Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH MATA KULIAH KUALITAS AIR

IKAN BLACK MOLLY (Poecilia Sp.)

LESTARIYANI
4443131776
PERIKANAN 6B

JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2016
KATA PENGANTAR
Alhamdulliah, puji saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat
yang tercurahkan kepada kita, sholawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan
Nabi besar kita Muhammad SAW dan keluarganya, sahabatnya, beserta pengikutnya
sampai akhir zaman amin ya robal alamin.
Karena anugerah kami dapat menyelesaikan makalah ini yang merupakan
salah satu tugas dari mata kuliah kualiatas air. Kami menyadari bahwa dalam
penulisan laporan ini terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan laporan ini. Semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat bagi kami khususnya dan kepada para pembaca umumnya.

Serang, Februari 2016

Penyusun

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ikan hias cukup dikenal oleh masyarakat sebagai hiasan aquarium. Perkembangan
ikan hias di Indonesia mengalami kemajuan yang terus meningkat, terutama ikan hias
air tawar asli Indonesia. Dari sekian banyak jenis Ikan hias, tidak semuanya telah
dapat dibudidayakan. Dalam menternakkan ikan hias harus diperhatikan bahwa
masing-masing jenis mempunyai sifat dan kebiasaan hidup yang berbeda-beda,
misalnya dalam cara pemijahan, bertelur ataupun menyusun sarangnya. Ikan Molly
(Poelicia latipinna Sailfin molly) adalah salah satu komoditi ikan hias air tawar di
Indonesia. Ikan Molly termasuk dalam jenis ikan live brearer (melahirkan). Ikan ini
bersifat omnivore. Ukuran tubuhnya relatif cukup besar, maksimal sekitar 12 cm.
Hingga kini sudah banyak varietas yang beredar di pasaran dengan warna dan bentuk
tubuh yang beragam akibat persilangan dan mutasi. Molly balon, misalnya, yang
bertubuh seperti bola akan tampak sangat bagus seperti maskoki mini bila ukurannya
sudah besar.
1.2 Tujuan
Untuk mengetahui morfologi, klasifikasi dan kualitas air ikan Black molly

BAB 2 ISI
2.1 Sejarah Ikan Black Molly

Ikan hias Molly (Poecilia sphenops) berasal dari Meksiko, Florida, Virginia. Ikan
ini bersifat omnivore. Ukuran tubuhnya relatif cukup besar, maksimal sekitar 12 cm.
Hingga kini sudah banyak varietas yang beredar di pasaran dengan warna dan bentuk
tubuh yang beragam akibat persilangan dan mutasi. Molly balon, misalnya, yang
bertubuh seperti bola akan tampak sangat bagus seperti maskoki mini bila ukurannya
sudah besar.
Ikan Molly merupakan komoditi ikan hias air tawar di Indonesia. Ikan Molly
termasuk dalam jenis ikan yang melahirkan anaknya atau biasa di sebut dengan live
brearer dan ikan molly juga bersifat omnivore. Ukuran tubuhnya relatif kecil,
maksimal sekitar 12 cm memiliki warna dan bentuk tubuh yang beragam akibat
persilangan dan mutasi. Molly balon, misalnya, yang bertubuh seperti bola akan
tampak sangat bagus seperti maskoki mini bila ukurannya sudah besar. (Gusto,2009)
2.2 Morfologi Ikan Black molly
Bentuk tubuh black molly menyerupai ikan guppy karena masih satu keluarga
yaitu Poecilidae. Panjang tubuhnya sekitar 57 cm. Tubuh black molly seluruhnya
berwarna hitam mengkilap dari kepala hingga sirip ekor. Sirip ekor berbentuk sabit
dan sirip punggung menjuntai ke belakang hingga mencapai pangkal ekor. Black
molly mempunyai daya tahan tubuh yang kuat terhadap kondisi lingkungan. Ikan ini
dapat hidup pada perairan tawar, laut, dan payau. Black molly mempunyai jenis yang
berbeda-beda yaitu : black molly balloon, marble molly balloon, black molly line tile.
Varietas yang terkenal adalah black molly balloon. Ikan ini mempunyai bentuk tubuh
yang unik. Ukurannya lebih pendek dari molly lainnya dan bentuknya yang membulat
seperti kelereng.
2.3 Klasifikasi Ikan Black molly
Klasifikasi ikan kembung menurut Saanin (1994) adalah sebagai berikut :
Phylum

: Chordata

Subphylum

: Vertebrata

Kelas

: Pisces

Subkelas

: Ostheichthyes

Ordo

: Cyrinodontoidei

Famili

: Poecilidae

Genus

: Poecilia

Species

: Poecilia Sp.

2.4 Kualitas Air


a. Suhu
Suhu yang cocok untuk ikan black molly yaitu berkisar antara 24-26 C
(Daelami 2002). Menurut Nontji (1987), suhu air merupakan faktor yang banyak
mendapat perhatian dalam pengkajian- pengkajian kalautan. Data suhu air dapat
dimanfaatkan bukan saja untuk mempelajari gejala-gejala fisika didalam laut, tetapi
juga dengan kaitannya kehidupan hewan atau tumbuhan. Bahkan dapat juga
dimanfaatkan untuk pengkajian meteorologi. Suhu air dipermukaan dipengaruhi oleh
kondisi meteorologi. Faktor- faktor metereolohi yang berperan disini adalah curah
hujan, penguapan, kelembaban udara, suhu udara, kecepatan angin, dan radiasi
matahari.
Suhu mempengaruhi aktivitas metabolisme organisme, karena itu penyebaran
organisme baik dilautan maupun diperairan tawar dibatasi oleh suhu perairan
tersebut. Suhu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kehidupan biota air.
Secara umum, laju pertumbuhan meningkat sejalan dengan kenaikan suhu, dapat
menekan kehidupan hewan budidaya bahkan menyebabkan kematian bila
peningkatan suhu sampai ekstrim (drastis) (Kordi dan Andi (2009).
b. DO / Oksigen terlarut
Menurut Wibisono (2005), konsentrasi gas oksigen sangat dipengaruhi oleh suhu,
makin tinggi suhu, makin berkurang tingkat kelarutan oksigen. Dilaut, oksigen
terlarut (Dissolved Oxygen / DO) berasal dari dua sumber, yakni dari atmosfer dan
dari hasil proses fotosintesis fitoplankton dan berjenis tanaman laut. Keberadaan
oksigen terlarut ini sangat memungkinkan untuk langsung dimanfaatkan bagi

kebanyakan organisme untuk kehidupan, antara lain pada proses respirasi dimana
oksigen diperlukan untuk pembakaran (metabolisme) bahan organik sehingga
terbentuk energi yang diikuti dengan pembentukan Co2 dan H20.
Oksigen yang diperlukan biota air untuk pernafasannya harus terlarut dalam air.
Oksigen merupakan salah satu faktor pembatas, sehinnga bila ketersediaannya
didalam air tidak mencukupi kebutuhan biota budidaya, maka segal aktivitas biota
akan terhambat. Kebutuhan oksigen pada ikan mempunyai kepentingan pada dua
aspek, yaitu kebutuhan lingkungan bagi spesies tertentu dan kebutuhan konsumtif
yang terandung pada metabolisme ikan (Kordi dan Andi,2009). Adapun oksigen
terlarut atau sering juga disebut dengan DO pada ikan black molly yaitu berkisar 7,22
ppm.
c. Ammonia
Menurut Andayani (2005), sumber amonia dalam air kolam adalah eksresi amonia
oleh ikan dan crustacea. Jumlah amonia yang dieksresikan oleh ikan bisa
diestimasikan dari penggunaan protein netto ( Pertambahan protein pakan- protein
ikan) dan protein prosentase dalam pakan dengan rumus : Makin tinggi pH, air
tambak/kolam, daya racun amonia semakin meningkat, sebab sebagian besar berada
dalam bentuk NH3, sedangkan amonia dalam molekul (NH3) lebih beracun daripada
yang berbentuk ion (NH4+). Amonia dalam bentuk molekul dapat bagian membran
sel lebih cepat daripada ion NH4+ (Kordi dan Andi,2009).
d. pH
Menurut Andayani(2005), pH adalah cerminan derajat keasaman yang diukur dari
jumlah ion hidrogen menggunakan rumus pH = -log (H+). Air murni terdiri dari ion
H+dan OH- dalam jumlah berimbang hingga Ph air murni biasa 7. Makin banyak
banyak ion OH+ dalam cairan makin rendah ion H+ dan makin tinggi pH. Cairan
demikian disebut cairan alkalis. Sebaliknya, makin banyak H+makin rendah PH dan
cairan tersebut bersifat masam. Ph antara 7 9 sangat memadai kehidupan bagi air

tambak. Namun, pada keadaan tertantu, dimana air dasar tambak memiliki potensi
keasaman, pH air dapat turun hingga mencapai 4.
pH air mempengaruhi tangkat kesuburan perairan karena mempengaruhi
kehidupan jasad renik. Perairan asam akan kurang produktif, malah dapat membunuh
hewan budidaya. Pada pH rendah( keasaman tinggi), kandungan oksigan terlarut
akan berkurang, sebagai akibatnya konsumsi oksigen menurun, aktivitas naik dan
selera makan akan berkurang. Hal ini sebaliknya terjadi pada suasana basa. Atas dasar
ini, maka usaha budidaya perairan akan berhasil baik dalam air dengan pH 6,5 9.0
dan kisaran optimal adalah ph 7,5 8,7(Kordi dan Andi,2009). Sedangkan pH
optimum pada ikan Black molly yaitu 7,5-8,2.

BAB 3 PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari data diatas adalah ikan Black molly memiliki nama Species
Poecilia sp. dimana bentuk tubuh black molly menyerupai ikan guppy karena masih
satu famili yaitu Poecilidae. Panjang tubuhnya sekitar 57 cm. Tubuh black molly
seluruhnya berwarna hitam mengkilap dari kepala hingga sirip ekor. Memiliki Suhu
berkisar 24-26 derajat Celsius dan DO pada ikan black molly yaitu berkisar 7,22 ppm
dan pH optimum pada ikan Black molly yaitu 7,5-8,2, hal tersebut membuktikan
bahwa kualitas air sangat mempengaruhi kelangsungan hidup pada black molly.

DATAR PUSTAKA
Daelami D., 2002. Agar Ikan Sehat. Swadaya, Jakarta.

S, T.H.P. (2011). Perbandingan Efektivitas Ikan Black Molly ( Poecilia


Sphenops), Cupang Serit (betta Splendens), Cethul (poecilia Reticulata)
Sebagai Pengendali Larva Nyamuk Aedes Aegypti. (Undergraduate
thesis, Duta Wacana Christian University, 2011). Retrieved from
http://sinta.ukdw.ac.id