Anda di halaman 1dari 3

Rangkuman Hasil Pembelajaran

1. Subyektif

Hasil heteroanamnesis didapatkan keluhan BAB cair >5 kali/hari selama 3


hari SMRS, 1/4-1/2 gelas, warna kuning, tidak ada ampas, bau(-), lender (-),
darah (-). Pasien menangis kuat dan rewel.Minum banyak dan sering. BAK
mulai berkurang, ibu tidak dapat menilai karena bercampur diapers. Pasien
sudah dibawa berobat ke bidan, sudah diberi sirup penurun panas, antibiotik,
dan oralit. Keluhan disertai demam dan muntah 1x. Karena itu ibu membawa
pasien ke UGD. Pasien pernah mengeluh hal yang sama 6 bulan lalu. Tidak
keluhan yang sama pada keluarga maupun lingkungan.
2. Objektif

Pada pemeriksaan fisik ditemukan kelainan tanda-tanda vital , N:152 x/menit,


Suhu : 39,6 C, RR: 32x/menit. Status generalis dalam batas normal, dan tidak
ditemukan tanda-tanda kelainan dehidrasi.
3. Assesment
Penilaian dehidrasi berdasarkan heteroanamnesis didapatkan pasien yang sudah
mengalami BAB cair lebih dari 3 kali/hari selama 3 hari dan disertai muntah dapat
disebut sebagai diare akut. Pada pemeriksaan fisik untuk menilai keadaan pasien
dapat disimpulkan sebagai berikut.

Baik

Lesu / haus

Gelisah, lemas, ngantuk

Mata

Tidak cekung

Agak cekung

Sangat cekung

Mulut

Biasa

Kering

Sangat kering

<30x / menit

30-40x / menit

>40x / menit

Baik

Kurang

Jelek

< 120x / menit

120-140x / menit

>140x / menit

Keadaan umum

Pernapasan
Turgor
Nadi

Skor:8 (7-12 : Dehidrasi ringan sampai sedang)


Pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan tanda kelainan. Sehingga dapat disebut
pasien diare akut dengan dehidrasi ringan sedang
4. Plan

Penatalaksanaan kurang sesuai dengan literature untuk diare akut dan


dehidrasi ringan sedang. Terdapat lima pilar penting dalam tatalaksana diare
yaitu rehidrasi, dukungan nutrisi, pemberian zinc, antibiotik dan edukasi
pada orang tua.
No.
1.

Tujuan terapi WHO

Terapi Pasien

Mencegah dehidrasi

IVFD

: Ringer

laktat 20 tetes/menit

Mengatasi dehidrasi yang telah ada

selama 3 jam
KAEN

10gtt/menit
Dehidralit

3A

50cc/BAB cair
2.

Antibiotik selektif

Tidak terdapat tanda-tanda


infeksi bakteri

3.

Mencegah

kekurangan

nutrisi

dengan

Pasien makan seperti biasa.

memberikan makanan selama dan setelah


diare
4.

Mengurangi lama dan beratnya diare, serta Zinc 20 mg per hari


berulangnya

episode

diare,

memberikan suplemen zinc


5

Edukasi

dengan (PO)
Probiotik 2 x 1 sachet
(PO)
Pemberian propiretik
Supp jika suhu >39C.
Paracetamol 4x1cth.
Tidak
memberi
makanan

dari

luar,

tetap

member ASI,

Cuci tangan sebelum


dan sesudah member
makan dan minum,
serta

membersihkan

pasien.
Obat anti muntah tidak digunakan pada anak dengan diare, muntah karena
biasanya berhenti bila penderita telah terehidrasi. Pemberian terapi cairan
meliputi pemberian cairan yang ditujukan untuk:
1. Memperbaiki dinamika sirkulasi (bila ada syok).
2. Mengganti defisit yang terjadi.
3. Rumatan (maintenance)/ untuk mengganti kehilangan cairan dan
elektrolit yang sedang berlangsung (on going losses).
Pelaksanaan pemberian terapi cairan dapat dilakukan secara oral atau
parenteral. Seharusnya pasien diare akut dengan dehidrasi ringan-sedang

tidak diterapi secara parenteral, akan tetapi diberikan terapi secara rehidrasi
oral untuk mengatasi gejala dehidrasi. Pada pasien ini diberikan larutan
rumatan.