Anda di halaman 1dari 2

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang kita memiliki keinginan-keinginan yang

disertai keterbatasan. Sebagai contoh, keinginan untuk melahap semuahidangan pa


da sebuah resepsi pernikahan. Namun, keinginan ini dibatasi oleh keterbatasan pe
rut masing-masing. Jika semua hidangan dilahap tanpa pertimbangan, bisa jadi buk
an nikmat yang kita dapat, melainkan kelesuan dan penyesalan.
Keinginan dan keterbatasan yang dinyatakan dalam kuantitas tertentu akan membawa
kita pada suatu persoalan optimasi (optimization problem). Persoalan optimasi d
apat didefinisikan sebagai suatu tugas untuk menentukan nilai-nilai variabel kep
utusan demi mendapatkan nilai tujuan yang paling bagus dengan tetap memenuhi ken
dala-kendala yang ada. Dengan kata lain, ada tiga komponen dalam sebuah persoala
n optimasi, yaitu fungsi tujuan, variabel keputusan, dan kendala.
Mari kita modelkan permasalahan hidangan resepsidi atas menjadi sebuah persoalan
optimasi. Asumsikan perut kita hanya bisa menampung maksimum 1,2 liter makanan
dan ada 6 buah pilihan hidangan yang dapat dinikmati seperti diuraikan di bawah.
Nasi rames, dengan volume 0,8 liter dan tingkat kepuasan 85 poin.
Bakso, dengan volume 0,6 liter dan tingkat kepuasan 70 poin.
Siomay, dengan volume 0,4 liter dan tingkat kepuasan 45 poin.
Sate Padang, dengan volume 0,3 liter dan tingkat kepuasan 55 poin.
Kambing bakar, dengan volume 0,4 liter dan tingkat kepuasan 60 poin.
Gado-gado dengan volume 0,5 liter dan tingkat kepuasan 65 poin.
Selain itu, kita tidak diperbolehkan mengambil dua porsi hidangan yang sama dan
setiap hidangan yang dipilih pun harus dihabiskan (tidak boleh dimakan sebagians
aja).Untuk permasalahan ini, kita bisa identifikasi tiga komponen persoalanoptim
asi:
Fungsi tujuan: memaksimumkan tingkat kepuasan.
Variabel keputusan: jenis-jenishidangan yang dipilih.
Kendala: batasan volume penampungan perut.
Menariknya, permasalahan diatas memiliki bentuk permasalahan umum, yang disebut
denganknapsack problem. Jika kita pecahkan persoalan tersebut, solusi terbaik ad
alah dengan memilih sate padang, kambing bakar, dan gado-gado dengan nilai kepua
san 180 poin. Pembaca yang penasaran bisa mencari bahan bacaan lebih lanjut untu
k memecahkan persoalan optimasi dari kasus resepsi ini.
Persoalanoptimasi selalu kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Di dunia medis,
seorang dokter dituntut untuk memilih paduan obat yang paling berkhasiat bagi p
asien sambil meminimalkan efek samping dan biaya obat. Orang yang bepergian beru
saha mencari rute yang bisa meminimalkanwaktu, biaya, dan tingkat stres. Seorang
ibu rumah tangga berusaha menyeimbangkan nutrisi dengan anggaran yang terbatas.
Selain dalamkeseharian, persoalanoptimasi banyak dihadapi perusahaan-perusahaan
di dunia industri. Sistem produksi, penjadwalan karyawan, rute kendaraan adalah
beberapa contoh permasalahan optimasi yang ditemui di dunia industri. Penyelesai
an persoalanoptimasi dengan efektif dan efisien dapat meningkatkan keuntungan pe
rusahaan dan kesejahteraan karyawan.
Sayangnya, tidak semua persoalan optimasi mudah dipecahkan. Kebanyakan persoalan
optimasi yang ditemui di dunia industri justru sangat sulit diselesaikan. Hal i
ni dikarenakan jumlah variabel keputusan yang sangat banyak disertai dengan ratu
san bahkan ribuan kendala.
Penyelesaian persoalan optimasi harus diserahkan kepada ahlinya masing-masing. M
isalnya, persoalan optimasi di bidang teknik sipil sebaiknya diserahkan kepada a
hli teknik sipil. Akan tetapi, terkadang ada pula permasalahan optimasi yang san
gat rumit yang membutuhkan keterampilan ahli-ahli optimasi secara khusus.

Pada tataran akademis, keterampilan optimasi setidaknya dipelajari dalamtiga bid


ang ilmu, yaitu: matematika terapan, ilmu komputer, dan teknik industri (operati
ons research). Lulusan bidang ini mempelajari model-model umum beserta teknik-te
knik penyelesaiannya yang dapat membantu penyelesaian permasalahan optimasi di b
idang lainnya.
Pengetahuan dalam penyelesaian permasalahan optimasi telah membantu meningkatkan
kesejahteraan manusia. Tentu kita harus sadari pula, kemajuan ini bukan sematamata hasil jerih payah manusia, melainkan anugerah Yang Mahakuasa. Jika kita mer
asakan kenyamanan ketika suatu permasalahan optimasi terselesaikan, selayaknya b
ertambahlah rasa syukur dan ibadah kita kepada Tuhan semesta alam.