Anda di halaman 1dari 5

Soal

1. Jelaskan cara pemilihan jenis kabel yang dipakai pada sistem komunikasi saat ini, untuk
meningkatkan kecepatan serta kapasitas baik komunikasi telepon maupun komunikasi data pada
saluran / kabel tersebut!
2. Jelaskan cara pemilihan Konduktor atau kabel pada sistem tenaga listrik untuk menghindari
kebakaran.
3. Jelaskan cara pembuatan kedua jenis transistor dibedakan sesuai dengan sambungan
semikonduktor N dan P, serta berikan contoh penggunaan transistor pada peralatan modern.
4. Jelaskan cara pemilihan jenis isolator, yang digunakan pada Trafo atau transformator daya listrik
tegangan tinggi maupun menengah, baik untuk sistem pendingin, lilitan maupun inti
transformator.
5. Jelaskan secara rinci mengenai Tugas Kelompok masing masing!
6. Jelaskan perbedaan Bahan Metal yang berfungsi sebagai penghantar dengan bahan Magnet, serta
berikan contoh penggunaan masing masing alat tersebut
!
Jawaban.
1. Untuk keperluan komunikasi sekarang banyak digunakan bahan penghantar untuk media
transmisi telekomunikasi yaitu menggunakan serat optic.
Berbagai jenis komunikasi melalui kabel menggunakan pita frekuensi yang berbeda, tergantung
pada karakteristik sinyal transmisi kabel daya yang digunakan. Karena sistem kabel listrik
awalnya ditujukan untuk transmisi listrik AC, digunakan konvensional, sirkuit listrik kawat hanya
memiliki kemampuan terbatas untuk membawafrekuensi yang lebih tinggi.
Masalah propagasi adalah faktor pembatas untuk setiap jenis komunikasi melalui kabel. Sebuah
penemuan baru yang disebut E-Line yang memungkinkan sebuah konduktor listrik tunggal pada
saluran daya overhead untuk beroperasi sebagaiWaveguide untuk memberikan redaman propagasi
RF rendah melalui jalur energi gelombang mikro .
Cara pemilihan jenis kabel yang dipakai pada system komunikasi saat ini, yaitu tujuan utamanya
adalah untuk meningkatkan kecepatan serta kapasitas baik komunikasi telepon maupun
komunikasi data pada saluran atau kabel tersebut. Pertama, media kabel tembaga. Kabel tembaga
yang umum digunakan sekarang ini adalah kabel tipe UTP atau STP karena proses pembuatan
jaringan menggunakan kabel ini tidaklah sulit. Banyak terdapat dipasaran dengan harga yang
murah dan tidak mudah terpengaruh noise (Coaxial). Kedua kabel serat optic, serat kaca, tipis,
dan memiliki warna yang bening seperti benang, bagian ini merupakan bagian yang memiliki
peran yang sangat penting dalam proses penyampaian data optical receiver (kaca penerima pesan
kiriman) hal ini menangkap semua cahaya yang dikirimn oleh transmitter, kelebihan kabel ini
adalah kebal terhadap gangguan akses data berkecepatan tinggi, jarak jangkauannya jauh,
kecepatan transfer datanya bisa mencapai 10 GB, tidak mengalirkan arus listrik.

2. -Bahan konduktor digunakan untuk saluran listrik dan kabel harus mempunyai rugi daya yang
kecil ketika dialiri arus yang besar (untuk kabel yang mana rugi daya dan temperaturnya harus
kecil). Dengan kata lain, tahanan bahan digunakan untuk filament pada lampu harus dapat
menahan temperatur yang tinggi.

Kabel Listrik berpenghantar tembaga dan berisolasi PVC yang terpasang secara permanen di
dalam rumah harus dengan ukuran minimal 2,5 mm2, berapapun jumlah daya listrik yang
terpasang dan hanya boleh dialiri listrik maksimal 10 A Tahan Korosi. Bahan konduktor
diharapkan untuk tidak mudah terkorosi atau berkarat bila konduktor tersebut digunakan tanpa
isolasi dan digunakan diluar.

Koefesien temperatur tahanan adalah perubahan rendah. Hal ini diperlukan untuk menentukan
jatuh tegangan dan rugi daya yang rendah dengan perubahan temperatur. Dengan kenaikan
temperatur karena adanya arus yang mengalir pada bahan akan naik dan rugi daya serta rugi
tegangan akan bertambah. Untuk mendapatkan kerugian yang rendah bahan konduktor harus
mempunyai koefesien temperatur rendah.

3. Pada transistor bipolar, arus yang mengalir berupa arus lubang dan arus elektron atau berupa
pembawa muatan mayoritas dan minoritas. Transistor dapat berfungsi sebagai penguat tegangan,
penguat arus, penguat daya dan sebagai saklar. Terdapat 2 jenis transistor yaitu PNP dan NPN.
Transistor di desain dari pemanfaatan sifat diode, arus menghantar dari diode dapat dikontrol oleh
elektron yang ditambahkan pada pertemuan PN diode. Dengan penambahan elektrodiode
pengontrol ini maka diode semikonduktor dapat dianggap dua buah diode yang mempunyai
electrode bersama pada pertemuan persimpangan semacam ini disebu transistor bipolar

Dengan memilih electrode pengontorl dari type P atau Type N sebvagai elektrode persekutuan duan
diode, maka dihasilkan transistor PNP dan NPN

Contoh penggunaannya pada peralatan modern:

Rangkaian Adaptor

Amplifier

Penguat sinyal Radio

Memori

4. Isolator pada trafo biasanya menggunakan minyak trafo. Minyak Trafo; berfungsi sebagai media
pendingin dan isolasi. Minyak trafo mempunyai sifat media pemindah panas (disirkulasi) dan
mempunyai daya tegangan tembus tinggi. Pada power transformator, terutama yang berkapasitas
besar, kumparan-kumparan dan inti besi transformator direndam dalam minyak-trafo. Syarat
suatu cairan bisa dijadikan sebagai minyak trafo adalah sebagai berikut:

Ketahanan isolasi harus tinggi ( >10kV/mm )

Berat jenis harus kecil, sehingga partikel-partikel inert di dalam minyak dapat mengendap
dengan cepat

Viskositas yang rendah agar lebih mudah bersirkulasi dan kemampuan pendinginan
menjadi lebih baik

Titik nyala yang tinggi, tidak mudah menguap yang dapat membahayakan

Tidak merusak bahan isolasi padat

Sifat kimia yang stabil

5. Tugas kelompok
Konduktor dapat diartikan sebagai bahan yang mampu menghantarkan arus listrik (dalam
hal ini elektron dapat dengan mudah merambat dalam bahan) dengan baik.Dari sifat konduktor ini
lah listrik dapat ditransmisikan dari pembangkit menuju beban tujuan.
Banyak faktor yang memengaruhi berhasil atau tidaknya suatu transmisi listrik dari suatu
tempat ke tempat lainnya. Faktor tersebut antara lain beban transmisi, jarak transmisi yang relatif
jauh dan kemampuan konduktor dalam menghantarkan arus. Beberapa faktor tersebut ada yang
dapat diantisipasi dengan mencari suatu alternatif bahan penghantar dengan konduktivitas yang
lebih baik. Ada tiga macam konduktor berdasarkan konduktivitasnya yaitu konduktor dengan
konduktivitas baik, konduktor dengan konduktivitas sedang, dan konduktor dengan konduktivitas
rendah.

Dari berbagai macam bahan konduktor, bahan yang biasa digunakan dalam transmisi tenaga
listrik adalah konduktor TACSR (Thermal Aluminium Conductor-Steel Reinforce) dan ACCR
(Aluminium Conductor-Steel Reinforce) yang memiliki daya hantar yang relatif rendah,

penghantar ACCR (Aluminium Conductor Composite Reinforced). Penghantar berlilit ini


mempunyai inti serat paduan aluminium-matrik yang dikelilingi oleh serat aluminium dengan
kandungan zirkonium (Zr). TACSR (Thermal Aluminium Conductor-Steel Reinforce), yaitu
penghantar aluminium tahan panas (TAL) yang mampu dioperasikan sampai 150C.
Kelebihan konduktor jenis TACSR adalah Konduktor jenis ini mempunyai kapasitas lebih
besar tetapi berat konduktor tidak mengalami perubahan yang banyak, tetapi berpengaruh
terhadap sagging..Kelemahan konduktor jenis TACSR tidak mampu menghantarkan arus listrik
pada suhu lebih dari 150oc. Sedangkan kelebihan konduktor jenis ACCR adalah kemampuannya
yang baik dalam menghantarkan arus listrik sampai sekitar 1840 A pada suhu 270 oC. Kekurangan
konduktor jenis ACCR adalah konduktor jenis ini berat dan pada suhu yang tinggi memuai dan
menjadi lentur.

6. Perbedaan bahan metal sebagai penghantar dengan bahan magnetic.


Penghantar dari bahan metal mudah mengalirkan arus listrik, tembaga dan alumunium memiliki
daya hantar listrik yang tinggi. Bahan terdiri dari kumpulan atom, setiap atom terdiri dari proton
dan elektron. Aliran arus listrik merupakan aliran elektron. Elektron bebas yang mengalir ini
mendapat hambatan saat melewati atom sebelahnya.
Akibatnya terjadi gesekan elektron dengan atom dan ini menyebabkan penghantar panas.
Tahanan penghantar memiliki sifat menghambat yang terjadi pada setiap bahan.

Bahan magnetic (magnetic materials) dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu feromagnetik,


paramagnetic, dan diamagnetic. Bahan feromagnetik adalah bahan yang mempunyai
permeabilitas tinggi dan mudah sekali dialiri garis garis gaya magnet. Contoh bahan yang
mempunyai permeabilitas tinggi adalah besi, besi pasir, stalloy, dsb. Selain I tu sering dijumpai
magnet yang merupakan magnet permanen, misalnya alnico, cobalt, baja arang, dsb. Baja untuk
magnet sering dijumpai pada pelat pelat motor / generator, pelat pelat transformator, dsb.
Dalam bidang elektronika, digunakan bahan magnet misalnya pada speaker, alat alat ukur
elektronika, dsb.