Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Teori evolusi sudah berusia 150 tahun yang telah berpengaruh besar pada
pandangan hidup yang dianut oleh masyarakat. Teori evolusi selalu identik
dengan teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin, selaku bapak evolusioner.
Teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin berdasarkan teori pendekatan
bukan pembuktian, sehingga banyak kontroveksi jika mengangkat pembahasan
tentang evolusi. Teori ini tentunya tidak lepas dari teori tentang kemunculan dan
kepunahan makhluk hidup dimuka bumi ini.
Proses kemunculan dan kepunahan merupakan suatu proses alamiah dari
kehidupan dan kematian. Adanya kematian merupakan kehilangan namun juga
sekaligus memberikan keuntungan bagi kelompok lain untuk dapat berkembang.
Proses evolusi yang menyangkut kehidupan di daratan pada dasarnya melibatkan
banyak sekali mekanisme, sehingga diperlukan proses yang relatif lama.
Proses kemunculan suatu kehidupan merupakan hal yang sangat penting.
Lamanya bumi ini kosong menunjukkan bahwa proses yang terjadi untuk
menghasilkan suatu kehidupan berlangsung sangat sulit. Banyaknya organisme
yang muncul tetapi kemudian punah juga menunjukkan bahwa proses yang terjadi
sangat sulit.
Pemahaman tentang urutan munculnya kehidupan di bumi lebih didasarkan
pada sisa-sisa makhluk hidup yang memfosil. Fosil terbentuk dengan berbagai
cara dan berbagai proses, meskipun perlu dipahami bahwa semua makhluk hidup
yang sudah mati tidak selalu menjadi fosil. Suatu spesies juga disebut punah
secara fungsional, bila beberapa anggotanya masih hidup tetapi tidak mampu
berkembang biak, misalnya karena sudah tua, atau hanya ada satu jenis kelamin.
Sebelum manusia memenuhi muka bumi, laju kepunahan makhluk hidup cukup
rendah, walaupun beberapa kepunahan massal telah terjadi sebelum itu. Oleh
sebab itu, salah satu aspek penting mengenai kepunahan makhluk hidup ialah
usaha manusia untuk mengembangkan spesies yang terancam punah.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan kemunculan dan kepunahan dalam lingkup
evolusi?
2. Bagaimana Kemunculan dan kepunahan kelompok organisme tertentu dapat
terjadi?
3. Bagaimana teori tentang kemunculan dan kepunahan ?
4. Apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya kemunculan dan kepunahan?
C. Tujuan penulisan
1. Untuk mengetahui defenisi kemunculan dan kepunahan dalam lingkup evolusi
2. Untuk mengetahui kemunculan dan kepunahan kelompok organisme tertentu
terjadi?
3. Untuk mengetahui teori tentang kemunculan dan kepunahan ?

3 | kemunculan dan kepunahan

4. Untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya kemunculan dan


kepunahan?

4 | kemunculan dan kepunahan

BAB II
PEMBAHASAN
A. Kemunculan dan kepunahan kelompok organisme
1. Kemunculan
Kemunculan suatu organisme dapat terjadi karena adanya relung baru
atau relung yang ditinggalkan. Selain itu ada sejumlah persyaratan yang
diperlukan yang mendukung terbentuknya suatu jenis baru. Pemahaman
tentang urutan munculnya kehidupan di bumi lebih didasarkan pada sisa-sisa
makhluk hidup yang memfosil. Fosil terbentuk dengan berbagai cara dan
berbagai proses, meskipun perlu dipahami bahwa semua makhluk hidup yang
sudah mati tidak selalu menjadi fosil. Fosil merupakan sisa-sisa bagian tubuh
yang keras, atau setelah organisme mati kemudian terkubur pasir-lumpur
ataupun endapan lain kemudian mengeras (Sukiya, 2005)
Menurut ahli geologi, sejarah bumi dapat dibedakan dalam banyak
unit waktu. Unit waktu terbesar disebut era, sedangkan era terbagi dalam
periode dan periode terbagi menjadi unit yang lebih kecil disebut zaman.
Pengetahuan akan kehidupan di bumi dikumpulkan dafri bukti fosil terutama
mulai dari era paleozoik, mesozoik, dan cenozoik. Era palezoik atau masa
kehidupan kuno kira-kira 570 juta tahun sampai 340 juta tahun lalu. Era
mesozoik atau era kehidupan pertama dikenal sebagai masa reptilia, mulai 230
juta tahun sampai 165 juta tahun lalu, sedangkan era cenozoik adalah era
kehidupan kera atau masa mamalia dimulai kira-kira 63 juta tahun lalu.
2. Kepunahan
Kehilangan adalah hilangnya seluruh spesies. Kepunahan biasa terjadi,
sebab spesies secara teratur muncul melalui spesiasi dan hilang melalui
kepunahan. Hampir semua spesies hewan dan tanaman yang telah hidup
dibumi sekarang punah, dan tampaknya semua spesies akan mengalami ini.
Kepunahan-kepunahna ini telah berlangsung terus sepanjang sejarah
kehidupan, walau lajunya meningkat tajam karena sesekali terjadi kepunahan
massal. Kejadian kepunahan masa Cretaceus-Tertier, yakni masa kepunahan
dinosaurus non-avia, mungkin paling banyak dikenal, namun kejadian
kepunahan masa Permian-Triassic bahkan lebih parah lagi yakni hampir 96%
spesies yang ada saat itu punah. Kejadian kepunahan masa Holocene adalah
kepunahan yang berlanjut yang berhubungan dengan ekspansi manusia ke
seluruh muka bumi beberapa ribu tahun belakangan ini.
Laju kepunahan saat ini 100-1000 kali lebih tinggi dibanding masa
lalu dan sudah 30% spesies sekarang bisa punah pada pertengahan abad ke21. Aktivitas manusia sekarang menjadi penyebab utama kejadian kepunahan
yang berjalan terus, dan pemanasan global akan mempercepatnya di masa
datang.
Peran kepunahan dalam evolusi belum dipahami dengan baik dan bisa
saja ditentukan oleh tipe kepunahannya. Penyebab peristiwa kepunahan
lambat yang kontinu, penyebab mayoritas kepunahan, mungkin akibat
kompetisi antar spesies memperebutkan sumber daya yang terbatas (eksklusi
kompetitif).
Bila satu spesies mengalahkan spesies yang lain, ini bisa menyebabkan
seleksi spesies, dengan spesies yang lebih cocok (filter) akan survive dan
spesies lainnya punah. Kepunahan massal yang intermittent juga penting
namun bukan berperan sebagai gaya selektif, melainkan mengurangi
keanekaragaman secara drastis dalam pola yang nonspesifik dan
mempercepat evolusi dan spesiasi pada survivor.
Kepunahan dalam biologi berarti hilangnya keberadaan dari sebuah spesies
atau sekelompok takson. Waktu kepunahan sebuah spesies ditandai dengan matinya
individu terakhir spesies tersebut, walaupun kemampuan untuk berkembang biak
tidak ada lagi sebelumnya. Di dalam ilmu ekologi, istilah kepunahan dipakai untuk
kepunahan di suatu studi area. Namun, sepsies ini masih bisa ditemukan di tempat
lain. Fenomena ini disebut juga ekstirpasi. Maka dari itu, menentukan waktu
kepunahan makhluk hidup sangat sulit, dikarenakan wilayah sebaran sebuah spesies

5 | kemunculan dan kepunahan

atau takson yang bisa sangat luas. Kesulitan ini dapat berujung kepada suatu
fenomena yang dinamakan takson Lazarus, di mana sebuah spesies dianggap telah
punah tetapi muncul kembali.
Spesies akan punah bila mereka tidak bisa bertahan saat ada perubahan pada
ekologi mereka ataupun ketika persaingan semakin ketat dengan makhluk hidup lain
yang lebih kuat. Umumnya, suatu spesies akan punah dalam waktu 10 juta tahun,
dihitung dari permulaan kemunculannya. Beberapa spesies, biasanya juga
disebut fosil hidup, karena bisa bertahan dan tidak banyak berubah selama ratusan
juta tahun. Salah satu contoh fosil hidup adalah buaya. Suatu spesies juga disebut
punah secara fungsional, bila beberapa anggotanya masih hidup tetapi tidak mampu

berkembang biak, misalnya karena sudah tua, atau hanya ada satu jenis
kelamin.
Sebelum manusia memenuhi muka bumi, laju kepunahan makhluk
hidup cukup rendah, walaupun beberapa kepunahan massal telah terjadi
sebelum itu. Oleh sebab itu, salah satu aspek penting di tema kepunahan
makhluk hidup ialah usaha manusia untuk mengembangkan spesies yang
terancam punah (endangered species)
B. Kemunculan dan kepunahan kelompok organisme tertentu dapat terjadi
Dengan kondisi yang tepat dan waktu yang cukup lama, evolusi akan
mengakibatkan kemunculan spesies baru. Para ilmuwan telah lama bergelut
dalam mencari definis spesies yang tepat karena spesies yang baru merupakan
gradasi perubahan perlahan dari spesies terdahulu. Menurut Ernst Mayr, seorang
ahli Zoologi (Kimball, 1983) spesies merupakan populasi alamiah yang dapat
mengadakan silang-dalam secara potensial atau aktual, dan tidak mengadakan
persilangan dengan populasi lain, meskipun ada kesempatan untuk itu. Kita harus
mengubahnya sedikit dengan menambahkan bahwa kejadian yang jarang terjadi
perkawinan species dapat berlangsung, tetapi keturunan yang dihasilkan tidak
begitu subur atau efisien. Spesies atau jenis adalah suatu takson yang dipakai
dalam taksonomi untuk menunjuk pada satu atau beberapa kelompok individu
(populasi) yang serupa dan dapat saling membuahi satu sama lain di dalam
kelompoknya (saling membagi gen) namun tidak dapat dengan anggota kelompok
yang lain. Anggota-anggota dalam suatu spesies jika saling berkawin dapat
menghasilkan keturunan yang fertil tanpa hambatan reproduktif. Dapat terjadi,
sejumlah kelompok dalam suatu spesies tidak saling berkawin karena hambatan
geografis namun bila dipertemukan dan dikawinkan dapat menghasilkan
keturunan fertil. Dua spesies yang berbeda jika saling berkawin akan menghadapi
masalah hambatan biologis; apabila menghasilkan keturunan yang sehat,
keturunan ini biasanya steril/mandul.
Spesiasi merupakan kejadian perpisahan garis keturunan yang
menghasilkan dua spesies berbeda yang mempunyai satu populasi leluhur
bersama. Menurut Kimball (1983), bahwa spesiasi adalah pembentukan satu atau
lebih spesies turunan dari satu spesies moyang. Spesiasi dianggap selesai, jika
kedua spesies baru tersebut tidak mampu lagi melakukan kawin silang, dan
begitu seterusnya. Dapat diambil kesimpulan bahwa semua makhluk hidup yang
ada berasal dan berkembang dari moyang yang sama, yaitu dari bentuk hidup
tunggal yang pertama (bersel satu), seperti: Virus/Bakteri -> bersel banyak ->
ikan -> amphibia -> reptilia -> mamalia rendah -> mamalia tinggi, dst. Syarat
terjadinya spesiasi yaitu :
1. Perubahan lingkungan
2. Adanya relung (niche) yang kosong
3. Adanya keanekaragaman suatu kelompok organisme.
C. Teori Tentang Kemunculan Dan Kepunahan
Tidak dapat disangkal bahwa sebenarnya Reptilia merupakan organisme
yang paling sukses di muka bumi. Meskipun reptilia tidak lagi merajai permukaan
bumi, namun jumlah yang kini masih hidup di muka bumi tidak dapat dikatakan
sedikit, dan kini hanya disaingi oleh kelompok pisces. Lamanya Reptilia
menguasai permukaan bumi juga menunjukkan bahwa kelompok ini merupakan
pemula di daratan dan pernah menjadi penguasa daratan (di wakili oleh macammacam Dinosaurus). Untuk mengkaji bagaimana Reptilia timbul dan hilang
6 | kemunculan dan kepunahan

(terutama Dinosaurus) dari muka bumi, kita dapat mempelajari konsekuensikonsekuensi dari kehidupan Reptilia sejak munculnya di muka bumi hingga
punahnya.
Dalam sejarah muka bumi telah tercatat adanya lima kali peristiwa
kepunahan besar- besaran, hal ini terjadi pada masa Kambrian, Ordovisian,
Devonian, Permian, dan Kretasea. Diantara kelima peristiwa kematian masal,
makaperistiwa kematian masal pada periode Permian merupakan kejadian yang
paling aburuk dalam sejarah bumi. Pada waktu itu sekitar 75% organisme punah.
Namun pada masa Kretasea sebelum peristiwa masal, jumlah organisme hidup
sudah melebihi keadaan sebelum peristiwa kematian Permian. Setelah kematian
Kretasea, maka kini jumlah organisme pun masih meningkat lagi sehingga
diperkirakan jumlahorganisme sudah dua kali lipat dari pada keadaan sebelum
peristiwa kematian Permian.
Sebelum makhluk hidup muncul dipermukaan Bumi, yang ada hanya bakal
biosfer, yaitu lingkungan fisik saja. Oleh karena itu, timbullah pertanyaan
darimana dan bagaimana makhluk hidup itu menghuni bumi, berikut beberapa
teorinya, yaitu antara lain:
1. Teori Cosmozoa, yang menyatakan bahwa makhluk hidup datang dari Bumi
dari bagian lain alam semesta ini. Diperkirakan bahwa suatu benda berat telah
menyebarkan benda hidup dan benda hidup itu merupakan suatu partikelpartikel kecil. Teori ini berdasarkan dua asumsi bahwa (1) benda hidup itu ada
atau telah ada di suatu tempat dalam alam semesta ini dan (2) hidup itu dapat
dipertahankan selama perjalanan antar benda angkasa ke Bumi.
2. Teori Pfluger, yang menyatakan bahwa Bumi berasal dari suatu materi yang
sangat panas, kemudian dari bahan itu mengandung karbon dan nitrogen
terbentuk senyawa Cyanogen (CN). Senyawa tersebut dapat terjadi pada suhu
yang sangat tinggi dan selanjutnya terbentuk zat protein pembentuk
protoplasma yang akan menjadi makhluk hidup.
3. Teori Moore, yang menytaka bahwa hidup dapat muncul dari kondisi yang
cocok dari bahan anorganik pada saat Bumi mengalami pendinginan melalui
suatu proses yang kompleks dalam larutan yang labil. Bila fase keadaan
kompleks itu tercapai akan muncullah hidup.
4. Teori alem yang menyatakan bahwa pada saat keadaan fisis Bumi ini seperti
keadaan sekarang,beberapa reaksi terjadi yaitu energi yang datang dari sinar
Matahari diserap oleh zat besi yang lembab dan menimbulkan pengaturan
atom dari materi-materi. Interaksi antara nitrogen, karbon, hidrogen, sulfur,
dalam genangan air dimuka bumi akan membentuk zat-zat yang difus yang
akhirnya membentuk protoplasma benda hidup.
5. Teori Transendental atau dari ciptaan yang merupakan jawaban secara relegi
babenda hidup itu diciptakan oleh Super Nature atu Tuhan Yang Maha kuasa
diluar jangkauan Sains (Nelly, 2000).
D. Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Kepunahan
Kepunahan merupakan fitur yang sedang terjadi pada flora dan fauna di bumi,banyak
spesies yang pernah hidup telah punah.Catatan fosil menunjukkan pernah terjadi beberapa kali
kepunahan masal,dengan setiap kali terjadi kepunahan spesies masal pula.Salah satu kepunahan
terjadi pada akhir jaman Cretaceous 66 juta tahunyang lalu di mana dinosaurus dan banyak
spesies laut mati. Bukti-bukti yang ada menunjuk pada kejatuhan asteroid sebagai penyebab
kepunahan ini.Meskipun telah banyak upaya konservasi, penurunan terus terjadi pada semua
spesies secara luas.
Faktor Alasan Penyebab Kepunahan Suatu Spesies menurut
Godam,1970:
1. Daya Regenerasi Yang Rendah
Banyak hewan yang butuh waktu lama untuk masuk ke tahap berkembang
biak, biasa memiliki satu anak perkelahiran, butuh waktu lama untuk merawat
anak, sulit untuk kawin, anaknya sulit untuk bertahan hidup hingga dewasa,
dan sebagainya. Tumbuhan tertentu pun juga terkadang membutuhkan
persyaratan situasi dan kondisi yang langka untuk bisa tumbuh berkembang.
Hal tersebut menyulitkan spesies yang memiliki daya regenerasi / memiliki

7 | kemunculan dan kepunahan

2.

3.

4.

1.
2.

3.

4.
5.

6.
7.

keturunan rendah untuk memperbanyak dirinya secara signifikan. Berbeda


dengan tikus, ayam, lalat, kelinci, dll yang mudah untuk melakukan
regenerasi.
Campur Tangan Manusia
Manusia terkadang menjadi malapetaka bagi keseimbangan makhluk hidup di
suatu tempat. Manusia kadang kala untuk mendapatkan sesuatu yang berharga
rela membunuh secara membabi buta tanpa memikirkan regenerasi hewan
atau tumbuhan tersebut. Gajah misalnya dibunuhi para pemburu hanya untuk
diambil gadingnya, harimau untuk kulitnya, monyet untuk dijadikan binatang
peliharaan, dan lain sebagainya.
Perubahan areal hutan menjadi pemukiman, pertanian dan perkebunan juga
menjadi salah satu penyebab percepatan kepunahan spesies tertentu. Mungkin
di jakarta jaman dulu terdapat banyak spesies lokal, namun seiring terjadinya
perubahan banyak spesies itu hilang atau pindah ke daerah wilayah lain yang
lebih aman.
Bencana Alam Besar
Adanya bencana super dahsyat seperti tumbukan meteor yang terjadi ketika
jaman dinosaurus memungkinkan banyak spesies yang mati dan punah tanpa
ada satu pun yang selamat untuk meneruskan keturunan di bumi. Sama halnya
dengan jika habitat spesies tertentu yang hidup di lokasi yang sempit terkena
bencana besar seperti bancir, kebakaran, tanah longsor, tsunami, tumbukan
meteor, dan lain sebagainya maka kepunahan mungkin tidak akan terelakkan
lagi.
Didesak Populasi Lain Yang Kuat
Kompetisi antar predator seperti macan tutul dengan harimau mampu
membuat pesaing yang lemah akan terdesak ke wilayah lain atau bahkan bisa
mati kelaparan secara masal yang menyebabkan kepunahan
Menurut Karl (1991) ada tujuh faktor yang mempengaruhi sensitifitas
mahluk hidup terhadap kepunahan yaitu:
Kelangkaan: Spesies disebut langka apabila hanya ditemukan pada area
tertentu atau tersebar, tetapi dalam jumlah individu yang sedikit. Spesies
langka tergantung pada faktor geografis, habitat khusus dan ukuran populasi.
Kemampuan migrasi: Spesies yang tidak mempunyai kemampuan migrasi
mempunyai sensitifitas yang tinggi dibandingkan spesies yang bisa migrasi
terhadap kepunahan. Spesies yang dapat migrasi dapat menghindari dari
kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.
Derajat spesialisasi: Spesies yang mempunyai derajat spesialisasi lebih tinggi
sangat sensitif terhadap kepunahan dibandingkan dengan spesies yang
mempunyai derajat lebih rendah. Contoh spesies yang mempunyai derajat
spesialisasi tinggi adalah Beruang Panda. Hewan ini hanya memakan satu
jenis daun bamboo, sehingga kalau terjadi kelangkaan bahan makanan ini
dapat mempengaruhi kelestarian beruang panda.
Variabilitas populasi: Populasi spesies yang relatif stabil akan lebih adaptif
dibandingkan spesies yang populasinya fluktuatif terhadap perubahan
lingkungan.
Tingkatan trophik: Mahluk hidup didalam ekosistem berdasarkan jaringjaring
makanan berada pada tingkat berbeda. Tingkatan tropik paling bawah adalah
produsen, tingkatan kedua adalah herbivora dan tingkatan selanjutnya adalah
karnivora. Tingkatan paling bawah mempunyai populasi lebih besar
dibandingkan tingkat diatasnya. Berdasarkan ukuran populasi sensitifitas
tingkat tropik paling atas relatif lebih sensitif terhadap kepunahan.
Lama hidup: Spesies yang mempunyai waktu hidup lebih pendek lebih
sensitif terhadap kepunahan dibandingkan dengan spesies yang mempunyai
waktu hidup lebih panjang.
Kecepatan penambahan populasi: Sensitifitas terhadap kepunahan tergantung
dari kemampuan reproduksi spesies. Spesies yang mempunyai kemampuan
reproduksi tinggi (kecepatan pertumbuhan populasi tinggi) akan lebih adaptif
dibandingkan dengan spesies yang kemampuan reproduktifnya lebih rendah.

8 | kemunculan dan kepunahan

1.
2.
3.
4.

Ada empat faktor penyebab yang mengancam kehidupan spesies


(Stiling.P.D, 1992) yaitu:
Hilangnya atau modifikasi habitat: Penyebab terjadinya hilang atau modifikasi
habitat disebabkan oleh aktifitas manusia antara lain, perubahan lahan
menjadi lahan pertanian atau perumahan pencemaran dan polusi.
Over eksploitasi: Contoh terjadinya eksploitasi antara lain budaya berburu,
penjualan kayu dan perdagangan hewan.
Eksotik spesies: Introduksi spesies pada habitat suatu spesies dapat
menyebabkan terjadinya kompetisi.
Penyakit: Penyakit endemik atau eksotik dapat menyebabkan kematian massal
spesies

9 | kemunculan dan kepunahan

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Kemunculan suatu organisme dapat terjadi karena adanya relung baru atau
relung yang ditinggalkan.
2. Kepunahan biasa terjadi, sebab spesies secara teratur muncul melalui spesiasi
dan hilang melalui kepunahan. Kepunahan dalam biologi berarti hilangnya
keberadaan dari sebuah spesies atau sekelompok takson. Waktu kepunahan sebuah
spesies ditandai dengan matinya individu terakhir spesies tersebut

3. Teori kemunculan menurut evolusionis yaitu pertama, teori Cosmozoa, yang


menyatakan bahwa makhluk hidup datang dari Bumi dari bagian lain alam
semesta ini. Kedua, teori Pfluger, yang menyatakan bahwa Bumi berasal dari
suatu materi yang sangat panas, kemudian dari bahan itu mengandung karbon
dan nitrogen terbentuk senyawa Cyanogen (CN). Ketiga, teori Moore.
Keempat, teori alem yang menyatakan bahwa pada saat keadaan fisis Bumi ini
seperti keadaan sekarang. Teori Transendental atau dari ciptaan yang
merupakan jawaban secara relegi babenda hidup itu diciptakan oleh Super
Nature atu Tuhan Yang Maha kuasa diluar jangkauan Sains
5. Faktor penyebab kepunahan yaitu daya regenerasi yang rendah, campur
tangan manusia, bencana alam besar, didesak populasi lain yang kuat
B. Saran
Evolusi merupakan bahan perbincangan yang banyak menimbulkan kontrofeksi
dikalangan masyarakat luas, olehnya itu harus kita pahami bahwa studi ini adalah
teori yang ditemukan oleh salah satu ilmuan, yang sampai saat ini masih tabuh.

DAFTAR PUSTAKA
Sukiya. 2005. Evolusi. Malang : Universitas Negeri Malang.
Muaddin.2012. Evolusi.jurnal-evolusi-online.diakses pada tanggal 20 maret 2016
Nelly, 2000. Teori kemunculan. Article-inter-junsis-Evolusi.http//jukses-Nelly-greet.
diakses pada tanggal 20 maret 2016
Godam.1970. Faktor Kepunahan. http://Jurnal-Evolusi-Faktor-Kepunahan Makhluk
Hidup . diakses pada tanggal 20 maret 2016

10 | k e m u n c u l a n d a n k e p u n a h a n