Anda di halaman 1dari 38
4
4

STOIKIOMETRI

A. HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA

B. PERHITUNGAN KIMIA

Kata Stoikiometri berasal dari bahasa Yunani, stoicheion yang berarti unsur (partikel) dan metron yang berarti pengukuran. Stoikiometri menggambarkan hubungan kuantitatif antara zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia. Dasar- dasar stoikiometri, kita dapat menghitung massa atau volume pereaksi yang diperlukan untuk memperoleh massa atau volume hasil reaksi yang dikehendaki. Pengetahuan ini sangat diperlukan untuk menghitung bahan baku yang dibutuhkan guna menghasilkan sejumlah produk yang dikehendaki dalam industri. Setelah Anda mempelajari stokiometri Anda diharapkan dapat membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum dasar kimia. Hubungan antara konsep satu dengan yang lain dalam perhitungan kimia dapat Anda perhatikan pada peta konsep berikut.

Hubungan antara konsep satu dengan yang lain dalam perhitungan kimia dapat Anda perhatikan pada peta konsep

66

66 KIMIA X SMA STOIKIOMETRI meliputi perhitungan hukum dasar kimia kimia penentuan hukum kekekalan RE rumus
KIMIA X SMA STOIKIOMETRI meliputi perhitungan hukum dasar kimia kimia penentuan hukum kekekalan RE rumus
KIMIA X SMA
STOIKIOMETRI
meliputi
perhitungan
hukum dasar
kimia
kimia
penentuan
hukum kekekalan
RE
rumus kimia
massa
terdiri
dari
dapat
perhitungan
hukum perbandingan
RM
massa
tetap
terdiri
perhitungan
hukum kelipatan
volume
perbandingan
Ar
massa
hukum perbandingan
molar
volume
Mr
persamaan
hukum Avogadro
reaksi
untuk
M
diukur
persamaan
O
pembatas
L
keadaan gas lain
diketahui
menghitung
volume
keadaan
molar
standart
keadaan suhu
tekanan tertentu
jumlah
partikel
berkaitan
tetapan
Avogadro

Peta Konsep Stoikiometri

A. HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA

Pada awal abad ke-18 para ilmuwan mempelajari secara kuantitatif susunan zat-zat melalui percobaan-percobaan dari berbagai reaksi kimia. Hasil percobaan yang diperoleh para ilmuwan tersebut terangkum dalam Hukum-hukum Dasar Kimia.

1. Hukum Kekekalan Massa

Perhatikan hal-hal berikut ini:

KIMIA X SMA

• Bagaimanakah massa rokok sebelum dibakar dan sesudah dibakar?

• Bagaimanakah massa buah mangga sebelum masak (matang) dan sesudah masak?

• Bagaimanakah massa besi sebelum dan sesudah berkarat? Dalam serangkaian percobaan pembakaran dan proses-proses yang berhubungan dengan pembakaran, Antoine Laurent Lavoisier (1743 – 1794) menyatakan bahwa dalam semua proses pembakaran suatu materi dengan oksigen dari udara maka materi tersebut akan mengalami perubahan. Lavoisier melakukan percobaan, di mana cairan merkuri bereaksi dengan oksigen membentuk merkuri oksida yang berwarna merah (mercury calx). Bila merkuri oksida dipanaskan lagi, maka akan terurai menghasilkan cairan merkuri dan gas oksigen, yang jumlahnya sama dengan yang dibutuhkan pada waktu pembentukan merkuri oksida. Berdasarkan serangkaian percobaannya, Lavoisier mengemukakan suatu hukum dalam bukunya yang berjudul "Treaite Elementaire de Chemie" yang dikenal dengan Hukum Kekekalan Massa. Hukum Kekekalan Massa berbunyi:

67

“ Jumlah massa zat sebelum reaksi dan sesudah reaksi sama”.

Percobaan: Membuktikan Hukum Kekekalan Massa

tutup gabus butiran Al larutan HCl 1M
tutup
gabus
butiran Al
larutan HCl 1M
Kekekalan Massa tutup gabus butiran Al larutan HCl 1M • Rangkailah alat seperti gambar (Pipa Y

Rangkailah alat seperti gambar (Pipa Y yang ujung-ujungnya secara terpisah diisi dengan larutan HCl 1 M pada salah satu ujung dan butiran logam Al pada ujung yang lain, kemudian timbanglah) Catat massa (berat) sebelum kedua zat tersebut direaksikan.

• Miringkan pipa tersebut sehingga larutan HCl bercampur dengan logam Al. Apakah yang menunjukkan terjadinya reaksi kimia?

• Timbang kembali semua alat beserta isinya

- Catat massa (beratnya)

- Bagaimana massa sebelum dan sesudah reaksi?

• Timbang kembali semua alat beserta isinya - Catat massa (beratnya) - Bagaimana massa sebelum dan
• Timbang kembali semua alat beserta isinya - Catat massa (beratnya) - Bagaimana massa sebelum dan
• Timbang kembali semua alat beserta isinya - Catat massa (beratnya) - Bagaimana massa sebelum dan

68

KIMIA X SMA

Latihan

1

1. Lengkapilah data pada tabel berikut, reaksi antara besi dengan belerang menghasilkan besi (II) sulfida

 

Massa sebelum reaksi

Massa sesudah reaksi Besi(II) sulfida (gr)

No.

Besi (gr)

Belerang (gr)

1.

 

4

11

2.

14

8

3.

16

44

4.

56

88

2. Sejumlah 12,7 gram tembaga dipijarkan dengan belerang menghasilkan

Berapa gram-kah belerang yang telah

19,1 gram tembaga (II) sulfida. bereaksi?

2. Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)

Pada proses pembentukan senyawa dari unsur-unsurnya, menunjukkan adanya hubungan massa yang bereaksi secara kuantitatif. Karena itu para ilmuwan kimia mendapatkan dorongan kuat untuk mencari hubungan massa antara zat yang menyusun senyawa. Joseph Louis Proust (1754 – 1826) melakukan percobaan dengan memanaskan kalsium karbonat, (CaCO 3 ) sehingga menghasilkan gas CO 2 . Ternyata, persentase unsur-unsur penyusun gas CO 2 dari hasil pemanasan kalsium karbonat sama dengan persentase CO 2 yang ada di alam.

Proust mengembangkan hasil temuannya dan mendapatkan suatu hukum yang disebut Hukum Perbandingan Tetap. Hukum Perbandingan Tetap berbunyi:

“Perbandingan massa unsur-unsur penyusun senyawa selalu tetap“ Contoh:

Data berikut diperoleh dengan cara membakar logam magnesium (mereaksikan magnesium dengan gas oksigen) menghasilkan magnesium oksida. Tabel 4.1

gas oksigen) menghasilkan magnesium oksida. Tabel 4.1   Massa Massa Massa magnesium oksida (gr)
 

Massa

Massa

Massa magnesium oksida (gr)

Perbandingan massa magnesium dan oksigen dalam magnesium oksida

No.

magnesium

oksigen

(gr)

(gr)

 

1. 0,60

0,40

1,00

0,60 : 0,40 = 3 : 2 0,48 : 0,32 = 3 : 2 0,36 : 0,24 = 3 : 2

2. 0,48

0,32

0,80

3. 0,36

0,24

0,60

KIMIA X SMA

Berdasarkan data di atas membuktikan bahwa perbandingan massa magnesium dan massa oksigen dalam magnesium oksida memiliki nilai

tetap yaitu 3: 2, walaupun massa magnesium dan oksigen yang disediakan

berbeda-beda.

Latihan

2

1. Hasil percobaan reaksi antara logam tembaga dengan belerang diperoleh data sebagai berikut.

69

No.

Massa tembaga

Massa belerang

Massa tembaga belerang (gr)

(gr)

(gr)

 

1. 4,23

2,13

6,36

2. 3,17

1,60

4,77

3. 2,54

1,28

3,82

4. 2,12

1,06

3,18

a. Berapakah perbandingan massa tembaga dan belerang dalam senyawa tembaga belerang? Apakah data tersebut menunjukkan berlakunya hukum Proust?

b. Buatlah grafik antara massa tembaga dengan massa belerang!

2. Dalam senyawa air, perbandingan massa hidrogen dan massa oksigen adalah 1 : 8. Jika 40 gram hidrogen direaksikan dengan oksigen, ternyata diperoleh 270 gram air, berapa gram oksigen yang telah bereaksi?

3. Hukum Kelipatan Perbandingan (Hukum Dalton)

John Dalton (1766 – 1844) mengamati bahwa karbon dan oksigen dapat membentuk dua macam senyawa. Pada senyawa pertama perbandingan massa karbon dan oksigen adalah 3 : 4, sedangkan pada senyawa kedua perbandingan karbon dan oksigen adalah 3 : 8. Pada massa karbon yang sama, perbandingan massa oksigen dalam kedua senyawa itu merupakan bilangan bulat dan sederhana, yaitu 1 : 2.

Massa atom karbon dan oksigen dalam kedua senyawa di atas, digambarkan oleh Dalton sebagai berikut.

Senyawa I

Senyawa II

= massa oksigen = massa karbon
= massa oksigen
= massa karbon

Gambar 4.1 Hukum Kelipatan Perbandingan.

Dalton sebagai berikut. Senyawa I Senyawa II = massa oksigen = massa karbon Gambar 4.1 Hukum
Dalton sebagai berikut. Senyawa I Senyawa II = massa oksigen = massa karbon Gambar 4.1 Hukum
Dalton sebagai berikut. Senyawa I Senyawa II = massa oksigen = massa karbon Gambar 4.1 Hukum

70

KIMIA X SMA

Beberapa penelitian terhadap unsur-unsur yang membentuk lebih dari satu senyawa, Dalton menyatakan pendapatnya, bahwa:

"Bila dua unsur membentuk dua senyawa atau lebih dan salah satu unsurnya mempunyai massa yang sama maka massa unsur yang lainnya berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana." Pernyataan Dalton tersebut disebut Hukum Kelipatan Perbandingan Contoh:

Belerang dan oksigen dapat membentuk dua senyawa yaitu SO 2 dan SO 3 . Perhatikan tabel berikut ini. Tabel 4.2

 

Massa

Massa unsur pembentuk senyawa

 

Senyawa

senyawa

Perbandingan massa belerang dan oksigen

(g)

Belerang (g)

Oksigen (g)

SO 2

6,4

3,2

3,2

3,2 : 3,2 = 1 : 1 = 2 : 2

SO 3

8,0

3,2

4,8

3,2 : 4,8 = 1 : 1,5 = 2 : 3

Dari data di atas ternyata, untuk massa S yang sama, perbandingan massa O yaitu 2 : 3, yang merupakan bilangan bulat dan sederhana.

Latihan

3

1. Unsur A dan B bergabung membentuk dua senyawa. Pada senyawa I mengandung 42,9% A dan senyawa II mengandung 27,3% A. Buktikan bahwa kedua senyawa itu sesuai Hukum Kelipatan Perbandingan!

2. Unsur N dan O dapat membentuk tiga senyawa oksida nitrogen. Persentase N dalam ketiga oksida nitrogen tersebut berturut-turut adalah 46,7%, 36,8% dan 25,9%. Apakah dalam senyawa itu berlaku Hukum Kelipatan Perbandingan? Jelaskan!

senyawa itu berlaku Hukum Kelipatan Perbandingan? Jelaskan! 4. Hukum Perbandingan Volum (Hukum Gay-Lussac) Percobaan

4. Hukum Perbandingan Volum (Hukum Gay-Lussac)

Percobaan tentang beberapa reaksi yang berwujud gas pada suhu dan tekanan tertentu telah dilakukan oleh Gay-Lussac (1778 – 1850). Berdasarkan serangkaian percobaannya diperoleh data sebagai berikut:

a. satu liter gas hidrogen bereaksi dengan satu liter gas klorin, menghasilkan dua liter gas hidrogen klorida;

b. dua liter gas hidrogen bereaksi dengan satu liter gas oksigen, menghasilkan dua liter uap air;

c. tiga liter gas hidrogen beraksi dengan satu liter gas nitrogen, menghasilkan 2 liter gas ammonia.

KIMIA X SMA

Reaksi di atas selanjutnya dapat dituliskan persamaan reaksinya sebagai

berikut.

1)

2)

3)

H 2(g) + Cl 2(g) ⎯⎯⎯→ 2HCl (g)

1 liter

1 liter

2 liter

2H 2(g) + O 2(g) ⎯⎯⎯→ 2H 2 O (g)

2 liter

1 liter

2 liter

3H 2(g) + N 2(g) ⎯⎯⎯→ 2NH 3(g)

3 liter

1 liter

2 liter

Perbandingan volumnya: 1: 1: 2

Perbandingan volumnya: 2: 1: 2

Perbandingan volumnya: 3: 1: 2

71

Berdasarkan hasil percobaan tersebut Gay Lussac mengemukakan hukum yang disebut Hukum Perbandingan Volum, berbunyi:

"Volum gas-gas yang bereaksi dan volum gas-gas hasil reaksi, jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama, akan berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana".

Berdasarkan hukum tersebut, untuk reaksi zat yang berwujud gas, perbandingan koefisien reaksi ekivalen dengan perbandingan volumnya, sehingga berlaku hubungan sebagai berikut:

Volum gas X = Koefisien gas X Volum gas Y Koefisien gas Y

Volum gas X

= Koefisien gas X

Volum gas Y

Koefisien gas Y

Koefisien gas Y

Contoh Soal:

Sebanyak 4 liter gas etana dibakar sempurna menghasilkan gas karbon dioksida dan uap air, menurut reaksi:

C 2 H 6(g) + O 2(g) CO 2(g) + H 2 O (g)

Hitunglah:

a. volum gas oksigen yang diperlukan.

b. volum gas CO 2 yang terbentuk.

c. volum uap air yang terbentuk.

Jawab:

Persamaan reaksi setara: 2C 2 H 6(g) + 7O 2(g) ⎯⎯⎯→ 4CO 2(g) + 6H 2 O (g)

7

a. Volum O 2 yang diperlukan =

2

x

4 liter = 14 liter

b. Volum CO 2 yang terbentuk =

4

2

x

4 liter =

8 liter

= 14 liter b. Volum CO 2 yang terbentuk = 4 2 x 4 liter =

c. Volum uap air = 6 2 x 4 liter = 12 liter

= 14 liter b. Volum CO 2 yang terbentuk = 4 2 x 4 liter =
= 14 liter b. Volum CO 2 yang terbentuk = 4 2 x 4 liter =
= 14 liter b. Volum CO 2 yang terbentuk = 4 2 x 4 liter =

72

KIMIA X SMA

Latihan

4

Pembakaran sempurna 4 liter gas amonia NH 3 menghasilkan gas nitrogen dioksida NO 2 dan uap air, menurut reaksi:

NH 3(g) + O 2(g) ⎯⎯⎯→ NO 2(g) + H 2 O (g) (reaksi belum setara)

Hitunglah:

a. Volum gas oksigen yang diperlukan.

b. Volum gas NO 2 yang dihasilkan.

c. Volum uap air yang dihasilkan.

d. Jika udara mengandung 20% gas oksigen, berapa liter volum udara yang diperlukan?

5. Hipotesis Avogadro

Pada saat Gay Lussac mengemukakan hasil percobaannya, para ilmuwan saat itu belum menerima, karena tidak sesuai dengan teori atom Dalton. Menurut teori atom Dalton, partikel terkecil dari semua unsur adalah atom-atom tunggal dan partikel senyawa adalah gabungan dari atom yang berbeda dan disebut atom senyawa. Amedeo Avogadro (1776 – 1856) mengemukakan pendapatnya, bahwa hukum Gay Lussac dan teori Dalton dapat sejalan, apabila ada dua anggapan sebagai berikut.

a. Volum yang sama dari gas-gas yang berbeda, pada suhu dan tekanan yang sama mempunyai jumlah partikel yang sama.

b. Pada dasarnya yang dimaksud partikel gas adalah molekul-molekul

yang merupakan gabungan terdiri atas sejumlah atom yang bergabung. Avogadro mengusulkan bahwa gas hidrogen dan oksigen keduanya berada sebagai molekul-molekul diatomik yang merupakan gabungan dari atom-atom yang sama, yaitu sebagai H 2 dan O 2 .

atom-atom yang sama, yaitu sebagai H 2 dan O 2 . + 2 liter gas hidrogen
atom-atom yang sama, yaitu sebagai H 2 dan O 2 . + 2 liter gas hidrogen

+

atom-atom yang sama, yaitu sebagai H 2 dan O 2 . + 2 liter gas hidrogen

2

liter gas hidrogen

1 liter gas oksigen

2

liter uap air

2

molekul gas hidrogen

1 molekul gas oksigen

2

molekul uap air

Gambar 4.2

73 KIMIA X SMA Apa yang diusulkan oleh Avogadro tersebut pada kurun waktu berikutnya diperkuat
73
KIMIA X SMA
Apa yang diusulkan oleh Avogadro tersebut pada kurun waktu
berikutnya diperkuat oleh ilmuwan dari Jerman, Stanisalao Cannizaro
(1826 – 1910). Dia mengemukakan daftar massa atom yang diperolehnya
dari pendapat Avogadro. Pendapat Avogadro ini dikenal dengan Hipotesa
Avogadro.
Dari
berbagai
percobaan
membuktikan
kebenaran
dari
hipotesa
Avogadro maka hipotesa Avogadro dapat disebut Hukum Avogadro,
berbunyi:
"Pada suhu dan tekanan yang sama gas-gas yang volumnya sama akan mempunyai
jumlah partikel yang sama".
Contoh soal:
Pada suhu dan tekanan tertentu, 2 liter gas nitrogen tepat bereaksi dengan
4 liter gas oksigen menghasilkan 4 liter oksida nitogen, N x O y . Bagaimana
rumus oksida tersebut?
Jawab:
Perbandingan volum sama dengan perbandingan koefisien reaksi, sehingga
reaksinya dapat ditulis sebagai berikut:
2N 2(g) + 4O 2(g) ⎯⎯⎯→ 4N x O y(g)
Dalam persamaan reaksi jumlah atom kiri harus sama dengan jumlah atom
kanan, sehingga harga x dan y dapat ditentukan sebagai berikut.
Jumlah atom N kiri = jumlah atom N kanan
2
x 2 = 4x
x
= 1
Jumlah atom O kiri = jumlah atom O kanan
4
x 2 = 4y
y
= 2
Jadi rumus oksida tersebut adalah NO 2
Latihan
5
1. Sebanyak 200 ml gas klor, Cl 2 (P, T) tepat bereaksi dengan 500 ml gas oksigen,
O 2 (P, T) menghasilkan 200 ml oksida klor, Cl x O y (P, T). Tentukan rumus
oksida tersebut!
2. Pada suhu dan tekanan tertentu, 6 liter gas NH 3 mempunyai 2 x 10 20
molekul. Pada P dan T yang sama, berapa jumlah molekul 4 liter gas SO 3 ?

74

KIMIA X SMA

B. PERHITUNGAN KIMIA

Pembahasan perhitungan kimia dimulai dari pengertian massa molekul relatif (Mr), konsep mol, penerapan hukum Gay Lussac serta hukum Avogadro dalam persamaan reaksi, penentuan rumus empiris rumus molekul, air kristal dan kadar zat dalam senyawa, serta pereaksi pembatas.

1. Massa Molekul Relatif (Mr)

Partikel dasar suatu senyawa adalah molekul yang merupakan gabungan dari atom-atom suatu unsur. Oleh karena itu penentuan massa molekul relatif (Mr) juga menggunakan pembanding atom karbon-12. Jadi, massa molekul relatif adalah perbandingan massa rata-rata satu molekul terhadap 1 12 kali massa satu atom karbon-12. Untuk senyawa yang terdiri atas ion-ion digunakan istilah massa rumus relatif, dengan lambang yang sama, yaitu Mr. Massa molekul relatif (Mr) suatu senyawa X 2 Y 3 dapat dirumuskan sebagai berikut:

senyawa X 2 Y 3 dapat dirumuskan sebagai berikut: M r senyawa X Y 2 3

M r senyawa X Y

2

3

= Massa rata - rata 1 molekul X

x massa 1 atom C – 12

2

Y

3

1
1

12

Untuk memperoleh harga Mr dijabarkan sebagai berikut:

3 1 12 Untuk memperoleh harga Mr dijabarkan sebagai berikut: M r X 2 Y 3

M r X

2

Y

3

(2 massa rata - rata atom X)+(3 massa rata - rata atom Y

=

=

1
1

12

x massa 1 atom C – 12

2 massa rata - rata atom X

= = 1 12 x massa 1 atom C – 12 2 massa rata - rata

1 12

x massa 1 atom C – 12

3 massa rata - rata atom Y

+

1 12 x massa 1 atom C – 12 3 massa rata - rata atom Y

1 12

x massa 1 atom C – 12

= 2

.

Ar X

+ 3

.

Ar Y

Jadi massa molekul relatif (Mr) merupakan penjumlahan dari massa atom relatif (Ar) atom-atom penyusun molekul atau senyawa.

Contoh soal:

Hitunglah massa molekul relatif asam sulfat, H 2 SO 4 jika diketahui Ar H = 1, S = 32 dan O = 16. Jawab:

SO 4 jika diketahui Ar H = 1, S = 32 dan O = 16. Jawab:

Mr H 2 SO 4 = (2 x Ar H) + (1 x Ar S) + (4 x Ar O)

= (2 x 1) + (1 x 32) + (4 x 16)

= 2 + 32 + 64

= 98

75 KIMIA X SMA Latihan 6 Hitunglah Mr senyawa berikut ini! 1. NH 3 6.
75
KIMIA X SMA
Latihan
6
Hitunglah Mr senyawa berikut ini!
1. NH 3
6.
KMnO 4
2. HNO 3
7.
H 3 PO 4
3. Mg(OH) 2
8.
Na 2 CO 3
4. Al(OH) 3
9.
Ca 3 (PO 4 ) 2
5. FeSO 4
10.
Al 2 (SO 4 ) 3
Diketahui Ar H = 1, C = 12, N = 14, O = 16, Na = 23, Mg = 24, Al = 27, P = 31,
S = 32, Ca = 40, Mn = 55, Fe = 56 dan K = 39.
2.
Mol
Dalam perhitungan kimia para ahli kimia sepakat mencari satuan yang
digunakan untuk menyatakan jumlah zat yaitu mol. Telah kita ketahui
bahwa partikel dasar penyusun suatu unsur adalah atom, sedangkan partikel
penyusun senyawa berupa molekul atau ion. Karena ukuran partikel dasar
tersebut sangat kecil maka untuk keperluan perhitungan digunakan satuan
jumlah seperti halnya yang telah kita kenal dalam kehidupan sehari-hari
yaitu lusin, kodi, rim, dan sebagainya.
IUPAC menetapkan satuan mol tersebut didasarkan pada atom C-12, yang
dinyatakan sebagai berikut.
Satu mol suatu zat adalah banyaknya partikel dalam suatu zat di mana
jumlahnya sama dengan banyaknya atom yang terdapat dalam 12
gram C-12.
Ilmuwan dari Jerman Johann Loschmidt pada tahun 1865 melalui
percobaannya berhasil menghitung banyaknya atom yang terdapat dalam
12 gram C-12, yaitu sebanyak 6,02 x 10 23 . Bilangan ini selanjutnya disebut
Tetapan Avogadro, sebab yang pertama menyatakan perlunya satuan jumlah
bagi atom atau molekul adalah Amedeo Avogadro, dilambangkan L
(Loschmidt) untuk menghargai jasa Loschmidt.
1 mol = 6,02 x 10 23 = tetapan Avogadro (L)
a.
Hubungan Mol Dengan Jumlah Partikel
Satu mol zat adalah banyaknya zat tersebut yang mengandung
6,02 x 10 23 partikel. Partikel ini dalam zat dapat berupa atom, molekul
atau ion.

76

KIMIA X SMA

Contoh:

1 mol unsur tembaga (Cu) mengandung 6,02 x 10 23 atom Cu

1 mol gas nitrogen (N 2 ) mengandung 6,02 x 10 23 molekul N 2

1 mol gas karbon dioksida (CO 2 ) mengandung 6,02 x 10 23 molekul CO 2

1 mol ion nitrat (NO 3 - ) mengandung 6,02 x 10 23 ion NO 3

Hubungan mol dengan jumlah partikel dapat dirumuskan:

-

Jumlah partikel zat = mol x L

M o l = Jumlah partikel L

Mol = Jumlah partikel

L

M o l = Jumlah partikel L

1 mol = 6,02 x 10 23 partikel = L

Contoh soal:

1. Hitunglah jumlah partikel zat berikut:

a. 2 mol aluminium (Al)

b. 0,04 mol gas belerang dioksida (SO 2 )

c. 0,2 mol ion sulfat SO 4

Jawab:

a. Jumlah atom Al = mol x L

2-

= 2 mol x 6,02 x 10 23 atom/mol

= 12,04 x 10 23 atom Al

b. Jumlah molekul SO 2 = 0,04 mol x 6,02 x 10 23 molekul/mol

= 24,08 x 10 21 molekul SO 2

c. Jumlah ion SO 4 2- = 0,2 mol x 6,02 x 10 23 ion/mol

ion SO 4 2 - = 0,2 mol x 6,02 x 10 2 3 ion/mol =

= 12,04 x 10 22 ion SO 4

2-

2. Hitung mol zat berikut:

a. 3,01 x 10 22 atom besi (Fe)

b. 6,02 x 10 20 molekul asam nitrat (HNO 3 )

c. 15,05 x 10 21 ion natrium (Na + ) Jawab:

Jumlah atom Fe

a. Mol Fe =

2 1 ion natrium (Na + ) Jawab: Jumlah atom Fe a . Mol Fe =

=

L

3,10 x 10

22

6,02 x 10

23

= 0, 05 mol Fe

b. Mol HNO

b. Mol HNO

b. Mol HNO

3

c. Mol Na

+

=

=

6,02 x 10

20

molekul

6,02 x 10

23

molekul/mol

= 0, 001 mol HNO

3

15,05 x 10

21

ion

6,02 x 10

23

ion/mol

= 0, 025 mol Na

+

KIMIA X SMA

77

3. Hitunglah jumlah atom C dan atom O dalam 0,1 mol CO 2 .

Jawab:

Dalam 1 molekul CO 2 terdapat 1 atom C dan 2 atom O

Jumlah atom

C = 1 x 0,1 x 6,02 x 10 23

=

6,02 x 10 22 atom

Jumlah atom

O = 2 x 0,1 x 6,02 x 10 23

= 12,04 x 10 22 atom

Latihan

7

Hitunglah:

1. Jumlah atom dalam 2 mol belerang!

2. Jumlah molekul CO 2 dalam 0,01 mol gas CO 2 !

3. Jumlah mol dari 6,02 x 10 21 molekul N 2 !

4. Jumlah mol dari 24,8 x 10 20 atom besi!

5. Jumlah atom S dan atom O dalam 1 mol SO 3 !

b. Hubungan Mol dengan Massa (gram) Pada penetapan satuan mol dijelaskan, bahwa dalam 12 gram karbon -12 (Ar C-12) terdapat 6,02 X 10 23 atom karbon, dinyatakan sebagai satu mol. Massa atom karbon-12 dalam 1mol ini disebut massa molar karbon. Karena atom karbon-12 sebagai standar, maka massa molar zat secara umum dapat ditentukan berdasarkan atom karbon-12.

Satuan massa molar adalah gram/mol atau gram mol -1 .

zat secara umum dapat ditentukan berdasarkan atom karbon-12. Satuan massa molar adalah gram/mol atau gram mol
zat secara umum dapat ditentukan berdasarkan atom karbon-12. Satuan massa molar adalah gram/mol atau gram mol
zat secara umum dapat ditentukan berdasarkan atom karbon-12. Satuan massa molar adalah gram/mol atau gram mol

78

KIMIA X SMA

Perhatikan contoh pada tabel di bawah ini. Tabel 4.3 Hubungan Rumus Zat, Mr, dan Massa Molar

 

Rumus zat

Massa 1 mol zat (gr)

Ar atau Mr

Massa molar

Nama

(gr/mol)

air

H

2 O

18

18

18

aluminium

Al

27

27

27

karbondioksida

CO 2

44

44

44

asam sulfat

H

2 SO 4

98

98

98

Dari tabel tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut.

Massa molar adalah massa 1 mol zat yang besarnya sama dengan massa atom relatif (Ar) atau massa molekul relatif (Mr) zat tersebut dan dinyatakan dalam gram.

Pernyataan tersebut dapat dirumuskan:

Massa molar (g/mol) = Ar atau Mr

Mol = gram Ar atau Mr

Mol

=

gram

Ar atau Mr

dan

Gram = Mol x Ar atau Mr

Gram = Mol x Ar atau Mr

Contoh soal:

1. Berapa gramkah massa 2 mol gas amonia, NH 3 (Ar H=1, N=14)?

Jawab:

Mr NH 3 = 14 + (3 x 1) = 17

massa NH 3 = Mol x Mr

= 2 x 17 = 34 gram NH 3

2. Hitunglah Ar unsur A jika 0,02 mol A massanya 1,12 gram. Jawab:

Ar unsur A jika 0,02 mol A massanya 1,12 gram. Jawab: mol = 0 02 =
Ar unsur A jika 0,02 mol A massanya 1,12 gram. Jawab: mol = 0 02 =

mol =

0 02 =

,

Ar =

gram Ar 1,12 Ar 1 , 12 = 56
gram
Ar
1,12
Ar
1
, 12
= 56

0 , 02

KIMIA X SMA

3. Berapakah jumlah molekul yang terdapat dalam 8,8 gram gas CO 2 (Ar C = 12, O = 16)? Jawab:

Mr CO 2 = 12 +(2 x 16) = 44

(Ar C = 12, O = 16)? Jawab: Mr CO 2 = 12 +(2 x 16)

M ol CO

gram CO

2

2 =

Mr CO

8,8

2

=

= 0,2 mol

44

Jumlah molekul CO 2 = mol x L

= 0,2 x 6,02 x 10 23

= 12,04 x 10 2

79

Latihan

8

1. Hitunglah massa zat berikut!

a. 0,002 mol logam timbal (Ar Pb = 207)

b. 2 x 10 -2 mol H 2 SO 4 (Ar H =1, O =16, S = 32)

c. 3,01 x 10 22 atom besi (Ar Fe = 56)

d. 1,204 x 10 21 molekul metana, CH 4 (Ar H =1, C =12)

2. Sebanyak 6,4 gram suatu unsur X mengandung 12,04 x 10 22 atom X. Tentukanlah Ar unsur X!

c.

Hubungan Mol Dengan Volum

1)

Volum Gas Pada Suhu dan Tekanan yang Sama Hukum Avogadro menyatakan bahwa:

"Pada suhu dan tekanan yang sama semua gas yang volumnya sama mengandung jumlah partikel yang sama pula." Karena jumlah partikel sama, berarti gas-gas yang bervolum sama akan mempunyai jumlah mol yang sama.

atau

mol gas I = mol gas II

Sedangkan untuk gas-gas yang volumnya berbeda berlaku hubungan:

untuk gas-gas yang volumnya berbeda berlaku hubungan: Volume gas I = Mol gas I Volume gas

Volume gas I

= Mol gas I

Volume gas II

Mol gas II

gas-gas yang volumnya berbeda berlaku hubungan: Volume gas I = Mol gas I Volume gas II

atau

V

1

n

1

=

V

2

n

2

gas-gas yang volumnya berbeda berlaku hubungan: Volume gas I = Mol gas I Volume gas II
gas-gas yang volumnya berbeda berlaku hubungan: Volume gas I = Mol gas I Volume gas II
gas-gas yang volumnya berbeda berlaku hubungan: Volume gas I = Mol gas I Volume gas II

80

KIMIA X SMA

Contoh Soal:

1. Pada suhu dan tekanan tertentu, 2 liter gas O 2 (Mr = 32) massanya 3,2 gram. Berapa volum 7,5 gram gas NO (Mr = 30 ) pada keadaan tersebut? Jawab:

V olume O Mol O 2 2 = Volum NO Mol NO 2 g r
V olume O
Mol O
2
2
=
Volum NO
Mol NO
2 g
r O
/ r O
M
2
2
=
Volum NO
g
r NO
/ r NO
M
2 3
, 2
/
32
=
Volum NO
7
,
5
/
30
Volum NO
= 5
liter

2. Dalam suatu tabung yang bervolum 1 liter diisi 8 gram gas oksigen (O 2 ). Jika pada keadaan yang sama tabung tersebut diisi gas nitrogen, (N 2 ) berapa massa gas nitrogen tersebut?

Ar N =14, O = 16 Jawab:

berapa massa gas nitrogen tersebut? Ar N =14, O = 16 Jawab: Karena volume sama, maka

Karena volume sama, maka molnya sama

mol gas O = mol gas N 2 g r O 2 g r N
mol gas O
= mol
gas N
2
g r O
2 g r N
2
=
Mr O
2 Mr N
2
8 g r N
2
=
32
28
8
x 28
gr N
=
2
32
=
7 gram

2

8 g r N 2 = 32 28 8 x 28 gr N = 2 32

Latihan

9

32 28 8 x 28 gr N = 2 32 = 7 gram 2 Latihan 9

1. Dalam ruang 2 liter diisi gas CO 2 ternyata mengandung 6,02 x 10 22 molekul CO 2 . Jika pada suhu dan tekanan yang sama diisi gas A ternyata massanya 8 gram. Berapa Mr gas A tersebut?

2. Pada suhu dan tekanan tertentu 4 liter gas SO 2 (Mr = 64) massanya 19,2 gram. Berapa massa gas NO 2 (Mr = 46) yang volumnya 2 liter?

3. Sebuah botol hampa mempunyai berat 30,50 gram. Jika diisi gas nitrogen, N 2 (Ar N =14) beratnya menjadi 31,9 gram. Akan tetapi jika botol tersebut diisi gas X beratnya menjadi 34,05 gram. Hitunglah Mr gas X!

81 KIMIA X SMA 2) Volum Gas Pada Keadaan Standar ( 0 o C, 1
81
KIMIA X SMA
2)
Volum Gas Pada Keadaan Standar ( 0 o C, 1 atm)
Volum molar gas menyatakan volum 1 mol gas pada suhu dan
tekanan tertentu.
Stanislao Cannizzaro (1826–1910) dari Italia mengemukakan hasil
percobaannya sebagai berikut.
Setiap 1 mol gas apa saja pada suhu 0 o C dan tekanan 1 atmosfer mempunyai
volum 22,4 liter.
Sesuai dengan rumus gas ideal:
P . V = n . R . T
P
: tekanan gas (atm)
V
: volume gas (liter)
n
: mol gas
R
: tetapan gas ideal (= 0,082 liter atm/mol o K)
T
: suhu mutlak (= o C + 273) o K
n . R . T
V =
P
1 x 0,082 x 273
=
1
= 2
2, 386
liter
~
22, 4 liter
Suhu 0 o C (273 K) dan tekanan 1 atmosfer dikenal sebagai keadaan
standar atau STP (Standard Temperature and Pressure). Jadi volum 1 mol
gas
pada keadaan standar disebut Volum Molar Standar.
Pada keadaan standar, volum (liter) dari sejumlah mol (n) suatu gas,
berlaku hubungan sebagai berikut.
liter
Volum gas (STP) = n x 22,4 liter/mol
atau
mol
=
22, 4

82

KIMIA X SMA

Contoh:

1. Hitunglah volum 2 mol gas oksigen pada keadaan standar. Jawab:

Volum O 2 = 2 mol x 22,4 liter/mol

= 44,8 liter

2. Berapakah mol gas nitrogen, jika pada suhu 0 o C dan tekanan 1 atm mempunyai 4,48 liter? Jawab:

0 o C dan tekanan 1 atm mempunyai 4,48 liter? Jawab: Mol N 2 = 4

Mol N

2 =

4 48 liter

,

22, 4 liter/mol

= 0 2 mol

,

3. Berapakah gram gas CO 2 terdapat dalam 2240 ml pada STP? Ar C = 12, O = 16 Jawab:

Mr CO 2 = 44 , volum CO 2 = 2240 ml = 2,24 liter

Mr CO 2 = 44 , volum CO 2 = 2240 ml = 2,24 liter gram

gram = mol x Mr 2 24 liter

gram =

22, 4 liter/mol x 44

,

= 4 4 gram

,

24 liter gram = 22, 4 liter/mol x 4 4 , = 4 4 gram ,

4. Berapakah jumlah molekul yang terdapat dalam 6,72 liter gas hidrogen pada STP? Jawab:

terdapat dalam 6,72 liter gas hidrogen pada STP? Jawab: jumlah partikel = mol x L Molekul
terdapat dalam 6,72 liter gas hidrogen pada STP? Jawab: jumlah partikel = mol x L Molekul

jumlah partikel = mol x L

Molekul H

2

=

6 72 liter

,

22, 4

liter/mol x 6,02 x 10

= 18 06 x 10

,

22

molekul

23 molekul/mol

partikel = mol x L Molekul H 2 = 6 72 liter , 22, 4 liter/mol

KIMIA X SMA

Hubungan antara mol, gram, volum (STP) dan jumlah partikel dapat digambarkan skema sebagai berikut.

Gram
Gram
: massa molar x massa molar
: massa molar
x massa molar
Mol
Mol
x 6,02 x 10 23 : 6,02 x 10 23
x 6,02 x 10 23
: 6,02 x 10 23
: 22,4 L x 22,4 L Volume (STP) 0 o C, 1 atm
: 22,4 L
x 22,4 L
Volume
(STP)
0 o C, 1 atm
Jumlah partikel
Jumlah
partikel

83

Gambar 4.3 Konversi satuan mol dengan massa, jumlah partikel dan volum

Latihan

10

1. Hitunglah volum gas berikut ini, jika diukur pada suhu 0 o C, 1 atm:

a. 2 x 10 -2 mol gas NO

b. 12,8 gram gas SO 3 (Ar O = 16, S = 32)

c. 2,408 x 10 22 molekul gas Cl 2

2. 3,2 gram gas X 2 pada keadaan standar mempunyai volum 2240 ml (kondisi STP), berapa Ar X?

3. Sebanyak 4480 ml gas SO 3 diukur pada 0 o C, 76 cmHg, berapa gramkah massa gas SO 3 tersebut? (Ar O = 16, S = 32)

3)

Volum Gas pada Suhu dan Tekanan Tertentu Volum gas sangat dipengaruhi oleh suhu dan tekanan, sehingga menurut Boyle Gay Lussac dirumuskan sebagai berikut.

PV = C atau PV 11 = PV 22

PV

=

C

atau

PV

11

=

PV

22

 

T

T

1

T

2

Boyle Gay Lussac dirumuskan sebagai berikut. PV = C atau PV 11 = PV 22  
Boyle Gay Lussac dirumuskan sebagai berikut. PV = C atau PV 11 = PV 22  
Boyle Gay Lussac dirumuskan sebagai berikut. PV = C atau PV 11 = PV 22  

84

KIMIA X SMA

Pada keadaan standar suhu 0 o C (273 o K) dan tekanan 1 atm, satu mol semua gas mempunyai volum 22,4 liter, sehingga harga C dapat ditentukan sebagai berikut:

P

V

T

= 1 atm

= 22,4 liter/mol

= 273 o K

C

=

berikut: P V T = 1 atm = 22,4 liter/mol = 273 o K C =

1 atm x 22, 4 liter/mol

273 K

= 0,082 atm liter K -1 mol -1

Angka 0,082 dinamakan tetapan gas ideal (R). Jika banyaknya mol gas = n, maka rumus Boyle Gay Lussac tersebut diturunkan menjadi:

PV = nRT

Rumus ini dikenal dengan Persamaan Umum Gas Ideal.

Contoh:

1. Berapakah volum 11 gram gas CO 2 (Mr = 44) pada suhu 27 o C dan

tekanan 1 atm? (R = 0,082 atm.lt.K -1 .mol -1 )

Jawab:

PV

PV

=

nRT

V =

nRT

 
 

P

 

=

0 25 x 0,082 x 300

,

 

1

 

= 6 15 liter

,

x 0,082 x 300 ,   1   = 6 15 liter , 11 n =

11

n =

44

= 0 25

,

mol

1   = 6 15 liter , 11 n = 44 = 0 25 , mol

2. Suatu gas mempunyai volum 250 ml pada keadaan standar. Berapakah volum gas tersebut jika diukur pada suhu 25 o C dan tekanan 760 mmHg?

Jawab:

P 1 = 1 atm = 760 mmHg, V 1 = 250 ml = 0,25 lt, T 1 = 0 o C = 273 K

P 2 = 760 mmHg = 1 atm, T 2 = 25 o C = 298 K

K P 2 = 760 mmHg = 1 atm, T 2 = 25 o C =
P V P V 1 1 2 2 = T T 1 2 PVT 112
P V
P V
1
1
2
2
=
T
T
1
2
PVT
112
V
=
2
P T
2
1
1 atm x 0, 25 L x 298 K
=
= 0 , 27
1 atm x 273 K
liter

KIMIA X SMA

Latihan

11

1. Hitunglah volum 6,4 gram gas SO 2 (Mr = 64) diukur pada suhu 27 o C dan tekanan 700 mmHg!

2. Gas karbon dioksida, CO 2 pada suhu 27 o C dan tekanan 2 atm mempunyai volum 24,6 liter. Berapakah gram massa gas CO 2 ? (Ar C = 12, O = 16)

3. Sebanyak 2,4 gram gas A pada suhu 127 o C, tekanan 152 cmHg mempunyai volum 492 ml. Hitunglah Mr gas A!

85

3. Komposisi Senyawa

Salah satu manfaat penting dari ilmu kimia adalah kemampuannya dalam mengidentifikasi suatu zat. Ada 2 tahap dalam melakukan identifikasi ini, yaitu analisa kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisa kualitatif digunakan untuk menentukan jenis komponen penyusun zat tersebut, sedangkan analisa kuantitatif digunkaan untuk mengetahui massa dari setiap komponen penyusun zat tersebut. Di dalam mengetahui jenis dan massa setiap komponen penyusun zat kita dapat mengetahui komposisi zat tersebut. Kompossi zat ini biasanya dinyatakan dalam satuan persen massa (% massa).

a. Persentase Unsur Dalam Senyawa Sesuai Hukum Perbandingan Tetap dari Proust, bahwa massa unsur-unsur penyusun suatu senyawa mempunyai perbandingan tertentu dan tetap, maka persentase unsur dan massa unsur dalam suatu senyawa A x B y dapat dirumuskan sebagai berikut.

Rumus persentase unsur dalam senyawa:

sebagai berikut. Rumus persentase unsur dalam senyawa: % A % B dalam senyawa A x B

%

A

% B

dalam senyawa A

x B

y

dalam senyawa A

x B

y

x

.

Ar A

= x

Mr

y

.

A

Ar B

x B

y

= x

Mr

A

x B

y

100%

100%

Contoh:

Berapakah persentase massa unsur Ca, C dan O dalam senyawa CaCO 3 ? (Ar C = 12, O = 16 dan Ca = 40)

Jawab:

senyawa CaCO 3 ? (Ar C = 12, O = 16 dan Ca = 40) Jawab:

%

C

a dalam

C

aCO

3

1 Ar Ca

Mr C aCO

1 . 40

x

1

3

=

100

= 40%

00%

=

x

1

00%

12, O = 16 dan Ca = 40) Jawab: % C a dalam C aCO 3
12, O = 16 dan Ca = 40) Jawab: % C a dalam C aCO 3
12, O = 16 dan Ca = 40) Jawab: % C a dalam C aCO 3

86

KIMIA X SMA

%

%

C

O

dalam

dalam

C

C

aCO

aCO

3

3

1 . 12 = 100 = 12% 3 . 16 = 100 48 = x
1 . 12
=
100
= 12%
3 . 16
=
100
48
=
x

100

x

x

1

1

00%

00%

1 00% = 48%

Rumus massa unsur dalam senyawa:

x x 1 1 00% 00% 1 00% = 48% Rumus massa unsur dalam senyawa: Massa

Massa A

Massa

B

x

.

Ar

A

dalam A

dalam A

x B

x B

= massa A

y

Mr

A

x

. Ar

B

B

y

= y

y Mr

A

x

B

y

x

x

massa A

x B

y

x B

y

Ar B B y = y y Mr A x B y x x massa A

Contoh:

a. Berapa gramkah massa unsur nitrogen yang terdapat dalam 120 gram urea, CO(NH 2 ) 2 ? (Ar H = 1, C = 12, N = 14 dan O = 16)

Jawab:

2 ) 2 ? (Ar H = 1, C = 12, N = 14 dan O

M assa N dalam CO(NH

2

)

2

2 Ar N

Mr CO(NH 2 . 14

x

2

2

) 2

=

= 54 gram

60

=

x massa CO(NH

1 0 gram

2

)

2

b. Dalam senyawa Al 2 O 3 mengandung 540 gram aluminium. Berapa gramkah massa Al 2 O 3 tersebut? (Ar O = 16 dan Al = 27)

massa Al 2 O 3 tersebut? (Ar O = 16 dan Al = 27) Jawab: M

Jawab:

Al 2 O 3 tersebut? (Ar O = 16 dan Al = 27) Jawab: M assa

M

assa Al

2

O

3

Mr

=

Al

2

O

3

2 Ar Al

102

4

=

= 1020 gram

x 5

54

x massa

0 gram

A

l

3 2 Ar Al 102 4 = = 1020 gram x 5 54 x massa 0

Latihan

12

1. Hitunglah persentase unsur kalium, nitrogen dan oksigen dalam senyawa KNO 3 ! (Ar K = 39, O = 16 dan N = 14)

2. Berapa gramkah massa unsur nitrogen dalam 1 kuintal pupuk ZA, (NH 4 ) 2 SO 4 ? (Ar H = 1, N =14, O = 16 dan S = 32)

87 KIMIA X SMA 3. Bijih bauksit mengandung 60% massa Al 2 O 3 .
87
KIMIA X SMA
3. Bijih bauksit mengandung 60% massa Al 2 O 3 . Berapa gramkah massa
aluminium yang terkandung dalam 100 gram bijih bauksit tersebut? (Ar O
= 16 dan Al = 27)
b.
Rumus Empiris dan Rumus Molekul
Konsep mol dapat digunakan untuk menentukan rumus kimia
suatu senyawa, baik rumus empiris (RE) maupun rumus molekul (RM).
Bagaimanakah hubungan rumus empiris dan rumus molekul suatu zat?
Di dalam memahami hubungan RE dan RM, perhatikan contoh RE
dan RM pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.4 Hubungan Antara RE dan RM
Nama Senyawa
Rumus Empiris
Rumus Molekul
asam klorida
HCl
HCl
amoniak
NH 3
NH 3
hidrogen peroksida
HO
H
2 O 2
asam oksalat
HCO 2
H
2 C 2 O 4
etana
CH 3
C
2 H 6
glukosa
CH 2 O
C
6 H 12 O 6
Berdasarkan tabel tersebut dapat disimpulkan, bahwa rumus
molekul merupakan kelipatan bilangan bulat n (n =1,2,3 dan
seterusnya) dari rumus empiris. Hubungan ini secara matematis dapat
dirumuskan sebagai berikut.
RM = (RE) n
Rumus molekul mempunyai Mr yang merupakan penjumlahan Ar
atom penyusun suatu molekul, maka rumus di atas dapat di tuliskan
menjadi
Mr = (ΣAr RE) n
Langkah-langkah menentukan rumus empiris.
• Menghitung perbandingan % atau gram unsur-unsur
penyusun
senyawa.
• Menghitung perbandingan mol unsur-unsur tersebut dengan cara,
% atau gram dibagi Ar masing-masing unsur.

88

KIMIA X SMA

• Menuliskan perbandingan mol unsur-unsur penyusun dengan angka bulat dan sederhana.

• Menuliskan rumus empiris.

Jika diketahui Mr senyawa, rumus molekul dapat ditentukan dengan rumus Mr = (ΣAr RE) n .

Contoh:

1. Suatu senyawa hidrokarbon terdiri atas 80 % massa karbon dan 20% massa hidrogen. Tentukanlah rumus empiris hidrokarbon tersebut! (Ar H = 1 dan C = 12). Jawab:

Perbandingan % atau perbandingan massa massa C : massa H = 80 : 20 Perbandingan mol

massa massa C : massa H = 80 : 20 Perbandingan mol Mol C : Mol

Mol C : Mol H

= 80

20

:

=

=

12 1

6,67

:

20

1

:

3

Jadi, umus empiris senyawa hidrokarbon tersebut adalah CH 3 .

2. Sebanyak 14,2 gram suatu senyawa ternyata mengandung 4,6 gram natrium, 3,2 gram belerang dan sisanya oksigen. Tentukanlah rumus empiris senyawa tersebut! (Ar S = 32, Na = 23 dan O = 16) Jawab:

senyawa tersebut! (Ar S = 32, Na = 23 dan O = 16) Jawab: Massa Na

Massa Na = 4,6 gram S = 3,2 gram O = 14,2 – (4,6 + 3,2) = 6,4 gram Perbandingan massa massa Na : massa S : massa O = 4,6 : 3,2 : 6,4 Perbandingan mol

Na : massa S : massa O = 4,6 : 3,2 : 6,4 Perbandingan mol Mol

Mol Na

:

Mol S

:

Mol O

= 46,,,32

64

:

:

 

23

32

16

= 0, 2

:

0,1

:

0, 4

=

2

:

1

:

4

0, 2 : 0,1 : 0, 4 = 2 : 1 : 4 Jadi, rumus empiris

Jadi, rumus empiris senyawa tersebut adalah Na 2 SO 4 .

KIMIA X SMA

3. Suatu oksida N x O y mengandung 30,43 % nitrogen dan 69,56 % oksigen. Jika oksida tersebut mempunyai Mr = 92, tentukan rumus molekulnya! (Ar N = 14 dan O = 16). Jawab:

N = 30,43%;

Perbandingan mol

O = 69,56%

dan O = 16). Jawab: N = 30,43%; Perbandingan mol O = 69,56% Mol N :

Mol N : Mol O

=

30, 43

69, 56

:

14 16

= 2,17

=

1

:

:

4, 34

2

Rumus empiris oksida adalah NO 2

Mr = (ΣAr RE) n

92

= (14 + 2.16) n

92

= (46) n

n = 2 Rumus molekul oksida adalah (NO 2 ) 2 = N 2 O 4

89

Latihan

13

1. Suatu oksida besi, Fe x O y mengandung 70% besi (Ar Fe = 56, O = 16). Tentukan rumus oksida tersebut!

2. Sebanyak 50 gram suatu oksida logam MO mengandung 30 gram logam M. Jika Ar O = 16, berapa Ar logam M?

3. Suatu senyawa hidrokarbon mengandung 80% karbon (Ar C = 12, H = 1) dan sisanya hidrogen. Jika 3,01 x 10 22 molekul senyawa tersebut massanya 1,5 gram, tentukan rumus molekul hidrokarbon tersebut!

4. Sebanyak 22 gram senyawa organik terdiri atas C, H, dan O dibakar sempurna, menghasilkan 44 gram CO 2 dan 18 gram H 2 O ( Ar H = 1, C = 12 dan O = 16). Jika Mr senyawa = 88, tentukan rumus molekulnya!

5. Vitamin C terdiri atas unsur C, H, dan O mempunyai Mr = 176. Pembakaran 88 gram vitamin C tersebut menghasilkan 132 gram CO 2 dan 36 gram H 2 O (Ar H = 1, C =12 dan O = 16). Tentukan rumus molekul vitamin C tersebut!

132 gram CO 2 dan 36 gram H 2 O (Ar H = 1, C =12
132 gram CO 2 dan 36 gram H 2 O (Ar H = 1, C =12
132 gram CO 2 dan 36 gram H 2 O (Ar H = 1, C =12

90

KIMIA X SMA

4. Air Kristal

Kristal merupakan zat padat yang memiliki bentuk teratur. Beberapa senyawa yang berwujud kristal padat mempunyai kemampuan untuk menyerap uap air dari udara, sehingga kristal senyawa itu mengandung air kristal. Senyawa yang mengandung air kristal dikenal sebagai senyawa hidrat. Molekul- molekul air tersebut terkurung rapat dalam susunan kristal senyawa, sehingga senyawa hidrat tetap kering. Air kristal akan terlepas bila dipanaskan/dilarutkan, sehingga dalam proses reaksinya air kristal tidak terjadi reaksi kimia. Contoh:

CaSO 4 . 2H 2 O, menunjukkan tiap satuan kristal CaSO 4 terkandung 2 molekul air. CuSO 4 . 5H 2 O, menunjukkan tiap satuan kristal CuSO 4 terkandung 5 molekul air.

Contoh di atas terlihat bahwa setiap 1 mol CaSO 4 terkandung 2 mol air dan setiap 1 mol CuSO 4 terkandung 5 mol air. Penentuan jumlah air kristal didasarkan pada perbandingan mol zat murni dengan mol air dalam kristal tersebut. Contoh soal:

1. Kristal BaCl 2 .XH 2 O mengandung 15,4% massa air kristal. Tentukan rumus kristal tersebut. (Ar H =1, O = 16, Cl = 35,5 dan Ba = 137) Jawab:

% BaCl 2 = 100 % – 15,4 % = 84,6 %

Ba = 137) Jawab: % BaCl 2 = 100 % – 15,4 % = 84,6 %

Perbandingan Mol B

aCl

2

: Mol H

2

O

%

BaCl

2

% H

2

O

 

:

Mr BaCl

2

Mr H

2

O

84 , 6

15 , 4

 
 

:

208

18

,

:

0,8

, : 0,8

=

=

= 0 4

Perbandingan mol BaCl 2 : Mol H 2 O = 1: 2

Jadi rumus kristal tersebut adalah BaCl 2 . 2H 2 O

2. Jika 38 gram MgSO 4 .XH 2 O dipanaskan, ternyata diperoleh 20 gram MgSO 4 . (Ar H = 1, O = 16, Mg = 24 dan S = 32). Tentukan harga X!

. (Ar H = 1, O = 16, Mg = 24 dan S = 32). Tentukan

Jawab:

Massa MgSO 4 .XH 2 O

Massa MgSO Massa H 2 O

= 38 gram

= 20 gram = 38 gram – 20 gram = 18 gram

Perbandingan Mol MgSO

: Mol H O = 1 : X 4 2 20 18 = : 120
: Mol H
O
= 1
:
X
4
2
20 18
=
:
120 18
=
:
1
1 6
= 1
:
6

KIMIA X SMA

Jadi, harga X adalah 6, dan rumus kristal adalah MgSO 4 .6H 2 O.

Latihan

14

91

1. Sebanyak 43 gram gips (CaSO 4 .XH 2 O) dipanaskan sehingga diperoleh 34 gram CaSO 4 murni. Tentukan rumus kristal gips tersebut! (Ar H = 1,O = 16, S = 32 dan Ca = 40).

2. Kristal terusi (CuSO 4 . XH 2 O) sebanyak 62,37 gram dipanaskan sehingga diperoleh kristal anhidrat yang massanya 39,87 gram. Tentukan harga X! (Ar H = 1,O = 16, S = 32 dan Cu = 63,5)

6. Kemurnian (Kadar Zat Dalam Senyawa)

Sering kita jumpai barang-barang perdagangan yang mencantumkan kemurniannya (kadar), terutama paling banyak bahan-bahan kimia yang memerlukan ketelitian untuk keperluan analisa kuantitatif. Cara menentukan kemurnian dapat digunakan rumus sebagai berikut.

( k a d a r ) = % zat dari hasil eksperimen % zat

(kadar) = % zat dari hasil eksperimen % zat secara teoretis (kadar) = massa zat hasil eksperimen massa sampel

% zat dari hasil eksperimen % zat secara teoretis ( k a d a r )

Kemurnian

Kemurnian x 100%

x

100%

Kemurnian

Kemurnian x 100%

x

100%

Contoh:

1) Dalam pupuk perdagangan tertulis "Pupuk Urea CO(NH 2 ) 2 dengan kandungan nitrogen 20%. Tentukan berapa persenkah kemurnian pupuk urea tersebut? (diketahui Ar H = 1, C = 12, N = 14, O = 16) Jawab:

Mr CO(NH 2 ) 2 = 12 + 16 + 2 . 14 + 4 . 1

= 60

urea tersebut? (diketahui Ar H = 1, C = 12, N = 14, O = 16)
urea tersebut? (diketahui Ar H = 1, C = 12, N = 14, O = 16)
urea tersebut? (diketahui Ar H = 1, C = 12, N = 14, O = 16)

92

KIMIA X SMA

- Persentase N dalam CO(NH 2 ) 2 murni:

KIMIA X SMA - Persentase N dalam CO(NH 2 ) 2 murni: Jumlah atom N x

Jumlah atom N x Ar N

=

Mr CO(NH 1 x 14

=

= 23, 33%

x 100%

60

2 ) 2

x 100%

- Persentase N dalam sampel = 20%

- Jadi, kemurnian CO(NH 2 ) 2 dalam sampel adalah:

=

20

23,

33 x 100%

= 85,72%

) 2 dalam sampel adalah: = 20 23, 33 x 100% = 85,72% 2) Dalam menentukan

2) Dalam menentukan kadar belerang (S) dalam suatu batuan, ditimbang sebanyak 10 gram batuan tersebut kemudian dibakar. Massa zat sete- lah pembakaran ditimbang ternyata tinggal 6,8 gram. Dari data terse- but tentukan kadar belerang (S) dalam batuan tersebut! Jawab:

- Massa batuan (sampel) = 10 gr

- Massa batuan etelah dibakar = 6,8 gr Massa zat yang hilang adalah massa belerang karena pada pembakaran belerang diubah menjadi gas belerang dioksida (SO 2 )

S (s) + O 2(g) SO 2(g)

- Jadi, massa belerang (S) dalam batuan (sampel) = (10 - 6,8) = 3,2 gr

- Maka kadar belerang (S):

(sampel) = (10 - 6,8) = 3,2 gr - Maka kadar belerang (S): = Massa hasil

= Massa hasil eksperiman

x 100%

Massa sampel Massa S

= Massa batuan sebelum dibakar x 100%

3, 2

= x 100%

10

= 32%

sebelum dibakar x 1 0 0 % 3, 2 = x 100% 10 = 32% Latihan

Latihan

15

1. Dalam 60 gram terdapat 32 gram oksigen, tentukan berapa % kemurnian Al 2 (SO 4 ) 3 tersebut (Ar Al = 27, S = 32, O = 16)!

2. Berapa gram asam fosfat yang dapat dibuat dari 248 gram fosfor?

KIMIA X SMA

6. Hitungan Kimia Dalam Persamaan Reaksi

Reaksi kimia berlaku hukum kekekalan massa, yang ditunjukkan oleh persamaan reaksi setara. Contoh:

C 3 H 8(g) + 5O 2(g) 3CO 2(g) + 4H 2 O (g)

Menurut persamaan reaksi setara ini kita bisa melihat adanya hubungan kuantitatif antara zat satu dengan zat yang lain melalui koefisien masing-masing zat. Menurut hukum Gay Lussac, perbandingan volume menunjukkan perbandingan koefisien. Menurut hukum Avogadro, perbandingan volum menunjukkan perbandingan jumlah partikel. Sedangkan menurut konsep mol perbandingan jumlah partikel sama dengan perbandingan mol. Bisa kita tarik suatu kesimpulan, bahwa:

93

Perbandingan koefisien = perbandingan volum = perbandingan jumlah partikel = perbandingan mol

Tetapi ingat, ini hanya berlaku bila zatnya berwujud gas. Mengapa demikian? Bagaimanakah untuk zat yang tidak berwujud gas apakah ketentuan itu tidak berlaku? Ya tetap berlaku sama, kecuali untuk perbandingan volume. Sehingga ketentuan itu menjadi:

Perbandingan koefisien = perbandingan mol = perbandingan jumlah partikel

Menurut persaman reaksi setara ini jika mol salah satu zat diketahui (misal B) maka mol-mol zat yang lain dapat dicari dengan membanding- kan koefisien.

mol A

mol A

=

k oefisien A

atau

mol B

k oefisien B

k oefisien A

k oefisien B

mol A=

x

mol

B

Contoh:

1. Sebanyak 3 gram gas etana, C 2 H 6 (Mr = 30) dibakar sempurna meng- hasilkan gas karbon dioksida dan uap air, menurut persamaan reaksi:

2C 2 H 6(g) + 7O 2(g) 4CO 2(g) + 6H 2 O (g)

a. Berapakah mol O 2 yang diperlukan untuk membakar etana?

b. Berapakah gram CO 2 yang dihasilkan? (Ar C =12, O = 16)

c. Jika diukur pada suhu 0 o C, 1 atm, berapkah liter volum gas CO 2 yang dihasilkan?

(Ar C =12, O = 16) c. Jika diukur pada suhu 0 o C, 1 atm,
(Ar C =12, O = 16) c. Jika diukur pada suhu 0 o C, 1 atm,
(Ar C =12, O = 16) c. Jika diukur pada suhu 0 o C, 1 atm,

94

KIMIA X SMA

Jawab:

 

2C 2 H 6(g)

 

+

7O

2(g)

⎯⎯⎯→

4CO 2(g)

+ 3H 2 O

(Diketahui) (dicari)   (dicari)

(Diketahui)

(Diketahui) (dicari)   (dicari)

(dicari)

 

(dicari)

(dicari)
 

mol =

gram

mol =

7

2

 

x 0,1

 

mol =

4

2

 

x 0,1

 
Mr 3
Mr
3
   

=

0 35

,

= 0 35 ,

= 0 2

,

    = 0 35 , = 0 2 ,
 

=

   
 

30

 

= 0,1

= 0,1
a.
a.

jadi O 2 yang diper-

b.
b.

gram = mol x Mr CO 2

 

lukan 0,35 mol

 

= 0,2 x 44

 

= 8,8 gram

c.
c.

liter = mol x 22,4

 

= 0,2 x 22,4

= 4,48

2. Pemanasan kalium klorat, KClO 3 terurai menurut reaksi:

KClO 3(S) ⎯⎯⎯→ KCl (s) + O 2(g) (reaksi belum setara)

Jika volum O 2 yang dihasilkan 6 liter, diukur pada kondisi di mana 6 gram gas NO (Mr = 30) volumnya 4 liter. Berapa gram KClO 3 yang ter- urai? (Ar K = 39, Cl = 35,5 dan O = 16) Jawab:

yang ter- urai? (Ar K = 39, Cl = 35,5 dan O = 16) Jawab: Persamaan
Persamaan reaksi setara: 2KClO 3(S) ⎯⎯⎯→ 2KCl (s) + 3O 2(g) 6 Mol NO =
Persamaan reaksi setara: 2KClO 3(S) ⎯⎯⎯→ 2KCl (s) + 3O 2(g)
6
Mol NO =
30
= 0, 2 mol
mol O
v olum O
2
2
=
mol NO
v olum NO
6
mol O=
liter liter x 0, 2 mol
2
4
= 0, 3 mol
2
=
x
0
, 3 mol
0, 3 mol
3
=
0 2
,
mol

Massa KClO 3 = mol x Mr

= 0,2 x 122,5

= 24,5 gram

95 KIMIA X SMA Latihan 16 1. Sejumlah 12,8 gram belerang dibakar menghasilkan gas belerang
95
KIMIA X SMA
Latihan
16
1. Sejumlah 12,8 gram belerang dibakar menghasilkan gas belerang dioksida,
menurut reaksi:
S (s) + O 2(g) ⎯⎯⎯→ SO 2(g) (reaksi belum setara)
Hitunglah!
a. Massa gas oksigen yang diperlukan untuk pembakaran.
b. Volum gas SO 2 jika diukur pada suhu 0 o C, 1 atm. (Ar O = 16, S = 32)
2. Pada peruraian perak oksida, Ag 2 O dihasilkan logam perak dan gas
oksigen. Jika volum gas oksigen diukur pada keadaan standar sebanyak
672 ml, hitunglah!
a. Massa perak oksida yang terurai.
b. Massa perak yang terjadi. (Ar Ag = 108, O = 16)
3. Pembakaran sempurna 13,8 gram etanol, C 2 H 5 OH dihasilkan gas CO 2 dan
uap air.
a. Berapakah gramkah gas oksigen yang diperlukan untuk membakar?
b. Berapakah gramkah uap air yang terbentuk?
c. Berapakah volum gas karbon dioksida, bila diukur pada suhu dan
tekanan di mana 7 gram gas nitrogen (Mr N 2 = 28) volumnya 0,5 liter?
(Ar H = 1, C = 12, O = 16)
7.
Pereaksi Pembatas
Dalam suatu persamaan reaksi, koefisien reaksi menyatakan perban-
dingan mol zat-zat yang terlibat reaksi. Apabila mol yang tersedia tidak
sesuai dengan perbandingan koefisien reaksinya, maka salah satu zat akan
habis bereaksi dan zat yang lain tidak habis bereaksi. Zat yang habis
bereaksi disebut sebagai pereaksi pembatas, sedangkan yang tidak habis
bereaksi disebut pereaksi sisa atau berlebih.
Perhatikan contoh reaksi berikut ini.
2 mol gas etena, C 2 H 4 direaksikan dengan 3 mol gas oksigen, menghasilkan
gas karbon dioksida dan uap air, menurut persamaan reaksi:
C 2 H 4(g) + 3O 2(g) ⎯⎯⎯→ 2CO 2(g) + 2H 2 O (g)
Apakah gas C 2 H 4 dan O 2 dapat bereaksi semua?

96

KIMIA X SMA

Perhatikan penyelesaian berikut:

Perbandingan koefisien C 2 H 4 : O 2 adalah 1: 3

•) Jika C 2 H 4 habis bereaksi (2 mol), maka diperlukan O 2 = 3 1 x 2 mol = 6 mol O 2 . Karena O 2 yang tersedia hanya 3 mol maka mol O 2 tidak memadai (tidak mungkin).

•) Jika O 2 habis bereaksi (3 mol), maka diperlukan C 2 H 4 = 1 3 x 3 mol = 1 mol, sehingga C 2 H 4 masih tersisa 1 mol. Jadi O 2 habis bereaksi (pereaksi pembatas), sedangkan C 2 H 4 sebagai pereaksi sisa.

Contoh soal:

12 gram logam magnesium, Mg (Ar = 24) direaksikan dengan 2 mol asam klorida, HCl menurut reaksi:

Mg (s) + 2HCl (aq) MgCl 2(aq) + H 2(g)

a. Tentukan pereaksi pembatas.

b. Berapa gram zat yang tersisa?

c. Berapa gram MgCl 2 yang terbentuk? (Ar H = 1, Mg = 24, Cl = 35,5)

d. Berapa volum gas hidrogen diukur pada keadaan standar?

Jawab:

volum gas hidrogen diukur pada keadaan standar? Jawab: Jumlah mol = = gram Ar 12 =

Jumlah mol =

=

gram Ar 12 = 0,5 mol 24
gram
Ar
12
= 0,5 mol
24

Mg (s) + 2HCl (aq)

MgCl 2(aq)

+

H 2(g)

•)

mula-mula

= 0,5 mol

2 mol

-

-

•)

reaksi

= 0,5 mol

1 mol

0,5 mol

0,5 mol

•)

akhir reaksi

= 0

1 mol

0,5 mol

0,5 mol

Catatan:

•) Pada bagian "reaksi" berlaku "Perbandingan koefisien = perbandingan mol" •) Pada bagian akhir reaksi, berlaku:

mol" •) Pada bagian akhir reaksi, berlaku: - sebelah kiri anak panah = mula-mula – bereaksi

- sebelah kiri anak panah = mula-mula – bereaksi

- sebelah kanan anak panah = mula-mula + hasil reaksi

Menurut skema di atas kita dapat melihat dengan jelas, berapakah banyak masing-masing zat pada keadaan mula-mula (sebelum reaksi)? Berapakah banyak yang bereaksi (kiri anak panah), zat hasil reaksi (sebelah kanan anak panah), dan bagaimanakah komposisi zat setelah reaksinya selesai (akhir reaksi)?

97 KIMIA X SMA Berdasarkan skema tersebut, kita gunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan. a. Pereaksi
97
KIMIA X SMA
Berdasarkan
skema
tersebut,
kita
gunakan
untuk
menjawab
pertanyaan-pertanyaan.
a. Pereaksi pembatas (yang habis bereaksi) adalah Mg.
b. Zat yang tersisa HCl sebanyak = 1 x 36,5 = 36,5 gam.
c. Massa MgCl 2 yang terbentuk = 0,5 x 59,5 = 29,75 gram
d. Volum H 2 (STP) = 0,5 mol x 22,4 liter/mol
= 11,2 liter.
Latihan
17
1. Sebanyak 30 gram besi direaksikan dengan 16 gram belerang menurut
reaksi:
Fe (s) + S (s) ⎯⎯⎯→ FeS (s) (Ar Fe = 56,S = 32)
a. Zat manakah yang sebagai pereaksi pembatas?
b. Berapa gram FeS yang terbentuk?
c. Berapa gram zat yang tersisa?
2. Pada pemanasan 25 gram cuplikan batu pualam, CaCO 3 (Mr = 100),
menurut reaksi:
CaCO 3(s) ⎯⎯⎯→ CaO (s) + CO 2(g)
Gas CO 2 yang terbentuk dialirkan ke dalam Mg(OH) 2 terjadi reaksi:
CO 2(g) + Mg(OH) 2(aq) ⎯⎯⎯→ MgCO 3(s) + H 2 O (l)
Apabila Mg CO 3 yang terbentuk 0,072 gram, berapa persen kadar CaCO 3
dalam cuplikan batu pualam tersebut?
3. Sebanyak 1,2 gram cuplikan yang mengandung belerang, dibakar
sempurna menghasilkan gas SO 2 . Jika volum gas SO 2 diukur pada 0 o C, 1 atm
sebanyak 672 ml, berapa % kadar belerang dalam cuplikan? (Ar S = 32)
4. Pemanasan 61,25 gram KClO 3 terurai sempurna menurut reaksi:
KClO 3(s) ⎯⎯⎯→ KCl (s) + O 2(g) (belum setara)
Hitunglah:
a. massa KCl yang dihasilkan
b. volum O 2 pada suhu 0 o C, 1atm
c. volum O 2 diukur pada suhu 27 o C, tekanan 1 atm. (R = 0,082)
(Ar O = 16, Cl = 35,5, K = 39)

98

98 KIMIA X SMA 5. Sebanyak 25,4 gram tembaga direaksikan dengan 15 gram belerang menghasilkan tembaga

KIMIA X SMA

5. Sebanyak 25,4 gram tembaga direaksikan dengan 15 gram belerang menghasilkan tembaga sulfida, CuS. (Ar S = 32, Cu = 63,5) Tentukan:

a. pereaksi pembatasnya

b. berapa gram zat yang tersisa

c. berapa gram CuS yang terbentuk

stoikiometri hukum kekekalan massa iiii cccc uuuunnnn KKKKaattttaaaa KKKK Antoine Laurent Lavoiser hukum
stoikiometri
hukum kekekalan massa
iiii
cccc
uuuunnnn
KKKKaattttaaaa
KKKK
Antoine Laurent Lavoiser
hukum
perbandingan
tetap
Joseph Louis Proust
hukum
kelipatan
per-
bandingan
John Dalton
hukum
perbandingan
volume
Gay – Lussac
hipotesa Avogadro
Amedeo Avogadro
Stanisalad Cannizaro
konsep mo
massa atom relatif (Ar)
massa molekul relatif (Mr)
mol
Loschmidt
massa molar
volum molar
STP
volum molar standar

RANGKUMAN

• Hukum-hukum dasar kimia 1) Hukum kekekalan massa: jumlah massa zat sebelum reaksi dan sesudah reaksi sama 2) Hukum perbandingan tetap: per- bandingan massa unsur-unsur penyusun senyawa selalu tetap 3) Hukum kelipatan perbandingan (Hukum Dalton): bila dua unsur membentuk dua senyawa atau lebih, perbandingan massa dari unsur pertama dengan unsur kedua merupakan bilangan bulat dan sederhana

4) Hukum perbandingan volume (Hukum Gay - Lussac): volume gas- gas yang bereaksi dan volum gas-gas hasil reaksi jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama akan berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana

Hukum Avogadro: pada suhu dan

tekanan yang sama gas-gas yang volumnya sama akan mempunyai jumlah partikel yang sama

• Stoikiometri: menggambarkan hubungan kuantitatif antar atom unsur-unsur zat dan hubungan kuantitatif antar zat-zat pereaksi dan hasil reaksi dalam suatu reaksi kimia.

5)

99 KIMIA X SMA Boyle Gay Lussac persamaan ideal analisa kualitatif analisa kuantitatif rumus empiris
99
KIMIA X SMA
Boyle Gay Lussac
persamaan
ideal
analisa kualitatif
analisa kuantitatif
rumus empiris
rumus moleku
umum
gas
• Massa atom relatif (Ar) : Perbandingan
massa rata-rata 1 atom suatu unsur
terhadap 1 ⁄ 12 kali massa 1 atom C–12
• Massa molekul relatif (Mr): penjumlahan
dari massa atom relatif (Ar) atom-atom
penyusun molekul suatu unsur/senyawa
• Satu mol zat (n) menyatakan banyaknya
air kristal, 92
pereaksi pembatas
koefisien reaksi
pereaksi sisa
partikel yang terkandung dalam suatu zat
yang jumlahnya sama dengan banyaknya
atom yang terdapat dalam 12 gram C–12
• Massa molar (Mm) adalah massa dari
satu mol zat yang sama dengan Ar atau
Mr zat tersebut yang dinyatakan dalam
gram
• Volume molar gas adalah volum dari 1
mol gas pada suhu (T) dan tekanan (P)
tertentu.
Kondisi STP (0 o C, 1 atm) setiap 1 mol gas
volumnya 22,4 liter.
• Hubungan antara mol, massa molar dan
volume molar
:
gram
massa molar
MOL
x
L
jumlah partikel
:
x
:
x 22,4
liter
(STP)
• Persentase unsur x dalam senyawa
Σ
unsur x . Ar x
% x =
. 100%
Mr senyawa
• Hubungan antara rumus molekul dan
rumus empiris
Rumus molekul = (rumus empiris) n
Mr rumus molekul
empiris)
=
n
.
(Mr rumus

100

KIMIA X SMA

100 KIMIA X SMA - Senyawa hidrat adalah senyawa yang mengadung air kristal - Pereaksi pembatas:

- Senyawa hidrat adalah senyawa yang mengadung air kristal

- Pereaksi pembatas: pereaksi yang habis lebih dahulu (pereaksi yang tidak habis disebut pereaksi sisa)

PP
PP

ELATIHAN SOAL

I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!

SOAL I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar! 1. Sebanyak 9 gram magnesium tepat habis

1. Sebanyak 9 gram magnesium tepat habis bereaksi dengan serbuk belerang menghasilkan magnesium sulfida yang massanya 21 gram maka massa belerang yang telah bereaksi sebanyak

a. 17 gram

b. 12 gram

c. 9 gram

d. 7 gram

e. 4 gram

2. Pada senyawa SO 3 perbandingan massa S: O = 2: 3. Jika 8 gram belerang dibakar dengan 16 gram oksigen maka massa gas SO 3 yang dihasilkan sebanyak

a. 24 gam

b. 22 gram

c. 20 gram

d. 18 gram

e. 16 gram

3. Data dari hasil percobaan pem- bentukan FeS dari reaksi antara Fe dan S adalah sebagai berikut.

Massa

Massa

Massa

Massa sisa

Fe (gr)

S (gr)

FeS (gr)

Fe

S

7

6

11

-

2

15

8

20

1

-

21

14

33

-

2

Dari data tersebut, perbanding- an massa Fe: S pada senyawa FeS adalah

a. 7: 6

d.

7: 3

b. 6: 7

e.

4: 2

c. 7: 4

4. Sebanyak 100 cm 3 gas NO tepat bereaksi dengan 25 cm 3 gas oksigen menghasilkan 50 cm 3 suatu oksida nitrogen, N x O y . Rumus oksida nitrogen tersebut adalah

a.

b.

c. N 2 O 3

N 2 O NO 2

d.

e.

N 2 O N 2 O

4

5

  5. 6. 7. 8
 

5.

6.

7.

8

  5. 6. 7. 8

Perbandingan massa rata-rata 1 atom suatu unsur dengan 1 12 massa 1 atom C-12 disebut

a. satuan massa atom (sma)

b. massa 1 atom

c. massa atom relatif

d. massa 1 molekul

e. massa molekul relatif.

Jika massa 1 atom C-12 adalah 2,04 x 10 -26 kg dan massa rata- rata 1 atom B adalah 6,8 X 10 -27 kg maka Ar unsur B adalah

2 , 04 x 10 -26 x 12

2 , 04

x 10

-26

x 12

a.

6

,

8 x 10

-27

 
x 10 -26 x 12 a. 6 , 8 x 10 -27     6 ,
 

6

, 8 x 10

-27

x 12

 

b.

2 , 04 x 10

-26

6 , 8 x 10 -27 x 12   b. 2 , 04 x 10 -26
 

6 , 8 x 10

-27

 

c.

2

,

04 x 10

-26

x 12

8 x 10 -27   c. 2 , 04 x 10 -26 x 12 d. 6

d.

6 , 8 x 10

-27

 

2

,

04 x 10

-26