Anda di halaman 1dari 3

1.

Fungsi boraks
Fungsi Boraks memiliki kegunaan yang beragam dalam kegiatan industri
dan makanan. Dalam industri boraks digunakan untuk bahan pembuat deterjen,
khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu, keramik, antiseptik dan
pembasmi kecoak dan mengurangi kesadahan air. Dapat dijumpai dalam bentuk
padat dan jika larut dalam air akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat
(H3BO3) atau yang lazim kita kenal dengan nama Bleng. Asam borat (H 3BO3)
merupakan asam organik lemah yang sering digunakan sebagai antiseptik, dan
dapat dibuat dengan menambahkan asam sulfat (H 2SO4) atau asam khlorida (HCl)
pada boraks. Asam borat juga sering digunakan dalam dunia pengobatan dan
kosmetika. Misalnya, larutan asam borat dalam air (3%) digunakan sebagai obat
cuci mata dan dikenal sebagai boorwater (Aminah dan Himawan, 2009).
Borak memodifikasi struktur kaca untuk membuatnya tahan terhadap
serangan panas atau kimia. Mereka digunakan dalam produksi ultra tipis layar
LCD, kaca tahan panas dan fiberglass dan account untuk 43% dari permintaan
dunia untuk produk ini. Mereka juga berinteraksi dengan permukaan besi untuk
membentuk lapisan yang melindungi logam dari korosi. Dikombinasikan dengan
seng. Borat digunakan sebagai penghambat api dalam polimer digunakan untuk
kabel listrik dan mantel dalam isolasi selulosa. Borat bahkan dapat digunakan
sebagai perisai penahanan nuklir. Boraks juga digunakan sebagai bahan solder,
pembuatan gelas,bahan pembersih/pelicin porselin, pengawet kayu dan antiseptik
kayu (Aminah dan Himawan, 2009)
2. Mekanisme Boraks
Bahan pengawet berarti setiap bahan yang dapat menghambat,
memperlambat, menutupi atau menahan proses fermentasi, pembusukan,
pengasaman atau dekomposisi lainnya di dalam atau pada setiap bahan pangan.
Meskipun bukan pengawet makanan, boraks sering pula digunakan sebagai
pengawet makanan. Selain sebagai pengawet, bahan ini berfungsi pula
mengenyalkan makanan. Boraks bersifat sangat beracun, sehingga peraturan
pangan tidak membolehkan boraks untuk digunakan dalam pangan. Boraks

merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga


menghasilkan rupa yang bagus, misalnya bakso dan kerupuk. Bakso yang
menggunakan boraks memiliki kekenyalan khas yang berbeda darikekenyalan
bakso yang menggunakan banyak daging. Bakso yang mengandung boraks sangat
renyah dan disukai dan tahan lama sedang kerupuk yang mengandung boraks
kalau digoreng akan mengembang dan empuk,teksturnya bagus dan renyah. Sama
seperti formalin, cukup sulit menentukan apakah suatu makananmengandung
boraks. Hanya lewat uji laboratorium, semua bisa jelas.Namun, penampakan luar
tetap memang bisa dicermati karena ada perbedaan yang bisa dijadikan pegangan
untuk menentukan suatu makanan aman dari boraks atau tidak (Aminah dan
Himawan, 2009)
Daya toksitasnya adalah LD-50 akut 4,5-4,98 gr/kg berat badan (tikus).
Dalam dosisi tinggi, boraks di dalam tubuh manusia bisa menyebabkan pusingpusing, muntah, mencret, kram perut, dan lain-lain. Pada anak kecil dan bayi,
boraks sebanyak 5 gram di dalam tubuhnya dapat menyebabkan kematian.
Sedangkan kematian pada orang dewasa terjadi jika dosisnya mencapai 10-20
gram atau lebih. Dilihat dari bahaya yang ditimbulkan oleh boraks tentu saja
penggunaannya dalam makanan lebih baik dihindari dan mengkonsumsi makanan
yang tidak mengandung boraks. Untuk mengetahui kandungan boraks dalam
makanan dapat diketahui dengan pengecekan dalam laboratorium dengan
menggunakan sifat yang paling mudah yaitu asam-basa karena boraks yang
dilarutkan dalam air akan menghailkan sifat asam sebagai asam borat (Aminah
dan Himawan, 2009).
Boraks merupakan racun bagi semua sel. Pengaruhnya terhadap organ
tubuh tergantung konsentrasi yang dicapai dalam organ tubuh. Karena kadar
tertinggi tercapai pada waktu di ekskresi maka ginjal merupakan organ yang
paling terpengaruh dibandingkan dengan organ yang lain. Dosis tertinggi yaitu1020 gram/kg berat badan orang dewasa dan 5 gram/kg berat badan anak-anak akan
menyebabkan keracunan bahkan kematian. Sedangkan dosis terendah yaitu
dibawah 10-20 gram/kg berat badan orang dewasa dan kurang dari 5 gram/kg
berat badan anak-anak (Saparinto dan Hidayati, 2006). Efek negatif dari

penggunaan boraks dalam pemanfaatannya yang salah pada kehidupan dapat


berdampak sangat buruk pada kesehatan manusia. Boraks memiliki efek racun
yang sangat berbahaya pada sistem metabolis memanusia sebagai halnya zat-zat
tambahan makanan lain yang merusak kesehatan manusia. Mengkonsumsi boraks
dalam makanan tidak secara langsung berakibat buruk, namun sifatnya
terakumulasi (tertimbun) sedikit-demi sedikit dalam organ hati, otak dan testis.
Boraks tidak hanya diserap melalui pencernaan namun juga dapat diserap melalui
kulit. Boraks yang terserap dalam tubuh dalam jumlah kecil akan dikelurkan
melalui air kemih dan tinja, serta sangat sedikit melalui keringat. Boraks bukan
hanya menganggu enzim-enzim metabolisme tetapi juga menganggu alat
reproduksi pria. Sering mengkonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan
gangguan otak, hati, lemak dan ginjal (Artika, 2009).
Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam, anuria (tidak
terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi,
apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakanginjal, pingsan bahkan kematian
(Widyaningsih dan Murtini, 2006). Keracunan kronis dapat disebabkan oleh
absorpsi dalam waktulama.Akibat yang timbul diantaranya anoreksia, berat badan
turun, muntah, diare, ruam kulit, alposia, anemia dan konvulsi. Penggunaan
boraks apabila dikonsumsi secara terus-menerus dapat mengganggu gerak
pencernaan usus, kelainan pada susunan saraf, depresi dan kekacauan mental.
Dalam jumlah serta dosis tertentu, boraks bisa mengakibatkan degradasi mental,
sertarusaknya saluran pencernaan, ginjal, hati dan kulit karena boraks cepat
diabsorbsi oleh saluran pernapasan dan pencernaan, kulit yang luka atau membran
mukosa (Saparinto dan Hidayati, 2006). Gejala awal keracunan boraks bisa
berlangsung beberapa jam hingga seminggu setelah mengonsumsi atau kontak
dalam dosis toksis.