Anda di halaman 1dari 6

Kerangka Acuan Kerja (KAK)

Audit Teknis Embung dan Penyusunan AKNOP

KERANGKAACUANKERJA
AuditTeknisEmbungdanPenyusunanAKNOP

I.
1.

2.

3.

4.

5.

PENDAHULUAN
LatarBelakang
Dewasa ini masyarakat dunia mulai dihadapkan pada bayangbayang krisis air yang
perlu penanganan segera dengan tepat, salah satu upaya penanganan yang telah
terbuktiberhasilbaik,adalahdenganmenampungairdiembung.SaatinidiIndonesia
telahdibangunlebihdariduaratusbendunganbesardankecil,yangmempunyaiandil
cukupbesardalammembantumemenuhikebutuhanmasyarakatdanmengatasikrisis
airtersebut.Bendunganjugadibangununtukmemenuhikebutuhanlainsepertiuntuk
pengisiankembaliairtanah,penampunglimbahindustri,penampunglimbahtambang
dan lain sebagainya. Peningkatan kebutuhan air untuk pertanian atau air baku tidak
dapat dihindarkan yang mengakibatkan pemanfaatan wadah penampung air sering
dilupakankelestariannya.
Embung disamping memiliki manfaat yang cukup besar, juga menyimpan potensi
bahaya yang besar pula yang dapat mengancam kehidupan masyarakat luas di hilir.
Upayapemeliharaanembungsampaisaatinimasihsangatminimdanhanyaditujukan
padabangunanbangunanyangmengalamikerusakanberat.
Untukmaksuddiatas,dalamhaliniOperasidanPemeliharaan(OP),pemantauanrutin
danberkala,sertaauditteknisbangunanberupaembungataupenampungairlainnya
yangmencakupsungaidanbangunannyasertafasilitaspenunjanglainnyamenjadihal
yangsangatpentingbagipengelolaanembung.Melaluikegiatanauditteknisembung
dan penyusunan AKNOP ini, diharapkan tujuantujuan tersebut diatas bisa dicapai
secaraefektif.

MaksuddanTujuan
Maksud dari pekerjaan ini adalah melakukan audit/kajian visual terhadap embung
yangadadiWSLombok.
Tujuannya adalah untuk memperoleh informasi kondisi fisik terakhir embung dan
merekomendasikan usahausaha yang perlu dilakukan untuk menjamin kelestarian
fungsinya serta sebagai dasar acuan usulan anggaran pelaksanaan kegiatan Operasi
danPemeliharaantahunan.

Sasaran
Sasaran pekerjaan ini adalah tersedianya dokumen yang menginformasikan tentang
kondisifisikterakhirembungdiWSLombok.

LokasiKegiatan
LokasikegiatanberadadiWilayahSungaiLombok.

SumberPendanaan
SeluruhbiayauntukpekerjaaniniberasaldaridanaAPBNtahunanggaran2017yang
dibebanlan pada DIPA Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Nusa Tenggara I,
denganbiayasebesarRp.500.000.000,(limaratusjutarupiah)termasukPPN10%.

Kerangka Acuan Kerja (KAK)


Audit Teknis Embung dan Penyusunan AKNOP

II. DATAPENUNJANG
6. DataDasar
Beberapa data dan fasilitas yang ada untuk memperlancar pelaksanaan pekerjaan,
antaralainLaporanDesaindanGambarAsbuiltDrawing.

7. StandarTeknis
Konsultan harus mempelajari berbagai literaturliteratur yang terkait dengan jenis
pekerjaanini.Literaturliteraturyangdiacudapatdiperolehdarihasilstuditerdahulu,
peraturan perundangan, Standar SNI dan ISPM yang berlaku dan relevan dengan
kegiatanini.

8. StudiStudiTerdahulu
Studi yang terkait dengan pekerjaan ini (bila ada), akan disiapkan oleh pihak Satuan
Pelaksanaan Kegiatan O & P SDA NT I. Apabila pihak Konsultan mendapatkan studi
studi terdahulu lainnya untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan ini, harus
dikumpulkanatasbiayakonsultan.SatuanPelaksanaanKegiatanO&PSDANTIakan
membantu sebatas yang tersedia di lingkungan Satuan kegiatan dan jika diperlukan
dari instansi terkait, maka Satuan Kegiatan akan membantu sebatas pada surat
perjanjianpinjam.

9.

ReferensiHukum
Acuan pedoman pelaksanaan pekerjaan meliputi semua aturan perundangundangan
yangberlakuseperti:
1) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 42 Tahun 2008 tentang
PengelolaanSumberDayaAir
2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2010 tentang
Bendungan
3) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 2/PRT/M/2008 tentang Pedoman
Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum Yang Merupakan
KewenanganPemerintahDanDilaksanakanSendiri
4) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 2/PRT/M/2010 tentang Rencana
StrategisNasionalKementerianPekerjaanUmumTahun20102014
5) Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 104/PMK.02/2010 tentang Petunjuk
Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian
Negara/LembagaTahunAnggaran2013.
6) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
Nomor : 06/PRT/M/2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Sumber Air dan
BangunanPengairan.

III. RuangLingkup
10. LingkupKegiatan
Lingkup kegiatan pelaksanaan pekerjaan meliputi empat kegiatan pokok sebagai
berikut:

KegiatanI
: PekerjaanPendahuluan
a. Mobilisasitenagaahli/personil
b. Menyiapkanrencanakerja
2

Kerangka Acuan Kerja (KAK)


Audit Teknis Embung dan Penyusunan AKNOP

c. Mengumpulkandatadasardanstuditerdahulu
d. Menyusunrencanakerja.
e. Menyiapkanformsurvey/pengamatan

KegiatanII
: Pengumpulandataprimer.
A. SurveyKondisiFisikembung
a. Melakukan suvey kondisi fisik terkini embung dengan mengisi form survey yang
telahdisetujuidireksipekerjaan.
b. Membuat dokumentasi seluruh komponen bangunan embung dan fasilitas
pendukungnya.

KegiatanIII
: PekerjaanKajianTeknis
a. Mengisiformauditteknissesuaistandaryangberlakudanmelakukananalisisjenis
kerusakan.
b. MelakukanEvaluasikondisifisikembungberdasarkanhasilsurveylapangan.
c. Melakukankajianterhadapdatateknisyangadadanmencocokkandengankondisi
lapangan.
d. Menyusun program rencana pemulihan (jangka pendek, jangka menengah dan
jangkapanjang)
e. MelakukanperhitunganbiayaOP(AKNOP)masingmasingembung.

KegiatanIV
: PembahasandanAsistensi
Pembahasanyangharusdisiapkandandiikutiolehkonsultanmencakup:
1. KickoffMeeting
Konsultanharusmengikutirapatpersiapanpelaksanaankontrak(kickoffmeeting)
untukmenyampaikanpenjelasanteknis,konsepumum,sinkronisasirencanakerja
danfinalisasiRencanaMutuKontrak(RMK).Acarainimenghadirkandirekturdan
team leader yang pelaksanaannya paling lambat 7 (tujuh) hari setelah
penandatanganankontrak.
2. PembahasanLaporanPendahuluan
Konsultan harus menyerahkan draft Laporan Pendahuluan yang antara lain
memuat konsep dasar/general plan, kriteria desain dan metodologi pelaksanaan
pekerjaan.
3. PembahasanLaporanAkhir
KonsultanharusmenyerahkandraftLaporanAkhiryangmemuatantaralainhasil
kajianhidrolika,kajianstruktur,gambargambarrencana,rencanaanggaranbiaya,
spesifikasi teknik, metode pelaksanaan konstruksi dan manual operasi dan
pemeliharaan.

Seluruh pembahasan di atas harus dihadiri oleh team leader dan personil
pendukungnya dihadapan tim pembahas. Jika terdapat perbaikan atas draft laporan,
maka penyempurnaan tersebut harus diserahkan paling lambat 14 hari kalender
setelah pembahasan. Jika draft laporan tidak diterima oleh tim pembahas, maka
konsultan harus melakukan presentasi ulang dalam waktu paling lambat 7 hari
kalendersetelahpembahasan.
Konsultan harus melakukan asistensi kepada direksi pekerjaan minimal 2 (dua) kali
dalamsetiapbulannyauntukmendapatkanpenjelasanteknisdanpenetapanteknis.
3

Kerangka Acuan Kerja (KAK)


Audit Teknis Embung dan Penyusunan AKNOP

11. JangkaWaktuPenyelesaianKegiatan
Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini selama 6 (enam) bulan atau 180 (seratus
delapanpuluh)harikalendersejakdikeluarkanSPMK.

12. Personil
Perincian kebutuhan personil tenaga ahli profesional dan tenaga pendukung untuk
melaksanakanstudiiniadalahsebagaiberikut:

Kualifikasi
No
A
1
2
3
B
1
2
3
4

Posisi
TENAGAAHLI
KetuaTim/AhliSDA
AhliOperasidan
Pemeliharaan
AhliSistemInformasi
Geografi(GIS)
TENAGAPENDUKUNG
JuruAuditTeknis
JuruHitungVolume
Pekerjaan
OperatorKomputer
TenagaLokalSurvey

Jumlah
Orang
Bulan

Pendidikan

Keahlian

Pengalaman

S1TeknikSipil / Pengairan

AhliMudaSDA

3tahun

6 MM

S1TeknikSipil/Pengairan

AhliMudaSDA

2tahun

5MM

S1TeknikGeodesi/
Informatika/Geografi

SertifikatGIS

2tahun

5MM

S1/D3 TeknikSipil /
Pengairan/STMSipil
S1/D3 TeknikSipil /
Pengairan/STMSipil
SLTA Sederajat

3tahun

5MM

3tahun

4MM

3tahun

6 MM
12 MM

IV. LAPORAN
Sebagaihasilpelaksanaanpekerjaantersebutdiatas,makalaporanlaporanyangharus
dibuatadalahsebagaiberikut:

13. RencanaMutuKontrak
LaporaniniharusselesaidandiserahkanuntukdilakukanpembahasanpadasaatPre
Work Meeting, sebelum Kontrak Kerja dilakukan. Laporan ini menguraikan Prosedur
Mutu Penyelesaian Pekerjaan dengan jelas tentang pengaturan dan tata cara
melaksanakan kegiatan pekerjaan dengan mengikuti petunjukpetunjuk sesuai
prosedur mutu yang telah ditetapkan. Jumlah Laporan dibuat sebanyak 3 (tiga) buku
laporan.
14. DraftLaporanPendahuluan
Jumlah laporan dibuat sebanyak 10 (sepuluh) buku laporan dan diserahkan paling
lambat 3 (tiga) hari sebelum pelaksanaan pembahasan laporan dengan Tim
Perencanaan Teknis. Laporan ini berisi rencana kegiatan dan metodologi secara rinci
untukdibahaspadadiskusidraftlaporanpendahuluan.

15. LaporanPendahuluan
Laporan ini adalah merupakan penyempurnaan dari draft laporan pendahuluan yang
telah disetujui oleh pihak Direksi dan Tim Teknis di Lingkungan Balai Wilayah Sungai
NusaTenggaraI.Laporanharusdiserahkansebanyak5(lima)bukulaporan.

Kerangka Acuan Kerja (KAK)


Audit Teknis Embung dan Penyusunan AKNOP

16. LaporanBulanan
Laporan Bulanan, berisi : bahasan pekerjaan yang sedang dilaksanakan, realisasi fisik
masingmasingkegiatan,masalah yangada, Programkerjabulanberikutnya, personil
dan peralatan yang dikerahkan, Daftar hadir personil, Jadwal pelaksanaan disertai
ploting realisasi kemajuan fisik, dan Kesimpulan. Laporan harus diserahkan setiap
bulannya paling lambat pada minggu pertama di bulan berikutnya sebanyak 3 (tiga)
bukulaporan.

17. LaporanPenyusunanAKNOP
Laporan ini berisikan hasilhasil penyusunan AKNOP pada lokasi kegiatan. Laporan
harusdiserahkansebanyak3(tiga)bukulaporan.

18. LaporanAuditTeknis
Laporan ini berisi secara rinci hasilhasil audit teknis. Laporan diserahkan sebanyak 3
(tiga)bukulaporan.

19. LaporanDokumentasi
LaporaniniberisisecararincitentangdokumenasidalampenyusunanAKNOP.Laporan
diserahkansebanyak3(tiga)bukulaporan.

20. DraftLaporanAkhir
Laporan ini memuat secara lengkap tentang hasil masingmasing kajian berdasarkan
tahapantahapan analisa yang telah dilakukan dalam pekerjaan ini sesuai metode
pelaksanaan dalam laporan pendahuluan. Laporan harus diserahkan selambat
lambatnya7(hari)sebelumpembahasanakhirsebanyak10(sepuluh)bukulaporan.

21. LaporanAkhir
Laporan ini merupakan pemutakhiran dari draft laporan akhir yang telah direvisi dan
dilengkapisesuairekomendasihasildiskusiakhir.Laporanharusdiserahkansebanyak
5(lima)bukulaporan.

22. ExecutiveSummary
Laporaninimerupakanresumedariseluruhkegiatanyangdiringkasdarilaporanakhir
untukmemberikaninformasikepadapihakpihakterkaityangmembutuhkan.Laporan
harusdiserahkansebanyak10(sepuluh)bukulaporan.

Semua Laporan tersebut di atas (kecuali gambar dan peta) diketik dengan huruf Arial font
11,aleniablockdandicetakdenganukuran kertasA4.Naskah asli,peta,photodanskema
dalam bentuk full colour. Pada bagian punggung cover, dituliskan judul pekerjaan yang
dimaksud.

Selain dalam bentuk hardcopy, konsultan diharuskan menyampaikan dalam bentuk soft
copy.

Kerangka Acuan Kerja (KAK)


Audit Teknis Embung dan Penyusunan AKNOP

V. HALHALLAIN

23. ProduksiDalamNegeri
SemuakegiatanjasakonsultansiberdasarkanKAKiniharusdilakukandidalamwilayah
Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam angka 4 (empat) kerangka
acuankerja(KAK)denganpertimbanganketerbatasankompetensidalamnegeri.

24. PersyaratanKerjasama
Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan untuk pelaksanaan
kegiatanjasakonsultansiinimakapersyaratanberikutharusdipatuhi.
1) Bagian pekerjaan yang dikerjakan oleh sub penyedia harus diatur dalam kontrak
dandisetujuiterlebihdahuluolehPPK.
2) Penyediatetapbertanggungjawabatasbagianpekerjaanyangdikerjakanolehsub
penyedia.
3) Ketentuanketentuan dalam kerjasama dengan sub penyedia harus mengacu
kepadahargayangtercantumdalamKontraksertamenganutprinsipkesetaraan.

25. PedomanPengumpulanDataLapangan
Pengumpulan data lapangan dan data penunjang lainnya, seperti data hidrologi,
hidroklimatologi,statistik,danlainlain.bisadidapatkandiinstansilainsesuaidengan
jenis data. Pengguna jasa akan memberikan rekomendasi/surat pengantar yang
ditujukankepadapimpinanmasingmasinginstansi.

26. AlihPengetahuan
Transfer knowledge dilakukan kepada personil Pengguna Jasa yang terkait, dalam
rangka untuk operasional alat maupun untuk penggunaan softwaresoftware yang
digunakandalamperhitungan/analisisdalamstudiini.

27. KeselamatanDanKesehatanKerja
1. Dalam pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi, penyedia jasa wajib menerapkan
system manajemen K3 dengan menyusun Rencana Keselamatan dan Kesehatan
KerjaKontrak(RK3K).
2. Keluaran yang dihasilkan dalam kegiatan jasa konsultansi harus mencakup aspek
aspekK3.

Mataram,Juli2016

DisiapkanOleh:

KepalaBalaiWilayahSungai
NusaTenggaraI

Ir.AsdinJulaidy,MM,MT
NIP.196307271999041001