Anda di halaman 1dari 4

Nama

: Moh Luqni Maulana Albi

Kelas

: Sosiologi D V

Nim

: 1148030142

Mata Kuliah : Sosiologi Industri

BAB II
STRUKTUR DAN PERUBAHAN EKONOMI

Ilmu ekonomi merupakan suatu ilmu yang mempelajari suatu fungsi di dalam suatu
subsistem atau di dalam masyarakat yang meliputi aktifitas produksi, distribusi dan jasa.
Sesungguhnya ilmu ekonomi merupakan salah satu cabang sosiologi ekonomi. Tingkah laku dan
individu serta karakteristik masyarakat dipelajari dalam sosiologi, baik tingkah laku dalam
kegiatan ekonomi maupun subsistem lainnya.
Konsepsi ekonomi di dalam masyarakat merupakan suatu subsistem masyarakat
menunjukan bahwa masyarakat merupakan pengatur suatu system. Di dalam mempelajari
subsistem ekonomi yang menjadi permasalahan sebagai suatu system dalam masyarakat inggris
boleh dikatakan tidak mempunyai hubungan fungsional apapun juga dengan family (system
keluarga) di negara-negara lain, tetapi system ekonomi inggris adalah bagian dari system
ekonomi dunia yang berkembang secara bertahap menjadi suatu pola yang komplek di dalam
suatu lembaga lembaga.
Sejumlah teori telah diuraikan dalam menerangkan factor-faktor yang menyebabkan
turunya posisi perekonomian inggris. Dapat dikatakan bahwa kerusakan akibat-akibat

peperangan yang terjadi di daratan eropa. Tumbuhnya sikap lebih koperatif pada perusahaanperusahaan dan konsentrasi tenaga kerja yang lebih sedikit pada negara-negara eropa inggris, di
anggap sebagai factor yang sangat berpengaruh runtuhnya Inggris raya sebagai penguasa lautan
dunia.
Glyn dan Sutcliffe (1972, hal 10) telah menyatakan bahwa krisis yang terjadi didalam
kapitalisme inggris telah berkembang dikarnakan desakan untuk meningkatkan taraf hidup buruh
dan pada saat bersamaan inggris harus bersaing dengan negara-negara kapitalis lainnya.

PERUBAHAN DALAM STRUKTUR EKONOMI


Pada dasarnya perubahan dalam struktur ekonomi di akibatkan dari beberpah hal sbegai
berikut:
TEKNOLOGI
Tema yang pertama terkandung di dalam sub judul di atas adalah masalah pertumbuhan
industry yang mendesak akitivitas dan perkembangan dalam bidang pertanian. Pada tahun 1851
bidang pertanian dan perikanan melibatkan 22% dari seluruh penduduk di inggris; tetapi pada
tahun 1951 serta sekarang kurang lebih hanya 3%. Sebaliknya perkembangan di dalam sector
industry telah berkembang pesat dan telah mengubah seluruh kehidupan kita. Perubahan total di
dalam pertumbuhan kota dan system komunikasi.
Berbagai penemuan baru, peerkembangan teknologi dan perubahan dalam dunia telah
mengubah secara radikal karakter industry inggris dalam beberpa tahun terakhir ini. Industryindustri dengan teknik baru, misalkan di dalam bidang elektronik, pesawat terbang, mobil dan
industry kimia serta dalam bidang kontruksi mesin dan teknologi perminyakan, telah menjadi
bagian besar dari nilai ekspor dan memberikan kesempatan kerja cukup besar.
Tema kedua mengenai peningkatan penerapan metode teknologi baru dalam industrii.
Pengeluaran biaya untuk sector industry dan riset ilmiah telah meningkat terus menerus, dan
berbagai fasilitas untuk pendidikan teknik terus di tingkatkan. Tapi adanya penemuan besar yang
gemilang beserta berbagai orgenisasi riset yang menghasilkan semua penemuan tersebut,
hanyalah merupakan salah satu factor dari apa yang disebut Florence (1969, hal 10) sebagai self
pertuating circular character of the train of causation.
Nilai-nilai
Nilai memainkan peranan penting di dalam merasionalisasikan norma-norma tertentu di
dalam suatu organisasi. Nilai yang berlaku biasanya selalu disesuaikan dengan situasi dan
kondisi agar memungkinkan dirinya mampu mengembangkan dan mengendalikan berbagai
macam system sosial dan ekonomi dalam suatu masyarakat.
Di dalam masyarakat industry modern suatu nilai tertentu telah digunakan untuk
mengendalikan, mengembangkan, dan meningkatkan produktivitas ekonomi. Di dalam industry
yang telah maju keuntungan yang setinggi-tingginya, yang telah lama di anggap sebgai tujuan

utama yang mengatur system sosial dan ekonomi di dalam masyarakat. Galbraitl (1972) telah
mensinyalir bahwa selama ini tekno struktur telah di paksa untuk menjadikan keuntungan
sebagai tujuan satu-satunya, padahal otonomi atau kebebasan (kebebasan utnuk menentukan
harga, mengorganisir, permintaan produk, mengatur dan menjamin kelancaran suplai dan lainlain) dan kegiatan bisnis lainnya, tidak hanya dijadikan untuk mendapatkan keuntungan sebesarbesarnya, tetapi juga untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, tetapi juga untuk secara
bersama-sama memilihara, mengendalikan dan mengembangkan organisasi atau perusahaan.
Nilai membedakan masyarakat dengan masyarakat lainnya, bahkan di dalam satu sama
lain, sub-sub kultur pihak manajemen dan pihak buruh yang berbeda, cukup untuk memisahkan
kedua kelompok tersebut kedalam dua karakteristik nilai-nilai yang berbeda.
Organisasi
Selama ratusan tahun telah berlalu, inggris pernah menjadi suatu raksasa ekonomi yang
tiada taranya di seluruh dunia. Perekonomian inggris terus-menerus mengadakan ekspansi untuk
meningkatkan hasil industrinya yang berpengaruh terhadap nilai-nilai dan tingkatv ekspornya,
demikian juga akibat nya terhadap nilai dan tingkat impornya, perekonomianya semakin
berkembang baik dalam bentuk diferensasi maupun spesialisasi dalam bidang perindustriaanya.
Proses perkembangannya ekonomi telah menyebabkan adanya kecerendugannya untuk
membesar ukuran atau dimensi berbagai jenis pabrik tetapi ternayata sebagia besar dari
perusahaan yang ada sampai sekarang masih tetap berukuran kecil. Sebagai contoh dari 60.000
perusahaan yang ada pada tahun 1972, paling sedikit 45.000 buah diantaranya hanya
mengguanakan tidak lebih dari 100 orang tenaga kerja dan hanya 1.100 perusahaan yang
menggunakan tidak lebi 1000 orang ke atas.
Suatu pertanyaan yang berkaitan dengan struktur ekonomi yang perlu mendapatkan
perhatian serius ilah siapakah yang menjadi pemilik kekayaan negara? sering di sinyalir bahwa
kenaikan pajak justru memperlebar kesenjangan antara sikaya dengan si miskin, tetapi hanya
sedikit fakta akurat yang mendukung kelompok orang yang berumur 25 tahun ke atas, dan 55%
di antara populasi tersebut dapat di golongkan ke dalam kelompok orang-orang kaya (Atkison,
1975 hal 134).
Masalah perindustrian dan akibatnya yang dirasakan oleh perekonomian secara
keseluruhan, terutama yang menyangkut masalah perburuan, telah di tunjukan oleh semakin
meningkatnya pengaruh dan kekuasaan serikat-serikat buruh note: indikasi ini semakin terasa
setelah perang dunia ke II para pengusaha duduk bersama dengan para wakil buruh di dalam
komite produksi bersama yang disebut Trades Union Congress di mana cabangnya tersebar
hampir di semua perusahaan di inggris.

VARIASI DALAM LAPANGAN KERJA DAN MENINGKATKAN-NYA KEMAKMURAN


Selama masa awal berakhirnya perang dunia ke-II laju pertumbuhan tingkat
pengganguran di inggris kurang lebih hanya sekitar 1 sampai 2 % dari seluruh populasi tenaga

kerja yang ada setiap tahunnya., bahkan pada masa itu boleh dikatakan tidak ada pengangguran
sebab pada umumnya seseorang pengangguran paling lama hanya berhenti bekerja selama
delapan minggu. Selanjutnya pada akhir tahun 1960-an, bahkan sampai dengan tahun 1977,
jumlah pengnagguran mencapai sekitar 5% atau 6% dari seluruh tenaga kerja.
Pertumbuuhan pesat dari penjualan barang-barang mebel dan berbagai barang-barang yang tahan
lama lainnya telah berkembang dengan pesatnya karena adanya system kredit. Walaupun adanya
berbagai fluktuasi di dalam kegiatan perdagangan sebagai akibat dari berbagai perubahan di alam
peraturan pemerintah mengenai system kredit, jumlah total kredit yang di salurkan kepada para
konsumen terus menunjukan kenaikan yang menggagumkan pada tahun 1975 telah mencapai
angka 3500 juta ponsterling (biro pusat informasi, 1976).