Anda di halaman 1dari 12

FILSAFAT PENDIDIKAN

D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
1. FANDI ASHARI
2. NATALIA K SILAEN
3. FAUZUL AZIMI
4. FAUZI H SITORUS
5. DEWI WIDYA ASTUTI
6. ARNOL PURBA
7. M.GUNTUR.PRATAMA
8. MORISA SAGALA
9. MELISA SEMBIRING
10. HARINOVINDO

PENDIDIKAN TENIK ELEKTRO


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2016

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat
rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Filsafat Pendidikan ini dengan
baik.
Adapun tujuan kami menulis makalah ini yaitu agar kita mengetahui mengenai filsafat
pendidikan sebagai sistem, substansi filsafat pendidikan,hubungan filsafat dengan filsafat
pendidikan.
Kami menyadari masih terdapat banyak kesalahan dalam penulisan makalah ini Untuk
itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan makalah
kami. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Medan, 19 September 2016

Kelompok 4

DAFTAR ISI
BAB I...................................................................................................................... 4
A.

Latar Belakang............................................................................................ 4

B.

Tujuan Pembuatan Makalah........................................................................4

BAB II..................................................................................................................... 5
A.Filsafat Pendidikan Sebagai Sistem.................................................................5
B.Substansi Filsafat Pendidikan..........................................................................7
C.Hubungan Filsafat dengan Filsafat Pendidikan................................................8
BAB III.................................................................................................................. 11
Kesimpulan....................................................................................................... 11
DAFRAR PUSTAKA............................................................................................. 12

BAB I

Pendahuluan
A.Latar Belakang
Pada dasarnya manusia sebagai makhluk hidup berpikir dan selalu berusaha untuk
mengetahui segala sesuatu, tidak mau menerima begitu saja apa adanya sesuatu itu, selalu
ingin tahu apa yang ada dibalik yang dilihat dan diamati. Ada tiga hal yang mendorong
manusia untuk berfilsafat yaitu keheranan, kesangsian, dan kesadaran atas keterbatasan.
Berfilsafat kerap kali didorong untuk mengetahui apa yang telah tahu dan apa yang belum
tahu, berfilsafat berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah diketahui dalam
kemestaan yang seakan tak terbatas.

Filsafat memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Setidaknya ada
tiga peran utama yang dimiliki yaitu sebagai pendobrak, pembebas, dan Pendidikan adalah
upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi
cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam
perjalanan hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan
bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis.
guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan
dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan.
B.Tujuan Pembuatan Makalah
1.
2.
3.
4.

Agar mahasiswa memahami apa yang dimaksud dengan substansi filsafat pendidikan.
Agar para mahasiswa memahami tentang hubungan filsafat dan pendidikan.
Agar mahasiswa dapat memahami tentang perkembangan aliran filsafat pendidikan.
Agar mahasiswa dapat memahami urgensi filsafat dalam dunia pendidikan.

BAB II

Pembahasan
A.Filsafat Pendidikan Sebagai Sistem

Sistem filsafat pendidikan adalah kata sistem barasal dari bahasa Yunani yaitu
systema yang berarti cara, strategi. Dalam bahasa Inggris system berarti system, susunan,
jaringan, cara. System juga diartikan suatu strategi, cara berpikir atau model berpikir.
Sedangkan pendidikan pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan yang secara sadar dan
disengaja serta penuh tanggung jawab yang dilakukan orang dewasa kepada anak sehingga
timbul interaksi dari keduanya agar anak tersebut mencapai kedewasaan.
Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik
Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman
dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokraris serta bertanggung jawab.Untuk
mengembangkan fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan
nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional. Kehidupan bangsa mencakup seluruh bangsa; warga Negara tua-muda,
kaya-miskin, di kotadi desa, tanpa memandang latar belakang dan cerdas dalam hidup dan
kehidupan,kognitif, piskomotor, dan afektif, totalitas dan integratif.
Seperti dikatakan di buku ajar Filsafat Pendidikan Unimed Filsafat pendidikan terujud
ddengan menarik garis linier, antara filsafat dan pendidikan. Dalam hal ini filsafat seolaholah dijabarkan secara langsung dalam pendidikan dengan maksud untuk menghasilkan
konsep pendidikan yang berasal dari satu cabang atau aliran filsafat, misalnya dengan
idealism. Bila konsep dasar tentang kenyataan yang pada hakikatnya, menurut idealism,
adalah sama dengan hal-hal bersifat kerohanian ataupun yang lain yang sejenis dengan itu,
maka pendidikan itu adalam mengutamakan perkembangan aspek aspek spritual dan
kerohanian pada peserta didik.

Pendekatan lain yang akan dikembangkan adalah ketika pendidikan itu menghadapi
masalah atau keadaan yang tidak seperti yang diharapkan, pasti memerlukan jawabn yang
tidak semata-mata berada dalam ruang lingkup pendidikan. Misalnya tentang manusia
seutuhnya, untuk memperjelas konsep ini memerlukan penjelesan dari filsafat. Bila hal ini
akan dijawab dengan menggunakan ilmu pengetahuan yang lain, jawaban itu tidak dapat
seketika secara spekulatif seperti halnya dalam filsafat. Kemungkinan-kemungkinan tersebut
dengan mengingat tujuan pendidikan bila dikembangkan secara proporsional akan sangat
memadai dalam mengisi fundasi-fundasi ilmu pendidikan, sebagai bagian utama dalam ilmu
pendidikan umumnya.

B.Substansi Filsafat Pendidikan


Dalam dunia pendidikan, filsafat pendidikan adalah bagian dari fundasi-fundasi
pendidikan. Yang berarti bahwa filsafat pendidikan perlu mengetengahkan konsep-konsep
dasar pendidikan. Di Indonesia sendiri Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dan
undang-undang pendidikan merupakan dasar atau landasan utama terhadap pelaksanaan
pendidikan. Hal ini yang menjadikan Pancasila, atau khususnya Filsafat Pancasila
mempunyai kedudukan sentral dalam wawasan kependidikan, dan nilai-nilai serta normanorma Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 itu melingkupi pendidikan secara
keseluruhan, baik itu mengenai teori maupun mengenai praktek.
Dengan berpijak pada pandangan tentang kedudukan filsafat dan filsafat pendidikan
Pancasila sebagai filsafat terbuka, maka sikap konvergensi atau elektif inkorpatif terhadap
filsafat atau filsafat pendidikan yang berasal dari luar perlu dikembangkan. Dengan
mempelajari filsafat dan filsafat pendidikandari luar pad hakekatnya adalah upaya untuk
memperkaya atau meperkuat substansi dari pada filsafat pendidikan telah berada pada
peringkat lanjut.
Roh dan Jiwa Undang-Undang Dasar 1945 harus mendaqsari landasan praksis dan
praktik pendidikan. Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 telah dijelaskan nyata
arah dan tujuan pendidikan yakni : untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Harapan ini
didukung oleh batang tubuh dan pasal-pasal Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan
bahwa pemerintah akan melaksanakan pendidikan bermutu bagi setiap warga negara dan
setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan minimal sampai pada tingkat
pendidikan dasar. Tujuaan pendidikan semakin diperjelas dan dipertegas substansi dan
arahnyayakni menjadikan manusia yang cerdas, berbudi luhur berakhlak mulia dan lainnya.

C.Hubungan Filsafat dengan Filsafat Pendidikan


Sudah merupakan pandangan atau pemahaman umum bahwa filsafat yang dijadikan
pandangan hidup oleh seseorang atau suatu masyarakat bahkan suatu bangsa merupakan asas
atau pedoman yang melandasi semua aspek hidup dan kehidupan orang atau masyarakat
tersebut atau bangsa itu sendiri, termasuk didalamnya bidang pendidikan. Segala usahan atau
aktifitas yang dilakukan dengan mempedomani filsafat yang dianutnya.
Pandangan filsafat pendidikan sama pernannya dengan landasan filosofis yang
menjiwai seluruh kebijaksanaan pelaksanaan pendidikan. Antara filsafat dan pendidikan
terdapat kaitan yang sangat erat. Filsafat mencoba merumuskan citra tentang manusia dan
masyarakat, sedangkan pendidikan berusaha mewujudkan citra tersebut. Formula tentang
hakekat dan martabat manusia serta masyarakat terutama di Indonesia dilandasi oleh filsafat
yang dianut bangsa Indonesia yaitu Pancasila.
Filsafat mengadakan tinjauan yang luas mengenai realita, maka dikupaslah antara lain
pandangan dunia dan pandangan hidup. Konsep-konsep mengenai ini dapat menjadi landasan
penyusunan konsep tujuan dan metodologi pendidik. Disamping itu, pengalaman pendidik
dalam menuntut pertumbuhan dan perkembangan anak akan berhubungan dan berkenalan
dengan realita. Semuanya itu dapat disampaikan kepada

filsafat

untuk dijadikan bahan-

bahan
1.

pertimbangan dan tinjauan untuk memperkembangkan diri.


Hubungan filsafat dengan filsafat pendidikan dapat dirumuskan sebagai berikut :
Filsafat mempuyai objek lebih luas, sifatnya universal. Sedangkan filsafat pendidikan

objeknya terbatas dalam dunia filsafat pendidikan saja.


2. Filsafat memberikan sintesis kepada filsafat pendidikan yang khusus, mempersatukan dan
3.

mengkoordinasikannya
Lapangan filsafat mungkin sama dengan lapangan filsafat pendidikan tetapi sudut
pandangannya berlainan.
Brubacher (1950) mengemukakan tentang hubungan antara filsafat dengan filsafat
pendidikan, dalam hal ini pendidikan : bahwa filsafat tidak hanya melahirkan sains atau
pengetahuan baru, melainkan juga melahirkan filsafat pendidikan. Filsafat merupakan
kegiatan berpikir manusia yang berusaha untuk mencapai kebijakan dan kearifan. Sedangkan
filsafat pendidikan merupakan ilmu yang pada hakekatnya jawab dari pertanyaan-pertanyaan
yang timbul dalam lapangan pendidkan. Oleh karena berisfat filosofis, dengan sendirinya
filsafat pendidikan ini hakekatnya adalah penerapan dari suatu analisa filosofis terhadap
lapangan pendidikan.Filsafat pendidikan sudah seharusnya dipelajari dan didalami oleh setiap

orang yang memperdalam ilmu pendidikan, terlebih mereka yang memilih profesi sebagai
tenaga pendidik. Ada beberapa alasan yang mendasarnya antara lain;
1. Adanya problema-problema pendidikan dari zaman ke zaman yang menjadi perhatian para
ahli masing masing. Pendidikan adalah usaha manusia untuk meningkatkan kesejathteraan
lahir dan batin masyarakat dan bangsa. Banyak tulisan yang dihasilkan oleh para ahli pikir,
dan tidak jarang gagasan ahli yang satu mempengaruhi gagasan ahli-ahli yang lain. Corak
gagasan yang berlandaskan filsafat sering timbul dari ahli-pikir ini. Hal ini masuk dalam
lapangan filsafat pendidikan.
2. Dapatlah diperkirakan bahwa bagi barang siapa yang mempelajari filsafat pendidikan dapat
mempunyai pandangan pandangan yang jangkauannya melampaui hal-hal yang diketemukan
secara eksperimental dan empirik. Maka dari itu filsafat pendidikan dapat diharapkan
merupakan bekal untuk meninjau pendidikan beserta masalah-masalahnya secara kritis.
3. Dapat terpenuhi tuntutan intelektual dan akademik dengan landasan asas bahwa berfilsafat
adalah berfikir logis yang nuntut teratur dan kritis, maka berfilsafat pendidikan mempunyai
kemampuan semacam itu.
Beberapa aliran filsafat pendidikan yang dominan di dunia adalah sebagai berikut :
1) Esensialis
Filsafat pendidikan Esesialis adalah kebudayaan klasik yang muncul pada zaman
Romawi yang menggunakan buku-buku klasik ditulis dengan bahasa latin dikenal dengan
nama Great Book.Tekanan pendidikannya adalah pada pembentukan intelektual dan logika.
Dengan mempelajari kebudayaan Yunani-Romawi yang menggunakan bahasa latin yang sulit
itu, diyakini otak peserta didik akan terarah dengan baik dan logikanya akan berkembang.
Disiplin sangat diperhatikan, pelajaran dibuat sangat berstruktur, dengan materi pelajaran
berupa warisan kebudayaan, yang diorganisasi sedemikian rupa sehingga mempercepat
kebiasaan berpikir efektif, pengajaran terpusat pada guru.
2) Perenialis
Filsafat pendidikan Perenialis Tentang bagaimana cara menumbuhkan kebenaran itu
pada diri peserta didik dalam proses belajar mengajar tidaklah jauh berbeda antara esensialis
dengan peenialis.
3) Progresivis
Filsafat pendidikan Progresivis Menurut filsafat ini tidak ada tujuan yang pasti,
begitu pula tidak ada kebenaran yang pasti. Tujuan dan kebenaran itu bersifat relatif, apa

yang sekarang dipandang benar karena dituju dalam kehidupan, tahun depan belum tentu
masih tetap benar. Ukuran kebenaan adalah yang berguna bagi kehidupan manusia hari ini.
Karena itu pendidikan menjadi pusat pada anak untuk mempercepat proses
perkembangan mereka juga menekankan prinsip mendisiplin diri sendiri, sosialisasi, dan
demokratisasi. Perbedaan-perbedaan individual juga sangat mereka perhatikan dalam
pendidikan.
4) Rekonstruksionis
Filsafat pendidikan Rekonstruksionis merupakan variasi dari Progresivisme, yang
menginginkan kondisi manusia pada umumnya harus diperbaiki. Meraka bercita-cita
mengkonstuksi kembali kehidupan manusia secara total. Semua bidang kehidupan harus
diubah dan dibuat baru aliran yang ektrim. Ini berupaya merombak tata susunan kehidupan
masyarakat lama dan membangun tata susunan hidup yang baru, melalui lembaga dan proses
pendidikan. Proses belajar dan segala sesuatu bertalian dengan pendidikan tidak banyak
berbeda dengan aliran Progresivis.
5) Eksistensialisi
Filsafat pendidikan Eksistensialis berpendapat bahwa kenyataan atau kebenaran
adalah eksistensi atau adanya individu manusia itu sendiri. Adanya manusia didunia ini tidak
punya tujuan dan kehidupan menjadi terserap karena ada manusia. Manusia adalah bebas,
akan menjadi apa orang itu ditentukan oleh keputusan komitmennya sendiri.
Pendidikan menurut filsafat ini bertujuan mengembangkan kesadaran individu,
memberikesempatan untuk bebas memilih etika, mendorong pengembangkan pengetahuan
diri sendiri, bertanggung jawab sendiri, dan mengembangkan komitmen diri sendiri.

BAB III

Penutup
KESIMPULAN
Filsafat adalah kebenaran menyeluruh yang sering dipertentangkan dengan kebenaran
ilmu yang sifatnya relatif. Karena kebenaran ilmu hanya ditinjau dari segi yang bisa diamati
oleh manusia saja. Filsafat menjadi sumber dari segala kegiatan manusia atau mewarnai
semua aktivitas warga negara dari suatu bangsa.
Pendidikan adalah usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensipotensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada didalam
lingkungan masyarakat dan lingkungan. Ilmu pendidikan yaitu menyelidiki, merenungi
tentang gejala-gejalan perbuatan mendidik.
Filsafat pendidikan adalah hasil pemikiran dan perenungan secara mendalam sampai
keakar-akarnya mengenai pendidikan.
Substansi Filsafat Pendidikan kedudukan dalam jajaran ilmu pengetahuan adalah
sebagai bagian dari fundasi- fundasi pendidikan. Berarti bahwa filsafat pendidikan perlu
menengahkan tentang konsep-konsep dasa pendidikan.
Hubungan antara filsafat dan pendidikan terkait dengan persoalan logika, yaitu: logika
formal yang dibangun atas prinsif koherensi, dan logika dialektis dibangun atas prinsip
menerima dan membolehkan kontradiksi. Hubungan interakif antara filsafat dan pendidikan
berlangsung dalam lingkaran kultural dan pada akhirnya menghasilkan apa yang disebut
dengan filsafat pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA
Suriasumantri, S. Jujun. 1996. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, Jakarta, Pustaka
Sinar Harapan
Purwanto, Ngalim. M. 2003. Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis, Bandung, PT. Remaja
Rosdakarya
Tim Pengajar. 2016. Diktat Filsafat Pendidikan. Medan: Universitas Negeri Medan
http://www.google /Filsafatvan88.wordpress.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat