Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Secara tidak disadari pengetahuan geologi sudah diterapkan sejak
zaman prasejarah. Bahkan manusia terdahulu sudah mengetahui macammacam batuan yang baik bagi bahan baku dan senjata serta mengetahui
dimana mereka bisa mendapatkannya atau mencarinya. Selanjutnya
manusia ingin mengetahui tentang alam sekitarnya, adanya gunung api,
bentang alam, perbukitan dan lembah-lembah. Terjadinya bencana
gempa bumi, tanah longsor, gunung api dan bencana alam lainnya yang
mendorong manusia untuk mempelajarinya. Kerak bumi terdiri dari
beraneka jenis batuan. Tiap-tiap batuan ini berbeda dari yang lainnya,
baik jenis, bentuk, warna, kadar air, proses terjadinya, maupun
kekuatannya menahan longsor. Bagi ahli-ahli geologi yang mengkaji
kandungan dan perkembangan bumi secara fisika, pengetahuan tentang
batuan ini sangatlah penting. Begitu juga bagi ahli-ahli Geografi. Mereka
perlu mempunyai pengetahuan tentang jenis batuan-batuan yang biasa
terdapat dan juga hubungannya dengan rupa bumi. Batuan adalah sejenis
bahan yang terdiri dari mineral dan dapat dikelaskan menurut komposisi
mineralnya.
Pengetahuan tentang bumi sampai saat ini telah memberikan
kesimpulan bahwa dimasa lampau, bumi pernah mengalami keadaan cair
pijar dimana pada bagian terluar telah membeku atau mengkristal
menjadi kerak bumi. Sementara dibagian lain yang lebih dalam, proses
pemadatannya lebih lambat dan akan terus mencari keseimbangan dalam
bentuk penerobosan-penerobosan magma dengan diiringi gejala yang
bersifat tektonik. Oleh karena kondisi pembentukannya yang beraneka
ragam, mengakibatkan kerak bumi terdiri dari bermacam-macam batuan
berdasarkan sifat dan komposisinya.
Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 1

Hampir di seluruh pelosok negeri ini terdapat berbagai macam


batuan. batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf adalah
contohnya. Berikut penjelasan batuan beku, sedimen, dan metamorf:
Batuan beku berfokus pada komposisi dan tekstur dari batuan
beku (batuan seperti granit atau basalt yang telah mengkristal dari batu
lebur atau magma). Batuan beku mencakup batuan vulkanik dan
plutonik.
Batuan sedimen berfokus pada komposisi dan tekstur dari
batuan sedimen (batuan seperti batu pasir atau batu gamping yang
mengandung partikel-partikel sedimen terikat dengan matrik atau
material lebih halus).
Batuan metamorf berfokus pada komposisi dan tekstur dari
batuan metamorf (batuan seperti batu sabak atau batu marmer yang
bermula dari batuan asal yaitu batuan sedimen atau batuan beku tetapi
telah melalui perubahan kimia, mineralogi atau tekstur dikarenakan
kondisi ekstrim dari perubahan suhu, tekanan, atau keduanya).
Oleh karena itu Fakultas Teknik Angkatan 2015 mengadakan
Praktikum Geologi Dasar mengenai batuan,yang dalam ini lebih
memfokuskan dalam pendeskripsian atau penelitian tentang batuan
sedimen dan serta pengukuran Deep dan Strike menggunakan kompas
geologi, guna menambah wawasan dan pengetahuan Mahasiswa dan
Mahasiswi Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Kutai
Kartanegara.

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 2

1.2

Ruang Lingkup
Lingkup pokok penelitian telah menjadi suatu wilayah tertentu

yang akan dijadikan sebagai perbandingan pembelajaran tentang gejala


gejala geologi. Dimana gejala tersebut akan dihubungkan dengan apa
yang telah didapatkan selama proses pelajaran di kelas.
Geologi sebagai dari pengetahuan alam yang mempelajari segala
sesuatu tentang gejala-gejala yang terdapat dipermukaan dan didalam
bumi. Dalam mengkaji dan mempelajari ilmu geologi tidak cukup hanya
berbekal teori,tetapi juga sangat diperlukan pengalaman langsung di
lapangan. Dalam hal ini alam berfungsi sebagai laboratorium universal
karena pengetahuan geologi bukanlah semata mata pengetahuan yang
eksak seperti halnya ilmu fisika maupan matematika.
Pengembangan pokok bahasan akan jauh lebih baik jika mahasiswa
melakukan observasi langsung di lapangan sesuai kondisi alam yang
dimiliki

oleh wilayah yang diamati. Dengan begitu akan lebih

mempermudah pemahaman mahasiswa untuk memahami teori yang


telah diperoleh sebelumnya dan mengetahui kebenaran yang ada tentang
gejala- gejala geologi di muka bumi.
1.3 Maksud dan Tujuan
Adapun

tujuan

dilaksanakannya

praktek

lapangan

ini

yakni;Melatih mahasiswa mengobservasi, mengukur dan mengumpulkan


data geologi,khususnya mempelajari cara mendeskripsikan batuan
seperti

mendeskripsikan

batuan

sedimen

dan

mengetahui

cara

penggunaan kompas pada lapangan khsusnya mengenai pengukuran


Strike dan Deep dan juga melalui pembelajaran di lapangan dapat
menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman para Mahasiswa
khususnya dalam bidang ilmu geologi baik itu secara teoritis maupun
praktek.

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 3

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1

Mineral
Kulit bumi bagian luar atau kerak bumi disusun oleh zat padat
yang sehari hari yang kita sebut batuan. Sedangkan batuan meliputi
segala macam materi yang menyusun kerak bumi, baik padat maupun
lepas seperti pasir dan debu. Umumnya batuan merupakan ramuan
beberapa jenis mineral.
Mineral adalah suatu zat padat yang homogen yang terjadi di
alam secara alamiah dengan komposisi kimia tertentu dan memiliki
susunan atom yang teratur. Atau, Mineral dibentuk oleh proses proses
anorganik, dan mempunyai susunan kimiawi tertentu dan suatu
penempatan atom atom secara beraturan di dalamnya, atau dikenal
sebagai struktur kristal, dan ilmu yang mempelajari tentang mineral
disebut Mineralogi.
Setiap jenis mineral terdiri dari unsur-unsur tertentu dan
dibedakan atas unsur kimia penyusin mineral tersebut.
Klasifikasi mineral berdasarkan sifat kimia yang ditemukan oleh
Berzelius, yaitu sebagai berikut :

a. Elemen Elemen Nativ


emas (Au), perak (Ag), tembaga (Cu), intan (C), dan lainnya.
b. Sulfida
Galena ((PbS), kalkopirit (CuFeS2), pirit (FeS2), dan lainnya
c. Halida
halit (NaCl), sivit (KCl), serargirit (AgCl), dan lainnya
d. Oksida Dan Hidroksida
korundum (Al2O3), hematit (Fe2O3), kuprit (CU2O), dan lainnya
e. Karbonat
kalsit (CaCo3), dolomit (CaMg(CO3)2), aragonit (CaCO3), dan
lainnya
f. Phosfat

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 4

vivianit (Fe3(PO4)2. 8H2O), ambligonit (LiAlFPO4) , apatit (Ca5(F,


Cl, OH) (PO4)3)dan lainnya.
g. Sulfida
anhidrit (CaSO4), alunit (Kal3(OH)6(SO4)2, gipsum, (CaSO4), (2H
2 O), dan lainnya.
h. Silikat
Olivin (Mg,Fe)2(SiCl4), kianit (AlAlO (SiO4), topas (Al2 (SiO4)

(F ,OH)2,dan lainnya.
2.1.2 Lima Fase Pembentukan Mineral
a. magmatik cair
magmatik cair adalah mineral yang terbentuk langsung dari
magma.
b. pekmatitil
pekmatitil adalah proses terbentuknya mineral dari hasil injeksi
magma dan keristalnya terlihat jelas
c. fase preunomalitik
fase preunomalitik adalah fase pembentukan mineral dari hasil
reaksi kimia (gas)
d. fase hidrotermal
fase hidrotermal adalah proses pembentukan mineral yang
terbentuk dari hasil air panas alami (1000 o c)
e. fase vulkanik
fase

vulkanik

adalah

fase

terbentuknya

berhubungan dengan gunung api.

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 5

mineral

yang

2.2. BATUAN SEDIMEN


2.2.1.Pengertian Batuan Sedimen
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari
akumulasi material maupun biologi yang kemudian di endapkan
lapisan demi lapisan pada permukan bumi yang kemudian
mengalami pembatuan.
Proses proses terbentuknya batuan sedimen antara lain :
a. proses pelapukan
batuan induk yang di pengaruhi oleh prosespelapukan fisika,
mekanis dan kimia.
b. proses transportasi
setelah batuan induk mengalami pelapukan atau pengiksan
kemudian akan terangkuat oleh media teransportasi yaitu air,
angin, es dan lain lain.
c. proses pengendapan
material material yang telah terteransportasi akan diendapkan di
cekungan, daerah cekungan dapat berupa danau, sungai, rawa
rawa, laut dan sebagainya.
d. kompaksi
kompaksi adalah proses pemadatan yang terjadi akibat tumpukan
material yang terus menerus terendapkan di daerah cekungan
tersebut hingga mengalami tekanan.
2.2.2 Struktur Batuan Sedimen
Struktur batuan sedimen dibedakan menjadi 3 macam, yitu :
a. Struktur Mekanis (Fisika)
Terbentuknya karena proses fisika diantaranya :
(1). Berlapis

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 6

Terlihat

sebagai susunan berlapis-lapis. Contoh; Batu

pasir berlapis. Bila ketebalan 1 cm disebut lapisan. Bila ketebalan


1 cm disebut Laminasi.

. Lapisan

Laminasi

Gambar 1. Struktur Berlapis

(2). Bergradasi
Bila butiran-butian batuan dari bawah ke atas semakin
halus. Contoh : Konglomerat.

Gambar 2.Struktur Bergradasi

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 7

(3)

Silang Siur
Satu seri perlapisan yang saling bepotongan dalam

tubuh batuan sedimen. Contoh; Batupasir silang siur.

Gambar 3. Struktur Silang Siur


(4). Masif
Bila dalam tubuh batuan sedimen tidak terlihat struktur
sedimen
Dilihat dari kenampakkan permukaan lapisannya dibedakan
atas :
1). Ripple Mark
Bentuk permukaan yang bergelombang karena adanya
arus.
2). Flute Cast
Bentuk gerusan pada permukaan akibat aktivitas arus.
3). Mud Crack
Bentuk retakan pada lapisan lumpur, biasanya berbentuk
polodial
4). Rain Mark
Kenampakan pada permukaan sedimen akibat tetesan
hujan.
Struktur

terjadi

karena

deformasi, dapat

menjadi :

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 8

diklasifikasikan

1). Load Cast


Lekukan pada permukaan lapisan akibat gaya dari
beban diatasnya.
2). Convolute Struktur
Lekukan pada batuan sedimen akibat proses deformasi
(gerusan).
3). Sandstone Dike and Sill
Karena deformasi pasir dapat terinjeksi pada lapisan
sedimen diatasnya.
b. Struktur Kimia
Struktur yang terbentuk dari aktifitas kimia, dapat dibedakan
menjadi 2 bentuk, yaitu :
1). Koneksi : Bila berbentuk bulat
2). Nodul

: Bila berbentuk tidak teratur

c. Struktur Organik
Struktur yang terbentuk dari aktifitas organisme, dibedakan
atas :
1). Jejak
- Track : Jejak berupa tapak organisme
- Trail : Jejak berupa seretan bagian tubuh organisme.
2). Galian ( Burrow )
Lubang atau galian hasil aktivitas organisme.
3). Cetakan
- Mold

: Cetakan bagian tubuh organisme.

- Cast : Cetakan dari mold.

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 9

2.2.3.

Tekstur Batuan Sedimen

Dalam batuan sedimen dapat dijumpai fragmen batuan


maupun mineral-mineral yang umumnya banyak dijimpai dalam
batuan sedimen yaitu antara lain :
-Kwarsa

-Mika

-Dolomit

- Feldspar

-Mineral lempung dan lain-lain

- Kalsit

Berdasarkan kejadiannya, batuan sedimen dibedakan menjadi


batuan sedimen klastik dan batuan sedimen non klastik.
Batuan sedimen klastik adalah batuan sedimen yang terbentuk dari
material-material hasil rombakan batuan yang telah ada sebelumnya.
Sedangkan batuaan sedimen nonklastik adalah batuan sedimen yang
terbentuk dari material-material hasil aktivitas kimia ( termasuk
biokimia ).
Dari dua macam batuan sedimen tersebut dikenal tekstur
batuan sedimen yaitu tekstur Klastik Nonklastik :
1)

Tekstur Klastik
Yang perlu diperhatikan pada batuan sedimen

klastik adalah ukuran butir dan bentuk butir. Untuk ukuran butir
dipakai klasifikasi dari Wenworth, Titu :

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 10

Nama

Ukuran Butir (mm)

Boulder ( Bongkah )

256

Cabble ( Berangkal )

64 - 256

Pebble ( Kerakal )

4 - 64

Granule ( Kerikil )

2 - 4

Pasir Sangat Kasar

1 - 2

Pasir Kasar

- 1

Tabel 1.Klasifikasi Tekstur Klastik


Nama

Ukuran Butir (mm)


1

Pasir Sedang

/4 -

Pasir Halus

Pasir Sangat Halus

/8 - 1/4

/16 - 1/8

/256 - 1/16

Silt ( Lanau)

1/256

Clay ( Lempung )

Tabel 2. Klasifikasi Ukuran Butir ( Wenworth )

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 11

2)

Tekstur Non Klastik

tekstur non klastik mempunyai ciri khas adnya kristal-kristal


yang saling menjari dan tidak ada ruang pori-pori antar butir dan
umumnya

Monomineralik. Kristal-kristal

umumnya

berbentuk

serabut, lembaran atau butiran kristal.


Berikut Klasifikasi Non Klastik :
Klasifikasi

Ukuran (mm)

Berbutir Kasar

Berbutir Sedang

1 - 5

Berbutir Halus

Tabel 3. Klasifikasi Ukuran Butir Tekstur Nonklastik


Bebrapa tekstur Ninklastik yang terpenting yaitu :
(1). Amorf
Yaitu bila partikel-partikel yang berukuran lempung( koloid ).
Contoh : Rijang Masif.
(2) Oolitik
Yaitu tersusun oleh kristal kecil berbentuk bulat ( elipsoid )
terkumpul seperti telur ikan, butiran berukuran 0,25 mm - 2,0 mm.
contoh : Batu gamping Ooloitik.

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 12

(3). Piolistik
Seperti Oolitik tetapi butiran berukuran lebuh besar
2mm. contoh : Batu gamping Pisolitik.
(4). Sakaroidal
Partikel-partikel berbutir hakus, sama besar ( equigranular ).
Contoh : Batu gamping Sakaroidal.
(5). Kristalin
Bila tersusun oleh kristal-kristal besar.
Hal hal yang

perlu

diperhatikan

yang

menyangkut tekstur batuan sedimen adalah, antara lain :


1.
2.
3.
4.

Ukuran bentuk butir (Grain size)


Derajat pemilahan (Sortasi)
Kemas
(Labric)
Derajat pembundaran
(Roundness)

Ukuran Bentuk Butir


Dalam pemerian ukuran butir digunakan pedoman ukuran dari
SkalaWentwort yaitu :
SKALA WENTWORTH
Nama Butir

Besar butiran (mm)

Bongkahan (boulder)
Brangkal (couble)
Kerakal(pebble)
Kerikil (granule)
Pasir ss kasar (very coarse sand)
Pasir sedang (medium send)
Pasir halus (Fine sand)
Pasir ss halus (very fine sand)
Lanau (silt)
Lempung (clay)

256
256 64
64 4
42
21
-
- 1/8
1/8 1/16
1/16 1/256
1/256

Ukuran Butir
Secara
Kualitatif

Bentuk Klasifikasi Penyusunannya

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 13

Bongkah

Membulat

Berangkal
Kerakal

Menyudut

Tak Terlitifikasi

Terlitifikasi

Tak Terlitifikasi

Terlitifikasi

Gravel

Konglomerat

Rabel

Breksi

Kerikil
Tabel 4. Klasifikasi Rudit Berdasrkan Ukuran Partikel serat Bentuknya.

Derajat Pemeliharaan ( Sortasi )


- Baik ( Weel Sorted )

Jika

tingkat

kesergaman

bitirannya sama
- Sedang ( Moderately Sorted)
terdapat

:Bila besar butir merata,

matrik dan fragmen.

- Buruk ( Poorly Sorted)

:Bila

besar

butir

tidak

merata, terdapat matrik dan fragmen


Kemas ( labric )
- Kemas terbuka

:Bila

butiran

tidak

langsung

saling bersentuhan
- Kemas tertutup

:Bila butiran saling

atau sama lainnya.


Derajat pembundaran (Roundness)

a.

Membundar Sempurna

b.

Membundar ( Rounded )

c.

Mebundar Tnaggung ( Sub Rounded )

d.

Menyudut Tanggung ( Sub Angular )

e.

Menyudut ( Angular )

f.

Menyudut Sempurna ( Well Angular )

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 14

besentuhan

(a)

(b)

(c)

(d)

(e)

(f)

Gambar 4. Tingkat Ukuran Butir

2.2.4.

Komposisi Batuan Sedimen

Seperti telah disebutkan diatas bahwa pada batuan sedimen


klastik berstektur kasar pemerian komposisi mineralnya diberbedakan
atas :

Fragmen
Adalah butiran pembentuk batuan yang berukuran paling

besar.Fragmen dapat berupa butiran mineral, batuan, atau fosil.


Matrik
Adalah bagian dari butiran pembentuk batuan yang berukuran

lebih kecil dari fragmen. Biasanya berkomposisi sama dengan fragmen.


Semen
Adalah bahan pengikat antara matrik dan fragmen. Dalam batuan

sedimen klastik dikenal ada tiga macam semen :


- Karbonat
: Kalsit, dolomite
- Silikat
: Kalsedon, kwarsa
- Oksidasi besi : Hematic, limonit
Komposisi Batuan Sedimen
Berdasarkan komposisinya batuan sedimen dapat dibedakan
menjadi beberapa kelompok, yaitu :
1. Batuan sedimen detritus
- Detritus halus : Batulempung, batulanau
- Detrius sedang: Batupasir
- Detrius kasar : Breksi dan Konglomerat
2. Batuan sedimen evaporit, yaitu batuan sedimen yang terbentuk dari
mineral organik yang berasal dari tumbuhan

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 15

3. Batuan sedimen silika, yanitu batuan sedimen yang terbentuk dari proses
organik dan kimia.
4. Batuan sedimen karbonat, yaitu batuan sedimen yang terbentuk baik dari
proses mekanis, kimia maupun organik.
2.3. GPS
GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit navigasi
dan penentuan posisi yang dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat.
Sistem ini didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga-dimensi
serta informasi mengenai waktu, secara kontinyu di seluruh dunia tanpa
bergantung waktu dan cuaca, bagi banyak orang secara simultan. Saat ini
GPS sudah banyak digunakan orang di seluruh dunia dalam berbagai
bidang aplikasi yang menuntut informasi tentang posisi, kecepatan,
percepatan ataupun waktu yang teliti. GPS dapat memberikan informasi
posisi dengan ketelitian bervariasi dari beberapa millimeter (orde nol)
sampai dengan puluhan meter.
2.4

Kompas Geologi

Yang dimaksud kompas geologi adalah kompas yang selain dapat


dipakai untuk mengukur komponen arah, juga komponen besar sudut.
Kompas geologi digunakan untuk mengukur arah pada suatu titik
ataupun kelurusan struktur, mengukur kemiringan lereng,maupun
mengukur jurus ataupun kedudukan perlapisan dan kemiringan lapisan
batuan.
Adapun pengukuran- pengukuran yang dilakukan lainnya yaitu :

Menentukan arah (Azimuth)


Mengukur sudut lereng (slope)
Menentukan beda tinggi
Mengukur jurus dan kemiringan (strike dan Dip)
Mengukur kedudukan bidang
Menentukan ketinggian suatu titik (Elevasi)

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 16

Mengukur struktur garis

Menentukan arah (Azimuth)


Yang dimaksud dengan arah adalah arah lokasi titik yang akan
dituju dari titik lokasi dimana kita berdiri.
Caranya adalah sebagai berikut :
Pegang kompas dengan tangan kiri setinggi pinggang atau
dada
Cermin (tutup kompas) dibuka 135 dan menghadap
kedepan.
Bila menggunakan kompas merek Brunton, maka
sighting arm dibuka horizontal dan peep sight

ditegakkan.
Putar kompas sedemikian rupa sampai ke titik yang
dimaksud tampak dalam cermin dan berimpit dengan

ujung jari Sighting arm dan garis hitam cermin.


Bila nivo leveling (nivo mata lembu) sudah berada
ditengah, baca jarum utara kompas dan catat angka yang
ditunjuknya.
Mengukur sudut lereng (slope)
Besarnya sudut lereng dapat diukur menggunakan kompas
dengan cara membaca klinometer. Ketelitian pembacaan sudut lereng
dengan kompas Brunton adalah seperempat derajat (15 detik).
Caranya adalah sebagai berikut :
Buka tutup kompas hingga membentuk sudut 45 .
Tangan-tangan penunjuknya dibuka dan ujungnya ditekuk
90 .

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 17

Pegang kompas dengan tangan yang ditekuk 90 dan


pada posisi vertikal.
Bidik titik yang dituju melalui lubang peep sight dan
sighting window dimana titik tersebut tingginya harus
sama dengan mata dan atur dengan menaik turunkan
kompas.
Gerakkan klinometer dengan memutar pengatur datar
yang terdapat dibagian belakang kompas, sehingga
gelembung dalam nivo lonjong berada ditengah dapat

dilihat melalui cermin.


Baca dan catat angka yang ditunjukkan oleh klinometer.

Mentukan beda tinggi

Baca dan catat besarnya sudut lereng


Ukur jarak dari titik kita berdiri ketitik yang kita bidik

dengan langkah atau roll meter (50 meter).


Beda tinggi didapat dengan rumus :
Beda tinggi = jarak x Sin sudut lereng ()
H

= L sin .

Mengukur jurus dan kemiringan


Mengukur jurus dan kemiringan pada bidang perlapisan, bidang
kekar, bidang sesar dan sebagainya dapat dilakukan dengan cara seperti
petunjuk dibawah sedangkan mengarahkan jurus/strike dari tempat kita
berdiri kesuatu titik yang jauh dapat dilakukan dengan cara :
Mengukur jurus/strike
a.

Letakkan sisi yang bertuliskan E pada bidang yang diukur

b.

Atur nivo mata lembu sampai gelembungnya berada di

tengah

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 18

c.

Baca jarum utaranya


Mengukur kemiringan/dip

a.

Letakkan sisi yang bertulis W tegak lurus jurus yang sudah

kita ukur (tanda garis yang sudah kita buat).


b.

Atur gelembungnya sampai gelembung pada nivo lonjong

berada di tengah
Baca angka yang ditunjukkan pada skala clino.
Cara menulisan hasil pembacaan
a.

Untuk kompas dengan sistem kuadran misalnya hasil

pembacaan jurus 45 kemiringan 25, maka tata cara penulisannya


adalah : S 45 W / 25 NW, dimana NW menunjukkan arah kemiringan.
b.

Untuk kompas dengan sistem azimuth misalnya hasil

pembacaan jurus 50 dan kemiringan 42, maka tata cara penulisannya :


N 50 N / 42.
Menentukan kemiringa lapisan yang mempunyai sudut 5
Untuk lapisan yang mempunyai sudut kemiringan 5 sukar
diukur dengan teliti.
Untuk mengatasi hal ini dilakukan prosedur berikut :

Putar klinometer sehingga menunjukkan angka nol.


Kompas dalam keadaan terbuka penuh, tempelkan W
pada bidang perlapisan hingga gelembung pada nivo

lonjong berada ditengah.


Tandai garis potong antara bidang lapisan dan kompas,
ukur jurusnya melalui garis ini.

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 19

Letakkan kompas tegak lurus garis tersebut, baca


kemiringan.

Mengukur kedudukan bidang


Mengukur kedudukan bidang dapat dilakukan dengan cara
menentukan arah dan besarnya kemiringan.
Caranya adalah sebagai berukut :
Letakkan kompas dalam posisi horizontal pada bidang yang
diukur yaitu dengan menempelkan sisi yang bertanda S dan baca
angka yang ditunjukkan jarum utara, maka kita dapatkan arah daripada
kemiringan bidang perlapisan tersebut.

Ukur besar sudut kemiringan bidang tersebut.


Catat angka pembacaan yang kita amati, misalnya 30 N
42E Artinya sudut kemiringan sebesar 30 miring
kearah N 45 E

Jurus daripada bidang dapat diketahui dengan jalan menarik garis


tegak lurus pada arah kemiringan.
Mengukur ketebalan lapisan dan menentukan kedalaman
pemboran
Untuk mengukur ketebalan dengan kompas geologi dibutuhksn
alat bantu yang disebut Jacob staff. Dan dengan teknik ini kita sekaligus
dapat merencanakan total kedalaman pemboran yang kita inginkan.
Caranya adalah :
Ukur besarnya sudut kemiringan (dip) lapisan
Pegang kompas dan ketengahkan gelembung clino dengan
sudut klinometer = dip dari perlapisan.

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 20

Atur posisi berdiri kita tepat pada batas bawah (floor) lapisan
yang akan diukur. Dan arahkan kompas mengikuti sudut kemiringan
lapisan pada batas atas (roof) lapisan tersebut. Bila lapisan tersebut
tebalnya melebihi tinggi kita, maka pengukuran dilakukan beberapa kali.
Untuk mengetahui ketebalan yang kita ukur adalah =tinggi
mata kita dari tanah x cos (dip). Untuk lapisan yang sangat tebal maka
tebalnya harus dikalikan dengan berapa banyak kita melakukan
pengukuran.
Sedang untuk mengetahui kedalaman pemboran pada titik
yang kita tentukan adalah kedalaman pada titik yang kita arahkan =
kelipatan dari tinggi mata kita sampai ketitik yang dimaksud.
Mengukur Struktur Garis yang mempunyai trend
Adapun yang termasuk struktur garis ini adalah : gores garis pada
bidang sesar,
Arah arus pembentukan struktur sediment dan garis sumbu
lipatan.
1.Mengukur arah Trend
Tempelkan alat bantu (buku lapangan atau clipboard) pada
posisi tegak dan sejajar dengan arah struktur garis yang akan diukur.
Tempelkan sisi W atau E kompas pada posisi kanan atau
kiri alat bantu dengan visir kompas mengarah ke penunjaman struktur
garis tersebut.
Levelkan kompas (nivo mata sapi dalam keadaan horizontal),
maka harga yang ditunjuk oleh jarum utara kompas adalah harga arah
penunjuknya (trend).
Mengukur Struktur Garis yang tidak memiliki trend
Adapun yang termaksud struktur garis ini adalah umumnya
berupa arah-arah kelurusan, seperti : arah arah liniasi fragmen breksiasi,
arah kelurusan sungai, arah kelurusan gawir sesar dan lain sebagainya.
Dalam hal ini yang diukur hanya arah kelurusan (bearing) saja.

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 21

1.mengukur Bearing
Arahkan visir kompas sejajar dengan unsur-unsur kelurusan
struktur garis yang akan diukur, misalnya sumbu memanjang fragmen
breksiasi.
Levelkan kompas (nivo mata sapi dalam keadaan horizontal),
maka harga yang ditunjuk oleh jarum utara kompas adalah harga arah
bearingnya.

2.5 Palu Geologi


Alat ini merupakan salah satu alat vital yang mesti di
bawah geologist. Yang digunakan untuk mengambil sampel batu, palu
geologi di bedakan menjadi 2 jenis, yang pertama palu sedimen yang
ciri-cirinya adalah ujung palunya ramping dan yang kedua palu beju
yang ujung palunya berbentuk runcing. Perbedaan lainnya yaitu pada
pegangan palu, pada palu beku lebih panjang pegangannya di banding
palu sedimen karena untuk mengambil sampel batuan beku memerlukan
tenaga yang lebih kuat dan pukulan yang lebih keras. Tapi bukan berarti
karna ada perbedaan seperti ini kita hanya membawah satu palu saja,
sebaiknya kita membawah kedua palu ini karna kita tidak tahu jenis
batuan apa yang akan kita temukan di lapangan.
Palu GeologiPalu geologi adalah alat yang digunakan untuk
mengambil sampel batuan yang akandiidentifikasi. Palu geologi ini
dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
Palu

geologi

yang

sering

digunakan

ada

jenis:

1. PICK-POINT adalah palu geologi yang memiliki bentuk runcing yang


digunakan

pada

medan

dengan

kondisi

batuan

yang

keras

2. CHISEL-POINT adalah palu geologi yang mempunyai ujung


menyerupai pahat, palu ini digunakan pada batuan yang berlapis yang
biasanya ada pada batuan sedimen.

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 22

Palu Sedimen (Chisel point) Palu sedimen sesuia dengan


namanya adalah palu yang digunakan untuk mengambilsampel batuan
lunak yaitu batuan sedimen. Palu sedimen memiliki gagang yang
rampingsedangkan ujungnya lebar seperti pahat. Hal ini sesuai dengan
kegunaannya yaitu untukbatuan sedimen yang memiliki struktur
berlapis. Cara penggunan palu sedimen adalahdengan mencungkil
lapisan yang hendak dijadikan sampel.b.
Palu Beku (pick point) Palu beku adalah palu yang digunakan
untuk mengambil sampel batuan beku.Karena batuan beku strukturnya
keras, maka bentuk dari palu beku ini ujungnya runcingdan memiliki
gagang yang lebih panjang. Cara penggunaan palu beku adalah
denganmembuat retakan melingkar dengan menggunakan ujung runcing.
Setelah terbetukretakan lalu bagian yang telah retak dipukul dengan
menggunakan ujung lainnya

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 23

BAB III
METODOLOGI

3.1 Waktu dan lokasi praktikum


Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 22 oktober 2015,yang
dimulai dari pukul 09:00 pagi sampai selesai,daerah peneliitian
bertempat dua lokasi yaitu;
Lokasi 1 : Jalan Jalur dua Tenggarong-Samarinda KM 5;
Lokasi 2 : Jalan poros Tenggarong- Samarinda daerah Jongkang.
3.2 Alat dan Bahan
Alat :

Kompas geologi
GPS
Kamera
Palu

b.

Bahan :

Kertas folio
Kantong sampel
Pensil dan pulpen
3.3.

Prosedur Pengukuran dan Pengamatan


Kegiatan pengukuran dan pengamatan lapangan ini adalah

merupakan suatu kagiatan pokok dalam melaksanakan praktek lapang


ini. Dengan kegiatan ini kita berusaha untuk mengumpulkan gejal yang
ditimbulkan selama pengukuran dan pengamatan. Dalam kegiatan ini,
keseriusan dan ketelitian yang tinggi sangat diperlukan bagi para peserta
praktek lapang, agar data yang didapatkan dapat lebih akurat, mengingat
hasil dari observasi lapngan ini akan dituangkan kedalam lembaran lembaran kertas berbentuk sebuah laporan yang nantinya akan menjadi
salah satu panduan kita dan adik adik mahasiswa kelak.

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 24

Ada beberapa metode yang digunakan dalam pengukuran dan


pengamatan lapangan, yaitu:
1.

Metode Road Travels

Metode ini digunakan pada saat kita melewati jalan raya.


Sepanjang jalan akan nampak oleh kita beberapa gejala geologi yang
sangat menarik perhatian untuk dijadikan sebagai objek penelitian.
2.

Metode River Travels

Perjalanan menelusuri sungai ini di tempuh apabila daerah objek


berada pada pinggir sungai atau harus melalui sungai tersebut untuk
dapat mencapai lokasi yang dimaksud. Dalam perjalan menelusuri
sungai maka akan tampak oleh mata kita berbagai gejala geologi, baik
yang disebabkan oleh hasil kerja air sungai ataupun kaerena factor lain.

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 25

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil dan Pembahasan
Deskripsi perjalanan ke lokasi 1
Lokasi 1 ( jalur dua Tenggarong Samarinda KM 5)
Pada hari kamis,dengan program study Teknik Pertambangan angkatan
2015 melakukan study dilapangan (praktek), pukul 09:00 a.m kami dari
kampus

menuju

ke

lapangan

yakni

didaerah

Tenggarong

Seberang,bersama angkatan yang lain melakukan perjalanan menuju ke


Ferry penyebrangan sebrangdan tidak lama menaiki ferry pennyebrangan
,kami pun sampai di sebrang.Setelah beberapa menit naik motor,kami
akhirnya sampai dilokasi penelitian yakni di jalur dua Tenggarong
sebrang-Samarinda KM 5. Keadaan geologi lapangan disitu yaitu
daerahnya yang dulunya sebagai hutan kini menjadi sebuah lahan,karena
daerah tersebut habis dipakar.Hal itu dapat dilihat dari pohon-pohon
maupun rumput dan semaknya ,dimana setiap daun dan batangnya bekas
termakan api dan keadaan tanahnya gersan dan banyak abu hitam diatas
permukaan

tanah.Di

daerah

tersebut

kebanyak

tersebar

batuan

sedimen,serta ada batuan yang mengalami pelapukan dan akan terjadi


siklus batuan,dimana dari batuan sedimen akan menjadi batuan
metamorf.Setelah

menelusuri

beberapa

tempat,kami

melakukan

penelitian atau pembelajaran dan berikut ini hasil pembahasannya:

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 26

Singkapan ;
Koordinat: S 000 26 09.0
E 1170 03 01.5
Elevasi : 101 m
N 390 E/ 450
Sampel batuan

Gambar 5.Sampel Batu Pasir


Batuan ini tergolong batuan sedimen. Batuan ini memiliki
porositas yang buruk dan pemilahan yang baik terdiri dari butiran yang
sama. Berwarna coklat agak keputihan di bagian luar karena batuan ini
bersentuhan

langsung

dengan

udara

dan

air

sehingga

terjadi

persenyawaan dengan oksigen, warna coklat dengan presentasi lebih


dominan di bagian dalam. Tekstur halus sehingga tergolong batuan
pasir.
Lokasi 2 ( jalur dua Tenggarong Samarinda, daerah
Jongkanng)
Setelah kami melakukan study di lapangan didaerah KM 5,kami
istirahat beberapa menit dan kemudian kami melanjutkan Study
lapangan ke daerah ke 2 yaitu daerah Jongkang. Daerah Jongkang
terdapat batu pasir, dan batu gamping, kami melakukan penelitian
pendeskripsian ke batu gamping. Didalam batu gamping terdapat fosil
kerang. Pada daerah kedua ini terdapat lahan bekas tambang, yang
sudah dipenuhi air, kami menelusuri sepanjang danau dan terdapat
banyak fosil kerang yang ukurannya agak besar, diatas sungai terdapat
Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 27

gua kecil yang juga menjadi tempat peristirahatan bersama temanteman yang lain.

Koordinat : 0002643,3
1170 02 50,8
Elevasi 67 m
Tidak dapat mengukur deep dan strike nya
Sampel batuan

Gambar 6. Sampel batu gamping


Batuan ini memiliki porositas yang buruk dan pemilahan juga
buruk. Berwarna abu-abu gelap di bagian luar karena batuan ini
bersentuhan langsung dengan udara dan air.Memiliki Permeabilitas baik.
Komposisi mineralnya yakni,fragmennya berupa fosil kerang/fosil batu
dan semennya berupa Karbonat.Tekstur halus sehingga tergolong batu
gamping dan tergolong batuan sedimen.

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 28

BAB V
PENUTUP
5.1.Kesimpulan
Mineral adalah suatu zat padat yang homogen yang terjadi di alam secara
alamiah dengan komposisi kimia tertentu dan memiliki susunan atom yang
teratur.
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari akumulasi material
maupun biologi yang kemudian di endapkan lapisan demi lapisan pada
permukan bumi yang kemudian mengalami pembatuan.
GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit navigasi dan
penentuan posisi yang dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat. Sistem
ini didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga-dimensi serta
informasi mengenai waktu, secara kontinyu di seluruh dunia tanpa
bergantung waktu dan cuaca, bagi banyak orang secara simultan
Yang dimaksud kompas geologi adalah kompas yang selain dapat dipakai
untuk mengukur komponen arah, juga komponen besar sudut. Kompas
geologi digunakan untuk mengukur arah pada suatu titik ataupun
kelurusan struktur, mengukur kemiringan lereng,maupun mengukur jurus
ataupun kedudukan perlapisan dan kemiringan lapisan batuan.
Palu geologi adalah alat yang digunakan untuk mengambil sampel batuan
yang akandiidentifikasi. Palu geologi ini dibagi menjadi dua jenis,yakni
Pick Point (Palu Beku) dan Chisel Point (Palu Sedimen )

Laporan Lapangan Geologi Dasar

Page 29