Anda di halaman 1dari 33

Bagian Kedua

GD2211 IHG 2

GEOMETRI
ELLIPSOID
Dosen :

Kosasih Prijatna
Wedyanto Kuntjoro
Versi 2006

ELLIPS dan ELLIPSOID


z

a
x

x2
a

z2
b

=1

x2 + y2
a

z2
b

=1

Menggambar ellips secara grafis


lingkaran
berjari-jari a
(sb. panjang)
ellips

lingkaran
berjari-jari b
(sb. pendek)

ELLIPSOID
Kutub Utara

Rotational Biaxial
Ellipsoid

ekuator

Parameter-parameter bentuk dan dimensi ellipsoid :


Sumbu pendek : b
Sumbu panjang : a
Pegepengan : f = (a-b)/a
Kosasih Prijatna, 2005

ELLIPS dan ELLIPSOID


F dan F masing-masing adalah titik fokus ellips.

n
me
rid
ia

m
er
id
i

an

Eksentrisitas pertama :
2
2
2 a b
e =
a2
Eksentrisitas kedua :
2

e' =

a 2 b2
b2

FQ + F Q = konstan
Ellips adalah tempat kedudukan titik-titik yang mempunyai jumlah
jarak yang tetap ke kedua titik fokusnya.

Hubungan antar parameter ellipsoid


pegepengan

eksentrisitas pertama

a b
f =
a

e2 =

a2 b2

(1 e )(1 + e2 ) = 1

e =

e2
1 + e2

e'2 =

a2

eksentrisitas kedua

=2f f 2
(1 e 2 ) = 1 2 f + f 2

e2 =

a 2 b2

e2
1 e2

f = 1 1 e2

b2

Beberapa Ellipsoid Referensi


Thn.

Nama

1830
1830
1841
1866
1907
1909
1927
1948
1960
1966
1967
1972
1980
1984

Airy
Everest
Bessel
Clarke
Helmert
Hayford
NAD-27
Krassovsky
WGS-60
WGS-66
GRS-67
WGS-72
GRS-80
WGS-84

a (m)
6377563
6377276
6377397
6378206
6379200
6378388
6378206.4
6378245
6378165.0
6378145
6378160.0
6378135.0
6378137.0
6378137.0

b (m)
6356257
6356075
6356079
6356584
6356818
6356912
6356912
6356863
6356783.3
6356760
6356774.5
6356751
6356752
6356752

1/f
299.325
300.802
299.153
294.978
298.300
297.000
294.9786982
298.300
298.3
298.25
298.247167427
298.26
298.257222101
298.257223563
Kosasih Prijatna, 2005

BENTUK dan UKURAN BUMI


PENAMPANG EKUATORIAL
dari bumi (geoid global).
Pada gambar ini, perbedaan
dengan ellipsoid diperbesar
sekitar 10000 kali;
a adalah sumbu panjang
ellipsoid referensi,
Sekitar 6378 km.

Ref. Vanicek & Krakiwsky, 1986


Hasanuddin Z. Abidin, 2001

BENTUK dan UKURAN BUMI


PENAMPANG MERIDIAN NOL
dari bumi (geoid global).
Pada gambar ini, perbedaan
dengan ellipsoid diperbesar
sekitar 10000 kali;
a adalah sumbu panjang
ellipsoid referensi,
Sekitar 6357 km.

Ref. Vanicek & Krakiwsky, 1986


Hasanuddin Z. Abidin, 2001

SISTEM KOORDINAT GEODETIK


Z

Kutub

el

Besaran yang digunakan untuk


mendefinisikan posisi titik pada
sistem koordinat tersebut
Y
Koordinat kartesian :

ZQ

Lokasi titik nol sistem koordinat


Orientasi sumbu-sumbu koordinat

hQ

gre
enw
ich

Pusat
ellipsoid

Parameter sistem koordinat :

Q
XQ

YQ

lip
s

oi
d

XQ = (N + hQ ) cos Q cos Q
YQ = (N + hQ ) cos Q sin Q

ZQ = [N(1 e 2 ) + hQ ] sin Q

N = radius lengkung vertikal utama

(XQ , YQ , ZQ )

Koordinat geodetik :
(Q , Q ,hQ )

= lintang geodetik
= bujur geodetik
h = tinggi geodetik
Hasanuddin Z. Abidin, 1997

LINTANG GEODETIK
no

xQ

an
i
id
er

x=

1 e sin

= lintang geodetik

a cos

rm
al

zQ

90o+

z=

a (1 e 2 ) sin
1 e 2 sin 2

dz
= tan(90o + ) = cot
dx

LINTANG REDUKSI
z
Q1
Q

a
elli

pso
id
bo
la

Q2

= lintang reduksi

QQ2 b
=
Q1Q2 a
x

x = OQ2 = a cos
z = Q1Q2 = a sin

LINTANG GEOSENTRIK
z
Q

= lintang geosentrik

r
a

elli

pso
id

x = r cos

z = r sin
r = x2 + z 2

Hubungan antar Lintang


Berdasarkan hubungan sebagai berikut :

z
tan =
x
dapat diturunkan :

tan = 1 e 2 tan = 1 e 2 tan


tan = 1 e 2 tan
tan = 1 + e'2 tan

: lintang geodetik
: lintang reduksi
: lintang geosentrik

RADIUS KELENGKUNGAN
Dari kalkulus, kelengkungan sebuah kurva y = f (x) :

1 + ( y)2

dy
y =
dx

y =

kurva dengan kelengkungan tinggi besar


kurva dengan kelengkungan kecil kecil
Radius kurva di satu titik :

1
R=

Soal :
Perlihatkan bahwa lingkaran yang berjari-jari R
mempunyai kelengkungan = 1/R !

d2y
dx 2

Irisan Normal pada Ellipsoid


Bidang normal adalah sebuah bidang yang berimpit dengan garis
normal ellipsoid di satu titik dan memotong permukaan ellipsoid.
irisan
normal

garis normal

ell

ips
oid

Irisan normal adalah kurva yang


dibentuk oleh perpotongan antara
bidang normal dengan permukaan
ellipsoid.
Umumnya, radius kelengkungan
irisan normal di satu titik pada
permukaan ellipsoid tidak sama,
tergantung orientasi dari bidang
normalnya.

Radius kelengkungan irisan normal di setiap titik pada permukaan


bola adalah sama, tak tergantung dari orientasi bidang normalnya.

Irisan Normal pada Ellipsoid


Untuk mengetahui kelengkungan kurva irisan normal berdasarkan formula
kalkulus, perlu diketahui terlebih dahulu model fungsi kurva tersebut.
Fungsi kurva di setiap titik di permukaan ellipsoid dan di setiap orientasi
adalah berbeda-beda.
Untuk menentukan kelengkungan kurva di setiap titik dan pada berbagai
orientasi dengan menggunakan formula kalkulus, terlebih dahulu fungsi
kurva irisan normalnya harus diketahui tidak praktis !
Pada setiap titik ada nilai kelengkungan kurva minimum dan maksimum.
Kelengkungan maksimum pada meridian
Radius kelengkungan minimum
Kelengkungan minimum

pada bidang normal yang tegak lurus


terhadap meridian (vertikal utama)
Radius kelengkungan maksimum

Irisan Normal pada Ellipsoid


Radius lengkung meridian (M) : Minimum di ekuator
Maksimum di kutub
Radius lengkung vertikal utama (N) : Minimum di ekuator
Maksimum di kutub
Radius kelengkungan kurva irisan normal yang orientasinya di
antara arah meridian dan irisan vertikal utama dapat ditentukan
melalui formula Euler sebagai berikut :

R=

MN
M sin 2 + N cos 2

= asimut

Radius Lengkung Meridian


dz
= cot
dx
d 2z

d
1 dx
=
=

2
2 dx
2 d
dx
sin
sin

ell
ips
oid

d z
dx 2
3

dz 2 2
1 +
dx
M=
d 2z
dx 2

M=

1 e sin 2
a sin 3 (1 e 2 )

a 1 e2

(1 e2 sin 2 ) 2
3

Radius Lengkung Vertikal Utama

elli

elli

pso
id

pso
id

Menurut teorema Meusnier :

x = N sin 90 = N cos

N=

(1 e

a
2

sin 2

Perbandingan antara M dengan N

Pada umumnya :

N >M
elli

pso
id

Kecuali di kutub :

N =M

Perbandingan antara M dengan N


Di ekuator ( = 0o) :

M 0 = a 1 e2

N0 = a
Di kutub ( = 90o atau = -90o) :

a2
M 90 =
b
a2
N 90 =
b

M 90 > M 0

dan

N 90 > N 0

Soal : Hitung besaran-besaran di atas dengan menggunakan


ellipsoid Bessel, GRS67, dan WGS84 !

Radiusradius lainnya
Radius rata-rata Gauss :

1
RG =
2

R d =

NM

R : radius Euler

: asimut

Radius rata-rata sumbu ellipsoid :

a+a+b
Rm =
3
Radius bola (luas bola = luas ellipsoid) :

e 2 17 4 67 6

L
= a 1
RL =
e
e ........

4
6
360
3024

2
luas bola : 4RL
L : luas ellipsoid

Radius bola (volume bola = volume ellipsoid) :

3 2

RV = a b

4 3
Volume bola : RV
3

Volume ellipsoid :

4 2
a b
3

Panjang Busur Meridian


KU

+d
dS
M

O
me

panjang busur dS :

dS = M d
panjang busur S :
2

S =

M d = a(1 e ) W 3

1
rid
ia

1
Bentuk integral eliptik !

dengan W = 1 e 2 sin 2

Integral di atas tidak dapat langsung diintegrasikan secara elementer.


Salah satu solusinya adalah dengan terlebih dahulu menguraikan W-3
dengan menggunakan deret MacLaurin.

Panjang Busur Meridian


Deret Taylor :
( x xo ) 2
( x xo )3
f ( x) = f ( xo ) + ( x xo ) f ( xo ) +
f ( xo ) +
f ( xo ) + .........
2!
3!

Deret MacLaurin adalah bentuk khusus dari Deret Taylor, yaitu


untuk xo= 0 :
x2
x3
f ( x) = f (0) + x f (0) +
f (0) +
f (0) + .........
2!
3!

Contoh :

Uraian deret MacLaurin untuk f(x) = sin(x)


x3 x5 x 7 x9
sin( x) = x
+

+
..........
3! 5! 7! 9!

(x dalam radian)

Soal : Uraikan W-3 dengan menggunakan deret MacLaurin !

Panjang Busur Meridian


Multiple angle formulas :

sin 2 x =

1 1
cos 2 x
2 2

3
1
sin 3 x = sin x sin 3 x
4
4
3 1
1
sin 4 x = cos 2 x + cos 4 x
8 2
8
5
5
1
5
sin x = sin x sin 3 x + sin 5 x
8
16
16
sin 6 x =

5 15
3
1
cos 2 x + cos 4 x cos 6 x
16 32
16
32

7
Soal : Tentukan pula sin x

sin 8 x

sin 9 x

. !

Panjang Busur Meridian


Apabila W -3 diuraikan dengan deret MacLaurin, diperoleh :
315 8 8
35
15
3
= 1 + e 2 sin 2 + e 4 sin 4 + e 6 sin 6 +
e sin + ...........
3
128
16
8
2
W
1

Untuk mempermudah integrasi, gunakan multiple angle formulas :


1
W

= A B cos 2 + C cos 4 D cos 6 + E cos 8 F cos 10 + .............

Sehingga panjang busur meridian antara 1 dan 2 adalah :


B
C

S = a (1 e 2 ) A( 2 1 ) (sin 2 2 sin 21 ) + (sin 4 2 sin 41 )


2
4

D
E
F
(
)
(
)
sin 6 2 sin 61 + sin 82 sin 81 (sin 10 2 sin 101 ) ] + ......
6
8
10

Panjang Busur Meridian


3
45
175 6 11025 8 43659 10
A = 1 + e2 + e4 +
e +
e +
e + ..........
4
64
256
16384
65536
3
15
525 6 2205 8 72765 10
B = e2 + e4 +
e +
e +
e + ...........
4
16
512
2048
65536
C=

15 4 105 6 2205 8 10395 10


e +
e +
e +
e + ............
64
256
2048
16384

D=

35 6 315 8 31185 10
e +
e +
e + ............
512
2048
131072

315 8 3465 10
E=
e +
e + ............
16384
65536
F=

693 10
e + ............
131072

Panjang Busur Paralel


lingkaran paralel

KU

2
p

O
me

rid
ia

KU

21
p

pa
ral

el

Radius lingkaran paralel :

p = N cos

Panjang busur paralel :

S = ( 2 1 ) p = ( 2 1 ) N cos
(21) dalam radian

Luas Permukaan Ellipsoid


Luas elemen permukaan
paralel

i an

dL

merid

M d

N cos d

L=

dL = MN cos d d

2 2

1 1

MN cos d d = ( 2 1 ) MN cos d

b 2 sin
1 1 + e sin
+ ln
MN cos d =

2
2
2 1 e sin 2e 1 e sin

Luas setengah permukaan ellipsoid ( 2 1 = 2

2
1

1 = 0 2 = 2 ) :

1 1 + e
L0o 90o = b
+ ln

1 e2 2e 1 e
2 1

Luas seluruh permukaan ellipsoid :

Lellipsoid = 2 L0o 90o

IRISAN NORMAL

Umumnya, irisan normal dari arah P1 ke P2


tidak berimpit dengan irisan normal dari
arah kebalikannya (P2 ke P1).
Bidang normal di P1 : P1 n1 P2
Bidang normal di P2 : P2 n2 P1

zn =

ae 2 sin p

(1 e

sin p

1/ 2

Bila kedua titik tidak terletak pada bujur dan lintang yang sama, maka :

z n1 < z n2

untuk

p1 < p2

z n1 > z n2

untuk

p1 > p2

IRISAN NORMAL
Sudut perbedaan antara dua bidang normal (direct & inverse) dapat
dihitung melalui persamaan sebagai berikut :

1
= e 2 2 cos 2 m sin 2 p1 p2

p1 + p2
m =
2

2 jarak
N p1 + N p2

Contoh :
o
o
Kondisi maksimum ( m = 0 dan p1 p2 = 45 ) , jarak 200 km :
C

= 0.36

Arah pengukuran sudut-sudut segitiga maupun


asimut di permukaan ellipsoid dari dua arah
yang berbeda akan tidak konsisten ! Kenapa ?

Pada praktisnya (poligon dsb), keadaan tersebut


dapat diabaikan.

Geodesik atau Garis Geodetik


Geodesik adalah garis hubung terpendek
antara dua titik di permukaan ellipsoid.
Di setiap titik sepanjang geodesik, arah
vektor radius berimpit dengan arah
normal ellipsoid.
Perbedaan antara jarak sepanjang
irisan normal dengan jarak sepanjang
geodesik (s) dapat dihitung melalui :
ae 4
s =
sin 2 212 cos 4 m 5
360

Untuk jarak = 600 km, s adalah sekitar 9x10-6 meter.


(dalam praktis dapat diabaikan !)