Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Fertilisasi atau pembuahan antara gamet pria dan wanita merupakan tahap
awal perkembangan janin manusia yang akan membentuk zigot. Zigot akan
mengalami serangkaian pembelahan mitotik sehingga jumlah selnya bertambah
dan membentuk blastomer, kemudian morula, blastokista, dan akhirnya
mengalami implantasi di mukosa uterus pada hari keenan. Selanjutnya akan
terbentuk plasenta yang akan menunjang kebutuhan janin intrauterine (Sadler TW,
2010).

Selama kehamilan, pertumbuhan plasenta seiring dengan pertumbuhan


uterus. Peningkatan luas permukaan plasenta yang secara kasar setara dengan
bertambah luasnya permukaan uterus dan sepanjang kehamilan plasenta menutupi
kira-kira 15% sampai 30% permukaan dalam uterus. Di samping itu, ketebalan
plasenta juga mengalami peningkatan, peningkatan ini terjadi akibat pembentukan
cabang-cabang dari vilus yang sudah ada dan tidak disebabkan oleh penembusan
lebih jauh ke dalam jaringan ibu (Sadler T.W., 2010). Hubungan pertumbuhan
janin dan plasenta dapat dinyatakan dalam rasio plasenta, yaitu perbandingan
berat plasenta dengan berat badan bayi baru lahir. Selama kehamilan normal, rasio
plasenta menurun hingga minggu ke-38 dan setelah itu tidak berkurang lagi
(anonym, 1983).

Setelah bayi lahir, terjadi penurunan berat badan awal secara progresif
akibat kurang mendapat ASI dalam 3 atau 4 hari pertama, (PENYEBAB
LAINNYA) . Setelah mendapat ASI secara lancar dan benar, maka bayi yang
normal akan mencapai kembali berat lahirnya sekitar hari ke-10. Kemudian terus
meningkat dengan kecepatan sekitar 25 gram/hariselama beberapa bulan pertama
(Leveno KJ, 2009).
Bayi baru lahir memiliki berat badan yang beragam. Terdapat bayi dengan
berat badan lahir rendah, normal, atau makrosomnia (BERAPA ANGKANYA).
BAYI MAKROSOMNIA Bayi dengan berat badan lahir rendah (<2500 gram)
menjadi salah satu penyebab tingginya Angka kematian bayi yaitu 3,06% (Profil
Kesehatan Indonesia dalam Djaali & Eryanto, 2010).
Angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator derajat
kesehatan masyarakat. (data). Di Sumatra Barat, berdasarkan data dari
http://www.sumbarprov.go.id/images/media/Angka%20Kematian%20Bayi.pdf
kejadian BBLR di Kota Sawahlunto sebesar 3,81%, Kota Solok 3,67%,
Kabupaten 50 kota 2,88%, Kabupaten Solok 2,77%, Kabupaten Agam 2,65%,
Kabupaten Padang Pariaman 1,46% dan Kota Pariaman 1,08%.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi berat badan lahir bayi. Penelitian
pada tahun 2010 menunjukkan tingkat pendidikan, usia kehamilan, kenaikan berat
badan ibu selama kehamilan menunjukkan hubungan yang signifikan dengan
berat lahir (Djaali, NA, 2010). Plasenta juga memiliki kontribusi penting bagi
pertumbuhan janin. Dalam kehamilan, fungsi utama plasenta adalah sebagai organ
penyalur bahan-bahan makanan dan oksigen yang diperlukan oleh fetus dari darah ibu ke
dalam darah fetus dan juga mengadakan mekanisme pengeluaran produk-produk

ekskretoris dari fetus kembali ke ibu. Proses tersebut pada prinsipnya hampir sama
dengan proses difusi oksigen melalui membran paru (Guyton & Hall, 2008).

Pertumbuhan dan perkembangan janin selama kehamilan sangat


bergantung kepada keutuhan dan kelancaran suplai vaskuler utero plasenta. Salah
satu variabel dalam menentukan efektifitas plasenta sebagai organ penyalur adalah
luas daerah yang tersedia untuk pertukaran melewati epitel trofoblas vilus
(Cunningham, dkk, 2006). Selain itu, ukuran plasenta juga dapat menunjukkan
keadaan pasokan nutrisi dan oksigen ke janin. Plasenta yang berat atau mengalami
hipertrofi, mungkin menunjukkan adanya respon adaptif terhadap lingkungan
intrauterin misalnya pada ibu yang anemia. Sebaliknya, plasenta yang kecil
mungkin menunjukkan pasokan nutrisi ke plasenta yang buruk, atau hipoksia
yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan plasenta dan selanjutnya gangguan
pertumbuhan janin (Baptiste-Roberts et al, 2008). Sanin LH, et al, 2001, dalam
penelitiannya mendapatkan hubungan yang berarti antara berat plasenta dan berat
bayi baru lahir (SE = 0.25, p<0,01).
Berdasarkan latar belakang di atas maka, penulis merasa tertarik untuk
melakukan penelitian terhadap hubungan ukuran plasenta dengan berat badan
lahir bayi pada .

1.2 Perumusan Masalah


Berdasarkan uraian di atas, masalah yang dapat dirumuskan adalah :
apakah ada hubungan antara ukuran plasenta dan berat badan lahir bayi pada ?
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1

Tujuan umum

Untuk mengetahui hubungan antara ukuran plasenta dan berat badan lahir
bayi pada .
1.3.2

Tujuan Khusus

1.3.2.1 Untuk mengetahui distribusi Berat Badan Lahir (BBL) bayi


1.3.2.2 Untuk mengetahui distribusi Ukuran Plasenta
1.3.2.3 Untuk mengetahui hubungan BBL dengan ukuran plasenta
1.4. Manfaat Penelitian
1.4.1
1.4.2 Sebagai sumber informasi dan bahan masukan penelitian yang sama atau
yang berhubungan di massa yang akan datang.
1.4.3 Menambah pengetahuan yang berhubungan di bidang Obstetri dan
Ginekologi.
.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.

BAB III
3.1. Hipotesis Penelitian
BAB IV
METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian


Desain Penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan
postest only group design.
3.2 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan :
3.3 Populasi dan Sampel
3.3.1 Populasi
3.3.2 Sampel
3.3.3 Cara Pengambilan Sampel
3.5 Alur Penelitian
4.10. Analisis data
Rencana Anggaran Penelitian
Jadwal Penelitian

LAMPIRAN