Anda di halaman 1dari 3

NAMA

: DUWI YULIANA IRAWANTI

KELAS

: XI MIA 5

NO. ABSEN

: 09

TEKS CERPEN
BERSYUKUR
Kala di suatu pagi buta, aku terbangun. Tetapi saat itu matahari masih terlelap dalam
sunyinya keheningan pagi yang hitam dan tersembunyi di dalam hangatnya selimut kabut. Pagi
itu udaranya masih sangat dingin. Aku masih berada di balik selimutku yang tebal. Embun juga
masih menyelimuti halaman dan rumahku. Lalu aku melihat ke arah jam yang menunjukkan
tepat pukul empat. Ah, sudah jam empat, lebih baik aku bangun, ujarku. Sejenak aku terdiam,
sambil berpikir apa yang aku lakukan sambil menunggu terbitnya sang mentari?
Sambil menunggu matahari terbit dan bersinar, aku memutuskan untuk membaca novel
yang ada di rak buku ku. Tetapi aku tidak sendirian, aku ditemani oleh merdunya suara ayam
bernyanyi dan sejuknya angin pagi yang masuk menghampiriku lewat jendela kamarku.
Jarum jam terus berputar dan tak kusadari setengah jam sudah berlalu, terdengar di
telingaku adzan subuh berkumandang. Aku menutup novelku, dan berjalan ke kamar kecil untuk
mandi dan berwudhu. Dengan menghadap ke kiblat aku menjalankan ibadah shalat subuh di
kamar ku. Rokaat demi rokaat kujalani dengan khusyu. Lalu aku berdoa kepada Allah agar
hatiku dikuatkan dan tidak tergoda oleh makhluk atau apapun yang menggangguku untuk tidak
menjalankan ibadah yang wajib dalam keyakinanku. Kupejamkan mataku, aku berdoa dengan
sepenuh hati, berharap doaku akan di dengar oleh Allah. Hingga akhirnya selesailah aku dalam
menjalankan ibadahku, dan ternyata mentari perlahan terbit dari arah timur.
Setelah itu aku merapikan kamarku, dan bersiap untuk pergi ke sekolah. Sejenak terbisik
dalam benakku,dan terlintas dalam otakku. Dengan sepenuh hati aku bersyukur Tuhan masih
memberiku kesempatan hidup dan aku masih bisa menikmati indahnya alam serta menghirup
udara yang segar di pagi hari ini. Lalu aku bergegas berangkat ke sekolah, dan sebelum itu tak
lupa aku pamit dengan kedua orang tuaku dan meminta doa restu. Saat di perjalanan, tiba-tiba
angin behembus dengan kencangnya, dan ternyata di jalan yang ku lewati ada sebuah
kecelakaan. Akupun terkejut, semua tubuhku tergetar, aku berhenti sejenak dan ku matikan
mesin sepeda motorku. Pandanganku hanya tertuju pada kecelakaan itu. Rasa kagetku bercampur
dengan rasa takutku. Ingin rasanya aku melihat siapa dan bagaimana keadaan orang itu. Tetapi

aku tak bisa, karena aku harus pergi ke sekolah dengan tepat waktu. Dan akhirnya aku
menyalakan kembali mesin motorku dan memutuskan untuk meneruskan perjalananku.
Siangnya sepulang sekolah aku terdiam di kamarku. Masih terpikir olehku kejadian tadi
pagi di jalan saat aku berangkat ke sekolah. Aku merasa takut dan khawatir. Aku beristighfar, dan
aku berharap hal semacam itu tidak terjadi padaku. Aku bergegas melakukan shalat zuhur untuk
membuat hatiku tenang dan tidak gelisah. Aku berdoa kepada Allah dan memohon untuk
melindungiku dimana dan kapanpun aku berada. Aku percaya bahwa Allah akan melindungiku
selagi aku taat kepada-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.
Akupun teringat pada sebuah lagu yang pernah aku dengar, yaitu sebelum cahaya. Aku
teringat pada lirik ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja yang menemanimu sebelum
cahaya. Dan terpikir olehku, pada saat aku bangun di pagi buta, Allah telah membangunkanku,
dan menyuruh sejuknya embun masuk menemaniku agar aku tak tidur kembali dan menunggu
adzan subuh untuk menjalankan perintah-Nya. Dan satu lirik lagi yang terbisik dalam benakku
yang kan membelaimu cinta, aku berpikir Tuhan selalu ada di sisiku, Dia tidak pernah
meninggalkanku, dan mungkin Tuhan selalu membelai wajahku ketika aku tidur, dan senantiasa
membangunkanku dengan cara-Nya saat fajar mulai menyingsing. Tetapi aku sadar makna lagu
itu tidaklah sama dengan apa yang aku pikirkan. Tetapi setiap liriknya bisa ku terjemahkan
maknanya untuk aku sendiri.

~
Sebelum Cahaya
By : Letto
Ku teringat hati
Yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi cinta
Perjalanan sunyi
Yang kau tempuh sendiri
Kuatkanlah hati cinta
Ingatkah engkau kepada
Embun pagi bersahaja
Yang menemanimu
Sebelum cahaya
Ingatkah engkau kepada
Angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta

Kekuatan hati
Yang berpegang janji
Genggamlah tanganku cinta
Ku tak akan pergi
Meninggalkanmu sendiri
Temani hatimu cinta
Ingatkah engkau kepada
Embun pagi bersahaja
Yang menemanimu
Sebelum cahaya
Ingatkah engkau kepada
Angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta
Kan membelaimu... Cinta

~TAMAT~