Anda di halaman 1dari 3

4.

Bagaimana penanganan kelanjutan setelah pasien melewati masa gawat dan mencegah
terjadinya komplikasi
Penanganan
Penanganan pendarahan postpartum merupakan suatu hal yang sangat menentukan
keselamatan ibu setalah persalinan. Penanganan pada pendarahan postpartum dapat dilakukan
dengan cara 2 bagian yaitu sebagai berikut :
a. Suportif yaitu suatu perbaikan keadaan umum, penambahan cairan, dan darah serta
komponen-komponen lainnya
b. Kausatif yaitu dengan melakukan identifikasi penyebab terjadinya pendarahan serta
cara untuk menghentikan pendarahan
Pada tahun 2011, WHO mengeluarkan Priority Medicines for Maternal and Child
Health yang termasuk didalamnya obat uterotonik untuk penanganan pendarahan postpartum karena atonia uteri
Condition

Chemical Entity

Concentration and dosage


form

Post-partum
haemorrhage

Oxytocin

Injection 10 IU or 10 Iu/ml

Misoprostol

Tablet

Sodium chloride

Injection

Sodium lactate (Ringers Lactate)

Injection

Jika penanganan awal gagal dapat dilakukan dengan cara kompresi bimanual, dimana
kompresi uteri bimanual dilakukan dengan cara meletakan satu tangan di vagina dan
menekan badan uterus sementara tangan lainnya menekan fundus dari dinding abdominal di
atas. Bagan posterior uterus dipijat oleh tangan di abdominal dan bagian anterior oleh tangan
bagian vagina.

Kompresi Bimanual

Adapun alur dari tata laksana dari pendarahan post-partum yaitu sebagai berikut :

Tata Laksana Pendarahan Post-Partum

Pencegahan
Upaya pencegahan yang dapat dilakukan terhadap perdarahan post-partum merupakan
hal yang harus dilakukan mengingat dari berbagai komplikasi yang mungkin timbul akibat
perdarahan post-partum yang berat jika tidak dilakukan pencegahan secara tepat, salah
satunya yaitu Sheehans Sindrom. Sheehans sindrom terjadi nekrosis iskemik pituitary karena
perdarahan yang berat saat proses persalinan. Dimana manifestasi klinisnya meliputi
kegagalan menyusui atau menstruasi, kehilangan rambut axilla dan genital, asthenia,
kelemahan, keriput halus sekitar mata dan bibir, tanda penuaan dini, kulit kering,
hipopigmentasi dan hipopituitarism. Salah satu pencegahan agar tidak terjadinya komplikasi
lanjutan yaitu dengan menejemen aktif kala 3 merupakan pencegahan yang telah banyak
diaplikasikan hingga sekarang dan mengetahui faktor resiko dari perdarahan post partum.

Dapus
Matthews Mathai et al. Saving womens lives: evidence-based recommendations for the
prevention of postpartum haemorrhage. Bulletin of the World Health Organization.
2007
Janice M. Anderson, M.D. Duncan Etches, M.D., M.CL.SC. Prevention and Management of
Postpartum Hemorrhage. American Academy of Family Physicians. 2007