Anda di halaman 1dari 10

Artikel mengenai CSR dan Contoh Perusahaan yang

menerapkan CSR
Artikel tentang CSR (Corporate Social Responsibility)
Setiap perusahaan memiliki cara pandang yang berbeda terhadap CSR, dan cara pandang
inilah yang bisa dijadikan indikator kesungguhan perusahaan tersebut dalam melaksanakan CSR
atau hanya sekedar membuat pencitraan di masyarakat (Wibisono :2007). Setidaknya terdapat
tiga kategori paradigma perusahaan dalam menerapkan program CSR, diantaranya:
Pertama, Sekedar basa basi dan keterpaksaan, artinya CSR dipraktekkan lebih karena
faktor eksternal, baik karena mengendalikan aspek sosial (social driven) maupun mengendalikan
aspek lingkungan (environmental driven). Artinya pemenuhan tanggungjawab sosial lebih karena
keterpaksaan akibat tuntutan daripada kesukarelaan. Berikutnya adalah mengendalikan reputasi
(reputation driven), yaitu motivasi pelaksanaan CSR untuk mendongkrak citra perusahaan.
Banyak korporasi yang sengaja berupaya mendongkrak citra dengan mamanfaatkan peristiwa
bencana alam seperti memberi bantuan uang, sembako, medis dan sebagainya, yang kemudian
perusahaan berlomba menginformasikan kontribusinya melalui media massa. Tujuannya adalah
untuk mengangkat reputasi.
Disatu sisi, hal tersebut memang menggembirakan terutama dikaitkan dengan kebutuhan
riel atas bantuan bencana dan rasa solidaritas kemanusiaan. Namun disisi lain, fenomena ini
menimbulkan tanda tanya terutama dikaitkan dengan komitmen solidaritas kemanusiaan itu
sendiri. Artinya, niatan untuk menyumbang masih diliputi kemauan untuk meraih kesempatan
untuk melakukan publikasi positif semisal untuk menjaga atau mendongkrak citra korporasi.
Kedua, Sebagai upaya untuk memenuhi kewajiban (compliance). CSR
diimplementasikan karena memang ada regulasi, hukum dan aturan yang memaksanya. Misalnya
karena ada kendali dalam aspek pasar (market driven).
Kesadaran tentang pentingnya mengimplementasikan CSR ini menjadi tren seiring
dengan maraknya kepedulian masyarakat global terhadap produk-produk yang ramah lingkungan
dan diproduksi dengan memperhatikan kaidah-kaidah sosial. Seperti saat ini bank-bank di eropa
mengatur regulasi dalam masalah pinjaman yang hanya diberikan kepada perusahaan yang
mengimplementasikan CSR dengan baik. selain itu beberapa bursa sudah menerapkan indeks
yang memasukan kategori saham-saham perusahaan yang telah mengimplemantasikan CSR,
seperti New York Stock Exchange saat ini memiliki Dow Jones Sustainability Indeks (DJSI) bagi
perusahaan-perusahaan yang dikategorikan memiliki nilai CSR. Bagi perusahaan eksportir CPO
saat ini diwajibkan memiliki sertifikatRoundtable Sustainability Palm Oil (RSPO) yang
mensyaratkan adanya program pengembangan masyarakat dan pelestarian alam.
Selain market driven, driven lain yang yang sanggup memaksa perusahaan untuk
mempraktkan CSR adalah adanya penghargaan-penghargaan (reward) yang diberikan oleh
segenap institusi atau lembaga. Misalnya CSR Award baik yang regional maupun global, Padma
(Pandu Daya Masyarakat) yang digelar oleh Depsos, dan Proper (Program Perangkat Kinerja
Perusahaan) yang dihelat oleh Kementrian Lingkungan Hidup.
Ketiga, bukan sekedar kewajiban (compliance), tapi lebih dari sekdar kewajiban (beyond
compliance) atau (compliance plus). Diimplementasikan karena memang ada dorongan yang
tulus dari dalam (internal driven). Perusahaan telah menyadari bahwa tanggungjawabnya bukan
lagi sekedar kegiatan ekonomi untuk menciptakan profit demi kelangsungan bisnisnya,

melainkan juga tanggungjawab sosial dan lingkungan. Dasar pemikirannya, menggantungkan


semata-mata pada kesehatan finansial tidak akan menjamin perusahaan bisa tumbuh secara
berkelanjutan.
Perusahaan meyakini bahwa program CSR merupakan investasi demi pertumbuhan dan
keberlanjutan (sustainability) usaha. Artinya, CSR bukan lagi dilihat sebagai sentra biaya (cost
centre) melainkan sentra laba (profit center) di masa yang akan datang. Logikanya adalah bila
CSR diabaikan, kemudian terjadi insiden, maka biaya untuk mengcover resikonya jauh lebih
besar ketimbang nilai yang hendak dihemat dari alokasi anggaran CSR itu sendiri. Belum lagi
resiko non-finansial yang berpengaruh buruk pada citra korporasi dan kepercayaan masyarakat
pada perusahaan.
Dengan demikian, CSR bukan lagi sekedar aktifitas tempelan yang kalau terpaksa bisa
dikorbankan demi mencapai efisiensi, namun CSR merupakan nyawa korporasi. CSR telah
masuk kedalam jantung strategi korporasi. CSR disikapi secara strategis dengan melakukan
inisiatif CSR dengan strategi korporsi. Caranya, inisatif CSR dikonsep untuk memperbaiki
konteks kompetitif korporasi yang berupa kualitas bisnis tempat korporasi beroperasi.
Manfaat CSR:
Sedikitnya ada 4 manfaat CSR terhadap perusahaan yaitu :
1. Brand differentiation. Dalam persaingan pasar yang kian kompetitif, CSR bisa
memberikan citra perusahaan yang khas, baik, dan etis di mata publik yang pada gilirannya
menciptakan customer loyalty. The Body Shop dan BP (dengan bendera Beyond Petroleumnya), sering dianggap sebagai memiliki image unik terkait isu lingkungan.
2. Human resources. Program CSR dapat membantu dalam perekrutan karyawan baru,
terutama yang memiliki kualifikasi tinggi. Saat interview, calon karyawan yang memiliki
pendidikan dan pengalaman tinggi sering bertanya tentang CSR dan etika bisnis perusahaan,
sebelum mereka memutuskan menerima tawaran. Bagi staf lama, CSR juga dapat meningkatkan
persepsi,
reputasi
dan
dedikasi
dalam
bekerja.
3. License to operate. Perusahaan yang menjalankan CSR dapat mendorong pemerintah dan
publik memberi ijin atau restu bisnis. Karena dianggap telah memenuhi standar operasi dan
kepedulian
terhadap
lingkungan
dan
masyarakat
luas.
4. Risk management. Manajemen resiko merupakan isu sentral bagi setiap perusahaan.
Reputasi perusahaan yang dibangun bertahun-tahun bisa runtuh dalam sekejap oleh skandal
korupsi, kecelakaan karyawan, atau kerusakan lingkungan. Membangun budaya doing the right
thing berguna bagi perusahaan dalam mengelola resiko-resiko bisnis.
CSR yang dilakukan perusahaan dalam kenyataannya merupakan wujud berbagi
kepedulian. Namun dalam implementasinya, sebuah perusahaan perlu dengan cermat
memastikan bagaimana pola dan metode yang akan dilakukannya bisa sesuai dengan situasi dan
kondisi yang ada. Terutama dalam konteks ini bila menyangkut hal yang berkaitan dengan
pemberdayaan masyarakat. Sukses tidaknya pengelolaan CSR juga tergantung pada bagaimana
komunikasi dan pendekatan pihak perusahaan dengan masyarakat penerima manfaat CSR.
Sumber(http://csr.pkpu.or.id/article/csr-dan-kepedulianperusahaan,http://www.rahmatullah.net/2010/05/masalah-pengelolaan-program-corporate.html
)

Contoh perusahaan yang menerapkan CSR adalah PT PLN (Persero).


PLN telah berkomitmen menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas
kehidupan masyarakat, mengupayakan tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi dan
menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan, PLN bertekad menyelaraskan
pengembangan ketiga aspek dalam penyediaan listrik, yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan.
Untuk itu, PLN mengembangkan Program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai wujud
nyata dari Tanggungjawab Sosial Perusahaan Wewenang dan tanggung jawab Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) PT
PLN (Persero), mencakup di antaranya:
Menyusun dan melaksanakan kebijakan pemberdayaan masyarakat di lingkungan perusahaan
sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dan CSR dengan lingkup kegiatan
Community relation, Community Services, Community Empowering dan Pelestarian alam.
Menyusun dan melaksanakan program kepedulian sosial perusahaan.
Menyusun dan melaksanakan program kemitraan sosial dan bina UKM dan peningkatan citra
perusahaan.
Memastikan tersedianya dan terlaksananya program pelestarian alam termasuk penghijauan dan
upaya pengembangan citra perusahaan sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance.
Pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahan (CSR) :
a) Community Relation
Kegiatan ini menyangkut pengembangan kesepahaman melalui komunikasi dan informasi
kepada para pihak yang terkait. Beberapa kegiatan yang dilakukan PLN antara
lain: melaksanakan sosialisasi instalasi listrik, contohnya melalui penerangan kepada pelajar
SMA di Jawa Barat tentang SUTT/SUTET, dan melaksanakan sosialisasi bahaya layang-layang
di daerah Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur
b) Community Services
Program bantuan dalam kegiatan ini berkaitan dengan pelayanan masyarakat atau kepentingan
umum. Kegiatan yang dilakukan selama tahun 2011, antara lain memberikan :
Bantuan bencana alam.
Bantuan peningkatan kesehatan di sekitar instalasi PLN, antara lain di Kelurahan Asemrowo,
Surabaya yang berada di sekitar SUTT 150kV Sawahan-Waru.
Bantuan sarana umum pemasangan turap untuk warga pedesaan di Kecamatan Rumpin
Kabupaten Bogor, Jawa Barat serta bantuan pengaspalan jalan umum di Bogor Buleleng, Bali.
Bantuan perbaikan sarana ibadah.
Operasi Katarak gratis di Aceh, Pekanbaru, Jawa Barat, dan kota lainnya di Indoenesia
Bantuan Sarana air bersih,
c) Community Empowering
Kegiatan ini terdiri dari program-program yang memberikan akses yang lebih luas kepada
masyarakat untuk menunjang kemandiriannya. Kegiatan yang dilakukan antara lain:
Bantuan produksi dan pengembangan pakan ikan alternatif di sekitar SUTET, bekerja sama
dengan Fakultas Pertanian UGM.
Bantuan alat pertanian kepada kelompok tani Ngaran Jaya Kabupaten Kulonprogo, Jawa Tengah.
Bantuan pengembangan budi daya pertanian pepaya organik untuk komunitas di sekitar Gunung
Merapi Yogyakarta yang bekerja sama dengan Fakultas Pertanian UGM.
Bantuan pengembangan pola tanam padi SRI produktivitas tinggi

Bantuan pelatihan pengembangan budi daya tanaman organik di sekitar instalasi PLN
Pemberdayaan anggota PKK Asemrowo, Surabaya.
Program budi daya jamur tiram masyarakat Desa Umbul Metro, Lampung.
Bantuan Pelatihan budidaya rumput lain di Kalimantan Timur
Bantuan Pelatihan kelompok tani tambak ikan tawar Danau Sentani, Papua
Pelatihan manajemen UKM dan Kiat-kiat pengembangan UKM di Papua
Pelatihan manajemen pemasaran dan keuangan bagi pengrajin souvenir khas Papua
Penyuluhan pertanian untuk petani di Genyem, Papua
Pemberian bibit coklat masyrakat dibawah ROW P3B Sumatera
ANALISIS:
Menurut saya keputusan manajemen perusahaan untuk melaksanakan program-program CSR
secara berkelanjutan, pada dasarnya merupakan keputusan yang rasional. Sebab implementasi
program-program CSR akan menimbulkan efek lingkaran emas yang akan dinikmati oleh
perusahaan dan seluruh stakeholder-nya. Melalui CSR, kesejahteraan dan kehidupan sosial
ekonomi masyarakat lokal maupun masyarakat luas akan lebih terjamin. Kondisi ini pada
gilirannya akan menjamin kelancaran seluruh proses atau aktivitas produksi perusahaan serta
pemasaran hasil-hasil produksi perusahaan. Sedangkan terjaganya kelestarian lingkungan dan
alam selain menjamin kelancaran proses produksi juga menjamin ketersediaan pasokan bahan
baku produksi yang diambil dari alam.
Bila CSR benar-benar dijalankan secara efektif maka dapat memperkuat atau meningkatkan
akumulasi modal sosial dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Modal sosial,
termasuk elemen-elemennya seperti kepercayaan, kohesifitas, altruisme, gotong royong, jaringan
dan kolaborasi sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Melalui
beragam mekanismenya, modal sosial dapat meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap
kepentingan publik, meluasnya partisipasi dalam proses demokrasi, menguatnya keserasian
masyarakat dan menurunnya tingkat kekerasan dan kejahatan.
Tanggung jawab perusahaan terhadap kepentingan publik dapat diwujudkan melalui pelaksanaan
program-program CSR yang berkelanjutan dan menyentuh langsung aspek-aspek kehidupan
masyarakat. Dengan demikian realisasi program-program CSR merupakan sumbangan
perusahaan secara tidak langsung terhadap penguatan modal sosial secara keseluruhan. Berbeda
halnya dengan modal finansial yang dapat dihitung nilainya kuantitatif, maka modal sosial tidak
dapat dihitung nilainya secara pasti. Namun demikian, dapat ditegaskan bahwa pengeluaran
biaya untuk program-program CSR merupakan investasi perusahaan untuk memupuk modal
sosial.
AQUA

Contoh perusahaan yang melakukan CSR


Program 1L Aqua untuk 10L Air Bersih
Binahidra Logiardi, Sustainable Development & Social Responsibility,
DANONE AQUA, menjelaskan Air merupakan kebutuhan mendasar bagi kita
semua, namun tidak semua orang bisa mengakses air bersih dalam kehidupannya
sehari-hari. Banyak daerah di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, yang

mengalami kesulitan untuk memperoleh air dikarenakan topografi daerah tersebut


membutuhkan sistem infrastruktur pasokan air bersih untuk memungkinkan
masyarakat sekitar agar dapat mengakses air bersih tersebut. Selain akses air
bersih, sanitasi, kesehatan lingkungan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat
pra sejahtera juga merupakan hal penting, kesemuanya ini saling terkait. Air
merupakan kehidupan, sanitasi merupakan martabat, keduanya mendukung
tercapainya kesehatan lingkungan yang berkesinambungan yang pada akhirnya
juga akan memberi kontribusi pada tercapainya pengembangan kesejahteraan
masyarakat dunia.
Binahidra menambahkan, AQUA memiliki program CSR yang disebut WASH
(Water Access, Sanitation, Hygiene Program) yang bertujuan untuk
meningkatkan lingkungan bagi masyarakat pra-sejahtera. Melalui program
WASH, AQUA berkontribusi secara aktif dan berkelanjutan untuk
memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan
penyediaan air bersih di Indonesia. Salah satu program WASH adalah program
Satu untuk Sepuluh ini. Program Satu untuk Sepuluh sejalan dan mendukung
program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan oleh PBB guna
memerangi kemiskinan dan kelaparan di berbagai belahan dunia dengan target di
tahun 2015.
Sesuai dengan kriteria penulisan tugas yang telah ditentukan, penulis akan
menganalisis program Aqua 1L Aqua untuk 10L Air Bersih ini berdasarkan unsurunsur sebagai berikut:
Spesifik
Kegiatan ini terspesifikasi dengan jelas, dimana Aqua mengupayakan program
pengadaan air bersih bagi masyarakat di daerah yang mengalami kesulitan iar
bersih yaitu di Timor Tengah Selatan, NTT. Progaram ini sesuai dengan citra produk
yang dihasilkan Aqua yaitu air mineral. Sudah selayaknya Aqua sebagai sebagai
salah satu produk air mineral terkemuka di Indonesia melakukan program CSR yang
berhubungan dengan produk yang diproduksinya, yaitu air. Mengingat air bersih
merupakan salah satu komoditas utama yang sangat penting bagi masyarakat luas.
Masih banyak daerah di Indonesia yang kesulitan mendapat akses air bersih. Padahal, air bersih merupakan faktor penting untuk mewujudkan hidup sehat. Di
beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur masih banyak warganya yang mengalami
kelangkaan air bersih. Untuk mendapatkan air bersih, tak jarang mereka harus
berjalan kaki dengan jarak yang jauh. Alhasil, banyak anak-anak yang kehilangan
waktu bermain karena harus mengambil air. Di salah satu desa di Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, jarak sumber air dengan rumah penduduk sangat
jauh. Dibutuhkan satu jam untuk pergi pulang membawa air dalam jerigen tiap

harinya, ujar Sustainable Development & CSR Aqua Danone Indonesia Binahidra
Logiardi.
Implementasi program Satu Untuk Sepuluh di Nusa Tenggara Timur dilaksanakan
oleh AQUA yang bermitra dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional,
Action Contre la Faim (ACF). Selain itu, dalam rangka kelanjutan pemberdayaan
kapasitas masyarakat lokal, Aqua juga bekerja sama dengan Lembaga Swadaya
Masyarakat Lokal, yaitu YASNA dan pemerintah daerah Timor Tengah Selatan NTT.
- DANONE AQUA berhasil mendapatkan penghargaan dari Metro TV dalam kategori
pelestarian lingkungan (environmental sustainability) atas program 1L Aqua Untuk
10L Air Bersih yang merupakan bagian dari program WASH (water access,
sanitation and hygiene)
Penghargaan-penghargaan tersebut jelas meningkatkan citra Aqua
perusahaan yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

sebagai

Sementara dari segi financial, melalui program 1L Aqua Untuk 10L Air Bersih ini
dianggap berhasil mendongkrak pendapatan bersih perusahaan sebesar 19,4%
selang waktu dari tahun 2007 hingga 2008.

Penilaian Penulis Mengenai Program 1L Aqua Untuk 10L Air Bersih


Menurut penulis, kesuksesan program-program CSR yang dilakukan oleh Aqua tidak
terlepas dari faktor kredibilitas perusahaan yang telah menjadi salah satu
perusahaan penghasil air mineral terkemuka di Indonesia sehingga memiliki profit
keuangan yang cukup besar. Dengan profit keuangan yang cukup besar tersebut,
Aqua berani mengeluarkan anggaran untuk CSR hingga mencapai angka 12 Miliyar
Rupiah per tahun.
Tentunya Aqua menyadari bahwa produk yang mereka produksi adalah air mineral
yang merupakan sumber daya alam, sehingga program CSR yang mereka buat
sebagian besar berorientasi pada pelestarian alam. Dengan melestarikan alam,
disamping mereka membantu masyarakat dan Negara dengan menciptakan
lingkungan alam yang baik, tentunya program pelestarian alam tersebut dapat
menjaga produksi air mineral yang baik pula. Mengingat air menieral merupakan
komoditi yang mereka perjualkan.
Selain melestarikan alam, Aqua juga mengadakan program-program CSR dalam
bidang pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Program tersebut
dilakukan diseluruh golongan terkait baik itu di sekitar lingkungan pabrik, kemudian
yang berskala nasional, maupun yang berskala internasional dengan mendukung

program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan oleh PBB guna
memerangi kemiskinan dan kelaparan di berbagai belahan dunia.
Didalam menjalankan program-program CSR nya, Aqua pun bekerjasama
dengan berbagai lapisan masyarakat, LSM, dan oraganisasi pemerintah sehingga
proses pelaksanaan program CSR tersebut dapat terpantau oleh seluruh golongan.
Tidak hanya sampai disitu, Aqua pun didalam melaksanakan program-program CSR
nya selalu mengutamakan aspek yang berkelanjutan. Dimana setiap program CSR
yang telah dilaksanakan dipantau perkembangan dan tingkat keberhasilannya,
kemudian program tersebut dilakukan secara continue dan berkesinambungan
sehingga tidak hanya sekedar membahagiakan masyarakat secara instant dan
sekejap. Keseluruh hal tersebut menimbulkan pencitraan yang baik bagi Aqua
selaku perusahaan air mineral terkemuka di Indonesia.

MANDIRI

Definisi CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu tindakan atau


konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut)
sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana
perusahaan itu berada. COntoh bentuk tanggungjawab itu bermacam-macam, mulai
dari melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan
perbaikan lingkungan, pemberian beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian dana
untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk desa/fasilitas masyarakat yang
bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang
berada di sekitar perusahaan tersebut berada. Corporate Social Responsibility (CSR)
merupakan fenomena strategi perusahaan yang mengakomodasi kebutuhan dan
kepentingan stakeholder-nya. CSRtimbul
sejak
era
dimana
kesadaran
akan sustainability perusahaan jangka panjang adalah lebih penting daripada
sekedar profitability.
Seberapa jauhkah CSR berdampak positif bagi masyarakat ?
CSR akan lebih berdampak positif bagi masyarakat; ini akan sangat tergantung dari orientasi dan
kapasitas lembaga dan organisasi lain, terutama pemerintah. Studi Bank Dunia (Howard Fox, 2002)
menunjukkan, peran pemerintah yang terkait dengan CSRmeliputi pengembangan kebijakan yang
menyehatkan pasar, keikutsertaan sumber daya, dukungan politik bagi pelaku CSR, menciptakan
insentif dan peningkatan kemampuan organisasi. Untuk Indonesia, bisa dibayangkan,
pelaksanaan CSR membutuhkan dukungan pemerintah daerah, kepastian hukum, dan jaminan
ketertiban sosial. Pemerintah dapat mengambil peran penting tanpa harus melakukan regulasi di
tengah situasi hukum dan politik saat ini. Di tengah persoalan kemiskinan dan keterbelakangan yang
dialami Indonesia, pemerintah harus berperan sebagai koordinator penanganan krisis melalui CSR
(Corporate Social Responsibilty). Pemerintah bisa menetapkan bidang-bidang penanganan yang
menjadi fokus, dengan masukan pihak yang kompeten. Setelah itu, pemerintah memfasilitasi,
mendukung, dan memberi penghargaan pada kalangan bisnis yang mau terlibat dalam upaya besar
ini. Pemerintah juga dapat mengawasi proses interaksi antara pelaku bisnis dan kelompok-kelompok

lain agar terjadi proses interaksi yang lebih adil dan menghindarkan proses manipulasi atau
pengancaman satu pihak terhadap yang lain.
Dari penjelasan-penjelasan diatas maka saya mencoba untuk mencari kegiatan dari satu
perusahaan yang telah menerapkan program CSR tersebut, perusahan itu adalah BANK MANDIRI,
bank besar yang ada di Indonesia, BANK MANDIRI mempunyai beberapa gerakan CSR salah
satunya PKBL ( Program Kemitraan dan Bina Lingkungan ). Melalui implementasi CSR yang
berkesinambungan, Bank Mandiri ingin meraih keberhasilan bisnis bersama dengan peningkatan
kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Gerakan CSR Bank Mandiri yang bernama Program Kemitraan dan Bina Lingkungan,
terbagi menjadi 2 Bagian yaitu :
1. Program Kemitraan Bertujuan untuk mendorong kemajuan ekonomis suatu kawasan dengan
menjadikan masyarakat di kawasan tersebut memiliki kemampuan produksi dan kemampu
labaan, meningkatkan pola aktivitas kreatif dan produktif yang akhirnya mewujudkan tatanan
masyarakat sejahtera dan mandiri. Didalam program kemitraan ini terdapat program-program
lain didalamnya, yaitu :
a. Pinjaman Program Kemitraan
Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil adalah program untuk meningkatkan
kompetensi usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian
laba BUMN. Pinjaman Program Kemitraan Mandiri adalah fasilitas pinjaman baru untuk
kebutuhan modal kerja atau investasi yang diberikan kepada calon Mitra Binaan Mandiri yang
feasible namun belum bankable .
b. Pembinaan Mitra Binaan
Melalui Program Kemitraan, Bank Mandiri mendukung perkembangan dan peningkatan
kompetensi usaha kecil yang merupakan roda penggerak perekonomian Bangsa. Para pengusaha
kecil yang terlibat diperlakukan sejajar sebagai mitra usaha. Karena itu mereka disebut Mitra
Binaan Mandiri. Agar usaha mereka cepat berkembang, Bank Mandiri memperkenalkan Mitra
Binaan dengan jasa perbankan berupa pinjaman kemitraan non komersial. Selain itu, Mitra
Binaan juga diberikan pembinaan dalam bentuk pelatihan, pameran dan publikasi di media.
Melalui pinjaman kemitraan dan pembinaan yang diberikan secara intensif, diharapkan para
Mitra Binaan dapat menjadi pengusaha yang tangguh, mandiri dan beretika serta mampu
mengakses fasilitas perbankan secara komersial.
2. Bina Lingkungan Bertujuan untuk mendukung keberlangsungan pendidikan yang berkualitas di
Indonesia dan menciptakan pemimpin di masa depan yang siap dengan persaingan global. Pilar
edukasi dan kewirausahaan diimplementasikan melalui program Wirausaha Muda Mandiri dan
Mandiri Peduli Pendidikan. Dan Adalah keinginan Bank Mandiri juga untuk mewujudkan Indonesia
yang mandiri melalui penyediaan energi terbarukan, penyediaan air bersih dan program penghijauan
untuk mendukung kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lingkungan yang asri dan nyaman.

Didalam program bina lingkungan ini terdapat program-program lain didalamnya, yaitu :
a. Wirausaha Muda Mandiri
Program Wirausaha Mandiri merupakan salah satu kontribusi Bank Mandiri bagi pertumbuhan
ekonomi bangsa Indonesia, yang diwujudkan secara berkesinambungan dan fokus pada generasi
muda yang merupakan generasi penerus bangsa. Pelaksanaan program ini dilatarbelakangi dari
keprihatinan Bank Mandiri terhadap besarnya jumlah pengangguran di Indonesia.
Melalui pelaksanaan program Wirausaha Mandiri yang dimulai sejak tahun 2007, kami ingin

mengajak generasi muda menjadi generasi yang mandiri, sehingga bukan hanya menjadi generasi
pencari kerja namun mampu menjadi generasi pencipta lapangan pekerjaan. Selain itu juga
mewujudkan peranan Bank Mandiri dalam menggerakkan sektor UMKM sebagai pilar dan
penggerak perekonomian bangsa.
b. Mandiri Bersama Mandiri
Program Mandiri Bersama Mandiri (MBM) bertujuan untuk mendorong kemajuan ekonomi
suatu kawasan dengan menjadikan masyarakat di kawasan tersebut memiliki kemampuan
produksi dan kemampulabaan, meningkatkan pola aktivitas kreatif dan produktif yang akhirnya
mewujudkan tatanan masyarakat sejahtera dan mandiri.
c. Mandiri Peduli Pendidikan
Tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia mengakibatkan rendahnya kemampuan masyarakat
dalam mengecap dunia pendidikan. Selain itu dengan keterbatasan sarana fisik pendidikan,
rendahnya kualitas dan kesejahteraan guru, mahalnya biaya pendidikan dan rendahnya
kesempatan pemerataan pendidikan di Indonesia, juga menyebabkan banyak masyarakat yang
belum mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak. Untuk alasan ini, Bank Mandiri memilih
pendidikan sebagai dasar utama untuk memajukan bangsa melalui implementasi program
Mandiri Peduli Pendidikan.
Bank Mandiri menyadari bahwa pendidikan adalah elemen penting pembentuk bangsa. Semakin
baik pendidikan tunas-tunas bangsa, maka semakin tinggi kesejahteraan yang menaungi bangsa
itu. Sebagai bank yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan
perekonomian nasional, Bank Mandiri berkomitmen mengawal keberhasilan pendidikan melalui
program Mandiri Peduli Pendidikan (MPP) yang bertujuan untuk mendukung keberlangsungan
dan keberhasilan pendidikan yang berkualitas di Indonesia serta menciptakan pimpinan masa
depan yang mandiri dan siap dengan persaingan global.
d. Fasilitas Ramah Lingkungan
Adalah keinginan Bank Mandiri untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri melalui program
penghijauan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lingkungan yang
asri dan nyaman. Oleh karena itu penyediaan fasilitas ramah lingkungan menjadi salah satu pilar
program CSR utama di tahun 2011.
Fokus program tersebut akan dilaksanakan melalui 6 kegiatan. Yang pertama adalah penyediaan
sarana dan prasarana penunjang pengadaan air bersih di daerah yang masih kesulitan air. Kedua
adalah pengembangan energi terbarukan yang bertujuan untuk memberikan alternatif energi bagi
daerah yang belum dialiri listrik dan membantu pengembangan akses masyarakat terhadap listrik
dan energi. Ketiga adalah penanaman pohon pada lahan kritis untuk menghijaukan kembali bumi
Indonesia, mendukung program pemerintah penanaman 1 milyar pohon dan sebagai tindakan
preventif bencana alam.
Kegiatan ke empat adalah penanaman dan pemeliharaan tumbuhan bakau di daerah pantai
dengan tujuan untuk mencegah terjadinya abrasai. Kelima adalah pengadaan taman kota yang
menggabungkan konsep penghijauan, edukasi, dan ekonomi yang bertujuan untuk menyediakan
lahan terbuka hijau dan menyediakan sarana rekreasi dan edukasi bagi masyarakat. Yang terakhir
adalah pengembangan eco wisata dengan tujuan memberdayakan masyarakat dalam bidang
pariwisata dan menjaga keasrian lingkungan.
kepedulian Bank Mandiri yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan sosial ekonomi
masyarakat melalui strategi dan pengembangan berbagai program CSR, diharapkan dapat
memberikan manfaat yang semaksimal mungkin bagi masyarakat Indonesia dan bagi perusahaan
itu sendiri.