Anda di halaman 1dari 5

PHARMACEUTICAL CARE I

G2P1 A0Ah1 + Usia Kehamilan 39 Minggu +4 Hari, Dengan Preeklamsia


A. PENGERTIAN
a. Kehamilan
b. Preeklamsia
Hipertensi yang timbul setelah 20 minggu kehamilan disertai dengan
proteinuria.Sindrom spesifik kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat
vasospasme dan aktivasi endotel.
Berdasarkan derajat beratnya :
1. Pre eklampsia ringan
Definisi : suatu sindrom spesifik kehamilan dengan penurunan perfusi organ
yg berakibat terjadi vasospasme PD dan aktivasi endotel
2. Pre eklampsia berat :
Definisi : preeklampsia dengan TD sistolik >160 mmHg dan >110 mmHg
disertai proteinuria >5 g/24 jam.
Preeklamsia berat dibagi menjadi dua :
1. Preeklampsia berat tanpa impending eklampsia
2. Preeklampsia berat dengan impending eklampsia
Bila disertai gejala subjektif berupa nyeri kepala hebat, gangguan visus,
muntah2, nyeri epigastrium, kenaikan progresif tekanan darah.

Akibat pre eklampsia pada ibu:


Jantung

Peningkatan afterload dan penurunan preload

Otak

Autoregulasi tidak berfungsi penghubung endotel terbuka


plasma dan eritrosit keluar ke cairan ekstavaskular

Mata

Tampak edema retina

Paru

Terjadi edema paru pd pre eklampsia berat krn peningkatan tek


hidrostatik, dan penurunan onkotik akibat proteinuria

Hepar

Pre eklampsia berat terdapat perubahan fungsi dan integritas hepar,


perlambatan ekskresi bromosulfoftalein, dan peningkatan AST

Ginjal

Dapat terjadi glomerulo endoteliosis, proteinuria, dan glomerulopati

Darah

Terjadi DIC dan destruksi eritrosit, serta trombositopenia

Sistem
-Sekresi renin dan alodesteron menurun
endokrin dan Kadar peptida natriuetik atrium meningkat
metabolisme air
-Pergeseran cairan dari intravaskular ke interstrisial aliran darah
dan elektrolit
ke jaringan berkurang hipoksia

Akibat Pre Eklampsia Pada Janin


Terjadi penurunan darah ke plastenta gangguan fungsi plasenta sehingga terjadi
hipovolemia, vasospasme, dan penurunan perfusi uteroplasenta dan rusak endotel

pada plasenta.
Dampak:
Pertumbuhan janin terhambat, oligohidroamnion, prematur, bayi lahir rendah, dan
solusio plasenta

B.PATOFISIOLOGI
a. Hipertensi pada kehamilan
C.GEJALA KLINIS
D. TATA LAKSANA TERAPI
Pre Eklampsia Ringan
Tujuan : mencegah kejang, pendarahan intrakranial, mencegah
gangguan fungsi organ vital, danmelahirkan bayi sehat.
Rawat jalan

Tirah baring (berbaring ke kiri) dapat menghilangkan tekanan rahim pada vena
cava inferior sehingga meningkatkan aliran darah balik dan menambah curah jantung
dan organ vital lainnya

Diet yg mengandung 2g Na atau 5-6 g NaCl

Diet cukup protein, rendah KH, lemak, dan garam secukupnya

Apabila tidak membaik dengan penanganan konservatif, kehamilan harus diterminasi


jika mengancam nyawa maternal.

Rawat inap :

Bila tidak ada perbaikan TD, kadar proteinuria selama 2 minggu, adanya satu atau dua
lebih gejala dan tanda-tanda preeklampsia berat

Preeklampsia berat
Tujuan

Pengelolaan preeklamsia dan eklamsia

Pencegahan kejang

Pengobatan hipertensi

Pengelolaan cairan

Pelayanan suportif terhadap keadaan penyulit organ

Obat antihipertensi

Diberi jika TD >180/110

Nifedipin : 10-20mg peroral, diulangi setalah 30 menit, maksimum 120 mg dlm 24


jam

Aspek Klinik : PEB medikamentosa

Antikejang : MGSO47H2O (pilihan pertama), diazepam, fenitoin

MgSO4 menghambat atau asetilkolin pada rangsang serat saraf

MgSO4 Mg menggeser Ca shg tidak terjadi aliran rangsang

MgSO4

Loading dose : initial dose 4 gram MgSO4, IV (40% dalam 10 cc) selama 15 menit

Maintenance dose : infus 6 gram MgSO4 dalam larutan RL/6 jam atau 4 5 gram,
IM selanjutnya 4 gram IM tiap 4 6 jam

Anti kejang MgSO4 sebagai pencegahan dan terapi kejang:

- Pemberian

MgSO4

dibagi

atas

dosis

awal

(loading

dose)

dan

dosis

pemeliharaan (maintenance dose)

- Hentikan bila ada tanda intoksikasi. Sediakan antidotum Kalsium glukonas 10 % (1


gram dalam 10 cc, diberikan intra vena perlahan-lahan dalam waktu tiga menit (dalam
keadaan siap pakai).

Syarat pemberian MgSO4:

Harus tersedia antidotum bila terjadi intoksikasi yaitu kalsium glukonas 10% = 1 g
(10 % dalam 10cc) diberikan iv 3 menit

Refleks patella (+) kuat

Frekuensi pernapasan > 16 kali/menit, tidak ada tanda distres nafas

PENGELOLAAN PERSALINAN
Preeklampsia Berat Persalinan Dalam 24 Jam
Eklampsia Persalinan Dalam 12 Jam
Bila Dilakukan Bedah Caesar
Tidak Ada Koagulopati
Anestesia Terpilih Anestesia Umum