Anda di halaman 1dari 37

LAMPIRAN B

Dari hasil perhitungan neraca massa selanjutnya dilakukan perhitungan


neraca energi. Perhitungan neraca energi didasarkan pada :
Basis operasi : Batch
Satuan panas

: kJ

Temperatur referensi : 0C (273.15 K)


Neraca Energi:
{(Energi masuk ) (Energi keluar) + (Generasi energi) (Konsumsi energi)}
= {Akumulasi energi}
(Himmelblau,ed.6,1996)
Energi secara umum yang terlibat berupa energi panas (Q) dan kerja (W).

M1
U1
P1
K1
W1
1

Sistem
-W

-Q

M2
U2
P2
K2
W2

Batas sistem

Gambar B-1 Proses Secara Umum Perpindahan Energi Pada Suatu Sistem
Pada Gambar B.1 terlihat proses perpindahan energi secara pada suatu
sistem. Pada keadaan 1, suatu materi atau bahan memiliki empat buah energi yaitu
energy kinetik (K1), energi potensial (P1), energi dalam (U1), dan energi berupa
kerja p1v1 (w1) serta memiliki laju alir massa m1. Materi atau bahan tersebut
kemudian melewati sebuah sistem tertentu, dimana materi atau bahan tersebut
membutuhkan energi dari luar berupa panas (-Q) dan kerja (-W) atau sebaliknya,
dapat menghasilkan energi berupa panas (Q) dan kerja (W). Setelah melewati
sistem, bahan atau materi tersebut berada pada keadaan 2, dimana materi tersebut

memiliki energi berupa energi kinetik (K2), energi potensial (P2), energi dalam
(U2), dan energi berupa kerja p2v2 (w2) serta memiliki laju alir massa m2.
Sehingga persamaan neraca energi secara umum menjadi :
(U1 + K1 + P1)m1 - (U2 + K2 + P2)m2 + Q + W + w1- w2 =AE
(U1 + K1 + P1)m1 - (U2 + K2 + P2)m2 + Q + W + (p1v1)m1 (p2v2)m2 = AE
Jika tidak ada perubahan laju alir massa sebesar m1=m2=m dan tidak
akumulasi energi pada sistem, maka persamaan tersebut dapat disederhanakan
menjadi :
{(U2-U1) + (K2-K1) + (P2-P1) + (p2v2) - (p1v1)}m = Q + W
{U + Ek + P + pv }m = Q + W
Sistem berada pada tekanan tetap sehingga terdapat hubungan
H = U + pv.
(Smith, J.M., Ed.6th, 2001, Pers.2.11., hal. 38)
{H + Ek + P}m = Q + W
(Himmelblau, D., Ed.6th, 1996, Pers. 5.13., hal. 404)
Jika pada sistem perubahan energi kinetik dan energi potensial sangat kecil
dibandingkan energi yang timbul akibat adanya reaksi maka nilai Ek dan P
dapat diabaikan (bernilai nol) dan jika tidak ada kerja yang diberikan atau
dihasilkan ke dan dari sistem maka persamaan neraca energi tersebut menjadi,
Q = H
Q = H = H produk H reaktan
Jika tidak ada panas yang timbul akibat perubahan fasa materi pada suatu system
maka,
Q = H = ( m CP dT) keluar ( m CP dT) masuk
Jika sistem yang ditinjau berada pada keadaan adiabatis maka,

0 = H = ( m CP dT) keluar ( m CP dT) masuk


( m CP dT) keluar = ( m CP dT) masuk
Keterangan :
H

= Perubahan Panas (kJ)

= Kuantitas Materi (kmol)

CP

= Kapasitas panas (J/mol.K)

dT

= Perbedaan temperatur (K)


(Himmelblau, D., Ed.6th, 1996, hal. 410)

Enthalpy bahan untuk campuran dapat di rumuskan sebagai berikut :


H = m Cp dT
Keterangan :
H

= Perubahan entalpi

= Massa (kmol)

Cp

= Kapasitas panas (J/mol.K)

dT

= Perbedaan temperatur (K)

Kapasitas Panas (Cp)

Kapasitas Panas Padatan


T

CpdT = ( A + BT +CT 2 )dT

Tref

Tref

T
B
C
Cp ( T ) dT =A ( T Tref ) + ( Tref 2)+ (T 3Tref 3)
2
3
T

Tref

(Reklaitis,

Kapasitas Panas Cair


T

Tref

CpdT = ( A + BT +CT 2 + DT 3 )dT


Tref

T2
B
C
D
Cp ( T ) dT =A ( T Tref ) + ( Tref 2)+ ( T 3 Tref 3 ) + (T 4Tref 4 )
2
3
T
T

Tref

(Reklaitis,

Kapasitas Panas Gas


T

Tref

CpdT = ( A + BT +CT 2 + DT 3 + ET 4)dT


Tref

B
C
D
E
Cp ( T ) dT =A ( T Tref ) + ( Tref 2)+ (T 3Tref 3)+ (T 4Tref 4 )+ (T 5Tref 5)
2
3
4
5
T

Tref

(Reklaitis,
Keterangan :
Cp

= Kapasitas panas ( J/mol.K)

A,B,C,D,E

= Konstanta Antoine

Tref

= Temperatur referensi (273.15 K)

= Temperatur operasi (K)

Tabel B.1 Data Konstanta Untuk Masing Masing Komponen Pada Fasa Padat
Rumus
A

Konstanta
B

Molekul
C6H5OH

9.769

4.0832.E-01

-1.9001.E-05

CH2O

C2H2O4

0.206

5.0483.E+0

-4.6577.E-04

NH4Cl

23.118

1
1.5000.E-01

-3.0267.E-05

H2O

9.695

7.4955.E-02

-1.5584.E-05

CH3OH

-7.783

7.1864.E+0

-1.9224.E-03

Konstanta

Rumus
Molekul

C6H5OH
CH2O

4.408
34.428

3.6338.E-01
-2.9779.E-02

-6.0417.E-05
1.5104.E-04

-1.2794.E-07
-1.2733.E-07

5.5287.E-11
3.3887.E-11

Rumus
Konstanta -1.9105.E-07 1.1311.E-10
C2H
-5.565
1.3496.E-01
1.3737.E-05
2O4
NH
A
B
C D4Cl
Molekul
H2O
33.933 -8.4186.E-03 2.9906.E-05 -1.7825.E-08 3.6934.E-12
C
H
OH
1.0983.E+00
6
5
CH3OH
40.04638.622
-3.8287.E-02
2.4529.E-04-2.4897.E-03
-2.1679.E-07 2.2802.E-06
5.9909.E-11
CH2O
C2H2O4
NH4Cl
H2O
CH3OH

92.053
40.152

-3.9953.E-02
3.1046.E-01

-2.1103.E-04
-1.0291.E-03

5.3469.E-07
1.4598.E-06
(Yaws, 1999)

Tabel B.2 Data Konstanta Untuk Masing-Masing Komponen Pada Fasa Cair
(Yaws, 1999)

Tabel B.3 Data Konstanta Untuk Masing Masing Komponen Pada Fasa Gas
(Yaws, 1999)
Tabel B.4 Konstanta Untuk menghitug Cp Novolak dengan Metode Ruzicka Domalski
Kontribusi gugus fungsi
Cb-(H)
C-(2H,2Cb)
Cb-(C)
Cb-(O)
O-(H,Cb)

ni
23
6
12
7
7

a
2.2609
-18.583
1.507
-1.0686
-7.9768
-104.7311

b
-0.25
11.344
-0.13366
3.5221
8.1045
142.09628

d
0.12592
-1.4108
0.011799
-0.79259
-0.87263
-17.083592
(Perry 8th. Ed.)

T
100 K

Cp
T
= A+ B
+D
R
100 K

( Perry, 8th. Ed.)


Dimana :
Cp

= Kapasitas panas (J/mol.K)

= 8.3143 (J/mol.K)

A, B, D = Konstanta
T

= Suhu rata-rata antara suhu standar (298 K) dan suhu operasi

Sebagai contoh Cp Novolak yang dihasilkan di R-01 pada proses 1 dapat dihitung
sebagai berikut :
Tstd

= 25C (298.15 K)

Toperasi = 96C (369.15 K)


Trata rata =

298.15+ 369.15
=333.65 K
2

333.65 K
100 K

333.65 K
104.7311+ 142.09628
17.083592
100 K
J
Cp=( 8.3143
K )
mol

Cp =1489.877866 J/mol.K
Untuk Cp Novolak pada suhu operasi yang lain dapat dihitung dengan cara yang
sama.
Panas Pembentukan (Hf) (kJ/mol)
Untuk panas pembentukan pada masing masing komponen dapat dilihat
dari tabel dibawah ini.
Tabel B-5 Data Panas Pembentukan Tiap Komponen

(Yaws, 1999)

Hf @ 298 K

Rumus Molekul

(kJ/mol)

C6H5OH

-96.36

panas

CH2O

-115.9

pembentukan produk

dihitung

C2H2O4

-723.7

dengan

metode

NH4Cl

-314.4

karena

Novolak

adalah polimer yang

H2O

-241.8

mempunyai

karbon yang cukup

CH3OH

-201.17

panjang

Untuk
(Novolak)

Domalski-Hearing,

rantai
sehingga

perhitungan panas pembentukannya dihitung berdasarkan gugus karbonnya.


Hf

kJ
= ( H f ) i
mol t=1

( )

Dimana :
Hf

= Panas pembentukan komponen

(Hf)i

= Panas pembentukan dari kontribusi gugus

ni

= Jumlah gugus
Tabel B-6 Konstanta Untuk Menghitung Panas Pembentukan Novolak
Group

ni

Cb-(H,2Cb)
C-(2H,2Cb)
Cb-(C,2Cb)
Cb-(O,2Cb)
O-(H)(Cb)

23
6
12
7
7

Hf gas

Hf Liquid

Hf Solid

(kJ/mol)
13.810
-46.430
23.640
-4.750
-160.300
-832.620

(kJ/mol)
8.160
-26.500
19.160
-5.610
-191.750
-1122.920

(kJ/mol)
6.530
-21.440
13.900
1.000
-199.250
-1199.400
(Perry, 8th. Ed.)

Tabel B-7 Data Panas Penguapan (Hv) Komponen


Rumus Molekul

HVap @ Tb
(kJ/mol)

C6H5OH

47.31

CH2O

23.16

C2H2O4

72.57

NH4Cl

H2O

39.5

CH3OH

35.14
(Yaws, 1999)

B.1 Reaktor (R-01) Proses 1 (Reaksi)

Fungsi : Mereaksikan bahan baku Formaldehida, Fenol, Amonium Klorida dan


katalis (AsamOksalat) hingga terbentuk produk Novolak.
Reaksi :

Alur 5 dan 6
Tout = 369.15 K
Tin = 323.15 K

Alur 1

Tin = 333.15 K Alur 2


Tin = 298.15 K Alur 3 & 4

R-01
Proses 1 (Refluks)

Produk
298.15 K

Reaktan
298.15
K

a. Panas Masuk Pada R-01 (Proses 1)


Pada Alur 1
T ref

= 273.15 K

T in

= 323.15 K

Cp

= Kapasitas panas komponen pada alur 1 (J/mol.K)

Untuk Cp CH20 (gas)


323.15
Cp dt=34.428 ( 323.15273.15 ) +

2.9779 E02
1.5104 E04
( 273.152 )+
(323.153 273.153)+
2
3
323.15

273.15

= 1794.022 J/mol K

Untuk Cp komponen lain dapat dihitung dengan cara yang sama sesuai
dengan fasa komponennya, sehingga Hin Feed untuk tiap komponen dapat
dihitung dengan rumus sebagai berikut :
323.15

Hin Feed alur 1

Hin Feed CH2O

=m

Cp dT

273.15

(CH2O + CH3OH + H2O)

= (130,361 kmol x 1000 mol) x 1794,021882 J/mol.K


= 233871136.5 J = 233871.136 kJ

Hin Feed CH3OH

= (9,905 kmol x 1000 mol) x 3999.148694 J/mol.K


= 39613292.96 J = 39613.293 kJ

Hin Feed H2O

= (352.340kmol x 1000 mol) x 3780.43508 J/mol.K


= 1331997515 J = 1331997.515 kJ

Hasil tabulasi perhitungan perubahan entalpi umpan alur 1 dapat dilihat pada tabel
berikut.
Tabel B-8 Perhitungan H1 masuk pada aliran 1
Kompone

Cp dT

(kmol)
130.36

(J/mol)

(kJ)

CH2O
CH3OH

1
9.905
352.34

1794.022
3999.149

233871.136
39613.293
1331997.51

3780.435

5
1605481.94

H2O

H1

Untuk Hin feed alur 2, 3 dan 4 dapat dilakukan dengan perhitungan yang sama.

Pada Alur 2

Tref = 273.15 K
Tin = 333.15 K

10

Perubahan entalpi pada alur 2 dapat ditentukan dengan menggunakan


persamaan berikut :
333.15

Hin Feed alur 2 = m

Cp dT

(C6H5OH + H2O)

273.15

Hasil tabulasi perhitungan perubahan entalpi umpan alur 2 dapat dilihat pada tabel
berikut.
Tabel B-9 Perhitungan H2 masuk pada aliran 2
Kompone
n
C6H5OH
H2O

Cp dT

(kmol)
172.93

(J/mol)

(kJ)
2139221.63

12370.126
4531.581

6
12318.928
2151540.56

5
2.718

H2

Pada Alur 3

Tref = 273.15 K
Tin = 298.15 K
Perubahan entalpi pada alur 3 dapat ditentukan dengan menggunakan
persamaan berikut :
298.15

Hin Feed alur 3 = m

Cp dT

273.15

(C2H2O4 + H2O)

Hasil tabulasi perhitungan perubahan entalpi umpan alur 3 dapat dilihat pada tabel
berikut.
Tabel B-10 Perhitungan H3 masuk pada aliran 3
Kompone
n
C2H2O4

Cp dT

(kmol)

(J/mol)
359566.14

(kJ)

1.291

464214.818
11

H2O

0.036

1897.415
H3

68.843
464283.661

Pada Alur 4

Tref = 273.15 K
Tin = 298.15 K
Perubahan entalpi pada alur 4 dapat ditentukan dengan menggunakan
persamaan berikut :
298.15

Hin Feed alur 4

=m

Cp dT

273.15

(NH4Cl + H2O)

Hasil tabulasi perhitungan perubahan entalpi umpan alur 4 dapat dilihat pada tabel
berikut.
Tabel B-11 Perhitungan H4 masuk pada aliran 4
Kompone
n
NH4Cl
H2O

m
(kmol)
1.521
0.023

Cp dT
(J/mol)
1587.356
1897.415
H4

H
(kJ)
2414.967
43.070
2458.038

Hin Feed R-01 (Proses 1) = Hin Feed (alur 1 + alur 2 + alur 3 + alur 4)
= 4223764207.151 J = 4223764.207 kJ
b. H reaksi pada 369.15 K
H reaktan
Tstd

= 298.15 K

Treaksi = 369.15 K
Perubahan entalpi reaktan dapat ditentukan dengan menggunakan
persamaan berikut :
298.15

H reaktan = m reaktan

369.15

Cp dT

(CH2O + C6H5OH)

12

Hasil tabulasi perhitungan perubahan entalpi reaktan dapat dilihat pada tabel
berikut.
Tabel B-12 Perhitungan H reaktan

Tstd

Kompone

Cp dT

n
CH2O
C6H5OH

(kmol)
123.843
144.484

(J/mol)
(kJ)
-2628.162 -325480.182
-15088.656 -2180066.985
H Reaktan
-2505547.167

H produk
= 298.15 K

Treaksi = 369.15 K
Perubahan entalpi produk dapat ditentukan dengan menggunakan
persamaan berikut :
T

Hproduk = m produk

Cp dT

298.15 K

(Novolak + H2O)

Hasil tabulasi perhitungan perubahan entalpi produk reaksi dapat dilihat pada
tabel berikut.
Tabel B-13 Perhitungan H produk

Kompone

n
Novolak
H2O

(kmol)
20.641
123.843

Cp dT

(J/mol)
(kJ)
1489.878 30751.897
5341.070 661455.684
H produk 692207.581

H reaksi pada 298.15

Dimana Hf adalah panas pembentukan (kJ/mol)

13

Panas pembentukan komponen dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :


Hr 298.15

= Hf produk - Hf reaktan

Hasil tabulasi perhitungan perubahan entalpi reaksi pada T 298.15K dapat dilihat
pada tabel berikut.
Tabel B-14 Perhitungan Hr 298.15
Kompone
n
Produk
Novolak
H2O

Hf @298.15 K

Hf

(kmol)

(kJ/mol)

(kJ)

20.641
123.843

-1122.920 -23177685.310
-241.800 -29945308.524
Hf produk

Reaktan
CH2O
C6H5OH

123.843
144.484

-115.900
-96.360
Hf reaktan
Hr 298.15

-53122993.834

-14353437.791
-13922463.128
-28275900.919
-24847092.915

H reaksi pada 369.15 K = Hreaktan + Hr 298,15 + Hproduk


H reaksi pada 369.15 K =
= -2505547.167 kJ + (-24847092.915 kJ) + 692207.581 kJ
= -26660432.501 kJ
c. Panas Keluar Dari R-01 (proses 1)
Tref = 273.15 K
Tout = 369.15 K
Perubahan entalpi hasil dari proses 1 dapat ditentukan dengan
menggunakan persamaan berikut :

14

Tout

H out = m

Cp dT

Tref

(CH2O + CH3OH + H2O + C6H5OH + C2H2O4 +


NH4Cl + Novolak)

Hasil tabulasi perhitungan perubahan entalpi produk proses 1 dapat dilihat pada
tabel berikut.
Tabel B-14 Perhitungan H out proses 1
Kompone

n
CH2O
CH3OH
H2O
C6H5OH
C2H2O4
NH4Cl
Novolak

(kmol)
6.518
9.905
478.960
28.451
1.808
1.521
20.641

Cp dT

(J/mol)
(kJ)
3515.830
22916.421
4469.935
44276.637
7238.485 3466948.153
20146.674 573186.359
1551784.845 2805151.042
6541.977
9952.813
1458.457
30103.357
H out proses 1
6952534.781

Karena Hr total (369.15 K) bernilai negatif maka reaksi bersifat eksotermis,


sehingga
Hin + Hr total (369.15) = Hout + Q
Q = Hin + Hr total Hout
Q = 4223764.207 kJ + 26660432.501 kJ + 6952534.781 kJ
Q = 23931661.927 kJ

Menghitung Kebutuhan Air Pendingin


Panas yang harus diserap = Q
Jenis pendingin : Air
Tin

= (30C + 273.15) = 303.15 K

Tout

= (50C + 273.15) = 323.15 K

Tref

= (0C + 273.15) = 273.15 K

15

323.15

Sehingga didapat

Cp dT

303.15

air = 1505.534 J/mol = 1.505534 kJ/mol

Q
Mol pendingin = Cp dT
Mol pendingin =

23931661.927 kJ
1.5055334 kJ /mol

Mol pendingin = 15895799.428 mol =15895.799 kmol


Massa pendingin

= Mol pendingin x Mr. pendingin (air)


= 15895.799 kmol x 18.015 kmol/kg
= 286362.827 kg

Menghitung H pendingin
303.15

H pendingin in

=n

Cp dT

273.15

= 15895.799 mol x 2274.901 J/mol


= 36161375849 J = 36161375.849 kJ
323.15

H pendingin out

=n

Cp dT

273.15

= 15895.799 mol x 3780.435 J/mol


= 60093037776 J = 60093037776 kJ

B.2 Reaktor (R-01) Proses 2 (Destilasi)

16

Pada reaktor (R-01) terjadi 2 proses yaitu proses reaksi dan refluks (proses ke1) dan destilasi (proses ke-2). Dimana proses kedua dilakukan pada kondisi 170C
dengan tekanan vakum (0.7 atm).
a. Panas Masuk Proses 2 (Destilasi)
Tref = (0C + 273.15) = 273.15 K
Tin
= (96C + 273.15) = 329.15
Perubahan entalpi umpan masuk proses 2 dapat ditentukan dengan
menggunakan persamaan berikut :
Tin

H in = m

CpdT

(CH2O + CH3OH + H2O + C6H5OH + C2H2O4 +

Tref

NH4Cl + Novolak)
Hasil tabulasi perhitungan perubahan entalpi umpan proses destilasi dapat
dilihat pada tabel berikut.
Tabel B-15 Perhitungan H in proses destilasi
Kompone

n
CH2O
CH3OH
H2O
C6H5OH
C2H2O4
NH4Cl
Novolak

(kmol)
6.518
9.905
478.960
28.451
1.808
1.521
20.641

Cp dT

(J/mol)
(kJ)
3515.830
22916.421
4469.935
44276.637
7238.485 3466948.153
20146.674 573186.359
1551784.845 2805151.042
6541.977
9952.813
1458.457
30103.357
H in proses 2
6952534.781

b. Panas Keluar Dari Reaktor (R-01) ke RR-01 (alur 5) dan C-01 (alur 6)
Tref = (0C + 273.15) = 273.15 K
Tout = (170C + 273.15) = 443.15K
Perubahan entalpi produk keluar proses destilasi dapat ditentukan dengan
menggunakan persamaan berikut :
17

Tb

H out alur 5 & 6 = m

Tout

CpdT

Tref

+ m Hv + m

Cp dT
Tb

(CH2O +

CH3OH + H2O + C6H5OH + C2H2O4 + NH4Cl + Novolak)


Dimana:
Tb masing-masing komponen diasumsikan berdasarkan hasil trial boiling point
larutan multicomponent saat masing-masingg komponen menguap dengan
proporsi fraksi mol terbesar.
Tb CH2O
Tb CH3OH
Tb H2O
Tb C6H5OH
Tb C2H2O4
Tb NH4Cl
Tb Novolak

: 66.388C (339.538 K)
: 91.674C (364.824 K)
: 91.807C (364.957 K)
: 169.723C (442.873 K)
: 100C (373.15 K), menggunakan temperatur sublimasi pada
tekanan vakum
::-

Hasil tabulasi perhitungan perubahan entalpi keluar proses destilasi dapat dilihat
pada tabel berikut.
Tabel B-16 Perhitungan H out proses destilasi
Alur

Komponen

Alur 6

CH2O
CH3OH

(H 6)

H2O

m
(kmol)
6.518 gas
9.905 gas
432.70

Fase

3 likuid
432.70

C2H2O4

(J/mol)
6450.169
8324.039

Hv

(J/mol)

(kJ)
42042.642
82453.202

6922.309

2995302.209
39500.00

3 likuid-gas
432.70
3 gas
21.367 likuid

C6H5OH

Cp dT

0 17091757.818
2685.360
36872.203

1161962.477
787847.826
47310.00

21.367 likud-gas
21.367 gas
1.808 solid

0
773029.083
1626476.08

1010872.086
16517301.235
2940169.894

18

5
72570.00
1.808 solid-gas
1.808 gas

Alur 5
(H 5)

C6H5OH
H2O
NH4Cl
Novolak

7.084
46.258
1.521
20.641

likuid
likuid
solid
likuid

0
2933.883
36937.328
12939.370
12390.487
1538.587

131184.302
5303.560

261652.328
598546.140
18850.600
31757.274
H out 43677003.592

Panas yang dibutuhkan untuk reaktor (R-01) pada proses 2 adalah :


Q

= H out proses destilasi - H in proses destilasi


= 43677003.592 kJ - 6952534.781 kJ
= 36724468.811 kJ

Menghitung Kebutuhan Steam


Q = Hout proses destilasi - Hin proses destilasi = H steam yang digunakan

Data steam pada T (200C) 473.15 K dan P = 1554.67 kPa:


Hl = 852.393 kJ/kg
Hv = 2792.060 kJ/kg
s = Hv Hl = 1939.667 kJ/kg
Maka massa steam yang dibutuhkan:
H steam
36724468.811 kJ
=
Ws =
=
18933.388 Kg
s
1939.667
Panas Steam Masuk :
Hsteam in = Ws x Hv = (18933.388 kg) . (2792.060 kJ/kg)
= 52863156.608 kJ
Panas Steam Keluar :
Hsteam in

= Ws x Hl = (18933.388 kg) . (852.393 kJ/kg)


= 16138687.797 kJ

19

Setelah dilakukan perhitungan neraca panas pada masing-masing


komponen maka dapat disusun tabel neraca panas komponen pada reaktor (R-01)
sebagai berikut:

20

Tabel B17 Neraca Panas Pada R-01 Proses 1 dan 2

Komponen
CH2O
CH3OH
H2O
C6H5OH
C2H2O4
NH4Cl
Novolak

Steam
Air Pendingin

Total

H1
233871.136
39613.293
1331997.515

Panas reaksi

Aliran Input (kJ/batch)


H2
H3

12318.928
2139221.636

H4

68.843

(kJ/Batch)

43.070

464214.818
2414.967
0.000

52863156.608
36161375.849
Aliran Panas Masuk (kJ)
119908729.166

26660432.501

Aliran Output (kJ/batch)


H5
H6
0.000
0.000
598546.140
261652.328
0.000
18850.600
31757.274

42042.642
82453.202
21249022.504
18316021.147
3076657.756

16138687.797
60093037.776
Aliran Panas Keluar (kJ)
119908729.166

21

B.3 Kondensor (C-01) Proses 1

Kondensor berfungsi untuk mengubah fase uap menjadi fase cair. Pada
proses pertama kondensor digunakan untuk merefluks, agar cairan yang
terkondensasi yang telah berubah menjadi uap dapat berubah kembali menjadi
cairan dan kembali masuk ke dalam reaktor.
a. Panas Masuk pada C-01 (proses refluks)
Tref = 273.15 K
Tin = 369.15 K
Perubahan entalpi masuk proses refluks dapat ditentukan dengan
menggunakan persamaan berikut :
Tin

H out

=m

CpdT

Tref

(CH2O + CH3OH)

Hasil tabulasi perhitungan perubahan entalpi umpan proses refluks


dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel B-18 Perhitungan H in proses refluks
Kompone
n
CH2O
CH3OH

Cp dT

(kmol)
6.518
9.905

(J/mol)
3515.830
4469.935
H in proses refluks

H
(kJ)
22916.421
44276.637
67193.058

b. Panas keluar C-01 - Masuk ke R-01 (proses refluks)


Tref = 273.15 K
Tout = 325.88 K (Hasil perhitungan dew point komponen CH2O & CH3OH)

22

Perubahan entalpi keluar proses refluks dapat ditentukan dengan


menggunakan persamaan berikut :
Tout

H out

Cp dT

=m

Tref

(CH2O + CH3OH)

Hasil tabulasi perhitungan perubahan entalpi keluar proses refluks dapat dilihat
pada tabel berikut.
Tabel B-19 Perhitungan H in proses refluks
m

Komponen

Cp dT

(kmol)
6.518
9.905

CH2O
CH3OH

(J/mol)
(kJ)
1894.186 12346.436
4224.115 41841.677
H out proses refluks
54188.113

Panas yang dikeluarkan dari kondenser (C-01) pada proses refluks adalah :
Q
= H in proses refluks - H out proses refluks
= 67193.058 kJ - 54188.113kJ
= 13004,945 kJ
Menghitung Kebutuhan Air Pendingin
Panas yang harus diserap = Q
Jenis pendingin : Air
Tin
Tout
Tref

= (30C + 273.15) = 303.15 K


= (50C + 273.15) = 323.15 K
= (0C + 273.15) = 273.15 K
323.15

Sehingga didapat

Cp dT

303.15

air = 1505.534 J/mol = 1.505534 kJ/mol

Mol pendingin

Q
= Cp dT

Mol pendingin

Mol pendingin

= 8638,096 mol = 8.638096 kmol

Massa pendingin

= Mol pendingin x Mr. pendingin (air)


= 8.638096 kmol x 18.015 kmol/kg
= 155.615 kg

13004,945 kJ
1.5055334 kJ /mol

Menghitung H pendingin
23

303.15

H pendingin in

=n

Cp dT

273.15

= 8.638096 mol x 2274.901 J/mol


= 19650816.417 J = 19650.816 kJ
323.15

H pendingin out

=n

Cp dT

273.15

= 8.638096 mol x 3780.435 J/mol


= 32655761.169 J = 32655.761 kJ
B.4 Kondensor (C-01) Proses 2
Kondensor pada proses 2 berfungsi untuk mengkondensasi fase
uap yang berasal dari alur 6 sehingga dapat berubah menjadi fase cair agar
dapt ditampung di condensat receiver (CR-01).
a. Panas Masuk ke C-01 (alur 6) proses kondensasi
Tref = 273.15 K
Tin = 443.15 K
Perubahan entalpi masuk proses kondensasi dapat ditentukan dengan
menggunakan persamaan berikut :
Tb

H alur 6 = m

Tout

CpdT

Tref

+ m Hv + m

Cp dT
Tb

(CH2O + CH3OH +

H2O + C6H5OH + C2H2O4)


Hasil tabulasi perhitungan perubahan entalpi masuk proses kondensasi dapat
dilihat pada tabel berikut.
Tabel B-20 Perhitungan H6 (alur 6) masuk proses kondensasi
Kompone

n
CH2O
CH3OH

(kmol)
6.518
9.905
432.703
432.703
432.703

H2O

Fasa
gas
gas
likuid
likuid-gas
gas

Cp dT
(J/mol)
6450.169
8324.039
6922.309

Hv

(J/mol)

(kJ)
42042.642
82453.202
2995302.209
39500.000 17091757.818
2685.360
1161962.477
24

C6H5OH

C2H2O4

21.367 likuid
21.367 likud-gas
21.367 gas

36872.203

787847.826
47310.000 1010872.086
773029.083
16517301.235
1626476.08

1.808 solid
1.808 solid-gas
1.808 gas

2940169.894
72570.000
131184.302
2933.883
5303.560
H in 42766197.250

b. Panas Keluar C-01 - Masuk pada CR-01 (Alur 8)


Tref = 273.15 K
Tout = 325.88 K (Berdasarkan hasil trial dew point komponen CH2O & CH3OH
sebagai campuran komponen paling volatil)
Perubahan entalpi masuk proses kondensasi dapat ditentukan dengan
menggunakan persamaan berikut :
Tout

H alur 8 = m

Cp dT

Tref

(CH2O + CH3OH + H2O + C6H5OH + C2H2O4)

Hasil tabulasi perhitungan perubahan entalpi keluar proses kondensasi dapat


dilihat pada tabel berikut.
Tabel B-21 Perhitungan H8 (alur 8) keluar proses kondensasi
Komponen
CH2O
CH3OH
H2O
C6H5OH
C2H2O4

m
Cp dT
H
(kmol)
(J/mol)
(kJ)
6.518
1894.186
12346.436
9.905
2386.522
23639.530
432.703
3985.535 1724551.949
21.367 10830.431 231413.654
1.808 794823.352 1436796.836
H out
3428748.406

Panas yang dikeluarkan dari kondensor (C-01) pada proses destilasi adalah :
Q
= H in proses destilasi - H out proses destilasi
= 42766197.250 kJ - 3428748.406 kJ
= 39337448.844 kJ
Menghitung Kebutuhan Air Pendingin

25

Panas yang harus diserap = Q


Jenis pendingin : Air
Tin
Tout
Tref

= (30C + 273.15) = 303.15 K


= (50C + 273.15) = 323.15 K
= (0C + 273.15) = 273.15 K
323.15

Sehingga didapat

Cp dT

303.15

air = 1505.534 J/mol = 1.505534 kJ/mol

Mol pendingin

Q
= Cp dT

Mol pendingin

Mol pendingin

= 26128573.884 mol = 26128.574 kmol

Massa pendingin

= Mol pendingin x Mr. pendingin (air)


= 26128.574 kmol x 18.015 kmol/kg
= 470706.259 kg

39337448.844 kJ
1.5055334 kJ /mol

Menghitung H pendingin
303.15

H pendingin in

=n

Cp dT

273.15

= 26128.574 mol x 2274.901 J/mol


= 59439928448.886 J = 59439928.449 kJ
323.15

H pendingin out

=n

Cp dT

273.15

= 26128.574 mol x 3780.435 J/mol


= 98777377293.035 J = 98777377.293 kJ
Setelah dilakukan perhitungan neraca panas pada masing-masing
komponen maka dapat disusun tabel neraca panas komponen sebagai
berikut:
Tabel B.22 Neraca Panas Pada C-01 Proses refluks dan destilasi

Pruses

Proses refluks

Komponen
CH2O
CH3OH

Aliran Input

Aliran Output

(kJ/batch)
Masuk C-01
22916.421

(kJ/batch)
Keluar C-01
12346.436

44276.637

41841.677

26

H6
42042.642

H8
12346.436

82453.202

23639.530

H2O

21249022.504

1724551.949

C6H5OH

18316021.147

231413.654

C2H2O4

3076657.756

1436796.836

59459579.265

98810033.054

102292969.573

102292969.573

CH2O
Proses
Destilasi

CH3OH

Air Pendingin
Total

B.5 Condensate Receiver (CR-01)

CR-01 digunakan untuk menampung kondensat hasil dari kondensasi dari


C-01 proses 2. Tidak terjadi perubahan fasa maupun temperature sehingga
perhitungan neraca panas pada masing-masing di CR-01 dapat disusun dalam
sebagai berikut:
Tabel B.23 Neraca Panas Pada CR-01
Komponen
CH2O
CH3OH
H2O
C6H5OH
C2H2O4
Total

Aliran Input (kJ/batch)


H8
12346.436

Aliran Output (kJ/batch)


H9
12346.436

23639.530

23639.530

1724551.949

1724551.949

231413.654

231413.654

1436796.836
102292969.573

1436796.836
102292969.573

27

B.6 Heat Exchanger (HE-01)

Fungsi : Mendinginkan kondensat dari CR-01 dari temperature 325.88 K 308.15


K sehingga dapat diproses di WWTP.
a. Panas Masuk Pada HE-01
Tref = (0C + 273.15) = 273.15K
Tin

= 325.88 K
Perubahan entalpi masuk HE-01 dapat ditentukan dengan menggunakan

persamaan berikut :
Tin

H alur 9 = m

CpdT

Tref

(CH2O + CH3OH + H2O + C6H5OH + C2H2O4 )

Hasil tabulasi perhitungan perubahan entalpi masuk CR-01 dapat dilihat


pada tabel berikut.
Tabel B-24 Perhitungan H9 (alur 9) masuk HE-01

Komponen
CH2O
CH3OH

m
(kmol)
6.518
9.905

Cp dT
(J/mol)
1894.186
2386.522

H
(kJ)
12346.436
23639.530
28

H2O
C6H5OH
C2H2O4

432.703
3985.535 1724551.949
21.367 10830.431 231413.654
1.808 794823.352 1436796.836
H in
3428748.406

b. Panas keluar pada HE-01


Tref = (0C + 273.15) = 273.15K
Tout

= 308.15 K
Perubahan entalpi keluar HE-01 dapat ditentukan dengan menggunakan

persamaan berikut :
Tout

H alur 10 = m

Cp dT

Tref

(CH2O + CH3OH + H2O + C6H5OH + C2H2O4 )

Hasil tabulasi perhitungan perubahan entalpi keluar HE-01 dapat dilihat


pada tabel berikut.
Tabel B-25 Perhitungan H10 (alur 10) keluar HE-01

Komponen
CH2O
CH3OH
H2O
C6H5OH
C2H2O4

Cp dT

(kmol)
(J/mol)
(kJ)
6.518
1247.872
8133.717
9.905
1566.348
15515.355
432.703
2651.876 1147473.876
21.367
7120.919 152152.583
1.808 512014.560 925565.281
H in
2248840.812

Panas yang dikeluarkan dari dipertukarkan pada (HE-01) pada proses pendinginan
destilat ini adalah:
Q
= H in - H out
= 3428748.406 kJ - 2248840.812 kJ
= 1179907.593 kJ

Menghitung Kebutuhan Air Pendingin


Panas yang harus diserap = Q
Jenis pendingin : Air
Tin

= (30C + 273.15) = 303.15 K


29

Tout
Tref

= (50C + 273.15) = 323.15 K


= (0C + 273.15) = 273.15 K
323.15

Sehingga didapat

Cp dT

303.15

air = 1505.534 J/mol = 1.505534 kJ/mol

Mol pendingin

Q
= Cp dT

Mol pendingin

Mol pendingin

= 783713.831 mol = 783.714 kmol

Massa pendingin

= Mol pendingin x Mr. pendingin (air)


= 783.714 kmol x 18.015 kmol/kg
= 14118.605 kg

1179907.593 kJ
1.5055334 kJ /mol

Menghitung H pendingin
303.15

H pendingin in

=n

Cp dT

273.15

= 783713.831 mol x 2274.901 J/mol


= 1782871665.307 J = 1782871.665 kJ
323.15

H pendingin out

=n

Cp dT

273.15

= 783713.831 mol x 3780.435 J/mol


= 2962779258.735 J = 2962779.259 kJ
Setelah dilakukan perhitungan neraca panas pada masing-masing
komponen maka dapat disusun tabel neraca panas komponen sebagai
berikut:

Tabel B.26 Neraca Panas Pada HE-01


Komponen
CH2O
CH3OH
H2O
C6H5OH

Aliran Input (kJ/batch)


H9
12346.436

Aliran Output (kJ/batch)


H10

23639.530

15515.355

1724551.949

1147473.876

231413.654

152152.583

8133.717

30

C2H2O4

1436796.836

Air Pendingin
Total

1782871.665
5211620.071

925565.281
2962779.259
5211620.071

B.7 Resin Receiver (RR-01)

RR-01 digunakan untuk menampung resin yang dihasilkan dari reactor R01. Di alat ini resin didinginkan mendekati softening point-nya agar beban alat
flaker tidak terlalu berat.
a. Panas Masuk ke RR-01 (Alur 5)
Tref = (0C + 273.15) = 273.15K
Tin
= (170C + 273.15) = 443.15 K
Tin

H in (alur 5) = m

CpdT

Tref

(H2O + C6H5OH + NH4Cl + Novolak)

Hasil tabulasi perhitungan perubahan entalpi masuk RR-01 dapat dilihat


pada tabel berikut.
Tabel B-27 Perhitungan H5 (alur 5) masuk RR-01
Kompone

Cp dT

n
C6H5OH
H2O
NH4Cl
Novolak

(kmol)
7.084
46.258
1.521
20.641

(J/mol)
36937.328
12939.370
12390.487
1538.587
H out

H
(kJ)
261652.328
598546.140
18850.600
31757.274
910806.342
31

b. Panas keluar dari RR-01 (alur 7)


Tref = (0C + 273.15) = 273.15K
Tout = (100C + 273.15) = 373.15 K
Tout

H out (alur 7) = m

Cp dT

Tref

(H2O + C6H5OH + NH4Cl + Novolak)

Hasil tabulasi perhitungan perubahan entalpi keluar RR-01 dapat dilihat


pada tabel berikut.
Tabel B-28 Perhitungan H7 (alur 7) keluar RR-01
Kompone

Cp dT

(kmol)

(J/mol)

(kJ)
148942.71

7.084

21026.168

2
348804.37

46.258
1.521
20.641

7540.453
6840.462
1463.783

9
10406.921
30213.280
538367.29

H out

C6H5OH
H2O
NH4Cl
Novolak

Panas yang diserap pada (RR-01) adalah :


Q
= H in - H out
= 910806.342 - 538367.291 kJ
= 372439.051 kJ
Menghitung Kebutuhan Air Pendingin
Panas yang harus diserap = Q
Jenis pendingin : Air
Tin
Tout
Tref

= (30C + 273.15) = 303.15 K


= (50C + 273.15) = 323.15 K
= (0C + 273.15) = 273.15 K
323.15

Sehingga didapat

303.15

Cp dT

air = 1505.534 J/mol = 1.505534 kJ/mol

32

Mol pendingin

Q
= Cp dT

Mol pendingin

Mol pendingin

= 247380.081 mol = 247.380 kmol

Massa pendingin

= Mol pendingin x Mr. pendingin (air)


= 247.380 kmol x 18.015 kmol/kg
= 4456.552 kg

372439.051 kJ
1.5055334 kJ /mol

Menghitung H pendingin
303.15

H pendingin in

=n

Cp dT

273.15

= 247380.081 mol x 2274.901 J/mol


= 562765283.593 J = 562765.284 kJ
323.15

H pendingin out

=n

Cp dT

273.15

= 247380.081 mol x 3780.435 J/mol


= 935204334.788 J = 935204.335 kJ
Setelah dilakukan perhitungan neraca panas pada masing-masing
komponen maka dapat disusun tabel neraca panas komponen sebagai
berikut:
Tabel B.29 Neraca Panas Pada RR-01
Aliran Input (kJ/batch)
H5
261652.328

Aliran Output (kJ/batch)


H7
148942.712

H2O

598546.14

348804.379

NH4Cl

18850.6001

10406.9205

Novolak

31757.2737

30213.2799

Air Pendingin

562765.284

935204.335

Total

1473571.626

1473571.626

Komponen
C6H5OH

B.7 Flaker (FL-01)

33

FL-01 digunakan untuk mengubah fasa resin yang berawal dari fasa likuid
atau lelehan menjadi fasa padat berupa flake dengan cara menurunkan
temperaturnya lebih rendah dari softening pointnya (75C) menggunakan steel
belt conveyor dan bantuan media pendingin.
a. Panas Masuk ke FL-01 (Alur 7)
Tref
= (0C + 273.15) = 273.15K
Tin
= (100C + 273.15) = 373.15 K
Tin

H in (alur 7) = m

CpdT

Tref

(H2O + C6H5OH + NH4Cl + Novolak)

Hasil tabulasi perhitungan perubahan entalpi masuk FL-01 dapat dilihat


pada tabel berikut.
Tabel B-30 Perhitungan H7 (alur 7) masuk FL-01
Kompone

Cp dT

(kmol)

(J/mol)

(kJ)
148942.71

7.084

21026.168

2
348804.37

46.258
1.521
20.641

7540.453
6840.462
1463.783

9
10406.921
30213.280
538367.29

H out

C6H5OH
H2O
NH4Cl
Novolak

b. Panas keluar dari FL-01 (alur 11)


Tref = (0C + 273.15) = 273.15K
Tout = (100C + 273.15) = 373.15 K

34

Tout

H out (alur 11) = m

Cp dT

Tref

(H2O + C6H5OH + NH4Cl + Novolak)

Hasil tabulasi perhitungan perubahan entalpi keluar FL-01 dapat dilihat


pada tabel berikut.
Tabel B-32 Perhitungan H11 (alur 11) keluar FL-01
Kompone

n
C6H5OH

(kmol)
7.084

(J/mol)
7120.919

(kJ)
50442.337
122669.80

46.258
1.521
20.641

2651.876
2245.444
1363.162

1
3416.166
28136.420
204664.72
3

H2O
NH4Cl
Novolak

Cp dT

H out

Panas yang diserap pada (RR-01) adalah :


Q
= H in - H out
= 538367.291 kJ - 204664.723 kJ
= 333702.568 kJ
Menghitung Kebutuhan Air Pendingin
Panas yang harus diserap = Q
Jenis pendingin : Air
Tin
Tout
Tref

= (30C + 273.15) = 303.15 K


= (50C + 273.15) = 323.15 K
= (0C + 273.15) = 273.15 K
323.15

Sehingga didapat

303.15

Cp dT

air = 1505.534 J/mol = 1.505534 kJ/mol

Q
Cp dT

Mol pendingin

333702.568 kJ
1.5055334 kJ /mol

Mol pendingin

= 221650.678 mol = 221.651 kmol

Massa pendingin

= Mol pendingin x Mr. pendingin (air)

Mol pendingin

35

= 221.651 kmol x 18.015 kmol/kg


= 3993.037 kg
Menghitung H pendingin
303.15

H pendingin in

=n

Cp dT

273.15

= 221650.678 mol x 2274.901 J/mol


= 504233430.020 J = 504233.430 kJ
323.15

H pendingin out

=n

Cp dT

273.15

= 221650.678 mol x 3780.435 J/mol


= 837935997.915 J = 837935.998 kJ

Setelah dilakukan perhitungan neraca panas pada masing-masing


komponen maka dapat disusun tabel neraca panas komponen sebagai
berikut:
Tabel B.31 Neraca Panas Pada FL-01
Aliran Input (kJ/batch)
H7
148942.712

Aliran Output (kJ/batch)


H11
50442.3367

H2O

348804.379

122669.801

NH4Cl

10406.9205

3416.16604

Novolak

30213.2799

28136.4198

Air Pendingin

504233.430

837935.998

Total

1042600.721

1042600.721

Komponen
C6H5OH

B.7 Bag Stastion (BS-01)

36

BS-01 digunakan untuk mengemas resin Novolak yang telah berupa flake
ke dalam kantong-kantong plastic dan dibungkus juga dengan paper bag dengan
ukuran 25kg. Tidak terjadi perubahan panas, sehingga perhitungan neraca panas
pada masing-masing komponen maka dapat disusun tabel neraca panas komponen
sebagai berikut:

Tabel B.32 Neraca Panas Pada BS-01


Aliran Input (kJ/batch)
H11
50442.337

Aliran Output (kJ/batch)


H12
50442.337

122669.801

122669.801

NH4Cl

3416.166

3416.166

Novolak

28136.420

28136.420

Total

204664.723

204664.723

Komponen
C6H5OH
H2O

37