Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA TERAPAN

PEMBUATAN PEMBERSIH PORSELEN DAN KERAMIK

OLEH :
KELOMPOK IX
1. DOSE SANDA
2. SRI TEGUH PRIHATI
3. AWALUDDIN Mrf

( 1301800 / 2013 )
( 1301814 / 2013 )
( 1301846 / 2013 )

DOSEN PEMBIMBING

: YERIMADESI, S.Pd.,M.Si

ASISTEN

: 1. PUTRI RAMADHANI, S.Si


2. DERISTIANA DEWATA, S.Si

LABORATORIUM BIOKIMIA
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016
PERCOBAAN 2

PEMBUATAN PEMBERSIH PORSELEN DAN KERAMIK


A. Tujuan Percobaan
Terampil membuat pembersih porselen dan keramik.
B. Waktu dan Tempat
Hari,tanggal

: Jumat, 16 September 2016

Waktu

: 13.20-15.50 WIB

Tempat

: Laboratorium Biokimia, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan


Alam Universitas Negeri Padang

C. Teori Dasar
Porselen dan keramik merupakan salah satu bagian dari rumah yaitu
digunakan untuk lantai dan dinding rumah. Kebersihan porselen dan keramik harus
dijaga dengan baik. Jika benda atau barang-barang yang terbuat dari porselen dan
keramik kotor serta kusam, kesan keanggunannya akan menjadi berkurang. Banyak
produk-produk yang telah dibuat untuk membersihkan porselen dan keramik. Jika
dilihat dari harga, maka kita akan menemukan harganya yang cukup mahal, sukar
terjangkau oleh umum.
Untuk membersihkan porselen dan keramik, biasanya dilakukan penyikatan
dengan menggunakan sabun. Akibatnya hasil kerja sabun tersebut tidak memuaskan.
Untuk itu, perlu menggunakan pembersih untuk mendapatkan pembersih tersebut
dapat dibuat sendiri dan bahkan dapat dipasarkan ( Tim Kimia Terapan, 2016).
Seperti pada umumnya semua pembersih porselen / sabun digunakan untuk
membersihkan bagian yang kotor. Begitu pula dengan pembersih porselen yang
berfungsi untuk membersihkan lantai kamar mandi. Pembersih porselen berbeda
dengan pembersih lantai biasa, karena pembersih ini digunakan untuk membersihkan
lantai kamar mandi atau lantai yang biasanya terkena sabundan basah. Lantai seperti
ini biasanya akan timbul kerak atau tumbuh semacam alga / jamur yang membuat
lantai tersebut terlihat kusam dan licin. Terlebih lagi jika lantai tersebut jarang
dibersihkan dan dibiarkan dalam keadaan kering dalam waktu lama, maka akan
timbul kerak yang sangat sulit dibersihkan.

Untuk itu diperlukan cairan pembersih yang ampuh membersihkan kerak dan
alga tersebut. Pembersih porselen harus mengandung bahan aktif yang berupa asam
yang dapat menghilangkan kotoran tersebut. Larutan asam pekat di encerkan dengan
perbandingan tertentu dan ditambahkan pelembut serta pewangi. Daya bersih larutan
pembersih tergantung dari kandungan larutan asamnya. Semakin tinggi kandungan
asamnya,maka daya bersihnya akan semakin baik dan biasanya harganya semakin
mahal ( Tim Dosen Kimia Terapan, 2012 ).
Pembersih keramik adalah salah satu pembersih yang ampuh untuk
membersihkan berbagai bahan yang terbuat dari keramik terutama dikamar mandi.
Fungsinya tidak dapat dipandang sebelah mata. Karena sangat dibutuhkan untuk
membersihkan keramik dan dinding kamar mandi, lantai keramik kamar mandi,
kloset, bathtub serta wasteeafel ( Duyrestijn, 2010 ).
Fungsi bahan-bahan pembersih keramik dan poselen sebagai berikut :
1. HCl (Asam Klorida) merupakan senyawa yang termasuk dalamasam kuat
yang berfungsi sebagai agen pembersih terhadap jamur atau kerak pada
porselen.
2. Asam Oksalat merupakan senyawa asam kuat yang berfungsi sebagai pemutih
sekaligus pembersih pada porselen
3. Aquadest berfungsi sebagai pendispersi agar HCl dan Asam Oksalat dapat
tercampur rata.
4. Pewarna dan Pewangi berfungsi sebagai meningatkan kualitas darisegi visual
agar lebih menarik ( Surya, 2007 ).
Pembuatan pembersih porselen harus dilakukan diwadah yang terbuat dari
kaca atau plastik dan peralan yang digunakan harus bebas dari unsur logam karena
pembersih porselen merupakan pembersih yang termasuk dalam kategori asam kuat
yang dapat bereaksi dengan adanya logam ( Susilo, 2012 ).

D. Alat dan Bahan


Alat

Gelas piala 250 mL

3 buah

Batang pengaduk kaca

2 buah

Gelas ukur 10 mL

1 buah

Gelas ukur 100 mL

1 buah

Wadah penyimpanan

2 buah

Pemanas

1 set

Bahan
NaOH teknis

0,5 gram

HCl p.a

2 mL

Asam oksalat

2 gram

Air panas

100 mL

E. Prosedur Kerja

F. Hasil Pengamatan
Perlakuan
Air panas ditambahkan HCl p.a
Larutan 1 ditambahkan asam oksalat
Larutan 2 ditambahkan NaOH

Pengamatan
HCl larut dalam air panas (larutan 1)
Asam oksalat larut (larutan 2)
NaOH larut

Pengujian pH

pH pembersih 1

G. Pembahasan
Praktikum pembuatan pembersih porselen dan keramik bertujuan agar
praktikan terampil membuat pembersih porselen dan keramik. Dalam pembuatan
pembersih tersebut harus digunakan bahan aktif yang dapat menghilangkan kotoran
pada porselen dan keramik. Hal ini dikarenakan lantai yang terbuat dari porselen dan
keramik merupakan tempat yang selalu basah serta terkena sabun sehingga mudah
timbul kerak, alga serta jamur.
Bahan aktif yang dipilih untuk pembersih porselen dan keramik adalah asam
klorida p.a. Asam klorida dilarutkan dalam air panas yang bertujuan supaya
mempercepat reaksi asam klorida dengan asam oksalat. Penggunaan asam oksalat
berfungsi sebagai pemutih. Setelah penambahan asam oksalat, larutan diaduk supaya
dapat tercampur merata dan menjadi larutan homogen. Selanjutnya dilakukan
penambahan NaOH yang berfungsi sebagai pelicin. Hal ini dikarenakan NaOH
merupakan basa yang mana memiliki sifat licin. Campuran didinginkan dan simpan
dalam wadah kaca atau plastik. Penyimpanan tidak dianjurkan pada tempat yang
terbuat dari logam karena pembersih memiliki sifat asam kuat yang dapat bereaksi
dengan logam. Jika bereaksi dengan logam maka akan menyebabkan terjadinya
korosi.
Sebelum digunakan produk diuji terlebih dahulu nilai pH dengan
menggunakan kertas universal pH. pH produk yang praktikan dapatkan adalah 1.
Hal ini membuktikan bahwa produk bersifat asam kuat. Praktikan juga menguji pada
keramik yang kotor, gambar pengujian terlampir pada lampiran.
H. Kesimpulan
1. Pembersih porselen dan keramik harus menggunakan bahan aktif berupa asam
sehingga digunakan asam klorida.
2. Fungsi asam oksalat sebagai pemutih sedanngkan NaOH berfungsi sebagai
pelicin.
3. Produk pembersih porselen dan keramik harus disimpan dalam wadah kaca
atau plastik begitu juga pada proses pembuatannya.

Kepustakaan
Duyrestijn. 2010. Kimia Sederhana. Bandung : Bina Cipta.
Surya, P. 2007. Fungsi dan Aplikasi. Jakarta : Erlangga.
Susilo. 2012. Latihan Keterampilan Wiraswasta Kimia Industri. Jakarta : Karya Cita.
Tim Dosen Kimia Terapan. 2012. Petunjuk Praktikum Kimia Terapan. Semarang :
Universitas Negeri Semarang.
Tim Kimia Terapan. 2016. Penuntun Praktikum Kimia Terapan. Padang : Universitas
Negeri Padang.

Jawaban Pertanyaan
1. Apa fungsi penambahan asam oksalat dan NaOH dalam prosedur diatas ?
Penambahan asam oksalat berfungsi sebagai pemutih sekaligus pembersih pada
porselen karena bersifat asam.
Penambahan NaOH berfungsi sebagai pelicin karena merupakan senyawa bersifat
basa yang memiliki sifat licin
2. Kira-kira berapa derajaat keasaman dari pembersih porselen dan keramik
tersebut ?
3. Jika pembersih teralu licin, kira-kira komponen maana yang berlebih ?
Komponen yang berlebih adalah NaOH karena NaOH memiliki sifat yang licin.