Anda di halaman 1dari 5

15 September

2016

Name : M. Andi Ali


Ridho
NIM :
160341801398

Metode Penelitian Kualitatif (Jurnal 4)


Oleh: Dr. Endang Suarsini, MS
Tema Perkuliahan:
Mempelajari teknik studi kasus pada penelitian kualitatif.
Konsep Penting yang telah Dipahami:
Cohen, Manion, dan Morrison (2007:253) mengemukakan bahwa studi
kasus dapat diartikan sebagai suatu teknik mempelajari seseorang individu atau
kelompok secara mendalam untuk membantunya memperoleh penyesuaian diri
yang baik. Menurut Moxfild (1930) studi kasus (Case Study) adalah bentuk
penelitian yang mendalam tentang suatu aspek lingkungan sosial termasuk
manusia di dalamnya. Studi kasus dapat mengenai perkembangan suatu hal, dapat
pula mengungkap sebab akibat, atau juga penelitian yang ingin memberi
gambaran tentang keadaan yang ada.
Menurut Cresswel (2010), studi kasus merupakan strategi penelitian yang
menyelidiki secara cermat suatu program, peristiwa, aktivitas, proses, atau
sekelompok individu. Kasus-kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas, dan peneliti
mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan berbagai prosedur
pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan. Cresswell juga
mengemukakan beberapa karakteristik studi kasus, antara lain:

mengidentifikasi kasus untuk suatu studi


kasus tersebut merupakan sebuah sistem yang terikat oleh waktu dan tempat
studi kasus menggunakan berbagai sumber informasi dalam pengumpulan
datanya untuk memberikan gambaran secara terinci dan mendalam tentang

respons dari suatu peristiwa; dan


menggunakan pendekatan studi kasus, peneliti akan menghabiskan waktu
dalam menggambarkan konteks atau setting untuk suatu kasus.
Masing-masing

metode

penelitian

tentu

memiliki

kelebihan

dan

kekurangan, demikian pula dengan metode studi kasus. Menurut Sevilla (1993),
keuntungan metode kasus adalah pertama, peneliti dapat menemukan dengan
menggali

lebih

dalam

seluruh

kepribadian

seseorang

yakni

dengan

memperhatikan keadaannya sekarang, pengalaman masa lampau, latar belakang


dan lingkungannya, sehingga peneliti dapat mengetahui mengapa orang tersebut
bertingkah laku atau bersikap demikian rupa. Keuntungan kedua adalah
kesempatan untuk memperoleh wawasan mengenai konsep dasar tingkah laku
manusia. Melalui penyelidikan intensif, peneliti dapat menemukan hubunganhubungan yang tidak diharapkan sebelumnya. Metode studi kasus juga memiliki
kekurangan, yaitu hasil peelitian sulit untuk digeneralisasi dengan keadaan yang
berlaku umum karena hasil penemuan diperoleh dari satu keadaan tertentu saja.
Menurut Creswell dalam studi kasus kualitatif, seseorang dapatmenyusun
pertanyaan maupun sub pertanyaan melalui isu dalam tema yangdieksplorasi, juga
sub pertanyaan tersebut dapat mencakup langkah-langkahdalam prosedur
pengumpulan data, analisis dan konstruksi format naratif. Subpertanyaan yang
dapat memandu peneliti dalam melakukan penelitian studikasus sebagai berikut :

Apa yang terjadi?


Siapa yang terlibat dalam respons terhadap suatu peristiwa tersebut?
Tema respons apa yang muncul selama 8 bulan mengikuti peristiwa ini?
Konstruksi teori apa yang dapat membantu kita memahami respons di kampus?
Konstruksi apa yang unik dalam kasus ini?

Sedangkan pertanyaan-pertanyaan prosedural adalah sebagai berikut:

Bagaimana suatu kasus dan peristiwa tersebut digambarkan? (deskripsi kasus)


Tema apa yang muncul dari pengumpulan informasi tentang kasus? (analisis

materi kasus)
Bagaimana peneliti menginterpretasikan tema-tema dalam teori sosial
danpsikologi yang lebih luas? (pelajaran yang dipelajari dari kasus berdasarkan
literatur)
Yin (1989). mengungkapkan bahwa terdapat enam bentuk pengumpulan

data dalam studi kasus yaitu:


1) Dokumentasi yang terdiri dari surat, memorandum, agenda, laporan-laporan
suatu peristiwa, proposal, hasil penelitian, hasil evaluasi, kliping, artikel;
2) Rekaman arsip yang terdiri dari rekaman layanan, peta, data survei,
daftar nama, rekaman-rekaman pribadi seperti buku harian, kalender dsb;
3) Wawancara biasanya bertipe open-ended;
4) Observasi langsung;
5) Observasi partisipan dan

Perangkat

fisik

atau

kultural

yaitu

peralatan

teknologi,

alat

atau instrumen, pekerjaan seni dll.


Tipe analisis dari data dapat berupa analisis holistik, yaitu analisis
keseluruhan kasus atau berupa analisis terjalin, yaitu suatu analisis untuk kasus
yang spesifik, unik atau ekstrim. Lebih lanjut Yin membagi tiga teknik analisis
untuk studi kasus, yaitu:
(1) penjodohan pola, yaitu dengan menggunakan logika penjodohan pola.
Logikaseperti ini membandingkan pola yang didasarkan atas data empirik dengan
polayang diprediksikan (atau dengan beberapa prediksi alternatif). Jika kedua pola
iniada persamaan, hasilnya dapat menguatkan validitas internal studi kasus
yangbersangkutan;
(2) pembuatan eksplanasi, yang bertujuan untuk menganalisisdata studi kasus
dengan cara membuat suatu eksplanasi tentang kasus yang bersangkutan dan
(3) analisis deret waktu, yang banyak dipergunakan untukstudi kasus yang
menggunakan pendekatan eksperimen dan kuasi eksperimen.
Konsep yang Belum Dipahami:
Pada materi ini masih terdapat beberapa poin yang belum
saya pahami dengan jelas. Pertama adalah bagaimana membuat
laporan studi kasus yang baik, dan kedua adalah bagaimana
pengumpulan data studi kasus, aspek-aspek yang harus
dilakukan peneliti, teknik wawancara lapangan. Saya melihat
bahwa studi kasus merupakan kegiatan yang cukup kompleks
untuk dilakukan oleh peneliti. Terutama usaha peneliti untuk
menemukan hal unik/kasus unik yang terjadi. Hasil dari studi
kasus biasanya dapat digunakan untuk rujukan penelitian
lainnya, karena sifat penelitian studi kasus sangat mendasar.

Pertanyaan yang Muncul:


1. Apakah ada format laporan untuk studi kasus?
2. Bagaimana langkah-langkah studi kasus?

Upaya Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan:


1. Jawaban:
Merriam (1988) mengungkapkan bahwa tidak ada format standaruntuk
melaporkan penelitian studi kasus. Lebih lanjut Yin menyatakan bahwa tahap
pelaporan merupakan salah satu tahap yang sebenarnya paling sulit dalam
menyelenggarakan studi kasus. Creswell mengemukakan bahwa studi kasus
membentuk struktur yang lebih besar dalam bentuk naratif tertulis. Hal ini
disebabkan suatu studi kasus menggunakan teori dalam deskripsikan kasus atau
beberapa analisis untuk menampilkan perbandingan kasus silang atau antar
tempat. Untuk itu Yin menyarankan bahwa untuk menyusun laporan studi kasus
seorang peneliti hendaknya menyusun rancangan beberapa bagian laporan
(misalnya bagian metodologi) daripada menunggu sampai akhir proses analisis
data. Dalam menyusun laporan studi kasus, Yin menyarankan enam bentuk
alternatif yaitu: analisis-linear, komparatif, kronologis, pembangunan teori,
ketegangan dan tak berurutan.
2. Jawaban:
Langkah-langkah pelaksanaan studi kasus
Masalah (kesulitan):
a.

Masalah kesulitan dalam belajar

b.

Masalah penyesuaian diri dalam kehidupan sosial

c.

Masalah pribadi (ada konflik dalam dirinya dan kurang percaya


pada diri sendiri)

Latar belakangnya ialah:


a. Kekecewaan waktu tidak naik kelas
b. Situasi di rumah yang tidak memadai
c. Ada bakat-bakat yang tidak dapat berkembang
d. Umur yang lebih tua dari kawan-kawannya
Refleksi dan Rencana

saya mencoba memahami diri saya sendiri, menanyakan


hal yang paling saya inginkan dalam waktu dekat ini, sekitar
enam bulan hingga satu tahun ke depan. Beberapa hal yang saya

inginkan, menggebu-gebu dalam sanubari adalah aktualisasi


diri. Sederhana? I dont think so, pengamalannya yang penuh
dengan lika-liku akan membuat aktualisasi diri bukan sekadar
ajang pamer gengsi. Jadi apa yang harus saya lakukan? Pada
beberapa jurnal yang lalu saya rasa planning saya masih
mentah, kurang terukur, kurang ada deadline, jadi yang saya
lakukan adalah membuat planning ya terukur. Planning yang ada
jangka waktunya. Saya akan membagi rencana-rencana itu
menjadi jangka mingguan-bulanan-dan dua bulanan. Semoga
dengan melakukan breakdown seperti ini segala rencana
semakin mudah diijabahi oleh Ilahi robbi.
No.
1.

Rencana
Membuat sistem baku untuk
notulensi setiap matakuliah.
Sehingga semua hal yang perlu
untuk dimasukkan akan terangkum
pada lembar notulensi.

Butuh apa?
- Diskusi dengan
teman-teman
- Lembaran kertas
- Printer

Deadline
19 9
2016

2.

Membuat focus group discussion,


beranggotakan 5-6 orang, yang
focus pada tema tertentu, entah
pendidikan atau murni biologi.

- Diskusi dengan
teman-teman
- Konsultasi dengan
dosen pengampu
matakuliah

21 9
2016

3.

Membeli doodle book, dan mulai


menggambar lagi

- Siapkan uang yaa,


nanti ke Togamas

22 9

Mengirim essay tentang rencana


menyongsong Indonesia 2045

- Diskusi dengan
teman-teman
- Studi literature
dari pakar
manajemen dan
pendidikan

23 9

Mengunggah hasil gambar ke


instagram

- Kamera
- Doodle art

24 9

4.

5.

Reminder for my self:


Be The CEO of Your Own Time

2016
2016

2016