Anda di halaman 1dari 8

29/9/2016

Kisah Miris Toni Ruttiman, WN Swiss yang Bangun Puluhan Jembatan Gantung di RI

Home

Berita

Daerah

Internasional

Fokus

Kolom

Wawancara

Tokoh

Pro Kontra

Infografis

Foto

Video

Indeks

NEW

SolusiUKM Most Popular Hoax or Not Opini Anda Suara Pembaca Blog Profil Wonderful Indonesia LIPUTAN HAJI

Follow detikcom

detikNews / Berita / Detail Berita

Pilih Kanal

Cari Berita atau Alamat

Daftar detikconnect

Daftar/Masuk
Masuk

Kamis 29 Sep 2016, 08:07 WIB

Kisah Miris Toni Ruttiman, WN Swiss yang Bangun


Puluhan Jembatan Gantung di RI
Herianto Batubara - detikNews

204 komentar

BERITA TERBARU
Nusron Wahid: Ada
Segelintir Kader Golkar
Anti-Ahok, Biarkan Saja
Kamis 29 Sep 2016, 09:19 WIB

Foto: Toni Ruttiman (Imam Prasodjo/Istimewa)

Jakarta - Nama Toni Ruttiman luput dari perhatian. Padahal selama 3 tahun
terakhir, warga negara Swiss ini sudah keluar masuk kampung membangun
jembatan gantung di berbagai wilayah di tanah air.
Kisah Toni Ruttiman ini diceritakan sosiolog Imam Prasodjo di akun
Facebooknya seperti dikutip detikcom, Kamis (29/9/2016) atas seizin beliau.
Dikisahkan Imam, Ruttiman datang ke Indonesia karena rasa kepeduliannya
yang tinggi. Dari berbagai pemberitaan di media massa, dia melihat begitu
banyak anak-anak yang bergelantungan di jembatan yang rusak atau
menyebrangi sungai berarus deras demi berangkat ke sekolah.

PPP: Putusan MKD Tak


Bisa Membuat Setya
Novanto Kembali Jadi
Ketua DPR
Kamis 29 Sep 2016, 09:11 WIB

Presiden Jokowi Tiba di


Garut, Tinjau Penanganan
Banjir Bandang
Kamis 29 Sep 2016, 09:09 WIB

Kicauan 'Nyeleneh' Dimas


Kanjeng dari Sakti
Gandakan Uang Hingga
Jin yang Lari
Kamis 29 Sep 2016, 09:07 WIB

Melihat keadaan itu, hati Ruttiman pun tergerak dan memutuskan berangkat
http://news.detik.com/berita/3309352/kisah-miris-toni-ruttiman-wn-swiss-yang-bangun-puluhan-jembatan-gantung-di-ri

1/8

29/9/2016

Kisah Miris Toni Ruttiman, WN Swiss yang Bangun Puluhan Jembatan Gantung di RI

ke Indonesia. Diam-diam dia sudah tiga tahun ini keluar masuk kampung di
wilayah terpencil di tanah air. Dia bergerak mengajak warga bergotongroyong membangun jembatan gantung untuk menyambung akses jalan yang
terputus.

BLOGDETIK
PasangMata Goes To
Campus Edisi UHAMKA
Rabu, 28/09/2016 18:40 390528

Ruttiman saat beraksi bersama warga membangun jembatan gantung (Istimewa)

Posted By : pasangmata

Jelang Pilkada Serentak,


Netizen Harus Lebih
Berhati-hati!

Ruttiman mengumpulkan bahan-bahan untuk membangun jembatan dari


negerinya di Swiss. Dia juga mengupayakan bantuan pipa dari perusahaan
ternama yang pemiliknya dia kenal baik seperti Tenaris, agar bersedia
mengirim bantuan pipa tiang jembatan dari Argentina ke Indonesia.

Rabu, 28/09/2016 10:05 390170


Posted By : aribicara

Ruttiman turun tangan sendiri membangun jembatan di berbagai wilayah


terpencil di tanah air. Dia juga merekrut beberapa tenaga kerja di Indonesia
untuk dijadikan stafnya membantu upayanya. Salah satu pemuda yang dia
rekrut adalah Suntana.
"Dengan cara seperti ini, kini Toni Ruttiman telah berhasil memasang 61
jembatan gantung di berbagai daerah termasuk Banten, Jabar, Jateng, Jatim,
dan bahkan hingga Sulawesi, Maluku Utara dan NTT," ujar Imam.
Upaya Ruttiman Terhambat
Namun menurut Imam, belakangan ini upaya pengiriman bantuan bahan
jembatan seperti wirerope (kabel pancang) yang rutin dikirim Ruttiman dari
Swiss selama tiga tahun belakangan terhambat karena lambannya birokrasi.

IKLAN BARIS

Loket Pembayaran Resmi Paytren


Loket Multi Payment Resmi Paytren
Bisnis Modal Kecil Dengan Potensi
Penghasilan Ratusan Juta Rupiah Per
Bln".
Dijual Rumah Baru Di Depok
Anda Mau Buka Usaha Bakmi Mgm?
Rumah Dikontrakan / Di Jual Jak Bar
Calya Dan Avanza Ready Stok Dp 14jt

Imam menyesalkan hal ini. Padahal Presiden Joko Widodo (Jokowi) justru
tengah keras-kerasnya mendorong agar arus barang impor lancar. Namun
kenyataannya sangat lamban seperti masalah yang dialami Ruttiman.
"Saya yang ikut terlibat dan mengikuti betapa sulitnya mengurus proses
administrasi import barang bantuan ini merasa kesal menghadapi birokrasi
yang begitu ruwet dan lambat ini, walaupun untuk import barang bantuan
sekalipun," keluh Imam.

Ads by
Di Facebooknya, Imam juga menampilkan surat dari Suntana, asisten
Ruttiman, kepadanya. Di surat itu, Suntana menceritakan lika-liku proses
pengurusan barang bantuan yang malah berakhir denda demurrage (batas
waktu kontainer).
Di suratnya, Suntana mengatakan, proses impor donasi wirerope untuk
bantuan jembatan gantung itu memakan waktu lebih dari 2 bulan sejak
container tiba di Tanjung Priok. Menurutnya, ini karena lamanya proses
rekomendasi dari kementerian-kementerian terkait yang harus ditempuh untuk
http://news.detik.com/berita/3309352/kisah-miris-toni-ruttiman-wn-swiss-yang-bangun-puluhan-jembatan-gantung-di-ri

Most
Popular

Most
Commented

Kisah Miris Toni Ruttiman, WN Swiss


yang Bangun Puluhan Jembatan
Gantung di RI

Empat Parpol Merapat, Bagaimana


Nasib Teman Ahok?

2/8

29/9/2016

Kisah Miris Toni Ruttiman, WN Swiss yang Bangun Puluhan Jembatan Gantung di RI

proses hibah ini.


Dijelaskan Suntana, atas bantuan dan upaya rekan-rekan di Bea Cukai
Tanjung Priok, biaya storage 3 kontainer donasi wirerope untuk program
bantuan jembatan gantung Ruttiman yang sudah tiba di pelabuhan Tanjung
Priok sejak 16 Juli 2016 sampai dengan 26 September 2016 akhirnya
dibebaskan biaya penyimpanan. Tagihan storage tersebut per tanggal 19
September 2016 sebesar Rp 84.036.410.
Untuk proses permintaan pengurangan atau penghapusan tagihan denda
demurrage atas 3 container tersebut, dari pihak pelayaran masih memerlukan
waktu yang lebih lama, semantara biaya untuk denda demurrage terus
berjalan per hari. Sementara itu untuk mengeluarkan kontainer dari area
penyimpanan memerlukan dana yang tidak sedikit.
Dalam tagihan demmurage yang dilampirkan Suntana, tertulis jumlah denda
per tanggal 19 September 2016 adalah Rp 169.890.000. Konfimasi terbaru
tagihan demmurage per 26 September 2016 adalah Rp 195.650.000. Di surat
itu, Suntana meminta Imam mencarikan solusi agar program jembatan
gantung untuk Indonesia itu bisa terus berjalan.
Imam mengatakan dirinya sangat terpukul membaca surat dari Suntana.
Namun dia lebih terpukul lagi membaca email dari Ruttiman yang mengaku
ingin menyudahi upaya bantuan yang ia lakukan setelah periode bantuan ini
selesai. Dia berharap Ruttiman masih mau dibujuk untuk terus bertahan di
tanah air dan melanjutkan upayanya.

4 Parpol Merapat, Teman Ahok


Tanggung Beban Moral Pengumpulan
Sejuta KTP

MKD Pulihkan Nama Baik Novanto,


Sudirman Said: Rakyat Tidak Bodoh

Ada 277 KK Warga Bukit Duri yang


Sudah Huni Rusun Rawa Bebek

Saat Novanto Didorong Jadi Ketua


DPR Lagi, PDIP Dorong Revisi UU
MD3

Wabub Kuansing Babat Hutan


Lindung untuk Kebun Sawit,
Pengadilan Perintahkan Kosongkan

Kisah Pilu Kampung Miskin Cadas


Gantung Kabupaten Bandung

Ada PNS Jadi Pengikut Dimas


Kanjeng, Ini Respons Wagub Jatim

10

Soal Dana Kampanye, Timses AniesSandi: Kita Enggak Akan Jor-joran


SELENGKAPNYA

"Terus terang saya malu menghadapi kejadian ini. Saya ingin sekali berteriak
sekerasnya mewakili rakyat yang selama ini masih mengharapkan bantuan
Toni Ruttiman. Maukah pemerintah mengabil alih denda yang harus dibayar
ini? Saya juga terfikir, bisakah kita bersama-sama urunan untuk mengganti
denda demmurage agar kita sebagai bangsa setidaknya memiliki harga diri?
Entahlah!," tulis Imam.
Saat dikonfirmasi via WhatsApp hari ini, Imam menyampaikan kabar baik.
Menurutnya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sudah bersedia menanggung
biaya demurrage dan proses lainnya. Dia pun berharap Ruttiman terus
melanjutkan perjuangannya membangun jembatan gantung di pelosok-pelosok
tanah air untuk membantu masyarakat.
"Sudah ada ketersediaan Pak Basuki Menteri PUPR menanggung biaya
demurrage dan proses lainnya, sehingga bila itu betul direalisasikan, Toni
Ruttiman tak harus berkorban lagi membayar denda keterlambatan," ujarnya.
(hri/hri)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Senang

Terhibur

Terinspirasi

Tidak Peduli

Terganggu

Sedih

Takut

Marah

17%

0%

22%

0%

2%

19%

1%

40%

Baca Juga

Ahok: 300 JPO Segera


Dibongkar, Mafia Reklame
Diselidiki Kepolisian

Wawali Kota Depok


Sarankan Datangi Rumah
Duka Korban JPO, Ahok:
Bisa

Korban Kebakaran Berhasil


Diselamatkan Kurang dari 1
jam
Promoted

Polisi Telisik
Penyelewengan Dana di
Kasus JPO Roboh di Pasar
Minggu

http://news.detik.com/berita/3309352/kisah-miris-toni-ruttiman-wn-swiss-yang-bangun-puluhan-jembatan-gantung-di-ri

3/8

29/9/2016

Kisah Miris Toni Ruttiman, WN Swiss yang Bangun Puluhan Jembatan Gantung di RI

Polda Metro Minta


Pertanggungjawaban
Dishub Soal JPO Roboh di
Pasar Minggu

JPO Pasar Minggu Roboh,


Polisi Pertanyakan
Perawatan Dishub

Polisi Akan Panggil Dishub


DKI Terkait Robohnya JPO
Pasar Minggu yang
Tewaskan 3 Orang

Sudah Hampir Setahun,


Tulisan Maaf Bertengger di
JPO Polda Metro

204 Komentar
Silahkan login untuk menulis komentar

500

Kirim Komentar

Terbaru

Terlama

Terpopuler

Orangorangan.sawah @orangorangan.sawah 30 menit yang lalu

Revolusi mental baru dilakukan presiden doang kali ya, bawahanya masih..............................
0 Balas

0 Favorit Share

Laporkan

Jagoanrimba @jagoanrimba 31 menit yang lalu

memalukan bngt y
dimana pemerintah daerah ny
propinsi ny
bahkan pusat
0 Balas

0 Favorit Share

Laporkan

Gakdaygbener @gakdaygbener 31 menit yang lalu

Indonesia bangeet yaaa,semua birokrasi kalau bisa dipersulit,ngapain juga dipercepat.......


0 Balas

0 Favorit Share

Laporkan

Hadi Satyagraha @hadisatyagraha 33 menit yang lalu

Orang mau bantu aja dipersulit! Memang birokrat negara ini sangat jahat!
0 Balas

0 Favorit Share

Laporkan

Michael Yoranow @michyor 33 menit yang lalu

SUNGGUH MEMALUKAN, HAI KORUPTOR2 BERDASI BERKACALAH APA YG ORG LAIN KORBANKAN UNTUK
YG BUKAN BAGI NEGARA SENDIRI TAPI UNTUK BANGSA&NEGARA ORG LAIN, SKALI LAGI SUNGGUH
MEMALUKAN, TRIMA KASIH Mr.TONI DAN WARGA YG TELAH TERBANTU DEMI KELANGSUNGAN MASA
DEPAN ANAK BANGSA, TUHAN SELALU MELINDUNGI KITA SMUA.
0 Balas

0 Favorit Share

Laporkan

Osrait 7272 @osrait7272 33 menit yang lalu

kurasa Tony merasa terpanggil untus balas budi krn nenek moyangnya semua penjajah maka dia balas utk
tebus dosa-dosa nenek moyangnya, tapi penjajah yang sekarang malah sebaliknya dari bangsa sendiri...
menyedihkan
0 Balas

0 Favorit Share

Laporkan

Abu Usamah Al Farisya @muhamad.a.h 33 menit yang lalu

Ujung2nya paling Gospel


0 Balas

0 Favorit Share

Laporkan

Geng Motor BRAINLESS @idxanax 34 menit yang lalu

MALUUUU..ORANG SENDIRI BIKIN MALUUU.


0 Balas

0 Favorit Share

Laporkan

Jroyas @jroyas 34 menit yang lalu

saya masih ga konek kenapa musti di denda ya.. padahal kan kesalahan bukan dari pihak toni.. kesalahan
dari pihak birokrasi yang berbelit2 sehingga memakan waktu lama dalam proses pengambilanya....bisa tolong
menjelaskan ini?
0 Balas

0 Favorit Share

Laporkan

Gigii Riyanto @gigiiriyanto 35 menit yang lalu

http://news.detik.com/berita/3309352/kisah-miris-toni-ruttiman-wn-swiss-yang-bangun-puluhan-jembatan-gantung-di-ri

4/8

29/9/2016

Kisah Miris Toni Ruttiman, WN Swiss yang Bangun Puluhan Jembatan Gantung di RI
Bukti birokrasi negeri ini benar" bobrok, semboyan 71 th Indonesia Kerja Nyata hanya slogan marketing
semata tanpa ada bukti nyata sebuah perubahan.
0 Balas

Laporkan

0 Favorit Share

>>

Last

Kontak Informasi Detikcom


Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

News Feed

PPP: Putusan MKD Tak Bisa Membuat Setya Novanto Kembali


Jadi Ketua DPR
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 09:11 WIB

Sekjen PPP Arsul Sani melihat tidak ada alasan untuk mengembalikan Setya Novanto
menduduki kursi ketua DPR.

Jelajahi 6 Kota Besar di Indonesia dengan Gaya


Temukan disini! Hotel-hotel Harper yang rmenawarkan pelayanan yang inovatif untuk para
wisatawan
Promoted

Garut Berduka

Presiden Jokowi Tiba di Garut, Tinjau Penanganan Banjir


Bandang
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 09:09 WIB

Presiden Jokowi pagi ini tiba di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Didampingi sejumlah menteri,
Jokowi akan meninjau lokasi dan penanganan bencana banjir bandang.

Kicauan 'Nyeleneh' Dimas Kanjeng dari Sakti Gandakan Uang


Hingga Jin yang Lari
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 09:07 WIB

Dimas Kanjeng akhirnya blak-blakan mengaku bisa menggandakan uang sejak tahun 2006.
Namun, dia lagi pusing kesaktiannya itu mulai memudar, ini pengakuannya:

Bangga Bisa Angkat Fashion Indonesia di Amerika


DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 08:56 WIB

Sebanyak 5 perancang busana Indonesia terpilih untuk tampil di Los Angeles Fashion Week.

Street Viper & Power Tread Plus dari Mizzle


New Max Perfomence! Tetap tangguh dalam berkendara dengan ban motor Street Viper &
Power Tread Plus dari Mizzle.

Canda Jimly: Kalau Dimas Kanjeng Bisa Gandakan Uang, Tak


Perlu Ada Tax Amnesty
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 08:48 WIB

Jimly Asshiddiqie tidak percaya Dimas Kanjeng mengeluarkan uang secara gaib. Tak perlu
ada Tax Amnesty jika Dimas Kanjeng mampu menghasilkan banyak uang.

Soal Dana Kampanye, Timses Anies-Sandi: Kita Enggak Akan


Jor-joran
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 08:32 WIB

Ketua Tim Sukses Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera, menyebut anggaran
dana kampanye pasangan ini akan diusahakan seminimalis mungkin.

Ada 277 KK Warga Bukit Duri yang Sudah Huni Rusun Rawa
Bebek
http://news.detik.com/berita/3309352/kisah-miris-toni-ruttiman-wn-swiss-yang-bangun-puluhan-jembatan-gantung-di-ri

5/8

29/9/2016

Kisah Miris Toni Ruttiman, WN Swiss yang Bangun Puluhan Jembatan Gantung di RI
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 08:16 WIB

Sebanyak 277 KK warga Bukit Duri yang terimbas penertiban sudah mulai menghuni Rusun
Rawa Bebek. Pemprov DKI menyediakan 363 unit untuk merelokasi warga.

4 Parpol Merapat, Teman Ahok Tanggung Beban Moral


Pengumpulan Sejuta KTP
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 08:11 WIB

Kini empat partai politik sudah mengusung Ahok yang disandingkan dengan Djarot Saiful
Hidayat ke Pilgub DKI 2017. Apa yang bakal dilakukan Teman Ahok?

Kisah Miris Toni Ruttiman, WN Swiss yang Bangun Puluhan


Jembatan Gantung di RI
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 08:07 WIB

Tiga tahun terakhir, WN Swiss Toni Ruttiman sudah keluar masuk kampung membangun
jembatan gantung di tanah air. Namun upayanya itu terkendala. Kenapa?

Tinggal di Gubuk Reyot, Hujan Angin Jadi 'Teror' Bagi Warga


Cadas Gantung
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 08:06 WIB

Mayoritas warga Kampung Cadas Gantung, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung,


tinggal di gubuk reyot yang kumuh. Setiap hujan turun, mereka waswas.

Polisi Evakuasi Truk yang Terbalik di Tol Dalam Kota Arah


Semanggi
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 08:02 WIB

Polisi masih melakukan evakuasi truk yang terbalik di ruas Tol Dalam Kota KM 7, Kuningan
mengarah ke Semanggi. Lalu lintas di sekitar lokasi tersendat.
Garut Berduka

19 Orang Masih Hilang, Tanggap Darurat Banjir Garut Sampai 4


Oktober
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 07:55 WIB

Sebanyak 19 orang masih dinyatakan hilang dalam bencana banjir Garut. Hal itu membuat
masa tanggap darurat bencana banjir diperpanjang hingga 4 Oktober.

MKD Pulihkan Nama Baik Novanto, Sudirman Said: Rakyat


Tidak Bodoh
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 07:51 WIB

Sudirman Said, mantan menteri ESDM yang melaporkan Novanto, yakin rakyat tak bisa
dibodohi dengan keputusan MKD.

Empat Parpol Merapat, Bagaimana Nasib Teman Ahok?


DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 07:27 WIB

Sempat berembus isu, penentuan Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot di Pilgub DKI 2017
diwarnai polemik partai-partai politik pendukung calon petahana itu.

Wabup Kuansing Babat Hutan Lindung untuk Kebun Sawit,


Pengadilan Perintahkan Kosongkan
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 07:18 WIB

Wakil Bupati Kab Kuantan Singingi (Kuansing), Halim alias Aliang dinyatakan bersalah
membabat hutan lindung untuk kebun sawit.

Kisah Pilu Kampung Miskin Cadas Gantung Kabupaten


Bandung
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 06:53 WIB

Lokasinya sekitar 7 kilometer dari Jl AH Nasution. Tak terlalu jauh dari keramaian kota.
Namun kampung ini seolah 'terisolasi'. Hanya ada 14 rumah berupa gubuk.

KPU Akan Gelar 3 Kali Debat Cagub-Cawagub DKI Jakarta


DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 06:45 WIB

KPU DKI akan menggelar 3 kali debat Cagub-Cawagub. Debat akan digelar pada Desember
2016 hingga Februasi 2017.

Pilkada Serentak 2017 Diikuti 80 Pasangan Calon Independen


DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 06:20 WIB

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017 akan digelar. Secara umum, Ada 328
kandidat pasangan calon yang berlaga di Pilkada serentak 2017.

Saat Novanto Didorong Jadi Ketua DPR Lagi, PDIP Dorong


Revisi UU MD3
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 06:08 WIB

Fraksi partai terbesar di DPR, yakni PDI Perjuangan, memandang pergantian ketua DPR tak
akan menjadikan lembaga itu menjadi lebih baik.

Ada Truk Terbalik, Kuningan Arah Semanggi Macet 2 Km


http://news.detik.com/berita/3309352/kisah-miris-toni-ruttiman-wn-swiss-yang-bangun-puluhan-jembatan-gantung-di-ri

6/8

29/9/2016

Kisah Miris Toni Ruttiman, WN Swiss yang Bangun Puluhan Jembatan Gantung di RI
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 06:01 WIB

Sebuah truk terbalik di ruas Tol Dalam Kota tepatnya di KM 7 Kuningan arah Semanggi.
Akibatnya terjadi antrean kendaraan sepanjang 2 km.

Ada PNS Jadi Pengikut Dimas Kanjeng, Ini Respons Wagub


Jatim
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 05:17 WIB

Dimas Kanjeng Taat Pribadi memiliki ribuan orang pengikut yang memiliki latar belakang
profesi yang berbeda. Di antaranya ada juga yang tercatat sebagai PNS.

Gempa Bumi 4,2 SR Guncang Parigi Moutong Sulteng


DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 05:08 WIB

Gempa bumi berkekuatan 4,2 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Parigi Moutong,
Sulawesi Tengah. Tidak ada peringatan tsunami dalam kejadian ini.

Penembakan di SD South Carolina AS, 1 Siswa Kritis di Rumah


Sakit
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 05:02 WIB

Seorang guru dan 2 orang siswa di sebuah SD di South Carolina, AS menjadi korban
penembakan. Seorang siswa yang tertembak dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Obama Terbang ke Jerusalem Hadiri Pemakaman Shimon


Peres
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 04:14 WIB

Presiden Amerika Serikat Barack Obama hari ini terbang ke Jerusalem untuk menghadiri
proses pemakaman mantan Presiden Israel Shimon Peres.

Penyerangan di SD South Carolina AS, 2 Siswa dan Seorang


Guru Tertembak
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 03:49 WIB

Penembakan terjadi di sebuah sekolah dasar di South Carolina, Amerika Serikat. Setidaknya
2 orang siswa dan seorang guru terluka dan dilarikan ke rumah sakit.

Dimas Kanjeng Diminta Kembalikan Uang Para Pengikutnya


DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 03:16 WIB

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf meminta Dimas Kanjeng Taat Pribadi mengembalikan
seluruh uang para pengikutnya.

Marwah Daud Tepis Dimas Kanjeng Lakukan Penggandaan


Uang
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 02:12 WIB

Marwah Daud Ibrahim menepis adanya penggandaan uang yang dilakukan Dimas Kanjeng
Taat Pribadi.

Tukang Ojek di Dogiyai Papua Ditembak OTK, Motor Dibawa


Kabur
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 02:02 WIB

Seorang tukang ojek di Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, Papua, ditembak orang tak dikenal.
Motornya dibawa kabur pelaku.

Restorasi Hutan Harapan, Cara Menteri Siti Pulihkan Areal


yang Sudah Jelek
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 01:47 WIB

Restorasi ekosistem ini merupakan pola baru yang merupakan korelasi dalam mendesain
restorasi gambut salah satunya di Hutan Harapan.

Ada Perbaikan Jalan, KM 48 Tol Karawang Barat Arah Jakarta


Macet 4 Km
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 01:42 WIB

Antrean kendaraan sepanjang 4 km terjadi di ruas Jalan Tol Cikampek mengarah ke Jakarta.
Kendaran menyemut, ada perbaikan jalan tepatnya di Karawang Barat.

Cerita JK Tentang Suasana Salat Id di AS dan Kondisi Krisis


Venezuela
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 01:21 WIB

Wapres JK menyebut kondisi di Indonesia jauh lebih baik dari negara lain. Dia lalu cerita
pengalamannya ketika menunaikan Salat Idul Adha di Amerika Serikat.
Sidang Kasus Pembunuhan Mirna

Jessica Sebut AKBP Herry Heryawan Sempat Bilang 'Kamu


Tipe Saya Banget'
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 01:15 WIB

Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan disebut-sebut dalam persidangan
Jessica Kumala Wongso.

http://news.detik.com/berita/3309352/kisah-miris-toni-ruttiman-wn-swiss-yang-bangun-puluhan-jembatan-gantung-di-ri

7/8

29/9/2016

Kisah Miris Toni Ruttiman, WN Swiss yang Bangun Puluhan Jembatan Gantung di RI

Terdakwa Kasus Hilangnya Kasda Kota Semarang Terpaku


Dituntut Bui 13,6 Tahun
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 01:11 WIB

Diah Ayu Kusumaningrum, terdakwa kasus dugaan raibnya uang kas daerah Kota Semarang
Rp 21,7 miliar terpaku di kursi persidangan.

BNPB: Ratusan Pengunjung di Gunung Rinjani Sudah


Dievakuasi dan Selamat
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 00:39 WIB

Usai letusan gunung Barujari, upaya evakuasi terus dilakukan. Ratusan pengunjung telah
keluar dengan selamat pada Rabu (28/9) pukul 13.00 WITA.

Jokowi: Pemerintah Tak Memihak ke Pasangan Manapun,


Termasuk di Pilgub DKI
DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 00:36 WIB

Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah tidak memihak kepada pasangan manapun di


Pilkada 2017, termasuk Pilgub DKI Jakarta.
Sidang Kasus Pembunuhan Mirna

Sidang Tuntutan Jessica Wongso Digelar 5 Oktober 2016


DETIKNEWS | Kamis 29 Sep 2016, 00:17 WIB

Sidang tuntutan Jessica Kumala Wongso akan digelar pada Rabu 5 Oktober mendatang.

Copyright @ 2016 detikcom, All right reserved Redaksi Pedoman Media Siber Karir Kotak Pos Info Iklan Privacy Policy Disclaimer

http://news.detik.com/berita/3309352/kisah-miris-toni-ruttiman-wn-swiss-yang-bangun-puluhan-jembatan-gantung-di-ri

8/8