Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH PERKEMBANGAN MODE

PERKEMBANGAN FASHION DAN


PERKEMBANGAN FASHION DITAHUN 2010

Disusun oleh :
NIHAYA NURUL WARDA
14050404037

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA
PRODI S1 PENDIDIKAN TATA BUSANA

KATA PENGANTAR
Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang
Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat kami
selesaikan dengan tepat waktu sesuai yang diharapkan. Dalam makalah
ini kami membahas perkembangan fashion dan perkembangan fashion
ditahun 2010.Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam
pemahaman tentang mata kuliah perkembangan mode serta sebagai
prasyarat untuk mengikuti ujian tengah semester.
Terima kasih kepada dosen mata kulih perkembangan mode yang
telah membimbing kami agar dapat menyelesaikan makalah ini dengan
baik.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas
kepada pembaca. Dikarenakan makalah ini memiliki banyak kekurangan.
kami mohon untuk saran dan kritiknya.
Terima kasih.

Selasa, 14 Januari 2015

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar belakang
Fashion merupakan salah satu gaya hidup yang selalu melekat pada diri
seseorang. Fashion juga merupakan sebuah budaya yang cepat berkembang.
Seperti yang kita ketahui bahwa fashion itu sangat cepat berubah dan
berkembang. Seperti kewajiban, setiap orang selalu patuh dengan trend
fashion yang sedang berjalan. Tiap orang harus mengikuti fashion yang
berjalan agar tidak dianggap kuno atau direndahkan . Namun, sesungguhnya
fashion juga berputar. Kita dapat menemukan sebuah trend fashion yang
berjalan, sama dengan trend di periode periode sebelumnya.
Makalah ini mengangkat tema fashion ditahun 2010 yang pada umumnya
merupakan era hipster. Dimana sebelum tahun 2010 sesungguhnya era
hipter juga ada di tahun tahun sebelumya.
Tidak banyak berbeda dengan budaya sebelumnya, budaya berpakaian di
era Hipster ini masih menekankan pada kemandirian dalam berbusana dan
anti konservatif. Atribut fashion seperti skinny jeans, kacamata besar, kaos
longgar, sepatu boot tinggi, penutup kepala, jaket dan tas vintage menjadi
atribut wajib bagi para kaum hipster. Selain itu, penggunaan laptop, gadget
dan smartphone, serta gaya hidup yang cenderung mewah juga menjadi ciri
khas lain dari mereka.
1.2 Rumusan masalah
Bagaimana perkembangan mode di tahun 2010 khususnya hipster.
1.3 Tujuan
mengetahui dan memahami perkembangan mode serta detail-detail hipster
era di tahun 2010
1.4Manfaat
Menambah wawasan masyarakat tentang fashion yang berjalan di dunia dan
di tahun 2010.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian era fashion
Yang dimaksud era fashion adalah suatu periode dimana
terdapat gaya-gaya tertentu yang sedang marak diikuti oleh masyarakat.
Fashion selalu berubah ubah dari waktu ke waktu. Seluruh gaya fashion
tidak ada yang bertahan lama. Rata-rata satu era hanya bertahan tiga
sampai lima tahun saja.
2.2 contoh era fashion

1920-an : Flapper Era

Tahun 1920 merupakan masa awal kebangkitan fashion dunia. Pada masa
ini, Amerika pun mulai memasuki era kemakmuran yang juga
mempengaruhi gaya fashion mereka, dan berhasil menjadi salah satu
pusat mode dunia. Music Jazz dan tarian glamor juga mulai berkembang di
era 1920-an, akibatnya gaya busana di masa ini identik dengan kesan
glamor yang dikenal dengan gaya Melindrosa. Pecinta gaya fashion
Melindrosa yang disebut Flapper ini juga cenderung menyukai
penggunaan make up berlebihan, dan terkesan menyukai kehidupan yang
bebas dengan minum alkohol dan merokok.

1930-an : Feminim Era

Era 1930-an menjadi masa dimana ekonomi Amerika mulai mengalami


penurunan, yang kemudian membuat gaya berbusana pun mengalami
perubahan menjadi lebih casual dan tidak lagi glamor seperti pada masa
1920-an. Baju yang lebih longgar, tertutup dan terbuat dari bahan kain
tebal lebih menjadi pilihan pada masa ini. Namun gaya baju yang tertutup
justru memberikan kesan feminim pada kaum perempuan yang
menggunakannya. Gaun yang panjangnya mencapai pergelangan kaki
atau bahkan hingga menyeret di lantai menjadi pilihan kaum wanita untuk
digunakan saat menghadiri pesta malam.

1940-an : Manly Style Era

Adanya perang dunia kedua menyebabkan semakin menurunnya gaya


fashion dunia. Selama masa ini, bahan pembuatan sangat terbatas dan
banyak juga pabrik-pabrik baju yang dialih-fungsikan sebagai tempat
pembuatan senjata. Hal inilah yang kemudian memaksa kaum perempuan
untuk mengenakan pakaian kaum pria, seperti blazer dengan bantalan
busa pada bagian bahu yang dipadukan dengan rok selutut atau berada
sedikit di bawah lutut. Nuansa warna baju yang mereka gunakan juga

cenderung monoton, lebih banyak menggunakan warna-warna netral


seperti hitam, coklat dan biru tua.

1950-an : Housewife Style Era

Setelah perang dunia kedua selesai, teknologi tekstil buatan mulai


berkembang. Baju-baju dibuat dengan kain nilon, orlon dan dracon. Pasca
perang dunia kedua, teknologi tekstil buatan mulai berkembang dengan
gaya fashion lebih merujuk pada kesan yang lebih segar namun tidak
tidak terlalu glamor. Trend fashion masa ini juga banyak dipengaruhi oleh
artis Audrey Hepburn dengan gaya khasnya yang sering menggunakan
gaun panjang serta perpaduan antara atasan yang dilengkapi mutiara
dengan rok yang mengembang pada bagian bawah atau sering disebut
dengan Rok Poodle. Bisa dibilang Rok Poodle menjadi simbol dekade ini
yang dipopulerkan oleh anak muda pada masa itu.
Sementara diakhir 50-an, gaya busana berkembang ke model yang lebih
urban namun tetap modis. Dipengaruhi oleh Elvis Merylin Monroe, gaya
urban dan pop culture cenderung lebih ringan dan sedikit terbuka, yang
disebut dengan gaya busana pin up.

1960-an : Hippie Era

Pada era ini, para pecinta fashion mulai menunjukkan kebosanannya


terhadap pakaian dengan warna gelap dan muncullah pakaian dengan
warna-warna cerah yang dilengkapi dengan motif floral. Kaum Hippie
selalu identik dengan pakaian berwarna, bermotif ramai dan longgar yang
menunjukkan kedekatan mereka dengan alam. Penggunaan syal atau
scarf sebagai pengikat kepala juga menjadi ciri khas lain dari pecinta gaya
Hippie.

1970-an : Disco & Punk Era

Tahun 70-an bisa disebut sebagai eranya musik disco yang diiringi pula
dengan berkembangnya budaya disco. Gaya berbusana pada masa ini
ditunjukkan dengan penggunaan celana yang gombrong di bagian bawah,
yang tidak lepas dari pengaruh John Travolta dalam filmnya yang terkenal
Saturday Night Fever dengan gaya disconya. Celana komprang dan
rambut ditarik ke belakang menjadi sangat tren di masa ini.

Tahun 1970an akhir juga diramaikan dengan gaya berbusana Punk identik
dengan rambut spaik tajam, baju hitam dengan ornamen metal tajam dan
make-up yang mencolok. Gaya berbusana Punk berasal dari Inggris yang
kemudian menyebar di Amerika Serikat dan dunia. Awal mula budaya
Punk berasal dari Inggris dan diramaikan dengan munculnya grup band
beraliran Punk bernama Sex Pistols dengan lagunya yang populer pada
saat itu yaitu God Save The Queen.

1980-an : Yuppie Era

Perkembangan teknologi pada masa ini juga menyebabkan perubahan


lifestyle. Jika dulunya kalangan pekerja didominasi oleh kaum pria, namun
pada era 80-an, kaum wanita pun mulai menapaki dunia karir sehingga
dijuluki dengan wanita karir. Tren busana pun lebih mengarah ke gaya
pekerja kantoran yaitu Yuppie Style, yang merupakan singkatan dari
Young Urban Professional atau Young Upwardly Mobile Proffesional.
Gaya berbusana Yuppie dikenal dengan pakaian-pakaian kantoran yang
rapi dengan aksen minimalis, salah satunya yang mulai menggunakan
blazer dipadu dengan rok atau celana panjang dari kain.

Selain itu, tahun 1980-an juga ditandai dengan berkembangnya teknologi


portable seperti radio. Nah teknologi radio kemudian memunculkan yang
namanya musik jalanan yaitu musik yang diperdengarkan di tempat
umum seperti jalan raya dan taman bermain. Musik bergaya jalanan
dengan baju kedodoran dan nuansa outdoor bernama musik rap mulai
digandrungi pada masa ini.
Bersamaan dengan itu, gaya berbusana outdoor semacam outfit fitness
dan olah raga menjadi populer, khususnya wanita yang sering
menggunakan legging sebagai perpaduan outfit celana mereka.

1990-an : Mix Up Era

Trend fashion tahun 1960-an dan 1970-an kembali berkembang pada era
ini. Jaket denim, outfit fitness, pakaian baseball, sweater yang dipadukan
dengan sneakers kembali menjadi trend dimasa ini. Selain itu, celana
jeans dan pakaian yang longgar pun kembali menjadi simbol dalam
berbusana diera 90-an.

2000-an : Indie Era

Kata Indie sendiri berasal dari kata Independen yang berarti mandiri. Hal
ini mencerminkan mengenai cara kaum Indie yang cenderung mandiri
dalam memilih pakaian dan tidak mudah terpengaruh dengan mode
fashion pada umumnya.
Trend fashion Indie lebih cenderung pada perpaduan segala jenis baju
yang memberi kesan modern pada pemakainya. Perpaduan antara celana
pendek, kaos v-neck, sweater longgar atau jaket kulit dengan sepatu
canvas yang berwarna menjadi salah satu ciri khas kaum Indie. Bisa
dibilang, mereka suka untuk memadukan antara beberapa gaya, seperti
retro, vintage dan modern.

2.3

Pengertian Hipster Era

Nggak banyak berbeda dengan budaya sebelumnya, budaya berpakaian


di era Hipster ini masih menekankan pada kemandirian dalam berbusana
dan anti konservatif. Atribut fashion seperti skinny jeans, kacamata besar,
kaos longgar, sepatu boot tinggi, penutup kepala, jaket dan tas vintage
menjadi atribut wajib bagi para kaum hipster. Selain itu, penggunaan
laptop, gadget dan smartphone, serta gaya hidup yang cenderung mewah
juga menjadi ciri khas lain dari mereka.
2.4 Sejarah Hipster
Origins di tahun 1940-an
Artis Hot jazz Harry Gibson (di piano), orang yg berfantasi dengan kata
hipster di tahun 1940-an
Istilah ini diciptakan selama zaman jazz , ketika "hip" muncul sebagai kata
sifat untuk menggambarkan penggemar dari adegan berkembang.
Meskipun asal tepat kata sifat yang diperdebatkan, ada yang mengatakan
itu adalah turunan dari "hop", sebuah istilah slang untuk opium ,
sementara yang lain percaya itu berasal dari HIPI kata Afrika Barat, yang
berarti "untuk membuka mata seseorang". Argumen lain menunjukkan
istilah berasal dari praktek berbaring di pinggul seseorang sambil merokok
opium. Makna utama dari "hip", dibuktikan pada awal tahun 1902, adalah
"sadar" atau "tahu". Sebaliknya, unhip antonim berkonotasi orang-orang
yang tidak menyadari lingkungan mereka, juga termasuk orang-orang
yang menentang hipness.

Zoot cocok hipsters di tahun 1940-an


Namun demikian, "hip" akhirnya diakuisisi umum Inggris akhiran -ster
(seperti dalam gangster ), dan "hipster" memasuki bahasa. Kamus
pertama yang daftar kata adalah istilah singkat "Untuk Karakter yang
Tidak Dig Jive Bicara ", yang disertakan dengan Harry Gibson 1944 album,
Boogie Woogie In Blue. Entri untuk "hipsters" didefinisikan sebagai
"karakter yang suka jazz panas". Itu bukan glossary lengkap jive, namun,
seperti itu termasuk hanya ekspresi jive yang ditemukan dalam lirik lagulagunya.
Pada tahun yang sama, Cab Calloway diterbitkan The New Cab Calloway
yang Hepster Kamus dari Jive, yang tidak memiliki daftar untuk Hipster,
dan karena ada juga edisi 1939 dari Calloway yang Hepster (sebuah
permainan yang jelas tentang " Webster ") Kamus, tampak bahwa"
hepster "pra-tanggal" hipster ". Awalnya, hipsters biasanya kelas
menengah pemuda kulit putih berusaha untuk meniru gaya hidup para
musisi jazz sebagian besar hitam mereka mengikuti. Dalam The Scene
Jazz (1959), penulis Eric Hobsbawm (awalnya menulis dengan nama pena
Francis Newton) dijelaskan hipster bahasa yaitu, "jive-talk atau hipstertalk" -sebagai "sebuah dialek atau tidak bisa dirancang untuk mengatur
kelompok terpisah dari orang luar ".
Namun, subkultur cepat berkembang, dan setelah Perang Dunia II ,
adegan sastra berkembang tumbuh di sekitarnya. Jack Kerouac
digambarkan 1940 hipsters sebagai "naik dan jelajah Amerika, bumming
dan lalui di mana-mana [sebagai] karakter dari spiritualitas khusus" .
Menjelang awal puisinya Howl , Allen Ginsberg disebutkan "hipsters
angelheaded pembakaran untuk sambungan surgawi kuno ke dinamo
berbintang di mesin malam". Dalam esainya " The White Negro ", Norman
Mailer ditandai hipsters sebagai Amerika eksistensialis , hidup dikelilingi
oleh kematian-dimusnahkan oleh perang atom atau dicekik oleh sosial
sesuai-dan pemilihan bukan untuk "perceraian [sendiri] dari masyarakat,
ada tanpa akar , untuk berangkat pada perjalanan yang belum dipetakan
ke keharusan memberontak dari diri ".
1990 hingga hari ini
Main Street Tarrytown, NY , yang telah diberi label sebagai "lingkungan
hipster". Ini foto menunjukkan Music Hall.

"Hipsters adalah teman-teman yang mencibir ketika Anda polisi untuk


menyukai Coldplay . Mereka adalah orang-orang yang mengenakan t-shirt
sutra-disaring dengan kutipan dari film yang Anda belum pernah
mendengar dan satu-satunya di Amerika yang masih berpikir Pabst Blue
Ribbon adalah bir baik Mereka topi koboi olahraga dan baret dan berpikir.
Kanye West mencuri kacamata hitam mereka. Segala sesuatu tentang
mereka exactingly dibangun untuk memberikan off getaran bahwa
mereka hanya tidak peduli. "
- Waktu , Juli 2009
Pada awal tahun 2000, baik New York Times dan Time Out New York
berlari profil Williamsburg, Brooklyn tanpa menggunakan hipster istilah.
The Times disebut "bohemian" [19] dan TONY untuk "arty jenis East
Village". Pada tahun 2003, ketika The Hipster Handbook diterbitkan oleh
Williamsburg warga Robert Lanham , istilah telah datang ke digunakan
secara luas dalam kaitannya dengan Williamsburg dan lingkungan yang
sama. The Hipster Handbook dijelaskan hipsters sebagai anak muda
dengan " potongan rambut sapu bersih atas , berayun retro dompet ,
berbicara di ponsel , merokok Eropa rokok ... mondar-mandir dalam sepatu
platform dengan biografi dari Che Guevara mencuat dari tas mereka ".
Lanham lanjut menjelaskan hipsters: "Anda lulus dari sekolah seni liberal
yang tim sepak bola belum memenangkan pertandingan sejak
pemerintahan Reagan "dan" Anda memiliki satu Republik teman yang
Anda selalu menggambarkan sebagai Anda salah satu teman Republik. " "
Salah satu penulis tanggal tahap awal kebangkitan istilah 1999-2003.
Fenomena serupa juga terjadi di Inggris, dengan pekerja muda di media
dan industri digital bergerak ke daerah kelas pekerja tradisional London
seperti Hoxton , Spitalfields , dan, khususnya, Shoreditch . Subkultur itu
diparodikan di majalah Shoreditch Twat (1999) dan sitkom televisi Nathan
Barley (2005). Seri, tentang diri dijelaskan "simpul Media diri
memfasilitasi", menyebabkan istilah "Nathan Barleys" digunakan untuk
menggambarkan pengertian yang merendahkan budaya itu diparodikan.
Sebuah 2009 Waktu artikel majalah dijelaskan hipsters demikian:
"mengambil sweater nenek Anda dan Bob Dylan 's Wayfarers , tambahkan
celana pendek jean, Converse All-Stars dan sekaleng Pabst . dan bam hipster " Slate penulis Brandon Stosuy mencatat bahwa " logam berat
baru telah menaklukkan wilayah baru, membuat crossover yang tak
terduga ke ranah hipsterdom ". Ia berpendapat bahwa "kebangkitan saat
ini tampaknya menjadi mutasi alami dari daya tarik hipster dengan postpunk, kebisingan, dan tidak ada gelombang", yang memungkinkan
bahkan "nerdiest anak-anak indie untuk mencelupkan kaki mereka ke
bergerigi, suara autis". Ia berpendapat bahwa "produk sampingan" dari
perkembangan ini adalah "investigasi budaya musik yang banyak
sebelumnya takut atau fetishized dari jauh". [25]

Pada tahun 2008, Utne Pembaca majalah penulis Jake Mohan dijelaskan "
hipster rap "sebagai" yang terdiri dari tanaman terbaru dari MC dan DJ
yang menentang mode hip-hop konvensional, menghindari pakaian
longgar dan rantai emas untuk celana jeans ketat, kacamata hitam besar,
kadang-kadang keffiyeh , dan ornamen lain dari gaya hidup hipster ". Dia
mencatat bahwa "old-school hip-hop situs Unkut, dan Jersey City rapper
Mazzi "mengkritik rapper utama yang mereka anggap sebagai Posers
atau" homo untuk copping penampilan metroseksual hipster mode ".
Awalan Mag penulis Ethan Stanislawski berpendapat bahwa ada unsurunsur rasial munculnya hipster rap. Dia mengklaim bahwa ada "telah
membunuh retort marah dengan munculnya hipster rap", yang katanya
dapat disimpulkan sebagai "anak-anak kulit putih menginginkan otherness
funky hip-hop ... tanpa semua orang kulit hitam menakutkan".
Dalam bukunya 2011 buku HipsterMattic, penulis Matt Granfield
menyimpulkan budaya hipster cara ini:
"Sementara masyarakat arus utama dari 2000-an (dekade) telah
menyibukkan diri dengan realitas televisi, musik dansa, dan menemukan
keberadaan celana Britney Spears, pemberontakan diam-diam dan
sungguh-sungguh terjadi di balik layar. Gaya Panjang terlupakan pakaian,
bir ., rokok dan musik yang menjadi populer lagi Retro dingin, lingkungan
sangat berharga dan tua baru 'baru' Anak-anak ingin mengenakan. Sylvia
Plath 'cardigan dan Buddy Holly 'kacamata s - mereka bahagia atas ironi
membuat sesuatu jadi kutu buku keren Mereka ingin hidup berkelanjutan
dan makan biji-bijian organik bebas gluten Di atas segalanya, mereka
ingin diakui karena berbeda -... menyimpang dari mainstream dan
mengukir ceruk budaya semua untuk diri mereka sendiri Untuk generasi
baru, gaya bukanlah sesuatu yang Anda bisa membeli di sebuah
department store, menjadi sesuatu yang Anda temukan di toko barang
bekas, atau, idealnya, dibuat sendiri Cara untuk menjadi dingin tidak
terlihat seperti bintang televisi. itu terlihat seperti sebagai meskipun Anda
belum pernah melihat televisi. "
- Matt Granfield , HipsterMattic
Sebuah sepeda gigi tetap
Sepeda fixed gear yang terkait dengan subkultur hipster. Slate menyebut
sepeda yang "semakin umum hipster aksesori". [29] [30] tren hipster lain di
tahun 2010-an telah memasukkan merajut , veganisme , peternakan
lebah perkotaan , dan taksidermi .
3.4 Cara berpenampilan Hipster
Budaya hipster memiliki beberapa hal-hal tertentu, yang
menggarisbawahi gaya. Ini diperlukan untuk menggunakan gadget Apple
(iPad, iPod, iPhone, MacBook), kamera foto (kamera lomo dari Lomo,

Zenit, Holga, Diana F +) dengan lensa fish eye, atau kamera SLR dari
Canon, Leica, Zenit, Fujifilm, Yashica, notebook Moleskine.
Hipsters seperti potongan rambut klasik dengan panjang Bang atau
mengumpulkan rambut menjadi sanggul ceroboh pada tengkuk. Sebagian
besar kali mereka mempropagandakan vegetarian dan makanan organik.
Ini populer untuk menjadi kurus, androgini dan unisex.
Pakaian Hipster
Mereka menggunakan untuk memakai sweater granny, maka kacamata
Bob Dylan, celana jeans dan sepatu kets Converse jembatan.
Ini adalah gaya pakaian tertentu, yang terdiri dari merek fashion
kontemporer, seperti Zara, Topshop, H & M, Pull & Bear, Gap dan KixBox
dicampur dengan rincian buatan tangan.
Pakaian yang popular digunakan untuk gaya hipster :
Skinnies. Skinny jeans yang celana terbuat dari denim dipasang, mereka
tampil gaya dan awet muda.
Kaus dengan cetakan atau berbagai jenis tee, atasan dan hoodies dengan
huruf keren cetakan, dengan London sightsees, binatang dongeng, toh
cetak ini harus unik dan kreatif
Kemeja kotak-kotak. Sebagian besar hipsters memiliki kemeja kotak-kotak
maskulin sejuk di lemari mereka, yang dikenakan dengan legging atau
skinnies.
Sepatu Kets. Ini yang paling penting elemen dalam setiap yang hipster
lemari terlihat. Mereka bisa kuning, hijau, oranye, dan variasi warna
lainnya. Saya pribadi seperti Converse sepatu, namun mereka cukup
mahal, jadi saya lebih memilih untuk memakai sepatu merek lain. Ada
banyak gaya lain dari sepatu, yang lebih formal, termasuk sandal, sepatu,
topsiders, sepatu derby, brogues, oxfords, sepatu gurun, sepatu tenis,
espadrilles, sepatu. Gadis memilih sepatu dengan heels atau wedges
besar.
Dibingkai kacamata tebal. Gelas plastik atau kacamata hitam terlihat
menakjubkan di hipster apapun. Yang populer adalah dari Ray-Ban
Wayfarer.
Aksesoris. Hipsters memakai barang-barang yang cerah, seperti ikat
kepala warna-warni, celana ketat berwarna-warni, syal berat, gelang
plastik, beberapa suka memakai aksesoris dalam bentuk permen, mansetanting.

Sebagian besar hipsters memilih tote-tas bukan tas. Ini sangat modis
untuk memakai totes dengan band-band cetakan atau karakter kartun.
Jika itu adalah tas vintage, maka dapat ditata dengan tampilan
keseluruhan. Beberapa memakai tas messenger atau satchels.
Headwear. Ini trendi untuk memakai topi fedora, topi homburg, topi lebar
penuh dan topi jorok.
Berapa banyak hipsters yang Anda butuhkan untuk mengubah bola
lampu. Anda membutuhkan lima hipsters, sebagai salah satu yang
pertama perubahan itu, kedua tunas tindakan, sepertiga menulis tentang
hal itu di twitter-nya, keempat dan kelima menyukainya satu pemeriksaan
dalam 4SQ.
Beberapa hipsters memilih uggs untuk memakai, sweater dengan rusa,
celana pendek berpinggang tinggi dan kemeja berkerah.
What To Wear For Girls:
Di sekolah: memakai tee dengan cetak, rok A-line, kalung besar, topi dan
sepatu kets.
Untuk berjalan: jumper dipotong, lebar midi-rok, leher scarve, wathes
vintage, ransel, bulat kacamata bentuk, tas-tas dan sepatu platform yang
besar.
Untuk pesta malam: tee dengan siluet asimetris, celana pendek denim
dipotong, macan tutul kopling dan sepatu klasik.
Untuk konser: top dicetak, kemeja kotak-kotak, celana pendek kulit,
kalung besar dan brogues
What To Wear Untuk anak laki-laki:
Di sekolah: memakai atasan dengan cetak, jaket, celana skinnie terang,
jam tangan besar, topi Trilby dan sepatu kets.
Untuk berjalan: tee dengan cetak, cardigan cerah, skinnies, tas kebesaran
dan sepatu kets berwarna-warni.
Untuk pesta: kemeja warna-warni, rompi denim, mengkilap syal
kebesaran, skinnies, bingkai kacamata putih, tas bahu dan sepatu kets.
Untuk konser: kemeja hitam, cardigan santai hitam, celana pendek putih
pendek dengan sabuk hitam dan sepatu.
Kenakan pakaian vintage. Hipsters ingin membeli pakaian di toko-toko
antik atau bahkan di toko-toko tangan kedua. Gaun vintage, gaun jaket,
kemeja santai. Skinnies adalah harus memiliki hipster apapun, beberapa
dari mereka mengenakan jeggings, atau celana kulit kedua. Lebih baik
memakai skinnies hitam.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Masyarakat diseluruh dunia merupakan masyarakan yang selalu berjalan sesuai
perkembangan jaman. Mereka selalu menganggap jika engikuti mode, mereka
tidak akan dikucilkan sekaligus dapat menyombongkan diri sendiri bahwa dia
tidak ketinggalan jaman. Mode seluruh dunia selalu cepat berubah-ubah. Dilihat
dari perkembanganya dari tahun ke tahun sebenarnya hanya berputar saja.
Contohnya era hipster, era yang bebas dalam mengekspresikan apapun yang
mereka gunakan. Sebenarnya era tersebut juga pernah sangat terkenal di era
1944.

3.2 Saran
Sebagai mahasiswa tata busana, sangat diwajibkan untuk mempelajari seluruh
era berpakaian yang pernah terkenal di seluruh dunia. Sebab, selain dapat
memperdalam ilmu tentang fashion, juga dapat digunakan sebagai alat prediks
tentang apa yang akan terkenal di masa seanjutnya. Ehingga apa yang akan
dihasilkan dapat berguna dan sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen
atau masyarakat umum.

Daftar pustaka
fashionstrends.org, intothebeautifulnew.com, image.glamourdaze.com, bbc.co.uk,
pinterest.com, michael84.co.uk, fashionthroughthedecades.com, united-academics.org, citydata.com
perubahan trend fashion, trend fashion 1920an, trend fashion 1930an, trend fashion 1940an,
trend fashion 1950an, trend fashion 1960an, trend fashion 1970an, trend fashion 1980an,
trend fashion 1990an, trend fashion 2000an, trend fashion 2010an, trend fashion jadul, trend
fashion jaman dulu
Greif, Mark (2010-10-24). "Apa Apakah yang Hipster?" . New York Mag. Diperoleh
2014/01/24.
. Lorentzen, Christian (30 Mei 2007) "Bunuh hipster: Mengapa hipster harus mati:
Sebuah proposal sederhana untuk menyelamatkan New York keren" . Time Out New York .

Haddow, Douglas (2008/07/29). "Hipster: The Dead End Peradaban Barat" . Adbusters .
Diperoleh 2008/09/08.

"Poll: Banyak orang Amerika tidak suka hipsters, terbuka untuk hipster jengkel retribusi"
. Washington Times. 2013/05/13. Diperoleh 2013/05/18.

Kellogg, Carolyn (2010/10/12). "Apa yang hipsters dan pornografi memiliki


kesamaan?" . Los Angeles Times. Diperoleh 2013/05/18.

. Wallace, Benjamin (2012/04/15) "The Twee Partai: Apakah rakyat Brooklyn langkah
maju untuk makanan atau tanda kiamat Dan bedanya ketika hal-hal yang rasanya begitu
baik?" . New York Mag. Diperoleh 2014/01/24.
Minggu, Linton. "The Hipsterfication Of America" . NPR.org. Diperoleh 25 Januari
2014.

Hughes, Evan. "The Great inversi di New Brooklyn" . utne.com. Diperoleh 25 Januari
2014.

Delaney, Brigid (6 November 2010). "Hipsters di jalur tembak dalam perang budaya
2010-an" . Sydney Morning Herald.
Dan Fletcher (2009/07/29). "Hipsters" . time.com. Diperoleh 2009/11/01.

Thorne, Tony, 2014, Kamus Kontemporer Slang , sv. "Hipster", hal. 217.

. Dover, Sarah (29 Februari 2012) "Senator Orrin Hatch di Keystone Pipeline: Obama
Diperdagangkan di 'Keras Hat' untuk 'Hipster Fedora'" International Business Times..
Diperoleh 25 Januari 2014.
Arsel, Zeynep; Thompson, Craig J. (26 Agustus 2010). "demythologizing Praktek
Konsumsi: Bagaimana Konsumen Melindungi Bidang-Dependent Investasi Identitas mereka
mendevaluasi Marketplace Mitos" Journal of Consumer Research.. doi : 10,1086 / 656.389 .
Plevin, Julia (2008/08/08). "Siapa Hipster itu?" . huffingtonpost.com. Diperoleh
2014/05/06.


"JAZZ: Obat & Drums" . WAKTU. 1960/05/02. Diperoleh 2013/12/04.

glossary singkat ini ekspresi jive juga dicetak pada playbills dibagikan di konser Gibson
selama beberapa tahun.

Kerouac, Jack. "Tentang Beat Generation", (1957), diterbitkan sebagai "Aftermath: The
Philosophy of Generasi Mengalahkan" di Esquire, Maret 1958 [ dead link ]
Williams, Alex (15 Februari 2013). "Menciptakan Hipsturbia". The New York Times.
Kelas kreatif mencoba untuk meniru kehidupan perkotaan di pinggiran kota

Powers, Ann (11 Februari 2000). "Brooklyn Nights Hidupkan Terang" . New York Times.

. "The Bedford Files" Time Out New York: 17. 03-10 Februari 2000.

Robert Lanham, The Hipster Handbook (2003) p. 1.

Ulasan Terlalu Kritis

"Nathan Barley - Quotes" IMDB..

The Register

Stosuy, Brandon (2005/08/19). "Heavy Metal: Ini hidup dan berkembang" . Slate .
Diperoleh 2008/09/08.

Mohan, Jake (2008/06/13). "Hipster Rap: Terbaru Hater Battleground" . Utne Pembaca .
Diperoleh 2008/09/08.

Stanislawski, Ethan (2008/06/20). "The Chicago Reader memiliki hip-hop hipster reaksi
terhadap hip-hop hipster reaksi" . Awalan Mag. Diperoleh 2008/09/08.

Granfield, Matt (2011). HipsterMattic. Allen & Unwin . ISBN 978-1-74237-785-8 .

Wiener, Danielle (2012/01/17). "The Fixie Indeks Tempat Paling terpesona oleh Hipster
Tren" . Kawat. Diperoleh 2013/12/04.

Goodman, J. (2010-04-21). "Apakah tidak ada hipsters di Cina? Mengapa sepeda Cina
telah menolak tren-gigi tetap ironis yang telah melanda seluruh dunia" . Slate.com.
Diperoleh 2013/12/04.

http://www.npr.org/2014/08/09/338940500/art-from-death-taxidermy-as-a-creative-hobby
Greenfield, Nicole. . "Kelahiran Hipster Hadism?" Dispatches Agama. University of
Southern Carolina. 2 Februari 2012

Liebman, Shana (2005/05/21). "SoHo Synagogue - Ortodoks untuk Hipster Set" .


Nymag.com. Diperoleh 2012/01/26.

Horning, Rob (2009/04/13). "Kematian dari Hipster" . Matters Pop . Diperoleh


2010/01/22.


Thompson, Elise (20 Februari 2008). "Mengapa orang benci Hipster Assholes?" .
Greif, Mark (2010/10/15). "Sosiologi dari Hipster" . The New York Times . Diperoleh
2010/10/15.