Anda di halaman 1dari 2

Obsidian

Merupakan jenis batuan beku luar, hasil pembekuan magma yang kaya silika.
Pembekuan terjadi demikian cepat sehingga mineral pembentuknya tidak dapat mengkristal
dengan baik dan kedudukan kristalnya tidak beraturan. Obsidian berwarna putih keabu-abuan
hingga hitam. Kekerasannya 6, berat jenis 3-3,5 memiliki sifat pecahan konkoidal.
Obsidian dapat ditemukan didaerah pegunungan seperti jambi, jawa barat, lampung,
sulawesi urata hingga irian jaya. Penambangan obsidian menggunakan metode Quarry dengan
peralatan sederhana.
Obsidian dimanfaatkan untuk pondasi bangunan, dimanfaatkan sebagi batu mulia, serta
bahan perlit rekayasa.
http://miner-padang.blogspot.com/2011/12/bahan-galian-industri-yangberkaitan_11.html, 2011, Rizto Salia Z.

Obsidian merupakan jenis batuan beku luar, hasil pembekuan magma yang kaya silica.
Pembekuan terjadi demikian cepat sehingga mineral pembentuknya tidak sempat mengkristal
dengan baik dan kedudukan kristalnya tidak beraturan. Obsidian kebanyakan berwarna putih
keabu-abuan hingga hitam, kadang-kadang ada garis merah kecoklatan dan hitam. Dijumpai pula
obsidian yang berwarna kehijauan, ungu ataupun warna perak. Jenis ini dikenal dengan obsidian
pelangi. Obsidian dengan silika sebagai komposisi utama mempunyai kekerasan lebih dari 6
menurut Mohs, berat jenis 3-3,5, mempunyai sifatpecahan konkodial. Menurut reaksi Bowen,
mineral silika akan melebur pada temperature 7000 8000 C.
Tempat Diketemukan
Kebanyakan obsidian didapatkan sebagai batuan beku luar pada gunung api Indonesia
yang berumur relative muda (Pleistosen Kuarter). Tempat diketemukannya obsidian antara lain :
1. Jambi : G. Gantung, S Purgut dan S Penuh (pada batuan lava andesit)
2. Jawa barat : Nagreg Kab. Bandung (berupa sisipan dan bongkah pada batuan tras); G. ciamis
Kab. Garut (terdapat selang-seling dengan perlit diatas andesit); Ciasmara Kab. Bogor:
Leuwiliang, G. Kiaraberes, kurang lebih 6 km sebelah barat G. Salak (merupakan lava dan
kurang lebih panjang 2 km dan aliran lava yang merupakan susunan balok berwarna abu-abu
dengansteroida); Terogog, Priangan (singkapan 100 150 panjang, tebal 1 5 m); Anyer, G.
Barengkong sebelah selatan/barat Barengkok, Banten.
3. Lampung: Pulau Krakatau, Pulau Panjang, Wai Seputih (merupakan singkapan bulat
sepanjang 1 km).
4. Kalimantan: dekat Sampit
5. Sulawesi Utara: Tataaran, Tomohon Kab. Minahasa
6. Irian Barat: P. Namotote

Teknik Penambangan
Dilakukan dengan sistem kuari dengan peralatan sederhana. Karena obsidian merupakan tubuh
batuan yang keras, pada tahap awal penambangan untuk memperoleh blok-blok yang cukup
besar dimulai proses peledakan.
Pengolahan dan Pemanfaatan
1. Obsidian mempunya warna indah dank eras, disamping itu mudah dibentuk. Pada jaman
prasejarah, manusia purba memanfaatkan obsidian untuk senjata/kapak atautitikan
penimbul api.
2. Bangunan Karena sifatnya yang keras dan sangat resisten, obsidian dapat dimanfaatkan
sebagai fondasi bangunan. Obsidian tidak porous, hal ini mengakibatkan daya rekat
semen menjadi berkurang. Obsidian bila dipecah mempunyai sifat konkodial dengan
pinggiran yang tajam. Oleh karenanya dalam pengerjaan harus hati-hati.
3. Bahan batu mulia Karena sifatnya yang kompak, beberapa jenis berwarna terang dan
transparan obsidian dapat dibentuk menjadi batu mulia. Menurut klasifikasi Kinge,
obsidian termasuk batu mulia tanggung (Halfedestenen) batu kelas IV.
4. Bahan perlit rekayasa/artificial ferlit Perlit artificial dapat direkayasa dengan bahan baku
dari obsidian (Sukandarrumidi, 1983). Dari penelitian dengan bahan baku obsidian dari
nagrek sesudah dipanakan dengann oven selama 90 menit pada temperature 10000
11000 C trjadi perubahan sebagai berikut:
a. Semula warna hitam berubah menjadi putih keabuan
b. Volume berkembang menjadi 5 kali lipat
c. Berat jenis yang semula 3,35 berubah menjadi 0,6
d. Selama perubahan warna, keluar air dari massa batuan, dan batuan menjadi berpori
dan lengket antara fregmen yang satu dengan yang lain
Dengan demikian maka artificial perlit beratnya menjadi sangat kurang dengan
kekuatan yang tinggi. Oleh sebab itu perlit rekayasa dari obsidian, dapat digunakan
untuk bahan beton ringan ataupun dinding perendam dan isolasi panas.