Anda di halaman 1dari 4

BAB III

PENGENDALIAN KUALITAS

3.1. Pengendalian Kualitas CCBI

Kualitas bagi PT. Coca Cola Bottling Indonesia (CCBI) Central Java sangat

penting peranannya dalam menentukan perusahaan. Dan merupakan salah satu

komitmen PT. CCBI Central Java untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan

aman di konsumsi. Untuk itu perusahaan menerapkan sistem pengendalian kualitas

yang sangat ketat. Maka dari itu di dalam organisasi PT. CCBI Cental Java terdapat

bagian QA (Quality Assurance), dimana bagian ini berfungsi sebagai pengontrol dan

penjaminan mutu.

Bagian QA (Quality Assurance) ini mencakup pengontrolan dan penjaminan

mutu dari bahan baku, produk saat proses dan produk saat dipasaran.

3.2. Pengendalian Kualitas Bahan baku

Untuk penontrolan bahan baku sendiri dalam pembuatan produk itu dilakukan

pengecekan dan test pada bahan baku tersebut. Adapun pengecekan yang dilakukan

meliputi :

1. Pengecekan Empty Botol dan Botol liter

Pengecekan yang dilakukan:

a. Bentuk botol

47
b. Logo dan printing

c. Tinggi botol

d. Groove

2. Krat

Pengecekan yang dilakukan :

a. Bebas dari kerusakan printing dan logo baik, dilakukan dengan

pengetesan dengan cara Packing Tape dan larutan Caustic 30%.

b. Panjang luar dan dalam. lebar luar dan dalam, tinggi krat.

c. Ketinggian bottom krat.

d. Ketebalan kisi-kisi space botol

e. Kekuatan Krat.

3. Gula

Pengecekan yang dilakukan :

a. Memastikan larutan gula homogen, bebas gelembung udara


0
Brix yang dikehendaki yaitu 600Brix serta 500brix.

b. Kelembaban gula max 0,04%

4. Crown

Pengecekan yang dilakukan :

a. Die Scratch max 10%

b. Printing dan logo crown harus sesuai dengan master dari supplier.

c. Standar tinggi crown 5,97 mm ± 0,2

d. Standar diameter luar crown 32,05 mm ± 0,2

48
e. Standar tumbling weight loss yaitu < 16 mg / 25 crown.

5. CO2

Pengecekan yang dilakukan :

a. Standar purity CO2 adalah minimal 99,9%

b. Pengecekan test sulfida harus negatif, ini dilakukan denga test

Po-Asetat 10%, jika berwarna coklat maka sulfida positif tetapi

jika tidak berwarna sulfida negatif.

c. Pemeriksaan bau pada CO2, test yang dilakukan apabila tidak

berbau maka CO2 memenuhi standar. Ini diuji dengan 200 ml

Treated Water dan ± 250 cc salju ( CO2 yang terexpand).

6. Concentrate / Beverages Base

Pengecekan yang dilakukan :

a. Secara visual terhadap seluruh kemasan concentrate/

Beverages base meliputi :

• Kondisi kemasan ( baik, tidak basah, dan segel tidak

rusak / utuh.

• Pemeriksaan nomor batch.

• Pemeriksaan tanggal akhir penggunaan yang baik (best

before) tidak melebihi dari tanggal kedatangan.

49
3.3. Pengendalian Kualitas Pada Proses Produksi

Untuk pengontrolan Pada Proses Produksi dalam pembuatan produk dilakukan

pengecekan dan test pada saat proses produki berlangsung. Adapun pengecekan yang

dilakukan meliputi :

1) Pembersihan Sanitasi pada saat pergantian beda produk dengan

matriks cleaning dan sanitasi yang ada pada mixer sesuai dengan

standart yang ada pada CCBI.

2) Pengambilan sampel pada saat produksi untuk diperiksa kembali

ukuran dan juga kandungan yang ada di dalam produk.

3) Pada proses pembuatan Freastea petugas yang menjalankan operasi

harus steril, karena produk yang dihasilkan yaitu teh, sangat rentan

terhadap bakteri.

3.4. Pengendalian Kualitas Distribusi

Untuk Pengendalian distribusi dilakukan pengecekan dan test pada saat produk

mulai dipasarkan dengan melakukan pengecekan terhadap tanggal kadaluarsa yang

telah ditetapkan.

50