Anda di halaman 1dari 32

A.

PENGERTIAN PLAFOND
Kata plafon berasal dari kata plafond (bahasa Perancis), yang berarti
langit-langit. Ceiling (bahasa Inggris) istilah yang lebih sering digunakan dalam
pekerjaan bangunan. Langit-langit (ceiling atau plafon) adalah permukaan interior
bagian atas sebuah ruangan.
Plafond adalah bagian dari suatu bangunan, maka ia tidak lepas dari fungsi,
bentuk, dan karakter bangunan tersebut. Pengertian plafond adalah melindungi
dari suatu bidang penyekat sehingga terbentuk suatu ruang. Pada saat ini peranan
plafond juga mengalami perubahan fungsi dan bentuk walaupun prinsip-prinsip
dari plafond masih tetap dipertahankan. Perkembangan teknologi yang muktahir
memberikan kemungkinan yang banyak dalam bentuk, struktur, fungsi, bahan,
tekstur dan penampilan lain dari hanya sekedar plafond (Suptandar, 1999 : 134)
Menurut penggunaan material, plafond dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Accoustical Ceiling: berfungsi sebagai isolator suara dan mengurangi
tingkat kebisingan suara.
2. Lominous Ceiling: berfungsi untuk memendarkan cahaya dan memberi
efek cahaya khusus pada ruangan
3. . Baffle Ceiling: berfungsi meredam suara dan memberikan suasana
tertentu pada ruangan (Barr, Vilma, Charles E. Broudy,1986:71)

B. FUNGSI PLAFON
Fungsi Plafon diantaranya adalah :
1. Sebagai Penutup Rangka Atap sehingga rangka atap tidak menggangu
pemandangan di dalam rumah
2. Sebagai Penutup Rongga / Tempat untuk menyembunyikan beragam
Instalasi seperti Instalasi listrik, Instalasi AC, Instalasi Air, Detektor asap
dll. Berbagai Instalasi diletakkan / dipasang diatas Rangka Plafon.
3. Sebagai Insulator Panas adalah untuk menjaga kondisi suhu di dalam
ruangan akibat sinar matahari yang menyinari atap rumah. Udara panas di
ruang atap ditahan oleh plafond sehingga tidak langsung mengalir ke
ruang di bawahnya sehingga suhu ruang dibawahnya tetap terjaga.
4. Sebagai Tempat Meredam Suara untuk terciptanya Akustik Ruang Home
Theatre. Biasanya Dinding dan Plafon dilapisi dengan karpet dan busa
dengan ketebalan tertentu, dan dibuat berlekuk-lekuk seperti bantalan sofa.
Bidang lekuk-lekuk berfungsi sebagai bidang Pantul Suara dan lapisan
karpet dan busa berfungsi sebagai Penyerap Suara.
5. Plafon juga berfungsi untuk melindungi ruangan-ruangan didalam rumah
dari rembesan air yang masuk dari atas atap, menetralkan bunyi atau suara
yang bising pada atap pada saat hujan.
Namun saat ini, fungsi plafond rumah juga telah mengalami perluasan
persepsi, tak hanya mengakomodir fungsi-fungsi di atas, desain plafond saat ini
juga dirancang sedemikian rupa sebagai pemberi kesan estetika khususnya pada
interior ruangan.
Kualitas plafond rumah dipengaruhi oleh bahan atau material plafond yang
dipakai, dimana setiap bahan atau material plafond tentunya mempunyai
karakteristik yang berbeda-beda.

C. JENIS-JENIS PLAFON

Bahan Bahan produk plafon yang di pasarkan oleh produsen plafon


smangkin berfariasi dan masin-masing dari jenis dan bahan memiliki kelebihan
dan kekurangan masing-masing, Untuk lebih lengkapnya sebagai berikut :
1. Plafon Triplek
Plafon jenis ini merupakan pilihan yang paling umum digunakan sebelum
orang mengenal gypsum.Bahan utama untuk membuat plafon ini adalah kayu
kaso ukuran 4X6 sebagai rangkanya.Jika Anda menginginkan rangka yang lebih
kuat dan kokoh bisa menggunakan kayu kaso ukuran 5X7.Sedangkan untuk
plafonnya sendiri umumnya menggunakan triplek ukuran 3mm atau 4mm dan jika
Anda menginginkan plafon triplek yang lebih kuat dan kokoh bisa menggunakan
triplek ukuran 6mm.
Kelebihannya adalah karena rangkanya terbuat dari kayu maka cukup kuat
untuk diinjak sehingga apabila ada sesuatu yang perlu diperbaiki di atas plafon
tidak takut jebol.Sedangkan kekurangannya adalah kurang tahan air jika terjadi
rembesan air hujan dari atap rumah.Disamping itu sambungan antara triplek
dengan triplek lainnya juga harus dipoles sedemikian rupa agar tidak begitu
kelihatan.
Barikut ini beberapa contoh Plafon dari bahan Triplek :

Info Daftar Harga Triplek Multiplek :


Sumber: http://www.hargabangunan.xyz/harga-triplek/

2. Plafon Gypsum
Saat ini plafon gypsum telah menjadi favorit masyarakat Indonesia.Material
yang digunakan untuk rangka bisa berfariasi bisa menggunakan metal furing dan
ada juga yang menggunakan kayu.Penggunaan kayu sebagai rangkanya akan lebih
kuat saat dipijak.Namun jika digunakan pada rumah bertingkat sebaiknya pada
lantai bawah dianjurkan menggunakan rangka metal furing saja.Kelebihan plafon
gypsum yaitu cepat dalam pengerjaan dan hasilnya juga akan lebih rapi karena
sambungannya bisa dibuat tidak kelihatan sama sekali.Model dan bentuk plafon
juga bisa dibuat sesuai keinginan karena sudah tersedia bermacam-macam lis
profil,motif panel papan tengah dan material pendukung lainnya.Bentuk
plafon gypsum bisa dibuat dalam berbagai bentuk misalnya
bentuk bertingkat(drop ceiling),kubah(dome) dan lain-lain.
Barikut ini beberapa contoh Plafon dari bahan Triplek :

Info Daftar Harga Gybsum :


Sumber http://www.hargamaterial.xyz/harga-plafon-gypsum-dan-grc/

3. Plafon GRC(Glassfiber Reinforced Cement Board)


Saat ini plafon GRC sudah mulai banyak digunakan untuk aplikasi plafon
rumah.Keunggulan plafon dengan papan GRC yaitu lebih tahan terhadap api dan
air,ringan dan luwes dan proses pengerjaannyapun cukup mudah.Sedangkan
kekurangannya yaitu tidak tahan benturan atau mudah retak.
Contoh Plafon GRC :

Konstruksi Plafon GRC :

Info Daftar Harga Gybsum :


Sumber http://www.hargamaterial.xyz/harga-plafon-gypsum-dan-grc/

4. Plafon Kayu(lambersering)
Papan kayu atau lambersering adalah kayu olahan yang dibuat bentuk
menjadi lembaran-lembaran biasanya berukuran 1X9cm yang dikeringkan dengan
oven untuk mengurangi kadar airnya sehingga saat diaplikasikan tidak terjadi
penyusutan lagi.Plafon lambersering biasanya digunakan untuk plafon bagian luar
bangunan.Finishing akhir plafon kayu biasanya menggunakan impra supaya
warna kayunya lebih kelihatan.
Kelebihan plafon ini yaitu lebih artistik dan bisa menciptakan suasana ruangan
menjadi klasik.Sedangkan kelemahannya adalah pengerjaannya lebih sulit,lama
dan memerlukan ketelitian.Disamping itu harganya juga lebih mahal
dibandingkan dengan plafon gypsum.
Contoh Plafon Dari Kayu :

5. Plafon Metal(tin ceilling)


Bahan dasar dari plafon jenis ini adalah lempengan metal tipis yang di
embos sehingga tercetak berbagai macam motif ukiran dan kemudian ditambah
finishing dengan cat minyak.Untuk saat ini motif atau corak ukir pada plafon
metal lebih dominan dengan unsur klasik. Kelebihan plafon metal adalah anti
air,anti rayap dantahan lama.Sedangkan kekurangan plafon jenis ini yaitu pada
harganya yang relatif masih mahal.

Contoh Dari Plafon Metal :

6. Plafon Eternit atau Asbes


Dalam pasaran ukuran plafon eternit adalah 1.00 m x 1.00 m dan 0.50 m x
1.00 m. Cara pemasangan pun sama dengan plafon tripleks. Anda dapat
menggunakan kasau 4/6 atau 5/7 dengan ukuran rangka kayu 60 cm x 60 cm
untuk rangka plafon.
Keunggulannya selain mudah didapat dipasaran, proses pengerjaan pun
mudah sehingga tidak menemui kendala. Bahannya yang ringan memudahkan
pengguna untuk dapat mengganti apabila terjadi kerusakan.
Kelemahan bahan dari eternit atau asbes tidak tahan terhadap goncangan dan
benturan sehingga harus berhati-hati dalam proses pemasangan plafon supaya
tidak patah atau retak.
Contoh Dari Plafon Asbes :

7. Plafon Akustik
Plafon akustik solusi bagi Anda yang merencanakan sebuah ruangan yang
dapat meredam kebisingan. Karena plafon akustik merupakan plafon yang tahan
terhadap batas ambang kebisingan tertentu. Ukuran yang tersedia adalah 60 cm x
60 cm dan 60 cm x 120 cm. Plafon akustik dapat dipasang dengan rangka kayu
atau bahan metal pabrikan yang sudah jadi.
Keunggulan, dapat meredam suara sehingga untuk kebutuhan ruangan tertentu
banyak dipakai oleh masyarakat. Bobotnya relatif ringan sehingga mudah untuk
perbaikan atau diganti dan proses pengerjaannya cepat.

Kelemahan, tidak tahan air dan di daerah tertentu masih jarang dijumpai serta
harganya relatif lebih mahal.
Contoh Dari Plafon Akustik :

8. Plafon glass block


Bahan ini dapat dikombinasikan dengan bebragai jenis material yang biasanya
dibuat untuk plafon rumah. Selain sifatnya yang simpel, bahan ini juga memiliki
warna yang sederhana. Kombinasi bahan ini sangat cocok untuk menghasilkan
kesan ruang tamu atau ruang keluarga yang rapid an indah. Selain itu, jenis plafon
dengan bahan glass block juga mudah untuk didapatkan.

Contoh Plafon Dari Glass Block :

9. Plafon PVC atau Polivynil chloride


Merupakan bahan polimer yang biasa di gunakan sebagai pipa air. Bahan PVC
ini merupakan sebuah bahan yang lentur dan ringan, selain itu juga bahan PVC ini
bisa di gunakan dalam jangka lama. Karena sifat PVC yang demikian maka
material ini akhirnya di gunakan sebagai bahan plafon yang di kenal dengan
PLAFON PVC.
Contoh Plafon PVC :

D. METODE PEMASANGAN
Proses pengerjaan pemasangan plafon pada bangunan dapat di bilang sama
karena ukuran pada setiap jenis plafon sudah ada standarnya jadi pemasanan
rangka plafon tersebut dengan ukuran yang sama pula , bentuk pada pola plafon
berkaitan dengan ruangan yang akan di pasangkan plafon , berikut adalah proses
atau tahapan pengerjaan pemasangan plafon :
BAHAN :
- Konstruksi plafon terdiri dari;
a). Rangka plafon
b). Penggantung rangka plafon dan stek
c). Bahan penutup plafon
- Rangka plafon dapat dipasang;
a). Rangka kayu (galar 6/12; kaso 5/6; kaso 4/6)
b). Rangka profil aluminium
- Penggantung rangka plafon, jika rangka atap dengan kuda kuda kayu dapat
menggunakan kaso 5/7.
- Jika bahan profil aluminium cukup dengan kawat yang dibelitkan atau diskrup
pada atap rangka baja.
- Jika dak beton, dapat memakai stek untuk mengaitkan pada rangka plafonnya
yaitu rangka kay

PROSES PEMASANGAN :

Pemasangan dimulai dengan menentukan ketingian plafon yang


diinginkan.

Dilanjutkan dengan memasang Wall Angle di sekeliling dinding ruangan.


Setelah itu kita membuat pola atau modul terlebih dahulu dari benang,
dengan mengambil jarak dari as ruangan, sehinga jarak buangan atau

samping sama panjang atau lebar.untukmemudahkan pekerjaan.


Sehingga pola menjadi presisi dan jarak sisi kanan dan kiri sama.
Langkah berikutnya adalah mengantung dan menarik hanger dari rangka
kuda- kuda atau langit- langit.(Hanger ini berfungsi sebagai penggantung
rangka utama),berupa batang Main Runner.

Main Runner dipasang setiap jarak 120 cm. Pemasangan di mulai dari As

ruangan.
Kemudian Cross (tee) runner dipasang kebatang Main runner yang sudah
siap, secara menyilang setiap 60 cm.

. Jarak pemasangan main tee maksimal sejauh 60 cm antara satu dengan

yang lain.
Setelah semua system dipasang dengan baik, kemudian pastikan semua
komponen Mekanikal dan Elektrikal sudah terpasang dengan baik.

Setelah pekerjaan diatas selesai, baru dikerjakan proses pemasangan

Plafon yang diinginkan.


Setelah semuanya selesai sgera dilakukan proses finishing.

TABLE TYPE PLAFON


SUNDA PLAFON

DAFTAR PUSTAKA :
http://poenyalya.blogspot.co.id/2013/02/jenis-jenis-plafond.html
https://www.facebook.com/ferrypengendtobad/posts/210639405768482
http://www.sarana-bangunan.com/2014/01/macam-macam-jenis-plafonrumah.html
http://rumahminimal.com/bahan-dan-model-plafon-rumah-minimalis-terpopuler/
http://metodebangunan.blogspot.co.id/2015/04/langkah-langkah-pelaksanaanpekerjaan_14.html
https://andalan68.wordpress.com/2013/03/08/teknik-pemasangan-plafon-gypsumbagian-pertama-rangka-metal/
http://aryapersada.com/jenis-jenis-plafon-rumah-keunggulan-dankelemahannya.html
http://www.hargamaterial.xyz/

http://berlinhappens.com/13-contoh-model-plafon-rumah-yang-cantik/
https://sites.google.com/site/hargajualpasangatapplafonpvc/