Anda di halaman 1dari 36

Aplikasi Cashier Penjualan Alat Tulis Berbasis Desktop

Disusun oleh :

Qory Aprilarita
1317051049

Jurusan Ilmu Komputer


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Lampung
2015

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di zaman sekarang ini, dunia mulai berpindah menuju sebuah era yang disebut sebagai era
globalisasi. Di era ini, teknologi dan informasi sudah mulai menguasai semua aspek
kehidupan manusia, diantaranya adalah aspek bisnis dan aspek pendidikan. Teknologi dan
informasi menjadikan segala kegiatan manusia menjadi lebih mudah untuk dilakukan,
sebagai contohnya proses transaksi. Selain itu, pada era ini semua hal dituntut untuk menjadi
lebih cepat, lebih efektif, dan lebih efisien. Namun sayangnya hal tersebut tidak dapat
diterapkan secara keseluruhan dalam praktiknya. Masih banyak usaha bisnis yang tetap
menggunakan cara manual dalam melakukan pendataan data barang dan melakukan proses
transaksi jual beli. Contoh kasusnya banyak terjadi pada bisnis usaha pertokoan yang
bergerak di bidang penjualan alat tulis. Meskipun tergolong sebagai bisnis usaha mikro,
namun seharusnya lahan bisnis ini ikut berkembang mengikuti perubahan zaman. Hal
tersebut ditujukan agar semua faktor yang berhubungan dengan pendidikan dapat mendukung
berkembangnya mutu pendidikan di Indonesia.
Proses pencatatan barang dan transaksi jual beli yang dilakukan secara manual banyak
memiliki kekurangan. Akibat yang disebabkan oleh kekurangan tersebut, maka timbullah
banyak permasalahan. Terdapat beberapa hal yang mendukung permasalahan yang timbul,
diantaranya dapat disebabkan oleh faktor bencana alam atau bahkan faktor human error atau
kesalahan yang ditimbulkan akibat kelalaian manusia. Solusi terbaik untuk mencegah
terjadinya hal-hal buruk tersebut adalah dengan dilakukannya sebuah manajemen terhadap
data. Maka untuk itu diperlukan sebuah sistem informasi yang berguna untuk mengatur
seluruh data barang yang masuk dan keluar termasuk juga mengatur proses transaksi barang
agar laporan keuangan yang dibuat dapat lebih sistematis dan rinci.
B. Kondisi Terkini
Kebanyakan toko yang menjual peralatan tulis yang ada di Bandarlampung masih
melakukan kegiatan pencatatan dan transaksi secara manual. Sementara, terdapat beberapa
perusahaan maju yang bergerak di bidang yang sama sudah melakukan segala kegiatan
transaksi dan pencatatan barangnya dengan menggunakan sistem informasi. Hal tersebut
dapat menyebabkan ketertinggalan dan kalah saing antara perusahaan yang memanfaatkan
IT dengan perusahaan yang kegiatan operasionalnya masih menggunakan cara-cara
tradisional. Ini disebabkan karena IT dapat berpengaruh terhadap strategi bisnis perusahaan.
Pada akhirnya, banyak toko dan perusahaan alat tulis yang masih melakukan kegiatan
operasionalnya secara tradisional kalah saing dengan perusahaan yang sudah memanfaatkan
IT, dan kemudian bangkrut.

C. Deskripsi Masalah
Kurangnya manajemen terhadap pencatatan data barang dan proses transaksi yang masih
dilakukan secara manual banyak mengakibatkan permasalahan. Dalam kenyataannya, data
dan laporan keuangan yang telah dibuat dan dibukukan tidak dapat menjamin bahwa data itu
akan tetap aman dan tersimpan. Hal tersebut dikarenakan data dan laporan keuangan yang
disimpan dalam bentuk catatan mungkin saja dimanipulasi oleh pihak-pihak yang jahil dan
tidak bertanggung jawab. Selain itu terdapat faktor tidak terduga seperti faktor bencana alam
maupun bencana yang disebabkan oleh kelalaian manusia sehingga menimbulkan data-data
yang telah direkap rusak, tercampur dengan data lain, bahkan hilang. Bencana lain yang
dapat ditimbulkan oleh manusia antara lain adalah terjadinya kesalahan perhitungan pada
proses transaksi jual beli sehingga menyebabkan laporan keuangan yang dihasilkan menjadi
tidak akurat. Selain itu, masih terdapat banyak permasalahan lain yang ditimbulkan oleh
pencatatan dan proses transaksi yang dilakukan secara manual ini, diantaranya proses
pengecekan stok barang menjadi lebih lambat, laporan keuangan yang tidak sistematis dan
rinci, dan kesalahan terhadap pencatatan jumlah stok barang.
Tetapi dengan dibuatkannya aplikasi penjualan alat tulis yang berbasis desktop ini, maka
diharapkan proses pengecekan stok barang serta proses pemasukan dan penghitungan data
akan lebih efisien dan dapat membantu pengguna sehingga dapat memaksimalkan
produktivitas dan mengurangi kesalahan yang disebabkan oleh human error. Hal tersebut
tentunya dapat meningkatkan produktivitas perusahaan dan dapat memberikan peluang agar
perusahaan alat tulis tidak terancam bangkrut dan dapat bersaing dengan perusahaan alat tulis
yang maju lainnya.

II.

PROJECT MOV

A. MOV Proyek
Pada tahun pertama diselesaikannya proyek ini, 90% produktivitas pegawai toko akan
meningkat dan keseluruhan proses pendataan barang dan proses transaksi lebih cepat, lebih
efektif, dan lebih efisien. Selanjutnya pada tahun berikutnya akan diharapkan produk
mengalami peningkatan jumlah pelanggan sebanyak 50 bisnis usaha pertokoan yang menjual
alat tulis dan terjadi peningkatan sebanyak 10% terhadap return of investment. Di tahun
selanjutnya, seluruh usaha pertokoan yang menjual alat tulis di Bandarlampung yang masih
meggunakan cara manual untuk mendata jumlah barang dan transaksi keuangan akan
berpindah ke sistem digital, sehingga produktivitas dan proses pendataan dan transaksi yang
dilakukan akan lebih baik, efisien dan meningkat, serta akan terjadi peningkatan sebanyak
20% terhadap return of investment.
B. Hubungan MOV Proyek dengan Tujuan dan Strategi Perusahaan
Untuk meningkatkan jumlah customer yang menggunakan aplikasi sistem informasi
penjualan alat tulis ini dan meningkatkan jumlah return of investment maka diperlukan
beberapa usaha. Diantaranya adalah :
1. Akan diadakan sosialisasi dan pemasaran produk sehingga akan lebih banyak orang yang tahu
tentang produk aplikasi ini.
2. Melakukan perluasan koneksi bisnis sehingga dapat membantu pemasaran produk.
Sementara itu, untuk meningkatkan jumlah produktivitas karyawan toko, maka akan
dilakukan sosialisasi dan pelatihan tentang cara menggunakan aplikasi ini.

III.

BUSINESS CASE

A. Metodologi
Metodologi yang digunakan dalam menganalisis alternatif adalah dengan cara studi pustaka.
Metode studi pustaka dilakukan dengan cara mencari literatur dari internet dan dari bukubuku mengenai alternatif-alternatif yang diberikan beserta dampak yang akan ditimbulkan
dari alternative tersebut. Selain dari internet dan dari buku, literatur juga bisa didapatkan
dari dokumentasi proyek lain yang telah selesai terkait dengan masing-masing alternatif
permasalahan beserta dampak yang ditimbulkannya.
B. Deskripsi Alternatif
Berikut ini diberikan beberapa alternatif yang dapat menjadi solusi permasalahan :
1. Alternatif A : realisasi dari alternatif ini adalah organisasi bisnis tidak melakukan apapun
sehingga menyebabkan proyek terbengkalai dan tidak diijalankan. Hal tersebut tentunya
tidak akan menjadi solusi terbaik bagi organisasi bisnis, karena dengan tidak
dilakukannya perubahan maka organisasi bisnis tidak akan berkembang, tidak dapat
mengimbangi perkembangan zaman, dan akan kalah saing dengan organisasi bisnis lain
yang lebih maju dan lebih unggul.
2. Alternatif B : alternatif ini dapat dilakukan dengan cara mengubah struktur internal dari
organisasi bisnis. Struktur internal yang dimaksud adalah struktur kepengurusan atau
struktur keanggotan dari organisasi bisnis. Sedangkan mengubah struktur internal
organisasi bisnis dapat dilakukan dengan menambahkan yaitu mengubah struktur
kepengurusan karyawan seperti menambah karyawan atau mengganti posisi keanggotaan.
3. Alternatif C : alternatif ini dapat dilakukan dengan cara mengubah sistem kerja dari
organisasi bisnis. Contoh realisasi dari alternatif ini adalah dengan mengubah jadwal
kerja organisasi bisnis, mengubah kebijakan organisasi bisnis, atau dengan cara
mengubah peraturan organisasi bisnis yang telah ada sebelumnya. Mengubah jadwal
kerja organisasi bisnis dapat dilakukan dengan mengubah hari dan jam kerja organisasi
bisnis menjadi semakin efektif. Mengubah kebijakan organisasi bisnis hanya dapat
dilakukan oleh CEO atau CO dari organisasi bisnis itu sendiri. Sementara untuk
mengubah peraturan persahaan dapat dilakukan bersama-sama oleh anggota dalam
organisasi bisnis tersebut.
4. Alternatif D : alternatif ini dapat dilakukan dengan cara membeli sistem aplikasi yang
sudah jadi. Realisasi dari alternatif ini adalah dengan membeli atau menyewa sistem
yang sudah jadi dari organisasi bisnis lain yang bergerak dibidang yang sama. Namun,
jika ingin membeli sistem dari organisasi bisnis lain, fungsi yang ditawarkan akan sangat

terbatas dan terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis. Selain itu, akan sangat sulit
untuk mengembangkan dan memperbaharui sistem yang telah dibeli, khususnya dalam
hal mengupdate database sistem. Hal tersebut dikarenakan banyak organisasi bisnis yang
tidak menyediakan fungsi untuk mengupdate database aplikasinya, sehingga programmer
harus membuat ulang aplikasinya, dimana hal tersebut dapat mengakibatkan
pembengakakan biaya akibat organisasi bisnis harus membeli sistem aplikasi baru.
5. Alternatif E : alternatif ini dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri sistem aplikasi
baru sebagai solusi lain dari alternatif permasalahan. Realisasi dari alternatif ini
dilakukan dengan membuat sendiri aplikasi pertokoan yang berfungsi untuk mengatur
data barang dan melakukan transaksi. Sistem aplikasi yang dibuat dan didesain sendiri
memiliki banyak keunggulan dibandngkan dengan membeli sistem aplikasi yang sudah
jadi. Keuntungan yang ditawarkan antara lain adalah organisasi bisnis dapat memesan
sistem aplikasi sesuai dengan keinginannya, aplikasi sistem yang dibuat dapat
dikembangkan, terdapat penawaran untuk memaintenance sistem, database yang dibuat
bisa disesuaikan oleh keinginan pelanggan.

C. Analisis Alternatif Bisnis


Alternatif
Criterion

Financial

Weight
A

ROI

15%

10

Payback

15%

10

NPV

10%

10

Alignment
with strategic
objectives

10%

Likelihood of
achieving
projects MOV

10%

5%

Organizational

Project

Availability of
skilled team

members

Maintainability

5%

Time to
develop

5%

Risk

5%

Customer
satisfaction

10%

Increased
market share

10%

100%

2,65

3,2

2,85

8,25

External

Total Score

D. Rekomendasi Proyek
Berdasarkan analisa yang telah dibuat, dapat disimpulkan bahwa alternatif E dapat dijadikan
sebagai alternatif solusi terbaik bagi permasalahan yang sedang terjadi dalam organisasi
bisnis. Hal tersebut disebabkan karena, dibandingkan dengan skor dari alternatif A, alternatif
B, alternatif C, dan alternatif D, skor dari alternatif E lah yang memiliki nilai tertinggi. Itu
berarti sangat disarankan bagi organisasi bisnis untuk membuat sistem aplikasi sendiri.

IV.

Project Scope Detail

A. Scope Statement
Fungsi yang dapat dijalankan oleh aplikasi ini antara lain adalah login aplikasi dengan
menggunakan hak akses berbeda, menambah, mengedit, menghapus, mencari, dan melihat
data barang, mengecek jumlah stok barang yang tersedia, melakukan proses perhitungan
transaksi jual, dan menyimpan data keuangan dalam bentuk laporan.
Fungsi yang tidak dapat dijalankan oleh aplikasi ini antara lain adalah menambah user,
memberikan hak akses ke user lain, membackup, merestore, menambah, dan menghapus
database, serta memanage data karyawan toko.
B. Context Level DFD

C. Use Case Diagram

V.

WBS

Di bawah ini merupakan tabel rincian dari WBS yang terdiri dari 66 aktivitas :
Kod
e

Fase

Penetuan
Goal Proyek

Perencanaan
Proyek

Eksekusi

Sub-Fase

Aktivitas
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

1. Perencanaa
n
2. Analisis

Memilih tim inti


Pendefinisian masalah
Penentuan tujuan dan MOV proyek
Penentuan scope proyek
Penentuan jadwal proyek
Penentuan biaya proyek
Identifikasi alternatif
Menentukan kelayakan dan risiko
proyek
9.
Menganalisa alternatif
10.
Milestones : Pembuatan laporan
business case
B.1.Melakukan wawancara, survey, dan
observasi
B.2.Mengkaji tujuan, perencanaan
strategi dan taktik perusahaan
B.3.Menetapkan sasaran proyek sistem
B.4.Menetapkan kendala proyek sistem
B.5.Menentukan prioritas sistem
B.6.Melakukan studi kelayakan
B.7.Menilai kelayakan proyek sistem
B.8.Membuat laporan business charter
B.9.Meminta persetujuan manajemen
B.10.
Milestones : Mendapat
persetujuan manajemen untuk
mengembangkan sistem
C.1.1.
Mencari referensi di internet
C.1.2.
Merencanakan konten aplikasi
C.1.3.
Merencanakan desain interface
C.1.4.
Merencanakan desain database
C.1.5.
Milestones : Membagi kerja
tim proyek
C.2.1.
Menganalisa masalah
C.2.2.
Menganalisa penyebab
masalah
C.2.3.
Menganalisa sistem yang ada
C.2.4.
Menganalisa kelemahan sistem
yang ada
C.2.5.
Menganalisa kebutuhan
pengguna
C.2.6.
Menganalisa konten yang
dibutuhkan
C.2.7.
Menganalisa sistem yang

3. Desain

4. Implement
asi

5. Maintenanc
e dan
Service

Penutupan
Proyek

dibutuhkan
C.2.8.
Menganalisa kebutuhan
keamanan
C.2.9.
Menganalisa risiko dan
pendekatan manjemen risiko
C.2.10.
Milestones : Membuat laporan
hasil analisis
C.3.1.
Pembuatan desain UML
diagram
C.3.2.
Pembuatan desain tampilan di
photohop
C.3.3.
Pembuatan desain database
C.3.4.
Milestones : Pembuatan
aplikasi tahap awal
C.4.1.
Pembuatan coding program
C.4.2.
Melakukan integrasi coding
program dengan desain aplikasi
C.4.3.
Melakukan pengujian terhadap
aplikasi
C.4.4.
Menguji kelayakan sistem
C.4.5.
Membuat laporan hasil
pengujian
C.4.6.
Menganalisa hasil pengujian
C.4.7.
Mempresentasikan hasil
kelayakan dan pengujian sistem ke
klien
C.4.8.
Pengadaan hardware
C.4.9.
Penginstalan aplikasi
C.4.10.
Mengentri data untuk
dimasukkan ke database sistem
C.4.11.
Mengujicobakan sistem dengan
data yang sesungguhnya
C.4.12.
Milestones : Melakukan
pelatihan terhadap personel
C.5.1.
Memberikan garansi terhadap
kerusakan sistem
C.5.2.
Melakukan pengecekan rutin
terhadap sistem
C.5.3.
Melaporkan kesalahan yang
terjadi pada sistem
C.5.4.
Memperbaiki bug yang
terdapat pada sistem
C.5.5.
Milestones : Memvalidasi
sistem yang dihasilkan dengan
manajemen
D.1.
Penyerahan hasil akhir proyek
beserta dokumentasinya ke klien
D.2.
Melengkapi dan menyelesaikan
kontrak yang telah disetujui bersama
D.3.
Membubarkan tim proyek

D.4.
Milestones : Mengumumkan
bahwa kegiatan proyek telah selesai
dilaksanakan
E.1.Mengidentifikasi faktor-faktor yang
menjadi kunci keberhasilan proyek
E.2.Mengidentifikasi hasil kegiatan proyek
beserta biaya keseluruhan yang harus
ditanggung untuk memperoleh hasil
tersebut
E.3.Mengidentifikasi akibat yang
bermanfaat ataupun yang tidak dari
adanya proyek tersebut.
E.4.Membandingkan antara manfaat dan
biaya dari kegiatan proyek yang telah
dilakukan
E.5.Menilai dampak jangka panjang dan
keberlanjutannya
E.6.Milestones : Pembuatan laporan
hasil evaluasi proyek

Evaluasi
Proyek

VI.

Project Schedule and Budget

Berikut ini merupakan tabel rincian dari project schedule and budget :
Phase

Penetuan Goal Proyek

Activity
ID
A.1
A.2
A.3

A.4
A.5
A.6
A.7

Activity
Description
Memilih tim inti
Pendefinisian
masalah
Penentuan
tujuan dan
MOV proyek
Penentuan
scope proyek
Penentuan
jadwal proyek
Penentuan
biaya proyek
Identifikasi
alternatif

Duration
(Day)

Predecesso
r

A.1

A.2

A.2

A.2

A.2

A.2

A.8

Menentukan
kelayakan dan
risiko proyek

A.9

Menganalisa

A.2, A.3,
A.4, A.5,
A.6, A.7
A.8

Resources
Project
Manager
Enterprise
Architect
Project
Managem
ent Office
Project
Managem
ent Office
Project
Manager
Enterprise
Architect
Project
Managem
ent Office
IT
Consultant
IT

A.10

B.1

B.2

B.3

B.4

alternatif
Milestones :
Pembuatan
laporan
business case
Melakukan
wawancara,
survey, dan
observasi
Mengkaji
tujuan,
perencanaan
strategi dan
taktik
perusahaan
Menetapkan
sasaran proyek
sistem
Menetapkan
kendala proyek
sistem
Menentukan
prioritas sistem

B.5

Consultant

A.8, A.9

A.10

B.1

B.6

B.7

B.8

B.9

B.10

Project
Managem
ent Office

B.2

Enterprise
Architect

B.2

Enterprise
Architect

B.2

B.2, B.3,
B.4, B.5

B.6

Perencanaan Proyek
Melakukan
studi
kelayakan
Menilai
kelayakan
proyek sistem
Membuat
laporan
business
charter
Meminta
persetujuan
manajemen
Milestones :
Mendapat
persetujuan
manajemen
untuk
mengembangk
an sistem

Market
Manager

B.7

B.8

B.9

Enterprise
Architect,
IT
Consultant
, Project
Manager
IT
Consultant
IT
Consultant
Project
Managem
ent Office
Project
Manager

Eksekusi

C.1.1
C.1.2
C.1.3

C.1.4

C.1.5
C.2.1
C.2.2

C.2.3

C.2.4

C.2.5

C.2.6

C.2.7

C.2.8

C.2.9

C.2.10

Mencari
referensi di
internet
Merencanakan
konten aplikasi
Merencanakan
desain
interface
Merencanakan
desain
database
Milestones :
Membagi kerja
tim proyek
Menganalisa
masalah
Menganalisa
penyebab
masalah
Menganalisa
sistem yang
ada

Menganalisa
kelemahan
sistem yang
ada
Menganalisa
kebutuhan
pengguna
Menganalisa
konten yang
dibutuhkan
Menganalisa
sistem yang
dibutuhkan
Menganalisa
kebutuhan
keamanan
Menganalisa
risiko dan
pendekatan
manjemen
risiko
Milestones :

B.10

C.1.1

Enterprise
Architect
Developer

C.1.2

Product
Designer

C.1.2

Database
Designer

C.1.2, C.1.3,
C.1.4

C.1.5

C.2.1

C.2.1, C.2.2

C.2.3

C.2.3, C.2.4

IT
Consultant
IT
Consultant
IT
Consultant
,
Enterprise
Architect
IT
Consultant
,
Enterprise
Architect
Product
Analyst

C.2.5

Product
Analyst

C.2.6

Product
Analyst

C.2.7

Product
Analyst
IT
Consultant

C.2.8

C.2.9

C.3.1

C.3.2

C.3.3

C.3.4

C.4.1

C.4.2

C.4.3

C.4.4

C.4.5
C.4.6

C.4.7

C.4.8
C.4.9

Membuat
laporan hasil
analisis
Pembuatan
desain UML
diagram
Pembuatan
desain
tampilan di
photohop
Pembuatan
desain
database
Milestones :
Pembuatan
aplikasi tahap
awal
Pembuatan
coding
program
Melakukan
integrasi
coding
program
dengan desain
aplikasi
Melakukan
pengujian
terhadap
aplikasi
Menguji
kelayakan
sistem
Membuat
laporan hasil
pengujian
Menganalisa
hasil pengujian
Mempresentasi
kan hasil
kelayakan dan
pengujian
sistem ke klien
Pengadaan
hardware
Penginstalan
aplikasi

C.2.10

C.3.1

C.3.2

C.3.3

Design
Engineer
Product
Designer

Database
Designer

Developer

30

C.3.4
Developer

C.4.1

Product
Tester

C.4.2

C.4.3

Quality
Assurance

C.4.3, C.4.4

Quality
Assurance

C.4.5

C.4.6

C.4.7

C.4.8

IT
Consultant
Projct
Manager

Market
Manager
Trainer

C.4.10

C.4.11

C.4.12

C.5.1

C.5.2

C.5.3

C.5.4

C.5.5

Penutupan Proyek
D.1

D.2

Mengentri data
untuk
dimasukkan ke
database
sistem
Mengujicobaka
n sistem
dengan data
yang
sesungguhnya
Milestones :
Melakukan
pelatihan
terhadap
personel
Memberikan
garansi
terhadap
kerusakan
sistem
Melakukan
pengecekan
rutin terhadap
sistem
Melaporkan
kesalahan
yang terjadi
pada sistem
Memperbaiki
bug yang
terdapat pada
sistem
Milestones :
Memvalidasi
sistem yang
dihasilkan
dengan
manajemen
Penyerahan
hasil akhir
proyek beserta
dokumentasiny
a ke klien
Melengkapi
dan
menyelesaikan
kontrak yang

Trainer

C.4.9
Trainer

C.4.9

C.4.9,
C.4.10,
C.4.11
Quality
Assurance

C.4.12

C.5.1

C.5.2

Field
Engineer

Lead
Engineer

Developer

20

C.5.3
Project
Manager

C.5.4

Project
Manager

C.5.5

D.1

Project
Manager

D.3

D.4

Evaluasi Proyek
E.1

E.2

E.3

E.4

E.5

telah disetujui
bersama
Membubarkan
tim proyek
Milestones :
Mengumumkan
bahwa
kegiatan
proyek telah
selesai
dilaksanakan
Mengidentifika
si faktor-faktor
yang menjadi
kunci
keberhasilan
proyek
Mengidentifika
si hasil
kegiatan
proyek beserta
biaya
keseluruhan
yang harus
ditanggung
untuk
memperoleh
hasil tersebut
Mengidentifika
si akibat yang
bermanfaat
ataupun yang
tidak dari
adanya proyek
tersebut
Membandingka
n antara
manfaat dan
biaya dari
kegiatan
proyek yang
telah dilakukan
Menilai
dampak jangka
panjang dan
keberlanjutann
ya

D.2

D.3

D.4

Project
Manager

Project
Managem
ent Office

Enterprise
Architect

E.1

Project
Managem
ent Office

E.1

IT
Consultant

E.1

E.1

IT
Consultant

E.6

Milestones :
Pembuatan
laporan hasil
evaluasi
proyek

E.1, E.2,
E.3, E.4, E.5

Berikut ini
adalah
tampilan
chart dari
project
schedule and
budget

VII.

Project Progress Report

VIII.

PENUTUP

A. Kesimpulan
Proyek ini merupakan sebuah proyek IT dalam pembuatan sistem informasi berbasis desktop
yang ditujukan untuk toko-toko yang menjual peralataan tulis. Proyek mulai dilaksanakan
pada tanggal 15 September 2015 dimana tim inti yang akan melaksanakan kegiatan
operasional proyek selanjutnya dipilih oleh manager proyek. Selanjutnya, proyek ini
diperkirakan akan selesai dalam waktu kurang lebih lima bulan, yaitu pada tanggal 24
Februari 2016.
Proyek ini dilaksanakan oleh beberapa orang yang merupakan human resources dalam
proyek ini, Tim ini terdiri dari enterprise architect, product designer, field engineer, IT
consultant, product analyst, project manager, lead engineer, trainer, designer engineer,
project management office, developer, database designer, quality assureance, market
manager, dan tester. Masing-masing dari orang tersebut memiliki tanggung jawab masingmasing terhadap perannya dalam proyek, sehingga dapat dipastikan proyek dapat berjalan
dengan lancar dan semua hambatan yang mungkin akan muncul dapat diatasi dengan segera.