Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Temperatur suatu benda atau lingkungan dapat diukur dengan sensor suhu.

Sensor suhu adalah komponen elektronika baik aktif maupun pasif yang dapat
merespon perubahan temperature atau suhu disekitar komponen tersebut dan
menghasilkan perubahan elektrik sesuai dengan perubahan suhu atau temperature
yang direspon komponen tersebut.
Sensor suhu biasanya digunakan untuk merubah panas menjadi listrik
untuk mempermudah dalam menganalisa besarannya. Untuk membuatnya ada dua
cara yaitu dengan menggunakan bahan logam dan bahan semikonduktor, dan juga
bisa memakai sejumlah metode, dimana salah satu caranya adalah dengan cara
memakai material yg terhadap suatu arus elektrik akan mengubah hambatannya
tergantung dari suhunya.
Sensor suhu banyak digunakan dalam kehidupan kita, sebagai contoh alat
yang menggunakan sensor suhu adalah termometer digital. Oleh karena itu, untuk
lebih jelasnya akan dipaparkan beberapa hal yang berhubungan dengan sensor
suhu seperti penggunaan sensor suhu, cara kerja sensor suhu serta pembuatan
sensor suhu, kalibrasi dan pembacaan hasil pengukuran sensor suhu.
1.2.

Rumusan masalah
1. Apa fungsi alat ukur sensor suhu
2. Apa saja bagian-bagian alat ukur sensor suhu
3. Apa kegunaan bagian-bagian dari alat ukur sensor suhu
4. Bagaimana cara kerja alat ukur sensor suhu

1.3.
1.
2.
3.
4.

Tujuan
Untuk mengetahui bagian-bagian alat ukur sensor suhu
Untuk mengetahui fungsi alat ukur sensor suhu
Untuk mengetahui kegunaan bagian-bagian alat ukur sensor suhu
Untuk memahami cara kerja sensor suhu

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Sensor Suhu
Sensor Suhu atau Temperature Sensors adalah suatu komponen yang
dapat mengubah besaran panas menjadi besaran listrik sehingga dapat mendeteksi
gejala perubahan suhu pada obyek tertentu. Sensor suhu melakukan pengukuran
terhadap jumlah energi panas/dingin yang dihasilkan oleh suatu obyek sehingga
memungkinkan kita untuk mengetahui atau mendeteksi gejala perubahanperubahan suhu tersebut dalam bentuk output Analog maupun Digital. Sensor
Suhu juga merupakan dari keluarga Transduser.
Contoh peralatan-peralatan listrik maupun elektronik yang menggunakan
Sensor Suhu diantaranya seperti Thermometer Suhu Ruangan, Thermometer Suhu
Badan, Rice Cooker, Kulkas, Air Conditioner (Pendingin Ruangan) dan masih
banyak lagi.
2.2. Jenis Jenis Sensor Suhu
Saat ini, terdapat banyak jenis Sensor Suhu dengan karakteristik yang
berbeda-beda sesuai dengan aplikasinya. Berikut ini beberapa jenis Sensor Suhu
yang sering ditemukan dalam rangkaian elektronika ataupun peralatan listrik
beserta penjelasan singkatnya :
2.1.

Thermostat
Thermostat adalah jenis Sensor suhu Kontak (Contact Temperature

Sensor) yang menggunakan prinsip Electro-Mechanical. Thermostat pada


dasarnya terdiri dari dua jenis logam yang berbeda seperti Nikel, Tembaga,
Tungsten atau aluminium. Dua Jenis Logam tersebut kemudian ditempel
sehingga membentuk Bi-Metallic strip. Bi-Metallic Strip tersebut akan
bengkok jika mendapatkan suhu tertentu sehingga bergerak memutuskan atau
menyambungkan sirkuit (ON/OFF). Thermostat sering digunakan pada
peralatan listrik seperti Oven, Seterika dan Water Heater.

Gambar 2.1 Thermostat

2.2.

Thermistor
Thermistor adalah komponen elektronika yang nilai resistansinya

dipengaruhi oleh Suhu. Thermistor yang merupakan singkatan dari Thermal


Resistor ini pada dasarnya terdiri dari 2 jenis yaitu PTC (Positive
Temperature Coefficient) yang nilai resistansinya akan meningkat tinggi
ketika suhunya tinggi dan NTC (Negative Temperature Coefficient) yang
nilai resistansinya menurun ketika suhunya meningkat tinggi.
Thermistor yang dapat mengubah energi listrik menjadi hambatan ini
terbuat dari bahan keramik semikonduktor seperti Kobalt, Mangan atau Nikel
Oksida yang dilapisi dengan kaca.
Keuntungan dari Thermistor adalah sebagai berikut :

Memiliki Respon yang cepat atas perubahan suhu.

Lebih murah dibanding dengan Sensor Suhu jenis RTD (Resistive


Temperature Detector).

Rentang atau Range nilai resistansi yang luas berkisar dari 2.000 Ohm
hingga 10.000 Ohm.

Memiliki sensitivitas suhu yang tinggi.


Thermistor (PTC/NTC) banyak diaplikasikan kedalam peralatan
Elektronika seperti Voltage Regulator, sensor suhu kulkas, pendeteksi
kebakaran, Sensor suhu pada Otomotif, Sensor suhu pada Komputer, sensor
untuk memantau pengisian ulang Baterai pada ponsel, kamera dan Laptop.

Gambar 2.2 Gambar PTC dan NTC

2.3.

Resistive Temperature Detector (RTD)


Resistive Temperature Detector atau disingkat dengan RTD memiliki

fungsi yang sama dengan Thermistor jenis PTC yaitu dapat mengubah energi
listrik menjadi hambatan listrik yang sebanding dengan perubahan suhu.
Namun Resistive Temperature Detector (RTD) lebih presisi dan memiliki
keakurasian yang lebih tinggi jika dibanding dengan Thermistor PTC.
Resistive Temperature Detector pada umumnya terbuat dari bahan Platinum
sehingga disebut juga dengan Platinum Resistance Thermometer (PRT).
Keuntungan dari Resistive Temperature Detector (RTD)
Rentang suhu yang luas yaitu dapat beroperasi di suhu -200C hingga
+650C.
Lebih linier jika dibanding dengan Thermistor dan Thermocouple
Lebih presisi, akurasi dan stabil.

Gambar 2.3 RTD

2.4.

Thermocouple (Termokopel)
Thermocouple adalah salah satu jenis sensor suhu yang paling sering

digunakan, hal ini dikarenakan rentang suhu operasional Thermocouple yang


luas yaitu berkisar -200C hingga lebih dari 2000C dengan harga yang relatif
rendah. Thermocouple pada dasarnya adalah sensor suhu Thermo-Electric
yang terdiri dari dua persimpangan (junction) logam yang berbeda. Salah satu
Logam di Thermocouple dijaga di suhu yang tetap (konstan) yang berfungsi
sebagai junction referensi sedangkan satunya lagi dikenakan suhu panas yang
akan dideteksi. Dengan adanya perbedaan suhu di dua persimpangan tersebut,
rangkaian akan menghasilkan tegangan listrik tertentu yang nilainya
sebanding dengan suhu sumber panas.
Keuntungan Thermocouple adalah sebagai berikut :

Memiliki rentang suhu yang luas

Tahan terhadap goncangan dan getaran

Memberikan respon langsung terhadap perubahan suhu.

Gambar 2.4 Gambar Thermocouple

Selain jenis-jenis Sensor suhu diatas, Sensor Suhu atau Temperature


Sensor juga dapat dibedakan menjadi dua jenis utama berdasarkan Hubungan fisik
Sensor suhu dengan Obyek yang akan dirasakan suhunya. Berikut ini adalah 2
jenis utama tersebut.
Contact Temperature Sensor
Sensor Suhu jenis contact adalah Sensor suhu yang memerlukan
kontak (hubungan) Fisik dengan objek yang akan dirasakan perubahan
suhunya. Sensor suhu jenis ini dapat digunakan untuk memantau suhu benda
padat, cair maupun gas.
Non-Contact Temperature Sensor
Sensor Suhu jenis Non-Contact adalah Sensor suhu yang dapat
mendeteksi perubahan suhu dengan menggunakan konveksi dan radiasi
sehingga tidak memerlukan kontak fisik langsung dengan obyek yang akan
diukur atau dideteksi suhunya.
Dari beberapa macam jenis sensor suhu tersebut, kami mengunakan jenis
termistor dalam percobaan ini.
2.3 Pengertian Thermistor (NTC dan PTC)
Thermistor adalah salah satu jenis Resistor yang nilai resistansi atau nilai
hambatannya dipengaruhi oleh Suhu (Temperature). Thermistor merupakan
singkatan dari Thermal Resistor yang artinya adalah Tahanan (Resistor) yang
berkaitan dengan Panas (Thermal). Thermistor terdiri dari 2 jenis, yaitu
Thermistor NTC (Negative Temperature Coefficient) dan Thermistor PTC
(Positive Temperature Coefficient).
Komponen Elektronika yang peka dengan suhu ini pertama kali ditemukan
oleh seorang ilmuwan inggris yang bernama Michael Faraday pada 1833.
5

Thermistor yang ditemukannya tersebut merupakan Thermistor jenis NTC


(Negative Temperature Coefficient). Michael Faraday menemukan adanya
penurunan Resistansi (hambatan) yang signifikan pada bahan Silver Sulfide ketika
suhu dinaikkan. Namun Thermitor komersil pertama yang dapat diproduksi secara
massal adalah Thermistor ditemukan oleh Samuel Ruben pada tahun 1930.
Samuel Ruben adalah seorang ilmuwan yang berasal dari Amerika Serikat.
Seperti namanya, Nilai Resistansi Thermistor NTC akan turun jika suhu di
sekitar Thermistor NTC tersebut tinggi (berbanding terbalik / Negatif). Sedangkan
untuk Thermistor PTC, semakin tinggi suhu disekitarnya, semakin tinggi pula
nilai resistansinya (berbanding lurus / Positif).

2.4 Karaktreristik Thermistor NTC dan PTC


Contoh perubahaan Nilai Resistansi Thermistor NTC saat
terjadinya perubahan suhu disekitarnya (dikutip dari Data Sheet
salah

satu

Produsen

Thermistor

MURATA

Part

No.

NXFT15XH103), Thermistor NTC tersebut bernilai 10k pada


suhu ruangan (25C), tetapi akan berubah seiring perubahan
suhu disekitarnya. Pada -40C nilai resistansinya akan menjadi
197.388k, saat kondisi suhu di 0C nilai resistansi NTC akan
menurun menjadi 27.445k, pada suhu 100C akan menjadi
0.976k dan pada suhu 125C akan menurun menjadi 0.532k.
Jika digambarkan, maka Karakteristik Thermistor NTC tersebut
adalah seperti dibawah ini

Gambar 2.5 Karakteristik Thermistor NTC

Pada umumnya Thermistor NTC dan Thermistor PTC adalah Komponen


Elektronika yang berfungsi sebagai sensor pada rangkaian Elektronika yang
berhubungan dengan Suhu (Temperature). Suhu operasional Thermistor berbedabeda tergantung pada Produsen Thermistor itu sendiri, tetapi pada umumnya
berkisar diantara -90C sampai 130C. Beberapa aplikasi Thermistor NTC dan
PTC di kehidupan kita sehari-hari antara lain sebagai pendeteksi Kebakaran,
Sensor suhu di Engine (Mesin) mobil, Sensor untuk memonitor suhu Battery Pack
(Kamera, Handphone, Laptop) saat Charging, Sensor untuk memantau suhu
Inkubator, Sensor suhu untuk Kulkas, sensor suhu pada Komputer dan lain
sebagainya.
Thermistor NTC atau Thermistor PTC merupakan komponen Elektronika
yang digolongkan sebagai Komponen Transduser, yaitu komponen ataupun
perangkat yang dapat mengubah suatu energi ke energi lainnya. Dalam hal ini,
Thermistor merupakan komponen yang dapat mengubah energi panas (suhu)
menjadi hambatan listrik. Thermistor juga tergolong dalam kelompok Sensor
Suhu.

2.5.

Jembatan Wheatstone

Jembatan Wheatstone adalah rangkaian jembatan yang paling sederhana


dan paling umum. Rangkaian ini digunakan dalam aplikasi pengkondisi sinyal
dimana transduser mengubah tahanan dengan perubahan variabeldinamik.
Beberapa modifikasi dari jembatan dasar ini juga dipakai untuk aplikasi spesifik
lainnya. Dalam aplikasi paling modern, detektor setimbang adalah amplifier
diferensial impedansi input sangat tinggi. Dalam beberapa kasus, Galvanometer
yang sensitif dengan impedansi yang relatif rendah bisa digunakan, khususnya
untuk kalibrasi atau instrumen-instrumen pengukuran tunggal.
Rangkaian Jembatan Wheatstone merupakan rangkaian yang terdiri dari
resistor dan catu daya (power supply). Jembatan wheatstone sendiri adalah
rangkaian jembatan yang pada umunya digunakan untuk mengukur presisi
tahanan dengan nilai 1 ohm sampai dengan mega ohm. Pada umumnya rangkaian
jembatan wheatstone banyak digunakan untuk menghitung resistansi yang tidak
diketahui dengan bantuan dari rangkaian jembatan. Dua kaki yang terdapat pada
rangkaian wheatstone harus disimpan seimbang dan satu kaki yang lainnya
termasuk resistansi yang tidak di ketahui.
Prinsip dasar dari jembatan wheatstone adalah keseimbangan. Sifat umum
dari arus listrik adalah arus akan mengalir menuju polaritas yang lebih rendah.
Jika terdapat persamaan polaritas antara kedua titik maka arus tidak akan mengalir
dari kedua titik tersebut. Dalam rangkaian dasar jembatan wheatstone penghubung
kedua titik tadi disebut sebagai jembatan wheatstone.

Gambar 2.6 Rangkaian sederhana jembatan wheatstone

Rangkaian Hambatan Jembatan Wheatstone terdapat rangkaian hambatan


yang tidak bisa ditentukan hambatan penggantinya kalau cuma dengan rumus

susunan hambatan seri maupun pararel. Rangkaian hambatan ini disebut dengan
Wheatstone Bridge atau jembatan wheatstone. Rangkaian ini digunakan utuk
menyederhanakan

susunan

hambatan

yang

pada

awalnya

tidak

dapat

disederhankan secara pararel maupun seri. Ada cerita menarik dibalik sejarah
Wheatstone. Ternyata jembatan wheatstone tidak ditemukan oleh Sir Charles
Wheatstone melainkan oleh Samuel Hunter Cristie pada tahun 1833. Dinamakan
wheatstone karena yang berperan besar mempopulerkan rangkaian ini adalah Sir
Charles Wheatstone.
Gambar di bawah ini meski bentuknya agak berbeda tapi sejatinya sama.
Gambar tersebut merupakan susunan jembatan Wheatstone.

Gambar 2.7 Rangkaian jembatan wheatstone

2.6.

Pengukuran dan Kesalahan


Tidak ada pengukuran yang mengahasilkan ketelitian yang sempurna,

tetapi adalah penting untuk mengetahui ketelitian yang sebenarnya dan bagaimana
kesalahan yang berbeda digunakan dalam pengukuran. Langkah pertama yang
diperlukan untuk menguranginya adalah mempelajari kesalahan-kesalahan
tersebut, dimana dari hal ini juga dapat ditentukan ketelitian hasil akhir.
Kesalahan-kesalahan dapat terjadi karena berbagai sebab dan umumnya
dibagi dalam tiga jenis utama, yaitu:
2.6.1. Kesalahan umum

Kebanyakan disebabkan oleh kesalahan manusia, diantaranya adalah


kesalahan pembacaan alat ukur, penyetelan yang tidak tepat dan pemakaian
instrument yang tidak sesuai.
2.6.2. Kesalahan Sistematis
Disebabkan oleh kekurangan pada instrument sendiri, seperti
kerusakan adanya bagian-bagian yang aus dan pengaruh lingkungan terhadap
peralatan atau pemakai.
2.6.3. Kesalahan yang tak disengaja
Diakibatkan oleh penyebab-penyebab yang tidak dapat langsung
diketahui sebab perubahan-perubahan parameter atau sistem pengukuran
terjadi secara acak.

10

BAB III
METODE ILMIAH
3.1.

Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan adalah
3.1.1. NTC
NTC yang kami gunakan memiliki hambatan sebesar 4,7 ohm, NTC di
sini diletakkan pada R2.

Gambar 3.1 NTC 4,7 ohm

3.1.2. Resistor
Resistor yang kami gunakan sebanyak dua resistor, masing-masing
dengan hambatan 47 ohm dan 100 ohm.

Gambar 3.2 Resistor 47 ohm dan 100 ohm

3.1.3. Potensiometer
Potensiometer yang kami gunakan memiliki hambatan sebesar 10 k
ohm.

11

Gambar 3.3 Potensiometer

3.1.4.

Solder

3.1.5.

VU meter

Gambar 3.4 Solder

Gambar 3.5 VU meter

3.1.6. Tempat Baterai dan Baterai


Baterai yang kami gunakan sebanyak dua buah, masing-masing
dengan tegangan sebesar 1,5 volt.

12

Gambar 3.6 Tempat baterai dan baterai

3.1.7.

Papan PCB (rangkaian)

Gambar 3.7 Papan PCB (rangkaian)

3.1.8.

Kabel

Gambar 3.8 Kabel

3.1.9.

Gunting

13

Gambar 3.9 Gunting

3.1.10.Sterefoam

Gambar 3.10 Sterefoam

3.1.11.Selotip

Gambar 3.11 Selotip

3.1.12.Termometer

Gambar 3.12 Termometer

3.2.

Prosedur Kerja
Siapkan alat dan bahan.

14

Dibuat rangkaian untuk rangkaian sensor suhu dengan menggunakan

jembatan wheatstone, dan dicobakan sensor suhu bisa bekerja atau tidak.
Setelah sensor suhu bisa bekerja, resistor, potensio dan tempat baterai
ditempel pada papan rangkaian. Untuk menempel resistor dan potensio
dilakukan dengan cara mensolder resistor dan potensio tersebut,
sedangkan untuk menempel tempat baterai ditempelkan dengan cara

3.3.

mengelem tempat baterai tersebut.


Kemudian NTC dihubungkan dengan rangkaian tersebut dengan

menggunakan kabel dan dihubungkan pada papan rangkaian.


Kemudian VU meter dihubungkan ke papan rangkaian dengan

menggunakan kabel.
Lalu, saklar dihubungkan dengan rangkaian.
Setelah itu, rangkaian dicoba kembali, bisa bekerja atau tidak. Kalau bisa

sensor suhu dikalibrasi.


Setelah itu, sensor suhu dibuatkan penutup.
Setelah selesai, sensor suhu bisa digunakan dan dilakukan percobaan

Kalibrasi
Kami melakukan kalibrasi dengan menggunakan alat bantu thermometer

dan pemanas air listrik (lihat gambar 3.13 ), kemudian pada skala 0 VU meter
(garis yang menunjukkan angka 20) menunjukkan suhu 27 C pada termometer
sedangkan skala tertinggi yaitu skala ke 5 (antara garis yang menunjukkan angka
7 dan 5) 94 C.

Gambar 3.13 Proses Kalibrasi Alat

15

Jadi skala sensor suhu yang kami dapati yaitu antara 27 C dan 94 C,
yaitu suhu terendah pada skala 27 C sedangkan suhu tertinggi yaitu sebesar 94
C.

16

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.

Hasil

No Skala
1
2
3
4
5
6
4.2.

ke
1
2
3
4
5
6

Garis pada VU
meter
20
Antara 20 dan 10
10
7
Antara 7 dan 5
5

1
27 C
37 C
52 C
73 C
94 C
berhenti

Percobaan ke
2
27 C
38 C
53 C
73 C
94 C
berhenti

Rata - Rata
3
27 C
38 C
52 C
73 C
94 C
berhenti

27 C
37, 67 C
52, 33 C
73 C
94 C
-

Pembahasan
Sensor Suhu atau Temperature Sensors adalah suatu komponen yang dapat

mengubah besaran panas menjadi besaran listrik sehingga dapat mendeteksi gejala
perubahan suhu pada obyek tertentu. Sensor suhu melakukan pengukuran
terhadap jumlah energi panas/dingin yang dihasilkan oleh suatu obyek sehingga
memungkinkan kita untuk mengetahui atau mendeteksi gejala perubahanperubahan suhu tersebut dalam bentuk output Analog maupun Digital.
Sensor suhu adalah alat yang digunakan untuk mengubah besaran panas
menjadi besaran listrik yang dapat dengan mudah dianalisis besarnya. Ada
beberapa metode yang digunakan untuk membuat sensor ini, salah satunya dengan
cara menggunakan material yang berubah hambatannya terhadap arus listrik
sesuai dengan suhunya.
Dalam membuat sensor suhu, sebelumnya kita harus mempelajari tentang
Jembatan Wheatstone dan komponen komponen listrik serta peralatan listrik.
Jika kita belum mengerti tentang jembatan wheatstone serta komponen listrik
maka kita akan kesulitan untuk membuat peralatan sensor suhu tersebut.
Dalam Jembatan wheatstone terdapat 4 lengan, dan setiap lengan terdapat
hambatan. Pada rangkaian wheatstone yang kami rangkai, kami meletakkan
Resistor potensiometer pada R3, dengan nilai 10 kilo ohm, NTC pada R2 sebesar
4,7 ohm, R1 sebesar 100 ohm dan R4 sebesar 47 ohm.
Sehingga perbandingan lengannya yaitu
R 1 R 4=R 3 R 2

( 100 x 47 ) ohm= (10000 x 4,7 ) ohm

17

470 ohm=4700 ohm

Jadi perbandingan lengan antara R1R4 dengan R2R3 yaitu sebesar 1/10.
Pada pembuatan alat ini kami menggunakan tegangan masukan sebesar 3
volt, dan untuk Rtotal sebesar 103,62 ohm, didapat dari menghitung Rtotal pada
jembatan tersebut sehingga kuat arus yang dihasilkan sebesar
V
I=
R
I=

3 volt
103,62 ohm

I =0,0289 A
I =0,03 A

Sensor suhu yang kami buat yaitu berbasis NTC (Negative Termistor
Coefition) yaitu resistor variabel yang peka terhadap perubahan suhu. Karena
NTC bernilai negatif, maka jika suhu meningkat, nilai hambatan akan berkurang.
Maka bentuk rangkaian bisa kita gunakan jembatan wheatstone standar.
Dalam penggunaan sensor suhu berbasis NTC, diperlukan pengkalibrasian
alat. Pengkalibrasikan alat berguna untuk mengukur suhu suatu benda. Cara yang
dapat digunakan dalam mengkalibrasikan sensor suhu berbasis NTC adalah
dengan cara memasukkan termometer dan sensor suhu ke dalam pemanas air
listrik yang berisi air mineral biasa, kemudian dilihat skala pada VU meter dan
disesuaikan dengan skala Termometer. Skala pada termometer menunjukkan suhu
kamar yaitu, 27 C. Putar skrup pada sensor suhu hingga tepat di angka nol. Suhu
tersebut adalah suhu standar kalibrasi.
Dalam melakukan pengkalibrasian sensor suhu berbasis NTC kami
melakukan tiga kali percobaan pengkalibrasian. Pada tabel rata-rata diperoleh
hasil skala VU meter menunjukkan peningkatan dan berbanding lurus dengan
suhu pada termometer. Semakin tinggi suhu pada termometer berarti semakin
tinggi skala VU meter yang ditunjukkan oleh sensor suhu berbasis NTC. Pada
hasil percobaan sensor suhu berbasis NTC jangkauan ukurnya yaitu antara skala
0C - 94 C.
Pada Percobaan pengkalibrasian kami melakukan tiga kali percobaan dan
didapatkan hasil rata-rata untuk setiap skala bisa dilihat pada tabel hasil
percobaan, yaitu Skala 1 menunjukkan angka 27 C, Skala 2 sebesar 36,67 C,

18

Skala 3 sebesar 52,33 C, skala 4 sebesar 73 C dan skala maksimal (skala 5)


sebesar 94 C. bisa dilihat pada grafik berikut:
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
1

Grafik 4.1 Grafik Skala VU meter terhadap Suhu pada Termometer

Pada alat yang kami buat terdapat kelemahan diantaranya yaitu skala pada
sensor suhu yang terlalu kecil dimana jangkauan pengukuran sebesar 20 C 94
C hanya berkisar pada skala 1 skala 5. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor,
diantaranya kesulitan mencari alat dan bahan untuk merangkai sensor suhu
tersebut, kurangnya pengetahuan kami, kurangnya waktu pelaksanaan pembuataan
alat sensor suhu tersebut, dan yang paling fatal adalah resistor yang kami gunakan
pada lengan 1 dan lengan 4 perbandingannya terhadap lengan 2 (NTC) dan lengan
3 (potensiometer) terlalu kecil yaitu sebesar 1/10. untuk mengurangi kelemahan
tersebut diharapkan praktikan untuk lebih memahami materi dan diusahakan
menggunakan lengan 1 dan lengan 4 yang perbandingannya mendekati dengan
lengan 2 (NTC) dan lengan 3 (Potensiometer)

19

BAB V
PENUTUP
4.1.

Kesimpulan
Sensor Suhu atau Temperature Sensors adalah suatu komponen yang dapat

mengubah besaran panas menjadi besaran listrik sehingga dapat mendeteksi gejala
perubahan suhu pada obyek tertentu.
Sensor suhu adalah alat yang digunakan untuk mengubah besaran panas
menjadi besaran listrik yang dapat dengan mudah dianalisis besarnya.
Sensor suhu dapat dibuat dengan menggunakan NTC dan menggunakan
rangkaian jemabatan wheatstone.
4.2.

Saran
Semoga dengan adanya alat ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Diharapkan kedepannya untuk bisa lebih baik lagi dalam membuat rangkaian alat
tersebut.

20

DAFTAR PUSTAKA
Cooper, David William. 1994. Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran.
Jakarta : Erlangga.
http://id.wikipediaa.org/wiki/jembatan_wheatstone (diakses pada tanggal 17
Desember 2015)
http://teknikelektronika.com/pengertian-thermistor-ntc-ptc-krakteristik (diakses
pada tanggal 17 Desember 2015)
http://teknikelektronika.com/pengertian-sensor-suhu-jenis-jenis-sensor-suhu
(diakses pada tanggal 17 Desember 2015)

21