Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Transformator merupakan suatu alat listrik yang dapat menimbulkan dan
mengubah energi listrik dalam bentuk parameter tegangan tegangan ini dapat di
naik dan diturunkan dari satu alat lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik
lainya, melalui suatu magnet yang berdasarkan prinsip induksi elektro magnetis
antara rangkaian primer dan sekunder, gandengan magnet ini berupa inti besi
tempat melakukan fluksi bersama. Transformator daya adalah suatu peralatan
tenaga listrik yang berfungsi untuk menyalurkan daya listrik dari tegangan tinggi
ke

tegangan

rendah

atau

sebaliknya

(mentransformasikan

tegangan).

Pemeliharaan dan pengoperasian yang tidak benar terhadap transformator daya


akan memperpendek umur transformator daya dan akan menimbulkan gangguan gangguan pada saat beroperasi sehingga kontinuitas penyaluran menjadi tidak
lancar.
Permasalahan yang sering terjadi pada transformator daya 150 kV adalah
permasalahan

lamanya

waktu

pemakaian

transformator

daya

150

kV.

Permasalahan ini bisa mengakibatkan keandalan dari sistem transformator daya


150 kV menjadi berkurang. Hal-hal yang dapat mempengaruhi umur
transformator daya 150 kV di antaranya adalah pemeliharaan transformator daya
150 kV yang tidak teratur. Pemeliharaan yang tidak teratur bisa mengakibatkan
daya tahan atau umur transformator daya 150 kV menjadi berkurang. Adapun hal
lain yang mengakibatkan umur transformator daya 150 kV menjadi berkurang
yaitu arus, tegangan, dan beban yang lebih.
Solusi untuk permasalahan yang terjadi pada transformator daya 150 kV
dapat dilakukan dengan cara menjaga pemakaian transformator daya 150 kV
dengan benar, melakukan perawatan dan pemeliharaan transformator daya 150 kV
harus dilakukan dengan teliti serta harus dilakukan pengecekan yang rutin agar
keandalan transformator daya 150 kV tidak berkurang dan waktu pakai
tramsformator daya 150 kV menjadi tidak berkurang dan waktu pakainya

transformator daya 150 kV juga menjadi tidak berkurang. Oleh sebab itu, perlu
dilakukan perhitungan lama waktu pakai transformator daya 150 kV agar dapat
diketahui berapa lama pemakaiannya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara menganalisis perhitungan lama waktu pakai transformator
daya 150 kV ?
2. Bagaimana mendapatkan nilai arus (I) nominal, arus (I) beban, tegangan
(V) input, tegangan (V) output dan daya beban pada transformator 150
kV ?
1.3 Batasan Masalah
Laporan ini disusun untuk mempelajari jenis dan bagian-bagian
transformator daya yang terdapat di GI 150 kV Kampak di Pangkalpinang. Untuk
mempersempit masalah, maka hanya dibahas mengenai analisis perhitungan lama
waktu pakai transformator daya.
1.4 Manfaat
Adapun manfaatnya sebagai berikut :
1. Agar pemakaian transformator daya 150 kV sesuai dengan jangka waktu
yang telah ditentukan.
2. Agar tranformator daya 150 kV dapat berjalan dengan baik dan
keandalannya semakin meningkat.
1.5 Tujuan
Adapun tujuannya sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui berapa lama pemakaian transformator daya 150 kV.
2. Untuk mengetahui nilai arus (I) nominal, arus (I) beban, tegangan (V)
input, tegangan (V) output dan daya beban pada transformator 150 kv ?

1.6 SISTEMATIKA PENULISAN


Sistematika penulisan ini dikelompokkan menjadi beberapa bagian sebagai
berikut :

BAB I : PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, manfaat
penelitian, tujuan penulisan laporan.
BAB II : PROFIL PERUSAHAAN
Berisi tentang struktur organisasi perusahaan dan arti dari lambang
perusahaan.
BAB III : DASAR TEORI
Berisikan tentang teori-teori yang berhubungan dengan transformator daya
150 kV.
BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
Berisi mengenai analisis perhitungan lama waktu pakai transformator daya
150 kV.
BAB V. PENUTUP
Berisi kesimpulan dan saran

BAB II
PROFIL PERUSAHAAN
2.1 Sejarah Perusahaan PT.PLN (Persero)
Gardu Induk Pangkalpinang atau yang sering disebut Gardu Induk Kampak
ini mulai dioperasikan pada tanggal 24 November 2010 yang beralamat di Jalan
Fatmawati no. 131 kelurahan Tua Tunu Indah kecamatan Gerunggang

Pangkalpinang. Setelah dilakukan energize oleh Tim Pikitring SBS dan Babel
serta Jasa Sertifikasi dengan baik sesuai harapan tanpa kendala yang besar. Gardu
Induk Kampak menerima daya atau tenaga listrik melalui Saluran Udara Tegangan
Tinggi (SUTT) sisi 150 kV dari Gardu Induk Bukit Semut yang menaikan
tegangan dari penyulang SL 2 dan SL 3 di sisi 20 kV dari PLTD Merawang.
Tujuan utama dari Gardu Induk Pangkalpinang, Bukit Semut, dan Air Anyir
adalah penyaluran sisi 150 kV dari PLTU Air Anyir 2 x 30 MW dan sambil
menunggu pembangunan Bukit Semut, dan Air Anyir adalah penyaluran sisi 150
kVdari PLTU Air Anyir 2 x 30 MW dan sambil menunggu pembangunan PLTU
selesai maka Gardu Induk dan SUTT ini dimanfaat PLTU selesai maka Gardu
Induk dan SUTT ini dimanfaat PLTU selesai maka Gardu Induk dan SUTT ini
dimanfaatkan untuk menghindari hal yang bersifat merugikan dan yang paling
penting adalah untuk memperbaiki mutu tegangan penyaluran distribusi ke
pelanggan serta mengurangi susut energi listrik tersalur dan gangguan penyulang
atau pemadaman. Meskipun PLTU dan sistem 150 kV sudah beroperasi dengan
normal maka manfaat Gardu Induk akan lebih terasa untuk manajemen jual beli
energi listrik dan lebih menguntungkan. Harapannya agar semua permasalahan
tentang kendala susut, Tegangan drop, SAIDI, SAIFI bisa tercapai.
Gardu Induk Kampak sementara ini menyalurkan daya ke 3 feeder yaitu
Feeder 1 (Tulip) yang menyalurkan ke daerah Bukit Merapin sampai dengan Tua
Tunu dan sebagian menyalurkan ke Kacang Pedang dengan daya sebesar 1345
kW, Feeder 2 (Melati) menyalurkan ke daerah jalan mentok

sampai Desa

Mendok Barat dengan daya sebesar 3758 kW, dan feeder 3 (Kamboja)
menyalurkan ke daerah jalan Sungai Selan sampai daerah Desa Sebagin (Kec.

Payung, Bangka Selatan) dengan daya sebesar 6141 kW. Sementara ini daya
tersalur dari Gardu Induk Kampak (Feeder 1 + Feeder 2 + Feeder 3) sebesar
11244 kW dan daya pemakaian sendiri 446 kW dan kWh tersalur dari Gardu
Induk Pangkalpinang saat ini adalah 10634862 kWh perbulan rata-rata gangguan
penyulang sebanyak 25 kali perbulan.
2.2 Visi dan Misi
VISI
Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul
dan terpercaya dengan bertumpuh pada potensi insani.
MISI
1. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, Berorientasi
pada kepuasan pelanggan, Anggota perusahaan dan Pemegang Saham.
2. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas
kehidupan masyarakat.
3. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.
4. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.
2.3 Struktur Organisasi
Gardu Induk Pangkalpinang memiliki struktur organisasi sebagai berikut :

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Gardu Induk Pangkalpinang


Sumber : Gardu Induk Pangkalpinang
2.4 Logo Perusahaan
Bentuk, warna dan makna lambang Perusahaan resmi yang digunakan
adalah sesuai yang tercantum pada Lampiran Surat Keputusan Direksi Perusahaan
Umum Listrik Negara No. : 031/DIR/76 Tanggal : 1 Juni 1976, mengenai
Pembakuan Lambang Perusahaan Umum Listrik Negara.

Gambar 2.2 logo perusahaan PT PLN (Persero)


Sumber : PT PLN (Persero)

2.4.1. Bidang Persegi Panjang Vertikal


Menjadi bidang dasar bagi elemen-elemen lambang lalnnya, melambangkan
bahwa PT PLN (Persero) merupakan wadah atau organisasi yang terorganisir
dengan sempurna. Berwarna kuning untuk menggambarkan pencerahan, seperti
yang diharapkan PLN bahwa listrik mampu menciptakan pencerahan bagi
kehidupan masyarakat. Kuning juga melambangkan semangat yang menyalanyala yang dimiliki tiap insan yang berkarya di perusahaan ini.

2.4.2 Petir atau Kilat


Melambangkan tenaga listrik yang terkandung di dalamnya sebagai produk
jasa utama yang dihasilkan oleh perusahaan. Selain itu petir pun mengartikan
kerja cepat dan tepat para insan PT PLN (Persero) dalam memberikan solusi
terbaik bagi para pelanggannya. Warnanya yang merah melambangkan
kedewasaan PLN sebagai perusahaan listrik pertama di Indonesia dan
kedinamisan gerak laju perusahaan beserta tiap insan perusahaan serta keberanian
dalam menghadapi tantangan perkembangan jaman.

2.4.3 Tiga Gelombang


Memiliki arti gaya rambat energi listrik yang dialirkan oteh tiga bidang
usaha utama yang digeluti perusahaan yaitu pembangkitan, penyaluran dan
distribusi yang seiring sejalan dengan kerja keras para insan PT PLN (Persero)
guna memberikan layanan terbaik bagi pelanggannya. Diberi warna biru untuk

menampilkan kesan konstan (sesuatu yang tetap) seperti halnya listrik yang tetap
diperlukan dalam kehidupan manusia. Di samping itu biru juga melambangkan
keandalan yang dimiliki insan-insan perusahaan dalam memberikan layanan
terbaik bagi para pelanggannya.

2.5 SOP ( Standart Operation Procedure ) Sistem 150 / 20 kV Gardu Induk


Pangalpinang
Tujuan dibuatnya SOP ini adalah sebagai pedoman dan petunjuk bagi
operator Gardu Induk Kampak, Piket Dispatcher Pangkalpinang dan Operator
Bukit Semut untuk melaksanakan maneuver dalam kondisi normal maupun
gangguan pada instalasi 150 / 20 kV yang beroperasi di Gardu Induk Kampak.

2.6 Tugas dan Wewenang Masing-masing Bagian


1. Operator Gardu Induk Kampak
Tugasnya sebagai operasional PT. PLN (Persero) Area Bangka Gardu Induk
Kampak yang bertanggung jawab melaksanakan pengoperasian :
a) Bay penghantar / Kopel 150 kV
b) Bay 150 kV Trafo step down 150/20 kV berikut incomming trafo 20 kV.
c) Menjaga stabilitas tegangan 20 kV sesuai standar PT. PLN (Persero) Area
Bangka.
d) Pengoperasian instalasi 20 kV, trafo pemakaian sendiri (PS) dan Bus
coupler.

2. Dispatcher Pangkalpinang
Sebagai pelaksana dan pengendali yang bertanggung jawab mengendalikan
dan mengoperasikan sistem 20 kV serta memberikan perintah pengoperasian
PMT, PMS rel / PMS Kabel (Rack out/Rack in) dan PMS tanah (grounding) disisi
out going dan mengkoordinasikan pengoperasian distribusi sistem 20 kV di
wilayah area Bangka.
3. Operator GI Bukit Semut
Sebagai petugas operasional yang bertanggung jawab atas penghantar
tegangan 150 kV sampai dengan Gardu Induk Kampak setelah mendapat
informasi dari dispatcher pangkalpinang yang sebelumnya kondisi terlebih dahulu
dengan operator Gardu Induk Kampak.
4. Petugas Distribusi
Sebagai Pelaksana pengendali operasi PT. PLN (Persero) Area Bangka yang
bertanggung jawab atas melaksanakan pengoperasian penyulang sistem jaringan
distribusi 20 kV di wilayah Area Bangka.

BAB III
LANDASAN TEORI
3.1 Transformator Daya
Transformator daya adalah suatu peralatan tenaga listrik yang berfungsi
untuk menyalurkan daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau
sebaliknya (mentransformasikan tegangan). Dalam operasi umumnya, trafo trafo
daya ditanahkan pada titik netralnya sesuai dengan kebutuhan untuk sistem
pengamanan/proteksi, sebagai contoh transformator 150/70 kV ditanahkan secara
langsung disisi netral 150 kV, dan transformator 70/20 kV ditanahkan dengan
tahanan disisi netral 20 kVnya.

Gambar 3.1 Transformator Daya


Sumber : www.google.com
3.1.1 Prinsip Kerja
Trafo bekerja atas dasar pembangkit tegangan induksi bolak-balik di
dalam kumparan yang melingkupi fluksi yang berubah-ubah. Apabila lilitan
primer diberi tegangan bolak-balik E1 maka akan timbul arus I2 (pada trafo tak
berbeban : I0) pada belitan primer, yang kemudian akan membangkitkan fluksi
bolak-balik pada inti trafo. Kemudian fluksi ini membangkitkan primer dan arus
I2 pada sekunder, bila trafo berbeban.

Gambar 3.1.1 Belitan Transformator


Sumber : www.google.com

Keterangan :
E1 : Tegangan primer
E2 : Tegangan sekunder
I1 : Arus primer
I2 : Arus sekunder
N1 : Lilitan primer
N2 : Lilitan sekunder
e1 : Tegangan Induksi Primer
e2 : Tegangan Induksi Sekunder

: Fluksi
3.1.2 Bagian - Bagian dari Transformator
Adapun bagian-bagian utama dari transformator antara lain :
a) Inti Besi
Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi yang ditimbulkan oleh
arus listrik yang melalui kumparan. Dibuat dari lempengan - lempengan besi tipis
yang berisolasi, untuk mengurangi panas (sebagai rugi rugi besi) yang
ditimbulkan oleh arus eddy (Eddy Current).

Gambar 3.1.2.1 Inti Besi


Sumber : www.google.com
b) Kumparan Transformator

Terdiri dari beberapa lilitan berisolasi yang membentuk suatu kumparan.


Kumparan tersebut diisolasi baik terhadap inti besi maupun terhadap kumparan
lain dengan isolasi padat seperti karton, pertinax, dan lain - lain. Umumnya pada
trafo terdapat kumparan primer dan sekunder. Bila kumparan primer dihubungkan
dengan tegangan/arus bolak - balik maka pada kumparan tersebut timbul fluksi.
Fluksi ini akan menginduksikan tegangan, dan bila pada rangkaian sekunder
ditutup (bila ada rangkaian beban) maka akan menghasilkan arus pada kumparan
ini. Jadi kumparan sebagai alat transformasi tegangan dan arus.

Gambar 3.1.2.2 Kumparan Transformator


Sumber : www.google.com
c) Minyak Transformator
Minyak transformator disini berfungsi sebagai pengisolasi (isolator) dan
pendingin. Minyak sebagai isolator berfungsi mengisolasi kumparan di dalam
transformator supaya tidak terjadi loncatan bunga api listrik akibat tegangan
tinggi. Minyak sebagai pendingin berfungsimengambil panas yang ditimbulkan
saat transformator berbeban lalu melepaskannya dan melindungi komponen di
dalamnya terhadap oksidasi dan korosi.

Gambar 3.1.2.3 Minyak Transformator


Sumber : www.google.com
d) Bushing
Hubungan antara transformator ke jaringan luar melalui sebuah bushing
yaitu sebuah konduktor yang diselubungi oleh isolator, yang sekaligus berfungsi
sebagai penyekat antara konduktor tersebut dengan tangki transformator.

Gambar 3.1.2.4 Bushing


Sumber : www.google.com
e) Tangki dan Konservator
Pada umumnya bagian bagian transformator yang terendam minyak trafo
ditempatkan di dalam tangki. Untuk menampung pemuaian minyak trafo, tangki
dilengkapi dengan konservator.

Gambar 3.1.2.5 Tangki dan Konservator


Sumber : www.google.com

3.1.3 Peralatan Bantu


Adapun peralatan bantu di dalam dtansformator antara lain :
a) Pendingin
Pada inti besi dalam kumparan - kumparan akan timbul panas akibat rugi
besi dan rugi tembaga. Apabila panas tersebut mengakibatkan kenaikan suhu yang
berlebihan, akan merusak isolasi di dalam trafo. Untuk mengurangi kenaikan suhu
transformator

yang

berlebihan,

maka

perlu

dilengkapi

dengan

alat

pendingin/sistem pendingin untuk menyalurkan panas keluar transformator.


Media yang dipakai pada pendingin dapat berupa :
1. Udara/gas
2. Minyak
3. Air

Gambar 3.1.3.1 Pendingin


Sumber : www.google.com
b) Tap Changer (Perubah Tap)
Tap changer adalah alat perubah perbandingan transformasi untuk
mendapatkan tegangan operasi sekunder yang diinginkan dari jaringan tegangan
primer yang berubah - ubah. Tap changer yang bisa beroperasi untuk
memindahkan tap transformator dalam keadaan transformator tidak berbeban
disebut Off Load Tap Changer dan hanya dapat dioperasikan secara manual. Tap
changer yang dapat beroperasi untuk memindahkan tap transformator dalam

keadaan berbeban disebut On Load Tap Changer dan dapat dioperasikan secara
manual maupun otomatis.

Gambar 3.1.3.2 Tap Changer


Sumber : www.google.com
c) Alat Pernafasan (Dehydrating Breather)
Akibat pernafasan transformator tersebut maka permukaan minyak akan
selalu bersinggungan dengan udara luar. Udara luar yang lembab akan
menurunkan nilai tegangan tembus minyak transformator, maka untuk mencegah
hal tersebut pada ujung pipa penghubung udara luar dilengkapi dengan alat
pernafasan berupa tabung berisi kristal zat hygroskopis.
d) Indikator
Untuk mengawasi selama transformator beroperasi, maka perlu adanya
indikator pada transformator sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Indikator suhu minyak


Indikator permukaan minyak
Indikator suhu winding
Indikator kedudukan tap

Gambar 3.1.3.3 Alat Pernafasan Transformator


Sumber : www.google.com
3.1.4 Peralatan Proteksi
Bagian-bagian yang terdapat pada transformator harus dilindungi oleh
peralatan proteksi sesuai dengan fungsinya masing-masing, baik pada bagian
dalam maupun bagian luar transformator. Berdasarkan indikasi gangguannya,
peralatan proteksi pada transformator terdiri atas :
1. Relai Bucholz
Relai bucholz adalah relai yang berfungsi untuk mendeteksi dan
mengamankan gangguan di dalam transformator yang menimbulkan gas. Selama
transformator beroperasi normal, relai akan terisi penuh dengan minyak.
Pelampung akan berada pada posisi awal. Bila terjadi gangguan yang kecil di
dalam tangki transformator, misalnya hubung singkat dalam kumparan, maka
akan menimbulkan gas. Gas yang terbentuk akan berkumpul dalam relai pada saat
perjalanan menuju tangki konservator, sehingga level minyak dalam relai turun
dan akan mengerjakan kontak alarm (kontak pelampung atas). Bila level minyak
transformator turun secara perlahan-lahan akibat dari suatu kebocoran, maka
pelampung atas akan memberikan sinyal alarm dan bila penurunan minyak
tersebut terus berlanjut, maka pelampung bawah akan memberikan sinyal trip.
Bila terjadi busur api yang besar, kerusakan minyak akan terjadi dengan cepat dan

timbul surya tekanan pada minyak yang bergerak melalui pipa menuju ke relai
Bucholz.
2. Relai Diferensial (Differential Relay)
Relai diferensial berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap
gangguan hubung singkat yang terjadi di dalam daerah pengaman transformator.
Relai ini merupakan pengaman utama (main protection) yang sangat selektif dan
cepat sehingga tidak perlu dikoordinir dengan relai lain dan tidak memerlukan
time delay.
3. Relai Tekanan Lebih (Sudden Pressure Relay)
Relai tekanan lebih berfungsi hampir sama seperti relai bucholz yaitu
mengamankan transformator dari gangguan internal. Bedanya relai ini hanya
bekerja apabila terjadi kenaikan tekanan gas tiba-tiba yang disebabkan oleh
hubung singkat.
4. Relai Hubung Tanah (Ground Fault Relay)
Relai hubung tanah adalah suatu relai yang bekerja berdasarkan adanya
kenaikan arus yang melebihi suatu nilai setting pengaman tertentu dan dalam
jangka waktu tertentu bekerja apabila terjadi gangguan hubung singkat fasa ke
tanah. Relai hubung tanah hanya efektif dipakai untuk pentanahan netral
langsung atau dengan tahanan rendah.
5. Relai Thermis (Thermal Relay)
Untuk mengetahui suhu operasi dan indikasi ketidaknormalan suhu operasi
pada transformator digunakan relai thermal. Relai thermal ini terdiri dari sensor
suhu berupa thermocouple, pipa kapiler dan meter penunjukan.
6. Arrester
Penangkal petir (arrester) adalah proteksi bagi peralatan listrik terhadap
tegangan lebih yang disebabkan oleh petir. Alat ini berfungsi untuk melakukan

arus kilat ke sistem pentanahan sehingga tidak menimbulkan tegangan lebih yang
merusak isolasi peralatan listrik. Agar tidak mengganggu aliran sistem, maka pada
keadaan normal arrester berlaku sebagai konduktor yang tahanannya relatif
rendah. Akibatnya arrester dapat melakukan arus yang tinggi ke tanah dan setelah
surya hilang, arrester dengan cepat kembali menjadi isolasi.
3.2 Pemilihan Trafo
Pemilihan kapasitas kVA trafo didasarkan pada beban yang akan dilayani.
Diusahakan presentasi pembebanan trafo mendekati 80%. trafo umumnya
mencapai efisiensi maksimum (rugi-rugi trafo minimum). Bila beban trafo terlalu
besar, maka dilakukan penggantian trafo atau penyisipan trafo atau mutasi trafo
(trafo yang melayani beban kecil dimutasikan kebeban besar, dan begitu
sebaliknya). Mutasi antar trafo dapat dilakukan setelah hasil pengukuran beban
diperoleh. Rumus berikut dapat digunakan untuk perhitungan rating trafo yang
dipilih.

RatingTrafo=

kVA Beban(kVA )
0,8

(3.1)

Pilih rating trafo daya yang sebenarnya (tersedia) yang mendekati hasil
perhitungan dari rumus diatas. Contoh: Untuk potensi beban 30 KVA, perhitungan
rating trafo daya:

RatingTrafo=

30 kVA
=37,5 kVA
0,8

(3.2)

Apabila perhitungan diluar rentangan tersebut dan diluar rating trafo daya
yang tersedia, maka diupayakan penyeimbangan beban-beban yang ada atau
pengalihan beberapa beban sampai tercapai rentangan tersebut. Penyebab
timbulnya drop tegangan adalah: Arus beban puncak (Ampere), Tahanan saluran

(Ohm), dan Panjang saluran (km). Drop tegangan akan semakin besar jika satu
atau lebih dari faktor diatas nilainya besar. Yang dimaksud dengan drop tegangan
disini yaitu drop tegangan ujung pada jaringan tegangan rendah (JTR) yaitu
tegangan yang jatuh pada saluran JTR yang menyebabkan jatuhnya / turunnya
tegangan pada ujung saluran konsumen. Menurut peraturan SPLN (Standard
Peraturan Listrik Negara) drop tegangan ujung yang diperbolehkan adalah = 10%
dari tegangan nominal sekunder trafo daya. Persamaan berikutnya dapat
dipergunakan untuk menentukan drop tegangan JTR:
Voltage Drop = I . r . L = V lvc V ujung (volt)

(3.3)

Dimana:
I = arus beban puncak (Ampere)
R = tahanan penghantar (/km)
L = panjang saluran (km)
V lvc = tegangan pada LVC (volt)
V ujung = tegangan ujung (volt)
Dari persamaan diatas terlihatbahwa apabila:
1>

10 V lvc
I.r

(3.4)

Maka berarti drop tegangan > 10%, untuk mengatasi ini dapat dilakukan
penyisipan trafo daya. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam transformator daya
sisip adalah :
-

Rating

trafo

daya

sisip

yang

dipilih

harus

memperhitungkan

perkembangan beban dilokasi.


-

Peletakan

trafo

daya

sisip

jarak

maksimumnya

dari

trafo

daya

pertama adalah :

Max=

10 V lvc
I beban puncak . r saluran

(3.5)

Jika beban yang disuplai oleh transformator pada jaringan semakin besar,
maka digunakan transformator dengan kapasitas yang besar pula untuk mensuplai
beban yang besar tersebut, jika tidak demikian, maka transformator akan
mengalami Over Load yang dapat mengakibatkan transformator terbakar.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Dari hasil kerja praktek yang dilakukan terdapat tabel pengukuran yang
telah dilakukan selama satu bulan.
Data Hasil :
1. Tabel Data Pengukuran
I

Cos

No

Nominal

Beban

Input

Output

Daya Beban

1
2
3

(ampere)
115,6
115,6
115,6

(ampere)
21,04
26,48
10,75

(volt)
150
150
150

(volt)
146,9
145,4
145,1

(watt)
5354
6668
3426

0,66
0,71
0,46

4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

115,6
115,6
115,6
115,6
115,6
115,6
115,6
115,6
115,6
115,6
115,6
115,6
115,6
115,6
115,6
115,6
115,6
115,6
2427,6

31,29
34,62
37,96
30,97
65,28
95,88
86,71
77,01
77,01
77,02
78
82,88
75,51
93,95
70,11
75,26
77,19
72,35
1297,27

150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
3150

1
0,99
1
1
0,96
0,92
0,93
0,98
0,98
0,98
0,98
0,98
0,96
0,95
0,97
0,97
0,97
0,97
19,32

150
150,3
148,6
150
149,4
142,1
140,3
150,2
148,9
147,1
147,1
146,3
145
143,9
145,5
146,5
146,5
146,6
3081,7

8131
9010
9769
8045
16888
23597
21068
20032
19859
19619
19868
21000
18963
23413
17661
19094
19585
18369
329419

4.2 Analisa :
Dari data yang didapatkan selama satu bulan dapat dianalisa perhitungan lama
waktu pakai transformator daya 150 kV.
Rata-rata :
I nominal=

I beban
n

12 97,27
=61,77 A
21

V input =

2427,6
=115,6 A
21

I beban=

I nominal

V i nput
n

3150
=150 kV
21

V output=

3081,7
=146,74 kV
21

P beban=

V output

P beban
n

329419
=1 5686,62 kV
21

Nilai Persentase

I%

V% =

I NominalI Beban
x 100
I Nominal
115,661,77
x 100
115,6

= 46,56 %

V InputV Output
x 100
V Input

= 2,17 %
P nominal=I beban V output 3 cos 0,92
= 61,77 x 146,74 x
= 15542,53 watt

3 x 0,99

150146,74
x 100
150

P% =

P NominalP Beban
x 100
P Nominal

15542,5315686,62
x 100
1 5542,53

= - 0,92 %

Nilai Error

P
x 100
P

80 47,81
x 100
80

= 40,237 %
P*

= Nilai Jumlah Presentasi


=I%+V%+P%
= 46,56 % + 2,17 % + (-0,92 %)
= 47,81 %

P = Nilai Ketetapan Batasan Pemakaian Transformator Sebesar 80 %


Prediksi waktu Pakai Transformator :
Sisa Waktu Pakai = 100 % - 40,237 % = 59,763 %
Dalam hari

59,763
x 1800 hari
100

= 1075,734
= 1075 ( Pembulatan )
Dalam Tahun =

1075 hari
360 hari

= 2,98 tahun
= 2 Tahun 11 Bulan 25 Hari
Prediksi waktu pemakaian Transformator adalah 5 tahun ( 100% )

5 tahun = 1800 Hari


1 tahun = 360 Hari
Bila Transformator misalkan telah digunakan dalam waktu 1 tahun, maka
waktu pakai Transformator adalah Sisa waktu pakai waktu yang telah
digunakan = 2 Tahun 11 Bulan 25 Hari 1 Tahun = 1 Tahun 11 Bulan 25 Hari.
Tabel perbandingan antara daya beban kVA dengan waktu penggunaan
selama 21 hari.

Grafik Hubungan Waktu dengan Daya Beban kVA


25000
20000
15000
Daya Beban kVA

10000
5000
0

Grafik 4.1 Hubungan antara waktu dengan daya beban kVA

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Keandalan suatu transformator daya 150 kV ditentukan oleh cara
pemilihan dan pemeliharaan transformator. Dalam penganalisaan data dalam
memperhitungkan lama waktu pakai transformator hanya dilakukan dengan cara
pengukuran arus, tegangan, dan daya beban pada transformator tersebut pada saat
sedang beroperasi. Dan dalam perhitungan tersebut didapatkan nilai I % dari
transformator daya 150 kV adalah 46,56 % , nilai V % adalah 2,17 % , dan nilai P
% adalah 0,92 %. Pada perhitungan lama waktu pakai transformator daya 150

kV juga dihitung nilai error agar dapat menghitung lama waktu pakai
transformator dan didapatkan nilai error pada transformator adalah 40,237% maka
didapatkanlah sisa waktu pemakaian transformator adalah 1075 hari atau 2 tahun
11 bulan 25 hari.

5.2 Saran
Agar umur transformator daya 150 kV sesuai dengan ketentuan sebaiknya
perlu dilakukan pengecekan peralatan-peralatan yang ada dalam transformator
daya 150 kV secara rutin dan melakukan perawatan serta pemeliharan
transformator dengan benar dan baik.

DAFTAR PUSTAKA
Syafriyuddin, 2011, Perhitungan Lama Waktu Pakai Transformator Jaringan
Distribusi 20kV di APJ Yogyakarta, http://eprints.dinus.ac.id/., diakses
pada tanggal 15 Maret 2015, pukul 20.06 WIB.
Gunara

Fery

Fahnani,

Transformator

2010,
Daya

Analisis
Pada

Pengukuran

Gardu

Induk

dan

Pemeliharaan

150kV

Srondol,

http://www.elektro.undip.ac.id/., diakses pada tanggal 9 Maret 2015, pukul


19.06 WIB

Susi Irmalawati Panjaitan, 2012, Studi Pengaruh Beban Lebih Terhadap Kinerja
Arus Lebih pada Transformator Daya, http://jurnal.umrah.ac.id/., diakses
pada tanggal 22 Oktober 2015, pukul 22.06 WIB