Anda di halaman 1dari 18

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Penyaring atau tapis (filter) didefenisikan sebagai rangkaian atau jaringan listrik yang
dirancang untuk melewatkan atau membelokkan arus bolak-balik yang dibangkitkan pada
frekuensi tertentu serta memblok atau

memperlemah semua arus bolak-balik yang

dibangkitkan dengan frekuensi-frekuansi yang lain.


Filter dapat diklafisikasikan dengan arahan analog atau digital, pasif atau aktif,
audio (AF) atau radio frekuensi (RF). Filter analog dirancang untuk memproses sinyal
analog, sedang filter digital memproses sinyal analog dengan menggunakan teknik digital.
Filter tergantung dari tipe elemen yang digunakan pada rangkaiannya, filterakan dibedakan
pada filter aktif dan filter pasif. Elemen pasif adalah tahanan, kapasitor dan induktor. Filter
aktif dilengkapi dengan transistor atau op-amp selain tahanan dan kapasitor. Tipe elemen
ditentukan oleh pengoperasian range frekuensi kerja rangkaian. Misal RC filter umumnya
digunakan untuk audio atau operasi frekuensi rendah dan filter LC atau kristal lebih sering
digunakan pada frekuensi tinggi.
Filter aktif high pass atau sering disebut dengan Active High Pass Filter (Active
HPF) atau juga disebut dengan filter aktif lolos atas adalah rangkaian filter yang akan
melewatkan sinyal input dengan frekuensi diatas frekuensi cut-off rangkaian dan akan
melemahkan sinyal input dengan frekuensi dibawah frekuensi cut-off rangkaian dan
ditambahkan rangkaian penguat tegangan menggunakan operasional amplifier (Op-Amp).
Pada praktikum ini akan diketahui lebih dalam mengenai filter aktif, yaitu jenis-jenis filter
aktif serta prinsip kerjanya, aplikasi filter aktif serta fungsi dari op-amp pada rangkaian
filter aktif sehingga diketahui pula pengaruh frekuensi terhadap banyak gelombang.
1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengaruh frekuensi terhadap banyak gelombang
2. Untuk mengetahui prinsip kerja dari low pass filter, high pass filter dan band pass
filter
3. Untuk mengetahui aplikasi dari filter aktif
4. Untuk mengetahui fungsi op-amp pada rangkaian filter aktif

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II


BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
Rangkaian filter yang dimaksud adalah rangkaian yang berfungsi untuk mengurangi faktor
ripple yang terjadi pada suatu rangkaian penyearah. Umumnya komponen yang dipakai
adalah:
1. Kapasitor yang dihubungkan secara paralel pada terminal output penyearah.
2. Induktor yang dihubungkan secara seri pada penyearah
Penggunaan induktor sebagai filter. Pemakaian induktor L pada rangkaian penyearah
setengah gelombang, sedangkan bentuk gelombang yang terjadi pada output-nya. Pada saat
0 < t < T/2, terjadi penyimpanan energi elektromagnetik pada induktor, sebesar:
E

P(t )

dt

...(2.1)
Kemudian pada saat T/2 < t < T, diode cut off dan terjadi pembuangan muatan dari
konduktor L. Berdasarkan sifat induktor yang menyatakan bahwa tegangan pada inductor
tidak dapat berubah dengan tiba-tiba dan berdasarkan persamaan Vo(t) = Vs(t) VL(t), maka
diperolah bentuk tegangan. Penggunaan L dan C sebagai filter. Gabungan pemakaian L dan
C pada penyearah akan menyebabkan akan menyebabkan tegangan dc yang dihasilkan
makin baik dengan factor ripple sangat kecil.

(Zuhal,

1993)
Arus sinyal elektronik terdiri dari dua atau lebih komponen-komponen frekuensi. Untuk
contoh, sinyal dari stasiun radio siaran terdiri dari pembawa frekuensi radio dan kecerdasan
audio frekuensi yang terkesan pada operator dengan proses yang disebut modulasi. Sinyal
termodulasi, yang terdiri dari pembawa frekuensi tinggi dan sidebands yang membentuk
gelombang termodulasi, bersama-sama membawa kecerdasan yang terkandung dalam
frekuensi rendah komponen audio, disiarkan oleh pemancar radio dan dipilih oleh penerima
radio. Pembawa frekuensi tinggi, frekuensi unik yang diberikan untuk stasiun tertentu,
memungkinkan penerima untuk mendengarkan atau memilih stasiun siaran. Tapi begitu di
penerima, pembawa frekuensi tinggi tidak lagi diperlukan. Hanya variasi amplitudo
gelombang termodulasi di tingkat frekuensi audio yang dibutuhkan. Dalam salah satu tahap
dari penerima frekuensi pembawa dihilangkan, variasi audio diperoleh, diperkuat, dan
dibiarkan actuade pengeras suara. Proses yang disebut deteksi dan frekuensi filter yang
digunakan untuk mencapai hal ini. Yang banyak contoh lain dari sinyal kompleks frekuensi

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II


dalam elektronik. Sebuah sinyal stasiun televisi adalah salah satu contoh. Sinyal stasiun FM
adalah hal lain. Dalam semua kasus frekuensi filter selektif yang digunakan untuk
memisahkan arus sinyal yang diinginkan dan tidak diinginkan, menyampaikan komponenkomponen frekuensi yang dibutuhkan untuk sirkuit yang mengolahnya. Adalah tupes
berbeda filter. Beberapa sangat selektif dan akan memungkinkan frekuensi tunggal atau
band frekuensi yang sangat sempit melalui, menghaluskan semua orang lain. Ini disebut
filter narrowband. Lainnya, disebut filter wideband, akan melewati pita lebar frekuensi
sementara pelemahan semua orang lain. Filter memiliki klasifikasi lain , termasuk yang
diklasifikasikan sebagai low-pass dan high-pass filter. Kami akan memeriksa karakteristik
dari dua tipe yang terakhir dalam percobaan ini. Penyaringan dilakukan dengan aksi
kapasitor, induktor, dan resistor, dalam kombinasi. Sirkuit resonansi LC adalah salah satu
contoh atau frekuensi filter, untuk sirkuit ini sangat selektif mendukung satu frekuensi atas
semua orang lain. Sebuah kapasitor, secara teoritis, menawarkan reaktansi tak terbatas
untuk sinyal frekuensi nol, yaitu, untuk arus searah. Oleh karena itu , jika kapasitor
ditempatkan secara seri dengan resistansi beban RL dalam gambar. Ini akan melewati
komponen ac sinyal kompleks tapi blok komponen dc dari sinyal itu. Reaktansi kapasitor
berbanding terbalik dengan frekuensi. Karakteristik ini digunakan untuk melewati frekuensi
tertentu tapi menolak yang lain. Tingkat tegangan ac vR digabungkan dengan kapasitor C
resistor R adalah
vR = V cos = V x

R
Z

...

(2.2)
Dimana
= arctan

XC
R

...

(2.3)
Sudut tergantung pada nilai relatif dari C dan R, dan F frekuensi sumber sinyal
diterapkan. Asumsikan ada tiga frekuensi dalam sinyal V kompleks, yaitu 159 Hz, 1590 Hz,
dan 15.900 Hz. Reaktansi Xc C pada masing-masing frekuensi ini adalah , masing-masing,
10.00 , 1000, aand 100 ohm. Tegangan Vr dikirim ke R, pada 159 Hz adalah dari 10 persen
dari V. Pada 1590 Hz lebih dari 70 % dari V dikirim ke R, dan pada 15.900 Hz lebih dari 99
% dari V dikirim ke R.
Hal ini jelas, karena itu, C yang akan memungkinkan frekuensi yang lebih tinggi
untuk mencapai R dengan minimal redaman, tetapi akan menipiskan frekuensi yang lebih
rendah. Ini adalah pada jenis filter lolos atas.

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II


Reaktansi induktor bervariasi secara langsung dengan frekuensi. Karakteristik ini L
digunakan untuk lulus frekuensi rendah ke R , tapi menolak frekuensi tinggi jika input
mengandung frekuensi tinggi dan rendah. Tegangan di R menurun.
Seperti frekuensi berkurang, XL berkurang dan tegangan R meningkat . Ini adalah
contoh dari low-pass filter. Penambahan kapasitor C di sirkuit ini meningkatkan
penyaringan frekuensi lebih tinggi. Untuk sebagai frekuensi.
Untuk frekuensi F dari sinyal masukan meningkat, tidak hanya XL meningkat,
mengurangi tegangan output, tapi Xc menurun, mengurangi impedansi dari rangkaian
output , dengan demikian semakin mengurangi Vout.
Jika L diganti dengan resistor R, hasilnya akan tetap menjadi filter lolos bawah
karena tindakan bypass capasitor C. Dimana frekuensi tinggi start cut- off tergantung pada
nilai dua resistor dan dari capasitor C. Kami akan gunakan di sini definisi frekuensi cutoff
sebagai frekuensi yang tegangan output yang hanya 70.7 persen dari output maksimum,
yaitu, pada redaman yang setidaknya 29.3 persen dari maksimum.

(Paul

B.

Zbar,

1983)
Penguat daya praktis menghasilkan arus-arus harmonik yang harus disaring kalau penguat
daya tersebut dihubungkan ke suatu antena. Distorsi silih silang (overcross) terutama
merupakan penyebab harmonik-harmonik ganjil, yang biasanya 15 sampai 20 dB di bawah
tingkat sinyal. Perubahan perolehan arus merupakan penyebab harmonik-harmonik genap,
yang khasnya 20 sampai 40 dB di bawah sinyal. Spesifikasi khas memerlukan harmonik
yang harus diperlemah paling tidak 60 dB di bawah tingkat sinyal. Bersamaan dengan
pengenalan transformator pita lebar, diperkenalkan penggunakan sejumlah filter dan bukan
rangkaian tangki yang telah biasa digunakan dalam pemancar tabung hampa. Untuk
semua frekuensi, keluaran harus melewatkan frekuensi fundamental sambil menolak
(memintaskan) harmonik-harmoniknya; dengan ini membatasi lebar pita dari filter
bersangkutan sampai maksimum 1 oktaf (filter praktis biasanya mempunyai lebar pita
setengah oktaf). Karena (dengan memisalkan operasi tepat dari penguat daya) tidak ada
sinyal di bawah frekuensi pembawa, filter lewat bawah (low pass) digunakan sebagai
pengganti filter lewat pita (band pass).
Pada prinsipnya, tanggapan filter dapat didasarkan pada karakteristik Butterworth
(rata maksimum) atau karakteristik Chebychev (kerutan sama). Karena biasanya diinginkan
pita lewat yang besar dan perlemahan harmonik yang besar, suatu bagian elliptis (atau
bagian Cauer atau jabaran-m) normalnya digunakan dalam hubungannya dengan bagian
lewat bawah. Bagian elliptis dari filter mempunyai baik kerutan pita lewat (seperti dalam
karakteristik Chebychev) maupun nilai-nilai nol (zero) dalam tanggapannya yang

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II


memberikan roll-off yang cepat. Membesarkan perlemahan pada frekuensi tinggi dijamin
oleh bagian lewat bawah.
Masukan ke filter merupakan sumber arus impedansi tinggi (kalau ini merupakan
penguat kelas A atau B tanpa umpan-balik). Karena itu elemen pertama dari filter harus
memberikan alur untuk arus-arus harmonic; suatu induktor seri akan tidak berpengaruh
pada tanggapan filter (tetapi akan mengakibatkan penguat daya menjadi jenuh pada
keluaran lebih rendah). Perubahan dalam impedansi beban dapat pula mengubah tanggapan
filter. Banyak pedoman (manual) dan program analisis komputer untuk perencanaan filter
didasarkan pada impedansi sumber terhingga dan beban-beban resistif murni.
(Hervert L.K, 1996)
BAB 3
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Komponen dan Peralatan
3.1.1 Komponen
1. Resistor (2 buah 4,7k , 27k , 47k )
Fungsi : sebagai hambatan pada rangkaian
2. Kapasitor 2 buah (0,33F)
Fungsi : untuk melewatkan gelombang sinyal listrik dan menyimpan muatan
listrik.
3. IC Op-Amp LM 741 (1 buah)
Fungsi: sebagai penguat tegangan pada rangkaian
3.1.2 Peralatan
1. Jumper
Fungsi : sebagai penghubung antar komponen.
2. CPE-EO224007
Fungsi : sebagai alat untuk menguji pengoperasian dari LM741
3. Osiloskop
Fungsi : untuk melihat bentuk gelombang
4. Analog Design Unit
Fungsi : sebagai sumber tegangan
3.2 Prosedur Percobaan

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II


1. Disediakan peralatan serta komponen yang akan digunakan sesuai dengan
percobaan.
2. Dirangkai komponen pada protobroad seperti pada gambar:

3. Dihubungkan pin 6 ke kutub (+) osiloskop dan pin 4 ke kutub (-) osiloskop.
4. Dihubungkan ground pin 3 ke PSA, kaki 4 ke (+12) PSA, dan kaki 7 ke (-12) PSA.
5. Dihubungkan R1 dan sambungan R2 dan C2 ke signal generator
6. Dihubungkan osiloskop, signal generator, dan PSA ke sumber tegangan PLN
7. Dihidupkan osiloskop, kemudian dikalibrasikan terlebih dahulu dalamkeadaan
normal.
8. Dihidupkan signal generator, dan PSA
9. Diatur frekuensi 100Hz pada Signal Generator dan dilihat gelombang yang
ditampilkan pada Osiloskop.
10. Diukur besar tegangan keluaran (Vout) melalui tampilan Osiloskop
11. Dicatat besar Vout dan dihitung Gain (G) yang diperoleh.
12. Diulangi prosedur nomor 8-10 untuk frekuensi 300 Hz, 500 Hz, 700 Hz, 900 Hz,
1000 Hz, 1200 Hz, 1400 Hz.
13. Dicatat data yang diperoleh di kertas data dan kemudian dianalisa
14. Digambar grafik sesuai dengan tampilan dari layar osiloskop
3.3 Skema Rangkaian

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II

BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Data Percobaan
Vin = 10 V
Frekuensi (Hz)
100
300
500
700
900
1100
1300
1500

Vo (Volt)
7,5
7
6,5
6
5,9
5,5
5,2
5

Vo/Vi
0,75
0,7
0,65
0,6
0,59
0,55
0,52
0,5

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II

Medan, 12 April 2014


Praktikan,

Asisten,

(Zefanya Pardosi)

(Desman Kennedy S)

4.2 Analisa Data


1. Menentukan dB tegangan dengan rumus:
G = -20 log

Vo
V

Jawab:
Frekuensi 200 Hz
G = -20 log

Vo
V

G = -20 log

9
10

G = -20 log 0,9


G = 0,915 dB
2. Tentukan fc dari rangkaian dengan rumus:
1
2 R 1 R2 C 1 C 2

fc =
Jawab:
fc =
fc =

1
2 R1 R2 C 1 C 2
1
2 ( 47 x 10 ) x ( 47 x 10 ) x ( 33 x 104 F ) x ( 33 x 104 F )
2

fc =

1
2 ( 240.56 )

fc =

1
2 x 15.51

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II


fc =

1
97.4

fc = 0,0102 Hz
3. Apa yang menyebabkan kerapatan dari gelombang berbanding lurus dengan
frekuensi? Jelaskan!
Jawab:
Hal yang menyebabkan kerapatan atau banyaknya gelombang berbanding lurus
dengan frekuensi yaitu karena semakin tinggi frekuensi maka banyak gelombang
yang ditampilkan pada osiloskop akan semakin rapat/semakin banyak gelombang
yang terbentuk
4. Menentukan banyak gelombang dari masing-masing frekuensi dengan rumus:
f=

n
t

Jawab:
Pada saat f = 200 Hz; t = 2 ms = 0,002 s; (output)
maka:
f=

n
t

n=fxt
n = 200 Hz x 0,002 s
n = 0,4

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II

4.3 Gambar Percobaan

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II

BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Pengaruh frekuensi terhadap banyak gelombang adalah dimana frekuensi berbanding
lurus dengan banyak gelombang, semakin besar frekuensi maka banyak gelombang
akan semakin banyak dan sebaliknya, apabila frekuensi kecil maka banyak
gelombang juga akan kecil, atau dapat ditulis: f = n/ t.
2. Prinsip kerja dari low pass filter, high pass filter,band pass filterdan band reject
filteradalah sebagai berikut:
a. Low Pass Filter (LPF), yaitu jenis filter yang melewatkan frekuensi rendah
serta meredam atau menaikkan frekuensi tinggi.

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II


b. High Pass Filter (HPF), yaitu jenis filter yang melewatkan frekuensi tinggi dan
meredam atau menahan frekuensi rendah.

c. Band Pass Filter adalah sebuah pita frekuensi yang melewatkan frekuensi di
daerah sekitar saja dan menolak frekuensi d luar daerah.

d. Band Reject Filter (BPF) yaitu filter band elimination menolak pita frekuensi
tertentu dan melewatkan frekuensi di luar pita tersebut.

3. Aplikasi filter aktif adalah yaitu pada audio amplifier yang bekerja dalam mengatur
sinyal yang dilewatkannya, pada rangkaian pembangkit gelombang (rangkaian
osilator) maupun transmitter, dalam mengatur frekuensi yang akan dihasilkannya,
dan juga pada receiver pemancar dalam menentukan frekkuensi gelombang yang
akan diterimanya.
4. Fungsi Op-amp pada rangkaian filter aktif adalah Pada masing masing filter aktif
menggunakan op-amp sebagai elemen aktifnya dan tahanan, kapasitor sebagai
elemen pasifnya. Op-amp dengan high speed seperti LM301, LM318 dan lainnya
digunakan pada rangkaian filter aktif untuk mendapatkan slew rate yang cepat dan
penguatan serta bandwidth bidang kerja lebih baik.
5.2 Saran
1. Sebaiknya praktikan selanjutnya mengerti rangkaian percobaan

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II


2. Sebaiknya praktikan selanjutnya memahami menghubungkan rangkaian pada
osiloskop
3. Sebaiknya praktikan selanjutnya lebih teliti dalam mengamati gelombang yang
dihasilkan pada osiloskop

DAFTAR PUSTAKA
Krauss, Herbert L. TEKNIK RADIO BENDA PADAT. New York: Virginia Polytechnic and
State University.
Halaman : 427-429
Zbar, Paul B. 1983. BASIC ELECTRICITY. Fifth Edition. New York: McGraw-Hill Book
Company.
Pages : 315-316
Zuhal. 1993. DASAR TEKNIK TENAGA LISTRIK DAN ELEKTRONIKA DAYA.
Jakarta:
PT Gramedia Pustaka Utama.
Halaman : 202-203

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II

Medan, 12 April 2016


Asisten,

Praktikan,

(Desi Permata Sari)

(Desman Kennedy S)
TUGAS PERSIAPAN

NAMA

: Desman Kennedy Siringoringo

NIM

: 140801051

KELOMPOK

: I/B

JUDUL PERC.

: Filter Aktif

ASISTEN

: Desi Permata Sari

1. Tuliskan dan pelajari tentang filter aktif sebanyak-banyaknya!


2. Aplikasi dari filter aktif?
Jawab:
1. Filter aktif adalah istilah yang sering digunakan untuk melukiskan suatu kekalang
filter yang terdiri dari unsur aktif dan unsur pasif. Unsur aktifnya biasanya adalah
penguat operasi dan unsur pasifnya adalah resistor dan kondensator. Resistor dan
kondensator biasanya dibuat menjadi bagian dari kalang umpanbalik yang dipasang
sedemikian rupa sehingga memberikan karakteristik frekuensi
-

Konsep dan karakteristik Filter Aktif

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II


Filter Aktif yaitu filter yang menggunakan komponen aktif, biasanya transistor
atau penguat operasi (op-amp). Konsep dan karakteristik dari filter aktif dapat dilihat dari
beberapa respon/jenis filter aktif, sebagai berikut:
FILTER LOLOS-RENDAH (LOW-PASS FILTER )

Gambar1. Kurva Umum Karakteristik Filter Lolos-Bawah


Keterangan :
Vo
(dB)
Vi

= amplitude response (tanggap amplitudo), satuannya deci Bell

fc

= cutoff frequency

Berdasar definisi :
dB 20 log 10

Vo
Vi

Jika Vo > Vi; terjadi penguatan, nilai dB merupakan nilai positif !


Jika Vo < Vi; terjadi pelemahan (atenuasi), karena dB-nya menjadi negatif !

Filter lolos-rendah orde pertama (1st order) rolloff-nya -6 dB/oktaf atau -20 dB/dekade.
Filter lolos-rendah orde kedua (2nd order) rolloff-nya -12 dB/oktaf atau -40 dB/dekade.
Filter lolos-rendah orde ketiga (3rd order) rolloff-nya -18 dB/oktaf atau -60 dB/dekade.

FILTER LOLOS -TINGGI (HIGH PASS FILTER)


Filter ini akan menahan semua sinyal yang frekuensinya di bawah frequency cutoff serta
akan meneruskan sinyal di atasnya.

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II

Gambar3. Kurva Karakteristik Filter Lolos-Tinggi Secara Umum

FILTER LOLOS-PITA (BANDPASS FILTER)


Filter lolos-pita akan meneruskan sinyal-sinyal dengan frekuensi antara (median frequency)
dan menahan frekuensi di bawah dan di atas median tersebut.

Gambar4. Kurva Karakteristik Filter Lolos-Pita


Jika diketahui lebar pita dan frekuensi tengahnya maka :

fo = (fH fL)1/2

BW BW 2 fo
fL
2
2

fH = fL + BW
Lebar pita (BW) dan frekuensi tengah (fo) faktor kualitas (Q)
fo
Q
BW

fo
Q
fH fL
atau

f f
Q H L

fH fL

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II

Gambar5. Q Pada Filter Lolos Pita

FILTER NOTCH (THE NOTCH FILTER)


Filter ini akan menghalangi atau menahan sinyal-sinyal dengan frekuensi antara (median)
dan akan meneruskan sinyal-sinyal dengan frekuensi di bawah dan di atas frekuensi antara.

Gambar6. Filter Notch

Filter aktif dilengkapi dengan transistor atau op-amp selain tahanan dan kapasitor. Pada
masing masing jenis filter aktif menggunakan op-amp sebagai elemen aktifnya dan
tahanan, dan kapasitor sebagai elemen pasifnya.
2. Aplikasi filter aktif, yaitu:
- Berfungsi dalam peralatan bell
- Bermanfaat dalam peralatan sound system
- Sebagai penguat paada speaker dan Tap recorderr

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR II


- Filter Aktif Seri banyak digunakan untuk memfilter harmonisa dan
memkompensasi distorsi tegangan seperti tegangan kedip, fliker tegangan dan
tegangan tidak seimbang pada level sistem tegangan tinggi dan tegangan rendah.