Anda di halaman 1dari 11

III.

No.
1.

HASIL PERCOBAAN
Tabel 1.Hasil skrining fitokimia tumbuhan sirih
Identifikasi
Identifikasi

Bagian
Tanaman
Daun sirih

Hasil Pengamatan
Reagen Mayer menunjukkan

alkaloid dengan

hasil positif karena terjadi

metode culvenor-

endapan berwarna putih

fitzgerald
Reagen Wagner menunjukkan
hasil positif karena terbentuk
endapan coklat

Reagen Dragendorf
menunjukkan hasil negatif
karena tidak terbentuk
endapan jingga-merah

Batang sirih Reagen Mayer


menunjukkan hasil positif
karena terjadi endapan
berwarna putih

Reagen Wagner menunjukkan


hasil positif karena terbentuk
endapan coklat

Gambar

Reagen Dragendorf
menunjukkan hasil negative
karena tidak terbentuk
endapan jingga-merah

Akar sirih

Reagen Mayer
menunjukkan hasil positif
karena terjadi endapan putih

Reagen Wagner menunjukkan


hasil negatif karena tidak
terbentuk endapan coklat
Reagen Dragendorf
menunjukkan hasil negative
karena tidak terbentuk
endapan jingga-merah
2.

Identifikasi

Daun sirih

Flavonoid

Negatif flavonoid karena


larutan berwarna hijau
kebiruan

Batang sirih

Positif flavonoid karena


larutan berwarna hijau
kebiruan

Akar sirih

Negatif flavonoid karena


larutan tidak berwarna jingga

3.

Identifikasi

Daun sirih

Larutan terdapat busa

Batang sirih

Larutan terdapat busa

Akar sirih

Larutan tidak terdapat busa

Daun sirih

Positif mengandung steroid

Saponin

4.

Steroid dan
Triterpenoid

karena larutan berwarna hijau

Batang sirih

Positif mengandung steroid


karena larutan berwarna hijau
kekuningan

Akar sirih

Positif mengandung steroid


karena larutan berwarna hijau
kekuningan

Tabel 2.Hasil skrining fitokimia tumbuhan meniran


Bagian

No.

Identifikasi

1.

Identifikasi

Tanaman
Daun

alkaloid dengan

meniran

Hasil Pengamatan
Reagen Mayer
menunjukkan hasil positif

metode culvenorfitzgerald
Reagen Wagner
menunjukkan hasil positif

Reagen Dragendorf
menunjukkan hasil negatif

Batang

Reagen Mayer

meniran

menunjukkan hasil positif

ReagenWagner
menunjukkan hasil positif

Reagen Dragendorf
Menunjukkan hasil negatif

Gambar

Akar

Reagen Mayer

meniran

menunjukkan hasil positif

Reagen Wagner menunjukkan


hasil positif

Reagen Dragendorf
menunjukkan hasil positif

2.

3.

Identifikasi

Daun

Flavonoid menunjukan hasil

Flavonoid

meniran

positif

Batang

Flavonoid menunjukan hasil

meniran

positif

Akar

Flavonoid menunjukan hasil

meniran

positif

Identifikasi

Daun

Larutan terdapat busa

Saponin

meniran

Batang

Larutan tidak terdapat busa

meniran

Akar

Larutan terdapat busa

meniran

4.

IV.

Steroid dan

Daun

positif mengandung steroid

Triterpenoid

meniran

dan triterpenoid

Batang

Positif mengandung steroid

meniran

dan triterpenoid

Akar

Negatif mengandung steroid

Tidak

meniran

dan triterpenoid

terdokumentasikan

PEMBAHASAN
Skrining fitokimia adalah analisis kualitatif terhadap senyawa-senyawa
metabolit sekunder. Suatu ekstrak dari bahan alam yang terdiri atas berbagai

macam metabolit sekunder yang berperan dalam aktivitas biologinya.


Senyawa-senyawa tersebut dapat diidentifikasi dengan pereaksi-pereaksi
yang mampu memberikan ciri khas dari setiap golongan dari metabolit
sekunder. Manfaat dari skrining fitokimia adalah untuk analisis secara
kualitatif senyawa-senyawa dalam tumbuhan agar mendapatkan kandungan
bioaktif atau kandungan yang berguna untuk pengobatan.
Sampel yang digunakan dalam percobaan skrining fitokimia ini adalah
meniran dan sirih. meniran ini bermanfaat untuk menyembuhkan sakit
kencing batu, infeksi saluran kemih, anti inplamasi, obat influenza, demam,
sakit perut, batuk dan sakit gigi. Sedangkan tumbuhan sirih bermanfaat
untuk menghilangkan bau badan, sariawan, sakit gigi dan gusi bengkak,
mimisan, demam berdarah dan obat asma (Daryanti, 2012).
Hasil yang didapat pada praktikum skrining fitokimia dengan
menggunakan cara identifikasi alkaloid dengan metode Culvenor-Fitzgerald
dengan sampel sirih pada bagian akar, batang, dan daun. Setelah
ditambahkan beberapa zat dan di uji didapatkan hasil negatif dengan tidak
ditunjukkannya penampakan warna putih pada larutan sampel saat ditetesi
dengan pereaksi Mayer, Wagner, dan Dragendrof. Yang mana pada masingmasing pereaksi menghasilkan warna yang berbeda dengan literatur. Dan
hasil dengan sampel sirih pada daun didapat hasil yang positif pada pereaksi
Wagner dan Mayer, sedangkan pada pereaksi dragendraf didapat hasil
negatif, dengan tidak tampaknya warna yang sesuai dengan literatur, yaitu
terbentuk endapan hitam. Pada bagian batang, didapat hasil yang positif, dan
negative pada dragendrofnya. Sedangkan pada bagian akar hasil negatif
hanya didapat pada pereaksi Dragendrof, yang mana Mayer dan Wagner
menampakkan warna sesuai literatur, pada literatur pereaksi mayer adalah
endapan warna putih dan Dragendorf adalah endapan jingga- merah. Pada
sampel meniran pada daun uji mayer terdapat hasil positif, uji wagner
terdapat hasil positif dan uji dragendrof terdapat hasil negative karena tidak
terjadi endapan. Pada sampel batang pada uji mayer terdapat hasil positif,
uji wagner terdapat hasil positif dan pada uji dragendrof terdapat hasil
negatif. Pada sampel akar meniran pada uji mayer, wagner dan dragendrof

terdapat hasil positif. Hasil uji identifikasi flavonoid pada percobaan dengan
menggunakan sirih dan meniran pada bagian batang, akar, dan daun. Pada
identifikasi daun didapatkan hasil negatif dengan tidak ditunjukkannya
penampakan warna yang sesuai literatur pada larutan sampel setelah ditetesi
dengan HCl dan Mg. pada batang sirih didapat hasil positif karena terdapat
warna hijau kebiruan. Pada akar sirih didapat hasil negatif karena tidak
sesuai hasil dengan literatur. Pada sampel meniran pada daun, batang dan
akar terdapat hasil positif.
Hasil uji identifikasi saponin dengan sampel sirih dan meniran. Pada
daun sirih didapat hasil positif, pada bag sirih didapat hasil positif karena
terdapat busa, pada akar sirih didapat hasil negatif karena tidak terdapat
busa, pada daun meniran didapat hasil positif karena terdapat busa, pada
batang meniran didapat hasil negatif karena tidak terdapat endapan dan pada
akar meniran didapat hasil positif karena terbentuknya busa.
Hasil uji identifikasi steroid dan triterpenoid dengan sampel sirih dan
meniran. Didapatkan hasil positif steroid pada bagian daun dengan
ditunjukkannya warna hijau pada akar, batang dan daun sirih, dan terdapat
hasil positif pada daun dan batang meniran karena terjadi perubahan warna
kehijauan, dan negatif pada akar meniran karena tidak terdapat warna
kehijauan. Perbedaan hasil antara percobaan yang dilakukan dengan literatur
yang digunakan mungkin dikarenakan adanya kesalahan dalam melakukan
percobaan saat uji identifikasinya, seperti penggunaan kertas sebagai tempat
bahan yang mana kertas dapat meresap sari dari sampel yang digunakan.
Selain itu juga bisa dikarenakan kurang ketelitian praktikan saat praktikum
berlangsung sehingga hasil praktikum kurang maksimal sehingga terjadi
kesalahan-kesalahan kecil yang mengakibatkan hasil akhir tidak sempurna.
Hasil yang didapatkan berbeda antara praktikum yang dilaksanakan
dengan literatur yang dimiliki oleh Wibowo Mangunwardoyo, Eni
Cahyaningsih, dan Tepy Usia, dimana dalam literaturnya Meniran
(Phyllanthus niruri L.) positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin
sedangkan pada praktikum kemarin tidak. Selain itu didalam meniran tidak
terdapat kandungan steroid, tetapi hasil yang kami dapatkan negatif

mengandung steroid pada bagian akar. Untuk sampel Sirih (Piper crocatum)
pada literatur yang dimiliki oleh Julia Reveny, pada sirih tidak mengandung
alkaloid, sedangkan hasil yang kami dapatkan positif mengandung alkaloid.
Pada uji flavonoid, saponin, steroid dan triterpenoid hasil yang didapatkan
sama antara praktikum yang dilaksanan dengan yang ada pada literaturnya.
Adanya perbedaan tersebut mungkin dikarenakan oleh langkah kerja yang
salah dan kelalaian yang dilakukan oleh praktikan.

V.

PENUTUP
V.1. Kesimpulan
Kesimpulan pada percobaan ini adalah sebagai berikut:
1. Pada tumbuhan meniran positif mengandung flavonoid.

2. Uji identifikasi flavonoid pada daun sirih menunjukkan hasil


negatif dengan tidak adanya penampakan warna jingga sampai
merah.
3. Uji identifikasi saponin pada sampel akar sirih menunjukkan hasil
negatif dengan tidak terbentuknya busa atau buih yang stabil
selama 15 menit.
4. Uji identifikasi steroid dan triterpenoid menunjukkan hasil positif
steroid dengan adanya penampakan warna hijau pada sampel sirih
pada bagian daun, batang dan akar. Dan sampel meniran pada
bagian akar menunjukan hasil negative pada daun dan batang
menunjukan hasil positif.
V.2. Saran
1. Seharusnya praktikan memprediksi atau menduga terlebih dahulu
sampel tanaman yang akan diteliti, apakah memang benar-benar
mengandung senyawa yang kita cari atau tidak.
2. Alat-alat praktikum yang digunakan seperti timbangan, tabung
reaksi

yang digunakan hendaknya disesuaikan dengan jumlah

kelompok kerja