Anda di halaman 1dari 14

Tugas 1

Piranti Lunak Telekomunikasi Lanjut

Tri Febriana Handayani


1304405013

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
2016

TUGAS 1
FREQUENCY SHIFT KEYING

1.1

Tujuan

1.

Mahasiswa dapat mengetahui cara mengoperasikan Simulink.

2.

Mahasiswa dapat mengetahui alur sinyal yang termodulasi secara FSK.

3.

Mahasiswa dapat mengetahui proses modulasi dan demodulasi sinyal


informasi secara FSK.

1.2

Peralatan

1.

Software MatLab

2.

Laptop/PC

1.3

Dasar Teori

1.3.1

Modulasi dan Demodulasi


Modulasi adalah proses perubahan (varying) suatu gelombang periodik

sehingga menjadikan suatu sinyal mampu membawa suatu informasi. Dengan


proses modulasi, suatu informasi (biasanya berfrekeunsi rendah) bisa dimasukkan
ke dalam suatu gelombang pembawa, biasanya berupa gelombang sinus
berfrekuensi tinggi. Terdapat tiga parameter kunci pada suatu gelombang
sinusiuodal yaitu : amplitudo, fase dan frekuensi. Ketiga parameter tersebut dapat
dimodifikasi sesuai dengan sinyal informasi (berfrekuensi rendah) untuk
membentuk sinyal yang termodulasi.
Maka secara garis besar dapat diasumsikan bahwa modulasi merupakan
suatu proses dimana gelombang sinyal termodulasi ditransmisikan dari transmitter
ke receiver. Pada sisi receiver sinyal modulasi yang diterima dikonversikan
kembali kebentuk asalnya, proses ini disebut dengan demodulasi.
Peralatan untuk melaksanakan proses modulasi disebut modulator,
sedangkan peralatan untuk memperoleh informasi informasi awal (kebalikan dari
dari proses modulasi) disebut demodulator dan peralatan yang melaksanakan kedua
proses tersebut disebut modem.

Informasi yang dikirim bisa berupa data analog maupun digital sehingga
terdapat dua jenis modulasi yaitu
a)

modulasi analaog

b)

modulasi digital
Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang kontinyu,

yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombangnya. Sinyal


analog bekerja dengan mentransmisikan suara dan gambar dalam bentuk
gelombang kontinu (continous varying). Dua parameter/karakteristik terpenting
yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Isyarat analog
biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus
merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan
bahwa berdasarkan analisis fourier, suatu sinyal analog dapat diperoleh dari
perpaduan sejumlah gelombang sinus. Dengan menggunakan sinyal analog, maka
jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah
terpengaruh oleh noise.
Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus
memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.
a)

Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.

b)

Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik.

c)

Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.
Sinyal digital merupakan hasil teknologi yang dapat mengubah signal

menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (juga dengan biner), sehingga tidak
mudah terpengaruh oleh derau, proses informasinya pun mudah, cepat dan akurat,
tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman
data yang relatif dekat. Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret.
Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan
istilah khas pada sinyal digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1).
Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (2^1). Kemungkinan nilai untuk
2 bit adalah sebanyak 4 (2^2), berupa 00, 01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah
kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2^n buah.

System digital merupakan bentuk sampling dari sytem analog. digital pada
dasarnya di code-kan dalam bentuk biner (atau Hexa). besarnya nilai suatu system
digital dibatasi oleh lebarnya / jumlah bit (bandwidth). jumlah bit juga sangat
mempengaruhi nilai akurasi system digital.
Signal digital ini memiliki berbagai keistimewaan yang unik yang tidak
dapat ditemukan pada teknologi analog yaitu :
a) Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat
membuat informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
b) Penggunaan yang berulang ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi
kualitas dan kuantitas informsi itu sendiri.
c) Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai
bentuk.
d) Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan
mengirimnya secara interaktif.
Pengolahan sinyal digital memerlukan komponen-komponen digital,
register, counter, decoder, mikroprosessor, mikrokontroler dan sebagainya.
Saat ini pengolahan sinyal banyak dilakukan secara digital, karena kelebihannya
antara lain :
a) untuk

menyimpan hasil pengolahan, sinyal digital lebih mudah

dibandingkan sinyal analog. Untuk menyimpan sinyal digital dapat


menggunakan media digital seperti CD, DVD, Flash Disk, Hardisk.
Sedangkan media penyimpanan sinyal analog adalah pita tape magnetik.
b) lebih kebal terhadap noise karena bekerja pada level 0 dan 1.
c) lebih kebal terhadap perubahan temperatur.
d) lebih mudah pemrosesannya.

1.3.2

Frequency Shift Keying (FSK)


Metoda ini merupakan suatu bentuk modulasi yang memungkinkan

gelombang modulasi menggeser frekuensi output gelombang pembawa. Pergeseran


ini terjadi antara harga-harga yang telah ditentukan semula dengan gelombang
output yang tidak mempunyai fase terputus-putus. Dalam proses modulasi ini

besarnya frekuensi gelombang pembawa berubah-ubah sesuai dengan perubahan


ada atau tidak adanya sinyal informasi digital. Modulasi digital Frequency Shift
Keying (FSK) merupakan sejenis Frequency Modulation (FM), dimana sinyal
pemodulasinya (sinyal digital) menggeser outputnya antara dua frekuensi yang
telah ditentukan sebelumnya, yang biasa diistilahkan frekuensi mark dan space.
Modulasi digital dengan FSK juga

menggeser frekuensi carrier menjadi

beberapa frekuensi yang berbeda didalam band-nya sesuai dengan keadaan


digit yang dilewatkannya. Jenis modulasi ini tidak mengubah amplitudo dari
signal carrier yang berubah hanya frekuensi.
FSK juga tidak tergantung pada teknik on-off pemancar, seperti yang telah
ditentukan sejak semula. Kehadiran gelombang pembawa dideteksi untuk
menunjukkan bahwa pemancar telah siap. Dalam hal penggunaan banyak pemancar
(multi transmitter), masing-masingnya dapat dikenal dengan frekuensinya. Prinsip
pendeteksian gelombang pembawa umumnya dipakai untuk mendeteksi kegagalan
sistem bekerja. Bentuk dari modulated Carrier FSK mirip dengan hasil modulasi
FM. Secara konsep, modulasi FSK adalah modulasi FM, hanya disini tidak ada
bermacam-macam variasi /deviasi ataupun frekuensi, yang ada hanya 2
kemungkinan saja, yaitu More atau Less (High atau Low, Mark atau Space).
Tentunya untuk deteksi (pengambilan kembali dari kandungan Carrier atau proses
demodulasinya) akan lebih mudah, kemungkinan kesalahan (error rate) sangat
minim/kecil.
Teknik FSK banyak digunakan untuk informasi pengiriman jarak jauh atau
teletype. Standar FSK untuk teletype sudah dikembangkan selama bertahun-tahun,
yaitu untuk frekuensi 1270 Hz merepresentasikan mark atau 1, dan 1070 Hz
merepresentasikan space atau 0. Adapun bentuk dari sinyal modulasi digital
Frequency Shift Keying (FSK) adalah sebagai berikut:

Gambar 1.1 Sinyal modulasi digital Frequency Shift Keying (FSK).

1.3.3

Additive White Gaussian Noise (AWGN)


AWGN merupakan singkatan dari Additve White Gaussian Noise. Additive

artinya ditambahkan. Gaussian berarti mengikuti distribusi Gaussian atau kadang


juga disebut distribusi normal. Sedangkan noise ini disebut white karena terdiri dari
seluruh frekuensi dalam spektralnya sebagai cahaya putih. White noise ini sebagai
WSS noise yang memiliki rapat spektral daya yang konstan. Biasanya white noise
dihasilkan dalam simulasi dengan fungsi rand, sedangkan Gaussian noise
dihasilkan dengan fungsi randn pada MATLAB.
Colored noise adalah white noise yang sudah difilter oleh band pass filter
(BPF) yang telah ditentukan terlebih dahulu frekuensi tengah dan bandwidth-nya
sehingga memiliki porsi frekuensi dalam spektrumnya sebagai colored light.
Colored noise yang disebut sebagai bandlimited white noise ini dipakai sebagai
sinyal testing untuk mengevaluasi algoritma DSP. Akan tetapi, membedakan antara
bandlimited white Gaussian dengan bandlimited colored Gaussian. White noise
yang ditapis oleh penapis (filter) finite impulse response (FIR) orde tinggi maka
sinyal yang keluar akan mendekati Gaussian noise. Contoh aplikasi Gaussian
noise ini adalah sebagai model pengaruh thermal noise pada rangkaian elektronik.
AWGN ini adalah noise alami, yang selalu ada di setiap perangkat. Jadi
setiap pada setiap perhitungan komunikasi yang melakui kanal maka harus
ditambahkan AWGN.

Definisi dari White Gaussian Noise adalah sebuah sinyal acak yang
dikarakteristikan oleh: keluaran dari sebuah detektor linier (energi terbatas) adalah
sebuah variabel acak Gaussian dengan rata-rata nol

1.4

Langkah Kerja

1.

Jalankan aplikasi Matlab.

2.

Buka Simulink.

3.

Klik new model.

4.

Cari komponen yang di gunakan pada masing-masing percobaan.

5.

Rangkai komponen seperti pada gambar percobaan masing-masing.

6.

Masukkan nilai parameter masing-masing komponen.

7.

Jalankan simulasi.

8.

Ambil gambar pada scope dan spectrum scope.

9.

Analisa data dan buat kesimpulan.

1.5

Analisa Data

Gambar 1.2 Diagram Alur M-FSK

Gambar 1.3 Parameter Bernoulli Binary Generator

Pada gambar 1.3

adalah gambar parameter dari Bernoulli Binary

Generator. Fungsi dari Bernoulli Binary Generator adalah membangkitkan


sejumlah nilai biner yang acak dengan menggunakan distribusi bernuolli.

Gambar 1.4 Parameter M-FSK Modulator Baseband

Pada gambar 1.4 adalah gambar parameter dari M-FSK Modulator


Baseband. Fungsi dari M-FSK Modulator adalah melakukan proses modulasi, yaitu
menungpangkan data pada frekuensi gelombang pembawa (carrier) ke sinyal
informasi.

Gambar 1.5 Parameter AWGN Channel

Pada gambar 1.5 adalah gambar parameter dari AWGN Channel. AWGN
channel adalah komponen noise dengan kerapatan spektral daya yang merata pada
seluruh komponen frekuensinya.

Gambar 1.6 Parameter M-FSK Demodulator Baseband

Pada gambar 1.6 adalah gambar parameter dari M-FSK Demodulator. MFSK Demodulator. M-FSK demodulator adalah proses pemecahan atau
pengembalian data dari frekuensi gelombang pembawa menjadi sebuah informasi.

Gambar 1.7 Parameter Error Rate Calculation

Pada gambar 1.7 adalah gambar parameter dari Display Error Rate
Calculation. Fungsi block Display Error Rate Calculation adalah untuk
menampilkan error yang dihasilkan pada 1 detik.

Gambar 1.8 Parameter Display

Gambar 1.9 Parameter Delay

Pada gambar 1.9 adalah gambar parameter dari Integer Delay. Fungsi block
Integer Delay adalah untuk menginput delay yang dihasilkan pada 1 detik.

Gambar 1.10 Parameter Relational Operator

Pada gambar 1.10 adalah gambar parameter dari Relational Operator.


Relational Operator adalah pembanding sinyal yang dikirimkan dari blok Bernoulli
Binary Generator, dengan sinyal yang diterima dari blok M-FSK Demodulator
Baseband. Ketika kedua sinyal sama, maka nilai keluaran yang dihasilkan adalah
0, dan 1 ketika sinyal berbeda.

Gambar 1.11 Tampilan Scope

Pada gambar 1.10 adalah hasil keluaran dari scope yang terdiri dari 3 grafik
sinyal. Pada grafik sinyal pertama adalah sinyal yang berasal dari Bernoulli Binary
Integer dan menghasilkan sinyal seperti grafik pertama pada gambar 1.10. Untuk
grafik sinyal kedua adalah gambar grafik yang dihasilkan dari keluaran hasil
demodulasi FSK. Grafik sinyal ketiga adalah grafik perbandingan antara sinyal
yang berasal dari Bernoulli Binary Integer dengan grafik yang dihasilkan dari
keluaran hasil demodulasi FSK. Ketika kedua sinyal sama, maka nilai keluaran
yang dihasilkan adalah 0, dan 1 ketika sinyal berbeda.

Gambar 1.12 Parameter Scope

Pada gambar 1.12 adalah hasil keluaran dari display yan terdiri dari error
rate calculation, delay dan time stop simulation. Error yang dihasilkan pada waktu

1 detik dengan time stop simulation sebesar 150 adalah 0,006667 ( BER 6,667 x
10-4 ).
1.6
1.

Simpulan
Error yang dihasilkan pada waktu 1 detik dengan time stop simulation
sebesar 150 adalah 0,006667 ( BER 6,667 x 10-4 ).

2.

Grafik perbandingan antara sinyal yang berasal dari Bernoulli Binary


Integer dengan grafik yang dihasilkan dari keluaran hasil demodulasi FSK.
Ketika kedua sinyal sama, maka nilai keluaran yang dihasilkan adalah 0,
dan 1 ketika sinyal berbeda.