Anda di halaman 1dari 7

Makalah Seminar Kerja Praktik

WELLHEAD CONTROL PANEL PADA PLANT KEPALA SUMUR EAST MANDU


PLATFORM
Erwin Adriono (21060111120020), Sumardi, ST, MT (196811111994121001)
Teknik Elektro, Universitas Diponegoro
Jalan Prof. H. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang Kode Pos 50275 Telp. (024) 7460053, 7460055
Fax. (024) 7460055
erwinadriono@gmail.com
Abstrak- PT TOTAL E&P INDONESIE
(TEPI) merupakan perusahaan minyak terbesar
didunia. TEPI sendiri bertempat di Balikpopan
Kalimantan Selatan. Pada kerja praktik ini
mahasiswa bertempat pada divisi Engineering
Construction and Project, departemen Survey
Technology and Design dan Design Service
(ECP/STD/DES). Dan pada Design service dibagi
menjadi beberapa multidisiplin. Multidisplin yang
dikerjakan dalam kerja praktik ini adalah
Instrument and Control system. Pada kerja
praktik ini mahasiswa berfokus pada pengerjaan
well-connection di daerah Main Stupa Platform
South Mahakam.
Pada TEPI berfokus pada Upstream Facilities
dimana berfokus pada pencarian reservoir dan
bertanggung jawab atas kualitas mineral yang
diambil. Pada Upstream facilities terdapat kepala
sumur, separator minyak, gas dan air. Kepala
Sumur merupakan suatu fasilitas yang digunakan
untuk mengambil mineral dari reservoir. Fasilitas
ini dibangun tepat berada di atas reservoir
dengan bertujuan untuk mengambil mineral yang
ada. Kepala sumur terdiri dari bagian-bagian
yaitu x-mas tree, instrument kepala sumur dan
wellhead control panel (WHCP). Bagian x-mas
tree sendiri berfungsi untuk membuka kepala
sumur dengan bagian utama yaitu downhole
safety valve (DHSV), master valve (MV) dan wing
valve (WV). Instrument kepala sumur sendiri
juga ada bnayak seperti fusible plug, pressure
pilot, dan flow meter.
WHCP merupakan pembahasan pokok dari
kerja praktik ini. Dalam WHCP memiliki 2 sistem
yaitu Process Control System (PCS) dan
Shutdown Safety System (SSS). PCS memiliki
fungsi mengontrol proses yang ada dan sebagai
monitoring produksi dari kepala sumur melalui
Human Machine Interface (HMI.). Pada SSS
memiliki fungsi sebagai keamanan dimana jika
ada parameter yang menyebabkan kecelakaan
terpenuhi akan melaksanakan fungsi shutdown
secara terjadwal.
Kata Kunci : Upstream fasilities, Kepala Sumur,
Wellhead Control Panel, Hydraulic Power Unit

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT TOTAL E&P INDONESIE (TEPI)
merupakan perusahaan minyak terbesar didunia.
TEPI sendiri bertempat di
Balikpopan
Kalimantan Selatan. TEPI memiliki beberapa
daerah produksi di kawasan delta mahakam
yaitu sisi nubi, bekapai, peciko, South Mahakam
dan Tunu Tambora. TEPI di Indonesia sendiri
berfokus pada Eksplorasi dan Produksi yang
bertanggung jawab membangun fasilitas
Upstream. Hasil pengambilan mineral oleh TEPI
ini akan dikirim ke beberapa unit pengolahan
seperti Pertamina dan PT Badak.
TEPI sendiri bidang kerjanya dibagi menjadi
beberapa wilayah dan lokasi. Di Balikpapan
sendiri lokasi TEPI sendiri menjadi pusat
perkantoran dimana terdapat berbagai macam
divisi. Pada kerja praktik ini mahasiswa
bertempat pada divisi Engineering Construction
and Project, departemen Survey Technology and
Design dan Design Service (ECP/STD/DES).
Dan pada Design service dibagi menjadi
beberapa multidisiplin. Multidisplin yang
dikerjakan dalam kerja praktik ini adalah
Instrument and Control system. Pada kerja
praktik ini mahasiswa berfokus pada pengerjaan
well-connection di daerah Main Stupa Platform
South Mahakam.
1.2 Tujuan
Tujuan makalah ini adalah sebagai berikut;
1. Mengetahui keadaan dan kondisi PT
TOTAL E&P INDONESIE.
2. Memahami proses umum pada Kepala
Sumur.
3. Memahami sistem kontrol yang terdapat
pada Wellhead Control Panel.

4.

Mengenal Teleperm Berbagai Instrument


yang terdapat pada kepala sumur.

2.1.1 Komponen Utama Kepala Sumur


2.1.1.1 Christmas tree (X-mas tree)

1.3 Batasan Masalah


PT TOTAL E&P INDONESIE bertanggung
jawab atas pengambilan mineral hingga dikirim
melalui unit-unit produksi. Terdapat beberapa
daerah produksi yaitu salah satunya South
Mahakam. Dimana terdapat 3 buah platform
East Mandu, Main Stupa and West Stupa. Dalam
praktik kerja lapangan ini penulis akan
membahas sistem pada kepala sumur pada East
Mandu Platform secara umum.
II. DASAR TEORI
2.1 Kepala Sumur
Secara umum Bagian bagian kepala sumur
adalah Christmas tree (X-mas tree), Welhead
Control Panel (WHCP), dan Instrument pada
flowline. Istilah X-mas tree sendiri didapatkan
karena bentuk dari X-mas tree seperti pohon
natal. Secara umum X-mas tree terdiri dari
susunan valve yang disusun sedemikian rupa. Xmas tree juga memiliki 2 jenis yaitu vertikal dan
horizontal. Tipe vertikal biasa terdapat pada
kondisi tertanam didalam tanah dan tipe vertikal
terdapat pada kondisi dipermukaan. Secara
umum x-mas tree terdapat 3 valve utama yaitu
Down Hole Safety Valve (DHSV) , Master Valve
(MV) dan Wing Valve (WV).

Gambar 2.1 Wellhead Control Panel System

Gambar 2.2 X-mas tree

X-mas tree memililiki 3 bagian utama yaitu


DHSV, MV dan SSV. Valve ini memiliki fungsi
beruntun untuk menutup x-mas tree. Masingmasing Valve tersebut dikontrol melalui WHCP.
Pada WHCP terdapat logika tertentu untuk
menentukan kondisi membukanya valve. DHSV
merupakan valve yang berada paling dekat
dengan reservoir dan menggunakan sumber
hydrolik sebagai penggeraknya. MV sendiri
hampir sama seperti DHSV terletak pada
panggal X-mas tree namun terletak setelah
DHSV dan biasanya digerakkan oleh Hydrolik.
Berbeda dengan DHSV dan MV, WV
merupakan valve yang terletak di sisi X-mas tree
dan bersumber pada pneumatik.
2.1.1.2 Wellhead Control Panel (WHCP)
WHCP merupakan pusat dari kontrol pada
kepala sumur. WHCP berfungsi memonitoring
dan mengontrol kepala sumur. Didalam WHCP
terdapat pneumatik logic untuk memutuskan
untuk menutup atau membuka X-mas tree. Logic
ini nantinya akan terhubung dengan instrument
lain seperti Pressure switch dan sand probe.

Logic WHCP ini bekerja malalui sinyal


pneumatik dimana ini merupakan standard yang
dipakai oleh TEPI.

yang diambil. Temperature juga biasa


menggunakan bourdon tube yang terdapat pada
barton chart yang terletak dibeberapa posisi
penting. Selain itu untuk mengukur flow terdapat
orifice plate dimana data ini akan diambil untuk
mengetahui produksi dari tiap sumur.
2.1.1.4 Artificial Lift

Gambar 2.3 Wellhead Control Panel di lapangan

2.1.1.3 Instrument Kepala sumur

Gambar 2.5 Artificial lift Injection Surfactant

Gambar 2.4 Barton Chart

Pada Kepala sumur biasa terdapat


berbagai macam instrument untuk membantu
kinerja dari kepala sumur itu sendiri. Ada
beberapa parameter yang harus diketahui seperti
sand, pressure, flow dan temperature. Untuk
mengukur pressure biasa digunakan pressure
switch dengan parameter HIGH atau LOW. Sand
probe juga digunakan untuk mengetahui
konsentrasi partikel pasir yang ada pada mineral

Artificial Lift merupakan suatu cara untuk


meningkatkan produksi mineral pada suatu
sumur. Artificial lift ini biasa digunakan pada
sumur yang sudah menurun produksinya.
Artificial lift sendiri banyak jenisnya dan
metodenya seperti injection surfactant, gas lift
maccaroni. Jenis artificial lift yang digunakan
juga tergantung dari jenis sumur dan kondisi
sumur itu sendiri.
III. PEMBAHASAN
3.1 Wellhead Control Panel pada East Mandu
Platform
WHCP pada South mahakam memiliki
Spesifikasi yang sama. Berikut adalah
Spesifikasi WHCP yang diambil pada operating
philoshophy tersebut:

WHCP has HPU to generate DHSV


header pressure and SSV/WV header pressure.
WHCP logic header use LP Pneumatic
gas supply.
The HPU Pump is driven by Instrument
gas source
There are Fourteen (14) wellhead
control slots, eleven (11) slots are already
installed and three (3) slots for future
development.
Hydraulic Accumulator added for
hydraulic energy storage.
HP1 is to supply hydraulic pressure to
DHSV actuator.
HP2 is to supply hydraulic pressure to
MV and WV actuator.
Two (2) hydraulic pumps for DHSV
pumps; one for duty one for stand by.
Two (2) hydraulic pumps for SSV/WV
pumps; one for duty one for stand by.
One (1) hydraulic manual back-up pump
for DHSV.
One (1) hydraulic manual back-up
pump for SSV/WV.
Hydraulic reservoir supply for HP1 and
HP2.
Hydraulic reservoir return for HP2.
Hydraulic system pressure for HP1
Circuit is :
o Minimum Pressure
= 570 Barg.
o Normal Pressure
= 615 Barg.
o Maximum Pressure
= 650 Barg.
o Design Pressure
= 689.47 Barg
HP1 Actual Accumulator volume is 2 x
12 liter.
HP1 Accumulator nitrogen pre-charge
pressure is 513 barg.
HP1 header is protected by PSV A/B set
at 689.47 barg.
During Project phase, it is assume that
Actuator swept volume for DHSV is 0.029 liter.
Hydraulic system pressure for HP2
Hydraulic Circuit is:
o Minimum Pressure
= 240 Barg.
o Normal Pressure
= 380 Barg.
o Maximum Pressure
= 320 Barg.
o Design Pressure
= 330 Barg.
HP2 Actual Accumulator volume is 2 x
20 liter.

HP2 Accumulator nitrogen Pre Charge


pressure is 256 barg.
HP2 header is protected by PSV A/B set
at 330 barg.
During Project phase, it is assume that
Actuator swept volume for WV or MV is 0.865
liter.
A Common HP2 return header will be
installed on the platform connected by tubing to
quick exhaust valve on each wellhead valve (SSV
and WV).
A Common HP2 return header is sized
for simultaneous closure of all Master Valves
(SSVs) and all Wing Valves (WVs) in each
circuit.
DHSVs are not provided with quick
exhaust valves and hence no return headers
considered.
Valve Response time is assumed as
below for each wellhead valves :
o Time to reach Normal position (valve
open) for SSV and WV : 15s.
o Time to reach safe position (valve
closed) for SSV, & WV : 8s
o Time to reach normal position (valve
open) for DHSV : 30s
The Hydraulic oil is used TOTAL
AZOLA ZS-32 Oil Properties are :
o Density
= 875 km/m3
o Viscosity
= 32 cSt
3.2 Bagian pada WHCP

Gambar 3.1 Konstruksi WHCP pada Main Stupa


Platform

Gambar diatas merupakan gambar


WHCP yang ada di Mainstupa Platform. WHCP
tersebut terdiri dari modul-modul. Tiap modul
menggambarkan masing-masing kepala sumur.
Terdapat juga modul offline untuk tujuan
maintenance. Selain terdapat modul juga
terdapat rak nitrogen untuk menyuplai
accumulator. Dalam WHCP ini sudah terdapat
HPU dimana berfungsi untuk menyuplai sumber
hydrolik. WHCP menggunakan sumber tenaga

dari tekanan gas yang diambil dari reservoir.


Tekanan gas ini digunakan untuk menghidupkan
motor.
3.2.1 Hydraulic Power Unit (HPU)
Pada WHCP biasa terdapat sumber energi
untuk membuka X-mas tree. Dalam HPU
terdapat beberapa komponen utama untuk dapat
menghasilkan tekanan hydrolik yang diinginkan.
Berikut adalah diagram HPU yang digunakan

Gambar 3.2 Konstruksi HPU

Pada HPU terdapat Komponen utama


yaitu Tangki Hidrolik, Strainer, Motor pump dan
Accumulator. Tangki hydrolik berfungsi untuk
menampung cairan hyrolik yang ada. Cairan ini
memiliki spesifikasi khusus yang harus
dipenuhi. Cairan ini biasa sejenis minyak.
Setelah ditampung cairan hydrolik kemudian
disaring dengan menggunakan strainer. Hal ini
bertujuan untuk menghilangkan butir-butir
kotoran yang dapat mengganggu aliran hyrolik.
Cairan ini kemudian dipompa untuk menaikkan
tekanan cairan ini. selanjutnya tekanan cairan ini
akan
disimpan
melalui
accumulator.
Accumulator
dapat
difungsikan
untuk
menyimpan tekanan. Tekanan ini perlu disimpan
agar mengefisienkan sistem yang ada. Cairan
bertekanan ini selanjutnya dialirkan ke masingmasing actuator valve.
3.2.1.1 Hydraulic Tank
Hydraulic Tank memiliki fungi untuk
menampung cairan hydrolik yang akan
digunakan untuk membuka X-mas tree.
Hydraulic tank biasa dilengkapi dengan
beberapa instrument seperti level meter dan
ventilasi. Level meter ini akan dihubungkan
dengan transmitter dan terhubung dengan SSS.

Hal ini nantinya akan menjadikan parameter


kepala sumur untuk melakukan Shutdown logic.
Dalam Hyraulic tank terdapat juga ventilasi
sebagai sirkulasi untuk cairan yang ada didalam
3.2.1.2 Pump Motor
Pump Motor sendiri yang digunakan ada
2 jenis yaitu manual hand pump dan Pump. Pada
Pump biasa dapat bekerja dengan menggunakan
sumber tekanan gas yang sudah diambil pada
sumur. Sehingga proses yang terjadi adalah
ketika gas yang sudah ambil dikembalikan ke
masing-masing
kepala
sumur
untuk
menggerakkan komponen instrument yang
memutuhkan sumber pneumatik. Berbeda
dengan manual hand pump. Pada hand pump
digunakan apabila terjadi kerusakan pada pump
biasa. Hand pump ini biasa dioperasikan oleh
operator dilapangan apabila terjadi kerusakan.
3.2.1.3 Accumulator
Accumulator pada HPU berfungsi untuk
menyimpan tekanan hydrolik. Cara kerja dari
accumulator sendiri menggunakan prinsip
adiabatik dan isotermik. Dimana jika suatu
wadah tertutup rapat diberi tekanan maka akan
terjadi penyamaan tekanan. Sebelum digunakan
accumulator harus diisi dengan gas nitrogen.
Setelah diisi dengan tekanan tertentu
accumulator akan diisi dengan hyrolik yang
akan
digunakan
untuk
menggerakkan
accumulator.
3.3 Sistem Pada WHCP
WHCP memiliki 2 fungsi yaitu fungsi
pengamanan dan fungsi kontrol proses. Pada
fungsi pengamanan dikenal juga sebagai
shutdown safety system (SSS) dimana akan
digunakan logika khusus untuk mematikan
kepala sumur jika terjadi kondisi darurat. Hal ini
diatur dalam logika yang ada dalam WHCP.
Fungsi kedua yaitu fungsi kontrol proses
biasa disebut Process Control System (PCS).
PCS memiliki fungsi untuk mengendalikan
proses yang berlangsung pada kepala sumur.
Pada kepala sumur sendiri prosesnya sederhana
karena hanya mengambil mineral dan mengatur
tekanananya saja. Dalam hal ini PCS hanya
mengatur choke valve pada x-mas tre. Choke
valve berfungsi untuk mengatur besar tekanan
dari reservoir itu sendiri.

3.3.1 Process Control System (PCS)


PCS pada kepala sumur memeiliki fungsi
untuk mengatur proses yang ada. Pada kepala
sumur kita hanya cukup untuk mengatur tekanan
keluaran pada x-mas tree melalui choke valve.
Tiap instrument pada kepala sumur akan
mengirim data parameter kepada control room
yang mana akan ditampilkan dalam Human
Machine Interface (HMI). Berikut adalah HMI
tersebut

2.

3.
4.

5.

yang dihasilkan. HP (High Pressure) 1


untuk DHSV dan HP (High Pressure) 2
untuk WV dan MV.
Pada Main Stupa Platform memiliki 2
Hydraulic Tank dengan masing-masing
kapasitas 286 liter dan 168 liter. Kapasistas
ini harus memenuhi 120% dari perhitungan
total volume yang digunakan.
Tekanan pada HP 1 adalah 320 barg dan
pada HP 2 adalah 150 barg.
Terdapat
masing-masing
2
buah
accumulator pada tiap HP. Accumulator
yang digunakan adalah tipe bladder yang
mana memiliki tekanan pre-charge sebesar
90% dari tekanan yang diperlukan.
Pada masing-masing HP terdapat PSV
(Pressure Safety Valve) yang digunakan
untuk melindungi instrument yang ada jika
terjadi tekanan berlebih. Pada HP 1 PSV
disetting pada tekanan 330 barg dan pada
HP2 dipasang pada tekanan 160 barg.

Gambar 3.3 HMI untuk PCS

5.2 Saran

3.3.2 Safety Shutdown System (SSS)


SSS pada kepala sumur menjadi hal yang
penting karena pada kepala sumur rawan terjadi
kecelakaan. Kondisi reservoir sendiri tak
menentu karena langsung berasal dari alam.
Selain itu diperlukan mekanisme penutupan
maupun pembukaan secara terjadwal pada x-mas
tree. Hal ini menyebabkan kondisi dilapangan
tak menentu sehingga pada kondisi tertentu tidak
dimungkinkan operator untuk melaksanakan
mekanisme tertentu pada x-mas tree.

1.

Parameter untuk menentukan kondisi


darurat bisa terdapat pada Emergency Shudown
Diagram (ESD). Pada ESD terdapat level
shutdown tergantung dari seberapa penting
parameter tersebut berpengaruh terhadap
kecelakaan yang ada. Selain itu pada ESD
terdapat hubungan antar kepala sumur.berikut
adalah ESD pada Main Stupa Platform.
IV. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. WHCP pada Mainstupa memiliki HPU
yang terdiri dari 2 buah hyraulic tank
dimana dibagi berdasarkan besar tekanan

2.

3.

4.

Pada Accumulator sebaiknya digunakan


tipe Piston yang mana memiliki tekanan
precharge 100% dari tekanan sehingga akan
membuat sistem tersebut lebih efisien.
Perhitungan tekanan sebaiknya perlu
diperhatikan karena pada instrument
lapangan terkadang tidak sesuai dengan
draft rancangan yang ada. Salah
perhitungan
dalam
tekanan
dapat
menyebabkan rusaknya instrument yang
ada.
Setting tekanan pada PSV sebaiknya
diperhatikan mengingat fungis PSV sebagai
pelindung dari kelebihan tekanan.
Diperlukan koordinasi yang lebih baik
antara Engineer dengan Operator lapangan
agar penyelesaian masalah dilapangan
dapat diselesaikan dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA
[1] General Specification PT TOTAL EP
INDONESIE 2014.

Menyetujui,
Dosen Pembimbing

[2] G. Liptak, Bela, (2003). Instrument


Engineer Handbook Process Measurement
and Analysis, The Instrument, System and
Automation Society (ISA), London
[3] A. Coggan D, Fundamental of Industrial
Control, The Instrument, System and
Automation Society (ISA)
[4] www.tiweb.total.co.id
[5] http://en.wikipedia.org/wiki/intrument
[6] Kuphaldt, B. T. R. (2009). Lessons In
Industrial Instrumentation.
[7] Oil, A. B. B. A. (2006). OIL AND GAS
PRODUCTION, 083.

BIODATA MAHASISWA

Erwin Adriono lahir


di Semarang, Jawa
tengah pada tanggal
26 Desember 1992.
Pemuda ini telah
menempuh
pendidikan di TK Al
Azhar 25 Semarang,
SD
Nasima
Semarang,
SMP
Nasima Semarang,
dan SMA Negeri 1
Semarang . Sekarang sedang menempuh
pendidikan S1 di Teknik Elektro Fakultas
Teknik Universitas Diponegoro. Anak Pertama
dari tiga bersaudara ini mempunyai motto hidup
Revolution Need Motivation.

Sumardi, ST, MT.


NIP. 196811111994121001