Anda di halaman 1dari 8

Tugas Paper Mata Kuliah CAD / CAM

Nama Dosen: Dr. Ir. Sally Cahyati, M.T.


Pemanufakturan Maya

Candra Aditya Wiguna


NIM: 061001600528
Program Ekstensi Sarjana
Jurusan Teknik Mesin
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Trisakti
2016

PEMANUFAKTURAN MAYA
Candra Aditya Wiguna
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Trisakti
Jakarta
Abstrak
Pemanufakturan maya (PM) / virtual manufacturing (VM) adalah jawaban dari
kebutuhan industri yang semakin berkembang. Teknologi ini merevolusi proses
manufaktur secara keseluruhan mulai dari kualitas, waktu, dan ongkos produksi. Mulai
dari konsep hingga pengembangannya kini. Teknologi ini semakin memudahkan dan
meningkatkan kualitas industri.
Kata Kunci
Pemanufakturan Maya (PM), Proses, Produk, Desain, teknologi
BAB 1
LATAR BELAKANG DAN SEJARAH
1.1

Latar Belakang Pemanufakturan Maya


Di lingkungan yang semakin kompleks, pelaku industri harus mengetahui
dan memahami cara kerja proses manufaktur mereka sebelum mencoba untuk
melakukannya secara perdana secara benar dan tepat. Untuk mencapai hal
tersebut, maka penggunaan virtual manufacturing (VM) atau pemanufakturan
maya (PM) menjadi hal yang penting. Karena PM akan menyediakan simulasi
berbasis komputer yang akan meyimulasikan pemanufakturan secara sendiri
(individual) maupun secara keseluruhan (total). Sehingga sistem PM dapat
menghasilkan aksi optimisasi dari ongkos produksi, kualitas, dan waktu
pengerjaan secara awal, serta akan menghasilkan produk, proses, dan bahan baku
yang terintegerasi. PM dapat pula menghilangkan pemborosan bahan dan
kesalahan

desain.

Karena

dengan

PM,

kita

dapat

memahami

proses

manufakturnya tanpa harus membuat purwarupanya (prototype). PM secara


keseluruhan dapat memperpendek siklus pengembangan proses manufaktur.

Proses manufaktur juga dapat digunakan untuk kegiatan pelatihan operator baru,
tanpa mengganggu proses manufaktur yang sebenarnya.
1.2

Sejarah Pemanufakturan Maya


Konsep ini sebenarnya telah ditampilkan pada tahun 1970-an oleh Miron
Krueger dan realisasi konsepnya oleh Jaron Lanier di tahun 1989. Di tahun 1990an konsep lingkungan maya atau dunia maya muncul. Realisasi maya (virtual
reality) dideskripsikan sebagai realisasi lingkungan nyata secara tiga dimensi (3D)
yang dihasilkan komputer. Terminologi ini muncul di Departemen Pertahanan
Amerika

Serikat.

Lalu

konsep

dan

terminologi ini secara luas berkembang dan


diterima oleh dunia. Pada pertengahan
1990-an

pekerjaan

pertama

yang

Gambar 1.1 Miron Krueger dan menggunakan konsep ini telah dilakukan
Jaron Lanier
oleh organisasi atau instansi besar, sebagian besar dalam industry pesawat ulang
alik, alat berat, otomotif, dan penelitian yang dilakukan oleh instansi pendidikan.
Konsep ini kemudian menjadi industri baru yang berkembang dan mendunia,
didanai oleh pengembangan di bagian perangkat lunak dan keras yang dibutuhkan
karena meningkatnya kesadaran akan pentingnya konsep PM tersebut. PM juga
merupakan teknologi yang memungkinkan pengembangan infrastruktur teknologi
informasi secara cepat.
BAB 2
DEFINISI DAN TIPE
2.1

Definisi Pemanufakturan Maya


Konsep PM adalah operasi permesinan yang dikembangkan. Ide utama
dibalik semua definisi dari PM adalah pemanufakturan di komputer. Ide utama
tersebut sudah mengandung dua notasi utamanya yaitu apa yang dilakukan yaitu
pemanufakturan dan lingkungan atau sarananya yaitu komputer. Ada pula definisi
lain menyebutkan PM adalah pemanufakturan dari produk yang masih berbentuk
maya yang merupakan representasi dari fitur dan sifat dari produk yang nyata.

PM

adalah

cerminan

dari

pemanufakturan

sebenarnya

yang

terkomputerisasi, mengadaptasi dari simulasi komputer dan teknologi maya


(virtual reality technology), dengan bantuan komputer yang berkemampuan tinggi
dan jaringan yang kuat, di dalamnya juga mengandung koordinasi antar komputer,
realisasi dari desain produk, teknologi perencanaan, pemrosesan, pemanufakturan,
analisis kemampuan, pengecekan kualitas, dan kontrol pengaturan dari setiap
produk yang dimanufaktur yang bertujuan untuk melakukan penetuan keputusan
dan pengontrolan di setiap prosedur dari proses manufaktur tersebut.
Beberapa peneliti mempresentasikan bahwa PM sama dengan realisasi
maya (RM) (Virtual Reality/VR). Dengan kata lain PM adalah dunia maya dari
proses manufaktur. Dengan kata lain pula bahwa realisasi maya adalah alat dari
PM.
Pendapat lain juga mengemukakan bahwa PM adalah sebuah sistem
dimana abstrak dari produk, proses, aktifitas, dan prinsip yang dikembangkan di
dalam lingkungan yang berbasis komputer untuk meningkatkan proses
manufaktur itu sendiri. Juga disimpulkan bahwa PM berfokus kepada metode dan
peralatan yang tersedia yang dapat membuat permodelan manufaktur secara
digital baik secara berkesinambungan maupun secara percobaan (eksperimental).
Area yang difokuskan adalah produk dan desain proses, proses dan perencanaan
produksi, peralatan permesinan, robotika, sistem manufaktur, dan realisasi maya
dalam aplikasinya di PM.
2.2

Tipe Pemanufakturan Maya


2.2.1 Menurut fokus acuannya:

Berpusat ke desain: PM disini menginformasikan kepada desainer


pada

saat

fase

mendesain.

Pemanufakturan

disini

dapat

menggambarkan simulasi manufaktur atau proses yang didesain untuk


menghasilkan produk tertentu.

Berpusat ke produksi: PM disini berfungsi untuk mengoptimalisasikan


manufaktur

atau

proses

yang

telah

didesain

untuk

dapat

dikembangkan atau bisa dioptimalisasi.

Berpusat ke kontrol: Pemanufakturan disini digunakan untuk


pengontrolan pada saat proses manufaktur yang secara nyata terjadi.

2.2.2 Menurut tingkatan, aplikasi, dan metodenya


Cakupan PM dapat dikelompokkan secara
umum menjadi tiga sumbu x,y,dan z yang dapat
dilihat pada gambar berikut:
Gambar 2.1 Cakupan Pemanufakturan Maya

Di sumbu x yaitu aplikasi tingkatannya adalah mulai dari penyaluran


bahan, produksi, hingga perakitan.

Di sumbu y yaitu tingkatan mulai dari unit proses, sistem, hingga ke


tingkat pabrik.

Di sumbu z yaitu metode mulai dari permodelan, simulasi hingga


pengaturan data.

2.2.3 Menurut kegunaannya

Permbuat Purwarupa Maya. Pembuatan purwarupa secara PM dapat


menekan ongkos pembuatan purwarupa secara nyata dan dapat
membuat berbagai macam model purwarupa. Sebagian besar aktifitas
PM tipe ini adalah CAD dan CAM.

Permesinan Maya. Tipe ini termasuk berbagai macam kegiatan


permesinan seperi pengeboran, pemotongan, penghalusan, dan
lainnya. Tipe ini bertujuan untuk mengetahui aspek aspek yang
mempengaruhi kualitas, waktu, dan ongkos dari proses permesinan
melalui simulasi.

Inspeksi Maya. Tipe ini berfungsi sebagai simulasi dari proses


inspeksi dan melihat aspek fisik dan mekanik dari peralatan inspeksi.

Perakitan Maya. Tipe ini untuk mensimulasikan secara maya


perakitan yang dimodelkan. Tipe ini dapat mengevaluasi baik dari
proses perakitannya maupun perbagiannya yang akan dirakit apakah
dapat tersambung dengan baik.

Pengoprasian Maya. Tipe ini memungkinkan untuk mengetahui aliran


bahan dan operasi dari proses manufaktur.

2.3

Aplikasi Pemanufakturan Maya


2.3.1 Bidang Otomotif
Dalam industri otomotif, PM membuat model yang transparan dan
dapat dihitung tekanan dan gaya yang didapat oleh rangka mesin alat berat
secara lansung dan diambil solusinya dengan perubahan bentuk model. Data
model biasanya juga digunakan untuk tujuan lain seperti iklan dan
sebagainya.
2.3.2 Bidang Pesawat Terbang
PM telah dilakukan untuk mengoptimalisasi dengan cara
mengurangi beban pesawat, mengatasi masalah di bidang rekayasa yang
selama ini sebelum PM, hanya diselesaikan berdasarkan pengalaman. Juga
optimalisasi dalam pembuatan cangkang turbin yang membutuhkan ratusan
las lasan, dengan cara mensimulasikan beberapa skenario tahapan lasan
dan beberapa skenario merubah bentuk cangkang turbin sebelum dilakukan
las.
2.3.3 Bidang Kesehatan
PM digunakan untuk mensimulasikan berbagai operasi. Hal ini
biasa dilakukan untuk pelatihan atau mengembangkan teknik baru oleh
tenaga medis di lingkungan yang aman karena dilakukan di lingkungan
maya.

BAB 3
KEUNTUNGAN & KESIMPULAN
3.1

Keuntungan
Dengan sedikit modifikasi menggunakan PM dapat mengubah ongkos
produksi dan kualitas suatu produk. Hal itu dapat menjamin kepastian kepuasan
pelanggan dan pelaku industri. Keuntungan yang diharapkan dari aplikasi PM ini
adalah:

Kualitas. Kualitas produk serta peralatan manufakturnya lebih meningkat.

Waktu. Memperpendek waktu karena semua telah dikoordinasikan melalui


PM

Produktifitas

Tinggi karena tingkat kesalahan mengecil, kualitas

membaik, dan tidak ada pengerjaan ulang

Fleksibilitas. Dapat diubah sewaktu waktu dengan cepat, dapat


menghasilkan produk yang spesifik dan berbeda.

Responsif. Dapat memenuhi permintaan konsumen dan memperkirakan


waktu pengerjaannya

Hubungan

konsumen.

Dapat

lebih

melibatkan

konsumen

dalam

pengembangan produk
3.2

Kesimpulan
PM lahir sebagai jawaban dari tantangan jaman yang bermula
dikembangkan sebagai digitalisasi dari realita, hingga bisa mensimulasikan
sampai apa yang tidak mungkin dilakukan di lingkungan nyata. PM dapat
mensimulasikan mulai dari tingkatan yang paling sederhana hingga tingkat yang
paling rumit.
Aplikasinya melebar dari industri manufaktur otomotif, pesawat terbang,
hingga dapat mensimulasikan jaringan hidup pada dunia kesehatan. PM
diharapkan akan menjadi basis segala simulasi yang diperlukan dalam rangka
optimisasi sebelum eksekusi secara nyata dilakukan. Agar dapat meminimalisir
kesalahan dan kekeliruan yang pasti dilakukan oleh manusia.

DAFTAR PUSTAKA

Depince,

Philippe.

Chablat,

Damien.

Woelk,

Peer-Olivier.

2003.

Virtual

Manufacturing, Tools for Improving Design and Production. Institut de


Recherche en Communications et Cybernetique de Nantes, Nantes, Prancis &
Institut fur Fertigungstechnik und Werkzeugmaschinen, Hannover, Jerman.

Novak-Marcincin, Jozef. Kuzmiakova, Marcela. Al Beloushy, Khaled. 2014. Virtual


Reality

Technologies

Engineering.

and

Technick

Virtual

univerzita

Manufacturing
v

Koiciach,

in

Manufacturing

Fakulta

vrobnch

technolgi so sdlom v Preove Technickej univerzity v Koiciach, Kosice,


Slowakia.

V.G., Bharath. Patil, Rajashekar. 2015. Virtual Manufacturing: A Review.


International Journal of Engineering Research & Technology. REVA
University, Bangalore, India.