Anda di halaman 1dari 19

ISOLASI SENYAWA KININ DALAM KULIT BATANG TANAMAN KINA

(Cinchona succirubra)

Disusun Oleh :
Anneesha

13141022

Btari Karlinda

13141019

Fransiskus Roni

13141030

Gladys Austin

13141033

Hilyah Ainuzzahroh

13141021

Sekolah Tinggi Farmasi Bandung


2014

A. PENDAHULUAN
Inulin merupakan suatu polisakarida yang dibangun oleh unit-unit monosakarida
fruktosa melalui ikatan -2-1 fruktofuransida yang diawali oleh suatu molekul
glukosa. Karbohidrat ini dihasilkan oleh tanaman jenis Compositae seperti dahlia,
chicory, dan Jerrusalem artichoke.

Sifat fungsional inulin sebagai serat makanan dapat larut (Soluble dietary fiber)
sangat bermanfaat bagi pencernaan dan kesehatan tubuh sifat penting lain dari inulin
adalah sebagai serat makanan. Sifat ini berpengaruh pada fungsi usus dan perbaikan
parameter lemak dalam darah.
Inulin sukar larut dalam air dingin dan pelarut organik seperti etanol sebaliknya
inulin mudah larut dalam air panas. Inulin dapat mengalami fermentasi akibat aktivitas
mikrolora yang terdapat di dalam usus besar sehingga berimlpikasi positif terhadap
kesehatan tubuh. Oleh karena itu, inulin dapat digunakan sebagai prebiotik.

B. PENGERTIAN INULIN
Inulin merupakan sekelompok polisakarida yang terjadi secara alami yang
dihasilkan oleh banyak jenis tanaman. Inulin milik satu golongan serat yang dikenal
sebagai fruktan. Inulin digunakan oleh beberapa tanaman untuk menyimpan energi
dan secara khusus dijumpai pada akar atau rimpang (rhizoma). Kebanyakan tanaman
yang mensintesis dan menyimpan inulin tidak menyimpan bahan-bahan lain seperti
kanji.
Inulin mempunyai rumus umum C6nH10n+2O5n+. Inulin merupakan polimer yang
terdiri dari terutama unit-unit fruktosa, dan secara khas mempunyai sebuah glukosa
terminal. Unit-unit fruktosa dalam molekul inulin terikat oleh sebuah ikatan glikosidat
(21). Tiap ujung pereduksi untai polimer inulin dapat hadir glukosa. Oleh sebab
itu, polimer inulin dapat ditulis GFn (alfa-D-glukopiranosil-[beta-D-fruktofuranosil]
(n-1)-D-fruktoranosida) yaitu fruktan dengan ujung termnal glukosa atau Fn (beta-D-

fruktopiranosil-[D-fruktofuranosil](n-1)-D-fruktofuranosida)

yaitu

fruktan

tanpa

ujung terminal glukosa. Simbol n pada rumus tersebut adalah derajat polimerasi (DP).
2<DP 10 dikenal sebagai oligofruktosa.

Gambar 1. Struktur Insulin

DP inulin tergantung asal inulin. Inulin yang berasal dari tumbuh-tumbuhan


merupakan molekul linear dengan DP bervariasi dari beberapa unit fruktosa sampai
sekitar 70. DP inulin daro chicory antara 2 sampai 60, dengan DP rata-rata 12. Hal ini
berarti bahwa inulin adalah campuran dari oligomer dan polimer.

Pada umumnya, inulin tanaman mengandung antara 20 dan beberapa ribu unit
fruktosa. Senyawa yang lebih kecil disebut fruktooligosakarida, yang paling sederhana
ialah 1-kestosa, yang mempunyai dua unit fruktosa dan satu unit glukosa.
Inulin dinamakan dengan cara yang berikut ini, di mana n adalah jumlah residu
fruktosa dan pi ialah singkatan untuk piranosil.

C. SIFAT INULIN
Inulin merupakan serbuk berwarna putih. Inulin sukar larut dalam air dingin dan
pelarut organik seperti etanol sebaliknya inulin mudah larut dalam air panas. Oleh
sebab itu prinsip dari ekstraksi inulin dari bahan alam adalah memanfaatkan kelarutan
inulin dalam air dan etanol. Sifat inulin yang penting untuk dipelajari adalah kelarutan
inulin dalam air, karena sifat ini sangat penting untuk reaksi hidrolisis inulin secara
enzimatis.
Kelarutan inulin dalam air tergantung pada cara bagaimana inulin tersebut
direkritalisasi. Kelarutan inulin yang direkritalisasi dengan etanol lebih besar
dibandingkan kelarutan inulin

yang direkritalisasi dengan air. Hal ini terlihat

menjolok sekali mulai pada temperatur 600C. pada teperatur 600C, kelarutan inulin yang
direkritalisasi dengan etanol adalah 47g/100g sedangkan kelarutan inulin yang
direkritalisasi dengan air adalah 36,5g / 100g. kelarutan inulin dalam air adalah sekitar
6% pada 100C dan 35% pada 900C. kelarutan inulin juga dipengaruhi oleh DP inulin.
Inulin dengan resorsinol dalam larutan HCl menghasilkan warna merah. Warna ini

terbentuk karena reaksi fruktosa dengan resorsinol. Inulin dapat dihidrolisis denagn
baik menjadi fruktosa dalam medium asam pada pH 1-2, suhu 80-1000C. selain itu,
inulin mempunyai kemampuan untuk membentuk mikrokristal jika disebar dalam air
atau susu. Kristal-kristal ini tidak mengendap di dalam mulut tetapi bereaksi untuk
membentuk suatu tekstur krem yang halus.
Inulin dapat berfungsi sebagai emulsifier, stabilizer dan teskturizer pada konsentrasi
2-5% dalam makanan yang mengandung daging. Karena sifat-sifat tersebut inulin
digunakan sebagai bahan penstabil pada makanan kadar lemak rendah. Inulin
memenuhi syarat sebagai bahan penstabil karena inulin tidak berasa, terdispersi baik
dalam air dan cocok sekali dikombinasikan dengan makanan rendah lemak seperti
susu skim.

Gambar 2. Kelarutan Inulin dalam Air Pada Variasi Temperatur

Penambahan inulin pada makanan rendah lemak selain berfungsi sebagai bahan
penstabil juga dapat berfungsi sebagai dietary fiber. Dietary fiber adalah kelompok
karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis oleh enzim tubuh manusia tetapi difermentasi
oleh mikroflora usus sehingga berpengaruh pada fungsi usus dan parameter lipid
darah. Inulin merupakan dietary fiber yang larut sehingga cepat difermentasi oleh
Bifidobacteria dan Lactobacilli. Oleh sebab itu inulin dikelompokkan sebagai food
ingredient yang diklasifikasikan sebagai prebiotik.

D. KEGUNAAN INULIN
1. Perhitungan Laju Filtrasi Glomerulus
Inulin secara unik diolah oleh nefron dalam mana ia disaring secara sempurna
pada glomerulus tetapi tidak satu pun keluarkan atau pun diserap ulang oleh tubula
. Sifat inulin ini memungkin-kan pemeriksaan inulin yang digunakan secara klinis
sebagai ukuran sangat akurat dari laju filtrasi glomerulus (GFR)kecepatan
plasma dari arteriola saraf yang disaring pada kapsul Bowman yang diukur dalam
mL/menit.
Ini adalah informatif untuk membedakan sifat-sifat inulin dengan yang berasal
dari asam para-aminohippurat (PAH). PAH disaring secara bertahap dari plasma
pada glomerulus dan tidak diserap-ulang oleh tubula, dengan cara yang identik

dengan inulin. PAH berbeda dari inulin dalam mana fraksi PAH yang mengambil
jalan-pintas glomerulus dan masuk ke sel-sel tubula nefron (melalui pembuluh
peritubula) yang dikeluarkan secara sempurna. Pemeriksaan PAH renal (ginjal)
lantas berguna dalam perhitungan aliran plasma renal (RPF), yang secara empiris
adalah waktu aliran darah renal (1-Hematokrit). Dengan catatan, pemeriksaan PAH
adalah cerminan dari RPF saja terhadap porsi ginjal yang sepakat dengan
pembentukan urin, dan, dengan demikian, mengabaikan RPF yang sebenarnya
dengan kira-kira 10%.
Pengukuran GFR melalui inulin atau sinistrin masih dianggap sebagai gold
standard. Namun, hal ini sekarang telah digantikan secara luas dengan yang lain,
ipengukuran yang lebih sederhana yang mendekati GFR. Ukuran tersebut, yang
meliputi pengukuran substrat seperti EDTA, iso-heksanol, Kromium51 bertanda
isotop (dikelatkan dengan EDTA) dan kreatinin, telah bermanfaat yang
dikonfirmasikan dengan sejumlah besar pasien dengan penyakit ginjal kronis.
Baik untuk inulin maupun kreatinin, perhitungannya melibatkan konsentrasi
dalam urin dan dalam serum. Namun, tidak seperti kreatinin, inulin tidak terdapat
secara alami di dalam tubuh. Ini adalah sebuah keuntungan dari inulin (karena
jumlah yang diinfus akan diketahui) dan sebuah kerugian (karena suatu infusi
diperlukan).
2. Nasib secara In Vivo

Inulin tidak dapat diurai oleh enzim ptialin dan amilase, yang diadaptasikan
pada pencernaan kanji. Akibatnya, inulin lewat melalui banyak sistem pencernaan
tetap utuh. Hanya pada kolon saja bakteri memetabolisme inulin, dengan
melepaskan CO2, hidrogen, dan/atau metana dalam jumlah yang signifikan.
Makanan yang mengandung-Inulin dapat agak bergas, khususnya, untuk itu tidak
terbiasa bagi inulin, dan makanan tersebut harus dikonsumsi dalam jumlah sedang
pada pertama kali.
Ada tiga tipe serat makanan, yaitu: yang larut, tidak larut, dan tahan terhadap
kanji. Serat tak larut meningkatkan pergerakan material melalui sistem pencernaan
dan meningkatkan volume tinja; inulin khususnya sangat membantu bagi penderita
sembelit atau ketidak teraturan buang air besar. Serat larut dapat larut dalam air
yang membentuk material gelatin. Beberapa serat larut dapat membantu
menurunkan tingkat kolesterol dan gula darah. Inulin dianggap merupakan serat
larut.
Karena pencernaan normal tidak mengurai inulin menjadi monosakarida, maka
ia tidak meningkatkan kadar gula darah, dan oleh karena itu, sangat membantu
dalam penatalaksanaan diabetes. Inulin juga merangsang pertumbuhan bakteri di
dalam usus. Inulin lewat melalui perut dan usus dua belas jari tanpa dicerna dan
sangat tersedia bagi bakteri flora usus. Ini membuat inulin mirip serupa dengan
kanji yang resisten dan karbohidrat lain yang dapat difermentasikan. Ini berbeda
dengan racikan probiotik yang dimiliki yang berbasis pada bakteri asam laktat
(LAB) dalam mana bakteri ini memiliki kondisi kelansungan hidup yang sangat

menantang melalui saluran pencernaan sebelum mereka mampu berkoloni di dalam


usus.
Sejumlah makanan tradisional mengandung lebih dari 20 gr per hari inulin atau
fruktooligosakarida.

Makanan

pemburu

prasejarah

di Gurun Chihuahuan

diperkirakan mencapai 135 gr per hari inulin dari tipe fruktan. Banyak makanan
yang secara alami tinggi inulinnya atau fruktooligosakarida, seperti cikori, bawang
putih, dan bawang bombai, terlihat sebagai stimulan dari makanan kesehatan
selama berabad-abad.
Inulin juga digunakan dalam uji medis untuk mengukur jumlah total dari volume
esktraselular dan menentukan fungsi ginjal
Inulin secara umum diakui sebagai zat yang aman (GRAS) oleh Badan
Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat. Sekitar 3040% orang di
Eropa Tengah menderita dari malabsorpsi fruktosa. Inulin adalah suatu fruktan,
asupan makanan yang berlebih bisa menimbulkan efek samping minor, seperti
meningkatnya flatulensi (gas dalam perut) dan akibat malabsorpsi fruktosa. Ini
direkomendasikan bahwa asupan fruktan untuk orang-orang dengan malabsorpsi
fruktosa dijaga pada kurang lebih 0,5 gram per saji.
3. Makanan yang Diproses
Inulin semakin meningkat digunakan dalam makanan-makanan yang diproses
karena inulin mempunyai karakteristik yang dapat beradaptasi secara tidak lazim.
Rentang cita-rasa dari rasa manis campuran sampai rasa manis yang rumit (hampir

10% manisnya gula/sukrosa). Inulin dapat digunakan untuk meng-gantikan gula,


lemak dan tepung. Ini menguntungkan karena inulin mengandung 25-35% energi
makanan dari karbohidrat (kanji, gula). Sementara inulin adalah satu ramuan yang
serba guna, ia juga bermanfaat bagi kesehatan.
Inulin dapat meningkatkan penyerapan kalsium dan barangkali juga penyerapan
magnesium, sambil mempromosikan pertumbuhan bakteri usus. Mengenai nutrisi,
inulin dianggap suatu bentuk serat larut dan terkadang dikategorikan sebagai
prebiotik.
Karena kemampuan tubuh yang terbatas untuk memproses fruktan, maka inulin
mempunyai dampak meningkatkan gula darah yang minimal, dantidak seperti
fruktosatidak insulemik dan tidak menaikkan trigliserida, membuat inulin
dianggap cocok untuk penderita diabetes dan berpotensi sangat membantu dalam
mengatur gula darah-terkait penyakit. Konsumsi dalam jumlah besar (terutama,
orang yang sensitif atau tidak terbiasa) dapat menimbulkan gas dan kembung, dan
produk-produk yang mengandung inulin terkadang perlu waspada untuk
menambahnya secara bertahap terhadap makanan seseorang.
4. Penggunaan dalam Industri
Inulin yang tidak bisa dihidrolisis dapat juga dikonversi secara langsung menjadi
etanol dalam sebuah proses sakarifikasi dan fermentasi bersama, yang bisa
mempunyai potensi besar untuk mengubah hasil panen yang tinggi inulin menjadi
bahan bakar.

Penggunaan inulin ini sudah diterapkan dalam industri pangan yang segmen
usahanya memproduksi makanan-makanan ringan yang dikonsumsi oleh anak-anak
dan remaja. Hal tersebut dianggap sangat menguntungkan karena segmen pasar
tersebut (anak-anak dan remaja) memiliki kecenderungan memiliki pola makan
yang tinggi kalori dan rendah serat pangan. Pola makan demikian apabila tidak
segera ditanggulangi dapat menimbulkan resiko munculnya obesitas sehingga
untuk mengurangi kadar kalori, konsumsi inulin dapat digunakan sebagai pengganti
lemak karena memang inulin hanya mengandung kalori 1,5 kcal/gramnya. Inulin
juga dapat digunakan untuk pengadaan produk-produk makanan seperti cake,
cookies, bubur bayi, jeli, es krim, dan lainnya
5. Obat-obatan
Inulin dan analognya sinistrin digunakan untuk membantu mengukur fungsi
ginjal dengan menentukan laju filtrasi glomerulus (GFR). GFR ialah volume cairan
yang disaring dari pembuluh glomerulus ginjal (renal) pada kapsul Bpwman per
satuan waktu. Inulin yang penggunaan utama sebagai yang disekresikan atau
diserap ulang dalam berapa pun jumlah yang dapat dinilai pada nefron yang
mengizinkan GFR dihitung, yang lebih baik dari total filtrasi renal.
Namun, karena pembatasan klinis, inulin dan sinistrin meskipun ditentukan
melalui penanganan yang lebih baik fitur jarang digunakan untuk tujuan ini dan
angka kreatinin adalah baku bagi penentuan suatu GFR yang mendekati. Inulin juga
digunakan untuk rehidrasi dan remineralisasi yang menyertai pentingnya

kehilangan air, seperti diare dan diforesis. Inulin dapat juga digunakan sebagai
adjuvan vaksin.

E. SUMBER INULIN ALAMI


Di Eropa dan Amerika, sebelum penemuan insulin pada 1923, penderita diabetesserta konsumtif-sering diberikan zat yang disebut Atlantic starch atau diabetic sugar,
yang berasal dari inulin, suatu bentuk gula buah yang terjadi secara alami, yang
diekstrak dari akar bunga dahlia. Inulin juga banyak terkandung dalam bengkoang.
Inulin masih digunakan dalam uji klinis untuk fungsionalitas ginjal.
1. Bengkoang

Gambar 3. Bengkoang
Bengkuang atau bengkoang (Pachyrhizus erosus) dikenal dari umbi (cormus)
putihnya yang bisa dimakan sebagai komponen rujak dan asinan atau dijadikan
masker untuk menyegarkan wajah dan memutihkan kulit. Tumbuhan yang berasal

dari Amerika tropis ini termasuk dalam suku polong-polongan atau Fabaceae. Di
tempat asalnya, tumbuhan ini dikenal sebagai xicama atau jcama. Orang Jawa
menyebutnya sebagai besusu.
Tumbuhan ini membentuk umbi akar (cormus) berbentuk bulat atau membulat
seperti gasing dengan berat dapat mencapai 5 kg. Kulit umbinya tipis berwarna
kuning pucat dan bagian dalamnya berwarna putih dengan cairan segar agak manis.
Umbinya mengandung gula dan pati serta fosfor dan kalsium. Umbi ini juga
memiliki efek pendingin karena mengandung kadar air 86-90%. Rasa manis berasal
dari suatu oligosakarida yang disebut inulin, yang tidak bisa dicerna tubuh manusia.
Sifat ini berguna bagi penderita diabetes atau orang yang berdiet rendah kalori.
2. Umbi Bunga Dahlia

Gambar 4. Umbi Bunga Dahlia


Umbi Bunga dahlia mengandung inulin yang merupakan polimer dari unit-unit
fruktosa. Inulin ini merupakan salah satu komponen bahan pangan yang memiliki
kandungan serat sangat tinggi. Inulin memiliki sifat larut dalam air dan tidak dapat
dicerna oleh enzim-enzim pencernaan. Inulin ini memiliki fungsi sebagai probiotik.

Probiotik ini ialah komponen yang berfungsi sebagai substrat mikroflora yang
menguntungkan

di

dalam

usus.

Komponen pangan yang memiliki sifat prebiotik antara lain laktulosam,


galaktooligosakarida, inulin, dan juga fruktooligosakarida. Inulin ini memiliki
banyak manfaatnya. Pada bidang pangan, inulin merupakan pengganti lemak dan
gula pada produk-produk makanan yang rendah kalori. Inulin dapat mencapai usus
besar tanpa mengalami perubahan struktur karena memiliki sifat yang tidak dapat
dicerna oleh enzim-enzim pencernaan. Meski demikian, ternyata inulin dapat
mengalami fermentasi akibat aktivitas mikroflora yang ada di dalam usus besar dan
berimplikasi positif pada kesehatan manusia. Peningkatan kekebalan tubuh akan
meningkat berkat inulin yang difermentasi di dalam usus besar menjadi asam-asam
lemak sehingga semakin banyak kandungan inulin di dalam tubuh akan berdampak
pada makin bertambahnya sistem kekebalan pada tubuh manusia.
Asam laktat yang dihasilkan dari proses fermentasi inulin juga berfungsi dalam
mencegah terjadi konstipasi dan meningkatkan penyerapan (absorbs) kalsium untuk
mencegah terjadinya proses osteoporosis. Makanya, karena perannya sebagai
pencegah osteoporosis ini inulin kerap digunakan dalam produk-produk susu
formula.
Kandungan inulin yang berasal dai bunga Dahlia. Bunga Dahlia berdasarkan
jenis bunganya, terdapat setidaknya 12 jenis dan sejauh ini telah banyak
dikembangkan menjadi ratusan macam untuk tanaman pot dan bunga potong.
Kadar air umbi segar ialah 79-88 % dengan kandungan inulinnya sekitar 5,9-

16,3%. Sedangkan biasanya inulin yang terekstrak hanya sekitar 4,3% saja. Bunga
Dahlia yang mengandung inulin bisa menjadi alternatif pengobatan dengan
konsumsi obat-obatan yang mengandung bahan-bahan kimia. Konsumsi inulin
dalam jangka panjang tak akan berdampak buruk, sebaliknya akan memberikan
dampak positif bagi tubuh.
a. Prebiotik dalam Umbi Bunga Dahlia
Prebiotik didefinisikan sebagai ingredien yang tidak dapat dicerna yang
meng-hasilkan

pengaruh

menguntungkan

terhadap

inang

dengan

cara

menstimulir secara selektif pertumbuhan satu atau lebih sejumlah mikroba


terbatas pada saluran pencernaan sehingga dapat meningkatkan kesehatan inang.
Prebiotik sebenarnya merupakan karbohidrat yang tidak dicerna tubuh,
sedangkan probiotik merupakan mikroorganisme hidup. Salah satu contoh
prebiotik adalah laktulosa yang merupakan karbohidrat yang tidak dapat diserap
dan sering ditambahkan pada susu instant. Produk prebiotik lain yang dibuat
dalam tepung adalah inulin dan oligosakarida. Inulin dan oligosakarida dapat
diisolasi dari sumber alami, seperti umbi-umbian. Umumnya umbi-umbian
mengandung oligosakarida dalam bentuk rafinosa dalam jumlah tinggi.
Sebenarnya prebiotik secara alami terdapat pada tanaman, misalnya pada
umbi dahlia, bawang merah, bawang putih, asparagus, kedelai, ubi jalar, dan
juga pada susu. Namun, bukan berarti jika kita mengkonsumsi tanaman-tanaman
tersebut secara alami akan didapat bahan prebiotik seperti yang diharapkan.
Sumber prebiotik alami adalah air susu ibu (ASI) dalam bentuk oligosakarida

yang terkandung dalam kolostrum, yaitu oligosakarida N-asetil glukosamin,


yang hanya sedikit sekali dapat tercerna dalam usus (<5%), dan mendukung
pertumbuhan bakteri Bifidobacterium. Prebiotik secara komersil diproduksi dari
oligosakarida seperti inulin dan turunannya (frukto oligosakarida). Selain itu,
secara alami fruktooligosakarida terdapat dalam berbagai sayur dan buah
misalnya bawang merah, asparagus, dan chicory (mengandung inulin), pisang,
oligosakarida pada kedelai, dan artichoke . Bahan prebiotik yang paling sering
digunakan adalah FOS (FructoOligoSacarida) yang dari berbagai penelitian
ternyata disukai dan difermentasi oleh Bifidobacetria. Efek utama prebiotik
adalah menstimulasi secara selektif pertumbuhan Bifidobacteria dan Lactobacili
dalam usus sehingga meningkatkan daya tahan tubuh terhadap patogen.
Karbohidrat prebiotik kemungkinan mempunyai efek nonspesifik karena
terfermentasi dalam usus besar. Karbohidrat prebiotik yang telah dievaluasi pada
manusia adalah fruktan atau galaktan. Penelitian in-vitro dan in-vivo
menunjukkan bahwa prebiotik tidak dicerna oleh enzim, tetapi difermentasi oleh
bakteri anaerob di dalam usus besar. Melalui fermentasi dalam usus besar,
karbohidrat prebiotik menghasilkan asam lemak rantai pendek (small chain fatty
acid

/ SCFA), menstimulasi

pertumbuhan berbagai bakteri termasuk

Bifidobacteria dan Lactobacilli, dan dapat menghasilkan gas. Seperti karbohidrat


terfermentasi lain, prebiotik mempunyai efek laksatif, tetapi sulit dibuktikan
karena efeknya jarang sekali dilaporkan secara klinis. Secara potensial efek
utama karbohidrat prebiotik adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh
terutama usus terhadap mikroorganisme patogen, sehingga mengurangi

frekuensi diare yang dialami seseorang, selain itu prebiotik dapat berfungsi
sebagai antikarsinogenik, antimikrobial, aktivitas hipolipidemik dan glukosamudulator, memperbaiki aktivitas dalam penyerapan mineral dan mengatur
keseimbangannya sehingga mencegah osteoporosis.
Tanaman-tanaman yang mengandung konsentrasi tinggi inulin lainnya meliputi:
1. Elecampane (Inula helenium)
2. Coneflower Echinacea spp
3. Dandelion (Taraxacum officinale)
4. Wild Yam (Dioscorea spp.)
5. Jerusalem artichoke (Helianthus tuberosus)
6. Chicory (Cichorium intybus)
7. Jicama (Pachyrhizus erosus)
8. Burdock (Arctium lappa)
9. Costus Saussurea lappa
10. Mugwort Artemisia vulgaris
11. Bawang (Allium cepa)
12. Bawang putih (Allium sativum)

13. Agave (Agave spp.)


14. Leopards-Bane Arnica montana
15. Yacn (Smallanthus sonchifolius spp.)
16. Camas (Camassia spp.)
Tabel 1. Kandungan Inulin dari Beberapa Tanaman

Sumber
Bawang putih
Artichoke
Leek
Cichoke
Bawang merah
Articoke
Pisang
Gandum
Barley
Dandelion
Burdock
Camas
Murnong
Yacon
Salsify

Bagian
Tanaman
umbi
umbi
umbi
akar
umbi
daun
buah
biji
biji
daun
akar
umbi
akar
akar
akar

Bahan Kering
(%)
12-12
19-25
15-20
20-25
40-45
11-16
24-26
88-90
NA
50-55
21-25
31-50
25-28
13-31
20-22

Kandungan Inulin
(%)
2-6
14-19
3-10
15-20
9-16
3-10
0,3-0,7
0,5-1
0,5-1,5
12-15
3,5-4
12-22
8-13
3-19
4-11

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
2012.
http://mybioma.wordpress.com/2008/06/04/inulin-untuk-kesehatan/
diakses pada tanggal 15 Oktober 2014.
Anonim. 2012. http://industri09diah45.blog.mercubuana.ac.id/category/jurnal diakses
pada tanggal 15 Oktiber 2014.
Asih, S. 2009. Pemanfataan Aspergillus calvatus pada Produksi Fruktooligosakarida
(FOS) dari Umbi Dahlia sebagai Sumber Prebiotik Susu Formula Balita. Bogor;
Institut Pertanian Bogor.
Azhar, M. 2009. Inulin sebagai Prebiotik. Padang; Universitas Negeri Padang.
Martoharsono, S. 1976. Biokimia. Yogyakarta; Gadjah Mada University.
Poedjiadi, A. dan Titin, F. 2006. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta; UI-Press.
Wijanarka, Endang, K. Dan Hermin. 2008. Identifikasi Khamir Inulinonik BAT-2 dari
Umbi Dahlia dan Kemampuan Enzimatisnya. Berkala Ilmiah Biologi. Yogyakarta;
Universitas Gadjah Mada Press.