Anda di halaman 1dari 6

TEBU

Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) tergolong dalam famili Graminae


yaitu rumput rumputan. Saccharum officinarum merupakan spesies paling penting
dalam genus Saccharum sebab kandungan sukrosanya paling tinggi dan kandungan
seratnya paling rendah (Wijayanti, 2008).
Klasifikasi ilmiah dari tanaman tebu adalah sebagai berikut:
Kingdom

: Plantae

Divisi

: Spermathophyta

Sub Divisi

: Angiospermae

Kelas

: Monocotyledone

Ordo

: Glumiflorae

Famili

: Graminae

Genus

: Saccharum

Spesies

: Saccharum officinarum L.
( Tarigan dan Sinulingga, 2006).
Gula umumnya terbuat dari nira tebu. Setelah tebu dipanen dan diangkut ke

pabrik, selanjutnya dilakukan pengolahan. Adapun komposisi nira tebu hasil


pemerahan antara lain:
Tabel 1. Komposisi Nira Tebu Hasil Pemerahan
Komponen
Air
Sukrosa
Gula reduksi
Bahan organik bukan gula
Bahan Anorganik
Senyawa bernitrogen
(Soejardi, 1971)

Prosentase
75 88
10 21
0,3 3
0,5 1,0
0,2 0,6
0,5 1,0

Produk hulu tebu yaitu Gula Kristal dan Gula Merah Tebu. Gula kristal di
Indonesia ada 3 macam yaitu gula kristal putih (Plantation White Sugar), Gula kristal
rafinasi (Refined Sugar), Gula kristal mentah (Raw Sugar).
Menurut SNI 3140.3-2010, gula kristal putih (GKP) adalah gula yang dibuat
dari tebu atau bit melalui proses sulfitasi/karbonatasi/fosfatasi atau proses lainnya
sehingga langsung dapat dikonsumsi.
Tabel 2. Syarat Mutu Gula Kristal Putih (GKP)
No.

Parameter Uji

Satuan

Persyaratan
GKP1
GKP2

1. Warna
1.1 Warna Kristal

CT

4,0-7,5

7,6-10

1.2 Warna larutan (ICUMSA)

IU

81-200

201-300

2. Berat jenis butir

mm

0,8-1,2

0,8-1,2

3. Susut pengeringan (b/b)

Maks 0,1

Maks 0,1

4. Polarisasi (0Z, 20 0C)

Min 99,6

Min 99,5

5. Abu konduktiviti (b/b)

Maks 0,10

Maks 0,15

mg/kg

Maks 30

Maks 30

7.1 Timbale (Pb)

mg/kg

Maks 2

Maks 2

7.2 Tembaga (Cu)

mg/kg

Maks 2

Maks 2

7.3 Arsen (As)

mg/kg

Maks 1

Maks 1

6. Bahan tambahan pangan


6.1 Belerang oksida (SO2)
7. Cemaran logam

Berdasarkan SNI 3140.2-2011, Gula Kristal Rafinasi (Rafined Sugar), gula


sukrosa yang diproduksi melalui tahapan pengolahan gula kristal mentah meliputi:
afinasi, pelarutan kembali (remelting), klarifikasi, filtrasi, dekolorisasi, kristalisasi,
fugalisasi, pengeringan, pengemasan.
Tabel 3. Syarat Mutu Gula Refinasi (GKR)

No

Kriteria Uji

1
1.1
1.2
2
3
4
5
6
7
8
8.1

Keadaan
Bau
Rasa
Polarisasi (Z,20C)
Gula reduksi
Susut pengeringan (b/b)
Warna larutan
Abu konduktivitas (b/b)
Sedimen
Ukuran partikel***
Kasar (coarse grain)
Sedang
(medium/fine

8.2
8.3
9
10
10.1
10.2
10.3
10.4
11
12
12.1

Satuan

II

Z*
%
%
IU**
%
mg/kg

normal
Manis
Min 99,80
Maks 0,04
Maks 0,05
Maks 45
Maks 0,03
Maks 7,0

Normal
manis
Min 99,70
Maks 0,04
Maks 0,05
Maks 80
Maks 0,05
Maks 10,0

mm

1,21-2,20

1,21-2,20

mm

0,51-1,20

0,51-1,20

mm

0,25-0,50

0,25-0,50

mg/kg

Maks 2,0

Maks 5,0

mg/kg
mg/kg
mg/kg
mg/kg
mg/kg

Maks 0,2
Maks 0,25
Maks 40,0
Maks 0,03
Maks 1,0

Maks 0,2
Maks 0,25
Maks 40,0
Maks 0,03
Maks 1,0

Koloni/10g

Maks 2x102

Maks 2,5 x 102

APM/g
Koloni/10g
Koloni/10g

<3
Maks 10
Maks 10

<3
Maks 10
Maks 10

grain)
Halus (castorioextra fine
grain)
Belerang dioksida (SO2)
Cemaran logam
Kadmium (Cd)
Timbal (Pb)
Timah (Sn)
Merkuri (Hg)
Cemaran arsen (As)
Cemaran mikroba
Angka
lempeng
total

(38C,48 jam)
12.2 Bakteri Coliform
12.3 Kapang
12.4 Khamir
CATATAN

Persyaratan
I

* Z = Zuiker=Sukrosa;
** IU = ICUMSA UNIT
*** Nilai CV (Coefficient of Variation) untuk ukuran partikel dicantumkan dalam CoA
(Certificate of Analysis) maksimum 45%

Berdasarkan SNI 3140.1-2008, Gula Kristal Mentah (Raw Sugar) gula kristal
sakarosa yang dibuat dari tebu melalui proses defekasi yang tidak boleh dikonsumsi
manusia sebelum diproses lebih lanjut. defekasi adalah proses pemurnian sederhana
yang hanya menggunakan bahan baku kapur tohor.
Tabel 4. Syarat Mutu Gula Kristal Mentah (GKM)
No
1
2
3
4
5

Kriteria uji
Warna larutan (ICUMSA)
Susut pengeringan (basis basah)
Polarisasi (Z,20C)
Abu konduktiviti
Kandungan gula tereduksi

Satuan
IU
% Fraksi massa
Z
% Fraksi massa
% Fraksi massa

Persyaratan
Min. 1200
Maks. 0,50
Min 97,50
Maks 0,40
Maks 0,40

Berdasarkan SNI 01-6237-2000, Gula Merah Tebu merupakan gula yang


dihasilkan dari pengolahan air atau sari tebu (Saccharum officinarum) melalui
pemasakan dengan atau tanpa bahan tambahan yang diperbolehkan dan berwarna
kecoklatan. Proses pembuatan GMT hampir sama dengan GKP, tetapi tidak melalui
proses pemutihan/pemurnian (sulfitasi/karbonatasi) dan pengkristalan.
Tabel 5. Syarat Mutu Gula Merah Tebu (GMT)
No
1

Jenis uji

Persyaratan

Satuan

Mutu I

Mutu II

Keadaan
-bau

Khas

Khas

-rasa

Khas

Khas

-warna

Coklat muda

Coklat muda

sampai tua

sampai tua
Tidak berjamur
Maks 5,0
Maks 10,0
Min 60

-penampakan
Bagian yang tak larut

Tidak berjamur
Maks 1,0

3
4

dalam air, b/b


Air, b/b
Gula (dihitung sebagai

%
%

Maks 8,0
Min 65

sakarosa), b/b
Gula pereduksi (dihitung

sebagai glukosa), b/b


Bahan tambahan makanan

Maks 11

Maks 14

-residu

mg/kg

Maks 20

Maks 20

-benzoat
Cemaran logam

mg/kg

Maks 200

Maks 200

- timbale (Pb)

mg/kg

Maks 2,0

Maks 2,0

- tembaga (Cu)

mg/kg

Maks 2,0

Maks 2,0

- seng (Zn)

mg/kg

Maks 40,0

Maks 40,0

- timah (Sn)

mg/kg

Maks 40,0

Maks 40,0

- raksa (Hg)

mg/kg

Maks 0,03

Maks 0,03

Cemaran arsen

mg/kg

Maks 0,1

Maks 0,1

pengawet

DAFTAR PUSTAKA
BSN. 2000. SNI Gula Merah Tebu 01-6237-2000. Jakarta.
BSN. 2008. SNI Gula Kristal Bagian 1: Mentah (Raw Sugar) 3140.1-2008. Jakarta.
BSN. 2010. SNI Gula Kristal Bagian 3 : Putih 3140.3-2010. Jakarta.
BSN. 2011. SNI Gula Kristal Bagian 2 :Rafinasi (Rafined Sugar) 3140.2-2011.
Jakarta.
Tarigan, B. Y. dan J. N. Sinulingga, 2006. Laporan Praktek Kerja Lapangan di Pabrik
Gula Sei Semayang PTPN II Sumatera Utara.Fakultas Pertanian Universitas
Sumatera Utara, Medan.
Wijayanti, W.A. 2008. Pengelolaan Tanaman Tebu (SaccharumofficinarumL.) di
Pabrik
Gula
Tjoekir
PTPN
X,
Jombang,
JawaTimur;
StudiKasusPengaruhBongkarRatoonterhadapPeningkatanProduktivitasTebu.S
kripsi IPB. Bogor. Hal 14 20.