Anda di halaman 1dari 19

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................................................i
DAFTAR ISI.............................................................................................................................ii
A. Distribusi Energi .................................................................................................................1
B. Suhu dan Entropi
1. Konsep Entropi..........................................................................................................4
2. Entropi dan Temperatur Dikaitkan dengan Jumlah Keadaan....................................7
3. Perubahan Entropi.....................................................................................................9
4. Perubahan Energi dan Temperatur...........................................................................10
C. Paradoks Gibbs
1. Entropi Gas Klasik..................................................................................................12
2. Pencampuran Dua Gas Berbeda Jenis.....................................................................13
3. Entropi Total Total Sistem Sebelum Kedua Jenis Gas Bercampur.........................13
4. Entropi Total Sistem Setelah Kedua Jenis Gas Bercampur.....................................14
5. Pencampuran Gas Sejenis........................................................................................14
6. Gas Ideal Semi Klasik.............................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................17

Salah satu tujuan fisika adalah untuk mengerti mengapa waktu memiliki arah dan
mengapa proses satu arah tidak dapat dibalik. Hal ini merupakan fakta yang menjadi
bagian terpenting dari setiap siklus sebab hal ini menentukan bagaimana suatu sistem
dapat berjalan dengan baik.
Kunci untuk mengerti mengapa proses satu siklus tidak dapat balik meliputi suatu
kuantitas yang disebut entropi. Entropi adalah salah satu besaran termodinamika yang
terukur dan berkaitan dengan temperatur, tekanan, maupun energi makro. Kita juga dapat
mengukur entropi pada besaran mikroskopis dengan meninjaunya melalui termodinamika
statistik. Berikut akan diuraikan tentang entropi dan temperatur serta besaran-besaran yang
terkait ditinjau dari sistem mikroskopis.

A. Distribusi Energi
Kita tinjau dua sistem

dan

masingmasing dispesifikasi oleh energi

, jumlah keadaan

Gambar 1. Dua sistem terpisah


Sekarang, kedua sistem mengalami kontak termal yakni dapat mengalami
transfer energi sedangkan parameter luar tidak berubah. Misalkan sistem gabungan
ditulis

dan setelah selang waktu tertentu sistem gabungan ini mencapai keadaan

Gambar 2. Dua sistem kontak termal

Setimbang dengan energi total


....................................
(1)
Keadaan sistem gabungan
energi sistem,

atau

dapat dinyatakan sebagai fungsi dari salah satu

Jumlah keadaan dengna energi total dan sistem A berenergi

diberikan oleh :
............................. (2)
Karena kedua sistem dapat mengalami kontak termal maka memungkinkan
terjadinya transfer energi yakni sistem
dan sebaliknya untk sistem

mengeluarkan atau kemasukan energi

dengan energi total

tetap. Maka jumlah keadaan

dengan energi total dan sistem A berenergi diberikan oleh


............................
(3)
Dengan demikian jumlah keadaan sistem gabungan berenergi merupakan
jumlah dari seluruh jumlah keadaan untuk setiap E dari sistem A yang mungkin,
dengan persamaan sebagai berikut

......................... (4)

Contohnya yaitu sebagai berikut:


Dua sistem A dan A mempunyai jumlah keadaan sesuai dengan masingmasing energinya seperti diagram berikut

Gambar 3. Distribusi energi sistem A dan A

Bila kedua sistem mengalami kontak termal dan energi total

maka

kombinasi yang mungkin diperlihatkan oleh tabel berikut:


Tabel 1. Kombinasi Energi Sistem

11

40

80

10

26

130

10

16

160

17

136

25

125

Diagram energi sistem gabungan:

Gambar 4. Distribusi energi sistem

Dari tabel 1. diperoleh

B. SUHU DAN ENTROPI


1. Konsep Entropi
Hukum pertama Termodinamika dinyatakan dalam persamaan
......................
(5)
Dimana dQ adalah perubahan panas yang diberikan (saat dQ > 0) atau diserap
(saat dQ < 0) , dU adalah energi internal sistem (dU > 0 untuk kasus dimana sistem
memberikan panas dan dU < 0 pada kasus dimana panas diserap), dan PdV adalah
kerja yang berhubungan dengan panas yang diberikan ataupun diterima sistem dan
akan berhubungan langsung dengan perubahan volume sebesar dV (dV > 0 pada
proses ekspansi dan dV < 0 saat proses kompresi) pada tekanan tetap. Pada intinya,
Hukum Pertama Termodinamika mendeskripsikan konservasi energi dalam fisika.
Pada sistem mikroskopik, untuk sistem dengan sejumlah N partikel dan
volume V tanpa adanya interaksi atom antar partikel di dalam sistem dan volume serta
lingkungannya dijaga tetap (dN = 0 dan dV = 0), maka pada keadaan ini persamaan
(1) dapat dituliskan menjadi

, sehingga persamaan Lagrange

menjadi
.......................... (6)
......

Dalam persamaan tersebut digunakan konversi simbol E = U yang


menggambarkan bahwa energi dalam U dinyatakan sebagai total energi kinetik
sistem.
Entropi merupakan sifat keadaan suatu sistem yang menyatakan tingkat
ketidakteraturan, berkaitan dengan jumlah keadaan mikro yang tersedia bagi molekul
sistem tersebut. entropi juga dapat didefinisikan sebagai kecenderungan sistem untuk
berproses ke arah tertentu.
Hukum II Termodinamika menyatakan bahwa total entropi sistem dan
lingkungannya selalu bertambah untuk proses spontan. Entropi meningkat seiring
dengan kebebasan dari molekul untuk bergerak. Besar entropi untuk setiap perubahan
wujud zat akan berbeda .
S(g) > S(l) > S(s)

Gambar 5: Besar Entropi pada Padat, Cair, dan Gas

Entropi adalah ukuran pola distribusi energi total sistem dikalangan atomatom penyusunnya. Makin luas distribusinya, maka semakin tersebar dan kurang
teratur strukturnya, sehingga tingkat ketersediaan energi untuk melakukan usaha
semakin rendah. Jadi entropi dapat juga dikaitkan dengan tingkat keteraturan sistem
dan ketersediaan energi (energi bebas) untuk melakukan usaha.
Dengan energi dalam U, total energi sistem E, entropi S adalah juga
merupakan fungsi statistik, dan perubahan yang sangat kecil dari entropi dS yang
diberikan sistem dituliskan dalam persamaan

..................(7)
..

Untuk sistem tertutup dengan proses yang spontan dan tidak dapat kembali,
entropi suatu sistem meningkat pada nilai yang maksimum, dihubungkan dengan
kondisi kritis dimana situasi yang tidak beraturan mungkin terjadi. Entropi di dalam
sistem didefinisikan sebagai
Fakta tersebut merupakan satu bentuk Hukum II Termodinamika, dimana
tanda lebih besar diaplikasikan untuk proses irreversibel dan tanda sama dengan untuk
proses rversibel. Persamaan tersebut berlaku untuk sistem tertutup. Di dunia nyata
hampir semua proses sampai pada batas-batas tertentu bersifat irreversibel karena
gesekan, tumbukan, dan faktor lain, sehingga entropi sistem tertutup sebenarnya
mengalami proses yang semakin meningkat. Proses dimana entropi sistem konstan
selalu merupakan idealisasi.
Berdasarkan persamaan (6), persamaan (7) dapat dituliskan menjadi

Dan kita dapatkan nilai entropi

.......................... (8)
......

......................... (9)
....... didapatkan dari tinjauan mikroskopik.
Persamaan tersebut
Dengan mengabaikan kemungkinan kecil dua molekul

menempati tempat yang sama, masing- masing molekul dapat menempati

tempat

dan banyaknya cara sejumlah N molekul untuk menempati suatu tempat pada volume

tertentu menjadi

. Ketika volume meningkat menjadi

banyaknya cara sejumlah N molekul untuk menempati ruang menjadi

. Perbandingan cara menempati ruang suatu molekul pada volume


tertentu pada konfigurasi awal sampai akhir adalah

Apabila dihubungkan dengan persamaan logaritma dan dikalikan dengan konstanta


Boltzman, akan didapatkan

Diketahui bahwa

dan

adalah konstanta gas umum R, maka persamaan

tersebut dapat ditulis sebagai

Berdasarkan persamaan

, perubahan entropi dapat ditentukan

Terlihat bahwa kedua ruas kanan antara persamaan diatas adalah sama, sehingga
menunjukkan bahwa persamaan

memberikan hubungan yang penting.

Persamaan di atas dikenal sebagai Boltzman Relation , yang menjembatani


konfigurasi W sebagai besaran mikroskopik dan entropi S sebagai besaran
makroskopik.

2.
Entropi
keadaan

dan

Temperatur

dikaitkan

dengan

Jumlah

Dari contoh sistem A dan A yang saling berinteraksi, probabilitas keadaan


sistem gabungan berenergi total

dengan sistem berenergi

diberikan oleh

(10
)
Dengan C adalah konstanta sebesar

Terlihat P(E) bergantung pada

dan

. Pola distribusi dua

sistem tunggal ini akan memberikan pola distribusi baru yakni distribusi yang
menonjol di sekitar nilai energi tertentu

bagi sistem gabungan sebagaimana

ditunjukkan pada grafik berikut, dengan

Gambar 6: Distribusi energi sistem gabungan

Secara intuitif dapat kita simpulkan bahwa untuk sistem dengan distribusi
(mendekati) kontinyu dan jumlah keadaan meningkat secara eksponensial maka
distribusi energi sistem gabungan akan makin sempit,

makin kecil. Untuk sistem

yang makin besar dengan tingkat energi yang makin besar pula maka

mendekati

nol. Artinya fungsi distribusi energi sistem gabungan akan mendekati fungsi delta
Dirac.

Gambar 7: Distribusi energi sistem besar

Karena

meningkat secara eksponensial, maka untuk mendapatkan variasi yang lebih

lambat dan konvergensi yang lebih cepat diambil logaritma pada kuantitas tersebut.
Logaritma dari probabilitas P(E) memberikan :
(11
)
Probabilitas maksimum terjadi jika
atau

.......................... (12
......
)
.......................... (13
......
)

Persamaan (12) dan (13) memberikan

.......................... (14
......
)
Selanjutnya didefinisikan kuantitas bergantung energi
.......................... (15
......
)
Maka probabilitas maksimum akan tercapai jika

(16
.................................
)

Sesuai dengan hukum I Termodinamika bila sistem yang berbeda temperatur


mengalami kontak termal maka kedua temperatur sistem menjadi sama saat mencapai
keadaan setimbang. Sehingga dapat didefinisikan parameter
temperatur T (17
terkait
..........................
......
)
fungsi
menurut

dengan k adalah tetapan Boltzman. Karena probabilitas maksimum terjadi jika


.......................... (18
......
)
Jelas bahwa

dan saat maksimum tercapai dipenuhi


.......................... (19
......
)
10

Selanjtunya didefinisikan kuantitas S menurut


.......................... (20
......
)
Persamaan (15) dan (20) memberi hubungan antara S dan jumlah keadaan
.......................... (21
......
)
Dikaitkan dengan
, S dapat diidentifikasi sebagai entropi.
Dengan demikian syarat bagi probabilitas maksimum P(E) adalah
.......................... (22
......
)

Entropi sistem gabungan maksimum.

Persamaan (21) memberi penafsiran fisis bahwa entropi sebanding dengan jumlah
keadaan. Dengan demikian keadaan setimbang yang mempunyai entropi maksimum
berarti memiliki keadaan dengan tingkat keacakan paling tinggi.

3. Perubahan Entropi
Uraian didepan memberi hasil bahwa dalam keadaan setimbang entropi
menjadi maksimum. Hal ini berarti perubahan entropi terhadap waktu selama menuju
proses setimbang selalu positif. Berikut ini diberikan bukti formal perubahan ini.
Misalkan kita mempunyai dua sistem masing-masing dengan temperatur,
energi, dan entropi

untuk sistem pertama dan

Lebih lanjut, misalkan juga


mengalami perpindahan energi
,

>

untuk sistem kedua.

dan sistem mengalamai kontak termal sehingga


dari sistem pertama ke sistem kedua.
,

Gambar 8. Perpindahan Energi

Entropi total ketika kedua sistem belum digabung yaitu

11

Begitu kedua sistem digabung segera terjadi perpindahan energi sampai terjadi
kesetimbangan. Perubahan entropi sistem gabungan menggunakan persamaan (19)

.......................... (23)

Jadi didapatkan dari persamaan diatas


Kita telah menggunakan

>0
. Karena

maka

selalu

positif, seperti yang diduga sebelumnya.


4. Perubahan Energi dan Temperatur
Kita masih meninjau dua sistem di depan. Variasi entropi masing-masing
sistem sampai orde dua

Perubahan entropi total

dalam keadaan setimbang yang mana

.......................... (24
......
)
12

Didapatkan dari persaman (20)

.......................... (25
......
)
Sehingga

.......................... (26
......
)
Karena dalam keadaan setimbang

maksimum maka

harus negatif dan selalu

dipenuhi jika

Artinya, bila energi naik maka temperatur naik sebaliknya bila energi turun maka
temperatur turun.
E

13

Gambar 9. Kurva energi terhadap temperatur suatu sistem

C. Paradoks Gibbs
1. Entropi gas klasik
Dengan menggunakan perumusan entropi S dari energi bebas Helmholtz F
.......................... (27
......
)
Kaitan antara energi bebas Helmholtz F dengan fungsi partisi Z
.......................... (28
......
)
dan bentuk eksplisit fungsi partisi Boltzmann
.......................... (29
......
)
dapat diperoleh bentuk eksplisit dari entropi yang bergantung dari jumlah partikel
N, volume gas V , dan temperatur gas T , yaitu
.......................... (30
......
)

Di sini m adalah massa satu partikel gas, k adalah konstanta Boltzmann, dan
h adalah konstanta Planck. Persamaan (30) diperoleh dari penurunan berikut:

14

2. Pencampuran Dua Gas Berbeda Jenis


Sebuah sistem terdiri dari dua ruangan yang masing-masing terisi oleh satu
jenis gas. Gas 1 yang memiliki jumlah partikel N1, dengan massa tiap partikel m1 ,
menempati ruangan bervolume V , bertemperatur T , dan bertekanan p. Sedangkan gas
2 yang menempati ruangan bervolume, bertemperatur, dan bertekanan sama dengan
gas 1, akan tetapi memiliki jumlah partikel N1 dan massa tiap partikelnya adalah m.
Terdapat sekat yang memisahkan ruangan kedua jenis gas tersebut.
3. Entropi Total Total Sistem Sebelum Kedua Jenis Gas Bercampur
Dengan menggunakan Persamaan (30) dapat dihitung entropi masing-masing
gas, yaitu

dan

dan entropi total sistem

4. Entropi Total Sistem Setelah Kedua Jenis Gas Bercampur


Setelah sekat pemisah ruangan kedua jenis gas dihilangkan maka kedua jenis
gas akan bercampur. Mengingat teanan dan temperatur awal kedua gas adalah sama,
maka partikel-partikel kedua gas akan memiliki temperatur dan tekanan campuran

15

yang sama pua. Hanya saja setelah dicampur, masing-masing partikel kedua gas akan
melihat volume ruangan menjadi dua kali volume semula. Dengan demikian

Perubahan entropi sistem


Perubahan entropi sistem

sehingga

5. Pencampuran Gas Sejenis


Apabila gas yang dicampur memiliki jenis yang sama maka suatu fenomena
yang disebut sebagai Paradoks Gibb muncul di sini. Sistem yang ditinjau sama
dengan sistem sebelumnya, hanya saja dalam hal ini kedua gas berjenis sama. Dan
karena dijaga agar tekanan p, temperatur T , dan volume V sama, maka dengan m1=
m2 = m akan terpenuhi bahwa N1=N2=N. Dengan menggunakan persamaan (30) dapat
dihitung entropi masing-masing gas, yaitu S1 dan S2 dan entropi total sistem S

16

Setelah sekat pemisah ruangan kedua jenis gas dihilangkan maka kedua gas
akan bercampur. Mengingat tekanan dan temperatur awal kedua gas adalah sama,
maka partikel-partikel kedua gas akan memiliki temperatur dan tekanan campuran
yang sama pula. Hanya saja setelah tercampur, masingmasing partikel kedua gas akan
melihat voume ruangan menjadi dua kali volume semula. Dengan demikian

Perubahan entropi sistem S

Di sini diperoleh bahwa S = 2Nk ln 2 dan bukan S = 0, padahal kedua gas adalah
jenis gas yang sama. Ketidakcocokan ini disebut sebagai Paradoks Gibb.
6. Gas ideal semi-klasik
Peluang suatu keadaan makro gas ideal klasik yang semula menggunakan
statistik Maxwell-Boltzmann
dapat dikoreksi dengan menggunakan statistik kuantum, yang seharusnya tetap
memperhatikan sifat statistik dari partikel gas apakah bersifat sebagai boson atau
fermin, sehingga menjadi menjadi peluang termodinamika suatu keadaan makro semiklasik.
.......................... (31
......
)
17

Dengan menggunakan dua pengali tak tentu Lagrange a dan dapat diperoleh bahwa

dan dengan S = k ln Wmaks dapat dituliskan

.......................... (32
......
)
dengan menggunakan fungsi partisi Boltzmann yang sama
Saat sebelum dicampur, dengan menggunakan Persamaan (32) dapat diperoleh

Sedangkan saat sebelum dicampur:


Sehingga

perubahan entroipinya menjadi

Dengan menggunakan statistik semi-klasik, telah ditunjukkan bahwa paradoks Gibb


tidak lagi muncul saat dua gas berjenis sama dicampurkan.

18

DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Mikrajuddin.2007. Pengantar Fisika Statistik untuk Mahasiswa. ITB:
Bandung
Halliday, Resnick. 2010. Fisika Dasar Jilid 1. Penerbit Erlangga: Jakarta.
Purwanto, Agus. 2007. Fisika Statistik. Gava Media: Yogyakarta
Viridi, Sparisoma, dkk. 2010. Catatan Kuliah Fisika Statistik. ----. ----Zemansky, Mark W. 1986. Kalor dan Termodinamika. ITB: Bandung
http://hikam.freevar.com/kuliah/termo/pdf_bab/thmd04.pdf (diakses pada 29 April 2016)

19