Anda di halaman 1dari 13

MODEL KONDUKTIVITAS BATUAN

Mata Kuliah : Fisika Batuan

Oleh :

AL RUBAIYN
F1B1 10 050

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2011

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi Robbil alamin, segala puji hanya milik Allah subuhanahu


wa taala yang atas limpahan Rahmat dan Kasih Sayang-Nya penyusunan
makalah elektronika yang berjudul Model Koduktivitas Batuan dapat
terselesaikan dan tak lupa juga kita hanturkan sholawat dan salam kepada
junjungan kita Baginda Rasulullah shallahu alaihi wa salam.
Penyusunan makalah ini tentunya tak luput dari bantuan berbagai pihak.
Oleh karena itu kepada pihak-pihak yang telah berpartisipasi dalam peyusunan
makalah ini penyusun ucapkakn jazaakallahu khairan.
Penyususn menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu penyusun sangat mengharapkan sumbangsi saran guna bahan perbaikan
pada penyusunan makalah selanjutnya.

Kendari,

Desember 2011

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman Judul
Kata Pengantar

Daftar Isi

ii

Bab 1 Pendahuluan
1.1.Latar belakang

1.2.Tujuan

1.3.Rumusan Masalah

1.4.Metode Penulisan

Bab 2 Pembahasan
2.1. Sifat Litrik Batuan

2.2. Model Konduksi Batuan

Bab 3 Kesimpulan
4.1. Kesimpulan

4.2. Saran

Daftar Pustaka

ii

iii

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG
Batuan adalah kumpulan dari satu jenis mineral atau lebih bersatu dan
berpadu menjadi suatau formasi sebagi komponene penyusun bumi. Sebagai
penyusun bumi tentunya batuan memiliki beribu macam jenisnya yang
senantiasa objek penelitian oleh para geologiwan untuk menentukan tipe
batuan tersebut , namum pada dasarnya batuan dikelompokan dalam tiga
kelopmpok besar yaitu batu beku, batu sedimen , dan batu metamorf. Ketiga
jenis batau ini terbentuk dari suatu siklus batuan yang terjadi di dalam
permukaan bumi atau di atas pemukaan baik seacara kimiawai maupun secara
fisis.
Keanekaragaman batuan ini tidak terlepas dari perbedaan sifat-sifat batuan
tersebut.

Sifat-sifat batuan inilah ynag kemudian menjadi dasar dalam

pengklasifkasian atau pengelompokan batuan tersebut. Salah satu sifat batuan


adalah sifat kelistrikan batuan. Sifat ini berhubungan dengan kemampuan
batuan dalam menglirkan atau menghantarkan listrik.
Kelistrikan batuan pada dasarnya terjasi karena adanya ikatan-ikatan
anatara atom pada suatu batuan baik ikatan kovaeln dan ikatan ion yang dapat
menghantarkan arus listrik. Terkait dengan kemampuan batuan dalam
menaglirkan arus listrik, aliran arus listrik atau model konduktivitas batuan
dapat terdiri atas konduksi elektronik, konduksi elektolitik dan konduksi
dielektrik.

Fisika Batuan

1.2.TUJUAN
Tujuan penyusunan makalah ini adalah
Memaparkan sifat listrik batuan
Mejelaskan model konduktivitas
1.3.RUMUSANA MASALAH
Adapun yang menjadi rumusan masah dalam makalah ini adalah
Apakah yang dimaksud dengan sifat listrik batuan?
Bagaimankah model konduktivitas batuan?
1.4.METODE PENILITIAN
Dalam penyusunan makalah ini kam menggunakan metode studi pustaka
dengan menggunakan berbagai literatur.

1.1.SISTEMATIKA PENULISAN
BAB 1

PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang masalah, tujuan,
pembatasan masalah, metode penelitian, dan sistematika
penulisan

BAB 2

PEMBAHASAN
Bab ini membahas materi yang berkaitan dengan tujuan

BAB 3

KESIMPULAN
Bab ini berisi kesimpulan dan saran

Fisika Batuan

BAB 2
PEMBAHASAN

2.1. SIFAT KELISTRIKAN BATUAN


Batuan merupakan salah satu jenis materi yang tersusun atas atom-atom.
Atom-atom dalam batuan teratur dan membentuk suatu paduan yang kongkrit
karena adanya iktan-ikatan berupa ikatan ion maupun ikatan kovalen yang
mengikat atom-atom tersebut. Ikatan inilah merupakan lintasan arus listrik
untuk mengalir pada batuan sehingga batuan memiliki sifat kelistrikan. Sifat
kelistrikan batuan adalah karakteristik dan batuan bila dialirkan arus listrik ke
dalamny Arus listrik ini dapat berasal dan alam itu sendiri akibat terjadinya
ketidakseimbangan atau arus listrik yang sengaja dimasukkan ke dalamnya.
Dalam hal ini akan dipelajari tentang potensial listrik alam dan batuan,
konduktivitas batuan dan konstanta dielektrik batuan.
Potensial listrik
Potensial listrik batuan adalah potensial listrik alam atau potensial
diri disebabkan terjadinya kegiatan elektrokimia atau kegiatan alam.
Faktor pengontrol dari semua kejadian ini adalah air tanah. Potensial ini
berasosiasi dengan pelapukan mineral pada bodi sulfida, perbedaan sifat
batuan (kandungan mineral) pada kontak geologi, kegiatan bioelektrik dan
materi organik korosi, gradien termal dan gradien tekanan. Potensial alam
ini

dapat

dikelompokkan

elektrokinetik,

potensial

menjadi
diffusi,

kelompok,

potensial

nerust

yaitu

potensial

dan

potensial

mineralisasi.
Potensial Elektrokinetik.
Potensial ini disebabkan bila suatu larutan bergerak melalui suatu pipa
kapiler atau medium yang berpori.

Fisika Batuan

Potensial Diffusi.
Potensial mi disebabkan bila tcrjadi perbedaan mobilitas dari ion
dalam larutan yang mempunyai konsentrasi berbed
Potensial Nerust.
Potensial ini timbul bila suatu elektroda dimasukkan ke dalam larutan
homogen.
Potensial Mineralisasi.
Potensial ini timbul bila dua elektroda logam dimasukkan ke dalam
larutan homogen. Harga potensial ini paling besar bila dibandingkan
dengan jenis potensial lainnya. Biasanya potensial ini timbul pada zona
yang

mengandung

banyak

sulfida,

graphite

danmagnetik.

Sedangkan jenis penyebab potensial alam lainnya, seperti korosi,


bioelektrik, gradien temperatur dan gradien tekanan sudah tercakup
dalam salah satu dari kelompok di atas.

Fisika Batuan

2.2. MODEL KONDUKTIVITAS BATUAN


Konduksi secara elektronik
Konduksi ini terjadi jika batuan atau mineral mempunyai banyak elektron
bebas sehingga arus listrik di alirkan dalam batuan atau mineral oleh
elektron-elektron bebas tersebut. Aliran listrik ini juga di pengaruhi oleh
sifat atau karakteristik masing-masing batuan yang di lewatinya. Salah
satu sifat atau karakteristik batuan tersebut adalah resistivitas (tahanan
jenis)

yang

menunjukkan

kemampuan

bahan

tersebut

untuk

menghantarkan arus listrik. Semakin besar nilai resistivitas suatu bahan


maka semakin sulit bahan tersebut menghantarkan arus listrik, begitu pula
sebaliknya. Resistivitas memiliki pengertian yang berbeda dengan
resistansi (hambatan), dimana resistansi tidak hanya bergantung pada
bahan tetapi juga bergantung pada faktor geometri atau bentuk bahan
tersebut, sedangkan resistivitas tidak bergantung pada faktor geometri.
Jika di tinjau suatu silinder dengan panjang L, luas penampang
A, dan resistansi R, maka dapat di rumuskan:

Gambar 1 Silinder konduktor


Di mana secara fisis rumus tersebut dapat di artikan jika panjang silinder
konduktor (L) dinaikkan, maka resistansi akan meningkat, dan apabila
diameter silinder konduktor diturunkan yang berarti luas penampang (A)
adalah resistivitas berkurang maka resistansi juga meningkat. Di mana

Fisika Batuan

(tahanan jenis) dalam m. Sedangkan menurut hukum Ohm, resistivitas R


dirumuskan :

Sehingga didapatkan nilai resistivitas ()

namun banyak orang lebih sering menggunakan sifat konduktivitas ()


batuan yang merupakan kebalikan dari resistivitas () dengan satuan
mhos/m.

Di mana J adalah rapat arus (ampere/m2 ) dan E adalah medan listrik


(volt/m). (Mr. Rob & Perry, 1996: 1)
konduksi secara elektrolitik
Sebagian besar batuan merupakan konduktor yang buruk dan memiliki
resistivitas yang sangat

tinggi. Namun pada kenyataannya batuan

biasanya bersifat porus dan memiliki pori-pori yang terisi oleh fluida,
terutama air. Akibatnya

batuan-batuan tersebut menjadi konduktor

elektrolitik, di mana konduksi arus listrik dibawa oleh ion-ion elektrolitik


dalam air. Konduktivitas dan resistivitas batuan porus bergantung pada
volume dan susunan pori-porinya. Konduktivitas akan semakin besar jika
kandungan air dalam batuan bertambah banyak, dan sebaliknya resistivitas
akan semakin besar jika kandungan air dalam batuan berkurang.
Menurut rumus Archie:

Fisika Batuan

di mana adalah resistivitas batuan, adalah porositas, S adalah fraksi


pori-pori yang berisi air, dan adalah resistivitas air. Sedangkan a, m,
dan n adalah konstanta. m disebut juga faktor sementasi. Untuk nilai n
yang sama, schlumberger menyarankan n = 2. (NN, 1996: 8).

Konduksi secara dielektrik


Konduksi ini terjadi jika batuan atau mineral bersifat dielektrik terhadap aliran
arus listrik, artinya batuan atau mineral tersebut mempunyai elektron bebas
sedikit, bahkan tidak sama sekali. Elektron dalam batuan berpindah dan
berkumpul terpisah dalam inti karena adanya pengaruh medan listrik di luar,
sehingga terjadi poliarisasi. Peristiwa ini tergantung pada konduksi dielektrik
batuan yang bersangkutan, contoh : mika.

Fisika Batuan

BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas disimpulkan :
Sifat listrik bataan merupakn kemampuan batuan dalam mnegalirkan arus
lstrik
Model konduktivitas batuan dapat digolongkan menjadi tiga yaitu
konduksi elktronik, konduksi ellektrolitik dan konduksi dilektrik
3.2 Saran
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari
kesempurnan oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan sarannya

Fisika Batuan

DAFTAR PUSTAKA
www. thisweekendsmovies.com
www. poetrafic.wordpress.com

Fisika Batuan

Anda mungkin juga menyukai