Anda di halaman 1dari 11

Kunci Membuka 7 Lathoif:

1. Langkah pertama, niatkan untuk membuka/ membersihkan lathoif di tubuh satu-persatu,


2. Kemudian mulai membaca: ta'awudz 7x,bismillah 7x,hauqollah 7x, dan al fatehah 1x
dalam keadaan tahan nafas yang di niatkan pada satu-persatu titik lathoif,
3.Setelah itu niatkan untuk mengarahkan energi dengan memvisualisasi cahaya putih untuk
disalurkan dari tulang ekor naik sampai di atas kepala hingga ubun-ubun.
4. Sesaat setelah ada sensasi rasa diatas kepala semacam angin semilir di ubun-ubun maka
anda mulai dzikir: laa ilahaa illallah 1 putaran tasbih yang di niatkan pada satu persatu
lathoif tersebut,
5.Kemudian baca doa pembuka lathoif berikut ini,




......

















Antadziru wuruudalfaidhi minadzzaatilladzii maii wamaa kulli dzarratim min
dzarratil alami alaa ........ biwasyithati masyaa ikhinal kirami taalaa alaihim
ajmaiin.
Artinya : Aku menanti turunnya limpahan dari dzat yang beserta aku dan beserta setiap
dzarrah alam, dengan ........ saya, dengan perantaraan para orang orang shaleh (syaikh)
yang mulia-mulia, semoga Allah ridha kepada beliau-beliau sekalian.
Catatan: titik-titik diatas silahkan isi dengan diniatkan untuk membuka/
membersihkan...nama satu persatu lathoif tersebut. Lakukan selama 7 hari berturut-turut
dan anda akan mengalami suatu hal positif mendapat pencerahan ilahi dengan terbuka
hijab-hijab penghalang, sehingga ibadah semakin khusyuk dan mempermdah memahami
ilmu agama terjauh dari sifat-sifat buruk. Semoga bermanfaat dan salam sukses.
SHALAT TASBIH UNTUK MELIHAT MAKHLUK GHAIB
Assalamualaikum Warohmatullaahi Wabarokatuh.
Saudaraku pembaca blog yang di rahmati Allah, mungkin banyak di antara kita ingin bisa
melihat makhluk halus, kali ini saya coba share kepada pembaca setia blog Satria Larangan
untuk bisa melihat makhluk halus dan terbangkitnya indera ke-enam anda, dengan salah
satu jalan tercepatnya melakukan sholat tasbih selama 41 malam berturut-berturut, bacaan
tasbih ketika shalat menggunakan yang terlengkap yaitu SUBHAANALLAAH
WALHAMDULILLAAH WALAAILAAHAILLAALLAAH WALLAAHU AKBAR WALAA HAULA WALAA
QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ALIYYIL AZHIIM, harus memakai hauqolah, karena disitulah letak
asma AL AZHIIM yang mampu merobek dengan cepat penglihatan anda untuk melihat
makhluk ghaib, bila sudah terlihat sebelum 41 malam, tetap lanjutkan sampai 41 malam.
Tata caranya:
1.Kerjakan sholat tasbih 4 rakaat dengan 2 kali salam (2 rakaat salam).
2. Selesai salam, hadiahkan surat Al-Fatihah untuk Syekh Abdus Samad Al-Falimbani,
contoh: Ilaa hadhrotisy Syaikh Abdus Samad Al-Falimbani Al-Fatihah.
3.Kemudian ditutup dengan doa qutub atau doa rijalul ghaib 1 kali.
















.





.


.









.


.


Alloohumma sholli alaa aali sayyidinaa muhammadin wa sallim, robbi adkhilni fii lujjati bahri
ahadiyyatika, wa thomthoomi wahdaaniyatika, waqowwini biquwati sathwati qudrotika, hatta
akhruja ilaa fadhoo-I saati rohmatika, wa ii wajhi lamaani barqil qurbi min aatsaari
rohmaaniyyatika, marri-an bi haibatika, azzizan biinaayatika, mubajjalan, muazh-zhoman,
mukarroman bitakriimika wa taazhiimika,wa albbisni minka khulal izzi wal qobul wa sahhil
lii manaahijal washlati wal wushuul wa tawwijnii bitaajil karomati wal waqoorr wa allif baini
wa baina ahibba-ika fi daarid dunya wal daaril qoroor, warzzuqni min nuuris mika haibatan
tanqoodu ilayyal quulubul wal arwaahu, wa tahdhou ladayyan nufuusu sal asybaah, yaa
man dzallat lahu riqoobul jabaabiroti, wa khodoat anaaqul akaasiroti, laa malja-a illa ilaika
walaa Iaanata illa bika, walat tikaala illaaalaika, idfaanii kaidal hasidin wa zhulumaatil
muanidiin wa adkhilnii tahta suroodiqoti arsyika yaa akromal akromiin ayyid zhoohiri lit
tahas-shuli alaa maroodhiika, wa nawwir qolbii wa sirii lil ithlaaI alaa manahiji masaaiika
ilaahi kaifa asdhuru an baabika bihaibatin minka wa qod rodadtaniialaa tsiqotin minka, wa
kaifa tai asunii minathooika waqod amartanii bi duaaika wa haa ana muqbilunalaika
multaji-un ilaika, baaid baini wa baina adaa-ii kamaa baaadta bainal masyriqi wal maghribi,
wakhthuf abshorohum biinuuri qudsika wa tsubuuti izzatika, innaka antal muthi bijala-ilin
niami birohmatika yaa arhamar roohimin.
Allahumma innii as-alukailman naafian waamalan mutaqobbalan wa rizqon halaalan
thoyyiban waasian fid dunyaa wal akhiroh.
Allahummajal badanii khozaanataa arzaqil abdaani wa lisaani khozanaata qulubi ahlil
iiman, farzuqni lathoifat tauhiid wa khsoshooishot tamjid, innaka antallahul hamiid, al faaalu
lima yuriid, birohmatika ya ahamar roohimiin, wa sholallahu alaa sayyidina muhammadin
wa alaa aalihi wasohhi wa sallam wal hamdulillaahirobbilaalamin.
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya.
Tuhanku, masukkan aku ke dalam samudra keesaan-Mu, dan keluasan lautan ketunggalanMu. Kuatkanlah aku dengan kekuatan keperkasaan kekuasaan kesatuan-Mu. Sehingga aku
keluar memasuki limpahan keluasan kasih-Mu, dan dalam wajahku ada kilatan cahaya
kedekatan dengan-Mu, akibat perlindungan-Mu, berwibawa dengan wibawa-Mu, perkasa

dengan bantuan-Mu, ditinggikan dan dimuliakan dengan pengajaran-Mu dan pensucian-Mu.


Bungkuslah aku dengan busana kemuliaan dan penerimaan-Mu. Mudahkan bagiku jalanjalan untuk mencapai dan bergabung dengan-Mu. Mahkotai aku dengan mahkota kemuliaan
dan kehormatan. Ikatkan kecintaan antara aku dengan para kekasih-Mu, di kampung dunia
dan kampung abadi. Karuniakan kepadaku dari cahaya nama-Mu kewibawaan dan
kekuasaan yang menyebabkan semua hati dan arwah tunduk di hadapanku, yang membuat
semua jiwa dan makhluk merendah kepadaku.
Wahai yang terhempas di hadapan-Nya kuduk-kuduk para penguasa dan pasrah kepada-Nya
leher-leher para tiran, tiada tempat berlindung dan tiada tempat keselamatan dari-Mu
kecuali pada-Mu. Tidak ada bantuan kecuali dengan-M, tidak ada sandaran kecuali kepadaMu. Tolakkan dariku reka-perdaya orang-orang yang dengki dan kezaliman kejahatan
musuh-musuhku. Sayangilah aku di bawah naungan Arasy-Mu. Wahai Yang Paling Pemurah
dari segala yang pemurah. Kokohkan badan lahirku untuk memperoleh keridhaan-Mu. Sinari
hatiku dan batinku untuk bisa melihat jalan-jalan menuju-Mu.
Ilahi, Tuhanku, bagaimana mungkin aku keluar dari pintu-Mu dengan kesia-siaan dari-Mu,
padahal telah aku pasrahkan diriku pada kepercayaan kepada-Mu. Bagaimana mungkin
Engkau membuat aku putus asa, padahal telah Kau perintahkan aku untuk berdoa kepadaMu. Inilah aku menghadap kepada-Mu dan berlindung kepada-Mu. Jauhkan aku dari musuhmusuhku sebagaimana Engkau menjauhi musuh-musuh-Mu. Silaukan pandangan mereka
kepadaku dengan cahaya kesucian-Mu dan kebesaran kemuliaan-Mu. Sesungguhnya
Engkaulah Allah, Pemberi anugrah yang besar dan dimuliakan kepada orang yang menyeruMu melalui kelembutan rahmat-Mu. Ya Hayyu Ya Qayyum. Wahai Yang Hidup, wahai Yang
Abadi. Wahai pemilik keagungan dan kemuliaan, semoga Allah menyampaikan shalawat
kepada junjungan kami dan Nabi kami Muhammad beserta semua Keluarganya yang baik
dan suci.
MUKJIZAT AL-QUR'AN UNTUK TAHAN TERHADAP API
Kembali saya bagikan sebuah rahasia besar Al-Qur'an yang bisa dibuktikan, Bahwasanya
kita tahu bersama,bahwa barang siapa yang hafal Al-Qur'an dan dia amalkan dan di baca,
maka tanah bersumpah tidak akan memakan dagingnya, cacing tidak akan menggigitnya
dalam kubur, bahkan api neraka bersumpah aku malu menyentuh kulitnya orang-orang yang
hapal Al-Qur'an.
Mengapa Al-Qur'an adalah mukjizat Nabi Muhammad SAW yang paling besar, sampai saat
ini tak ada satupun yang berubah padahal sudah 14 abad lamanya,bahkan Allah SWT
menantang:
"jika kalian benar silahkan buat yg serupa dgn al-qur,an walau hanya satu ayat,berkumpul
jin dan manusia niscaya tidak akan sanggup"
Banyak kalangan ahli ilmu hikmah yang menggunakan Al-Qur'an sebagai penawar segala
penyakit, ilmu kebal, dan macam-macam lainnya, Nah disini akan saya bukakan sebuah
rahasia besar jika kita tahu niscaya tubuh kita tidak akan terbakar oleh panasnya api yang
membara, bisa langsung dites ditempat.
Tata caranya:
Coba anda siapkan api lilin, letakkan tangan kita, lihat tidak akan terasa panas bahkan
terasa dingin
jika tahap awal berhasil, silahkan anda berjalan diatas bara api yang menyala tanpa
sendal,lihatlah kaki anda tidak akan apa-apa.

Ilmu ini sangat berguna, jika digunakan oleh pemadam kebakaran agar disetiap aksinya
tidak terkena dampak dari api yang panas, apa lagi suasana perang dimana api kita lihat
dimana-mana kita akan sangat mudah menolong sahabat-sahabat kita yang terjebak api,
bisa juga digunakan untuk demo pertunjukan inilah bukti mukzijat Al-Quran yang besar.
Caranya:
Hadiahkan Al-Fatihah 41 kali ditujukan ke guru slamet banjar baru kalimantan selatan.
Kemudian hafalkan seluruh 114 nama surah dalam Al-Qur'an, mulai surah Al-Fatihah sampai
surah Annas.
Jika sudah hafal silahkan anda buktikan dan dicoba, percayalah ini sudah
dibuktikan,sebelum mencoba,baca nama-nama surah dalam al-quran tadi, ingat hanya
nama suratnya saja yang berjumlah 114 nama ayat tersebut, lalu tahan nafas silahkan
letakkan tangan kita diatas api lilin, lihatlah keajaiban itu, jika telah meresap cukup kita
ingat nama-nama surah itu niscaya semua api didunia ini tidak akan memberi bekas pada
kita insya Allah Mukjizat Al-Qur'an untuk menahan panasnya api.
12 WAKTU MUSTAJAB UNTUK BERDOA
Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman, Berdoalah kepadaku, maka niscaya akan aku
kabulkan. Dan, berikut ini di samping kita yakin Allah mengabulkan doa yang kita
panjatkan kita pun bisa mengetahui kapan harus memanjatkan doa yang benar-benar akan
Allah SWT. kabulkan (mustajab). Begitu juga di dalam Al-Quran Allah SWT. berfirman:






















Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang
menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam
neraka Jahannam dalam keadaan hina dina (QS. Ghafir: 60).
Inilah 12 Waktu Mustajab untuk Berdoa:
1. Pada hari Arafah
Hari Arafah merupakan hari dimana semua jamaah haji melakukan wukuf di Arafah
atau tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari Arafah, semua jama'ah disarankan berdoa sebanyakbanyaknya, takterkecuali jama'ah yang tengah berhaji ataupun jamaah yang tidak tengah
menunaikan ibadah haji. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah (HR. At-Tirmidzi).
2. Bulan Ramadhan
Pada shalat tarawih, setelah melaksanakan witir, dianjurkan untuk berdoa dengan
mengucapkan, lafadz, "Subhanal malikil quddus" sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud
dari Ubay bin Kaab. Serta dianjurkan pula untuk mengucapkan kalimat itu sebanyak tiga
kali sebagaimana disebutkan didalam riwayat an Nasai.
3. Hari Jumat
Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam bersabda,
:
.
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menuturkan perihal hari Jumat lalu beliau bersabda:
Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa
yang ia minta. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu
tersebut (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah R.a).
4. Saat Sahur
Sebaiknya, setiap muslim dan muslimah membiasakan berdoa setelah witir sebelum fajar,
pasalnya pada waktu sahur tersebut merupakan amal yang paling utama dalam rangka
mendekatkan diri kepada Allah Swt. Salah satu doa yang bias dilafalkan oleh setiap
musmlim adalah doa berikut.














Ashbahnaa wa ashbaha mulkulloohi walhamdulillaah, laa ilaha illallaah wahdahu laa
syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa alaa kulli syaiin qodiir, As-aluka khoiro maa
fii hadzal yauma wa khoiro maa badah, wa audzubika min syarri hadzal yauma syarri maa
badah, robbi audzubika minal kasali wa sawail kibari, robbi audzubika min adzabin fiinnaari wa adzaabin fil qobri.
5. Di antara adzan dan iqamat
Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, dia berkata bahwa, Rasulullah SAW bersabda,







Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara adzan dan iqomah, maka
berdoalah (kala itu). (HR. Ahmad).
6. Bada (setelah) shalat
Dari Abu Umamah, dia berkata; "Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ditanya, wahai
Rasulullah, doa apakah yang paling di dengar...? Beliau berkata: "Doa di tengah malam
terakhir, serta setelah shalat-shalat wajib." (HR. At-Tirmidzi).
7. Saat turun hujan
Dari Aisyah Radhiyallahu Anha, di riwayatkan






:






Sesungguhnya Nabi Shallallahu alaihi wasallam apabila melihat hujan, beliau berdoa:
ALLAHUMMA SHOYYIBAN NAAFIA (Ya Allah, jadikan hujan ini hujan yang membawa manfaat
atau kebaikan." (HR. Bukhari).
8. Saat dalam jalannya Allah (fii sabilillah). Dalam sirah nabawiyah, di saat perang Uhud,
Nabi Muhammad SAW pernah berdoa. Dalam doanya beliau sangat detil memohon kepada
Allah SWT.
Berikut doa Nabi Muhammad saat melawan musuh dalam perang Uhud.




Saat ini, insya Allah di Indonesia kondisinya aman dan tenteram sehingga takperlu jihad fii
sabilillah angkat senjata, tetapi yang perlu dilakukan adalah berperang melawan hawa
nafsu.
9. Setelah Mengkhatamkan Al-Quran,
10. Di Saat sujud dalam shalat.
11. Ketika akan berbuka puasa.
12. Pada 1/3 malam yang akhir.
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Allah Tabaraka
wataaala turun ke langit dunia pada setiap malam, yaitu pada 1/3 malam terakhir seraya
berfirman, Siapa yang berdoa kepadaKu niscaya akan Aku kabulkan dan siapa yang
meminta kepadaKu niscaya akan Aku berikan dan siapa yang memohon ampun kepadaKu,
niscaya akan Aku ampuni. (HR. Bukhari dan Muslim).
Itulah 12 Waktu Mustajab untuk Berdoa. Mudah-mudahan bisa menambah pengetahuan kita
bersama agar lebih memanfaatkan semua kondisi waktu di atas untuk memohon kepada
Alloh SWT di segala permasalahan kehidupan kita.

Alhamdulilllah, Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam ini. Dialah Yang Maha
Mengetahui keadaan hambaNya. Dia pulalah Yang Maha Mengetahui segala kebutuhan
hamba-Nya. Dia juga mengetahui bahwa para hambaNya lemah sangat butuh terhadap
pertolongan. Oleh karena itu, Dia memerintahkan para hambaNya untuk berdoa kepadaNya,
sekaligus berjanji akan mengabulkan doa dan permohonan mereka kepadaNya apabila
terpenuhi syarat-syarat dan adab-adabnya. Allah Subhanahu wa taala berfirman (yang
artinya):
Dan Rabbmu berfirman: Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa
kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. (QS. Al-Mumin: 60).
Para sahabatku yang di rahmati Alloh, dalam ayat diatas Allah SWT memerintahkan para
hambaNya untuk berdoa kepadaNya, dan berjanji akan mengabulkan doa hambaNya.
Bahkan sebaliknya, Allah Subhanahu wa taala mengancam para hambaNya yang enggan
untuk berdoa kepadaNya karena telah jatuh kepada sifat kesombongan.
Para sahabatku, semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmat, taufiq, dan hidayahNya
kepada kita semua. Para dasarnya, kita boleh berdoa kapan dan dimana saja. Akan tetapi, di
sana ada waktu-waktu tertentu yang mempunyai nilai lebih untuk dikabulkannya doa. Oleh
karena itu, pada buku ini, saya akan menjelaskan beberapa waktu-waktu mustajab tersebut
sebagai pelengkap sebelumnya. Semoga bermanfaat.
Di antara waktu-waktu tersebut adalah:
1. Malam (lailatul) Qadar
Aisyah radhiyallahu anha pernah bertanya kepada Rasulullaah shallallahu alaihi wasallam:
Wahai Rasulullah, apa petunjukmu bila aku mendapati malam (lailatul) Qadar itu, apa yang
harus aku ucapkan...? Beliau shallallahu alaihi wasallam menjawab:Ucapkanlah (doa):








Alloohumma innaka afuwun tuhibbul afwa faafu annii.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, mencintai perbuatan memberi maaf, maka
maafkanlah aku. (HR. At-Tirmidzi, Ahmad, dan An-Nasa`i dalam Al-Kubra).
2. Di sepertiga malam yang akhir dan di waktu sahur
Allah SWT menyebutkan salah satu sifat para hambaNya yang beriman dalam firmanNya
(artinya):
Dan pada waktu akhir malam (waktu sahur) mereka memohon ampun. (QS. AdzDzariyat: 18).
Abu Hurairah radhiyallahu anhu menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
pernah bersabda:



Rabb kita Yang Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga
malam yang akhir seraya berfirman: Siapa yang berdoa kepadaKu niscaya Aku
mengabulkan doanya. Siapa yang meminta kepadaKu niscaya Aku berikan apa yang
dimintanya. Siapa yang minta ampun kepada-Ku maka aku akan mengampuninya. (HR.
Ibnu Majah dan Ahmad).
3. Di akhir shalat fardhu
Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu anhu berkata: Pernah ada yang bertanya kepada
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: Wahai Rasulullah, doa apakah yang didengarkan
(dikabulkan)...? Beliau shallallahu alaihi wa sallam menjawab:





Doa yang dipanjatkan di tengah malam yang akhir dan di akhir shalat wajib.(HR. AtTirmidzi dan An-Nasa`i dalam Al-Kubra).

Para ulama berbeda pendapat tentang apa yang dimaksud dengan kata (( )) dalam hadits
diatas. Apakah maksudnya sebelum salam atau setelah salam dari shalat...?
Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata dalam kitabnya, Zadul Maad, 1/378:
(



) bisa jadi maksudnya sebelum salam dan bisa jadi setelahnya.

Adapun (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah) menguatkan pendapat yang
menyatakan sebelum salam.
Sedangkan Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berpandangan di akhir setiap shalat
fardhu adalah sebelum salam, sehingga doa itu dipanjatkan setelah selesai membaca
tasyahud akhir dan shalawat sebelum mengucapkan salam sebagai penutup ibadah shalat.
Beliau rahimahullah berkata: Riwayat yang menyebutkan adanya doa yang dibaca di (



) , berarti doa itu dibaca sebelum salam. Sedangkan dzikir yang dinyatakan

untuk dibaca di (



) , maka maksudnya dzikir itu dibaca setelah selesainya

shalat.
Karena Allah Subhanahu wa Taala berfirman (artinya): Apabila kalian telah selesai dari
mengerjakan shalat, berdzikirlah kalian kepada Allah dalam keadaan berdiri, duduk ataupun
berbaring diatas lambung-lambung kalian. (QS. An-Nisa: 103).
4. Antara adzan dan iqamah
Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:




Tidak tertolak doa yang dipanjatkan antara adzan dan iqamah. (HR. Abu Dawud).
5. Satu waktu di malam hari
Jabir radhiyallahu anhuma berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:






















Sesungguhnya pada malam hari ada satu waktu yang tidaklah bersamaan dengan itu
seorang muslim meminta kepada Allah kebaikan dari perkara dunia dan akhirat, melainkan
Allah akan mengabulkan permintaan tersebut, dan itu ada di setiap malam.(HR. Muslim
dan Ahmad).
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah ketika menjelaskan hadits di atas mengatakan: Pada
hadits tersebut terkandung adanya penetapan satu waktu mustajab pada setiap malam, dan
anjuran untuk berdoa di waktu-waktu malam dengan harapan bertepatan dengan waktu
mustajab tersebut. (Al-Minhaj, 3/95).
6. Ketika terbangun di waktu malam
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
Barangsiapa yang terbangun di waktu malam lalu mengucapkan:









.
















Laa ilaha illalloohu wahdahu laa syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa
alaa kulli syaiin qodiir, alhamdulillaahi wa subhaanallaahi wa laa ilaha illallooh
walloohu akbar wa laa haula walaa quwwata illa billah.
Kemudian mengucapkan:



Alloohumaghfir lii
Atau berdoa, maka dikabulkan (doanya). Dan jika berwudhu kemudian melaksanakan shalat
maka shalatnya diterima. (HR. Al-Bukhari).
Sebagian ulama mengatakan: Dalam keadaan seperti ini lebih diharapkan terkabulkannya
doa begitu juga diterimanya shalat dibandingkan waktu/keadaan yang lainnya. (Lihat
Tuhfatul Ahwadzi, 8/311).

7. Ketika dikumandangkannya adzan dan dirapatkannya barisan, berhadapan


dengan barisan musuh di medan tempur
Sahl bin Saad radhiyallahu anhuma berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
bersabda: Dua waktu/keadaan yang didalamnya dibukakan pintu-pintu langit dan jarang
sekali tertolak doa yang dipanjatkan ketika itu, yaitu saat diserukan panggilan shalat
(adzan) dan saat berada dalam barisan di jalan Allah (ketika berhadapan dengan musuh di
medan perang). (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqy dalam Al-Kubra).
8. Suatu waktu pada hari Jumat
Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
menyebut tentang hari Jumat, beliau bersabda:








.










Sesungguhnya di hari Jumat itu ada suatu waktu yang tidaklah waktu tersebut bertepatan
dengan seorang muslim yang sedang melaksanakan shalat, lalu meminta kepada Allah
suatu kebaikan, kecuali pasti Allah akan mengabulkannya. Beliau shallallahu alaihi
wasallam mengisyaratkan dengan tangannya untuk menunjukkan singkatnya waktu
tersebut. (HR. Muttafaqun alaih).
Ulama berbeda pendapat tentang batasan waktunya. Ada yang mengatakan waktunya
adalah saat masuknya khatib ke masjid. Ada yang mengatakan ketika matahari telah
tergelincir, ada yang mengatakan setelah shalat ashar, dan ada pula yang mengatakan
waktunya dari terbit fajar sampai terbit matahari. (Al-Minhaj, 6/379).
Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam Zadul Maad (1/378), berpendapat bahwa
pendapat yang lebih tepat dalam permasalahan ini adalah bahwa waktunya setelah shalat
ashar, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: Sesungguhnya pada hari
Jumat itu ada suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim memohon suatu kebaikan
kepada Allah, kecuali pasti Allah akan mengabulkannya, dan waktunya adalah setelah
shalat ashar. (HR. Ahmad).
9. Ketika sujud
Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:









Paling dekatnya seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang sujud maka
perbanyaklah oleh kalian doa ketika sedang sujud. (HR. Muslim).
10. Doa pada hari Arafah
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:


Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. (HR. At-Tirmidzi dan Al-Baihaqi).
Nah, semoga ulasan saya tentang waktu-waktu mustajab dalam berdoa bisa bermanfaat
untuk para pembaca buku Qolbul Iman, dan jadikan hari-hari kita dengan selalu bermunajat
kepada Alloh SWT, memohon ampunan dan rahmatnya untuk kita dan saudara-saudara kita
muslimin dan muslimaat, Semoga Bermanfaat. Amiin yaa robbal aalamiin.
7 NAMA IBLIS DALAM SURAT AL-FATIHAH
Al-Fatihah adalah satu rukun dalam sholat, apabila cacat bacaannya maka rusaklah
sholatnya. Oleh karena itu perbaikilah bacaannya dengan ilmu tajwid. Bukan itu saja,
jika bacaannya salah malah menyebut nama anak syaitan di dalam sholat kita. Berikut saya
akan jelaskan nama syaitan laknat yang wujudnya didalam surat Al-Fatihah, sekiranya kita
tidak berhati-hati dalam membacanya.
Nama syaitan
1. DU-LI-LAH (bila dibaca tiada sabdu) sebetulnya DULILLAH

2.
3.
4.
5.
6.

HIR-ROB (bila dibaca dengan sabdu) sebetulnya HIROB


KIY-YAU (bila dibaca dengan sabdu) sebetulnya KIYAU
KAN-NAK (bila dibaca dengan sabdu) sebetulnya KANAK
KAN-NAS (bila dibaca dengan sabdu) sebetulnya KANAS
I-YA (disebut tanpa sabdu) sebetulnya IYYA. Iya bermaksud matahari

Dalam ayat ke 5, Jika salah bacaannya akan bermaksud kepada mataharilah yang kami
menyembah dan kepada matahari kami meminta pertolongan!!!!
7. SIROTHOLLADZI. sehingga habis hendaklah dibaca tanpa henti.
8. AAMIIN..hendaklah mengaminkan Al-Fatihah dengan betul yaitu AAdua harakat,
MIN..3 harakat, semoga Amin kita bersamaan dengan Aminnya para malaikat Insya Allah.
semoga kita menjadi orang yang senantiasa memperbaiki bacaannya.
7 NAMA IBLIS DALAM SURAT AL-FATIHAH
Dalam membaca Al-Faatihah dengan qiroat (lagu) adalah wajib bagi laki-laki, sedangkan
bagi wanita tidak wajib, melainkan hanya bacaan idharnya saja yang wajib. Dalam membaca
Surat Al-Faatihah harus tahu bahwa ada 7 (tujuh) hal yang merupakan wajib. Jika tidak
diketahui semuanya akibatnya mengundang Iblis. Tempatnya ada di talak kalimat. Yakni
ada pada 7 ( = ) MIM itu.
1.BISMILLAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM
2. ALHAMDU ( ) LILLAAHI ( ) ROBBIL AALAMIIN
Artinya : Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian Alam.
Keterangan :
Huruf ( ) diatas artinya mesti berhenti
Mula-mula kalimat Al-Hamdu harus berhenti cara membacanya. Jika diteruskan bacaannya
menjadi (Al-hamdulil ) mengundang Syetan Dulil. Pada kalimat Lillahikemudian berhenti,
jika diteruskan membacanya menjadi (Lillahirab) yang menunggu adalah Syetan
Irab. Yang menjadi Rabbil aalamin.
3. ARROHMAANIR-ROHIIM
Artinya : Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
4. MAALIKI ( ) YAUMID DIIN
Artinya : Raja atau yang menguasai dihari pembalasan. Bagi mukmin pria dan wanita
wajiblah memuji Tuhan
Keterangan :
Huruf ( ) diatas artinya mesti berhenti
Pada kalimat Maaliki kemudian berhenti, jika diteruskan menjadi ( Malikiyau ), yang
menunggu adalah Syetan Kiyau yang masuk Middiin.
5. IYYAAKA ( ) NABUDU WA IYYAAKA ( ) NASTAIIN
Artinya : hamba menyembah Allah, hamba takut kepada Allah. Kepada Allah-lah kami minta
pertolongan, semoga Allah memberikan kekuatan agama hamba dari agama yang lain
Keterangan :
Huruf ( ) diatas artinya mesti berhenti
Pada kalimat Iyyaaka harus berhenti, jika diteruskan akan menjadi (Iyyaakanak), yang
menunggu adalah Syetan Kanak pada Nabudu wa. Pada kalimat Iyyaaka yang kedua
harus berhenti membacanya, jika diteruskan akan menjadi (Iyyaakanas) yang menunggu
adalah Syetan Kanas yang menunggui Nastaiin.
6. IHDINASH SHIRAATHOL MUSTAQIIM

Artinya : (Ihdinash shiraathal) Semoga Allah menunjukan jalan akan iman dan ilmu.
(Mustakim) yaitu iman serta ilmu yang benar
7. SHIRAATHOL LADZIINA ANAMTA ( ) ALAIHIM GHOIRIL MAGHDHUUBI ( )
ALAIHIM WALADH-DHOLLIIN.
Artinya : ( Shiraathol ladziina anamta alaihim ), Semoga Allah menunjukan iman para
Nabi, kasihanilah enggkau kepada kami selaku hambaMu, tunjukanlah kami jalannya para
Nabi. ( Ghoiril maghdhuubi ), Semoga dijauhkan dari pikiran yang lain, seperti orang kafir
yahudi yang mendapat murka, yang memusuhi Nabi Musa. Kafir yahudi tidak percaya Kitab
Taurat. Orang yang tidak percaya kepada kitab berrarti kafir. Ada 104 kitab. (Alaihim
waladh-dhoolliin ), yang diberi kemuliaan, berbeda dengan semua yang tersesat,
menyambut Nabi Isa. Tidak percaya kepada kitab Injil, Nasrani itu kafir, kafir terhadap
semua kitab. Siapa yang tidak percaya kepada salah satu Nabi berarti tidak percaya kepada
semua Nabi. Kewajiban semua mukmin adalah menyembah Allah. Semoga Allah Yang Maha
Agung mengampuni segala dosa.
Keterangan :
Huruf ( ) diatas artinya mesti berhenti
Pada kalimat Shiroothol ladziina anamta harus berhenti, jika pembacaannya diteruskan
akan menjadi (Shiroothol ladziina anamta-nga), yang menunggu adalahSyetan
Tanga yang masuk Alaihim. Pada kalimat Ghoiril maghdhuubi pembacaannya harus
berhenti, jika diteruskan akan menjadi (Ghoiril maghdhuubi-nga), yang menunggu
adalah Syetan Binga yang ada pada Alaihim Waladh-dhoolliin.
Sudah lengkap 7 (tujuh) ayat dengan Bismillahnya. Ketahuilah panjang pendeknya tasdid
ada 14 aksara. Yang dibaca panjang ada 17, Lam dengan Alif ada 3,
banyaknya Jabar dalam surat Al-Fatihah ada 46, Ejer/Jeer ada 29, Epes/pees ada 6 saja.
Itulah yang wajib sempurna dalam bacaan Al-Fatihah.
Ingatlah jika mulia sholatmu maka akan mulia pula di hari kemudian. Kewajiban semua
mukmin, membaca AlFaatihah kepada Allah sehari semalam paling tidak 17 kali. Rukuk dan tumaninahnya juga 17
kali, itidal 17 kali. Sujud sehari semalam 34 kali. Di sela-sela sujud ada duduk 17 kali sehari
semalam. Tahiyyat sehari semalam 9 kali, salam sehari semalam 5 kali.
Adapun Fardhu shalat sehari semalam 244 kali. Subuh 32, Dzuhur 56, Ashar 56, Maghrib 44,
Isya 56 kali. Lain dari itu mukmin menghaturkan pujian kepada Allah, siang malam, tahiyyat
akhir 5 kali, duduk membaca 2 kalimah syahadat dan salam 5 kali, sholawat pada nabi 5
kali. Mohon selamat dunia akhirat
ISYARAT HURUF PADA AL-FATIHAH
Sebuah hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari Ubay bin Kaab r.a. :
Tidak pernah Allah menurunkan didalam Taurat dan Injil seperti Umul Quran (Al-Fatihah).
Banyak sekali hadist-hadist Rasululloh SAW yang menunjukan keistimewaan Al-Fatihah.
Penempatannya sebagai bacaan wajib dalam sholat dan dibaca sekurang-kurangnya 17 kali
dalam sehari semalam (17 rakaat jumlahnya dalam lima waktu shalat) membuktikan
betapa besarnya keistimewaan surat tersebut.
Tujuh ayat Surah Al-Fatihah dihitung dari Bismillahirrahmanirrahim sampai dengan Waladldlollin dengan jumlah huruf :
Ayat
Ayat
Ayat
Ayat

1
2
3
4

jumlah
jumlah
jumlah
jumlah

ada
ada
ada
ada

19
18
13
12

huruf
huruf
huruf
huruf

Ayat 5 jumlah ada 19 huruf


Ayat 6 jumlah ada 19 huruf
Ayat 7 jumlah ada 44 huruf
Jumlah seluruhnya ada 144 huruf ( 1+4 = 5, 5+4 = 9 ) Jadi jumlah huruf yang sebenarnya
pada Al-Faatihah adalah 9 (sembilan).
Adapun keunikan Surat Al-Faatihah terdapat pada akhir ayat :
4 (empat) huruf NUN (ayat no. 2,4,5,7) dan 3 (tiga) huruf MIM (ayat no. 1,3,6).
Huruf-huruf MIM dan NUN juga terdapat pada Surah YaaSiin, yang dalam salah satu hadist,
surah ini dinamakan Qalbulul Quran (Jantungnya Al-Quran).
Huruf NUN mengisyaratkan Asmaullah (Nama Allah) (), sedangkan
huruf MIMmengisyaratkan Asma Muhamad (



) .
4 (empat) NUN isyarat Asma Allah yang Qodim, identik dengan 4 (empat) kata dalam
Kalimah Syahadah isyarat Hak Allah Taala Yang Qodim.
3 (tiga) MIM isyarat Asma Rasul Muhammad yang Muhaddas (baharu) identik dengan 3 kata
dalam Kalimah Syahadah isyarat Hak Rasul / Muhaddas.
Huruf Al-Fatihah adalah Wujud dari Sholat 5 Waktu
Diambil dari Kata Al-hamdu

Tahiyyat Sujud Itidal Ruku qiyam
Cinta kepada Allah adalah perwujudan Rasa Syukur kepada Allah SWT yang diwujudkan
melalui Sholat sehingga melahirkan Kalam Qodim. Puja dan Puji (Madhun wa Sanaun).
1. Puji Qodim bagi Qodim
2. Puji Qodim bagi Muhaddas
3. Puji Muhaddas bagi Qodim
4. Puji Muhaddas bagi Muhaddas.
Diantara Ulama ada yang berpendapat bahwa Allah SWT telah menurunkan wahyuNya
kepada para Nabi dan Rasul, berjumlah 100 buah shuhuf dan 4 buah kitab.
30 shuhuf untuk Nabi Adam a.s.
60 shuhuf untuk Nabi Syits a.s.
10 shuhuf untuk Nabi Ibrahim a.s.
1 Kitab Taurat untuk Nabi Musa a.s.
1 Kitab Zabur untuk Nabi Daud a.s.
1 Kitab Injil untuk Nabi Isa a.s.
1 Kitab Al-Quran untuk Nabi Muhammad SAW.
Seratus buah shuhuf itu sepenuhnya terhimpun dalam 4 Kitab. Sedangkan 3 Kitab itu
terhimpun dalam Al-Quranul Karim. Al-Quran 30 juz itu terhimpun dalam Surat Al-Fatihah.
Selanjutnya 7 Ayat Al-Fatihah itu terhimpun seluruhnya dalam BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM.