Anda di halaman 1dari 6

BAB IV

KESELAMATAN KERJA , HIGIENIS, DAN LIMBAH

4.1. Fasilitas Sanitasi dan Keselamatan Kerja.

Fasilitas sanitasi yang diberikan PT. Coca Cola Bottling Indonesia Central

kepada karyawannya dimaksudkan untuk meningkatkan kesehatan dari karyawan,

adapun fasilitas yang diberikan adalah :

1. Unit pengolahan air (water treatment) yang digunakan untuk

menghasilkan baku minuman dan untuk mengisi bak kamar mandi.

2. Unit pengolahan air limbah yang digunakan untuk membersihkan jalan,

menyiram tanaman, dan untuk mencegah tercemarnya lingkungan pabrik

dari limbah.

3. Kamar mandi dan kamar kecil.

4. Poliklinik yang memberikan fasilitas kesehatan pada karyawan berupa

pengobatan dan perawatan.

5. Kantin yang bersih dan sehat.

6. Area khusus untuk merokok.

Sedangkan untuk fasilitas keselamatan kerja yang ada di PT. Coca Cola

Bottling Indonesia Cental Java antara lain :

1. Topi, yang dimaksudkan untuk melindungi kepala dari benda-benda

yang berada di atas kepala. Selain itu juga dimaksudkan untuk

51
melindungi kepala dari pecahan botol maupun zat-zat berbahaya

sebelum mengenai kepala.

2. Sepatu kerja, sepatu kerja yang digunakan karyawan di area produksi

berupa sepatu boots yang dimaksudkan untuk melindungi kaki dari

pecahan kaca botol.

3. Sarung tangan, dimaksudkan untuk menjaga kehiginiesan minuman juga

dimaksudka n untuk melindungi tangan dari pecahan kaca botol maupun

gesekan botol saat pengepakan yang dilakukan secara manual.

4. Kaca mata, kaca mata diberikan pada karyawan di bagian bengkel yang

bertugas untuk memeperbaiki alat-alat yang rusak, untuk melindungi

mata dari percikan api pada saat mengelas.

5. Earplugs, digunakan pada area produksi karena tingkat kebisingan yang

tinggi maka di haruskan semua karyawan di bagian ini memakai alai ini

yang berfungsi meredam suara di bagian telinga.

6. Perlengkapan pemadam kebakaran yang berupa hydrant, pemadam

kebakaran.

7. Petunjuk-petunjuk keselamayan kerja, seperti petunjuk terjadi kebakaran

dan bencana alam.

52
4.2. Limbah dan Cara Penanganannya

Limbah di PT. Coca Cola Bottling Indonesia Central Java dapat

dikelompokkan menjadi :

a. Berdasarkan dari proses

• Proses pencucian botol

• Proses pengisian (filling)

• Proses Syrup making

• Proses pengolah air (Water Treatment)

• Proses sanitasi

• Utility dan kantin

b. Berdasarkan asala limbah dapat dikelompokkan sebagai berikut :

• Limbah dari bahan baku

• Limbah dari bahan baku setengah jadi

• Limbah dari bahan produk jadi yang terbuang dalam proses

• Minuman yang tersisa dalam botol yang dicuci

• Air buangan dari mesin cuci botol

• Sisa oli

Selain itu terdapat limbah gas, yaitu limbah yang bersal dari asap boiler dan

asap kendaraan.

53
Untuk mengatasi limbah, PT. Cocal Cola Bottling Indonesia Central Java

melakukan penanganan dengan cara sebagai berikut :

1. Untuk limbah cair

Limbah-limbah hasil dari produksi sebelum dibuang harus dilakukan proses

pengolahan dahulu agar limbah-limbah industry tidak membahayakan bagi

kehidupan di lingkungan sekitar perusahaan. PT. Coca Cola Bottling Indonesia

Central Java mempunyai Unit Pengolahan Air Limbah (Waste Water Treatment)

yang berguna melakukan pengolahan limbah sebelum dibuang.

Adapun tahapan pengolahan limbah ada 2 yaitu :

1.1. Secara kimia dan fisika

a. Sreening

Digunakan untuk memisahkan material solid yang ukuran

partikelnya lebih besar dari 3 mm.

b. Collector Tank

Digunakan sebagai penampung limbah yang akan diproses dengan

pengendapan dan pengapungan yaitu memisahkan padatan air limnah

yang belum diolah.

c. Oli Separator

Berguna untuk memisahkan oli yang terbawa oleh air limbah yang

berasal dari pabrik (minyak, lemak, grease, komponen cair jenis minyak).

Sampai tahap ini beban inffluent secra fisik sudah mulai berkurang

sehingga beban pada proses berikutnya lebih optimal.

54
d. Bak Equalisasi

Berfungsi untuk menyamakan kualitas air limbah sehingga tidak

mempunyai fluktuasi kualitas yang besar dan memudahkan pengolahan

pada proses selanjutnya. Pada tahap ini juga berfungsi untuk mereduksi

serta menyamakan sifat kimia dari inffluent yang diproses.

1.2. Secara biologi dan fisika

a. ICEAS tank A/B

Adalah tangki penampungan setelah melalui bak equalisasi untuk

proses aerasi dan pengendapan. Secar biologis untuk menghilangkan zat

padat koloid yang tidak dapat mengendap serta untuk menstabilkan

kandungan cemaran organic oleh aktivitas mikroba air, proses

pemecahannya dapat dilakukan oleh microorganism facultative.

b. Bak effluent

Tangki ini merupakan tempat penampungan hasil penolahan

limnah yang sudah memenuhi baku mutu air limbah. Sehingga sebagian

air ini dapat dimanfaatkan kembali dan jika dibuang ke saluran buangan

tidak membahayakn lingkungan dan sebagian lagi dimaksukkan ke bak

bio indicator(kolam ikan).

c. Clarifier tank

Merupkan penampungan air effluent yang akan dimanfaatkan

kembali (reuse water). Pada tahapan ini dari bak effluent dipompa ke

clarifier tank, yang kemudian dilakukan injeksi chlorine 5% yang

55
bertujuan untuk mengurangi jumlah mikroba yang ada di air effluent dan

melarrutkan warna air effluent agar menjadi jernih. Air di clarifer tank

digunkan untuk melayani hydrant gardening dan supplay reuse water.

d. Buffer dan carbon purifer tank

Air dari clarifer tank di supplay ke buffer tank kemudian dipompa

ke carbon purifier tank. Carbon purifer berfungsi untuk menghilangkan

chlorine, bau asing, dan mengurangi padatan terlarut .

e. Sand gravitasi

Berguna untuk menyaring padatan terlarut yang masih ikut selama

proses dekantasi sehingga air effluent yang dibuang menjadi lebih jernih

sesuai baku mutu yang telah ditetapkan.

2. Untuk limbah padat

Untuk penanganannya limbah padat pertama-tama limbah dipisahkan

antara yang dapat didaur ulang dengan yang tidak dapat didaur ulang. Untuk

limbah yang dapat di daur ulang, limbah dijual pihak luar pabrik untuk didaur

ulang,sedangkan untuk limbah yang tidak dapat didaur ulang, limbah

ditempatkan pada penampungan sampah untuk dibuang.

3. Untuk limbah gas

Untuk mengurangi limbah gas dapat dilakukan dengan menggunakan

pendinginan yang ramah lingkungan dan melakukan penghijauan disekitar

perusahaan.

56