Anda di halaman 1dari 18

REVIEW JURNAL KONDUKTOR YANG KURANG BAIK

OLEH:

TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS UDAYANA
2014

KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas
keagunganNya kepada saya sebagai penulis sehingga dapat menyelesaikan review paper yang
berjudul konduktor yang kurang baik
Saya sebagai penulis mencoba mereview paper ini demi mendalami materi yang ada serta
agar lebih memahami isi materi dari paper ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen
pembimbing, serta pihak-pihak yang telah banyak memberikan kontribusi dalam pembuatan
makalah ini.
Akhir kata mohon maaf bila ada hal-hal yang kurang berkenan dan penulis mengucapkan
terima kasih kepada semua pihak agar bisa memberikan kritik sehat terhadap review makalah ini
sehingga karya ini dapat memiliki mutu dan bobot yang lebih baik dikemudian hari. Atas
perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Bukit Jimbaran, September 2014

Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR. i
DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang1
1.2 Abstraksi..

BAB II RINGKASAN
2.1 Definisi Konduktor .. 3
2.2 Daya hantar listrik

2.3 Bahan Konduktor yang kurang baik


4
BAB III PEMBAHASAN
3.1 DEFINISI RAKSA (Hg)..
5
3.2 SIFAT-SIFAT RAKSA(Hg)
6
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan. 10
BAB V DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka...11

ii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Review paper ini dibuat untuk menjabarkan isi dari paper konduktor yang kurang
baik, selain itu dengan adanya review ini diharapkan pembaca dapat lebih mengerti
sekaligus memahami apa saja yang terkandung dalam paper bahan konduktor yang kurang
baik .
Pembangunan saluran transmisi memerlukan perencanaan yang matang agar penyaluran
energi listrik dapat optimal. Perencanaan dalam pembangunan saluran transmisi daya listrik ini
harus mempertimbangkan hal-hal yang meliputi perencanaan secara teknis, baik mekanis
maupun elektris, dan ekonomis. Dengan adanya perencanaan saluran transmisi daya listrik yang
baik diharapkan agar dalam pembangunan saluran transmisi dapat menjadi lebih optimal
sehingga setelah saluran transmisi beroperasi untuk menyalurkan daya listrik akan menjadi
andal, efektif, dan efisien, serta aman bagi lingkungan di sekitarnya.

Penyaluran daya listrik dari pusat pembangkit ke pusat beban membutuhkan saluran
transmisi dengan efisiensi tinggi, regulasi tegangan rendah serta aman bagi lingkungan
disekitarnya. Penggunaan tegangan ekstra tinggi dapat meningkatkan efisiensi dan menurunkan
jatuh tegangan tetapi berakibat pada terjadinya korona. Korona meningkatkan rugi penyaluran
dan menimbulkan gangguan terhadap lingkungan berupa Audible Noise (AN) dan Radio
Interference (RI). Audible Noise (AN) dan Radio Interference (RI) yang terlalu besar akan
mengganggu masyarakat disekitar jalur saluran transmisi. Penggunaan konduktor berkas
merupakan cara untuk mengurangi regulasi tegangan dan risiko terjadinya korona

1
1.2 Abstraksi

Saluran transmisi udara merupakan salah satu komponen penting dalam


penyaluran energi listrik pada sistem tenaga listrik.Seiring dengan peningkatan
kebutuhan listrik, selain perlu pembangunan pembangkit yang baru juga
diperlukan pembangunan saluran transmisi yang baru untuk keperluan
penyaluran energi listrik dari pembangkit. Untuk itu, perlu dilakukan perencanaan
yang matang dalam\pembangunan saluran transmisi dengan mempertimbangkan
aspek mekanis, elektris, maupun ekonomis.

Hal-hal yang penting dalam perencanaan saluran transmisi adalah penentuan


tegangan, isolator yang dipakai, pemilihan jenis konduktor, perhitungan
andongan, serta konstruksi menara. Selain itu juga perlu diperhatikan tentang
penentuan jarak antar kawat dan juga clearance pada saluran. Perhitungan jarak
antar kawat penting untuk mengantisipasi terjadinya persinggungan antar
konduktor saatterjadi ayunan konduktor. Sedangkan clearance penting untuk
keamanan lingkungan sekitar. Dalam Tugas Akhir ini akan dibahas mengenai
penentuan jarak minimum antar kawat serta clearance pada saluran transmisi
udara di mana hal tersebut sangat dipengaruhi oleh tegangan sistem, jenis
konduktor yang dipakai, dan nilai andongan. Dengan adanya perencanaan yang
tepat diharapkan dapat diperoleh hasil yang optimal dalam pembangunan saluran
transmisi udara.

BAB II
RINGKASAN

2.1 Definisi Konduktor


Penghantar adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik, baik berupa zat padat, cair
atau gas. Karena sifatnya yang konduktif maka disebut konduktor. Konduktor yang baik adalah
yang memiliki tahanan jenis yang kecil. Pada umumnya logam bersifat konduktif.

Konduktor adalah bahan yang di dalamnya banyak terdapat elektron bebas mudah
untuk bergerak.Tarikan antara elektron yang berada dalam edaran paling luar dan intinya
adalah sangat kecil, hingga dalam suhu normal pun ada satu atau lebih elektron yang terlepas
dari atomnya. Elektron bebas ini bergerak-gerak secara acak dalam ruang di celah atom-atom.
Gerakan elektron-elektron ini dinamakan bauran ( difusi ).

Konduktor yang baik adalah yang memiliki tahanan jenis yang kecil Sebab makin besar
tahanan listrik maka makin besar disipasi kalor akibat adanya aliran listrik sehingga makin
banyak energi listrik yang hilang

2.2 Daya hantar listrik


Daya hantar listrik adalah kemapuan benda dalam menghantarkan listrik (Rosella,2010).
Listrik dapat berjalan disebabkan oleh adanya arus listrik. Arus listrik yang mengalir dalam
penghantar mengalami tahanan dari penghantar itu sendiri. Kita dapat menghitung besarnya
suatu tahanan dengan persamaan yaitu:

Jadi semakin besar tahanan jenis (p) maka nilai hambatan (R) semakin besar
menyebabkan bahan konduktor menjadi bahan yang kurang baik untuk digunakan.

3
2.3 Bahan Konduktor yang kurang baik
Konduktor yang kurang baik yaitu konduktor yang memiliki tahanan jenis yang besar,
Tahanan jenis adalah kemampuan suatu bahan menahan arus yang dialirkan dari satu titik ke titik
tertentu. Salah satu contoh konduktor yang kurang baik yaitu air raksa, Raksa (air raksa/merkuri)
merupakan unsur logam yang sangat berat.Logam ini berbentuk cair pada suhu ruangan,
mengkilap, berwarna putih keperakan, mudah menguap pada suhu kamar, dan tidak berbau.
Logam raksa banyak digunakan di laboratorium untuk pembuatan termometer, barometer,
pompa difusi dan alat-alat lainnya.Raksa juga digunakan dalam pembuatan lampu uap merkuri,
pembuatan baterai, dan alat-alat elektronik lainnya.Kegunaan lainnya adalah untuk pembuatan
pestisida, gigi buatan, pelapis cermin dan lainnya. Walaupun mempunyai banyak kegunaan,
namun raksa merupakan racun yang berbahaya karena dapat diserap melalui kulit, saluran
pernapasan dan saluran pencernaan.Raksa merupakan sumber polusi yang membahayakan dan
sekarang ini diketahui banyak ditemukan di air dan sungai.Oleh karena itu, penggunan raksa
telah dilarang atau sangat dibatasi di sejumlah negara karena dampaknya terhadap manusia dan
lingkungan.
Logam raksa sangat beracun karena dapat menyebabkan kerusakan pada sistem
saraf.Keracunan yang dapat membahayakan oleh raksa dapat terjadi akibat kontak kulit,
makanan, minuman, dan pernafasan.Uap air raksa sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan
kerusakan otak. Senyawa air raksa dan logam air raksa dapat mengakibatkan kerusakan susunan
saraf pusat (otak), kerusakan ginjal, kerusakan hati, gangguan mental, kebutaan, gangguan pada
sistem reproduksi (perkembangan janin).

BAB III
PEMBAHASAN

Bahan Penghantar (konduktor) adalah zat atau bahan yang bersifat dapat menghantarkan,
baik listrik maupun kalor. Umumnya penghantar memiliki sifatnya yang konduktif maka disebut
konduktor yang dapat berupa zat padat dan cair. Konduktor adalah bahan yang di dalamnya
banyak terdapat elektron bebas yang mudah untuk bergerak. Terdapat dua jenis konduktor yaitu
bahan konduktor yang baik yang mempunyai tahanan jenis yang kecil dan konduktor yang
kurang baik yaitu konduktor yang memiliki tahanan jenis yang besar, salah satu contoh bahan
konduktor yang kurang baik yaitu logam raksa/mercury (Hg) selain sebagai bahan konduktor
yang kurang baik raksa/mercury juga memiliki efek yang sangat buruk kepada libgkungan jika
digunakan secara sembarangan.
3.1 DEFINISI RAKSA (Hg)
Raksa (atau merkuri atau hydrargyrum (bahasa Latin: Hydrargyrum, air/cairan perak)
adalah unsur kimia pada tabel periodik dengan simbol Hg dan nomor atom 80.Unsur golongan
logam transisi ini berwarna keperakan dan merupakan satu dari lima unsur (bersama cesium,
fransium, galium, dan brom) yang berbentuk cair dalam suhu kamar, serta mudah
menguap.Raksa (air raksa/merkuri) merupakan unsur logam yang sangat berat.Logam ini
berbentuk cair pada suhu ruangan, mengkilap, berwarna putih keperakan, mudah menguap pada
suhu kamar, dan tidak berbau.Raksa terbentuk secara alami di alam dan terdapat dalam berbagai
bentuk. Dalam bentuk murni raksa dikenal sebagai logam raksa (Hg (O) atau HgO). Di alam,
raksa dibebaskan dari gunung berapi, penguapan dari tanah dan permukaan air, melalui endapan
mineral, dalam batu bara dan kebakaran hutan.
Kebanyakan merkuri yang ditemukan di alam terdapat dalam bentuk gabungan dengan
elemen lainnya, dan jarang ditemukan dalam bentuk elemen terpisah.Komponen merkuri banyak
tersebar di karang-karang, tanah, udara, air dan organisme hidup melalui proses-proses fisik,
kimia dan bahan biologi yang kompleks.

5
3.2 SIFAT-SIFAT RAKSA(Hg)
1. Sifat Fisik

Berkilau seperti warna keperakan

Mempunyai titik leleh yang rendah 234.32 K (-38.83o C, -37.89o F)

Berujud cair pada suhu kamar (25o C) dengan titik beku paling rendah sekitar
-39o C.Masih berujud cair pada suhu 396o C. Pada temperatur 396o C ini telah terjadi
pemuaian secara menyeluruh.

2. Sifat Kimia

Daya hantar listrik yang tinggi

Bersifat diagmanetik

Memberikan uap monoatom dan mempunyai tekanan uap (1,3 x 10-3 mm) pada suhu
20o C.

Larut dalam cairan polar maupun tidak polar.

Merupakan logam yang paling mudah menguap jika dibandingkan dengan logam-logam
yang lain.Karena penguapan dan toksisitas yang tinggi, air raksa harus disimpan dalam
kemasan tertutup dan ditangani dalam ruang yang cukup pertukaran udaranya.

Air raksa mudah hilang dari larutan akua garam air raksa karena reduksi oleh runutan
bahan pereduksi, atau dengan disproporsionasi Hg22+.

Cenderung membentuk ion-ion M22+.

Dilihat dari potensial standar, jelas bahwa hanya zat pengoksidasi dengan potensial dalam
ranah 0,79 V sampai -0,85 V dapat mengoksidasi air raksa menjadi Hg1 namun tidak
menjadi Hg11.

Apabila air raksa direaksikan dengan zat pengoksidasi berlebih, seluruhnya akan berubah
menjadi Hg11.

Sangat sedikit senyawa raksa yang larut dalam air, dan kebanyakan tak terhidrasi.

6
3.2.1 Nama Lain dari Air Raksa (Hg) :

Metallic Mercury.
Quick Silver
Hidrargyrum.
Colloidal Mercury
Liquid Silver.
Quicksil lnorganic Mercury.

3.2.2 Kegunaan Raksa (Hg)

Sebagai katoda pada proses elektrolisis menghasilkan soda api dan khlor.
Pembuatan thermometer, barometer, hydrometer.
Lampu merkuri.
Pelapis cermin.
Katalis pada oksidasi organic.
Paduan penambal gigi (amalgam).
Pembuatan batere.
Pembuatan alat listrik.

3.2.3 Jenis-Jenis Raksa (Hg)

Mercury terjadi secara alami di lingkungan dan terdapat dalam berbagai bentuk. Dalam
bentuk murni yang dikenal sebagai logam raksa (Hg (0). Mercury jarang ditemukan di alam
sebagai murni, cair logam, tetapi dalam compounds anorganik dan garam. Mercury dapat terikat
lainnya compounds sebagai monovalent raksa atau divalent (juga dinyatakan sebagai Hg (I) dan
Hg (II) atau Hg2 +, masing-masing). Banyak anorganik dan organik dari compounds raksa dapat
dibentuk dari Hg (II).
Beberapa bentuk raksa terjadi secara alami di lingkungan.Alam yang paling sering ditemukan
bentuk raksa di lingkungan adalah logam raksa, mercuric sulfida, mercuric khlorida, dan
methylmercury. Beberapa mikro-organisme dan alam proses dapat mengubah raksa di
lingkungan dari satu bentuk lain.

7
3.2.4 Pengklasifikasian Raksa
1. FMA (fenil merkuri asetat) : yang digunakan untuk mencegah pembentukan kapur pada

pulp dan kertas basah selama proses penyimpanan. Merkuri juga digunakan dalam industri cat
untuk mencegah pertumbuhan jamur sekaligus sebagai komponen pewarna.
2. metil merkuri disiano diamida (CH3-Hg-NH-CHHNHCN): sering digunakan dalam
bidang pertanian sebagai fungisida
3. amalgram. : dalam bidang pertambangan, Logam merkuri digunakan untuk membentuk

Contohnya dalam pertambangan emas, logam merkuri digunakan untuk mengikat dan
memurnikan emas.
4. Logam merkuri : dalam bidang kedokteran, digunakan untuk campuran penambal gigi.
5. Merkuri : dalam peralatan fisika, digunakan dalam thermometer, barometer, pengatur

tekanan gas dan alat-alat listrik

8
3.2.5 Raksa (Hg) di Pasaran
Air Raksa Amerika

Sumber: http://www.moejaya.com/produk.html

Air Raksa Rusia

Sumber: http://www.moejaya.com/produk.html

Air Raksa Swiss

Sumber: http://www.moejaya.com/produk.html

9
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Penghantar adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik, baik berupa zat padat, cair
atau gas. Karena sifatnya yang konduktif maka disebut konduktor. Konduktor yang baik adalah
yang memiliki tahanan jenis yang kecil Sebab makin besar tahanan listrik maka makin besar
disipasi kalor akibat adanya aliran listrik sehingga makin banyak energi listrik yang hilang. Jadi
semakin besar tahanan jenis (p) maka nilai hambatan (R) semakin besar menyebabkan bahan
konduktor menjadi bahan yang kurang baik untuk digunakan.

Salah satu contoh dari konduktor yang kurang baik adalah raksa (Hg), Raksa (atau
merkuri atau hydrargyrum (bahasa Latin: Hydrargyrum, air/cairan perak) adalah unsur kimia
pada tabel periodik dengan simbol Hg dan nomor atom 80.Unsur golongan logam transisi ini
berwarna keperakan dan merupakan satu dari lima unsur (bersama cesium, fransium, galium, dan
brom) yang berbentuk cair dalam suhu kamar, serta mudah menguap, Kebanyakan merkuri yang
ditemukan di alam terdapat dalam bentuk gabungan dengan elemen lainnya, dan jarang
ditemukan dalam bentuk elemen terpisah.Komponen merkuri banyak tersebar di karang-karang,
tanah, udara, air dan organisme hidup melalui proses-proses fisik, kimia dan bahan biologi yang
kompleks.

Selama ini raksa yang beredar di pasaran kebanyakan adalah raksa yang diimpor dari
Luar negeri, Raksa tersebut berasal dari Negara seperti: Amerika, Rusia, Swiss, dan China. Air
raksa mempunyai banyak manfaat jika digunakan secara benar dan sesuai standart jika Air raksa
digunakan secara sembarangan maka akan menyebabkan kerusakan lingkungan dan
menimbulkan penyakit bagi makhluk hidup.

10
BAB V
DAFTAR PUSTAKA

http://www.academia.edu.documents/33213748/Makalah_Unsur_Senyawa.docx

http://www.academia.edu.documents/33494000/Raksa.docx

11