Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL BANGSA

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah pendidikan


pancasila

Di susun oleh: Kelompok 3


1. Bryan Andreas Hanafy
2. Afian Desiana Irfan

Universitas Pamulang
Jalan Surya Kencana No. 1, Pamulang, Kota Tangerang Selatan,
Banten 15417
e-mail: akuntansic307@gmail.com

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT sehingga dengan
rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyusun hasil diskusi ini, kami
mengucapkan banyak terima kasih kepada Dosen yang telah memberikan
arahan dan nasehat demi terwujudnya kinerja yang efisien. Kami sadar
bahwa hasil diskusi ini masih banyak terdapat kejanggalan dan kesalahan.
Maka dari itu kami berharap para pembaca agar sudi kiranya memberikan
kritik dan saran untuk kesempurnaan hasil diskusi ini.
Akhir kata, semoga hasil diskusi kami ini dapat bermanfaat bagi
seluruh kalangan yang membutuhkan terutama kepada para mahasiswa.

Penyusun

PENDAHULUAN

Pancasila adalah ideologi Bangsa Indonesia. Sebagai dasar Negara Indonesia


Pancasila memegang peranan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain
ideologi Pancasila ada banyak ideologi lain yang berkembang di dunia yaitu ideologi
Liberalisme, Kapitalisme, Komunisme dan Sosialisme. Semua itu memiliki banyak
perbedaan dengan ideologi Pancasila .

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL


A. Pengertian Ideologi
Ideologi adalah gabungan dari dua kata majemuk, yaitu idea dan logus,
yang berasal dari bahasa Yunani eidos dan logos. Secara sederhana,
Ideologi berarti suatu gagasan yang berdasarkan pemikiran sedalamdalamnya dan merupakan pemikiran filsafat. Dalam arti kata luas, istilah
ideologi dipergunakan untuk segala kelompok cita-cita, nilai-nilai dasar,
dan keyakinan-keyakinan yang mau dijunjung tinggi sebagai pedoman
normative. Dalam arti sempit, ideologi adalah gagasan atau teori yang
menyeluruh tentang makna hidup dan nilai-nilai yang menentukan
dengan mutlak bagaimana manusia harus hidup dan bertindak. Artinya ini
disebut juga ideologitertutup. Kata ideologi sering juga dijumpai untuk
pengertian memutlakkan gagasan tertentu
Ideologi ini dapat dikelompokkan menjadi dua macam watak ideology,
diantaranya :
1. Ideologi Tertutup
Ideologi tertutup adalah ideologi yang bersifat mutlak. Dengan
kata lain bahwa Ideologi tertutup merupakan ajaran atau
pandangan dunia atau filsafat yang menentukan tujuan-tujuan
dan norma-norma politik dan sosial, yang ditasbihkan sebagai
kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi, melainkan harus
diterima sebagai sesuatu yang sudah jadi dan harus dipatuhi.
Ciri : Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam
masyarakat, melainkan cita-cita sebuah kelompok yang
digunakan sebagai dasar untuk mengubah masyarakat
2. Ideologi Terbuka
Ideologi terbuka adalah ideologi yang tidak dimutlakkan. Dapat
diartikan juga bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan
dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani,
moral dan budaya masyarakatnya sendiri. Ideologi terbuka
merupakan
ideologi
yang
dapat
berinteraksi
dengan
perkembangan zaman dan adanya dinamika secara internal
Ciri : Merupakan kekayaan rohani, dan budaya masyarakat
(falasafah). Jadi, bukan keyakinan ideologis sekelompok orang,
melainkan kesepakatan masyarakat
Makna Ideologi Bagi Negara
Pancasila sebagai ideologi nasional mengandung nilai-nilai budaya
bangsa Indonesia, yaitu cara berpikir dan cara kerja perjuangan. Pancasila
perlu dipahami dengan latar belakang sejarah perjuangan bangsa
Indonesia. Sebagai dasar Negara, Pancasila perlu dipahami dengan latar
belakang konstitusi proklamasi atau hukum dasar kehidupan berbangsa,

bernegara, dan bermasyarakat, yaitu Pembukaan, Batang Tubuh, serta


Penjelasan UUD 1945.
Pancasila sebagai Ideologi Nasional, dapat diartikan sebagai suatu
pemikiran yang memuat pandangan dasar dan cita-cita mengenai sejarah
manusia, masyarakat, hukum, dan Negara Indonesia, yang bersumber
dari kebudayaan Indonesia. Pancasila bersifat integralistik yaitu paham
tentang hakikat Negara yang dilandasi dengan konsep kehidupan
bernegara.
Untuk memahami konsep pancasila bersifat integralistik, maka
terlebih dahulu kita harus melihat beberapa teori (paham) mengenai
dasar Negara, yaitu sebagai berikut :

Teori perseorangan (Individualistik)


Negara adalah masyarakat hokum (legal society) yang
disusun atas kontak antara seluruh orang dalam masyarakat
tersebut (social contract)

Teori Golongan (Class Theory)


Negara
merupakan
penjelmaan
dari
pertengahanpertengahan kekuatan ekonomi
Teori kebersamaan (Integralistik)
Negara adalah suatu susunan masyarakat yang integral
diantara semua golongan dan semua bagian dari seluruh
anggota masyarakat

Dalam hal ini pancasila bersifat integralistik karena :


Mengandung
semangat
kekeluargaan
kebersamaan
Adanya semangat kerja sama (gotong royong)
Memelihara persatuan dan kesatuan
Mengutamakan musyawarah untuk mufakat

dalam

Ciri-ciri Ideologi :
a. Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai
kehidupan berbangsa dan bernegara
b. Mewujudkan suatu azas kerohanian, pandanganpandangan hidup, pegangan hidup yang diperlihara dan
diamalkan, serta dilestarikan ke generasi berikutnya
Fungsi Ideologi :
a. Sebagai sarana untuk memformulasikan dan mengisi
kehidupan manusia secara individual
b. Sebagai kekuatan yang mampu memberi semangat dan
motivasi individu, masyuarakat dan bangsa untuk
menjalani kehidupan dalam mencapai tujuan
Kedudukan dan fungsi pancasila

Dari berbagai macam kedudukan dan fungsi pancasila sebagai


titik sentral pembahasan adalah kedudukan dan fungsi pancasila
sebagai dasar negara republik indonesia, hal ini sesuai dengan
kausa finalis pancasila yang dirumuskan oleh pembentuk negara
pada hakikatnya adalah sebagai dasar negara republik indonesia.
Oleh karena itu dari berbagai macam kedudukan dan fungsi
pancasila sebenarnya dapat dikembalikan pada dua macam
kedudukan dan fungsi pancasila yang pokok yaitu sebagai dasar
negara republik indonesia dan sebagai pandangan hidup bangsa
indonesia.
Yang terpenting bagi kajian ilmiah adalah bagaimana
hubungan secara kausalitas diantara kedudukan dan fungsi
pancasila yang bermacam-macam tersebut. Kedudukan dan fungsi
pancasila dapat di pahami melalui uraian berikut :
1. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
Pandangan hidup berfungsi sebagai kerangka acuan baik
untuk menata kehidupan diri pribadi maupun dalam interaksi antar
manusia dalam masyarakat serta alam sekitarnya.
Proses perumusan pandangan hidup masyarakat di tuangkan
dan dilembagakan menjadi pandangan hidup bangsa selanjutnya.
Pandangan hidup bangsa dituangkan dan dilembagakan menjadi
pandangan hidup negara. Pandangan hidup bangsa dapat di sebut
sebagai ideologi bangsa (nasional), dan pandangan hidup negara
dapat di sebut sebagai ideologi negara.
Antara pandangan hidup masyarakat dengan pandangan
hidup bangsa memiliki hubungan yang bersifat timbal balik.
Pandangan hidup bangsa diproyeksikan kembali kepada pandangan
hidup masyarakat serta tercermin dalam sikap hidup pribadi
warganya. Dengan demikian dalam negara pancasila pandangan
hidup masyarakat tercermin dalam kehidupan negara yaitu
pemerintah terikat oleh kewajiban konstitusional, yaitu kewajiban
pemerintah dan lain-lain. Penyelenggara negara untuk memelihara
budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita
moral rakyat yang luhur.

Transformasi pandangan hidup masyarakat menjadi


pandangan hidup bangsa dan akhirnya menjadi dasar negara juga
terjadi pada pandangan hidup pancasila. Pancasila sebelum di
rumuskan menjadi dasar negara serta ideologi negara, nilai-nilainya
telah terdapat pada bangsa indonesia dalam adat-istiadat, dalam
budaya serta dalam agama-agama sebagai pandangan hidup
masyarakat indonesia. Pandangan yang ada pada masyarakat
indonesia tersebut kemudian menjelma menjadi pandangan hidup
bangsa yang telah terintis sejak jaman sriwijaya, majapahit
kemudian sumpah pemuda 1928. Kemudian di angkat dan
dirumuskan oleh para pendiri negara dalam sidang-sidang BPUPKI,
panitia sembilan, serta sidang PPKI kemudian ditentukan dan di
sepakati sebagai dasar negara republik indonesia, dan dalam
pengertian inilah maka pancasila sebagai pandangan hidup negara
dan sekaligus sebagai ideologi negara.
Dengan suatu pandangan hidup yang jelas maka bangsa
indonesia akan memiliki pegangan dan pedoman bagaimana
mengenal dan memecahkan berbagai masalah politik, sosial
budaya, ekonomi, hukum, hankam dan persoalan lainnya dalam
gerak masyarakat yang semakin maju.
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa tersebut
terkandung di dalamnya konsepsi dasar mengenai kehidupan yang
dicita-citakan, terkandung dasar pikiran terdalam dan gagasan
mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. Oleh karena
pancasila sebagai pandangan hidup bangsa merupakan suatu
kristalisasi dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat indonesia,
maka pandangan hidup tersebut dijunjung tinggi oleh warganya
karena pandangan hidup pancasila berakar pada budaya dan
pandangan hidup masyarakat.
D. Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa dan Negara
Sebagai ideologi, yaitu selain kedudukannya sebagai dasar
Negara Kesatuan Republik Indonesia Pancasila berkedudukan juga
sebagai ideologi nasional Indonesia yang dilaksanakan secara
konsisten dalam kehidupan bernegara. Sebagai ideologi bangsa

Indonesia, yaitu Pancasila sebagai ikatan budaya (cultural bond)


yang berkembang secara alami dalam kehidupan masyarakat
Indonesia bukan secara paksaan atau Pancasila adalah sesuatu
yang sudah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari bangsa
Indonesia. Sebuah ideologi dapat bertahan atau pudar dalam
menghadapi perubahan masyarakat tergantung daya tahan dari
ideologi itu.
Kekuatan ideologi tergantung pada kualitas tiga dimensi yang
dimiliki oleh ideologi itu, yaitu dimensi realita, idealisme, dan
fleksibelitas. Pancasila sebagai sebuah ideologi memiliki tiga
dimensi tersebut:
1. Dimensi realita, yaitu nilai-nilai dasar yang ada pada ideologi itu
yang mencerminkan realita atau kenyataan yang hidup dalam
masyarakat dimana ideologi itu lahir atau muncul untuk pertama
kalinya paling tidak nilai dasar ideologi itu mencerminkan realita
masyarakat pada awal kelahirannya.
2. Dimensi idealisme, adalah kadar atau kualitas ideologi yang
terkandung dalam nilai dasar itu mampu memberikan harapan
kepada berbagai kelompok atau golongan masyarakat tentang
masa depan yang lebih baik melalui pengalaman dalam praktik
kehidupan bersama sehari-hari.
3. Dimensi Fleksibelitas atau dimensi pengembangan, yaitu
kemampuan ideologi dalam mempengaruhi dan sekaligus
menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakatnya.
Mempengaruhi artinya ikut mewarnai proses perkembangan
zaman tanpa menghilangkan jati diri ideologi itu sendiri yang
tercermin dalam nilai dasarnya. Mempengaruhi berarti
pendukung ideologi itu berhasil menemukan tafsiran-tafsiran
terhadap nilai dasar dari ideologi itu yang sesuai dengan realitarealita baru yang muncul di hadapan mereka sesuai
perkembangan zaman.

Pancasila memenuhi ketiga dimensi ini sehingga pancasila dapat


dikatakan sebagai ideologiterbuka. Fungsi Pancasila sebagai ideologi
Negara, yaitu :
1. Memperkokoh persatuan bangsa karena bangsa Indonesia adalah
bangsa yang majemuk.
2. Mengarahkan bangsa Indonesia menuju tujuannya dan
menggerakkan serta membimbing bangsa Indonesia dalam
melaksanakan pembangunan.
3. Memelihara dan mengembangkan identitas bangsa dan sebagai
dorongan dalam
pembentukan karakter bangsa berdasarkan Pancasila.
4. Menjadi standar nilai dalam melakukan kritik mengenai keadaan
bangsa dan Negara.
Pancasila jika akan dihidupkan secara serius, maka setidaknya
dapat menjadi etos yang mendorong dari belakang atau menarik
dari depan akan perlunya aktualisasi maksimal setiap elemen
bangsa. Hal tersebut bisa saja terwujud karena Pancasila itu
sendiri memuat lima prinsip dasar di dalamnya, yaitu:
Kesatuan/Persatuan, kebebasan, persamaan, kepribadian dan
prestasi. Kelima prinsip inilah yang merupakan dasar paling
sesuai bagi pembangunan sebuah masyarakat bangsa dan
personal-personal di dalamnya.
Menata sebuah negara itu membutuhkan suatu konsensus
bersama sebagai alat lalu lintas kehidupan berbangsa dan
bernegara. Tanpa konsensus tersebut, masyarakat akan
memberlakukan hidup bebas tanpa menghiraukan aturan main
yang telah disepakati. Ketika Pancasila telah disepakati bersama
sebagai sebuah konsensus, maka Pancasila berperan sebagai
payung hukum dan tata nilai prinsipil dalam penyelenggaraan

kehidupan bernegara. Dan sebagai ideologi yang dikenal oleh


masyarakat internasional, Pancasila juga mengalami tantangantantangan dari pihak luar/asing. Hal ini akan menentukan apakah
Pancasila mampu bertahan.
Pancasila merupakan hasil galian dari nilai-nilai sejarah
bangsa Indonesia sendiri dan berwujud lima butir mutiara
kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu religius monotheis,
humanis universal, nasionalis patriotis yang berkesatuan dalam
keberagaman,demokrasi dalam musyawarah mufakat dan yang
berkeadilan sosial. Dengan demikian Pancasila bukanlah imitasi
dari ideologi negara lain, tetapi mencerminkan nilai amanat
penderitaan rakyat dan kejayaan leluhur bangsa. Keampuhan
Pancasila sebagai ideologi tergantung pada kesadaran,
pemahaman dan pengamalan para pendukungnya. Pancasila
selayaknya tetap bertahan sebagai ideologi terbuka yang tidak
bersifat doktriner ketat. Nilai dasarnya tetap dipertahankan,
namun nilai praktisnya harus bersifat fleksibel. Ketahanan
ideologi Pancasila harus menjadi bagian misi bangsa Indonesia
dengan keterbukaannya tersebut.
Nilai nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan
suatu cerminan dari kehidupan masyarakat Indonesia (nenek
moyang kita) dan secara tetap telah menjadi bagian yang tak
terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia. Untuk itu kita
sebagai generasi penerus bangsa harus mampu menjaga nilainilai tersebut. Untuk dapat hal tersebut maka perlu adanya
berbagai upaya yang didukung oleh seluruh masyarakat
Indonesia. Upayaupaya tersebut antara lain :
1. Melalui dunia pendidikan, dengan menambahkan mata
pelajaran khusus Pancasila pada setiap satuan pendidikan
bahkan sampai ke perguruan tinggi.

2. Lebih memasyarakatkan pancasila.


3. Menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
4. Memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang melakukan
pelanggaran terhadap Pancasila.
5. Menolak dengan tegas faham-faham yang bertentangan
dengan Pancasila.

E. Nilai-Nilai yang Terkandung Dalam Pancasila Sebagai


Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia
Nilai-nilai Pancasila yang terkandung didalamnya merupakan
nilai nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, keadilan.
Ini merupakan nilai dasar bagi kehidupan kewarganegaraan,
kebangsaan, dan kemasyarakatan. Nilai-nilai Pancasila tergolong
nilai kerohanian yang di dalamnya terkandung nilai-nilai lainnya
secara lengkap dan harmonis, baik nilai material, vital, kebenaran,
atau kenyataan. Estetis, estis maupun religius. Nilai-nilai Pancasila
bersibat obyektif dan subyektif, artinya hakikat nilai-nilai Pancasila
bersifat universal atau berlaku dimanapun, sehingga dapat
diterapkan di negara lain.
Nilai-nilai pancasila bersifat objektif, maksudnya :
1. Rumusan dari pancasila itu sendiri memiliki makna yang
terdalam menunjukkan adanya sifat umum universal dan
abstrak.
2. Inti dari nilai Pancasila akan tetap ada sepanjang masa dalam
kehidupan bangsa Indonesia.
3. Pancasila dalam pembukaan UUD 1945 merupakan sumber dari
segala sumber hukum di Indonesia.

Sedangkan nilai-nilai Pancasila bersifat subjektif bahwa


keberadaan nilai-nilai Pancasila itu terlekat pada bangsa
Indonesia sendiri karena:
1. Nilai- nilai Pancasila timbul dari bangsa Indonesia.
2. Nilai-nilai Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa
Indonesia.
Nilai-nilai pancasila terkandung nilai kerohanian yang sesuai
dengan hati nurani bangsa Indonesia.

KESIMPULAN

Ideologi mempunyai arti pengetahuan tentang gagasan-gagasan.


Pengetahuan tentang ide-ide science of ideas atau ajaran tentang
pengertian-pengertian

dasar.

Ideologi

secara

fungsional

merupakan

perangkat gagasan tentang kebaikan bersama atau tentang masyarakat


dan negara yang dianggap paling baik. Karakteristik ideologi pancasila
merupakan ciri khas yang membedakannya dengan ideologi yang lain.
Karakteristik tersebut yang pertama adalah Tuhan yang maha esa akan
eksistensi Tuhan sebagai pencipta dunia dengan segala isinya, kedua
adalah penghargaan kepada sesama umat manusia apapun suku bangsa
dan bahasanya sesuai dengan kemanusiaan yang adil dan beradab, ketiga
adalah bangsa indonesia menjunjung tinggi persatuan bangsa, keempat
adalah bahwa kehidupan kita dalam bermasyarakat dan bernegara
berdasarkan atas sistem demokrasi, kelima adalah keadilan sosial bagi
seluruh rakyat indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

http://hendraabisgaul.blogspot.com/2010/04/pancasila-sebagai-ideologibangsa-dan.html
http://rerenie.wordpress.com/2013/04/23/pancasila-sebagai-ideologibangsa-dan-negara-indonesia/
https://docs.google.com/document/d/1tLEc8N52UsxcdLJYhEtAfJ7oH8YyDW
hb5DIowsLIo4o/edit?pli=1
http://berbagireferensi.blogspot.com/2009/12/perbandingan-ideologipancasila-dengan.html
http://aayuunoo.blogspot.com/2014/02/perbandingan-ideologipancasila.html
http://waridbudakmetal.wordpress.com/2013/01/16/perbandinganideologi-komunisliberaldan-pancasila/