Anda di halaman 1dari 35

LK-01

Mengidentifikasi Isi BPU


1. Ada berapa dokumen yang ada di dalam BPU pengelolaan kurikulum? Sebutkan!
Ada 2 yaitu :
1. Dokumen KTSP
2. Dokumen RPP

2. Apa topik yang akan dipelajari oleh kepala sekolah/madrasah di BPU pengelolaan kurikulum?
Sebutkan!

Topiknya yaitu :
Dokumen KTSP dan RPP yang mengacu pada standar yang
berlaku dan setiap topik mengacu pada sub-sub topik antara lain
:
1. Pengenalan komponen dukumen
2. Pengkajian dokumen
3. Revisi dokumen.

3. Apa kompetensi yang seharusnya dicapai oleh kepala sekolah/madrasah dalam mempelajari BPU
pengelolaan kurikulum? Jelaskan!

Kompetensi yang diharapkan dicapai oleh Kepala Sekolah yaitu :


1. Menyempurnakan Dokumen KTSP
2. Mengkaji Dokumen RPP
3. Menyusun RPP yang dilengkapi bahan ajar dan instrumen
penilaian

4. Apa bukti yang harus diunjukkerjakan oleh kepala sekolah/madrasah bahwa dia telah
mencapai kompetensi yang ditargetkan? Jelaskan!

Bukti bahwa Kepala Sekolah telah mencapai kompetensi yang


diharapkan yaitu
1. Kepala Sekolah telah mampu mengkaji dan menyempurnakan
dokumen KTSP di Sekolah
2. Meyusun , menerapkan dan mempraktekkan Rencana Tindak
Lanjut (RTL)
Yang akan dilaksanakan di sekolah masing-masing
3. Melakukan Pendampingan penyempurnaan Dokumen RPP di
sekolah masing-masing.

5. Apa saja hal-hal yang harus dipersiapkan oleh kepala sekolah/madrasah sebelum
mempelajari BPU pengelolaan kurikulum? Sebutkan!

Yang harus dipersiapkan yaitu :


1. Mempersipakan dan mengkaji Dokumen KTSP di Sekolah
masing-masing.
2. Mempersiapkan dan mengkaji Dokumen RPP

6. Bagaimana cara Kepala Sekolah/ Madrasah mempelajari BPU pengelolaan


kurikulum ini ?
Jelaskan !

Yaitu dengan 3 cara :


1. Kegiatan In-1 : mengkaji dokumen KTSP dan RPP serta
menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL)
2. Kegiatan On : Mempraktekkan secara langsung
pengkajian dokumen KTSP dan RPP Sesuai RTL yang
sudah dibuat dan juga melakukan pendampingan
terhadap guru dalam penyempurnaan RPP
3. Kegiatan In-2 : Melaporkan dan memaparkan bebarapa
dokumen yang meliputi dokumen KTSP dan RPP yang
sudah dikaji dan direvisi.

7. Kapan sebaiknya BPU pengelolaan kurikulum ini dipelajari oleh kepala


sekolah/madrasah ?

1. Yaitu sebelum pelaksanaan kegiatan Prodip tepatnya sebelum


kegiatan In-1
2.Yaitu sebelum Kepala Sekolah melakukan pengkajian dokuman
KTSP dan RPP yang ada di sekolah masing-masing .

LK. 02
1. Mengapa KTSP itu penting
KTSP itu penting agar kurikulum yang dibuat menjadi
sistematis, efesien dan efektif dan mudah dipahami sehingga
menjadi panduan operasional bagi pelaksanaan proses
pembelajaran
dalam
rangka
meningkatkan
kualitas
pembelajaran peserta didik. Contoh Dokumen 1
2. Apa manfaat KTSP bagi sekolah , kreteria apa yang
dipertimbangkan untuk menilai sebuah KTSP
Manfaat bagi sekolah adalah sebagai panduan bagi
pelaksanaan proses pendidikan dalam rangka mewujudkan visi
dan misi sekolah / madrasah sesuai dengan arah tujuan
pendidikan nasional.
Kreteria yang dipertimbangkan menilai sebuah KTSP
Visi yang ingin dicapai
Misi yang dilakukan dalam rangka pencapaian misi
Tujuan yang dirumuskan
3. Apa yang terjadi jika suatu sekolah dikelola tanpa KTSP
Pelaksanaan pembelajaran tidak terarah dan seakan seadanya
yang berimplikasi pada pelaksanaan pembelajaran kurang
maksimal dan menurunnya hasil belajar siswa.

LK-03
Mempelajari Komponen KTSP

1. Apa saja komponen yang harus ada dalam Dokumen KTSP?


Komponen KTSP :
1. Cover/Halaman Judul
2 . Lembar pengesahan
3.Daftar Isi
Kesesuaian halaman
A.Pendahuluan
1. Rasional
2. Mencantumkan dasar hukum yang relevan
B.Visi Satuan pendidikan
C. Misi Satuan Pendidikan
D.Tujuan Satuan Pendidikan
4.Struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan
5. Program Muatan lokal
6. Kegiatan pengembangan diri
7. Pengaturan beban belajar:
8. Ketuntasan belajar
9. Kenaikan kelas
10. kelulusan
11. Pendidikan kecakapan hidup dan pendidikan berbasis keunggulan local dan
global
12. kalender pendidikan
13. Lampiran
2. Berikan
penjelasan
tersebut!

singkat

Komponen KTSP
:
1. Cover/Halaman Judul yang terdiri dari
a. Logo sekolah dan atau daerah
b. Judul
c. Tahun pelajaran
Alamat Sekolah

tentang

komponen-komponen

2 . Lembar pengesahan yang terdiri dari:


a.Rumusan kalimat pengesahan
b.Tanda tangan Kepala Sekolah
c.Tanda tangan Ketua komite dan stempel/cap komite sekolah
d. Tempat utnuk tanda tangan kepala/pejabat dinas pendidikan
3.Daftar Isi
Kesesuaian halaman
A.Pendahuluan
1. Rasional
a. latar belakang memuat:
-Kondisi ideal
-Kondisi nyata
-Potensi karakteristik satuan pendidikan

2.Mencantumkan dasar hukum yang relevan


- Undang undang No 20 Thn 2003
- PP No 19 Thn 2005
- PP No 32 Thn 2013

Permendikdas No 22,23 dan 24 Tahun 2006


Permendikdas No 6 Thn 2007
Permendikdas No 19 Thn 2007
Permendikdas No 20 Thn 2007
Permendikdas No 41 Thn 2007
Permendikdas No 54 Thn 2013
Permendikdas No 64 Thn 2013
permendikdas No 65 Thn 2013
Permendikdas No 66 Thn 2013
Permendikdas No 68 Thn 2013
Permendikdas No 81 A Thn 2013
Peraturan Pemerintah yang relevan

B.Visi Satuan pendidikan


1. Ringkas dan mudah dipahami
2. Mengacu pada tujuan pendidikan menengah yaitu untuk meningkatkan
kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk
hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
3.Mengacu tuntutan SKL satuan pendidikan sebagaimana tercantum pada
Permendikdas Nomor 23 Tahun 2006
4. Mengacu tuntutan SKL dan KI yang mencakup tiga domain sikap, pengetahuan
dan keterampilan sesuai dengan Permendikbud No 54 thaun 2013
5. Berorientasi pada potensi,minat, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan
peserta didik.
6. Beorientasi pada kepentingan daerah, nasional, dan global
7. Beorientasi pada perkembangan ilmu Pengetahuan , teknologi dan seni, serta
memperhatikan lingkungan social dalam rangka menumbuhkan peduli lingkungan
8. Memberi inspirasi dan tantangan dalam meningkatkan prestasi secara
berkelanjutan untuk mencapai keunggulan
9. Mendorong semangat dan komitmen seluruh warga satuan pendidikan untuk
meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan
C. Misi Satuan Pendidikan
Menjabarkan pencapaian visi dalam bentuk pernyataan yang terukur dan dapat
dicapai sesuai dengan skala prioritas, mencakup: seluruh indicator visi
D.Tujuan Satuan Pendidikan
Menjabarkan pencapaian misi dalam bentuk pernyataan yang terukur dan dapat
dicapai sesuai dengan skala prioritas, mencakup seluruh indicator misi.
B. Struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan
1. Daftar mata pelajaran Wajib A, wajib B, untuk SMP yang melaksanakan kurikulum
2013
2. Daftar mata pelajaran dan muatan lokal sesuai dengan standar isi( Permendikdas
No 22 Thn 2006) untuk kelas VII, VIII dan kelas IX
3. Pengaturan alokasi waktu per mata pelajaran disesuaikan struktur kurikulum,
minat dan kebutuhan peserta didik dan sekolah dengan jumlah waktu minimal 38
jam pelajaran per minggu untuk kurikulum 2013
4. Pengaturan alokasi waktu per mata pelajaran disesuaikan dengan standar isi,
kebutuhan peserta didik dan sekolah dengan total 36 jam per minggu untuk
kurikulum 2006
5. Pengaturan alokasi waktu per mata pelajaran disesuaikan dengan kebutuhan
peserta didik dan sekolah dengan memnfaatkan tambahan 4 jam per minggu untuk
kurikulum 2006
C. Program Muatan lokal mencantumkan:
1. jenis dan strategi pelaksanaan muatan local yang dilaksanakan dengan kebijakan
daerah
2.Jenis dan strategi pelaksanaan muatan local yang dilaksanakan sesuai dengan
kebutuhan peserta didik dan karakteristik sekolah
3. daftar SK dan KD muatan lokal yang dikembangkan oleh sekolah

D.Kegiatan pengembangan diri , mencantumkan:

1. Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan program layanan konseling dan
atau layanan akademik/belajar, social dan perkembangan karier peserta didik
2. Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan program pengembangan bakat,
minat dan prestasi peserta didik
3. Kegiatan Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib diberlakuakn untuk
kurikulum 2013
E. Pengaturan beban belajar:
1. Uraian tentang rasionalisasi pemnfaatan tambahan 4 ( empat ) jam pelajaran per
minggu untuk kurikulum 2013
2. Uraian tentang pengaturan alokasi waktu pembelajaran per jam tatap muka,
jumlah jam pelajaran per minggu, jumlah minggu eektif per tahun pelajaran, jumlah
jam pelajaran pertahun
3. Uraian tentang pemanfaatan 60% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka pada
mata pelajaran tertentu, untuk penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri
tidak terstruktur (KMTT).
4. Uraian tentang pelaksanaan program percepatan bagi siswa yang memiliki
potensi kecerdasan dan bakat istemewa ( bila ada)
F. Ketuntasan belajar:
1. daftar criteria ketuntasan minimal(KKM) untuk semua mata pelajaran pada setiap
tingkatan kelas
2. Uraian tentang mekanisme dan prosedur penentuaan KKM
3. Uraian tentang upaya sekolah dalam meningkatkan KKM untuk mencapai KKM
ideal (100%)
G. kenaikan kelas,mencantumkan:
1.Kriteria kenaikan kelas sesuai dengan kebutuhan sekolah dengan
mempertimbangkan ketentuan pada SK Dirjen Mendikdasmen No.12/C/kep/TU/2008
untuk kurikulum 2006
2.Uraian tentang pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa(ulangan harian, UTS,
UAS UKK) sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam stndar penilaian pendidikan
3.Uraian tentang mekanisme dan prosedur pelaporan hasil belajar peserta didik
4. Uraian tentang pelaksanaan program remedial dan pengayaan
H. Kelulusan, mencantumkan:
1.Kriteria kelulusan berdasar pada ketentuan PP nomor 19 tahun2005 pasal 72 ayat
1 dan PP nomor 32 tahun 2003 pasal 72 ayat 2
2.Uraian tentang pelaksanaan ujian nasional dan ujian sekolah.
3.Target kelulusan yang akan dicapai oleh sekolah
4. Uraian tentang program-program sekolah dalam meningkatkan kualitas lulusan
5. Uraian tentang program pasca ujian nasional sebagai antisipasi bagi peserta didik
yang belum lulus ujian
I.Pendidikan kecakapan hidup dan pendidikan berbasis keunggulan local dan
Global, mencantumkan:
1.Uraian tentang penerapan pendidikan kecakapan hidup
2.Uraian tentang penyelenggaraan pendidikan berbasis keunggulan local
3.Uraian tentang upaya sekolah menuju pendidikan berwawasan global
3.kalender pendidikan,mencantumkan:
1.Pegaturan tentang permulaan tahun pelajaran
2.jumlah minggu efektif belajar satu tahun belajar
3.jadwal waktu libur(jeda tengah semester, antar semester, libur akhir tahun
pelajaran,libur keagamaan, hari libur nasinal dan hari libur khusus)
4.Lampiran
1.-Contoh RPP mata pelajarn kelas VII
-Silabus semua mata pelajaran kelas VIII program yang dilaksanakan
-Silabus semua mata pelajaran kelas IX program yang dilaksanakan
-Silabus muatan lokal kelas VII
-Silabus muatan lokal kelas VIII program yang dilaksanakan
-Silabus muatan local kelas IX program yang dilaksanakan
2.Laporan hasil analisis konteks atau anlisis kondisi riil sekolah
3.Contoh hasil penentuan KKM (satu mata Pelajaran )

LK 4
1. Siapa yang seharusnya terlibat dalam penyusunan
KTSP
Jawab:
Kabid Dikdas, Kepala sekolah, Guru, Komite Sekolah, Nara
Sumber, Tokoh Masyarakat, Unsur DUDI, OSIS, Konselor,
unsur orang tua.
2. Bagaimana bentuk kegiatan penyusunan KTSP
Jawab :
Pertama
: Rapat kerja dalam bentuk penyusunan
panitia dan pembagian tugas ( uraian tugas )
Kedua : Rapat penyusunan Draf KTSP untuk :
a. Penyusunan Analisis Konteks
b. Menyusun Draf
Visi, misi, tujuan,struktur
kurikulum,dan kalender pendidikan
Ketiga : Rapat reviu draf KTSP
Keempat
: Revisi oleh tim
Kelima : Rapat pleno finalisasi KTSP
Keenam : Penilaian oleh supervisor
Ketujuh : Pengesahan KTSP

LK 5

KAJIAN VISI
Visi Sekolah

Menjadi lembaga terpadu yang mampu mewujudkan


lulusan yang berkualitas, berkapasitas global, dan
berkepribadian.
Pertanyaan :
1. Apa pendapat Saudara tentang visi sekolah/madrasah tersebut?
2. Apa kelebihan dan kekurangan visi sekolah/madrasah tersebut?
3. Menurut Saudara, bagaimana penyempurnaan visi tersebut yang tepat?
4. Bagaimana perumusan indikator pencapaian dari visi yang telah Saudara
sempurnakan?
5. Bagaimana perumusan misi dan tujuan dari visi yang telah Saudara
sempurnakan tersebut?

Jawaban :
1. Visi yang ada sudah cukup baik, karena pembuatannya sesuai dengan
a. Teknik perumusan visi
b. Kriteria Rumusan visi yang baik
2. Kelebihan :
a. Rumusannya singkat, padat dan mudah diingat;
b. Bersifat inspiratif dan menantang untuk mencapainya;
c. Sesuatu yang ideal yang ingin dicapai di masa yang akan datang yang
membawa eksistensi/ keberadaan suatu satuan pendidikan;
d. Menarik bagi seluruh anggota satuan pendidikan dan pihak-pihak yang
terkait (stakeholders);
e. Memberikan arah dan fokus strategi yang jelas;
f. Mampu menjadi perekat dan menyatukan berbagai gagasan strategis
yang terdapat dalam suatu satuan pendidikan;
g. Memiliki orientasi terhadap masa depan, sehingga segenap jajaran
satuan pendidikan ikut berperan dalam pencapaiannya
Kekurangan :
a. Tidak ada kekurangan tetapi hanya revisi kalimatnya.
3. Terwujudnya lulusan yang berkualitas, berkapasitas global, dan
berkepribadian
4. Rumusan lebih dipersingkat.
5. Rumusan Misi :
a. Meningkatkan kecerdasan dan prestasi peserta didik sesuai dengan
bakat dan minat
b. Meningkatkan kemampuan siswa sesuai bakat dan minatnya dalam
bersaing di berbagai bidang di tingkat nasional
c. Meningkatkan kepribadian peserta didik yang disiplin, kritis, kreatif
dan inovatif.
Rumusan Tujuan :
a. Terbentuknya peserta didik yang cerdas dan kompetitif untuk
melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
b. Tercapainya prestasi akademik dan non akademik peserta didik
sesuai bakat dan minat yang mampu bersaing di tingkat nasional
c. Terbentuknya kepribadian peserta didik yang disiplin, kreatif dan
inovatif

Visi Satuan Pendidikan dirumuskan dengan cara sebagai berikut:

a. Meninjau kembali masalah yang dihadapi, baik internal maupun eksternal


dengan pendekatan analisis SWOT: Strengths (kekuatan), Weaknesses
(kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman);
b. Melibatkan seluruh anggota satuan pendidikan untuk memberikan
partisipasi secara maksimal sesuai dengan kemampuannya;
c. Menumbuhkan sikap rasa memiliki mengenai visi yang akan dirumuskan
bersama.
d. Mengakomodasi cita-cita dan keinginan seluruh anggota satuan
pendidikan. Dengan pendekatan seperti ini, akan memacu segenap
komponen yang ada dalam satuan pendidikan untuk memberikan
kontribusi terbaiknya bagi pencapaian visi yang akan disepakati.
Rumusan Visi yang berasal dari pimpinan perlu disosialisasikan kepada
seluruh anggota satuan pendidikan dengan pendekatan yang demokratis
dan terbuka untuk penyempurnaan dan memperoleh masukan atau
partisipasi dari bawah.
3. Kriteria Visi
Rumusan Visi yang baik mempunyai kriteria (ciri-ciri) sebagai berikut:
a. Rumusannya singkat, padat dan mudah diingat;
b. Bersifat inspiratif dan menantang untuk mencapainya;
c. Sesuatu yang ideal yang ingin dicapai di masa yang akan datang yang
membawa eksistensi/ keberadaan suatu satuan pendidikan;
d. Menarik bagi seluruh anggota satuan pendidikan dan pihak-pihak yang
terkait (stakeholders);
e. Memberikan arah dan fokus strategi yang jelas;
f. Mampu menjadi perekat dan menyatukan berbagai gagasan strategis yang
terdapat dalam suatu satuan pendidikan;
g. Memiliki orientasi terhadap masa depan, sehingga segenap jajaran satuan
pendidikan ikut berperan dalam pencapaiannya;
h. Mampu menumbuhkan komitmen seluruh anggota satuan pendidikan;
i. Menjamin kesinambungan kepemimpinan dan kebijakan satuan pendidikan
serta menjembatani keadaan masa sekarang dan masa yang akan datang;
j. Memungkinkan untuk perubahan atau penyesuaian dengan perkembangan/
perubahan tugas dan fungsi.

LK-06

MengkajiVisiSekolah
Masukan, pertanyaandan saran darikelompok lain.

1.Dalammempelajari BPU KurikulumpadabagiankompetesiKepala


Sekolahadaperbedaanjawabandalamhalredaksimudahanadakesamaanmaksu
d. Mohon di ulangkembali yang bapaksebutkan.
2. Apakahobjekpertanyaanantaraberbedaantara LK 1 yang
saudarakerjakandenganorientasipembelajaran PBU Kurikulum,
mohondicermatikembaliobjekpembelajarankita.
3. Bagaimanarelevansiantarakriteriapenyusunan
KTSP
LK 15
denganKriteriapengelolaan ?

DISKUSI SIMULASI KAJIAN KTSP

4. Mengapatidakdiisipadasistimpaketpada instrument KTSP

Kelebihan :

5. Bisakahdiubahtentangpenulisanredaksinyapadakolom
1
Mengenai visi-visinya
tentangkomponen
- Ringkas dan KTSP.
mudah dipahami

- Mengacu pada tujuan pendidikan


- Mengacu tuntutan SKL
- Berorientasi pada potensi, minat,perkembangan dan kebutuhan peserta didik
- Berorientasi pada kepentingan daerah,nasional dan global
Kekurangannya:
- Pencantuman dasar hukum yang relevan belum lengkap
- Belum lengkap lampiran-lampiran
2

Agar KTSP yang dikaji menjadi lebih baik yaitu dengan melengkapi dasar hukum yang
relevan. Dasar hukum yang relevan Permendiknas no. 6, 19 , 20, 41 Tahun 2007 dan
Permendikbud No 54,64.65,66. 68 dn 81A Tahun 2013

LK 7

Hasil identifikasi kreteria penyusunan dan


pengelolaan dokumen KTSP yang baik
NO

5
6
7

KRITERIA PENYUSUNAN KTSP

KRETERIA PENGELOLAAN KTSP

Memuat visi dan misi dan tujuan


pendidikan satuan pendidikan

Berpusat pada potensi,


perkembangan, kebutuhan, dan
kepentingan peserta didik dan
lingkungan

Memuat kurikulum nasional,


muatan lokal, muatan kekhasan
satuan pendidikan
Memuat pengaturan beban
belajar (tatap muka, Penugasan
terstruktur, kegiatan mandiri)
Memuat kalender pendidikan
(permualaan waktu pelajaran,
pengaturan waktu belajar efektif
sesuai dengan struktur kurikulum)

Beragam dan terpadu

Tanggap terhadap iptek dan seni

Relevan dengan kebutuhan


kehidupan
Menyeluruh dan
berkesinambungan
Belajar sepanjang hayat
Seimbang antara kepentingan
nasional dan kepentingan daerah
Memuat prinsip-prinsip
penyusunan KTSP

KOMENTAR/
SARAN

LK-08 Pengembangan Mata


PelajaranMuatanLokal.
1.Jelasankomponen-komponen yang ada di pengembanganMuatanLokal.
A. RuangLingkup.
RuanglingkupMuatanLokaladalah;
1. Lingkupkeadaandankebutuhandaerah
Keadaandaerahadalah;segalasesuatu yang terdapat di daerahtertentu yang
padadasarnyaberkaitandenganlingkunganalam,lingkungan social
ekonomi,danlingkungan social budaya.
Kebutuhandaerahadalah;segalasesuatu yang diperlukanolehmasyarakat di
suatudaerah,khsusnyauntukkelangsunganhidupdanpeningkatantarafkehidupa
nmasyarakattersebut,yangdisesuaikandenganarahperkembangandaerahserta
potensidaerah yang
bersangkutan.Kebutuhandaerahtersebutadalah;sepertikebutuhanuntuk;
a.Melestarikandanmengembangkankebudayaandaerah;
b.Meningkatkankemampuandanketerampilan di
bidangtertentudanketerampilan di
bidangtertentusesuaidengankeadaanperekonomiandaerah.
c.MeningkatkanpenguasaanBahasaInggerisuntukkeperluanpesertadidikdanun
tukmendukungpengembanganpotensidaerah,sepertipotensiparawisata,dan
d.Meningkatkankemampuanberwirausaha.
2. Lingkunganisi/jenismuatan local.
Lingkunganisi/jenismuatan local dapatberupa;bahasa ; bahasadaerah,
BahasaInggeris,KesenianDaerah,KeterampilandanKerajinanDaerah,AdatIstiad
at,sertahal-hal yang dianggapperluuntukpengembanganpotensidaerah yang
bersangkutan.
1.Bagaimanacaramengembangkanmatapelajaranmuatan local.
Pengembanganmuatanlokaluntuk SD/MI,/SMP,/MTs,Sma/MA,dan SMK/MAK
perlumemperhatikanbeberapaprinsippengembangansebagaiberikut.
1. Utuh.
Pengembanganpendidikanmuatanlokaldilaksanakanberdasarkanpendidikan
berbasiskompetinsi, kenerja, dankecakapanhidup.
2. Kontekstual.
PengembanganPendidikanmuatanlokaldilakukanberdasarkanbudaya,poten
si,danmasalahdaerah.
3. Terpadu.
Pendidikanmuatanlokaldipadukandenganlingkungansatuanpendidikan,term
asukterpadudenganduniausahadan industry.
4. Apresiatif.
Hasil-hasilpendidikanmuatanlokaldirayakan (dalambentukpertunjukan,
lomba-lomba, pemberianpenghargaan) di level satuanpendidikan .
5. Fleksibel.
Jenismuatanlokal yang
dipiliholehsatuanpendidikandanpengaturanwaktunyabersifatfleksibelsesuai
dengankondisidankarakteristiksatuanpendidikan.
6. Pendidikansepanjanghayat
Pendidikanmuatanlokaltidakhanyabeorintasipadahasilbelajar,tetapijugame
ngupayakanpesertadidikuntukbelajarsecaraterusmenerus.
7. Manfaat.
Pendidikanmuatanlokalberorintasipadaupayamelestaeikandanmengemban
gkanbudayalokaldalammenghadapitantangan global.

B.StrategiPengembanganMuatanLokal.
Terdapatduastrategidalampengembanganmuatanlokal,yaitu;
1. Dari bawahkeatas (bottom up)
Penyelenggaraanpendidikanmuatanlokaldapatdibangunsecarabertahaptumbuh
di dandarisatuan
satuampendidikandiberikewinanganuntukmenentukanjenismuatanlokalsesuaid
enganhasilanalisiskonteks
.Penentuanjenismuatanlokalkemudiandiikutidenganpenyusunaankurikulum
yang
sesuaidenganidentifikasikebutuhandan/atauketersediaansumberdayapenduku
ng .Jenismuatanlokal yang
sudahdiselenggarakansatuanpendidikankemudiandianalisisuntukmencaridanm
enentukanbahankajianumum/besarannya.
2. Dari atas kebawah.
Pada tahap ini pemerintah daerah sudah memiliki bahan kajian muatan local t
umum ditemukannd contenyang diselenggaran satuan pendidikan
didaerahnya .eem pengembang muatan local dapat menganalisis core and
content umum diteemukan.maka tim pengembang kurikulum daerah dapat
merumuskan rekomendasi kepada pemerintah daerah unuk membuat
kebijakan tentang yang akan diselenggarakan didaerahnya.

PENGELOLAAN KURIKULUM

LK 09
Muatan Lokal dikembangkan melalui beberapa tahapan yaitu :
1. Melakukakn indentifikasi dan analisis konteks kurikulum
2. Menentukan jenis muatan lokal yang akan dikembangkan yang meliputi empat rumput
muatan lokal yang merupakan persinggungan antara budaya lokal (dimensi sosiobudaya-politik) dengan kewirausahaan, pra-vokasional (dimensi ekonomi), pendidikan
lingkungan dan kekhususan lokal lainnya(dimensi fisik)
3. Menentukan bahan kajian muatan lokal yang didasarkan pada beberapa kriteria, antara
lain :
a. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik
1. Apab.saja
dimensi evaluasi
menurut
peraturan yang berlaku saat ini ?
Ketersediaan
tenagakurikulum
pendidik yang
relevan
Penyelesaian
:
c. Tersedianya sarana dan prasarana
Adad.4 dimensi
evaluasi kurikulum
yang berlaku
saatluhur
ini: bangsa
Tidak bertentangan
dengan agama
dan nilai
a. e.
Dimensi
ide
(gagasan)
kurikulum.
Layak
b. f.Dimensi
dukumensesuai
kurikulum
Karakteristik
dengan kondisi daerah
c. g.
Dimensi
implementasi
hasil
kurikulum
Menganalisis kebutuhan muatan
lokal (ciri khas, potensi, keunggulan dan tuntutan)
2. Evaluasi
terhadap dimensi
implementasi
terdiripada
ataskompetensi
tiga focus yang
h. Mengembangkan
kompetensi
dasarkurikulum
yang menyatu
inti disebut focus
Menyusun
silabus
muatandengan
lokal ketiga focus tersebut ? Jelaskan !
1, 2,i. dan
3. Apa yang
dimaksud
Penyelesaian :
Yang dimaksud dengan :
Fokus 1 : adalah pengadaan dokumen kurikulum dan distribusi ke pengguna
Fokus 2 : adalah kegiatan persiapan lapangan untuk melaksanakan kurikulum
Fokus 3 : adalah implementasi kurikulum secara terbatas dan menyeluruh

LK 16

3. Aspek evaluasi implementasi terdiri atas 4 aspek yakni:


a. Evaluasi reflektif
b. Evaluasi dokumen kurikulum
c. Evaluasi emplentasi kurikulum
d. Evaluasi hasil emplementasi
Jelaskan masing-masing aspek tersebut ?
Penyelesaian:
a. Evaluasi reflektif adalah suatu proses yang dalam pelaksanaannya menggunakan cara
diskusi intensif dalam kelompok pengembang kurikulum (tim pengarah dan tim teknis)
dan tim narasumber secara internal. Evaluasi reflektif tersebut dilaksanakan melalui
diskusi mengenai landasan filosofis, teoritik, dan model yang digunakan dalam
pengembangan kurikulum.
b. Evaluasi dokumen adalah suatu evaluasi yang dilakukan untuk mengkaji ketersediaan,
keterpahaman, dan kemanfaatan dari dokumen tersebut dilihat dari sisi/kelompok
pengguna.
c. Evaluasi implementasi kurikulum adalah suatu evaluasi yang dilakukan untuk mengkaji
keterlaksaaan dan dampak dari penerapan pada tingkat nasional, daerah dan satuan
pendidikan.
- Pada tingkat nasional mencakup penilaian implementasi kurikulum secara nasional
- Pada tingkat daerah penilaian implementasi kurikulum mencakup kajian pelaksanaan
pengembangan dan pengolahan muatan local oleh pemerintah daerah.
- Pada tingkat satuan pendidikan, evaluasio dilakukan pada tingkat satuan pendidikan.
d. Evaluasi hasil implementasi kurikulum adalah merupakan evaluasi ketercapaian standar
kompetensi lulusan pada setiuap peserta didik pada satuan pendidikan yang meliputi hasil
penilaian individu yang bersifat otentik, hasil ujian sekolah dan hasil ujian nasional.

4. Bagaimana mekanisme pelaksanaan evaluasi kurikulum?


Penyelesaian :
Mekanisme pelaksanaan evaluasi kurikulum melalui 3 tingkatan:
a. Evaluasi kurikulum pada tingkat nasional

b. Evaluasi kurikulum pada tingkat daerah


c. Evaluasi kurikulum pada tingkat satuian pendidikan
Kemudian pada tingkat nasional mekanismenya adalah:
- Penetapan kebijakan evaluasi kurikulum (kemendikbud, Kemenag)
- Pembentukan tim Kerja
- Desain induk evaluasi kurikulum (tim kerja yang ditunjuk)
- Pelaksanaan evaluasi
- Penyusunan laporan
Pada tingkat daerah mekanismenya adalah:
- Penetapan kebijakan evaluasi kurikulum (pemda, kanwil, kemenag, kankemenag)
- Pembentukan tim kerja
- Desain induk evaluasi kurikulum (tim kerja yang ditunjuk)
- Pelaksanaan evaluasi (unit terkait di daerah)
- Penyusunan laporan (tim kerja yang ditunjuk)
Pada tingkat satuan pendidikan mekanismenya adalah:
- Penetapan kebijakan evaluasi kurikulum (unit terkait di daerah)
- Pembentukan tim kerja
- Desain induk evaluasi kurikulum (timkerja yang ditunjuk)
- Pelaksanaan evaluasi (kepala sekolah/madrasah)
- Penyusunan laporan (tim kerja yang ditunjuk)

LK-10
Panduan Kegiatan Ekstra Kurikuler

1. Memahami komponen yang perlu dimuat di panduan kegiatan ekstra kurikuler!


A.VISI DAN MISI: - Perkembangan potensi,bakat,minat,kemampuan,keribadian dan kememdirian.
- Menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih dan
menyelenggarakannya
B.FUNGSI DAN TUJUAN :- Mengembangkan sifat sosial,rekriatif dan persiapan karer.
:-Meningkatkan kemampuan kognitif,apektif dan psikomotor.
:-Mengembangkan bakat,minat dalam upaya pembinaan pribadi.
C.PRINSIP

:-Individo atau pilihan


:-Keterlibatan aktif yang menyenangkan penuh sesuai dengan

bakat
:-Membangun etos kerja,kemamfaatan sosial
D.JENIS KEGIATAN

:-Krida,KIR ,Olahraga dan Seni pristasi

E.FORMAT KEGIATAN

:-Individual/,kelumpok/klasikal

2. Menentukan sekolah/madrasah sebagai contoh yang akan dibuatkan


panduan
ekstrakurikuler.
DOKOMEN PANDUAN EKSTRAKURIKULER ;
A.KEBIJAKAN PROGRAM
B.RASIONAL DAN TUJUAN KEGIATAN
C.DISKRIPSI PROGRAM MELIPUTI;-Ragam kegiatan,Tujuan dan
kegunaannya,keanggotaannya,jadwal.
D.MANAGEMEN PROGRAM ;-Struktur organisasi,level supervise dan asuransi
E.PANDOAN DAN MEKANISME

3. Saran dan Masukan dari Kelompok Lain

SARAN DAN MASUKAN DARI KELOMPOK LAIN YANG TERLIBAT .


A. KEPALA SEKOLAH,DEWAN GURU,GURU PEMBINA EKSTR
B. KOMITE SEKOLAH
C. ORANG TUA/WALI YANG KOMETMEN PENUH

LK-11
PENGEMBANGAN LAYANAN KONSELING
PENJELASAN SINGKAT
1). Komponen komponen yang termasuk ke dalam Pedoman Bimbingan
dan Konseling :

1). Jenis Layanan meliputi :


a. Layanan Orientasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik memahami lingkungan baru .
b. Layanan Informasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial,
belajar, karir/ jabatan, dan pendidikan lanjutan secara terarah, objektif dan
bijak.
c. Layanan Penempatan dan Penyaluran yaitu layanan bimbingan dan konseling
yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran
yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, peminatan/lintas
minat/pendalaman minat, program latihan, magang, dan kegiatan
ekstrakurikuler secara terarah, objektif dan bijak.
d. Layanan Penguasaan Konten yaitu layanan bimbingan dan konseling yang
membantu peserta didik menguasai konten tertentu.
e. Layanan Konseling Perseorangan yaitu layanan bimbingan dan konseling
yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya
melalui prosedur perseorangan.
f.
Layanan Bimbingan Kelompok yaitu layanan bimbingan dan konseling yang
membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan
hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan
keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu sesuai dengan tuntutan
karakter yang terpuji melalui dinamika kelompok.
g.

Layanan Konseling Kelompok yaitu layanan bimbingan dan konseling yang


membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah
yang dialami sesuai dengan tuntutan karakter-cerdas yang terpuji melalui
dinamika kelompok.

h. Layanan Konsultasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu


peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman,
dan cara-cara dan atau perlakuan yang perlu dilaksanakan kepada pihak
ketiga sesuai dengan tuntutan karakter-cerdas yang terpuji.
i.
Layanan Mediasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki
hubungan dengan pihak lain sesuai dengan tuntutan karakter-cerdas yang
terpuji.
j.
Layanan Advokasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu
peserta didik untuk memperoleh kembali hak-hak dirinya yang tidak
diperhatikan dan/atau mendapat perlakuan yang salah sesuai dengan
tuntutan karakter-cerdas yang terpuji.
2). Layanan BK memiliki beberapa stategi :

1. Program Layanan
Dari segi unit waktu sepanjang tahun ajaran pada satuan pendidikan, ada lima
jenis program layanan yang disusun dan diselenggarakan dalam pelayanan
bimbingan dan konseling, yaitu sebagai berikut :
a. Program Tahunan yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi
seluruh kegiatan selama satu tahun ajaran.
b. Program Semesteran yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling
meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran
program tahunan.

c. Program Bulanan yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi


seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program
semesteran.
d. Program Mingguan yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling
meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran
program bulanan.
e. Program Harian yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling yang
dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian
merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk Satuan Layanan
atau Rencana Program Layanan dan/atau Satuan Kegiatan Pendukung atau
Rencana Kegiatan Pendukung pelayanan bimbingan dan konseling.
2. Penyelenggaraan Layanan
Sebagai pelaksana pelayanan bimbingan dan konseling, Guru Bimbingan dan
Konseling atau Konselor bertugas dan berkewajiban menyelenggarakan layanan
yang mengarah pada (1) pelayanan dasar, (2) pelayanan pengembangan, (3)
pelayanan peminatan studi, (4) pelayanan teraputik, dan (5) pelayanan
diperluas.
a. Pelayanan Dasar, yaitu pelayanan mengarah kepada terpenuhinya kebutuhan
siswa yang paling elementer, yaitu kebutuhan makan dan minum, udara
segar, dan kesehatan, serta kebutuhan hubungan sosio-emosional.
b. Pelayanan Pengembangan, yaitu pelayanan untuk mengembangkan potensi
peserta didik sesuai dengan tahap-tahap dan tugas-tugas perkem-bangannya.
c. Pelayanan Arah Peminatan/Lintas Minat/Pendalaman Minat Studi Siswa, yaitu
pelayanan
yang
secara
khusus
tertuju
kepada
peminatan/lintas
minat/pendalaman minat peserta didik sesuai dengan konstruk dan isi
kurikulum yang ada.
d. Pelayanan Teraputik, yaitu pelayanan untuk menangani pemasalahan yang
diakibatkan oleh gangguan terhadap pelayanan dasar dan pelayanan
pengembangan, serta pelayanan pemi natan.
e. Pelayanan Diperluas, yaitu pelayanan dengan sasaran di luar diri siswa pada
satuan pendidikan, seperti personil satuan pendidikan, orang tua, dan warga
masyarakat lainnya yang semuanya itu terkait dengan kehidupan satuan
pendidikan dengan arah pokok terselenggaranya dan suskesnya tugas
b. utama satuan pendidikan, proses pembelajaran, optimalisasi pengembangan
potensi peserta didik. Pelayanan diperluas ini dapat terkait secara langsung
ataupun tidak langsung dengan kegiatan pelayanan dasar, pengembangan
peminatan, dan pelayanan teraputik tersebut di atas.
3. Waktu dan Posisi Pelaksanaan Layanan
a. Semua kegiatan mingguan (kegitan layanan dan/atau pendukung bimbingan
dan konseling) diselenggarakan di dalam kelas (sewaktu jam pembelajaran
berlangsung) dan/atau di luar kelas (di luar jam pembelajaran)
1) Di dalam jam pembelajaran:
a) Kegiatan tatap muka dilaksanakan secara klasikal dengan rombongan belajar
siswa dalam tiap kelas untuk menyelenggarakan layanan informasi,
penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi,
serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas.
b) Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas
(rombongan belajar per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal.
c) Kegiatan tatap muka nonklasikal diselenggarakan dalam bentuk layanan
konsultasi, kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah,
tampilan kepustakaan, dan alih tangan kasus.
2) Di luar jam pembelajaran:
a) Kegiatan tatap muka nonklasikal dengan siswa dilaksanakan untuk layanan
orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok,
mediasi, dan advokasi serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksana-kan di luar
kelas.

b) Satu kali kegiatan layanan/pendukung bimbingan dan konseling di luar


kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran
tatap muka dalam kelas.
c) Kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling di luar jam pembe-lajaran
satuan pendidikan maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan
bimbingan dan konseling, diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan satuan
pendidikan.
b. Program pelayanan bimbingan dan konseling pada masing-masing satuan
pendidikan dikelola oleh Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dengan
memperhatikan keseimbangan dan kesi-nambungan program antarkelas dan
antarjenjang kelas, dan mensinkronisasikan program pelayanan bimbingan
dan konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan
ekstra kurikuler dengan mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan
fasilitas satuan pendidikan.

3 ). Pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan utama pelayanan BK :

1.Pelaksana Pelayanan Bimbingan dan Konseling pada SMP/MTs/ SMPLB,


SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK.
a. Pada satu SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB/ SMK/MAK diangkat sejumlah Guru
Bimbingan dan Konseling atau Konselor dengan rasio 1 : 150 (satu Guru
bimbingan dan konseling atau Konselor melayani 150 orang siswa) pada
setiap tahun ajaran.
b. Jika diperlukan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor yang bertugas di
SMP/MTs dan/atau SMA/MA/SMK tersebut dapat diminta bantuan untuk
menangani permasalahan peserta didik SD/MI dalam rangka pelayanan alih
tangan kasus.
Sebagai pelaksana utama kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling di
satuan pendidikan SMP/MTs/ SMPLB, SMA/MA/ SMALB, dan SMK/MAK, Guru
Bimbingan dan Konseling atau Konselor wajib menguasai spektrum pelayanan
pada umumnya, khususnya pelayanan profesional bimbingan dan konseling,
meliputi:
a. Pengertian, tujuan, prinsip, asas-asas, paradigma, visi dan misi pelayana
bimbingan dan konseling profesional
b. Bidang dan materi pelayanan bimbingan dan konseling, termasuk di
dalamnya materi pendidikan karakter dan arah peminatan siswa
c.
Jenis layanan, kegiatan pendukung dan format pelayanan bimbingan dan
konseling
d. Pendekatan, metode, teknik dan media pelayanan bimbingan dan konseling,
termasuk di dalamnya pengubahan tingkah laku, penanaman nilai-nilai
karakter dan peminatan peserta didik.
e. Penilaian hasil dan proses layanan bimbingan dan konseling
f. Penyusunan program pelayanan bimbingan dan konseling
g. Pengelolaan pelaksanaan program pelayanan bimbingan dan konseling
h. Penyusunan laporan pelayanan bimbingan dan konseling
i. Kode etik profesional bimbingan dan konseling
j. Peran organisasi profesi bimbingan dan konseling
Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor merumuskan dan menjelaskan
kepada pihak-pihak terkait, terutama peserta didik, pimpinan satuan
pendidikan, Guru Mata Pelajaran, dan orang tua, sebagai berikut:
a. Sejak awal bertugas di satuan pendidikan, Guru Bimbingan dan Konseling
atau Konselor merumuskan secara konkrit dan jelas tugas dan kewajiban
profesionalnya dalam pelayanan bimbingan dan konseling, meliputi:
1) Struktur pelayanan bimbingan dan konseling
2) Program pelayanan bimbingan dan konseling
3) Pengelolaan program pelayanan bimbingan dan konseling
4) Evaluasi hasil dan proses pelayanan bimbingan dan konseling
5) Tugas dan kewajiban pokok Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor.

b. Hal-hal sebagaimana tersebut pada butir a di atas dijelaskan kepada siswa,


pimpinan, dan sejawat pendidik (Guru Mata pelajaran dan Wali Kelas) pada
satuan pendidikan, dan orang tua secara profesional dan proporsional.
c. Kerjasama
1) Dalam melaksanakan tugas pelayanan bimbingan dan konseling Guru
Bimbingan dan Konseling atau Konselor bekerjasama dengan berbagai pihak
di dalam dan di luar satuan pendidikan untuk suksesnya pelayanan yang
dimaksud.
2) Kerjasama tersebut di atas dalam rangka manajemen bimbingan dan
konseling yang menjadi bagian integral dari manajemen satuan pendidikan
secara menyeluruh.

LK 12
HasilPengembanganKonsep SKS
1.Penyelenggaraan SKS di SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK mengacupadaprinsipprinsip ?
a.Pesertadidikmenentukansendiribebanbelajardanmatapelajaran yang dikutipadaSetiapsemester
sesuaidengankemampuan,bakatdanminatnya.

b.Peserta yang
berkemampuandanberkemauantinggidapatmempersingkatwaktupenyelesaianstudinyadariperiode
belajar yang ditentukan
c..Pesertadidikdidoronguntukmemberdayakandirisendiridalambelajarsecaramandiri
d.Pesertadidikdapatmenentukandanmengaturstrategibelajardenganlebihfleksibel
e.untukmemilihkelompokpeminatan,lintasminat,pendalamanminatsesuaidenganpotensinya
f.Pesertadidikdapatpindahkesekolah yang sejenisdantelahmenggunakan SKS dansemuakredit
yang telahdiambildapatdipindahkesekolahbaru
g.Sekolahmenyediakansumberdayapendidikan yang memadaisecarateknisdan administrative
h.Penjadwalandiupayakandapatmemenuhikebutuhanpengembanganpotensipesertadidikbaikpenge
tahuan,sikapmaupunketrampilan
i.Gurumemfasilitasikeperluanakademikpesertadidiksesuaidengankemampuan,bakatdanminatnya
h.Memenuhipersyaratanpenyelenggaraan

2. Sebutkankriteria yang digunakandalampengambilanbebanbelajarpada SKS?


a. Fleksibilitasdalam SKS,
yaitupesertadidkdiberikeleluasaanuntukmenentukanbebanbelajarpadatiap semester
b.PengambilanbebanbelajarolehpesertadidikdidampingiolehPembimbingAkademik
c.Kriteria yang digunakanuntukmenentukanbebanbelajarpesertadidik, yaitu
- Pengambilanbebanbelajarpada semester 1 sesuaidenganprestasi yang dicapaipadasatuan
pendidikansebelumnyaatauhasiltes
-

Pengambilanbebanbelajarpada semester berikutnyaditentukanberdasarkanIndeksPrestasi


(IP) yang diperoleh semester sebelumya
PesertadidikwajibmenyelesaikanmatapelajarantertuangdalamStrukturKurikulum
SatuanPendidikandapatmengaturpenyajianmatapelajarandenganprinsip on and off

Yaitusuatumatapelajaran bias diberikanhanyapada semester tertentudengan


-

Mempertimbangkanketuntasankompetensipadasetiapsemester

3. Jawabansoal no 3 :
a. IP<2,66dapatmengambilmaksimal 20 SKS
b. IP 2,66 - 3,32 dapatmengambilmaksimal 24 SKS
c. IP 3,33 3,65 dapatmengambilmaksimal 28 SKS
d. IP> 3,65dapatmengambilmaksimal 32 SKS
Selainitunilaikompetensisikap minimal B

4. Jawabansoal no 4 :
a. Bebanbelajar yang harusditempuholehpesertadidk SMP/MTs yaitu minimal 114 SKS yang
dapatditempuh paling cepat 2 tahun ( 4 semester ) dan paling lama 5 tahun

b. Bebanbelajar yang harusditempuholehpesertadidk SMA/MA yaitu minimal 130 SKS yang


dapatditempuh paling cepat 2 tahun ( 4 semester ) dan paling lama 5 tahun ( 10 semester )
c. Bebanbelajar yang harusditempuholehpesertadidik SMK/MAK yaitu minimal 144 SKS yang
dapatditempuh paling cepat 2 tahun ( 4 semester ) dan paling lama 5 tahun ( 10 semester )

LK 13
1. Pertimbangan peminatan berdasarkan
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Nilai rapot
Nilai UN
Hasil tes penempatan
Hasil Psikotest
Rekomendasi guru BK

2. Jenis peminatan
1. Matematika dan Ilmu Alam
2. Ilmu ilmu Sosial
3. Ilmu Budaya dan Bahasa
3. Cara memutuskan peminatan
Peminatan diputuskan berdasarkan nilai mata pelajaran
dari kelompok peminatan mana yang tinggi yang di atas
KKM atau tidak jauh berbeda dengan KKM dilihat dari nilai
rapot, nilai UN, nilai hasil psikotest, dan nilai hasil tes
penempatan

LK-14
Kajian KTSP
Komponen
KTSP
Kesesuaian dengan Konsep*
Keterlaksanaan dan Kesesuaian dengan Kondisi Sekolah/ Madrasah**
Usulan Perbaikan

A. Visi, Misi, dan Tujuan Pendidikan


Satuan Pendidikan

1. Visi mendeskripsikan cita-cita yang hendak


dicapai oleh satuan pendidikan.
V
V

2. Misi mendeskripsikan indikator-indikator yang


harus dilakukan melalui rencana tindakan
dalam mewujudkan visi satuan pendidikan.
V
V

3. Tujuan pendidikan mendeskripsikan hal-hal


yang perlu diwujudkan sesuai dengan
karakteristik satuan pendidikan.
V
v

B. Muatan Kurikulum Tingkat Satuan


Pendidikan

1. Muatan Kurikulum pada Tingkat Nasional


V
V

2. Muatan Kurikulum pada Tingkat Daerah


V
V

3. Muatan Kekhasan Satuan Pendidikan


V
V

C. Pengaturan Beban Belajar

1.Beban belajar dalam KTSP diatur dalam


bentuk sistem paket atau sistem kredit
semester
V
V

a. Sistem Paket
V
V

Beban belajar pada sistem paket terdiri atas


pembelajaran tatap muka, penugasan
terstruktur, dan kegiatan mandiri.

b. Sistem Kredit Semester


V
V

Beban belajar 1 (satu) sks terdiri atas 1 (satu)


jam pembelajaran tatap muka, 1 (satu) jam
penugasan terstruktur, dan 1 (satu) jam
kegiatan mandiri.

2. Beban belajar tatap muka, penugasan


terstruktur, dan kegiatan mandiri.

a. Sistem Paket0%-50% untuk SMP/MTs

V
V

b. Sistem Kredit
1) Satu SKS pada SMP/MTs terdiri atas: 40
menit tatap muka, 20 menit penugasan
terstruktur dan kegiatan mandiri.
V
V

D. Kalender Pendidikan

1. Permulaan Waktu Pelajaran


V
V

2. Pengaturan Waktu Belajar Efektif


V
V

3. Pengaturan Waktu Libur


V
V

*diisi dengan:
bila komponen sesuai dengan konsep dan kebijakan KTSP secara substantif.

X bila komponen tidak sesuai dengan konsep dan kebijakan KTSP secara
substantif.
bila komponen tidak ada dalam dokumen.
**diisi dengan:
bila komponen dapat diterapkan di sekolah/madrasah karena sesuai dengan
kemampuan dan kondisi sekolah/madrasah.
X bila komponen tidak dapat diterapkan di sekolah/madrasah karena kurang
sesuai dengan kemampuan dan kondisi sekolah/madrasah.
bila komponen tidak ada dalam dokumen.

LK 15
3

Kelebihan :
Mengenai visi-visinya
- Ringkas dan mudah dipahami
- Mengacu pada tujuan pendidikan
- Mengacu tuntutan SKL
- Berorientasi pada potensi, minat,perkembangan dan kebutuhan peserta didik
- Berorientasi pada kepentingan daerah,nasional dan global
Kekurangannya:
- Pencantuman dasar hukum yang relevan belum lengkap
- Belum lengkap lampiran-lampiran

Agar KTSP yang dikaji menjadi lebih baik yaitu dengan melengkapi dasar hukum yang
relevan. Dasar hukum yang relevan Permendiknas no. 6, 19 , 20, 41 Tahun 2007 dan
Permendikbud No 54,64.65,66. 68 dn 81A Tahun 2013

LK 16

5. Apa saja dimensi evaluasi kurikulum menurut peraturan yang berlaku saat ini ?
Penyelesaian :
Ada 4 dimensi evaluasi kurikulum yang berlaku saat ini:
d. Dimensi ide (gagasan) kurikulum.
e. Dimensi dukumen kurikulum
f. Dimensi implementasi hasil kurikulum
6. Evaluasi terhadap dimensi implementasi kurikulum terdiri atas tiga focus yang disebut focus
1, 2, dan 3. Apa yang dimaksud dengan ketiga focus tersebut ? Jelaskan !
Penyelesaian :
Yang dimaksud dengan :
Fokus 1 : adalah pengadaan dokumen kurikulum dan distribusi ke pengguna
Fokus 2 : adalah kegiatan persiapan lapangan untuk melaksanakan kurikulum
Fokus 3 : adalah implementasi kurikulum secara terbatas dan menyeluruh
7. Aspek evaluasi implementasi terdiri atas 4 aspek yakni:
e. Evaluasi reflektif
f. Evaluasi dokumen kurikulum
g. Evaluasi emplentasi kurikulum
h. Evaluasi hasil emplementasi
Jelaskan masing-masing aspek tersebut ?
Penyelesaian:
e. Evaluasi reflektif adalah suatu proses yang dalam pelaksanaannya menggunakan cara
diskusi intensif dalam kelompok pengembang kurikulum (tim pengarah dan tim teknis)
dan tim narasumber secara internal. Evaluasi reflektif tersebut dilaksanakan melalui
diskusi mengenai landasan filosofis, teoritik, dan model yang digunakan dalam
pengembangan kurikulum.
f. Evaluasi dokumen adalah suatu evaluasi yang dilakukan untuk mengkaji ketersediaan,
keterpahaman, dan kemanfaatan dari dokumen tersebut dilihat dari sisi/kelompok
pengguna.
g. Evaluasi implementasi kurikulum adalah suatu evaluasi yang dilakukan untuk mengkaji
keterlaksaaan dan dampak dari penerapan pada tingkat nasional, daerah dan satuan
pendidikan.
- Pada tingkat nasional mencakup penilaian implementasi kurikulum secara nasional
- Pada tingkat daerah penilaian implementasi kurikulum mencakup kajian pelaksanaan
pengembangan dan pengolahan muatan local oleh pemerintah daerah.
- Pada tingkat satuan pendidikan, evaluasio dilakukan pada tingkat satuan pendidikan.
h. Evaluasi hasil implementasi kurikulum adalah merupakan evaluasi ketercapaian standar
kompetensi lulusan pada setiuap peserta didik pada satuan pendidikan yang meliputi hasil
penilaian individu yang bersifat otentik, hasil ujian sekolah dan hasil ujian nasional.

8. Bagaimana mekanisme pelaksanaan evaluasi kurikulum?


Penyelesaian :
Mekanisme pelaksanaan evaluasi kurikulum melalui 3 tingkatan:
d. Evaluasi kurikulum pada tingkat nasional
e. Evaluasi kurikulum pada tingkat daerah
f. Evaluasi kurikulum pada tingkat satuian pendidikan
Kemudian pada tingkat nasional mekanismenya adalah:
- Penetapan kebijakan evaluasi kurikulum (kemendikbud, Kemenag)
- Pembentukan tim Kerja
- Desain induk evaluasi kurikulum (tim kerja yang ditunjuk)
- Pelaksanaan evaluasi
- Penyusunan laporan
Pada tingkat daerah mekanismenya adalah:
- Penetapan kebijakan evaluasi kurikulum (pemda, kanwil, kemenag, kankemenag)
- Pembentukan tim kerja

Desain induk evaluasi kurikulum (tim kerja yang ditunjuk)


Pelaksanaan evaluasi (unit terkait di daerah)
Penyusunan laporan (tim kerja yang ditunjuk)

Pada tingkat satuan pendidikan mekanismenya adalah:


- Penetapan kebijakan evaluasi kurikulum (unit terkait di daerah)
- Pembentukan tim kerja
- Desain induk evaluasi kurikulum (timkerja yang ditunjuk)
- Pelaksanaan evaluasi (kepala sekolah/madrasah)
- Penyusunan laporan (tim kerja yang ditunjuk)

LK-17
Sosialisasi Program Penyusunan KTSP
1. Bagaimanakepalasekolah/madrasah mengatasisikap orang
tuadanmensosialisasikangagasaninovatif ?

Dalampelaksanaansosialisasidengan orang tuapadasaatpenyusunan KTSP,


kepalasekolahmemberipemahamankepada orang
tuabahwagagasaninovatifdisekolahsangatdiperlukan,
jugakegiatanektrakurikuleryang
dilaksanakansangatbermemfaatbagisiswaterutamadalampembangunanka
rakterpesertadidik
2. Bagaimanakepalasekolah/madrasah
tersebutmemenfaatkansemangatdanantusiasme orang tua ?

Kepalasekolahmemenfaatkansemangatdanantusiasme orang
tuadengancaramengundangataumelibatkan orang
orangtua/komitesekolahdalam program penyusunan KTSP
dankegiatanlainnyadisekolah

3. Bagaimanakepalasekolah/madrasah
memasukankonsepinovatifinikedalamKTSP ?

Dalampenyusunan KTSP KepalaSekolahberhakmenyampaikankonsepkonsep yang bersifatinovatifatauperubahankearah yang


lebihbaikdanbergunadimasaakandatang.
Contohmembuat media pembelajarandenganmenggunakan LCD
power
point
4. danmateridibuatdengan
Masukan, pertanyaan, saran
padadiskusikelas
Membuat KTSP harusberpedomanpada BSNP
Apasajapersyaratanpembuatan KTSP yang baik ?
Pembuatan KTSP Lebihbaikmelibatkansemuawargasekolahdanperwakilan
orang tuamurid

LK 18
MENYUSUN RENCANA TINDAK LANJUT
KOMPONEN YANG
DIPERBAIKI
1.

MINGGU 1

1 2

Visi Misi
a.
b.

Misi harus sesuai


visi yang dibuat
Tujuan Sekolah
harus disesuai
dengan misi
sekolah

2.

Muatan Kurikulum

3.

Beban Belajar

4.

Kalender Pendidikan

X
X

MINGGU 2
5

MINGGU 3
5

Ket
.

MI9NGGU 4
5

LK 19
Komponen KTSP

Kesesuaian

Keterlaksana

Usulan

Konsep
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V

an

Perbaikan

Lembar
Kata Pengantar
Daftar isi
Pendahuluan
Latar Belakang
Landasan
Tujuan Pengembangan KTSP
Prinsif Pengembangan KTSP
Tujuan Pendidikan
Visi Sekolah
Misi Sekolah
Tujuan Sekolah

V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V

Struktur Kurikulum
Muatan Kurikulum
Mata Pelajaran wajib
Muatan Lokal
Kegiatan Pengembangan Diri
Pengaturan Beban Belajar
Ketuntasan Belajar
Kenaikan Kelas dan Kelulusan
Kalender Pendidikan

V
V
V
V
V
V
V
V
V

V
X
V
V
V
V
V
V
X

Sesuaikan
dengan
kondisi
sekolah
masingmasing

*diisi dengan :
V

bila komponen sesuai dengan konsep dan kebijakan KTSP secara

substansif.
X

bila komponen tidak sesuai dengan konsep kebijakan KTSP secara

substansif.
-

bila komponen tidak ada dalam dokumen

** diisi dengan ;
V bila komponen dapat diterapkan di sekolah/madrasah karena sesuai
dengan
kemampuan dan kondisi sekolah/madrasah
X bila komponen tidak dapat diterapkan di sekolah/madrasah karena
kurang sesuai
dengan kondisi sekolah/madrasah
-bila komponen tidak ada dalam dokum

LK 20
1. Apa yang
saudarapahamidanperolehsetelahmempelajaridanmelaksanakankegiatanpad
a topic ini ?
- Dapatmembuat KTSP
2. Apapengaruhdanmanfaatpenguasaan topic
initerhadaptugassaudarasebagaikepalaSekolah / madrasah ?
- Dapatmenyempurnakan KTSP
3. Aparencanatindaklanjut yang
akansaudaralakukansetelahmemperbaikiDokumen KTSP ini ?
- KepalaSekolahdan Tim PengembangKurikulummelanjutkanrevisi KTPS