Anda di halaman 1dari 2

SIFAT MEKANIK KRAMIK

Keterbatasan utama keramik adalah kerapuhannya, yakni kecenderungan


untuk patah tiba-tiba dengan deformasi plastik yang sedikit. Ini merupakan
masalah khusus bila bahan ini digunakan untuk aplikasi struktural. Dalam
logam, elektron-elektron yang terdelokalisasi memungkinkan atom-atomnya
berubah-ubah tetangganya tanpa semua ikatan dalam strukturnya putus.
Hal inilah yang memungkinkan logam terdeformasi di bawah pengaruh
tekanan. Tapi, dalam keramik, karena kombinasi ikatan ion dan kovalen,
partikel-partikelnya tidak mudah bergeser. Keramiknya dengan mudah putus
bila gaya yang terlalu besar diterapkan.
Tabel 1 Modulus Patahan dan Modulus elastisitas beberapa keramik
Modulus Of Rupture
Modulus Of lastisity
3
4
2
Material
MPa
Psi x 10
Psi x 10
Mpa x 10
Titanium
160
1100
45
34
Carbide
Alumunium
30-60
200-345
53
57
Oxide
Beryllium
20-40
140-275
45
31
Oxide
Silicon
25
170
68
47
Carbide
Magnesium
15
105
30
21
Oxide
Spinel
13
90
35
24
Fused Silica
16
110
11
7,5
Glass
10
70
10
7

Gambar 1 Kurva tegangan-regangan keramik

1. Deformasi Plastik
Walaupun keramik pada temperatur ruang akan patah sebelum terjadinya
diformasi,
penelitian yang mendalam melihat masih adanya mekanisme deformasi
plastik.
Deformasi plastik berbeda antara kristal dan nonkristal.
keramik kristal deformasi plastis terjadi karena gerakan dislokasi
seperti halnya logam.
keramik non kristal deformasi plastis terjadi karena aliran viskous
sama halnya apabila cairan berdeformasi.
2. Pengaruh porositas/rongga
Mengurangi sifat elastis dan kekuatan
Mengurangi kekuatan patah (modulus patah)
3. Kekerasan
Uji kekerasan dengan metode Vickers

Tabel 3 Perkiraan kekerasan Knoop (beban 100g) untuk 7 bahan keramik


Material
Perkiraan kekerasan knoop
Intan (karbon)
7000
Boron Karbida
2800
Silikon Karbida
2500
Tungsten Karbida 2100
Aluminium
2100
Oksida
Kuarsa
800
Gelas
550
4. Creep
Keramik akan mengalami creep jika bekerja pada temperatur yang
sangat tinggi

Beri Nilai