Anda di halaman 1dari 5

BAB XI

ACTIVITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ARD) DAN


AREA LOCATION DIAGRAM (ARC)
11.1 Activity Relationship Diagram
Activity relationshipdiagram merupakan diagram keterkaitan kegiatan atau hubungan
antar aktifitas dibuat menggunakan informasi dari peta keterkaitan kegiatan yang digunakan
menjadi dasar perencanaan keterkaitan antara pola aliran barang dan lokasi kegiatan
pelayanan dihubungkan dengan kegiatan produksi. Diagram hubungan antar aktifitas ini
merupakan diagram balok yag menunjukan pendekatan keterkaitan kegiatan sebagai suatu
model kegiatan tunggal (Apple, 1990).
Activity relationship diagram (ARD) adalah diagram hubungan antar aktivitas
(departemen atau mesin) berdasarkan tingkat prioritas kedekatan, sehingga diharapkan ongkos
handling minimum. Dasar untuk membuat activity relationship diagram adalah tabel skala
perioritas, jadi yang menempati prioritas pertama pada tabel skala prioritas harus didekatkan
letaknya lalu diikuti prioritas berikutnya untuk didekatkan pada departemen atau mesin di
kolom paling kiri. Area pada activity relationship diagram diasumsikan sama, baru pada
revisi disesuaikan berdasarkan activity relationship diagram ini dan areanya sesuai dengan
luas dari masing-masing aktivitas yang diperkecil dengan skala tertentu ( Mercubuana, 2010).
Keuntungan pembuatan activity relationship diagram (ARD) ini adalah pembagian
wilayah kegiatan yang sistematis, memudahkan proses tata letak, meminimumkan ruangan
yang tidak terpakai, menterjemahkan perkiraan area ke dalam suatu peraturan pendahuluan
dalam bentuk yang dapat dilihat, memberikan perkiraan luas letak, menjamin ruangan yang
cukup, dasar bagi perencanaan selanjutnya.
Sebagaimana diketahui setiap kegiatan atau aktivitas tersebut saling berhubungan
antara satu sama lainnya ditinjau dari beberapa kriteria, maka dalam perencanaan tata letak
fasilitas harus dilakukan penganalisaaan yang optimal.
Teknik yang digunakan sebagai alat untuk menganalisa hubungan antara aktifitas yang
ada adalah Activity Relationship Chart (ARC).

No.
1
2
3
4
5
6

Tingkat Kepentingan
MutlakPenting
PentingTertentu
Penting
Biasa
TidakPenting
TidakDiinginkan

Warna
Merah
Kuning
Hijau
Biru
Putih
Coklat

Sedangkan alasan untuk menyatakan tingkat kepentingan tersebut adalah sebagai


berikut:
1. Menggunakan catatan yang sama
2. Menggunakan personil yang sama
3. Menggunakan ruangan yang sama
4. Tingkat hubungan personil
5. Tingkat hubungan kerja
6. Urutan aliran kertas
7. Melakukan aliran kertas yang sama
8. Menggunakan peralatan dan fasilitas yang sama
9. Ribut, kotor, getaran , debu, dan sebagainya
10. Lain-lain yang mungkin perlu
Dengan diketahuinya keterangan diatas maka penganalisaan dilakukan dengan
menggunakan peta hubungan aktivitas.

Diagram

Ruang Direktur
General Manager
Manager Personalia
Manager Marketing
Manager Administrasi
Ruang Rapat
Kantin
Bagian Marketing
Bagian Administrasi
WC Wanita
WC Pria
Pengankutan Barang
Gudang Produk Jadi
Ruang Produksi
Manager Produksi
Gudang Bahan Baku
Mushola
WC Unisex
Ruang Tamu
Personalia
Tempat parkir
Tempat Sampah
Pos Satpam

11.2Area Allocation Diagram (AAD)


Area Allocation Diagram merupakan lanjutan dari Activity Relationship Diagram (ARD)
dimana dalam ARC telah dilakukan kesimpulan tingkat kepentingan antara aktivitas dengan
demikian berarti bahwa hubungan antara aktivitas mempengaruhi tingkat kedekatan antara
tata letak aktivitas tersebut. Kedekatan tata letak aktivitas tersebut ditentukan dalamp rosedur
pengalokasian area inia dalah :
1. Production Flow (aliran produksi, material, peralatan)
2. Activity Relationship Chart, informasialiran, aliran personil, hubungan physical
3. Tempat yang dibutuhkan
4. Area Allocation Diagram
Area Allocation Diagram merupakan template secara global, informasi yang dapat dilihat
hanya pemanfaatan area saja sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada
template yang merupakan hasil akhir dar ipenganalisaan dan perencanaan tata letak fasilitas
danpemindahan bahan.

Area Allocation Diagram ( AAD )


Ruang Produksi

A
C

Keterangan :
A

: Gudang Bahan Baku

: Pencetakkan

: Penimbangan

M : Pelapisan

: Penggilingan

: Pembekuan

: Pengukuran

: Pengemasan

: Penyortiran

: Pencucian

: Pemfiletan

: Penggilingan

: Pencampuran 1

: Pengukusan

: Pendinginan