Anda di halaman 1dari 7

USAP DUBUR

I.
Pendahuluan
1.
Tujuan

Agar dapat diketahui keadaan kesehatan pada penjamah


makananmaupun karyawan lain apakah sebagai karier penyakit atau
tidak.

Untuk meningkatkan kesehatan penjamah atau karyawan lain


yangsebagai karier agar bebas dari (menular melalui makanan).
2.
Sasaran
Penjamah makanan
II.
Tinjauan Pustaka
Organisasi pangan dan pertanian PBB (FAO) pada tahun 1984
menerbitkan suatu seri pedoman pengawasan mutu makanan (Manual 14/5,
Food inspection) yang digunakan sebagai pedoman pemeriksaan
makanan.Pedoman tersebut memuat uraian tentang pengambilan sampel
makanan danteknik pemeriksaan pabrik yang sangat bermanfaat sebagai
bahan pelajaranteknik pengambilan dan pemeriksaan contoh.Indonesia
melalui Departemen Perindustrian telah mengadopsi
pedomanpengambilan contoh yang dikeluarkan oleh FAO dan telah
disahkan olehBadan Standarisasi Nasional (BSN) yang terdiri dari dua
jenis yaitu SNI 0429-1989-A tentang Petunjuk Pengambilan Contoh
Cairan dan Semi Padat danSNI 0428-1989-A tentang Petunjuk
Pengambilan Contoh Padatan.Dikarenakan pengambilan sampel dalam
pengujian produk pangan adalahpenting maka pengambilan sampel
dimaksukkan dalam salah satu prinsipGood Laboratory Practice (GLP).
Beberapa faktor penting dalam pengambilancontoh meliputi Petugas
Pengambil Contoh (PPC), prosedur pengambilancontoh, alat pengambil
contoh dan administrasi pengambilan contoh
Modul Pengambilan Contoh ini dimaksudkan untuk memberikan prinsipprinsip umum petunjuk untuk pengambilan sampel dan pengetahuan
teknismengenai pengambilan sampel sesuai dengan referensi baik yang

bersumberpada FAO, BSN ataupun referensi lain. Penyusunan model


pengambilancontoh ini didasarkan pada Standar Kompetensi Kinerja
Nasional Indonesia(SKKNI) Kode Unit FQCCORSMP052D.A dengan Judul
Unit MenetapkanProgram Sampling. Pengambilan sampel dalam modul
lebih diarahkan padapengambilan sampel untuk tujuan inspeksi produk
pangan.
III.
Prosedur Pemeriksaan

Alat dan Bahan :


a.
Media transport cairan cary and blair atau pepton dalam botolMC.
Cartney. Media transport berisi cairan - botol dalamkeadaan steril.b.
Kapas lidi steril (lidi water), yaitu lidi yang pada ujungnyadililit kapas.c.
Sarung tangan bersih/steril.d.
Spidol huruf kecil.e.
Formulir pengambilan untuk pemeriksaan lab.f.
Gunting kecil.g.
Kertas cellotipe.h.
Lampu bunsen.i.
Termos es.j.
Tas pembawa contoh.k.
Buku harian pengambilan contoh.l.
Sabun desinfektan.

Teknik Pengambilan :
a.
Persiapkan segala sesuatu untuk pemeriksaan usap duburtermasuk
persiapan botol media transport, kertas lidi danlampu Bunsen.b.
Persiapkan catatan pada formulir pemeriksaan tentang namayang di
periksa, umur dan tanggal pemeriksaan serta tempatkerjanya.c.

Persiapkan sarung tangan dan di pakai dengan rapi.d.


Perintahkan dengan cara sopan kepada penderita atau orangyang akan
diambil usap duburnya dengan posisi menungging.
Kedua belah tangannya memegang masing-masing pinggulnyaatau secara
telungkup.e.
Pemeriksa berdiri di samping kiri (bagi yang kidal sebaliknya)dari
penderita.f.
Tangan kiri pemeriksa memegang dan melebarkan lubang anuske arah
samping kiri kanan dengan cara merenggangkandengan jari tangan kiri
dan kapas harus masuk sedalam +/-3cm.g.
Selama memasukkan lidi kapas di putar searah jarum jam.h.
Setelah lidi kapas di luar, segera ambil botol pembawa. Bukasekrupnya
dan tenggelamkan kedalamnya. Kemudiankanpanaskan di atas api
Bunsen sekitar bibir botol. Tutup rapat.i.
Tempelkan kertas cellotape dan tulis : nama, nomor kode sertatempat
kerja sesuai formulir.j.
Kirimkan segera ke lab untuk diperiksa. Bila tidak dapatdikirim segera,
simpan pada suhu kamar ditempat yang gelap.
IV.
Hasil
Karena tidak melakukan pemeriksaan, yang dilaporkan ialah hasilkegiatan
rujukan spesimen.
LEMBAR PENGESAHAN
MATA KULIAH : PMM-AJUDUL PRAKTEK : TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL USA
PALAT
MAKANANDilaksanakan pada : 17 Januari 2014Oleh kelompok : Empat (4)Disahkan tangg
al :Mengetahui,Pembimbing praktek(Marina Br Karo, SKM, M.Kes) NIP. 1969115 199203 2
003

USAP ALAT MAKANAN

I.
Pendahuluan
a.
Latar Belakang
Dalam penyehatan makanan dan minuman, kebersihan alat
makanmerupakan bagian sangat penting dan berpengaruh terhadap
kualitasmakanan dan minuman. Alat makan yang tidak dicuci dengan
bersih dapatmenyebabkan organisme atau bibit penyakit yang tertinggal
akanberkembang biak dan mencemari makanan yang akan diletakkan
diatasnya.Angka kuman dan adanya bakteri coli pada permukaan makan
yang telahdicuci dapat diketahui dengan melakukan uji dengan cara usap
alat makanpada permukaan alat makan. Uji alat makan atau alat masak
perlu dilakukanuntuk mengetahui tingkat kebersihan alat
tersebut.Sehingga melalui uji sanitasi alat tersebut, petugas inspeksi dari
dinaskesehatan dapat menetapkan apakah alat makan tersebut sudah
layakdigunakan atau belum.
b.
Tujuan

Agar dapat diketahui tingkat kebersihan dari alat makan dan masak.

Agar dapat memantapkan petugas dalam melakukan pengawasan.

Memberikan data untuk feed back (umpan balik) kepada pengusaha.


injauan Pustaka
Semua alat makan mempunyai peluang bersentuhan dengan
makananharus selalu dijaga dalam keadaan bersih dan tidak ada sisa
makanan yangtertinggal pada bagian-bagian alat makan tersebut. Apabila
hal tersebutdibiarkan, akan memberi kesempatan kuman yang tidak
dikehendaki untukberkembang biak dan membusukkan makanan
(Winarno,1993).Menurut ketentuan Direktur Jendral PPM dan PLP,
inspeksi atau ujisanitasi alat makan atau alat masak perlu dilakukan pada
tempat-tempatpengolahan makanan dan sampel sebaiknya diambil dari
lima jenis alatmakan atau alat masak yang ada, yaitu:1. Sendok2.
Gelas3. Piring4. Mangkok5. DllDalam pelaksanaan uji sanitasi alat makan
atau alat masak hendaknyamemperhatikan hal-hal
berikut:1. Untuk cangkir atau gelas uji
usap dilakukan pada permukaan luar dandalam bagian bibir yang terkena
atau biasanya bersinggungan langsungdengan

konsumen.2. Pada permukaan bagian luar dan dalam cekungan sendok


atau garpu.3. Untuk piring, uji
usap dilakukan pada permukaan dalam tempat makan.Biasanya luas
piring dibagi menjadi empat bagian dan pengusapandilakukan dengan
mengusap dua juring yang saling
berhadapan.4. Setiap satu lat makan menggunakan satu swab.Alat
makan yang kurang bersih dapat menyebabkan terjadinya penyakit.Oleh
karena itu, perlu diupayakan agar alat makan yang akan dipakaiharus
memenuhi syarat kesehatan.
Prosedur Kerja

Alat dan Bahan :


a.
Media transport cairan buffer dalam botol. Media transport berisi cairan
- botol dalam keadaan steril.b.
Kapas lidi steril (lidi water), yaitu lidi yang pada ujungnya dililit kapas.c.
Sarung tangan bersih/steril.d.
Spidol huruf kecil.e.
Formulir pengambilan untuk pemeriksaan lab.f.
Gunting kecil.g.
Kertas cellotipe.h.
Lampu bunsen.i.
Termos es.j.
Tas pembawa contoh.k.
Buku harian pengambilan contoh.l.
Sabun desinfektan.

Teknik Pengambilan :
a.
Persiapkan sarung tangan yang steril untuk mulai mengambil sampel.
b.

Alat makan/ masak yang akan diperiksa masing

masing diambil 4-5buah tiap jenis yang diambil acak dari tempat
penyimpanan.c.
Persiapkan catatan formulir pemeriksaan dengan membagi
alatmakan/masak dalam kelompok-kelompok.
d.
Persiapkan lidi kapas steril, kemudian buka tutup botol dan masukkan
lidikapas steril kedalamnya.
e.
Lidi kapas steril dalam botol ditekan kedinding botol untuk
membuangairnya.

Pemukaan Tempat Alat yang Diusap :

Cangkir/gelas : permukaan luar dan dalam bagian bibir setinggi 6cm.

Sendok : permukaan bagian luar dan dalam seluruh sendok.

Garpu : permukaan bagian luar dan dalam bagian penusuk.

Piring : permukaan dalam tempat makanan diletakkan.

Cara Melakukan Pengusapan :


a.
Pada cangkir dan gelas dengan usapan mengeliling bidang permukaan.
b.
Pada sendok dan garpu dengan usapan seluruh permukaan luar dandalam.
c.
Pada piring dengan 2 usapan pada permukaan tempat makanan
denganmenyilang siku-siku antara garis usapan 1 dan 2.

Setiap bidang permukaan yang diusap dilakukan 3x berturut-turut dan


1lidi kapas digunakan untuk 1 kelompok alat makan yang diperiksa.
e.
Pada peralatan masak, setiap usapan selaus 8 inch persegi atau 50 cm
2
dilakukan 3x berturut-turut.
IV.
Kesimpulan
Untuk mencegah berbagai penyakit, maka semua alat-alat makan
sepertipiring, sendok, dan gelas harus disterilkan terlebih dahulu.