Disusun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Penyuluhan
dan Komunikasi Perikanan semester genap
Kelompok 3
Hana Junita S
230110130057
Indri Nuraeni
230110130004
M. Rionaldi
230110130038
Hilya Andiani
230110140007
M. Fauzan A
230110140010
Vidya Yustindriarini
230110140022
Despriyanto Supriadi
230110140028
Meiti Anitaningrum
230110140049
Sukma Widyawati S
230110140067
Mandala
230110140000
UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI PERIKANAN
JATINANGOR
2016
BAB I
PENDAHULUAN
Kebutuhan ikan konsumsi semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah
penduduk, namun
lahan
budidaya
semakin
berkurang
akibat pesatnya
pembangunan, disisi lain pada perairan sepeti sungai maupun waduk sebagai
sumber air untuk kegiatan budidya perikanan telah mengalami pencemaran. Oleh
karena itu perlu sebuah trobosan teknologi budidya yang dapat mengatasi
keterbatasan sumberdaya lahan dan air hingga dapat meningkatkan produksi ikan.
Akuaponik adalah jawabanya sebuah teknik budidaya yang hemat lahan dan air
dengan menggunakan teknik akuaponik produk yang dihasilkan tidak hanya ikan
melainkan diperoleh juga beberapa jenis sayur-sayuran. Aquaponik merupakan
metode budidaya gabungan antara perikanan dengan tanaman dalam satu wadah.
Budidaya ikan merupakan usaha utama hasil sayuran usaha sampingan atau
tambahan (Saparinto dan Susianan, 2014). Aquaponik memanfaatkan secara terus
menerus air dari pemeliharaan ikan ketanaman dan sebaliknya dari tanaman ke
kolam ikan. Inti dasar dari sistem teknologi ini adalah penyediaan air yang
optimum untuk masing-masing komoditas dengan memanfaatkan sistem
resirkulasi.
Teknik pengelolaan air dengan aquaponik pada budidaya ikan dan tanaman,
akan dihasilkan kotoran nitrogen dan posfor) yang akan menjadi pupuk bagi
tanaman melalui pemanfaatan air limbah dari bak aquaponik sehingga kebutuhan
pupuk dan air tidak lagi menjadi masalah dan akan menekan biayaproduksi. Biaya
yang terpangkas dari program ini selain berasal dari biaya bahan baku air dan
pupuk juga tiadanya upah tenaga kerja untuk pemeliharaan. Di lain pihak
budidaya ikan dengan teknik aquaponik juga berpotensi meningkatkan produksi
ikan terlebih lagi apabila dilakukan dengan pengelolaan yang intensif misalnya
dengan suplementasi probiotik yang dapat meningkatkan kecernaan pakan dan
menekan bakteri patogen.
Fenomena di kost-kost yang terdapat di Jatinangor ini adalah dijumpai lahan
perkarangan yang terbatas. Lahan pekarangan semestinya berfungsi sebagai lahan
yang memberikan kenyarnanan karena adanya udara luar yang segar, peneduh
dengan adanya pepohonan dan yang penting juga adalah merupakan tempat
peresapan air. Di lahan terbatas aquaponik dapat disesuaikan ukuran dan
bentuknya sesuai lahan yang ada. Keterbatasan biaya untuk penyediaan bak ikan
atau tanaman dapat disikapi dengan menggunakan kotak tahan air yang tidak
terpaksio embero atau kayu sederhana yang ditutup terpal atau plastik. Bak
tanaman juga dapat dibuat bertingkat-tingkat sehingga didapatkan hasil panen
yang lebih banyak. Media tanam ikan dapat dilakukan menggunakan kerikil yang
mudah didapatkan.
Pasalnya teknik akuaponik merupakan sebuah cara baru yang memadukan
antara budidaya ikan atau akuakultur dengan budidaya tanaman tanpa tanah atau
dikenal dengan sebutan hidroponik. Istilah hidroponik kerap rancu dengan istilah
aquaponik. Perbedaannya aquaponik mengandalkan nutisi untuk tanaman
diperoleh dari air limbah organik ikan atau organisme air lainnya. Hidroponik
mengandalkan nutrisi yang diperoleh dari pupuk berupa campuran bahan-bahan
kimia (Syarietq et al., 2014).
BAB II
PENETAPAN KEADAAN WILAYAH
Jatinangor adalah sebuah kawasan di sebelah timur kota Bandung,
merupakan satu dari 26 kecamatan yang ada di kabupaten Sumedang, provinsi
Jawa Barat. Wilayah jatinangor memiliki luas 26,20 km2 dengan karakteristik
wilayah perkotaan hampir 80% dari keseluruhan 12 desa, meliputi 4 desa kawasan
agraris (Cileles, Cilayung, Jatiroke, Jatimukti), 4 desa kawasan pendidikan
(Hegarmanah, Cikeruh, Sayang, Cibeusi) dan 4 desa kawasan industri (Cisempur,
Cintamulya, Cipacing, Mekargalih). Kampus Universitas Padjadjaran Jatinangor,
Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor, Kabupaten Sumedang 45363,
Provinsi Jawa Barat. Di kampus Universitas Padjadjaran Jatinangor terdapat
beberapa Fakultas, termasuk Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang terletak
didekat Rektorat Universitas Padjadjaran.
Produk ikan yang dihasilkan dari penerapan teknologi pengelolaan air
secara aquaponik ini akan menambah data tentang produk teknik budidaya ikan
sekaligus tanaman pada lahan sempit dan air terbatas. Teknik aquaponik
memungkinkan mahasiswa lebih cermat mengamati perkembangan pertumbuhan
ikan dan tanaman yang sekaligus dapat dijadikan ajang melakukan berbagai
inovasi budidaya seperti layaknya penelitian sederhana misalnya tentang
kombinasi ikan dan tanaman yang dicobakan, pemberian probiotik, padat
penebaran, dan lain-lain sehingga terbentuk knowledge based community dalam
skala kecil. Teknologi pemanfaatan air terbatas dengan aquaponik relatif
sederhana sehingga menompang kesimpulan bahwa teknologi ini merupakan
pilihan teknologi masa depan dan berkelanjutan. Pengusahaan teknologi ini lebih
didasarkan pada minat, kemauan, kesungguhan dan motivasi yang tinggi dari
pelakunya. Dengan demikian teknik akuaponik ini turut meningkatkan
pengetahuan dan kenampilan mahasiswa.
Sistem teknologi aquaponik muncul sebagai jawaban atas adanya
permasalahan semakin sulitnya mendapatkan sumber air yang sesuai untuk
budidaya ikan, khususnya di lahan yang sempit. Aquaponik merupakan salah satu
teknologi hemat lahan dan air yang dapat dikombinasikan dengan berbagai
tanaman sayuran. Wadah pemeliharaan ikan prinsipnya mempunyai pembuangan
air yang dapat menyedot kotoran ikan ataupun sisa pakan yang digunakan untuk
dialirkan ke dalam bak filter yang juga berfungsi sebagai tempat untuk menanam
tanaman. Air yang sudah difilter tersebut dialirkan kembali ke dalam kolam ikan
dan dialirkan secaraterus menerus, sehingga amoniak yang berada di kolam akan
tersaring sampai 80% oleh tanaman tersebut. Hal lain yang menguntungkan
budidaya ikan dengan tehnik aquaponik adalah dapat dilakukan oleh semua
mahasiswa karena mudah dan murah, dan sekaligus sebagai pemilik sehingga
keseriusan pengelolaan lebih terjamin.
BAB III
PERUMUSAN MASALAH
SDM, SDA (Hasil identifikasi dari aspek teknis, sosial, ekonomi) baik
masalah umum maupun masalah khusus
1. Seberapa banyak informasi tentang aquaponik yang diketahui oleh
mahasiswa
2. Bagaimana cara membuat aquaponik yang baik dan benar
BAB IV
PENETAPAN TUJUAN
4.1 Tujuan Umum
1. Meningkatkan PSK pelaku utama tentang Teknik budidaya ikan sistem
akuaponik
2. Meningkatkan kerjasama antara pelaku utama dalam kegiatan bisnis
perikanan
3. Meningkatkan kegiatan pengembangan usaha budidya ikan dengan sistem
akuaponik
4.2 Tujuan Khusus
1. Meningkatkan PSK jumlah pelaku utama dari 0% menjadi 45% dalam
melakukan penanaman tumbuhan dalam sistem akuaponik
2. Meningkatkan PSK jumlah pelaku utama dari 0% menjadi 50% dalam
teknik pembuatan aliaran air sistem akuaponik
3. Meningkatkan PSK jumlah pelaku utama dari 0% menjadi 45% dalam
melakukan penanaman tumbuhan dalam sistem akuaponik
4. Menumbuhan kelompok pelaku utama
5. Meninkatkan wawasan pelaku pentingnya berkelompok
6. Meningkatkan pemupukan modal dari usaha akuaponik
7. Meningkatkan PSK pelaku dalam pemanfaatan barang bekas dalam bidang
usaha untuk meminimalisir pengeluaran
8. Meningkatkan PSK pelaku dalam pemanfaatan lahan sempit dalam bidang
usaha budidaya perikanan dan pertanian.
4.3
Masalah Umum
4.4
Masalah Khusus
1. Belum ada pelaku utama yang melakukan budidaya ikan sistem akuaponik
2. Belum ada pelaku utama dalam becocok tanam buah dan sayur dalam sistem
akuaponik
3. Pelaku utama masih belum mengetahui teknik budidaya ikan dan tanaman
dengan memanfaatkan lahan sempit
4. Pelaku utama belum tahu kalau sistem akuponik hanya memperlukan modal
yang relatif rendah
BAB V
PENETAPAN CARA MENCAPAI TUJUAN
Jenis
Kegiatan
Pembukaan
dan
perkenalan
penyluh
Presentasika
n materi
akuaponik
Pengenalan
alat
akuaponik
Memberikan
kesempatan
kepada
pelaku
utama untuk
bertanya
Memberikan
kuisioner
kepada
pelaku
utama
Bahan Dan
Peralatan
Komputer
(menggunaka
n power
point)
Paralon,
akuarium,
kangkung,
pompa air,
ikan dan air
Lembaran
kertas
kuisioner
Sasaran
Penyuluha
n
Waktu
Pelakasanaa
n
Pelaksan
a
Senin, 6 Juni
2016
Mahasisw
a
perikanan
Senin, 6 Juni
2016
Mahasisw
a
perikanan
30
Kantin
FPIK,
UNPA
D
Senin, 6 Juni
2016
Mahasisw
a
perikanan
30
Kantin
FPIK,
UNPA
D
Senin, 6 Juni
2016
Mahasisw
a
perikanan
30
Kantin
FPIK,
UNPA
D
Senin, 6 Juni
2016
Mahasisw
a
perikanan
Volum
e
Mahasiswa
30
Mahasiswa
30
Mahasiswa
Mahasiswa
Mahasiswa
Lokasi
Kantin
FPIK,
UNPA
D
Kantin
FPIK,
UNPA
D
BAB VI
PELAKSANAAN PENYULUHAN
1. Waktu dan Tempat
Pelaksanaan penyuluhan Aquaponik dilaksanakan pada hari Senin, 13 Juni
2016 di kantin Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas
Padjadjaran Jatinangor.
2. Peserta Penyuluhan
Peserta penyuluhan aquaponik yaitu Mahasiswa Universitas Padjadjaran
Jatinangor.
3. Materi dan Pemateri
Materi penyuluhan yang disampaikan yaitu materi tentang Aquaponik dan
materi penyuluhan aquaponik disampaikan oleh Fauzan Al-Mubarok.
4. Bentuk dan Media Penyuluhan
Bentuk penyuluhan berupa penyampaian materi tentang Aquaponik, caracara membuat Aquaponik yang baik dan benar, serta pengisian kuisioner
setelah materi selesai, dan media penyuluhan berupa materi tentang
Aquaponik serta alat yang diperlukan untuk penyuluhan Aquaponik.
5. Evaluasi Pelaksanaan
Pada saat pelaksanaan penyuluhan sebaiknya peserta yang diundang lebih
banyak, serta tempat pada saat penyuluhan dilakukan diruangan yang cukup
luas.
BAB VII
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
Salah satu strategi penyuluhan perikanan dalam membangun kemandirian,
Saran
Pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian akan efektif dan efisien apabila