Anda di halaman 1dari 3

Nama : Galih Budi Santosa

Nim

: 1404405076

Kelas : B
TUGAS TEKNIK TEGANGAN TINGGI 2
Soal :
1. Mengapa dalam saluran transmisi dan distribusi, tegangan lsitrik yang dimainkan ?
2. Efek apa saja yang ditimbulkan akibat perlakuan tegangan yang dinaikan ?
Jawab :
1. Mengapa dalam teknik tegangan tinggi tegangan listrik yang dimainkan atauh diubahubah besarnya?
Pada proses ketenagalistrikan dibedakan menjadi 3,yaitu : proses pembangkitan,
transmisi, dan distribusi kebeban. Dalam proses tersebut pembangkitan tenaga listrik dari
pembangkit menuju proses pengiriman baik transmisi maupun distribusi mempunyai jarak yang
cukup jauh. Pada saat sistem tersebut beroperasi, maka pada subsistem transmisi akan terjadi
rugi-rugi daya. Karena tegangan yang dibangkitkan oleh generator adalah arus bolak-balik / arus
AC 3 fasa, maka dapat dihitung besarnya rugi-rugi daya tersebut dalam sebuah persamaan :
P = 3 I2R
Dimana :
P = Besar rugi daya (Watt)
I = Besar arus jala-jala transmisi (Ampere)
R = Besar tahanan kawat transmisi perfasa (Ohm)
Sedangkan arus pada jala-jala suatu transmisi arus AC tiga fasa adalah:
I=

P
.Vr .cos
V3

Dimana :
P
= Daya beban pada ujung penerimaan transmisi (Watt)
Vr = Tegangan fasa ke fasa pada ujun g penerimaan transmisi (Volt)
Cos = Faktor daya beban
Bila persamaan (1) disubstitusi ke persamaan (2), maka rugi-rugi daya transmisi dapat
ditulis sebagai berikut

P=P 2 .

R
. cos2
2
Vr

Dengan melihart persamaan diatas dapat dilihat bahwa rugi-rugi daya transmisi dpat
dikurangi dengan beberapa cara, antra lain :
1. Meninggikan tegangan transmisi
2. Memperkecil tahanan konduktor
3. Memperbesar faktor daya beban
Sehingga untuk mengurangi rugi-rugi daya dapat dilakukan dengan pertimbangan :
1. Jika ingin memperkecil tahanan konduktor, maka luas penampang konduktor harus
diperbesar. Sedangkan luas penampang konduktor ada batasnya.
2. Jika ingin memperbaiki faktor daya beban, maka perlu dipasang kapasitor
kompensasi (shunt capacitor). Perbaikan faktor daya yang diperoleh dengan
pemasangan kapasitor pun ada batasnya.
3. Rugi-rugi transmisi berbanding lurus dengan besar tahanan konduktor dan berbanding
terbalik dengan kuadrat tegangan transmisi, sehingga pengurangan rugi-rugi daya
yang diperoleh karena peninggian tegangan transmisi jauh lebih efektif daripada
pengurangan rugi-rugi daya dengan mengurangi nilai tahanan konduktornya.
Sehingga dapat diambil kesimpulan, bahwa pada saat proses tersebut tegangan yang
diubah-ubah untuk mengurangi rugi-rugi daya. Karena apabila arus diperbesar,maka rugi-rugi
daya semakn besar sesuai dengan persamaan 1 diatas.
2. Efek apa saja yang ditimbulkan akibat perlakuan tegangan yang dinaikan ?
Pada pengaplikasiannya, peningkatan tegangantransmisi harus dibatasi karena dapat
menimbulkan beberapa masalah, diantaranya :
1. Tegangan tinggi dapat menimbulkan korona pada kawat transmisi. korona ini pun akan
menimbulkan rugi-rugi daya dan dapat menyebabkan gangguan terhadap komunikasi
radio.
2. Jika tegangan semakin tinggi, maka peralatan transmisi dan gardu induk akan
membutuhkan isolasi yang volumenya semakin banyak agar peralatan-peralatan tersebut
mampu memikul tegangan tinggi yang mengalir. Hal ini akan mengakibatkan kenaikan
biaya investasi.

3. Saat terjadi pemutusan dan penutupan rangkaian transmisi (switching operation), akan
timbul tegangan lebih surja hubung sehingga peralatan sistem tenaga listrik harus
dirancang untuk mampu memikul tegangan lebih tersebut. Hal ini juga mengakibatkan
kenaikan biaya investasi
4. Jika tegangan transmisi ditinggikan, maka menara transmisi harus semakin tinggi untuk
menjamin keselamatan makhluk hidup disekitar trasnmisi. Peninggian menara transmisi
akan mengakibatkan trasnmisi mudah disambar petir. Seperti telah kita ketahui, bahwa
sambaran petir pada transmisi akan menimbulkan tegangan lebih surja petir pada sistem
tenaga listrik, sehingga peralatan-peralatan sistem tenaga listrik harus dirancang untuk
mampu memikul tegangan lebih surja petir tersebut.
5. Peralatan sistem perlu dilengkapi dengan peralatan proteksi untuk menghindarkan
kerusakan akibat adanya tegangan lebih surja hubung dan surja petir. Penambahan
peralatan proteksi ini akan menambah biaya investasi dan perawatan.
Kelima hal diatas memberi kesimpulan, bahwa peninggian tegangan transmisi akan
menambah biaya investasi dan perawatan, namun dapat megurangi kerugian daya. Namun jika
ditotal biaya keseluruhan, maka peninggian tegangan transmisi lebih ekonomis karena member
biaya total minimum, dan tegangan ini disebut tegangan optimum.