Anda di halaman 1dari 48

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas / Semester
Materi Pokok
Waktu

: SMA NEGERI 48 JAKARTA


: Fisika
: XI/ Ganjil
: Fluida Statis
: 4 2 Jam Pelajaran

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui proses pengamatan, bertanya, mengumpulkan informasi, bernalar, diskusi,
mengasosiasi serta mengomunikasikan peserta didik mampu :
1. Menjelaskan tekanan yang dialami oleh sebuah benda akibat gaya tekan.
2. Menggunakan penerapan hukum Pascal dan Archimedes.
3. Menjelaskan terjadinya tegangan permukaan pada zat cair.
4. Menjelaskan terjadinya kapilaritas pada pipa kapiler.
5. Menjelaskan viskositas pada zat cair.
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
Kompetensi Dasar
Indikator
3.3. Menerapkan hukum-hukum 3.3.1. Menjelaskan hukum utama hidrostatis
pengertian
tekanan
fluida statik dalam kehidupan 3.3.2. Menjelaskan
hidrostatis
sehari-hari
3.3.3. Menyebutkan
faktor-faktor
yang
menentukan
besarnya
tekanan
hidrostatis
3.3.4. Menghitung
besarnya
tekanan
hidrostatis
3.3.5. Menjelaskan bunyi Hukum Pascal
3.3.6. Merumuskan persamaan matematis
Hukum Pascal
3.3.7. Dapat menyebutkan penerapan Hukum
Pascal dalam kehidupan sehari-hari
3.3.8. Menjelaskan bunyi Hukum Archimedes
3.3.9. Merumuskan persamaan matematis
Hukum Archimedes
3.3.10. Dapat menyebutkan penerapan Hukum
Archimedes dalam kehidupan seharihari
3.3.11. Menjelaskan pengertian meniskus,
gejala kapilaritas, viskositas dan

hukum Stokes
3.3.12. Dapat
menyebutkan
penerapan
meniskus, gejala kapilaritas, viskositas
dan Hukum Stokes
4.3.1. Melakukan
percobaan
mengenai
Hukum
Utama
Hidrostatis
dan
penggunaannya
dalam
mengukur
kerapatan fluida

4.3. Merencanakan dan melakukan


percobaan yang memanfaatkan
sifat-sifat fluida statis, berikut
presentasi hasil dan makna
fisisnya

C. MATERI PEMBELAJARAN
Fakta
1. Kapal laut menerapkan konsep hukum Archimedes
2. Mesin hidrolik menerapkan konsep hukum Pascal
Konsep
1. Pengertian fluida Statis
2. Tegangan fluida, massa jenis zat
Prinsip
1.
2.
3.
4.
5.

Hukum Pascal
Hukum Archimedes
Viskositas
Kapilaritas
Hukum Stoke

Prosedur
1. Merancang alat percobaan yang memanfaatkan konsep fluida statis
D. MEDIA/ALAT, BAHAN, DAN SUMBER PEMBELAJARAN
Media
: Lembar Penilaian, Laptop, LCD Projektor, Papan Tulis
Bahan
: Alat dan Bahan Percobaan
Sumber
: Silabus Fisika kelas XI, Fisika untuk SMA/MA kelas XI program ilmu
alam, Penerbit CV. Haka Jaya, dan Fisika untuk SMA kelas XI,
Penerbit Erlangga.
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Pertemuan Pertama (2 x 40 menit)
Langkah
Pembelajara
n
Kegiatan
Pendahuluan

Sintak Model
Pembelajaran
DL

Deskripsi

Alokasi
Waktu

1. Guru memberi salam pembuka 10 menit


dan berdoa untuk memulai
pembelajaran

2. Guru memeriksa kehadiran siswa


3. Guru menanyakan kesiapan fisik
dan
psikis
siswa
dalam
mengawali kegiatan pembelajaran
4. Guru bertanya pemahaman materi
tentang fluida statis yang telah
dipelajari di kelas X
5. Guru
menyampaikan
tujuan
pembelajaran pada pertemuan
yang berlangsung
Kegiatan Inti

Stimulation
(stimulasi/
pemberian
rangsangan)

1. Guru
memberikan
beberapa 60 menit
kegiatan demonstrasi mengenai
fluida statis
2. Siswa mengamati demostrasi

Problem
statemen
(pertanyaan/
identifikasi
masalah)

3. Guru mengajak siswa untuk tetap


mengamati
demonstrasi
dan
mengidentifikasi
faktor-faktor
yang berpengaruh
4. Guru
memberikan
beberapa
pertanyaan
atau
siswa
mangajukan pertanyaan yang
berkaitan dengan demonstrasi
tersebut untuk dijadikan bahan
diskusi, yaitu :
a. Mengapa benda tersebut bisa
seperti itu?
b. Fenomena fisika apa yang
terdapat dalam demonstrasi
tadi?
c. Apa yang dimaksud dengan
Fluida Statis

Data
Collection
(pengumpulan
data)

Data
Processing

5. Siswa
menyimak
informasi
kegiatan pembelajaran yang akan
disampaikan oleh guru mengenai
persamaan massa jenis, tekanan,
tekanan
hidrostatis,
tekanan
atmosfer, dan tekanan terukur,
serta hukum pokok hidrostatika

(pengolahan
data)

6. Siswa mempelajari persamaanpersamaan yang berhubungan


dengan massa jenis, tekanan,
tekanan
hidrostatis,
tekanan
atmosfer, dan tekanan terukur,
serta hukum pokok hidrostatika

Verification
(pembuktian)

7. Guru dan siswa mendiskusikan


dan
memverifikasi
hasil
pembelajaran
mengenai
persamaan massa jenis, tekanan,
tekanan
hidrostatis,
tekanan
atmosfer, dan tekanan terukur,
serta hukum pokok hidrostatika

Generalization
(menarik
kesimpulan)

8. Siswa menyimpulkan persamaan


massa jenis, tekanan, tekanan
hidrostatis, tekanan atmosfer, dan
tekanan terukur, serta hukum
pokok hidrostatika
1. Siswa dan guru mereview hasil 10 menit
pembelajaran fluida statis
2. Guru memberikan tugas untuk
mempelajari
hukum
pascal,
hukum Archimedes, penerapan
hukum-hukum, serta tegangan
permukaan
3. Guru memberikan penghargaan
kepada siswa yang memiliki
kinerja yang baik

Kegiatan
Penutup

2. Pertemuan Kedua (2 x 40 menit)


Langkah
Pembelajara
n
Kegiatan
Pendahuluan

Sintak Model
Pembelajaran
DL

Deskripsi

Alokasi
Waktu

1. Guru memberi salam pembuka 10


dan berdoa untuk memulai menit
pembelajaran
2. Guru memeriksa kehadiran
siswa
3. Guru menanyakan kesiapan

fisik dan psikis siswa dalam


mengawali
kegiatan
pembelajaran
4. Guru memberikan pre test
kepada siswa
Kegiatan Inti

Stimulation
(stimulasi/
pemberian
rangsangan)

Problem
statemen
(pertanyaan/
identifikasi
masalah)

Data
Collection
(pengumpulan
data)

Data
Processing
(pengolahan
data)

1. Guru memberikan beberapa


kegiatan demonstrasi mengenai
hukum
pascal,
hukum
Archimedes, serta tegangan
permukaan
2. Siswa mengamati demostrasi
3. Guru mengajak siswa untuk
tetap mengamati demonstrasi
dan mengidentifikasi faktorfaktor yang berpengaruh
4. Guru memberikan beberapa
pertanyaan
atau
siswa
mangajukan pertanyaan yang
berkaitan dengan demonstrasi
tersebut untuk dijadikan bahan
diskusi, yaitu :
a. Mengapa dongkrak dapat
mengangkat mobil?
b. Apa pengertian dari hukum
pascal, hukum Archimedes,
dan tegangan permukaan,
serta penerapannya?
5. Siswa menyimak informasi
kegiatan pembelajaran yang
akan disampaikan oleh guru
mengenai persamaan hukum
pascal, hukum Archimedes, dan
tegangan permukaan, serta
penerapannya dalam kehidupan
6. Siswa mempelajari persamaanpersamaan yang berhubungan
dengan persamaan hukum
pascal, hukum archimedes, dan

tegangan permukaan, serta


penerapan
hukum-hukum
fluida
Verification
(pembuktian)

Generalizatio
n
(menarik
kesimpulan)

Kegiatan
Penutup

7. Guru dan siswa mendiskusikan


dan
memverifikasi
hasil
pembelajaran
mengenai
persamaan
hukum pascal,
hukum
Archimedes,
dan
tegangan permukaan, serta
penerapan
hukum-hukum
fluida
8. Siswa
menyimpulkan
persamaan
hukum pascal,
hukum
Archimedes,
dan
tegangan permukaan, serta
penerapan dari hukum-hukum
fluida statis yang berlaku
1. Guru memberikan post test 10
kepada siswa
menit
2. Siswa dan guru mereview hasil
pembelajaran fluida statis
3. Guru memberikan penghargaan
kepada siswa yang memiliki
kinerja yang baik
4. Guru memberikan informasi
kepada siswa untuk pertemuan
selanjutnya

3. Pertemuan Ketiga (2 x 40 menit)


Langkah
Pembelajara
n
Kegiatan
Pendahuluan

Sintak Model
Pembelajaran
PBL
Orientasi siswa
pada masalah

Deskripsi

Alokasi
Waktu

1. Guru memberi salam pembuka 5 menit


dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
(sebagai
implementasi nilai religious)
2. Guru memeriksa kehadiran
siswa
dan
menanyakan
kesiapan fisik dan psikis siswa

dalam mengawali kegiatan


pembelajaran
(sebagai
implementasi nilai disiplin)
3. Guru memeriksa prasyarat
pengetahuan yaitu tentang
hukum utama hidrostatis
Kegiatan Inti

Mengorganisasi
siswa
dalam
belajar

Membimbing
penyelidikan
siswa

Mengembangka
n
dan
menyajikan
hasil karya

Menganalisis
dan
mengevaluasi
proses
pemecahan
masalah

Kegiatan
Penutup

1. Guru/siswa
membentuk 5 menit
kelompok
belajar
secara
heterogen
2. Siswa menerima informasi
kegiatan yang harus dilakukan,
yaitu
Mempelajari
berlakunya
Hukum Utama Hidrostatis
dan penggunaannya untuk
mengukur kerapatan suatu
fluida
60
3. Guru membimbing siswa
menit
dalam melakukan rancangan
percobaan
menentukan
berlakunya Hukum Utama
Hidrostatis
dan
penggunaannya
untuk
mengukur kerapatan suatu
fluida
4. Siswa mendiskusikan hasil
percobaan
5. Siswa mempresentasikan hasil
diskusi kelompok
6. Melakukan diskusi kelas untuk
menganalisis hasil pemecahan
masalah dan menyamakan
persepsi
berdasarkan
percobaan Hukum Utama
Hidrostatika
1. Siswa dan guru mereview hasil 10
percobaan Hukum Utama menit

Hidrostatis dan penggunaannya


dalam mengukur kerapatan
fluida
2. Siswa merefleksikan terhadap
pemahaman percobaan Hukum
Utama
Hidrostatis
dan
penggunaannya
dalam
mengukur kerapatan fluida
3. Guru memberikan penghargaan
kepada
kelompok
yang
memiliki kinerja dan kerjasama
yang baik
4. Pertemuan Keempat ( 2 x 40 menit)

F. PENILAIAN, PEMBELAJARAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN


1. Teknik Penilaian
No

Aspek

Teknik Penilaian

Bentuk Instrumen

.
1

Sikap

Lembar Observasi

Format jurnal guru mata pelajaran

Pengetahuan

Tes Tertulis

secara individu
Format penilaian tes tertulis pada

Lembar Pengamatan

akhir pertemuan secara individu


Format penilaian lembar

Keterampilan

pengamatan secara individu


2. Instrumen Penilaian
No

Aspek

Penilaian Sikap

.
1

Pertemuan

Lembar observasi

Pengetahuan
Tugas mengerjakan

sikap pada saat

soal-soal

Pertama

Penilaian

kegiatan
2

Pertemuan
Kedua

pembelajaran
Lembar observasi

Lembar penilaian

sikap pada saat

pada lembar kerja

kegiatan

siswa

Penilaian
Keterampilan

Pertemuan
Ketiga

pembelajaran
Lembar observasi

Lembar pengamatan

sikap pada saat

keterampilan pada

praktik hukum

saat praktik hukum

utama hidrostatis

utama hidrostatis

3. Pembelajaran Reemdian dan Pengayaan


a. Pembelajaran remedial dilaksanakan segera setelah diadakan penilaian bagi
peserta didik yang mendapat nilai di bawah KKM
b. Pengayaan dilaksanakan dengan memberikan tugas mengkaji materi bagi siswa
yang mendapat nilai di atas KKM

G. LAMPIRAN
1. Materi Pelajaran
2. Lembar Kerja Praktikum
3. Lembar Kerja Siswa
4. Penilaian

Jakarta, 27 Juli 2016


Menyetujui,
Guru Pamong Fisika

KIKA HERIATI, S.Pd

Guru PPL Fisika

JUWAIRIYAH HAFSHAH

NIP: 197701082008012020

NIM: 1301135018
Mengetahui,
Kepala SMAN 48 Jakarta

ACAH RIANTO, S.Pd


NIP: 196604011988121003

LAMPIRAN 1. MATERI PERTEMUAN PERTAMA DAN KEDUA

Satuan Pendidikan : SMAN 48 Jakarta


Mata Pelajaran

: Fisika

Kelas / Semester

: XI / Ganjil

Alokasi Waktu

: 4 2 jam pelajaran

Wujud zat secara umum dibedakan menjadi tiga, yaitu zat padat, cair, dan gas.
Berdasarkan bentuk dan ukurannya, zat padat mempunyai bentuk dan volume tetap, zat cair
memiliki volume tetap, akan tetapi bentuknya berubah sesuai wadahnya, sedangkan gas tidak
memiliki bentuk maupun volume yang tetap. Karena zat cair dan gas tidak mempertahankan
bentuk yang tetap sehingga keduanya memiliki kemampuan untuk mengalir.
Fluida merupakan istilah untuk zat alir. Zat alir adalah zat yang mengalirkan seluruh
bagian-bagiannya ke tempat lain dalam waktu yang bersamaan. Zat alir mencakup zat dalam
wujud cair dan gas. Fluida adalah zat yang dapat mengalir dan berubah bentuk (dapat
dimampatkan) jika diberi tekanan. Perbedaan antara zat cair dan gas terletak pada
kompresibilitasnya atau ketermampatannya. Gas mudah dimampatkan, sedangkan zat cair tidak
dapat dimampatkan.
Ditinjau dari keadaan fisisnya, fluida terdiri atas fluida statis atau hidrostatika, yaitu ilmu
yang mempelajari tentang fluida atau zat alir yang diam (tidak bergerak) dan fluida dinamis atau
hidrodinamika, yaitu ilmu yang mempelajari tentang zat alir atau fluida yang bergerak.
Hidrodinamika yang khusus membahas mengenai aliran gas dan udara disebut aerodinamika.
Fluida statis adalah fluida yang tidak mengalami perpindahan bagian- bagiannya.
A. Massa Jenis
Massa jenis suatu benda didefenisikan sebagai massa zat dibagi dengan volume zat. Dapat
dirumuskan sebagai berikut.
=

m
v

dimana

: massa jenis (kg/m3 atau g/cm3)


m
v

: massa (kg atau g)


: volume (m3 atau cm3)

Massa jenis berbagai zat berbeda-beda walaupun benda-benda tersebut jumlah atau
volumenya sama. Massa jenis zat yang umum digunakan sebagai patokan adalah massa
jenis air dan massa jenis raksa. Massa jenis air dalam wujud cair, yaitu 1000 kg/m3 atau 1
g/cm3, sedangkan raksa atau mercury memiliki massa jenis 13.600 kg/m3 atau 13,6 g/cm3.
Berikut adalah tabel beberapa jenis bahan beserta besar massa jenisnya.
Tabel 1. Massa Jenis Beberapa Zat
B.

Tekanan Hidrostatis
1. Pengertian Tekanan
Tekanan dalam fisika didefinisikan sebagai gaya yang bekerja pada suatu bidang
persatuan luas bidang tersebut. Bidang atau permukaan yang dikenai gaya disebut
bidang tekan, sedangkan gaya yang diberikan pada bidang tekanan disebut gaya
tekan. Secara matematis tekanan dirumuskan dengan persamaan berikut.

P=

F
A

dimana:

: tekanan (Pa)

: gaya tekan (N)

: luas bidang tekan (m2)

Satuan tekanan yang lain adalah pascal (Pa), atmosfer (atm), cm raksa (cmHg), dan
milibar (mb). Penggunaan satuan untuk tekanan disesuaikan.
1 N/m2 = 1 Pa
1 atm = 76 cmHg
1 mb = 0,001 bar
1 bar = 105 Pa
2. Tekanan Hidrostatis
Tekanan hidrostatis adalah tekanan di dalam fluida tak bergerak yang diakibatkan
oleh adanya gaya gravitasi. Tekanan adalah suatu besaran skalar. Satuan
internasional (SI) dari tekanan adalah pascal (Pa). Satuan ini dinamai sesuai dengan
nama ilmuwan Prancis, Blaise Pascal. Satuan-satuan lain adalah bar ( 1 bar = 1,0 x
105 Pa),

atmosfer (1 atm = 101,325 Pa) dan mmHg (760 mmHg = 1 atm). Tekanan

pada fluida statis zat cair dikelompokkan menjadi dua, yaitu tekanan pada ruang
tertutup dan ruang terbuka.
Penerapan konsep tekanan dalam kehidupan sehari-hari misalnya pada pisau dan
paku. Ujung paku dibuat runcing dan pisau dibuat tajam untuk mendapatkan tekanan
yang lebih besar, sehingga lebih mudah menancap pada benda lain.
Untuk memahami tekanan hidrostatis, anggap zat terdiri atas beberapa lapisan.
Setiap lapisan memberi tekanan pada lapisan di bawahnya, sehingga lapisan bawah
akan mendapatkan tekanan paling besar. Karena lapisan atas hanya mendapat
tekanan dari udara (atmosfer), maka tekanan pada permukaan zat cair sama dengan
tekanan atmosfer.


F mg
P= =
A A
Karena m=V
P=

dan V = A h , maka :

.V . g . A . h . g
=
A
A

Ph=g h

dimana
= tekanan hidrostatik (N/m2)

= massa jenis zat cair (kg/m2)

= percepatan gravitasi (m/s2)

= kedalaman (m)

Untuk mengukur tekanan udara pada ketinggian tertentu kita tidak menggunakan
rumus diatas. Hal ini disebabkan karena kerapatan udara tidak sama di semua
tempat. Makin tinggi suatu tempat, makin kecil kerapatan udaranya. Untuk tekanan
total yang dialami suatu zat cair pada ketinggian tertentu dapat dicari dengan
menjumlahkan tekanan udara luar dengan tekanan hidrostastis.
Ptot =P0 + g h
dimana
P0

= tekanan udara luar (N/m2)

Bunyi hukum pokok hidrostatika adalah sebagai berikut.


Semua titik yang terletak pada suatu bidang datar di dalam zat cair yang
sejenis memiliki tekanan yang sama

Contoh Soal

Dalam sebuah bejana diisi air

m2
=100 kg / .

Ketinggian airnya adalah 85 cm. Jika g =

10 m/s2dan tekanan udara 1 atm, maka tentukan :


a. Tekanan hidrostatik di dasar bejana
b. Tekanan mutlak di dasar bejana
Penyelesaian
h = 85 cm = 0,85 m
= 1000 kg/ m3
Pu = 1 atm = 105Pa
g = 10 m/s2
a. Tekanan hidrostatis di dasar bejana
Ph = g h = 1000 . 10 . 0,85 = 8,5.103 Pa
b. Tekanan mutlaknya di dasar bejana
Ptot = P0 + g h = 105 + 8,5.103 = 1,085.105 Pa
C. Hukum Pascal
Seorang ilmuan Prancis, Blaise Pascal, menyatakan bahwa tekanan yang diberikan di
dalam ruang tertutup diteruskan sama besar ke segala arah. Pernyataan ini akhirnya dikenal
sebagai Hukum Pascal yang menyatakan bahwa
Tekanan yang diberikan kepada fluida diam dalam ruang tertutup akan diteruskan
dengan besar yang sama keseluruh fluida.
Berdasarkan hukum ini diperoleh prinsip bahwa dengan gaya yang kecil dapat
menghasilkan suatu gaya yang lebih besar. Sistem kerja rem hidrolik merupakan salah satu
contoh pengaplikasian hukum Pascal. Selain itu, hukum Pascal juga dapat di jumpai pada
sistem alat pengangkat air, alat pengepres, dongkrak hidrolik, rem hidrolik, dan drum
hidrolik.

Gambar 1.

Sistem Pompa

Hidrolik
Sesuai dengan gambar dongkrak hidrolik diatas, apabila pengisap 1 ditekan dengan gaya F 1
, maka zat cair menekan ke atas dengan gaya PA1. Tekanan ini akan diteruskan ke
penghisap 2 yang besarnya PA2. Karena tekanannya sama kesegalah arah, maka didapatkan
persamaan sebagai berikut.
P1=P2

F1
F2
A1

F
=
F
1

A1
A2
A2 2

Untuk pengisap berbentuk silinder, maka

F1
1
d 21
4

F1
d

2
1

1
A 1= d 21 dan
4

1
A 2= d 22 , sehingga
4

F2
1
d 22
4

F2
d 21

Contoh Soal
Sebuah pengangkat hidrolik bekerja berdasarkan tekanan air. Dari gambar, tentukan
besarnya gaya F yang dibutuhkan untuk mengangkat sebuah mobil yang massanya 1.200
kg jika g= 10 m/s2, A1= 20 cm2 dan A2 = 400cm2. Abaikan massa pengisap dan massa alas
tempat mobil.
Penyelesaian

m = 1.200 kg
g = 10 m/s2
A1 = 20 cm2
A2 = 400 cm2

F mg
=

A1
A2

F
=
2
20 cm

( ms )

( 1.200 kg ) 10

400 cm

( 12.000 N ) (20 cm 2 )
F=
=600 N
400 cm 2

Besarnya gaya yang dibutuhkan adalah 600 N atau jika diganti dengan sebuah beban
dibutuhkan beban dengan massa 60 kg. Jadi, mobil yang massanya 1.200 kg dapat didirong
dengan sebuah beban bermassa 60 kg.
D. Hukum Archimedes
Hukum Archimedes
Apabila benda dicelupkan ke dalam zat cair, sesungguhnya berat benda itu tidak
berkurang. Gaya tarik bumi terhadap benda itu besarnya tetap. Akan tetapi zat cair
mengadakan gaya yang arahnya keatas kepada setiap benda yang tercelup
didalamnya. Ini menyebabkan berat benda seakan-akan berkurang. Menurut
Archimedes,
Benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida, akan
mengalami gaya ke atas. Besar gaya ke atas tersebut besarnya sama dengan
berat fluida yang dipindahkan oleh benda

yang kemudian dikenal dengan hukum Archimedes. Secara matematis, hukum


Archimedes dituliskan sebagai berikut.

w uw a=wc
Fa =w c
Fa =w c g
Fa =c V c g
dimana
Fa

: gaya Archimedes

w u: berat balok di udara


wa

: berat balok di dalam zat cair

wc

: berat zat cair yang ditumpahkan (N)

mc

: massa zat cair yang ditumpahkan (kg)

: massa jenis zat cair (kg/m3)

Vc

: volume benda yang tercelup (m3)

: percepatan gravitasi bumi (m/s2)

Contoh Soal
Diketahui massa jenis air 1000 kg/m3 dan gravitasi bumi 9,8 m/s2. Jika ada benda yang
tercelup ke dalam air terebut dengan volume benda yang tercelup 20 m 3, maka berapakah
gaya tekan ke atas?
Penyelesaian
c

= 1000 kg/m3

g = 9,8 m/s2
Vc = 20 m3
Fa =c V c g
= (1000 kg/m3)(20 m3)(9,8 m/s2)
= 196000 N
Keadaan Benda
Ada tiga keadaan benda yang tercelup kedalam fluida yaitu terapung, melayang, dan
tenggelam. Seperti terlihat pada gambar, dari kiri ke kanan, benda dalam keadaan terapung,
melayang, dan tenggelam.

Gambar 2. Benda dalam Keadaan Terapung, Melayang, dan Tenggelam


Terapung
Pada saat terapung besarnya gaya apung

Fa

sama dengan berat benda

w=mg . Pada

peristiwa ini, hanya sebagian volum benda yang tercelup didalam fluida sehingga volum
fluida yang dipindahkan lebih kecil dari volum total benda yang mengapung.
F y =0
Fa =mb g
f g V t =b V b g
V b=

b v b
f

Karena

V t (volum benda yang tercelup) sama dengan

syarat benda tenggelam adalah

Vb

(volum benda total), maka

b < f
Artinya, massa jenis benda harus lebih besar daripada massa jenis fluida.

Melayang
Pada saat melayang, besarnya gaya apung

Fa

sama dengan berat benda

w=mg .

Pada peristiwa ini, volum fluida yang dipindahkan (volum benda yang tercelup) sama
dengan volum total benda yang melayang.
F y =0
Fa =mb g
f g V t =b V b g
Karena

V t (volum benda yang tercelup) sama dengan

Vb

(volum benda total), maka

syarat benda melayang adalah


b= f
Artinya, massa jenis benda harus sama dengan massa jenis fluida.
Tenggelam
Pada tenggelam, besarnya gaya apung

Fa

lebih kecil daripada berat benda

w=mg .

Pada peristiwa ini, volum benda yang tercelup di dalam fluida sama dengan volum total
benda yang mengapung, namun benda tertumpu pada dasar bejana pada benda sebesar N.
F y =0
Fa + N =mb g
f g V t =b V b g
N= b V b g f g V t

Karena

V t (volum benda yang tercelup) sama dengan

Vb

(volum benda total), maka

syarat benda tenggelam adalah


b > f
Artinya, massa jenis benda harus lebih besar daripada massa jenis fluida.

Penerapan Hukum Archimedes


Hidrometer
Hidrometer adalah alat yang digunakan untuk massa jenis cairan. Nilai massa jenis
suatu cairan dapat diketahui dengan membaca skala pada hidrometer. Hidrometer akan
mengapung jika kita masukan dalam suatu cairan. Banyaknya bagian yang mengapung
tergantung pada massa jenis cairan. Berikut ini adalah gambar hidrometer dan bagianbagiannya.

Gambar 3. Hidrometer dan Bagian-bagiannya


Hidrometer memiliki massa tertentu yaitu h. Jika kita masukan dalam zat cair
hidrometer akan memindahkan cairan sebesar volume hidrometer yang masuk,
misalnya Vh. Gaya-gaya yang bekerja pada hidrometer adalah gaya apung dan gaya
beratyang saling berlawanan arah sehingga:
V h c g=berat hidrometer

( A hh ) c g=w
hh=

w
m
=
A c g A c

Panjang hidrometer hh jika c cairan besar maka hh akan rendah dan menunjukan angka
yang lebih besar. Skal pada hidrometer diberi angka kecil di ujung atas hidrometer dan
di beri angka yang lebih besar di bagian bawah hal ini menunjukan makin besar
kerapatan cairan maka skala yang ditunjukan hidrometer juga besar.
Kapal selam dan galangan kapal
Pada dasarnya prinsip kerja kapal selam dan galangan kapal sama. Jika kapal akan
menyelam, maka air laut dimasukkan ke dalam ruang cadangan sehingga berat kapal
bertambah. Pengaturan banyak sedikitnya air laut yang dimasukkan menyebabkan kapal
selam dapat menyelam pada kedalaman yang dikehendaki. Jika akan mengapung, maka
air laut dikeluarkan dari ruang cadangan. Berdasarkan konsep tekanan hidrostastis,
kapal selam mempunyai batasan tertentu dalam menyelam. Jika kapal menyelam terlalu
dalam, maka kapal bisa hancur karena tekanan hidrostatisnya terlalu besar.

Gambar 4. Gambaran Gelangan Kapal dan Prinsip Mengapung


dan Tenggelam Pada Kapal Selam

Jembatan ponton
Jembatan ponton adalah kumpulan drum-drum kosong
yang berjajar sehingga menyerupi jembatan dan dibuat
berdasarkan prinsip benda terapung. Drum tersebut
harus tertutup rapat sehingga tidak ada air yang masuk
ke dalamnya. Apabila air pasang, jembatan naik. Jika
air surut, maka jembatan turun. Jadi, tinggi rendahnya
jembatan ponton mengikuti pasang surutnya air.

Gambar 5. Contoh Jembatan


Ponton

E. Tegangan Permukaan Zat Cair dan Viskositas Fluida


Pada subbab ini anda akan mempelajari tegangan permukaan zat cair, yang antara lain
agar dapat menjawab pertanyaan berikut. Mengapa serangga dapat hinggap di permukaan air?
Mengapa air dalam pipa kapiler naik, tetapi raksa justru turun? Mengapa sebuah silet yang
terbuat dari logam dapat terapung bila diletakkan secara mendatar di atas permukaan air secara
hati-hati, padahal berat jenis silet tersebut lebih besar dari berat jenis air?
Pada subbab ini Anda juga akan mempelajari viskositas fluida, yang antara lain agar
dapat menjawab pertanyaan berikut. Mengapa kelereng yang jatuh bebas dalam suatu wadah

berisi oli (fluida kental), mula-mula makin cepat tetapi akhirnya bergerak dengan kecepatan
tetap?
1. Apakah tegangan Permukaan Zat Cair itu?
Untuk dapat memahaminya, perhatikan gambar dari peristiwa keseharian berikut.

(a)

(b)

(c)
Gambar (a) sebuah klip yang mengapung pada permukaan air. (b) nyamuk
yang dapat hinggap diatas permukaan air. (c) tetes embun pada sarang laba laba
berbentuk bola.

Pikirkanlah konsep fisika apa yang mampu menjelaskan beberapa peristiwa dalam
kehidupan diatas.

Konsep fisika yang dapat menjelaskan peristiwa diatas adalah tegangan

permukaan pada zat cair. Tegangan permukaan pada zat cair adalah kecenderungan permukaan
zat cair untuk menegang, sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastis.
2. Mengapa Terjadi Tegangan Permukaan pada Zat Cair?
Hal ini dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi antara molekul air. Agar semakin
memahami penjelasan ini, perhatikan ilustrasi berikut. Kita tinjau cairan yang berada di
dalam sebuah wadah.

A
BB

Molekul cairan biasanya

saling tarik menarik. Di bagian

dalam cairan (diwakili oleh B), setiap molekul cairan dikelilingi oleh molekul-molekul lain di
setiap sisinya; tetapi di permukaan cairan, hanya ada molekul-molekul cairan di samping dan di
bawah. Di bagian atas tidak ada molekul cairan lainnya. Karena molekul cairan saling tarik
menarik satu dengan lainnya, maka terdapat gaya total yang besarnya nol pada molekul yang
berada di bagian dalam cairan. Sebaliknya, molekul cairan yang terletak dipermukaan (diwakili
oleh A) ditarik oleh molekul cairan yang berada di samping dan bawahnya. Akibatnya, pada
permukaan cairan terdapat gaya total yang berarah ke bawah.
Karena adanya gaya total yang arahnya ke bawah, maka cairan yang terletak di
permukaan cenderung memperkecil luas permukaannya, dengan menyusut sekuat mungkin. Hal
ini yang menyebabkan lapisan cairan pada permukaan seolah-olah tertutup oleh selaput elastis
yang tipis. Fenomena ini kita kenal dengan istilah Tegangan Permukaan.
Akibat tegangan permukaan ini, setetes cairan cenderung berbentuk bola. Karena dalam
bentuk bola itu, cairan mendapatkan daerah permukaan yang tersempit. Inilah yang
menyebabkan tetes air yang jatuh dari kran dan tetes tetes embun yang jatuh pada sarang labalaba berbentuk bola.
Tarikan pada permukaan cairan membentuk semacam kulit penutup yang tipis. Nyamuk
dapat berjalan diatas air karena berat nyamuk dapat diatasi oleh kulit ini. Peristiwa yang sama
terjai pada kip kertas yang diletakan perlahan-lahan diatas permukaan air.
Ketika Anda menambahkan sabun atau deterjen ke dalam air, Anda menurunkan
tegangan permukaan air. Sebagai hasilnya,berat klip kertas tidak dapat lagi di topang oleh
tegangan permukaan air, dan klp akan segera tenggelam.
3. Formulasi Tegangan Permukaan
Pada pembahasan sebelumnya, kita telah mempelajari konsep tegangan permukaan
secara kualitatif (tidak ada persamaan matematis). Kali ini kita tinjau tegangan permukaan secara

kuantitatif. Untuk membantu kita menurunkan persamaan tegangan permukaan, kita tinjau
sebuah kawat yang dibengkokkan membentuk huruf U. Sebuah kawat lain yang berbentuk lurus
dikaitkan pada kedua kaki kawat U, di mana kawat lurus tersebut bisa digerakkan (lihat gambar
di bawah).

Jika

kawat

ini

dimasukan

ke

dalam

larutan sabun, maka setelah

dikeluarkan

akan

terbentuk lapisan air sabun

pada permukaan kawat

tersebut. Mirip seperti ketika

bermain

gelembung

sabun. Karena kawat lurus bisa digerakkan dan massanya tidak terlalu besar, maka lapisan air
sabun akan memberikan gaya tegangan permukaan pada kawat lurus sehingga kawat lurus
bergerak ke atas (perhatikan arah panah). Untuk mempertahankan kawat lurus tidak bergerak
(kawat berada dalam kesetimbangan), maka diperlukan gaya total yang arahnya ke bawah, di
mana besarnya gaya total adalah F = w + T. Dalam kesetimbangan, F = gaya tegangan
permukaan yang dikerjakan oleh lapisan air sabun pada kawat lurus.
Misalkan panjang kawat lurus adalah l. Karena lapisan air sabun yang menyentuh kawat
lurus memiliki dua permukaan, maka gaya tegangan permukaan yang ditimbulkan oleh lapisan
air sabun bekerja sepanjang 2l. Tegangan permukaan pada lapisan sabun merupakan
perbandingan antara Gaya Tegangan Permukaan (F) dengan panjang permukaan di mana gaya
bekerja (d). Untuk kasus ini, panjang permukaan adalah 2l. Secara matematis, ditulis :
=

F
d

dalam kasus ini d=2l, sehingga


=

F
2l

Keterangan :
= Tegangan permukaan
F = Gaya tegangan permukaan

Karena tegangan permukaan merupakan perbandingan antara Gaya tegangan permukaan


dengan Satuan panjang, maka satuan tegangan permukaan adalah Newton per meter (N/m) atau
dyne per centimeter (dyn/cm). 1 dyn/cm = 10-3 N/m = 1 mN/m.
Berikut ini beberapa nilai Tegangan Permukaan yang diperoleh berdasarkan percobaan.
Zat cair yang
kontak dengan udara
Air
Air
Air
Etil alkohol
Aseton
Gliserin
Raksa

Suhu

Tegangan permukaan

(oc)
0
25
80
20
20
20
20

(x 10-3 N/m)
75,6
72,0
62,6
22,8
23,7
63,4
435

Sumber : Contemporary Collage Physic, Jones/Childers.

Berdasarkan data Tegangan Permukaan, tampak bahwa suhu mempengaruhi nilai


tegangan permukaan fluida. Umumnya ketika terjadi kenaikan suhu, nilai tegangan permukaan
mengalami penurunan (Bandingkan nilai tegangan permukaan air pada setiap suhu. Lihat
tabel). Hal ini disebabkan karena ketika suhu meningkat, molekul cairan bergerak semakin cepat
sehingga pengaruh interaksi antar molekul cairan berkurang. Akibatnya nilai tegangan
permukaan juga mengalami penurunan.
4. Merumuskan Kenaikan / Penurunan Permukaan Zat Cair dalam Pipa Kapiler
Masih ingatkah Anda bahwa zat cair yang membasahi
dinding (misalnya air) akan naik dalam pipa kapiler (tabung
dalam diameter relatif kecil)? Lihat gambar disamping.
Gejala ini dikenal dengan gejala kapiler, yang disebabkan
oleh gaya kohesi tegangan permukaan dan gaya adhesi
antara zat cair dan tabung kaca. Zat cair naik hingga gaya
keatas sama dengan gaya kebawah karena tegangan
permukaan sama dengan berat zat cair yang diangkat. Prinsip inilah yang akan kita gunakan
untuk menurunkan rumus kenaikan zat cair dalam pipa kapiler, seperti pada penjelasan berikut.

x saling meniadakan karena arahnya berlawanan

Untuk keadaan seimbang, berat zat cair yang naik dalam pipa kapiler harus sama dengan
komponen gaya keatas dari gaya adhesi sehubungan dengan tegangan permukaan. Berat zat cair
atau gaya kebawah w=mg, sedangkan massa m adalah massa jenis () dikali volume zat cair
yang naik dalam pipa kapiler (V=luas alas X h=r2h). Dengan demikian,
w=mg
= ( V)g
= (r2h)g
= ghr2
Gaya ke atas Fy sehubungan dengan tegangan permukaan yang bekerja sepanjang keliling
permukaan dalam pipa kapiler adalah hasil kali komponen keatas tegangan permukaan ( 2 )
dengan keliling permukaan dalam pipa kapiler (2r).
Fy= y(2r)
= cos (2r)
Dengan menyamakan gaya keatas dan kebawah diperoleh
Fy= w
cos (2r) = ghr2
2 cos

= ghr

Kenaikan atau penurunan zat cair dalam pipa kapiler


h=

2 cos
gr

(1)

perhatian :

Untuk zat cair meniskus cekung (misal air) sudut kontak adalah lancip. Nilai
cos pada persamaan (1) bernilai positif, sehingga h bernilai positif, dan ini
berarti zat cair naik.

Untuk zat cair meniskus cembung (misal raksa) sudut kontak adalah tumpul.
Nilai cos pada persamaan (1) bernilai negatif, sehingga h bernilai negatif dan

ini berarti zat cair turun.


5. Penerapan tegangan Pemukaan dalam kehidupan Sehari-hari.
Pernahkah dirimu bertanya, mengapa kita harus mencuci pakaian dengan sabun ?
Persoalannya, agar pakaian yang kita cuci benar-benar bersih maka air harus melewati celah
yang sangat sempit pada serat pakaian. Untuk itu diperlukan penambahan luas permukaan air.
Nah, hal ini sangat sukar dilakukan karena adanya tegangan permukaan. Mau tidak mau nilai
tegangan permukaan air harus diturunkan dahulu. Kita bisa menurunkan tegangan permukaan
dengan cara menggunakan air panas. Makin tinggi suhu air, makin baik karena semakin tinggi
suhu air, semakin kecil tegangan permukaan. Ini alternatif pertama dan merupakan cara yang
jarang digunakan. Kecuali mereka yang suka bermain dengan air panas. Alternatif lainnya adalah
menggunakan sabun.
Pada suhu 20 oC, nilai Tegangan Permukaan air sabun adalah 25,00 mN/m. Coba bandingkan
antara air sabun dan air panas, manakah nilai tegangan permukaan paling kecil ? Pada 100 oC,
nilai tegangan permukaan air panas = 58,90. Pada suhu 20 oC, nilai tegangan permukaan air
sabun adalah 25,00 mN/m. Lebih menguntungkan pakai sabun, airnya juga tidak panas. Jangan
heran kalau sabun sangat laris di pasar. Bukan cuma pakaian, tapi tubuh kita juga.
(catatan : masih ada faktor lain yang mempengaruhi pakaian atau tubuh kita bisa dibersihkan
dengan sabun. Jadi yang dijelaskan di atas hanya salah satu faktor yang mempengaruhi.
Mungkin akan anda pelajari pada mata pelajaran kimia)
6. Viskositas Fluida
Fluida, baik zat cair maupun zat gas yang jenisnya berbeda memiliki tingkat kekentalan yang
berbeda. Pernah lihat zat cair yang jenisnya berbeda? misalnya sirup dan air. Sirup biasanya
lebih kental dari air. Atau air susu, minyak goreng, oli, darah. Tingkat kekentalan setiap zat cair
tersebut berbeda-beda. Pada umumnya, zat cair lebih kental dari zat gas.
Viskositas alias kekentalan sebenarnya merupakan gaya gesekan antara molekul-molekul
yang menyusun suatu fluida (fluida zat yang dapat mengalir, dalam hal ini zat cair dan zat gas.
Viskositas adalah gaya gesekan internal fluida (internal = dalam). Jadi molekul-molekul yang
membentuk suatu fluida saling gesek-menggesek ketika fluida tersebut mengalir. Pada zat cair,
viskositas disebabkan karena adanya gaya kohesi (gaya tarik menarik antara molekul sejenis).
Sedangkan dalam zat gas, viskositas disebabkan oleh tumbukan antara molekul.

Fluida yang lebih cair biasanya lebih mudah mengalir, contohnya air. Sebaliknya, fluida
yang lebih kental lebih sulit mengalir, contohnya minyak goreng, oli, madu dan lainnya. Anda
bisa membuktikan dengan menuangkan air dan minyak goreng di atas lantai yang permukaannya
miring. Pasti air ngalir lebih cepat daripada minyak goreng atau oli. Tingkat kekentalan suatu
fluida juga bergantung pada suhu. Semakin tinggi suhu zat cair, semakin kurang kental zat cair
tersebut. Misalnya ketika ibu menggoreng paha ikan di dapur, minyak goreng yang awalnya
kental menjadi lebih cair ketika dipanaskan. Sebaliknya, semakin tinggi suhu suatu zat gas,
semakin kental zat gas tersebut.
a. Hukum Stokes untuk Fluida Kental
Pada suatu fluida ideal (fluida tidak
kental) tidak ada viskositas yang menghambat
lapisan lapisan fluida tersebut menggeser
satu atas lainnya. Pada suatu pipa dengan luas
penampang
lapisan
kecepatan

seragam

fluida
yang

(serbasama),

setiap

bergerak

dengan

ideal
sama.

Namun,

ketika

kekentalan (viskositas ) hadir, kecepatan


lapisan-lapisan fluida tidak seluruhnya sama.
Fluida yang tedekat dengan dinding pipa
bahkan sama sekali tidak bergerk ( v=0),
sedangkan lapisan fluida pada pusat pipa
memiliki kecepatan terbesar.
Gambar menunjuka kecepatan lapisan-lapisan
fluida tidak seluruhnya sama pada fluida kental

Viskositas pada aliran fluida kental sama saja dengan gesekan pada gerak benda padat.
Untuk fluida ideal, viskositas = 0, sehingga kita selalu menganggap benda yang bergerak
dalam fluida ideal tidak mengalami gesekan yang disebabkan oleh fluida. Tetapi, jika benda
tersebut bergerak dengan kelajuan tertentu dalam fluidakental, gerak benda akan dihambat oleh
gaya gesekan fluida pada benda tersebut. Besar gaya gesekan fluida dirumuskan
Ff = k v

Koefisien k bergantung pada bentuk geometri benda. Untuk benda yang memiliki bentuk
geometris berupa bolandengan jari jari r, dari perhitungan laboratorium diperoleh
k = 6r
dengan memasukan nilai k ini dalam persamaan kita peroleh
Hukum Stokes
Ff = 6 r v
Dengan adalah koefisien fiskositas yang dinyatakan dalam kg/ms atau Pa s. Persamaan diatas
pertama kali dinyatakan oleh Sir George Stokes pada tahun 1845, sehingga persamaan ini
dikenal sebagai hukum Stokes.
b. Kecepatan Terminal
Perhatikan kelereng yang dilepaskan jatuh bebas dalam fuida kental. Jika hanya gaya
gravitasi yang bekerja pada kelereng, kelereng akan bergerak di percepat dengan percepatan
sama dengan percepatan gravitasi. Ini berarti jarak antara dua kedudukan kelereng dalam selang
waktu yang sama haruslah makin besar. Hasil eksperimen menyatakan hal yang berbeda. Mulamula jarak antara dua kedudukan kelereng dalam waktu yang sama makin besar. Tetapi, mulai
saat tertentu dalam selang waktu yang sama jarak antara dua kedudukan kelereng sama besar.
Dari hasil eksperimen in menunjukan bahwa benda yang dijatuhkan bebas dalam fluida kental,
kecepatannya makin besar sampai mencapai suatu kecepatan terbesar yang tetap. Kecepatan
terbesar terbesar yang tetap ini dinamakan kecepatan terminal.
Pada suatu benda yang jatuh bebas dalam fluida kental, selama geraknya, pada benda
tersebut bekerja tiga buah gaya, yaitu gaya berat w= mg, gaya ketas yang dikerjakan fluida Fa,
dan gesekan yang dikerjakan fluida Ff, seperti pada gambar dibawah ini.

Seperti yang telah dinyatakan benda akan bergerak makin cepat sampai mencapai kecepatan
terminal yang konstan. Pada saat kecepatan terminal vT tercapai, gaya gaya yang bekerja pada
benda adalah seimbang.

F= 0

+ mg Fa - Ff = 0
Ff = mg Fa
(*)
Jika massa jenis benda = b, massa jenis fuida = f dan volume benda = Vb, gaya keatas Fa =
V b f g
berat benda mg = (b Vb)g
gaya gesekan Ff = 6 r vT

(benda dianggap berbentuk bola)

dengan memasukan besar ketiga gaya tersebut kedalam (*) kita peroleh
6 r vT = b Vb g - Vb f g
= g Vb (b- f)
Kecepatan terminal dalam fluida kental
vT =

g V b( b f )
6 r

untuk benda berbentuk bola dengan jari jari r, volume benda


4
Vb= 3

vT =

r3, sehingga

4
r 3 ( b f )
3
6 r

kecepatan terminal dalam fluida kental


vT =

2
9

r2 g
(b- f)

LAMPIRAN 2. MATERI PERTEMUAN KEEMPAT


LEMBAR PRAKTIK SISWA
A. Judul
Hukum Utama Hidrostatis
B. Tujuan
Mempelajari berlakunya Hukum Utama Hidrostatis dan penggunaannya untuk mengukur
kerapatan suatu fluida.
C. Alat dan Bahan
1. 1 buah bejana U
2. 1 buah pipet
3. Air
4. Minyak
8.
D. Langkah Percobaan
1. Siapkan bejana U, air, dan
minyak
2. Isilah pipa U dengan air
secukupnya (kira-kira tinggi 5
cm)
3. Tambahkan minyak goreng pada
salah
satu
pipa
dengan
menggunakan pipet
4. Ukur ketinggian masing-masing
zat cair
5. Hitung massa jenis minyak
6. Masukan data percobaan pada
tabel yang telah disediakan, dan
ulangi percobaan dengan jenis
zat cair yang berbeda
10.

5. Oli
6. Alkohol
7. Spiritus

7. Buatlah laporan hasil percobaan


di lembar polio dan bandingkan

hasil
massa
jenis
yang
didapatkan dengan literature.
8.
9. Contoh
gambar
percobaan

11.

5. h
3.
1.

h
2. Jenis

zat cair

4.

(c

9.
14.
19.
24.

10.

11.

15.

16.

20.

21.

25.

26.

z
at
c
ai
r
6. (c
m
)

7. zat cair
8. (kg/m3

12.

13.

17.

18.

22.

23.

27.

28.

12. LAMPIRAN 3. LEMBAR KERJA SISWA


13.
LEMBAR KERJA SISWA
14.
15.
16.
17. Nama :
18.
19. Kelas :
20.
21.
22.
1. Perhatikan gambar tersebut! Mengapa mesin hidrolik pengangkat mobil bisa mengangkat
mobil hanya dengan gaya yang kecil?

2. Hukum Pascal menyatakan bahwa:


23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.

35.
36. Menurut Pascal, pada gambar di atas memnuhi kondisi:
37.
38. . = (1)
39.
40. Maka didapatkan persamaan dari konsep mesin hidrolik adalah
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57.
58.
59.
60.
61.
62.
63. 3. Perhatikan gambar berikut!
64.
65.
66.
67.
68.
69.
70.
71.
72.
73.
(a) (c)
74.
75. (a)
76. Mengapa serangga dapat hinggap di permukaan air?

77. (b) Mengapa sebuah paper clip yang terbuat dari logam dapat terapung bila
diletakkan secara mendatar di atas permukaan air secara hati-hati, padahal massa
jenis paper clip tersebut lebih besar dari massa jenis air?
78. (c) Mengapa setetes air cenderung berbentuk bola?

79.
80.
81.
82.
83.
84.
85.
86.
87.
88.
89.
90.
91.
92.
93.
94.
95.
96.
97.
98.
99.
100.
101.
102.
103.
104.
105.
106.
107.
108.
109.
110.
111.
112.
113.
4. Tegangan permukaan adalah
114.
115.

116.
117.

118.
119.

120.
121.

122.
123.
Tegangan permukaan didefinisikan sebagai besarnya gaya tiap satuan panjang
pada permukaan zat cair, atau dapat dirumuskan menjadi:
124.
125.
Dimana : =
126.
127.128. F = ... (dinyatakan dalam satuan )
129.
130. = ... (dinyatakan dalam satuan )
131.
= ... (dinyatakan dalam satuan )

5. Apabila setetes air diletakkan di atas kaca maka air akan membasahi kaca, sedangkan
apabila setetes air raksa diletakkan pada kaca maka raksa tidak membasahi kaca.
Mengapa demikian?
132.
133.
134.
135.
136.
137.
138.
139.
140.
141.
142.
143.
144.
145.
146.
147.
148.
149.
6. Perhatikan gambar di bawah ini!
150.
151.
152.
153.
154.
155.
156.
157.
158.
159.
160.
161.
Mengapa air dalam pipa kapiler naik, tetapi raksa dalam pipa kapiler justru
turun ? Tuliskan beserta dengan persamaan rumusnya!

7. Mengapa kita harus mencuci pakaian dengan sabun?


162.
163.
164.
165.
166.
167.
168.
169.
170.
171.
172.
173.
174.
175.
176.
177.
178.
179.
180.
8. Mengapa kelereng yang jatuh bebas dalam suatu wadah berisi oli (fluida kental), mula mula makin cepat tetapi akhirnya bergerak dengan kecepatan tetap?
181.
182.
183.
184.
185.
186.
187.
188.
189.
190.
191.
192.
193.
194.
195.
196.
197.
198.
199.
9. Suatu saat, kecepatan jatuh benda dalam fluida akan konstan. Kondisi ini disebut
sebagai
200. kecepatan terminal (terminal velocity). Perhatikan gambar berikut!
201.
Sebuah tabung diisi dengan fluida bermassa jenis . Ke dalamnya dijatuhkan
sebuah bola berjari-jari r (volume V = ) dan massa jenis . Karena .. lebih besar
daripada
202.
benda

, maka benda akan bergerak ke bawah. Gaya - gaya yang bekerja pada
adalah

gaya

.,

gaya

.,

..
203.

Gaya berat benda

= .. ...

dan

gaya

204.

Gaya angkat Archimedes

= .. ...

205.

Gaya Stokes

206.
207.

Kecepatan terminal dicapai ketika gaya .. sama dengan total gaya

= .. ...

. dan gaya . Pernyataan ini dapat dinyatakan secara matematis,


yaitu :
208.
209.

= . + ..

210.
211.
212.
213.
214.
215.
216.
217.
218.
219.
220.

Substitusi persamaan (5), (6), dan (7), kita dapatkan:


................ = + ..
Dari persamaan di atas, kecepatan terminal v dapat dinyatakan sebagai
v=


(5)

Substitusi nilai volume V = 4/3r3 ke dalam persamaan (8), kita dapatkan

221.
v=


=
=

..

222.
LAMPIRAN 4. LEMBAR PENILAIAN
223.
1. Instrumen Penilaian Sikap
224.
225. JURNAL GURU MATA PELAJARAN
226.
227. Nama Satuan Pendidikan
: SMAN 48 JAKARTA
228.

Tahun Pelajaran

: 2016 2017

229.

Kelas / Semester

: XI / Ganjil

230.

Mata Pelajaran

: Fisika

231.
232.

233.

234.

235.

236.

237.

238.

Wa

Na

Kej

But

Pos

Tin

u
,

i
P

t
a

k
/

f
L
/

a
n

239.

l
240.

241.

242.

243.

244.

245.

1
246.

247.

248.

249.

250.

251.

252.

g
a

253.

254.

255.

256.

257.

258.

259.

3
260.

261.

262.

263.

264.

265.

266.

4
267.
268.

2. Instrumen Penilaian Pengetahuan, Tes Tulis Bentuk Uraian


269.
270. PENILAIAN PENGETAHUAN, TES TULIS BENTUK URAIAN
271.
272. Nama Satuan Pendidikan
: SMAN 48 JAKARTA
273. Tahun Pelajaran
: 2016 2017
274. Kelas / Semester
: XI / Satu
275. Mata Pelajaran
: Fisika
276. Topik
:
277. Kompetensi Dasar
:
278.
279. Indikator Soal
3.1.1 Menjelaskan hukum utama hidrostatis
3.1.2 Menjelaskan pengertian tekanan hidrostatis
3.1.3 Menyebutkan faktor-faktor yang menentukan besarnya tekanan hidrostatis
3.1.4 Menghitung besarnya tekanan hidrostatis
3.1.5 Menjelaskan bunyi Hukum Pascal
3.1.6 Merumuskan persamaan matematis Hukum Pascal
3.1.7 Dapat menyebutkan penerapan Hukum Pascal dalam kehidupan sehari-hari
3.1.8 Menjelaskan bunyi Hukum Archimedes
3.1.9 Merumuskan persamaan matematis Hukum Archimedes
3.1.10 Dapat menyebutkan penerapan Hukum Archimedes dalam kehidupan seharihari
3.1.11 Menjelaskan pengertian meniskus, gejala kapilaritas, viskositas dan hukum
Stokes
3.1.12 Dapat menyebutkan penerapan meniskus, gejala kapilaritas, viskositas dan
Hukum Stokes
280.
281. Soal
282.
283. Soal Uraian
No
1. 284. Seekor ikan berada pada kedalaman 15 meter di bawah permukaan
air.

285. Jika massa jenis air 1000 kg/m3 , percepatan gravitasi bumi
10 m/s2 dan tekanan udara luar 105 N/m, tentukan :
a) tekanan hidrostatis yang dialami ikan
b) tekanan total yang dialami ikan
2.

286. Seorang anak hendak menaikkan batu bermassa 1 ton


dengan alat seperti gambar berikut!

Jika luas penampang pipa besar adalah 250 kali luas penampang
pipa kecil dan tekanan cairan pengisi pipa diabaikan, tentukan
gaya minimal yang harus diberikan anak agar batu bisa
terangkat!
287.
288.
No.
291.
1.

289.

Uraian Jawaban

290. S
kor
292.

a) tekanan hidrostatis yang dialami ikan

b) tekanan total yang dialami ikan

293.
2.

295.
294. F1 = F
F2 = Wbatu = (1000)(10) = 10000 N
A1 : A2 = 1 : 250

296. J297.
umlah
299.

skor maksimum

300.

Nilai=

298.

Jumlah Skor
x 100
Jumlah skor maksimum
301.

302.

3. Instrumen Penilaian Keterampilan


303.
304. PENILAIAN KETERAMPILAN
305.
306. Nama Satuan Pendidikan
: SMA Negeri 48 Jakarta
307. Tahun Pelajaran
: 2016/2017
308. Kelas / Semester
: XI / Ganjil
309. Mata Pelajaran
: Fisika
310. Topik
: Fluida Statis
311.

Kompetensi Dasar

312. 4.3. Merencanakan dan melakukan percobaan yang memanfaatkan sifat-sifat fluida
statis, berikut presentasi hasil dan makna fisisnya
29. Materi

: .

Kelompok : ..
30. Kelas

: .
35. P
34. P

e
l
a
k
s
a
n
a
a
n

e
r
s
i
a
p
a
n

32.
33. Nama

P
e
r
c
o
b
a
a
n

P
e
r
c
o
b
a
a
n

36. Ke

giat
an
Ak
hir
Per
cob
aan

38.

39.

40.

41.

42.

44.

45.

46.

47.

48.

50.

51.

52.

53.

54.

31.

37.

43.
49.
55.

313.

Lembar Pengamatan

314.
315.
316.

317.

No.
320.
1

321.

Keterampilan

Rubrik
318.

319.

Rubrik

yang dinilai

Persiapan

322.-

Alat- alat sudah tersedia, tertata

dengan

percobaan
(menyiapkan alat

dan bahan)

rapih

sesuai

keperluannya
Bahan-bahan/larutan

dengan
untuk

percobaan sudah disiapkan di meja

331.
2

332.

Pelaksanaan

Percobaan

325.

praktikum
Lembar kegiatan praktikum tersedia
Menggunakan jas laboratorium
326.
Ada 3 aspek yang

terpenuhi

329.

330.

terpenuhi

333.3

Memegang alat dengan benar


Menambahkan air dan minyak pada

Ada

aspek

yang

bejana U
Mengukur ketinggian masing-masing

zat cair
Menghitung massa jenis minyak
Mengulangi
percobaan
dengan
mengganti jenis zat cair lain (oli,

spiritus, alcohol)
Menghitung massa jenis zat cair

lainnya
Membuat laporan hasil percobaan
dikertas

polio

bergaris

dengan

berdiskusi kelompok
Melakukan
presentasi

hasil

percobaan dengan membandingkan


massa jenis yang dihitung dengan
literatur

342.

343.

Kegiatan akhir

praktikum

336.

337.

Ada 6 aspek yang

terpenuhi

340.

341.

terpenuhi

344.3
-

Membuang sampah pada tempatnya


Merapihkan alat praktikum
Mengembalikan alat ke tempat

347.

semula
348.

terpenuhi

351.

352.

terpenuhi

Ada 5 aspek yang

Ada 2 aspek yang

Ada 1 aspek yang

353.
354.
355.

Mengetahui,

356.

Guru Pamong Fisika

Jakarta, 27 Juli 2016

Guru PPL Fisika


357.

KIKA HERIATI, S.Pd

HAFSHAH
358.

NIP: 197701082008012020

NIM: 1301135018

JUWAIRIYAH