Anda di halaman 1dari 18

1

MAKALAH SISTEM KONTROL TERDISTRIBUSI


Background to SCADA

Disusun oleh
Topan Firdaus
Muh Alwin Alamsyah
Hindun Fitrotullaili
M Rony Hidayatullah
Rizqi Wahyu Syahputra

:
(125060300111088)
(135060300111055)
(135060301111005)
(135060301111040)
(135060307111008)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016

2
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah
tentang Background to SCADA
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki
makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya
untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Malang,10 Juni 2016

Penulis

3
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI3
BAB 1. PENDAHULUAN4
1.1 Latar Belakang4
1.2 Rumusan Masalah4
1.3 Tujuan Penelitian5
BAB 2. ISI6
2.1 SEJARAH SCADA6
2.2 DEFINISI SCADA6
2.3 JENIS-JENIS SISTEM SCADA7
2.4 Nilai Lebih Sistem SCADA9
2.5 Arsitektur Sistem SCADA10
2.6 Prinsip Kerja SCADA12
2.7 Prinsip-Prinsip Dasar dari Sistem SCADA yang Modern12
2.8 SOFTWARE SCADA
2.9 DIMANAKAH SCADA DIGUNAKAN?
BAB 3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

4
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Industri merupakan bidang yang memiliki fungsi dan pengaruh yang sangat vital dalam
bidang perekonomian di seluruh dunia. Industri merupakan proses membuat sesuatu yang
tidak ada menjadi ada. Seiring dengan peningkatan populasi di dunia, kebutuhan akan barang
juga meningkat. Hal ini memacu pertambahan jumlah dari industri-industri barang. Sebelum
teknologi berkembang secara pesat seperti sekarang ini, industri masih sangat bergantung
kepada manusia dalam pengoperasian mesin-mesin industri. Kebergantungan ini memiliki
kelemahan pada proses industri yang sulit dilakukan oleh manusia. Masalah terjadi saat
sebuah proses di dalam industri memerlukan respon yang cepat terhadap situasi atau
perubahan yang terjadi di lapangan. Selain itu, saat ini juga banyak dibutuhkan sistem kontrol
yang mampu melakukan kegiatan monitor, pengawasan dan mengontrol secara bersamaan.
Dewasa ini banyak sekali ditawarkan suatu metode kontrol yang efektif dan mudah untuk
diimplementasikan.
SCADA merupakan suatu solusi yang dibuat oleh manusia untuk mengatasi masalahmasalah tersebut yang terjadi di industri. SCADA (SUPERVISORY CONTROL AND DATA
ACQUISITION) adalah suatu sistem pengakuisisian suatu data untuk digunakan sebagai
control dari sebuah obyek. SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition) adalah sistem
yang mengacu pada kombinasi telemetri dan akuisisi data. Ini terdiri dari pengumpulan
informasi, mentransfer kembali ke pusat kendali, melakukan analisis yang diperlukan dan
kontrol, dan kemudian menampilkan data ini pada sejumlah operator display. SCADA
digunakan untuk memantau dan mengendalikan pabrik atau peralatan. Kontrol mungkin
dapat otomatis atau dapat dimulai dengan perintah Operator. Sistem SCADA yang paling
sederhana yang mungkin bisa dijumpai di dunia adalah sebuah rangkaian tunggal yang
memberitahu anda sebuah kejadian (event). Sebuah sistem SCADA skala-penuh mampu
memantau dan (sekaligus) mengontrol proses yang jauh lebih besar dan kompleks.
Dengan SCADA, sebuah industri dapat berjalan lebih terintegrasi dan terkontrol
meskipun daerah yang terlingkupi sangat luas dan susah untuk dijangkau oleh manusia.
SCADA telah banyak diaplikasikan dalam berbagai bidang industri.

Mulai

dari

sistem

pembuangan air limbah kota, pengolahan minyak dan gas, pendistribusian listrik kota,
pengontrolan dan pengawasan sistem lalu lintas kotadan kereta api dsb.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Bagaimana sejarah perkembangan SCADA?
2.
Apakah yang dimaksud dengan SCADA?
3.
Apa saja jenis-jenis system SCADA?
4.
Apa saja nilai lebih system SCADA?
5.
Bagaimana arsitektur system SCADA?
6.
Bagaimana prinsip kerja SCADA?
7. Bagaimana prinsip-Prinsip Dasar dari Sistem SCADA yang Modern?
8. Apa saja software SCADA?

5
9. Dimanakah SCADA digunakan?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Mengetahui sejarah perkembangan SCADA.
2.

Mengetahui apakah yang dimaksud dengan SCADA.

3.

Mengetahui jenis-jenis system SCADA

4.

Mengetahui nilai lebih system SCADA

5.

Mengetahui arsitektur system SCADA

6.

Mengetahui prinsip kerja SCADA

7.

Mengetahui prinsip-Prinsip Dasar dari Sistem SCADA yang Modern

8.

Mengetahui saja software SCADA

9.

Mengetahui dimanakah SCADA digunakan

6
BAB 2. ISI
2.1 SEJARAH SCADA
Sistem SCADA yang primitif sebenarnya telah digunakan oleh industri selama ini.
Dengan hanya mengandalkan indikator-indikator sederhana seperti lampu, meter analog,
alarm suara (buzzer), seorang operator sudah dapat melakukan pengawasan terhadap mesinmesin di pabrik. Sistem SCADA primitif atau konvensional masih belum menggunakan
komputer ataupun piranti pengendali berprosesor lainnya. Seiring dengan perkembangan
komputer yang pesat beberapa dekade terakhir, maka komputer menjadi komponen penting
dalam sistem SCADA modern. Sistem ini menggunakan komputer untuk menampilkan status
dari sensor dan aktuator dalam suatu

plant, menampilkan dalam bentuk grafik,

menyimpannya dalam data base, bahkan menampilkannya dalam situs web. Umumnya
komputer ini terhubung dengan sebuah pengendali (misal: Programmable Logic Controller)
melalui sebuah protokol komunikasi tertentu (misal: fieldbus).
2.2 DEFINISI SCADA
Apakah sistem SCADA itu?. SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition) dapat
didefinisikan dari kepanjangan SCADA itu sendiri :
S

= Supervisory - Pengawasan

= Control

- Pengendalian

ADA = And Data Acquisition - Akuisisi data


Jadi sistem SCADA adalah sistem yang dapat melakukan pengawasan, pengendalian, dan
akuisisi data terhadap sebuah plant. Dalam terminologi kontrol, supervisory control sering
mengacu pada kontrol yang tidak langsung, atau lebih menekankan pada fungsi koordinasi
dan pengawasan. Dengan kata lain, pengendalian utama tetap dipegang oleh PLC (pengendali
lainnya) sedang kontrol pada SCADA hanya bersifat koordinatif dan sekunder. Definisi yang
lebih formal diberikan oleh NIST (National Institute of Standart and Technology) ialah sistem
terdistribusi yang digunakan untuk mengendalikan aset-aset yang tersebar secara geografis,
sering terpisah ribuan kilometer persegi, dimana kontrol dan akuisisi data terpusat sangat
penting bagi operasi sistem. Menurut NIST, sistem SCADA banyak digunakan pada sistem
terdistribusi seperti : water distribution, oil pipelines, electrical power grids, dan railway
transportation system.

2.3 JENIS-JENIS SISTEM SCADA


Menurut skala sistem keseluruhan, sistem SCADA dapat dibedakan menjadi :
1. SCADA Dasar
SCADA dasar ini umumnya hanya terdiri dari sebuah RTU/PLC saja yang digunakan untuk
mengendalikan suatu plant dengan berbagai field device. Jumlah MTU yang digunakan juga
hanya satu buah. Gambar 2.3 menunjukan blok sederhananya. Contoh:
Car manufacturing robot
Room temperature control
Water Level Control

Gambar 2.3 SCADA Dasar


2. Integrated SCADA

8
Sistem ini terdiri dari beberapa PLC/RTU yang terhubung dengan beberapa Distributed
Control System (DCS), namun hanya menggunakan satu MTU. MTU ini dapat terhubung
dengan komputer lain melalui LAN, WAN ataupun internet. Gambar 1.3 menunjukan blok
sederhananya. Contoh :
Subway systems
Security systems
Water systems

3. Networked SCADA
Sistem ini memiliki banyak MTU yang saling terhubung. Terdapat satu MTU pusat sebagai
koordinator dari sistem-sistem yang lain. MTU pusat ini juga dapat terhubung dengan dunia
luar melalui LAN, WAN, maupun internet. Blok sederhana dapat dilihat pada gambar 1.4
Contoh :
Power systems
Communication systems

2.4 Nilai Lebih Sistem SCADA


Sebuah sitem SCADA memberikan keleluasaan mengatur maupun mengkonfigurasi
sitem. Kita bisa menempatkan sensor dan kendali di setiap titik kritis di dalam proses.
Siring dengan teknologi SCADA yang semakin baik, kita bisa menempatkan lebih
banyak sensor di banyak tempat sehingga semakin banyak hal yang bisa dipantau,
semakin detil operasi yang bisa dilihat, dan semuanya bekerja secara real time. Tidak
peduli sekompleks apapun prosesnya, kita bisa melihat operasi proses dalam skala
besar maupun kecil, dan setidaknya bisa melakukan penelusuran jika terjadi kesalahan
dan sekaligus meningkatkan efisiensi.
System SCADA memiliki banyak nilai lebih diantaranya:
1. Pengawasan (supervisory) plant dapat dilakukan secara langsung (real time)
melalui tampilan monitor.
2. Kecepatan dan kemudahan memperoleh informasi berkaitan dengan kondisi/status
system yang dipantau.
3. Mengontrol proses-proses yang lebih besar dan kompleks dengan lebih
mudah(tidak memerlukan banyak operator).
4. Dapat mengontrol plant secara real time dari jarak jauh.
5. Dapat mendeteksi dan memperbaiki kesalahan/kerusakan system secara cepat.

10
2.5 Arsitektur Sistem SCADA
Arsitektur dasar dari sebuah sistem SCADA sebagai berikut :
1. Operator
Operator manusia mengawasi sistem SCADA dan melakukan fungsi supervisory control
untuk operasi plant jarak jauh.
2. Human Machine Interfaces (HMI)
HMI merupakan bagian terpenting dari sistem SCADA karena fungsinya yaitu sebagai
jembatan bagi manusia (operator) untuk memahami proses yang terjadi pada mesin. HMI
menampilkan data pada

operator dan menyediakan input kontrol bagi operator dalam

berbagai bentuk, termasuk grafik, kematik, jendela, menu pull-down, touch screen, dan lain
sebagainya. HMI dapat berupa touch screen device ataupun komputer itu sendiri.
3. Master Terminal Unit (MTU)
MTU berfungsi menampilkan data pada operator melalui HMI, mengumpulkan data dari
tempat yang jauh, dan mengirimkan sinyal kontrol ke plant yang berjauhan. Kecepatan
pengiriman data dari MTU ke plant jarak jauh relatif rendah dan metode kontrol umumnya
open loop karena kemungkinan terjadi waktu tunda dan flow interruption. Berikut ini
beberapa fungsi dasar dari suatu MTU:
a. Input/Output Task: interface sistem SCADA dengan peralatan di plant.
b. Alarm Task: mengatur semua tipe alarm.
c. Trends Task: mengumpulkan data plant setiap waktu dan menggambar- kan dalam grafik.
d. Report Task: memberikan laporan yang bersumber dari data plant.
e. Display Task: menampilkan data yang diawasi dan dikontrol operator.
4. Communication System
Sistem komunikasi antara MTU-RTU ataupun antara RTU-Field device diantaranya berupa:
o RS 232
o Private Network (LAN/RS-485)
o Switched Telephone Network
o Leased Line
o Internet
o Wireless Communication System
Wireless LAN
GSM Network

11
Radio Modems
5. Remote Terminal Unit (RTU)
RTU berfungsi mengirimkan sinyal kontrol pada peralatan yang dikendalikan, mengambil
data dari peralatan tersebut, dan mengirimkan data tersebut ke MTU. Kecepatan pengiriman
data antara RTU dan alat yang dikontrol relatif tinggi dan metode kontrol yang digunakan
umumnya closed loop. Sebuah RTU mungkin saja digantikan oleh Programmable Logic
Controller (PLC). Beberapa kelebihan PLC sebagai RTU ialah :
Solusi ekonomis
Serbaguna dan fleksibel
Mudah dalam perancangan dan instalasi
Lebih reliable
Kontrol yang canggih
Berukuran kecil secara fisik
Troubleshooting dan diagnosa lebih mudah
6. Field Device
Merupakan plant di lapangan yang terdiri dari objek yang memiliki berbagai sensor dan
aktuator. Nilai sensor dan aktuator inilah yang umumnya diawasi dan dikendalikan supaya
objek/plant berjalan sesuai dengan yang diinginkan pengguna.

Gambar Arsitektur Sistem SCADA umum

12
2.6 Prinsip Kerja SCADA
Alat otomatis pemulih gangguan serta dapat dilakukan seketika atau menangani gangguan
secara langsung (real time) dari jarak jauh, itulah prinsip kerja SCADA. SCADA
mengumpulkan data yang diperoleh dari RTU (remote terminal unit) pada MTU (master
terminal unit) dan mengeksekusi perintah terhadap sistem yang sedang berjalan tersebut.
sesuai dengan prinsip kerja tersebut, maka terdapat dua elemen penting yang berperan dalam
SCADA, yaitu:
Terdapat proses sistem atau mesin yang dipantau.
Adanya jaringan peralatan HMI (human machine interface) ke sistem melalui sensor
ataupun luaran kontrol.
Dilihat dari karakteristik sistem kontrolnya, sistem SCADA terbagi menjadi dua,
yaitu open loop(komunikasi jarak jauh) dan closed loop (komunikasi jarak dekat).
Perbedaan diantara keduanya hanyalah alat komunikasi yang digunakan, dimana pada
sistem kontrol open loop, sistem SCADA menggunakan jaringan WAN (wireless area
network) dengan dilengkapi sistem radio (pengirim dan penerima sinyal) untuk ribuan
I/O

dan

pengontrolan

bisa

dilakukan

dengan

jarak

ribuan

kilometer.

Untuk closed loop, sistemnya mirip dengan DCS (distributed control system), dimana
sistem ini merupakan sistem atau unit pengumpul dan kontrol data yang biasanya
ditempatkan pada area terbatas dan sistem komunikasi yang digunakan oleh DCS
berupa LAN (local area network).
2.7 Prinsip-Prinsip Dasar dari Sistem SCADA yang Modern
Dalam manufaktur modern dan proses industri, pertambangan, publik, rekreasi dan
keamanan industri telemetri (alat ukur jarak jauh) sering diperlukan untuk menghubungkan
peralatan dan sistem terpisahkan oleh jarak yang jauh.
Hal ini dapat berkisar dari beberapa meter hingga ribuan kilometer. Telemetri
digunakan untuk mengirim perintah, memprogram dan menerima pemantauan Informasi dari
lokasi terpencil. SCADA mengacu pada kombinasi telemetri dan akuisisi data. SCADA
meliputi pengumpulan informasi, mentransfer kembali ke situs pusat, melaksanakan setiap
analisis dan kontrol yang diperlukan dan kemudian menampilkan informasi menuju layar
operator atau display. Pengendalian yang diperlukan kemudian disampaikan kembali ke
proses.
Logika relay digunakan untuk mengontrol produksi dan sistem plant. Dengan
munculnya CPU dan perangkat elektronik lainnya, produsen elektronik digital

13
dimasukkan ke dalam peralatan logika relay. PLC atau Programmable logic controller
masih

salah

satu

sistem

kontrol

yang

paling

banyak

digunakan

dalam

industri. Sebagai kebutuhan untuk memantau dan mengontrol perangkat di suatu


pabrik, PLC didistribusikan dan sistem menjadi lebih cerdas dan lebih kecil dalam
segi ukuran.
PLC dan DCS (sistem kontrol terdistribusi) yang digunakan ditunjukkan seperti di
bawah ini.

Keuntungan dari sistem SCADA PLC / DCS adalah:


Komputer dapat merekam dan menyimpan data dalam jumlah yang sangat besar
Data dapat ditampilkan dengan berbagai macam cara
Ribuan sensor di wilayah yang luas dapat dihubungkan ke sistem
Operator dapat menggabungkan simulasi data real ke dalam sistem
Banyak jenis data yang dapat dikumpulkan dari RTU
Data dapat dilihat dari mana saja tidak hanya di situs
Kerugiannya adalah:
Sistem ini lebih rumit daripada sensor dengan jenis panel
Keterampilan operasi diperlukan, seperti analis sistem dan programmer
Dengan ribuan sensor masih membutuhkan banyak kawat
Operator dapat mengetahui hanya sebatas PLC

14
1. .
2.8 SOFTWARE SCADA
Software SCADA

dapat

dibagi

menjadi

dua

jenis,

kepemilikan

atau

terbuka. Perusahaan mengembangkan software proprietary untuk berkomunikasi


dengan perangkat keras mereka. Masalah utama dengan sistem ini adalah
ketergantungan besar pada pemasok sistem. Sistem perangkat lunak terbuka telah
mendapatkan

popularitas

karena

interoperabilitas

yang

mereka

bawa

ke

sistem. Interoperabilitas adalah kemampuan untuk mencampur beberapa peralatan


produsen 'pada sistem yang sama. Citect dan Wonderware hanya dua dari paket
perangkat lunak terbuka yang tersedia di pasar untuk sistem SCADA.

2.9 DIMANAKAH SCADA DIGUNAKAN?


Anda dapat menggunakan SCADA untuk mengatur berbagai macam peralatan.
Biasanya, SCADA digunakan untuk melakukan proses industri yang kompleks secara
otomatis, menggantikan tenaga manusia, dan biasanya merupakan proses-proses yang
melibatkan faktor-faktor kontrol yang lebih banyak, faktor-faktor kontrol gerakancepat yang lebih banyak, dan lain sebagainya, dimana pengontrolan oleh manusia
menjadi tidak nyaman lagi.

15
Sebagai contoh, SCADA digunakan di seluruh dunia misalnya untuk :
Transmisi dan distribusi listrik:
SCADA digunakan untuk mendeteksi besarnya arus dan tegangan, pemantauan
operasional circuit breaker, dan untuk mematikan/menghidupkan the power grid;
Penampungan dan distribusi air:
SCADA digunakan untuk pemantauan dan pengaturan laju aliran air, tinggi reservoir,
tekanan pipa dan berbagai macam faktor lainnya;
Bangunan, fasilitas dan lingkungan:
Manajer fasilitas menggunakan SCADA untuk mengontrol HVAC, unit-unit
pendingin, penerangan, dan sistem keamanan.
Produksi:
Sistem SCADA mengatur inventori komponen-komponen, mengatur otomasi alat atau
robot, memantau proses dan kontrol kualitas.
Transportasi KA listrik:
Menggunakan SCADA bisa dilakukan pemantauan dan pengontrolan distribusi listrik,
otomasi sinyal trafik KA, melacak dan menemukan lokasi KA, mengontrol palang KA
dan lain sebagainya.
Lampu lalu-lintas:
SCADA memantau lampu lalu-lintas, mengontrol laju trafik, dan mendeteksi sinyalssinyal yang salah.
Produksi:
Sistem SCADA mengatur inventori komponen-komponen, mengatur otomasi alat atau
robot, memantau proses dan kontrol kualitas.
Transportasi KA listrik:
Menggunakan SCADA bisa dilakukan pemantauan dan pengontrolan distribusi listrik,
otomasi sinyal trafik KA, melacak dan menemukan lokasi KA, mengontrol palang KA
dan lain sebagainya.

16

Lampu lalu-lintas:
SCADA memantau lampu lalu-lintas, mengontrol laju trafik, dan mendeteksi sinyalssinyal yang salah.

17

BAB 3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan permasalahan, hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat
diambil kesimpulan bahwa, sistem SCADA water level control tanpa menggunakan
modul expansion analog to digital PLC dapat diwujudkan dengan cara mengubah input
PLC dari sensor analog menjadi sensor digital. Karena sensor yang digunakan adalah
sensor digital, maka dibutuhkan banyak sensor (multi sensor) digital level air untuk
mengukur tinggi muka air
dan volume dalam tandon. Multi sensor digital level air dapat dibuat dengan
memanfaatkan karakteristik transistor sebagai saklar. Dalam penelitian ini, multi sensor
digital level air terbentuk dari 20 segmen sensor digital yang digunakan sebagai masukan
PLC, sehingga dalam pengukuran tinggi muka air dan volume dalam tandon hanya terjadi
20 pembacaan kondisi oleh sistem SCADA water level control.
3.2 Saran
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses realisasi unit sistem
SCADA water level control adalah:
1. Jika menggunakan kabel CIF02 sebagai penghubung PLC dan komputer/laptop, perlu
dilakukan proses update driver software secara online, proses update ini dapat dilakukan
pada menu device manager pada control panel. Jika menggunakan kabel serial 232
sebagai penghubung,proses koneksi dapat dilakukan dengan menginstal driver yang telah
disertakan dalam pembelian paket kabel port serial. COM port number juga perlu
diperhatikan dalam proses koneksi.
2. Pada proses inisialisasi tagname, perlu diperhatikan alamat input PLC agar tidak
terjadi kesalahan penandaan tagname yang akan mengakibatkan kesalahan penampilan
nilai baca sensor.
3. Penempatan posisi segmen sensor harus dilakukan secara tepat agar hasil pembacaan
sensor lebih akurat.

18

DAFTAR PUSTAKA
Pramudijanto,Jos.2015.Pengantar SCADA.Surabaya:ITS
Laksono,MeiTP.2013.Sistem SCADA Water Level Control Menggunakan Software
Wonderware Intouch.Semarang:UNNES
E-book Dasar Pengenalan SCADA