologi.

Laminar Air Flow

Prinsip: Mensterilkan udara yang diambil dari ruangan dengan melewatkannya kedalam filter
dan menghembuskannya melewati permukaan ruangan kerja sebagai udara bebas
partikel.
Fungsi :

1. digunakan sebagai ruangan untuk pengerjaan secara eseptis


2. untuk mensterilkan dan meminimalisir alat-alat laboratorium dari mikroba atau
kontaminasi yang ikut terbawa oleh aliran udara
3. digunakan untuk kultur jaringan yaitu Untuk menanam eksplan ke dalam botol dalam
kondisi steril atau melakukan sub kultur yang dilengkapi dengan blower dan lampu
UV.
Cara Kerja :
1. Sterilisasikan Laminar air flow sebelum digunakan, dengan alcohol 70% pada seluruh
ruang laminar air flow secara menyeluruh.
2. Tutup pintu Laminar air flow, lalu hidupkan lampu ultraviolet dengan menekan
tombol TLV (tombol lampu ultraviolet). Tunggu selama 2-3 jam sebelum digunakan,
kemudian matikan.
3. Hidupkan tombol blower selama 1 jam. Upayakan jangan ada orang dalam ruang
selama penghidupan lampu UV dan blower.
4. Setelah blowering selesai, hidupkan TL(tombol lampu) dan masukkan seluruh alat
beserta bahan yang akan digunakan dalam praktikum kedalam Laminar Air Flow
5. Atur sedemikian rupa peletakan alat dan bahan yangb akan disterilkan didalam
laminar air flow, agar meminimalisir alat bahan tersebut dari kontaminasi
6. Pastikan TLV dan blower sudah dimatikan ketika akan menggunakan laminar air flow
Kelebihan :
Kelemahan:
Perawatan :
1. Perhatikan pre-filter, bila sudah kotor agar dicuci dan dipasang kembali.
2. Heap filter, bila sudah kotor dapat dibersihkan dengan cara meniup dari arah muka
dengan kompresor bertekanan tinggi
3. Jangan melihat langsung pada lampu UV, dan agar efisiensi dari lampu UV dapat
lebih baik, maka kaca penutup bagian atas dapat dibuka.

Lemari Asam

Prinsip : tempat dengan ventilasi yang cukup untuk melakukan yang berhubungan dengan
bahan kimia, sehingga lingkungan sekitar tidak ikut terkontaminasi oleh uap, asap dan
aerosol berbahaya yang di hasilkan dalam reaksi.
Fungsi :
1. Melindungi personil dari bahaya terhirup gas beracun selama proses pengujian, riset
mau pun pembelajaran di laboratorium.
2. Sebagai tempat melakukan reaksi kimia yang menghasilkan gas/uap/kabut
3. Tempat untuk penggunaan bahan kimia yang mudah menguap (asam, oksidator kuat)
Cara Kerja :
1. Pastikan Fume Hood siap untuk digunakan. Switch On pada panel listrik yang berada
disamping atau belakang Fume Hood
2. Switch Blower dan Switch Lampu dalam keadaan On pada panel switch dibagian
depan
3. Pintu terbuka dengan jarak 10 20 cm dari permukaan meja kerja.
4. Selain untuk menambah hisapan uap kimia juga berguna untuk melindungi User dari
uap kimia. Jangan biarkan pintu tertutup ketika blower sedang menyala karena kaca
akan pecah. Sisakan +/- 5 cm .
5. Berikan jarak untuk setiap peralatan yang berada di dalam ruang kerja, dan Berikan
jarak antara tempat berdiri dengan Fume Hood pada saat bekerja.
6. Jangan biarkan Meja Kerja terlalu penuh dengan peralatan yang tidak dibutuhkan.
7. Lingkungan sekitar Fume hood jangan terlalu banyak barang dan aktivitas pekerja
8. Jangan memasukan kepala ke dalam ruang kerja Fume Hood dan Jangan merubah
posisi Fume Hood, karena merubah posisi Ducting.
9. Jangan menyimpan bahan kimia diatas meja kerja, tanpa menggunakan alas karena
akan menyebabkan korosi pada meja kerja.
10. Selesai bekerja biarkan Blower menyala +/- 15 menit agar semua uap terhisap keluar

11. Jika lemari asam terletak dalam ruangan yang kecil, dianjurkan untuk membuka pintu
atau jendela ruangan agar Blower dapat menghisap udara dengan mudah
Kelebihan : Dapat menetralisir uap hasil zat berbahaya
Kelemahan :
1. Filter harus selalu dicek
2. Resiko personil di dalam ruangan laboratorium lebih besar menghirup gas dari lemari
asam
Perawatan :
Berikut cara membersihkan tumpahan zat yang terdapat dalam lemari asam:
1.
2.
3.
4.

Periksa kebersihan lemari asam


Apabila ada tumpahan zat, amati jenis pereaksi (asam / basa)
Periksalah menggunakan kertas lakmus
Gunakan penetral:
* Jika tumpahan asam, maka larutan penetralnya adalah natrium karbonat
* Jika tumpahan basa, maka larutan penetralnya adalah ammonium klorida

Mesin PCR

Prinsip : Prinsip umum kerja PCR adalah menggandakan potongan DNA tertentu dengan
bantuan enzim dan melalui mekanisme perubahan suhu. Proses tersebut mirip
dengan proses replikasi DNA yang bersifat semi konservatif.
Fungsi :
Dapat digunakan untuk
1.
2.
3.
4.

amplifikasi urutan nukleotida.


menentukan kondisi urutan nukleotida suatu DNA yang mengalami mutasi.
bidang kedokteran forensik.
melacak asal-usul seseorang dengan membandingkan finger print.

Sampel: DNA
Reagen :Buffer PCR 5X, dNTP, Taq DNA Polymerase
Cara Kerja :
Secara singkat, teknik PCR dilakukan dengan cara mencampurkan sampel DNA dengan
primer oligonukleotida, deoksiribonukleotida trifosfat (dNTP), enzim termostabil Taq DNA
polimerase dalam larutan DNA yang sesuai, kemudian menaikkan dan menurunkan suhu
campuran secara berulang beberapa puluh siklus sampai diperoleh jumlah sekuens DNA yang
diinginkan.
Cara menggunakan pcr
1. Kabel mesin PCR dihubungkan ke stabilator
2. Tombol ON dinyalakan pada stabilator
3. Tombol POWER ditekan yang ada dibelakang mesin PCR.
Hasil :

Kelebihan :
1. Memiliki spesifisitas tinggi
2. Sangat cepat, dapat memberikan hasil yang sama pada hari yang sama

3. Dapat membedakan varian mikroorganisme


4. Mikroorganisme yang dideteksi tidak harus hidup
5. Mudah di set up.
Kelemahan :
1. Sangat mudah terkontaminasi
2. Biaya peralatan dan reagen mahal
3. Interpretasi hasil PCR yang positif belum tervalidasi untuk semua penyakit infeksi
(misalnya infeksi pasif atau laten)
4. Teknik prosedur yang kompleks dan bertahap membutuhkan keahlian khusus untuk
melakukannya.

POCT

Prinsip :
1. Prinsip dari amperometric detection : Ketika darah diteteskan pada test strip, akan
terjadi reaksi antara bahan kimia yang ada di dalam darah dengan reagen yang ada di
dalam strip. Reaksi ini akan menghasilkan arus listrik yang besarnya setara dengan
kadar bahan kimia yang ada dalam darah.
2. Prinsip dari reflectance: Membaca warna yang terbentuk dari sebuah reaksi antara
sampel yang mengandung bahan kimia tertentu dengan reagen yang ada pada sebuah
test strip. Reaksi yang terjadi pada test strip akan menghasilkan warna dengan
intensitas tertentu yang berbanding lurus dengan kadar bahan kimia yang ada didalam
sampel. Selanjutnya, warna yang terbentuk dibaca oleh alat dari arah bawah strip.
Fungsi : Untuk memantau kadar glukosa darah yang dapat dilakukan oleh pasien secara
mandiri, serta parameter lainnya seperti asam urat, kolesterol, trigliserida dan HDL.
Sampel : Darah
Cara Kerja :
1. Mengambil 1 strip, masukkan pada alat pengukur dan secara otomatis alat akan hidup
2. Layar akan menampilkan nomer kode strip, yakinkan nomer kode sama dengan kode
pembungkus strip. Kemudian akan terlihat gambar tetesan darah

3. Meneteskan darah sampel pada zona reaksi pada tes strip


4. Dalam hitungan ke 30 detik layar akan menampilkan hasil
5. pemeriksaan.
Hasil : berupa kadar nilai pemeriksaan
Kelebihan :
1. Penggunaan alat yang praktis
2. Mudah serta efisien
3. Membutuhkan sampel yang sedikit sehingga meminimalisir kesalahan pada tahap praanalitik
4. Hasil yang cepat.
Kelemahan :
1. Proses QC yang masih kurang baik sehingga akurasi dan presisinya belum sebaik
hasil dari alat fotometer.
2. Dokumentasinya pun belum dalam terintegrasi dengan sistem informasi laboratorium
sehingga data akan mudah tertukar bahkan tidak teridentifikasi.
Perawatan:

Elektroforesis

Prinsip : Berdasarkan pergerakan partikel-partikel bermuatan negatif (anion), dalam hal


tersebut DNA yang bergerak menuju kutub positif (kation) , sedangkan partikelpartikel bermuatan positif (kation) akan bergerak menuju kutub negatif(anode)
Fungsi :
1. Teknik digunakan untuk analisa : DNA, RNA, Protein
1. Pada bidang kepolisian : pemeriksaan DNA, karakteristik khusus, misalnya sidik jari.
2. Dalam biologi molekuler, elektroforesis merupakan salah satu cara untuk pembuatan
gambar keberadaan DNA, plasmid, dan produk PCR.
Sample :

DNA kromosom bakteri

DNA plasmid hasil solace(uncut)


DNA plasmid hasil restriksi (cut)

Reagen ;

Gel agarosa
Larutan buffer TAE 1x
Loading dye
larutan Etidium Bromid (EtBr)

Cara Kerja :
1. siapkan tempat cetakan gel agarose, tutup ujung cetakan dengan menggunakan isolasi
2. tempatkan well-former template(comb) ditengah tekukkan casting tray, pastikan
posisi comb rata dan seimbang
3. gunakan 250ml larutan gel, tambahkan komponen(bufferconcentrate, air destilasi dan
bubuk agarose) sesuai dengan spesifikasi yang akan diuji
4. aduk dengan sempurna campuran bubuk agarose, buffer concentrate, dan air destilasi
agar tercampur merata dan bubuk gel agarose tidak menggumpal
5. tandai ketinggian volume cairan didinding luar labu dengan menggunakan pena
6. panaskan bahan campuran untuk melarutkan gel agarose dan pastikan hasilnya bening
seperti air tanpa partikel pelarut.
7. Dinginkan larutan agarose sampai mencapai suhu 55 derajat celcius, bila ada
penguapan maka tambahkan air destilasi sampai volumenya sama dengan garis yang
telah ditandai dilabu
8. Pastikan kedua ujung casting tray tertutup rapat untuk mencegah kebocoran
9. Tuangkan larutan agarose yang telah didinginkan ke casting tray, pastikan posisi
casting tray berada ditempat yang datar
10. Biarkan larutan agarose menjadi gel dan benar-benar kenyal
11. Setelah gel benar-benar kenyal/keras, perlahan-lahan lepas selotip dikedua ujung
casting tray
12. Lepaskan sisir cetak (comb) dengan menarik keatas secara perlahan dan pastikan hasil
cetakan berupa lubang-lubang seperti sumur dan gel tidak robek
13. Tempatkan gel agarose yang sudah tercetak ke ruang/chamber elektroforesis dengan
posisi ditengah dan mendatar
14. Isi ruang/chamber elektroforesis dengan larutan buffer TAE sampai gel terendam,
sekitar 1 mm di atas gel
15. Campurkan sampel DNA yang akan dielektroforesis dengan buffer pemberat(loading
buffer), dengan komposisi 2l DNA dan 1l buffer pemberat.
16. Setelah DNA dan buffer pemberat dicampur, masukkan kedalam lubang-lubang sumur
gel agarose menggunakan mikropipet sebanyak 35l-38l untuk tiap-tiap lubang
sumur.
17. Setelah sampel dimasukkan ke gel agarose, pasang terminal electrode pada chamber
secara hati-hati
18. Hubungkan elektroda dengan sumber listrik bertegangan 50 volt selama 60 menit
sampai proses elektroforesis selesai atau mencapai sekitar 1.5 cm dari batas bawah gel
agarose

19. Setelah selesai, matikan sumber listrik dan ambil gel agarose, kemudian rendam gel
agarose dengan larutan TAE yang telah ditambahkan 5 EtBr 1 mg/ml selama 15-20
menit, proses ini disebut dengan staining gel.
20. Pindahkan gel agarose ke UV-translumminator dan amati hasilnya, selanjutnya
dokumentasikan hasil dengan chemidog gel imaging.
Hasil : Pita-pita pada jalur yang berbeda di gel agarose akan tampak setelah proses
pewarnaan, tiap jalur menggambarkan hasil arah pergerakan sampel dari sumur gel.
Molekul-molekul yang berukuran sama akan bergerak di dalam gel dengan kecepatan
yang sama. Pergerakan molekul-molekul ini akan memberikan gambaran berupa pitapita yang jaraknya sama dari sumur gel pada akhir proses elektroforesis. Marka atau
penanda, yang merupakan campuran molekul dengan ukuran berbeda-beda, dapat
digunakan untuk menentukan panjang amplikon atau ukuran molekul dalam pita
sampel.caranya yaitu dengan melakukan elektroforesis marka tersebut pada lajur di
gel yang parallel dengan sample. Pita-pita pada lajur marka tersebut dapat
dibandingkan dengan pita sample untuk menentukan ukuran molekulnya.

Kromatografi
Sampel
Prinsip

: Senyawa tumbuhan, obat-obatan, makeup, asam lemak & asam nukleat, dll
:Memisahkan campuran berdasarkan atas perbedaan distribusi dari komponenkomponen campuran yang ada di dalam sampel di antara dua fase, yakni fase
diam (padat atau cair) dan fase gerak.

Cara Kerja

Kromatografi Cair kinerja Tinggi/ HPLC

1. Mula-mula solven diambil melalui pompa.


2. Solven ini dikemudian masuk ke dalam katup injeksi berbutar, yang dipasang tepat
pada sampel loop.
3. Sampel dimasukan ke dalam sampel loop yang kemudian bersama-sama dengan
solven masuk kedalam kolom.
4. Hasil pemisahan dideteksi oleh detektor, yang penampakannya ditunjukan oleh
perekam (pencatat = recorder).
Kromatografi gas

Cara Kerja
1. Gas di dalam silinder baja dialirkan melalui kolom yang berisi fasa diam.
2. Cuplikan disuntikan pada aliran gas.
3. Cuplikan dibawa oleh gas pembawa menuju kolom di sana terjadi proses pemisahan.
4. Komponen yang sudah terpisah meninggalkan kolom.
5. Suatu detektor yang sudah diletakkan di ujung kolom digunakan untuk mendeteksi
6.

jenis maupun jumlah tiap komponen.


Hasil pendeteksi direkam oleh detektor yang disebut kromatogram, yang terdiri dari
beberapa peak.

Kelebihan

-Kromatografi Cair kinerja Tinggi/ HPLC

Cepat, Kolom dapat digunakan kembali, Ideal untuk zat bermolekul besar dan berionik,
Mudah rekoveri sampel
-Kromatografi Gas
Waktu analisis yang singkat, Dapat menggunakan kolom lebih panjang untuk menghasilkan
efisiensi pemisahan yang tinggi, Gas mempunyai vikositas yang rendah.

Kekurangan

-Kromatografi Cair kinerja Tinggi/ HPLC


Memerlukan biaya yang banyak untuk proses pemisahannya,

Memerlukan orang yang

terampil dalam pemisahannya


-Kromatografi Gas
Teknik Kromatografi gas terbatas untuk zat yang mudah menguap, Kromatografi gas tidak
mudah dipakai untuk memisahkan campuran dalam jumlah besar.

Hasil